Pernikahan Seharga Kaos Kaki

  Pernah beli baju lebaran? Ada yang beli sebelum Ramadhan tiba, takut bila agenda memilih-milih baju menggangu aktivitas puasa dan tarawih kita. Ada yang membelinya menunggu THR, karena beli baju lebaran butuh budget tinggi. Ada yang sengaja beli baju lebaran di mall terkemuka atau butik ternama, sebab lebaran termasuk momen tahunan yang istimewa. Baju daster?... Continue Reading →

Anak Kreatif = Anak Pintar? Tunggu Dulu

    Pernah dengar anak cerdas? Pastilah pernah. Anak ini biasanya identik dengan sejumlah kemampuan, utamanya kemampuan akademis dan lebih spesifik lagi kemampuan logis matematis.  Biasanya, orangtua senang sekali punya anak seperti ini. Diajari apa-apa gampang. Diajari pelajaran sekolah langsung paham. Entah apa sejarah yang membentuk pola pemikiran orangtua, sehingga bahasa simbolik seperti matematika lebih... Continue Reading →

Asyik Punya Anak Banyak, atau Anak Sedikit?

  “Hah? Anakmu 4?” Dosen saya terbelalak. Beliau tak percaya saya bisa punya anak banyak. Maklum, badan saya kecil mungil.  Waktu melihat ekspresi beliau yang seperti itu, sebetulnya saya ingin terus bilang : “aslinya saya ingin punya anak 6 atau 12 lho, Pak.”   Waktu putri sulung saya sekolah di SMP Negeri, dia juga sering... Continue Reading →

Ibu-ibu yang Membangun Sekolah

    Buku MATA : Mendidik Anak dengan Cinta, Alhamdulillah mendapat sambutan positif dari masyarakat. Setiap kali bedah buku ini, para ibu-ibu yang hadir berkenan membelinya. Mereka pun membeli tak hanya bagi diri sendiri, tapi menyimpan untuk dijual lagi atau diberikan pada teman. Ada hal-hal unik yang kutemukan ketika membedah buku ini. Baik di Surabaya,... Continue Reading →

Bisakah Menciptakan Anak Genius?

    Rasanya sebuah kebetulan yang menakjubkan, ketika Mei ini buku Mendidik Anak dengan Cinta dan National Geographic Indonesia mengangkat tema yang tak akan pernah habis dibahas : IQ dan Kegeniusan.   Sebagai seorang psikolog, salah satu hal paling merangsang minat bagi saya adalah tentang perihal genius. Yang bila seseorang berhasil menguasai hal tertentu dengan... Continue Reading →

Surat Cinta untuk Rohingya dari Anak-anak  SDIT Al Uswah, Surabaya

      Hanum, 5C Assalamualaikum Dear rakyat Rohingya, Hai, aku Hanum. Aku berasal dari Indonesia. Aku sangat senang sekali jika surat ini bisa tersampaikan pada kalian. Ingin sekali aku bisa bertemu kalian. Aku hanya ingin menyemangati kalian, tetaplah menjadi seorang muslim. Tetaplah bersatu untuk Islam. Jangan mau kita ditindas!tunbnjukkan bahwa kami muslim tidak lemah.... Continue Reading →

Children with Special Needs (ABK) : stem cell, pubertas, lapangan pekerjaan, hingga pasangan hidup ?

    Mengisi acara bersama Prof. Bambang, spesialis anak ; mas dokter Hafid Psikater, mas Bayu psikolog adalah kesempatan berharga yang jarang-jarang saya dapatkan. Plus moderator ayah Aris yang tangguh, ayah dari ananda Raffi yang didiagnosis dengan Autism. Saya rangkum percik-percik ilmu luarbiasa hari itu untuk menambah khazanah pemahaman saya pribadi. Apa aja sih yang... Continue Reading →

Super Child : Anak tak boleh Salah dan Kalah

    Kita akan menciptakan super child, si anak super yang akan menghadapi dunia 50 tahun ke depan. Anak impian kita yang merupakan gabungan Jenderal perang Qutuz, Shalahuddin al Ayyubi, Muhammad al Fatih. Anak yang mampu menggabungkan teknologi dan wirausaha ala Bill Gates dan Steve Jobs. Anak yang memiliki pengalaman kenegaraan seperti Mahathma Gandhi dan... Continue Reading →

(3) Ayah atau Bunda yang Lebih Berperan?

Wahai, Ibu! Ibu, center person, sudah menjadi rahasia umum merupakan sumber mata air bagi anak-anaknya. Mata air kasih sayang, mata air keilmuan, mata air ketenangan. Keterlibatan ibu merupakan keharusan bagi perkembangan anak yang membutuhkan II(instrumetnal involvement) dan MAI (mentoring advising involvement). Pasangan ayah ibu yang mampu melibatkan diri dalam II- MAI, sungguh menyempurnakan tumbuh kembang... Continue Reading →

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: