Remaja Tahun 60-an, 90-an dan remaja sekarang

 

 

Membahas remaja selalu asyik!

Masa muda adalah masa yang penuh gairah, penuh kenangan dans elalu ada seribu sudut untuk diceritakan. Menurut buku Being Young and Muslim; ada 3 hal yang memengaruhi anak muda yaitu fashion, music, entertaintment. Apa saja sih perbedaan dari dekade satu ke dekade yang lain?

Bahasan ini meski ringan, bolehlah dipercaya. Narasumbernya adalah ibu saya yang pernah remaja, saya sendiri yang pernah menginjak masa muda dan anak-anak saya yang sudah beranjak remaja dan harus saya kuntit serta pelajari apa saja kesukaan mereka hehehe.

 

Fashion

60-an. Melihat foto-foto ibu diwaktu  muda, menggelikan banget. Baju-baju berlengan pendek, atau malah sepangkal lengan, dengan bentuk rok menggelembung selutut. Rambut pendek, berhias anting-anting besar.  Jangan bayangkan bodi ibu langsing bak gitar ya…di era itu, gadis-gadis biasa pakai baju dengan lengan atas sepangkal ketiak, tak peduli bentuk bisep trisepnya segede batang pisang hehehe…

1960s_fashion_1.png

Gaya 60-an ala generasi nenek

90-an. Era saya belum berjilbab, masih ingatkah model seragam SMA? Lengan pendek digulung, wuahhh, rasanya kereeen bingitz! Kalau baju casual, ada rok maxi dengan padanan kaos berkerah. Bagi yang PD, biasanya mengenakan rok mini di atas lutut. Mau lebih gaya? Sweater lengan panjang, tapi nggak dipake lho…melainkan lengannya ditalikan di depan leher. Gaya rambut cewek umumnya panjang lepas ala Farah Fawcett atau kalau yang mau pendek, model Demi Moore yang ngetop lewat film Ghost.

Bagaimana model fashion muslimah zaman itu?

Wah, belum banyak pilihan. Biasanya berjubah dan berjilbab kaos, atau jilbab kain. Model-modelnya sederhana, apalagi jilbabnya.  Belum ada ide-ide kreatif busana muslim.

2K dan millennial. Era ini ditandai kebebasan bergaya. Mau girly atau sportif, atau freak, sesuaikan dengan personality. Ada yang kalau keluar mengenakan tanktop dan celana pendek, yang rasanya hanya pantas dikenakan di kamar pribadi. Ada yang senang hot pants dengan blus panjang di luar, sehingga terkesan nggak pakai celana, hiks. Tapi ada juga yang suka model rok panjang dengan belahan tinggi, atau rok panjang etnik dengan bahan katun yang nyaman.

Busana muslimah?

Wuaaahh, banyak banget pilihannya. Bersyukur sekali hidup di era ini. Mau jubah, rok, overall, model rok/celana monyet, jins, baju kurung, kulot, celana, batik; semua ada. Jilbab aneka warna aneka ragam tersedia, yang jadul seperti era 90an masih tersedia. Yang pashmina, kerudung kaos, model scarf, ciput ninja…banyak banget pilihannya. Pendek kata, cewek muslimah  mau pakai baju di kolam renang hingga ke pesta tetap bisa syar’i.

 

Music

60-an. The Beatles dan Elvis Presley adalah favorit ibu.

elvis-presley

Elvis dengan gaya khas

Saya masih mengenal lagu-lagu Elvis seperti It’s Now or Never, Can’t Help Falling in Love With You. Lagu Beatles seperti Imagine dan Yesterday . Meski lagu-lagu itu sudah jadul banget, old song, tetap saja enak didengar. Koleksi ibu umumnya berupa kaset. Sebab gak mampu beli piringan hitam saat itu…hihihi. Saya masih ingat koleksi beliau juga untuk music tahun 70-an seperti ABBA yang terkenal dengan lagu Mama Mia. Music juga membawa fashion. Rambut ala Elvis dan baju model dirinya menjadi tren pemuda saat itu; begitupun rambut ala Beatles.

Eh, koleksi Indonesia juga ada lho. Ebbiet G Ade , Franky & Jane. Bagi saya, belum ada penyanyi Indonesia yang dapat menggantikan sosok Ebbiet G Ade. Ibu suka sekali menyetel lagu berjudul Camelia.

90-an. Wah, anda bertanya pada ahlinya kalau membahas musik tahun ini hahaha…

Maklum, remaja zaman ini akrab dengan radio dan walkman. Kita mengumpulkan uang jajan untuk beli kaset. Lagu Indonesia zaman itu yang sangat merajai adalah Chrisye, Vina Panduwinata, Ita Purnamasari, Titi DJ & Faris RM, Iwan Fals, Tri Utami. Grup musik di era itu KLA Project. Lagu favoritnya berjudul Yogyakarta yang manisss banget 🙂

Kalau musik luar?

Backstreet Boys, New Kids on The Block, Boyz to Men adalah beberapa di antar grup musik yang digemari. Untuk solo; Richard Marx, Jason Donovan  dan Tommy Page digandrungi para gadis dengan lagu-lagu romantisnya. Marx dikenal lewat Right Here Waiting, Jason Donovan  (Ft Kylie Minouge dengan Especially for You), Sealed with a Kiss, dan Tommy Page….tradaaaa….a Shoulder to Cry On. Si Tuan Page ini sukses besarrrr membawa gadis-gadis di seantero dunia baperrrr.

Setiap hari, di depan meja belajar rasanya tidak afdol kalau tidak diiringi musik-musik tersebut sembari baca buku dan mengerjakan PR. Lagu-lagu biasa diputar di radio kesayangan. Saya pribadi, sering menyiapkan kaset kosong. Kalau ada lagu bagus, siap-siap merekam!

Saking senangnya dengan lagu-lagu saat itu, teman-teman satu geng punya kebiasaan unik. Kalau pas ada yang ulangtahun, diberi hadiah satu kaset kosong yang telah berisi lagu-lagu rekaman yang disukai. Lagu rekaman ini bisa didapat dari radio dengan cara merekamnya via tape recorder atau minta ke studio radio. Saya pernah dapat hadiah itu dari teman-teman…rasanya sueeennneeeng banget!

2K dan millennial.

Bengong aja lihat K-Pop dan Japanese Wave.

“Eh, zaman Ummi dulu, grup boyband itu manly banget lho. Kalau sekarang mereka dandan ya?”  tanyaku takjub melihat vowok-cowok cantik yang wajahnya licin dengan bibir merah. NKTB atu Backstreet Boys dulu sangat macho.

seventeen_poster_official-copy

Seventeen Korea Boyband

Sekarang, menyanyi harus diesertai aksi panggung yang yahud. Saya pribadi suka lagu Suju –Bonamana, Shine (lupa judulnya), Wonder Girl Nobody but You atau SNSD Into the New World. BoA salah atu artis yang saya gemari juga dengan lagu-lagu manisnya macam Every Heart, Eats You Up, Key of Heart. OST Inuyasha banyakkk yang saya suka : Fukae Mori, Change the World, I am, dll. Hm, tapi ini juga lagu yang sudah agak lama ya…yang baru-baru seperti EXID, Seventeen saya nggak seberapa kenal.

 

Entertainment

Hiburan disini bisa berarti film, atau pusat hiburan, atau hal-hal yang digandrungi.

Kim Novak, Lauren Bacall, Vivien Leigh

60-an. Artis kesukaan ibu adalah Clark Gable dan Kim Novak. Bukan berarti beliau gak suka Liz Taylor, Lauren Bacall, Debby Reynolds tapi kata beliau Kim Novak adalah favoritnya. Artis bertubuh  berisi ini terkenal dengan gaya rambut blonde pendeknya. Apa judul film paling favorit di zaman itu? Yup, betul : Gone with The Wind. Kataku, Vivien Leigh itu salah satu artis tercantik yang pernah ada!

demi-moore-ghost

Ingat gaya rambut Demi Moore? 🙂

90-an. Chalie’s Angels adalah serial televise paling dinanti. Jacklyn Smith dan Cheryl Ladd ngetop lewat film ini. Aktor artis yang muncul di era itu dan masih bertahan di era sekarang antara lain Demi Moore, Julia Robert, Bruce Willis, Tom Cruise. Demi Moore ngetop lewat film Ghost, Julia Roberts dengan Pretty Woman, Tom Cruise dengan Top Gun dan Bruce Willis lewat berseri-seri Die Hard.

Oh iya…serial Indiana Jones juga. Dan tak lupaaa…eng ing eng…agen 007 yang gak mati-mati kwkwkwk. Saya ngalami tuh nonton aksi si agen mulai Sean Conery, Roger Moore, Timothy Dalton, Pierce Brosnan hingga Daniel Craig. Umumnya cewek, kita juga perhatian sama cewek-cewek Bond…hahaha. Meskipun rumour beredar, cewek-cewek Bond hanya laku di film 007 dan bakal gak bisa sukses ketika main di film yang lain.

2K dan millennial.

Wuah, kali ini  bukan hanya artis aktor televisi, layar lebar tapi juga artis youtube dan selebgram yang awalnya sama sekali tidak kita kenal. Dulu, butuh waktu lama banget untuk jadi artis. Sekarang apa-apa bisa instan ya…

Untuk film, science fiction merajai seperti serial mutant X Men. Star Wars dan Star Trek yang menggambarkan impian manusia tentang kehidpuan ruang angkasa hiingga film-film thriller aneka rasa mulai  penyanderaan, penculikan, pembunuhan hiingga kisah-kisah orang psikopat. Membahas film, kayaknya saya butuh halaman tersendiri deh…kwkwkwk.

 

Hiburan yang lain.

60-an. Era ini para remaja hanya cari hiburan dari jalan-jalan dan nonton bioskop. Televisi belum jadi sarana hiburan yang memadai.

90-an. Dimasa remaja saya, hiburan umumnya jalan-jalan, makan-makan, nonton bioskop dan naik gunung. Hiburan lain adalah ke toko kaset. Kita bisa betah berjam-jam mulai sore hingga tiba waktunya diusir XD.

2K dan milenneial. Entertainment di era ini banyak banget modelnya. Yang mau duduk dirumah bisa nonton via youtube, televisi dengna beragam saluran, main game baik yang gratis maupun berbayar. Yang mau hang out berarti nonton ke bioskop, jalan-jalan ke mall, nongkrong di café yang menu dan style cafenya sangat kreatif dibanding era 90an. Yah, di zaman saya kalau kami jalan-jalan paling-paling beli bakso atau mie ayam. Gak ada food truck atau kedai kopi bergengsi. Gak kebayang kalau harga segelas kopi bisa 50 ribu sampai 100 ribu. Wong kopi biasanya diminum kakek nenek saya hehehe…pakai cangkir seng blirik. 50 ribu bisa buat minum kopi setengah tahun.

Kalau disuruh milih, enakan remaja di era 60-an, 90-an atau di era sekarang?

Saya tidak SARA & cinta Cina

 

 

Teman SMP saya banyak yang Cina. Teman SMA, juga. Teman kuliah di fakultas Psikologi tak terkecuali. Sekarangpun teman dan tetangga saya ada yang Cina. Kompleks perumahan kami bersebelahan persis dengan kompleks perumahan lumayan mewah, yang 95% penghuninya Cina.

Kalau beli kain di Pucang, penjualnya rata-rata Cina.  Beli barang elektronik di Hartono atau Hi Tech Mall, atau Marina, rata-rata penjualnya Cina. Beli alat-alat listrik di dekat rumah, seperti kipas angin, setrika, atau colokan listrik; juga Cina.

Di Surabaya banyak warga Cina muslim, yang aktif di masjid Cheng Ho. Sepupu saya menikah dengan orang Cina, yang menjadi muallaf dan menjadi pendakwah Islam. Pendek kata, bertemu warga Cina dalam lalu lalang kehidupan sehari-hari, adalah hal biasa. Di jalan raya, di perdagangan, di kampus, di dunia kerja. Etnis Cina, Jawa, Madura, Arab, India, Batak; campur aduk tak terpisahkan sebagai satu koloni masyarakat Indonesia.

 

Pengagum Cina

Saya sungguh mengagumi budaya Cina. Lewat film-filmnya, terutama.

Ketika remaja, saya dan suami akrab dengan cerita silat berlatar budaya Cina, karya Asmaraman Kho Ping Ho. Film Pemanah Rajawali, Yoko, dan sederet film Cina saya suka. Once Upon a Time in China adalah film favorit saya dan suami, hingga berseri-seri. Laksamana Cheng Ho dan Wong Fei Hung adalah dua tokoh yang sangat saya kagumi, bahkan terbersit impian untuk membuat cerita Fei Hung versi saya.

Tahu Kungfu Hustle kan?

Kami sekeluarga bolak balik nonton film ini. Seru dan keren, kocak lagi!

Red Cliff 1 dan 2, jangan ditanya! Cursed of Golden Flower, Hero, Warrior Heaven and Earth, Painted Skin, The Guillotine, Call for Heroes; film-film Cina ini saya rekomendasikan buat teman-teman yang suka film sejarah. Vicky Zhao, Zhang Ziyi, Chow Yun Fat, Steven Chow, Donnie Yen termasuk bintang film favorit. Belakangan, nama Eddie Peng saya cari-cari di google lantaran aksinya dalam Call for Heroes demikian mengesankan.

Coba tengok rak buku kami.

sam-kok

Dongeng Naga, Sam Kok, dll

Dragon Tales : Sejarah Tiongkok dari Dinasti Tang hingga Dinasti Qing, Kisah Tiga Kerajaan (Sam Kok), Cina Muslim di Jawa Abad XV & XVI, Wild Swan (Jung Chang),  Rahasia Sukses Muslim China ( Wan Seng), Muslim di Amerika dan Cina, Battle Hymne of Tiger Mother (Amy Chua) adalah sedikit dari buku referensi tentang Cina yang kami punya.

Apa yang saya sampaikan ke anak-anak?

“Lihat tuh etos kerja orang Cina! Kalian harus tiru. Mereka hemat dan irit, nggak seperti kita orang Jawa yang suka menghamburkan uang.”

Bahkan saya banggakan teman-teman Cina muslim saya di hadapan anak-anak.

“Kalian tahu kan mas Syauqi dan mbak Levina? Mereka sebentar lagi pindah dekat rumah kita. Tahu nggak apa yang ditanyakan mbak Levina : bunda Sinta, mana sih pasar malam terdekat? Coba lihat, itulah gaya berpikir orang Cina. Bagaimana cara berdagang. Nanti kalau mbak Levina sudah buka toko, kalian belajar kerja sama mbak Levina ya!”

Saya ceritakan kepada anak-anak tentang jalur sutra. 5 kota mega yang pernah menjadi milik kaum muslimin : Xian, Aleppo, Merv, Mosul, Samarkand. Xian berada di Cina. Makam Saad bin Abi Waqqash pun berada di Ghuangzhou , Cina.

Bagi kami sekeluarga, dan saya yakin kaum muslimin pada umumnya, Cina dekat dengan kehidupan kaum muslimin. Tuntutlah ilmu hingga ke negeri Cina adalah pepatah masyhur, sebagian berpendapat ini hadits Nabi Saw, sebagian berpendapat ini pepatah para ulama.

Jadi sungguh, Cina, adalah sahabat kaum muslimin. Saudara kaum muslimin. Teman kaum muslimin. Hui, Uyghur, Tajik, Kazakh dan masih banyak lagi adalah suku Cina muslim yang kami cintai.

 

Benci Cina?

Apa kami benci Cina?

Naudzubillahi, tentu tidak! Perasaan saya demikian dekat dengan orang-orang Cina ketika berkesempatan datang ke Hong Kong beberapa kali, meski kata orang Mandarin dan Canton berbeda. Toh tetap Cina juga. Saya sholat di masjid Wanchai, Ammar Saddick, bertukar salam dengan warga Cina muslim. Saya mengagumi pasangan-pasangan tua Cina yang makan di kedai masjid Wancai. Pasangan-pasangan tua Cina demikian setia satu sama lain…ah.

Di rapat RT, beberapa tetangga kami Cina dan kami ngobrol dengan santai terkait masalah syukuran, 17 Agustusan, sampah, paving block dll.

Apakah kami benci orang selain muslim?

Naudzubillahi, sungguh Allah Swt membenci orang yang dzalim dan tidak adil. Bila kaum muslimin bersikap tidak adil terhadap non muslim; sudah jelas, Allah dan RasulNya menjadi  wali bagi orang non muslim yang teraniaya. Maka, ketika terjadi proses pemurtadan terhadap satu wilayah misalnya, bukan kebencian terhadap non-muslim yang muncul. Sebaliknya, kaum muslimin merasa prihatin.

“Yah, gimana lagi. Orang-orang non muslim lebih peduli. Mereka memberi santunan beras, sembako, bantuan pendidikan dan lain-lain. Pantas saja saudara muslim yang miskin menjadi pindah keyakinan.”

Hampir tidak pernah dalam bahasan-bahsan kami muncul kebencian dengan niat mengenyahkan satu agama lain keluar Indonesia, hanya karena mayoritas warga Indonesia muslim. Ketika meletus anti Islam di negara lain, penindasan dan pembunuhan seperti warga Rohingya, tidak serta merta kaum muslimin di Indoensia membenci agama Buddha. Tidak serta merta mengusir warga Cina yang mayoritas berlainan keyakinan dengan kaum muslimin, walau warga Cina sebagian beragama Buddha, dimana para biksu dan warga Buddha di Myanmar menindas kaum muslimin.

Sungguh, kebencian, pengusiran, ejekan, hasutan; bukan menjadi ciri masyarakat muslim. Bila terjadi pemurtadan, pada dai berbondong-bondong turun ke desa menyadarkan dan membantu menyediakan sarana prasarana. Bila terjadi kegaduhan di luar negeri yang menyudutkan masyarakat muslim; kaum muslimin lebih memilih berdemonstrasi dan menggalang dana bantuan.

 

Bila Ahok Muslim

Bahkan, kaum muslimin masih menyelipkan doa-doa terbaik yang dapat disampaikan. Ketika pak presiden Jokowi terkesan tebang pilih, masih ada yang berdoa : semoga pak Jokowi semakin bagus pemahaman keIslamannya. Ketika Ahok menggodam masyarakat Indonesia dengan al Maidah 51 ; masih ada kaum muslimin yang berdoa : ya Allah, semoga Ahok menyadari kesalahannya dan menjadi muslim!

Kaum muslimin mengkritik, menegur Ahok bukan lantaran ia Cina dan non muslim.

Bukan!

Begitu banyak gubernur dan pejabat muslim yang salah pun diseret ke pengadilan. Begitu banyak pula pejabat dan petinggi yang non muslim di meja hijaukan. Siapa berbuat salah, muslim atau non muslim, tetap harus diadili.

Bila Ahok muslim dan menghina al Quran, tetap saja tuntutannya sama.

Kali ini kaum muslimin bersuara sepakat sebab beliau adalah seorang pemimpin ibukota yang menjadi cermin Indonesia. Jakarta, cermin Indonesia, sedang menghadapi pilkada. Dan kita tercengang betul ketika sang pemimpin menggunakan ayat al Quran dengan cara tak terduga.

Bagi warga muslim, yang jarang sholat dan paling bermaksiat sekalipun, yang masih terbata baca Quran dan tidak mampu mengeja al Fatihah; kitab suci al Quran selalu diletakkan di bagian terhormat dalam bilik rumah : di ruang tamu, di rak buku, di posisi tinggi. Menjadi mahar, sebagai penanda suci sahnya hubungan lelaki perempuan. Menjadi alat sumpah, yang dipegang saksi dan hakim serta penegak hukum di sidang. Menjadi simbol penguat, bagi para pejabat yang akan diambil sumpah jabatan.

 

Provokator & Penunggang Massa

“Awas kaum muslimin ditunggangi!”

“Awas ada provokator!”

“Nanti diobok-obok biar timbul kerusuhan!”

“Kalau sudah gempar, negara lain akan turun tangan ikut campur!”

Ya.

Kaum muslimin selalu serba salah.

Mau bersuara, dibilang SARA.

Mau mengkritik agama lain atau etnis lain, dibilang perkara sensitif.

Mau berdemo, diancam provokator dan kerusuhan massa.

Akibatnya, kaum muslimin benar-benar takut dan galau ketika ingin mengkritik sesuatu yang bersinggungan dengan agama. Takut fundamentalis. Takut radikal. Takut fanatik. Kaum muslimin Indonesia menyerah dan mengalah begitu saja ketika kerat demi kerat kemerdekaan beragama diserahkan pada pihak lain. Pariwisata diisi dengan hal yang bertentangan dengan agama, yah, biarkanlah, toh ini bukan negara Islam. Panti pijat, bar, karaoke, minuman keras, narkoba, pornografi merayap dengan pasti; yah, gak bisa dong tegas-tegas. Ini kan bukan negara Islam. Pemimpin dan kebijakan tak berpihak pada Islam; yah, demikianlah, kan ini bukan negara Islam.

Sekali saja, kaum muslimin benar-benar ingin bersatu padu membela agama. Membela kalimatullah yang telah ditafsirkan beda. Bukan karena pelakunya etnis tertentu. Bukan karena pelakunya non muslim. Tapi karena benar-benar ingin bersuara; agar warga muslim Indonesia yang mayoritas ini menjadi tuan di tanah sendiri. Membela agama dan kitab suci, dengan cara terhormat dan ksatria. Semoga setiap pihak menyadari bahwa kaum muslimin selalu ingin menyelesaikan perselisihan dengan cara hikmah.

 

Sinta Yudisia

Ibu dan Penulis

Surabaya

 

 

Fanpage Sinta Yudisia

https://m.facebook.com/SintaYudisiaWisudanti/

Akhirnya,  setelah punya 2 Facebook bernama Sinta Yudisia dan Sinta Yudisia II, keduanya full. Maka daripada buat Sinta Yudisia 3, lebih baik buat akun fanpage.

 

Semoga bermanfaat untuk silaturrahim 😊😊💕💞💖

 

 

 

 

 

Pejabat, Pengusaha, Artis : benarkah memakai  dukun, klenik,susuk dan bala tentara jin?

 

 

Santet, vodoo, cenayang, paranormal, dukun, orang pintar, susuk dan yang sejenisnya sangat akrab di semua kalangan. Tidak terbatas hanya kalangan masyarakat bawah dan kurang terpelajar, bahkan orang-orang terpelajar pun mempercayai hal-hal ghaib yang terkadang di luar nalar. Sebagai orang beragama, kadang batas antara iman dan syirik demikian tipisnya. Percaya pada hal ghaib, termasuk keberadaan malaikat dan setan; dan pecaya pula bahwa para dukun , kiai (kata ‘kiai’ mengalami pergeseran makna di beberapa kalangan sebagai orang ‘pintar’) mampu membawa – setidaknya membantu- orang-orang yang datang kepada mereka mencapai tujuan tertentu.

susuk

Beragam susuk

 

Produk perdagangan ghaib

Saya bukan pakar dalam hal ini tapi beberapa teman memiliki kisah unik.

Susuk salah satunya.

Sahabat saya, paras wajahnya sangat manis. Ia bercerita demikian.

“Aku pernah diajak nenekku di kampung untuk datang ke orang pintar. Aku mau dipasangi susuk. Maklum kalau di kampung, biar cepat kawin, Mbak. Aku lihat sendiri temanku dipasangi susuk. Dua mutiara diletakkan di alisnya dan menghilang tiba-tiba. Waktu itu saking takutnya, aku malah lari dan nggak mau. Untung sekarang aku tahu kalau itu syirik.”

Barang pusaka, adalah produk yang lain.

Legenda tanah Jawa banyak sekali melibatkan keberadaan barang pusaka. Keris Nogososro Sabukinten, Bende Mataram, Keris Mpu Gandring adalah sedikit contoh. Konon kabarnya, tidak ada raja-raja di tanah Jawa yang tidak menikahi Nyai Roro Kidul serta tidak memiliki benda pusaka. Untuk jadi penguasa di tanah Jawa, seseoran gharus memiliki benda pusaka.

keris-pusaka

Keris dengan beragam lekuk

Seorang sahabat, beliau penulis senior yang suka sekali menuliskan cerita sejarah bercerita.

“Aku senang menulis cerita sejarah, khususnya Jawa. Sampai-sampai aku ke beberapa tempat di luar negeri untuk mengumpulkan data. Di rumahku, banyak hibah benda pusaka dari kolega. Benda-benda pusaka itu macam-macam, ada yang kosong, ada yang ‘isi’.

Aku sendiri tidak pernah tahu yang mana benda pusaka yang memiliki tuah. Hanya saja anak-anakku pernah protes. Aku menyimpang benda-benda pusaka di suatu ruangan khusus. Kata anak-anak, mereka sering mendengar suara aneh, percakapan, makhluk-makhluk yang melintas. Akhirnya, satu demi satu barang pusaka itu aku lepaskan pada orang yang mau.”

Bunga.

Seorang teman yang memiliki Spa muslimah memiliki cerita unik. Sebagai seorang muslimah yang mencoba taat dalam agama, sahabat saya ini insyaallah tidak memakai perantara apapun selain doa dan niat ikhlas. Ia membuka Spa muslimah melihat animo masyarakat yang begitu gandrung pada salon serta produk kecantikan. Spa-nya alhamdulillah laris, buka dari jam 9 pagi hingga jam 7 malam.

Suatu ketika ada tetangga yang bertanya.

“Bu, laris banget yan salon dan spa-nya?”

“Alhamdulillah.”

“Saking larisnya sampai buka hampir dini hari.”

“Kami buka sampai jam 7 malam.”

“Ah, tetangga-tetangga disini sering dengar gunting rambut, hair dryer sampai jam 11 malam, Bu.”

Teman saya curiga dan menanyakan anak buahnya. Mungkin saja ada yang melayani sahabat atau saudara di jam-jam sekian. Para anak buah menggeleng dan mereka pulang jam 7 malam. Lagipula, tidak ada acara lembur kalau tidak ada pesanan kondangan atau musim wisuda.

Dari cerita para tetangga yang bersaksi bahwa kegiatan salon tetap berjalan setiap malam hingga nyaris dini hari, teman saya mulai merasa ada yang salah. Ia bertanya pada sesama kolega pengusaha salon.

“Wah, hati-hati, Bu,” kata pengusaha yang lain. “Dulu salon saya disantet orang. Setiap orang yang duduk untuk potong rambut atau perawatan muka, mencium bau busuk tidak karuan sehingga mereka langsung bangkit dan pulang. Solusinya ya datang ke orang pintar.”

Teman saya tidak ingin terjebak dalam syirik, maka beliau lantas meminta saran dari pakar syariah. Jawaban yang didapat lebih masuk akal : Spa muslimah menggunakan bahan-bahan alami termasuk bunga-bunga asli, bukan sekedar sabun dan lulur yang sudah jadi. Bunga-bunga adalah salah satu makanan kesukaan bangsa jin. Jadi, Spa tersebut kemungkinan menjadi tempat jin berpesta pora. Akhirnya, sahabat muslimah saya tersebut menjelaskan pada anak buahnya bahwa sebelum masuk kerja mereka harus baca ma’tsurat demikian pula saat petang . Salon mereka sepekan sekali mengadakan pengajian. Sholat berjamaah sebisa mungkin dilakukan di antara karyawati yang perempuan semua, kejujuran ditegakkan, dan segala sunnah Rasul dijalankan. Alhamdulillah perlahan, agenda ‘klothekan’ makhluk halus yang memakai salon di malam hari hilang.

Dalam berinteraksi dengan makhluk ghaib yang dianggap menjadi ‘Tuhan’ yang dapat mengambulkan permintaan, ada barang-barang bertuah yang menjadi perantara antara manusia dengan jin. Barang-barang ini bermacam-macam bentuknya mulai senjata yang diletakkan di bawah tempat tidur, susuk yang dipasang di bagian tubuh tertentu, atau sesajen yang diletakkan di sudut rumah.

Kita akan sangat berhati-hati untuk meletakkan barang-barang tertentu di rumah kita. Patung, lukisan, barang pusaka, hiasan, akan menjadi sebab perantara hubungan ghaib antara manusia dan jin. Kejadian-kejadian di atas menjadi bukti bahwa siapapun, bila ingin, dapat mengambil jalan pintas menuju cita-cita yang diingiinkan.

Ingin cantik, ingin kaya, ingin terkenal, ingin berkuasa; bila tidak mau mengambil jalur yang biasa maka barang-barang perantara tersebut mudah didapat.

Sebagai pedagang, pasti mengalami surut pasang, laba rugi, naik turun. Bahkan mengalami masa pailit yang sangat-sangat pahit. Bila tidak bersabar dan meyakini rizqi dari Allah Swt, maka ingin rasanya dagangan cepat laris. Uang bertambah-tambah. Kecantikan menuai pujian, apalagi pekerjaan yang memerlukan tampilan fisik seperti penyanyi, penari, artis, peragawati dsb.

 

Orang-orang yang mampu melihat hal ghaib

Beberapa teman memiliki kemampuan ajaib melihat sesuatu diluar mata manusia. sahabat perempuan saya di SMA pernah berbisik.

clairvoyance

“Sin, hari ini kamu mau ikut lomba ya?”

“Iya. Kenapa?”

“Aneh. Biasanya aku senang banget kamu ikut lomba, hari ini kok perasaanku gak enak ya.”

Benar saja, saya kalah hari itu.

Sahabat saya yang lain, sebut namanya Indah,  malah lebih dari sekedar melihat.

“Aku dan adikku, bu Sinta, kami berdua bisa lihat yang aneh-aneh. Setiap malam kami tidur berdua, yang namanya ranjang itu bisa bolak balik gak karuan. Kalau bantal guling kena tendang, mungkin kami lasak banget pas tidur. Tapi kalau ranjang sudah ubah posisi, nah! Aku selalu tahu apa yang akan terjadi apda teman-temanku. Sampai-sampai, aku menderita sekali. Sebab sahabatku, cowok cewek mereka pacaran lama, aku tahu mereka nggak akan nikah meski saling mencintai. Aku mau bilang apa, tapi aku sedih banget. Ternyata benar! Mereka nggak jadi nikah. Setelah aku sadar mampu melihat hal-hal jauh ke depan bukan malah mengasyikkan, aku minta diruqyah. Sepertinya ini keturunan. Alhamdulillah hidupku sekarang normal.”

Tidak semua orang seperti Indah.

Ada seseorang yang ia memiliki kemampuan ‘lebih’. Pernah nonton Kungfu Hustle kan? Ada orang yang juga hanya membaca sekali cerita silat, ia langsung mampu memukul kayu hingga terbelah. Sayangnya, ia beranggapan apa yang dimilikinya gift dari Allah dan tidak mau mencari pemahaman lebih jauh apakah itu berkaitan dengan sisi aqidah atau tidak.

Ada orang-orang yang mampu melihat hal ghaib.

Bagi yang ingin menjadi dukun atau orang pintar, kemampuan itu dimanfaatkan untuk membantu orang (atau sebenarnya malah mencelakakannya). Meski tidak semua orang pintar, atau dukun ini jahat, ya!

Dulu, keluarga kami sering mengalami hal aneh. Ibuku punya perusahaan, dan seringkali uangnya hilang. Setelah datang ke orang pintar, ibu mendapat masukan.

“Ibu sedang disantet.”

“Terus bagaimana, Kiai?”

Ada yang bilang santet dapat dikembalikan pada pengirimnya.

“Kita cukup tahu Ibu disantet. Kalau dikembalikan , itu tipudaya syaithon. Iya kalau si X yang benar-benar nyantet, kalau Ibu mengembalikan santet pada si X dan bukan si X pelakunya? Sempurna sudah syaithon memperdaya sana sini.”

“Terus bagaimana?” ibu gelisah.

“Ibu perbanyak sholat malam dan shodaqoh saja.”

Alhamdulillah, meski perusahaan Ibu bangkrut dan aset-aset terjual, kami sekeluarga sehat-sehat semua dan mendapatkan banyak pembelajaran agama terkait sabar, rezeqi, sedekah dan lain-lain. Lambat laun keluarga kami yang pernah amat sangat terpuruk ekonomi bangkit satu demi satu.

Andai kata dulu kami main perdukunan, tentu kami tetap kaya raya tapi naudzubillahi mindzalik…entah apa jadinya.

Ada banyak orang sakti di sekeliling kita yang mendapatkan kesaktian karena memang ngelmu atau sengaja menimba ilmu kebatinan, ada yang karena keturunan. Yang menjadi sakti inipun ada yang pada akhirnya menyadari bahwa tidak ada kekuasaan yang pantas diagungkan kecuali Allah Swt. Meminta bantuan pada orang pintar, jin dan bala tentaranya sekilas terlihat memberikan solusi namun sesungguhnya makin membuat orang terpuruk dalam masalah.

Banyak orang pintar, dukun, kiai yang bersedia membantu sekalipun dengan bantuan jin. Tapi umumnya mereka memberikan syarat dan pemahaman, bahwa klien bersedia memikul akibatnya. Mereka tidak serta merta memberikan banga pusaka, barang mahar (istilahnya) tanpa memberikan keterangan apa saja yang diminta jin sebagai imbalan. Bukan rahasia lagi bahwa bangsa jin yang menyesatkan manusia, mereka kejam luarbiasa. Mereka meminta tumbal anak-anak, pasangan, karyawan-karyawan dan bila semua tumbal telah habis makan bangkrutlah sudah kekayaan.

Barulah setelah tercapai kesepakatan, dilaluilah perjanjian.

Sungguh benar. Tidak ada perdagangan yang lebih menguntungkan selain perdagangan dengan Allah Swt.

Sesungguhnya Allah membeli dari orang-orang mukmin, baik diri maupun harta mereka dengan memebrikan surga untuk mereka. Mereka berperang di jalan Allah sehingga mereka membunuh atau  terbunuh(sebagai) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya selain Allah? Maka bergembiralah dengan jualbeli yang telah kamu lakukan dan demikianlah itu kemenangan yang agung.” (QS 9 : 111)

Siapa yang tidak ingin cepat kaya?

Siapa yang tidak ingin terlihat cantik dan dipuji banyak orang?

Siapa yang tidak ingin punya kekuasaan, kejayaan, bermartabat tinggi?

Semua ada jalannya. Apapun jalan instant, pasti akan cepat melambung dan akan cepat pula jatuhnya. Berdagang dengan iblis, jin yang sesat, setan; tidak akan menguntungkan. Mereka suka ingkar janji, mereka pun lebihs uka merugikan manusia. tidak ada perjanjian dengan dunia hitam yang menguntungkan manusia. tetapi, mengambil perjanjian dengan Allah akan selalu menguntungkan. Allah malu bila hambaNya mengangkat tangan berdoa tidak mengabulkan. Dia juga selalu mengganti bila tidak berkehendak mengabulkan dan, Allah tidak pernah melupakan impian kita sekalipun suatu saat kita merasa lelah berdoa dan nyaris kehilangan harapan.

 

Para pengguna jasa jin

Indonesia, senang sekali dengan barang instant.

Mie instant, fast food, karir instant. Perkembangan di dunia seni budaya dan politik jelas-jelas menggambarkan dinasti instant ini. Belajar dari K-Pop, para boyband dan girlband negeri ginseng rela berlatih menyanyi dan menari lebih dari 10 jam sehari, hingga 5 bahkan 7 tahun ditempa dan barulah mengeluarkan debutnya. Berbeda dengan boyband girlband Indonesia yang baru kumpul 6 bulan, tetapi memiliki jaringan tertentu, sudah berani tampil. Akibatnya one hit wonder. Merajai sekali tayang, lalu menghilang.

Artis, pedagang, politisi bila tidak tahan banting dalam meng up grade diri, menciptakan branding, membangun image, sungguh akan kelelahan menjalani persaingan yang kadang sangat tidak manusiawi. Jalan pintas digunakan. Mulai nepotisme, menciptakan followers semu di media sosial, membuat berita kontroversial agar menuai perhatian dan seterusnya. Termasuk menggunakan jasa balatentara ghaib untuk mempermudah mencapai tujuan.

Dulu, santet dan perdukunan pernah akan masuk dalam ranah pidana perdata. Tetapi karena sulit dibuktikan akhirnya ditiadakan. Kisah tentang artis, pedagang- pengusaha, pejabat yang menggunakan jasa balatentara ghaib mulai batu akik, barang pusaka, susuk; ramai dibicarakan namun sangat sulit untuk diungkapkan dengan mengusung data fakta. Sebab, perkara ghaib memang tak dapat ditelusuri dengan sidik jari, bukti forensik, bukti TKP, atau rekaman suara ( tidak semudah film Conjuring 1 dan 2). Perkara ghaib hanya dapat diyakini dan dirasakan dengan mata hati.

Yang menjadi sangat menakutkan, apabila perkara ghaib menuntut ritual tertentu.

Bacalah novel trilogi Ring, Loop, Spiral karya Koji Suzuki yang film-filmnya jauh dari novelnya. Tontonlah Devil’s Advocate Al Pacino, Keanu Reeve, Charlize Theron.  Setan tidaklah seprimitif yang kita kira. Simaklah Skeleton Key yang dibintangi Kate Hudson. Setan tidaklah menghuni kuburan dan kamar mandi saja. Setan tidak hanya berujud pocong, kuntilanak, genderuwo, kalongwewe.

Trilogi Koji Suzuki, setan mengintai masa depan manusia. Membuat masa depan manusia menjadi sangat busuk dan buruk. Setan melipat gandakan dirinya di zaman sekarang, setiap kali kita meng –klik apapun dengan mudah. Devil’s Advocate, setan berubah bentuk menjadi pengacara top yang merekrut para pengacara muda untuk membalikkan fakta dan membayar mereka sangat mahal. Mereka dapat menyelamatkan seorang guru yang melecehkan seksual murid-muridnya. Para pengacara muda yang demikian haus mobil dan apartemen mewah, demikian mudah direkrut oleh kantor-kantor pengacara kenamaan dan bergengsi dan merasa bangga ketika memenangkan kasus bombastis. Skeleton Key, seorang perawat yang berniat baik menolong sepasang suami istri tua akhirnya menjadi korban sebab ia perlahan-lahan dibuat percaya bahwa vodoo mampu merenggut jiwa manusia.

Bila, pejabat, artis, pengusaha datang meminta bala bantuan tentara jin. Maka setan akan meminta tumbal ganti yang tidak akan sama dari waktu ke waktu. Tidak akan sama seperti tumbal yang ada di zaman kakek nenek kita dulu : mencuri tali pocong mayat perawan, mencuri mayat bayi, dsb.

Setan tahu apa kekurangan, kelemahan, ketakutan manusia.

Tumbal seorang pejabat, tak akan sama dengan tumbal pedagang bakso. Tumbal pedagang bakso yang meminta penglaris, mungkin ‘hanya’ kematian anak-anak dan karyawannya. Tapi apakah setan akan meminta tumbal yang sama dari seorang pejabat? Tentu tidak. Sungguh, bagi seorang pejabat setan akan meminta hal yang jauh lebih menakutkan. Apakah seorang pengusaha kelas kakap sama dengan pengusaha kelas teri? Setan akan meminta hal yang jauh berbeda.

Betapa, hanya Allah Swt sandaran kita semata.

Hanya balatentara Allah Swt, para malaikatnya yang terbuat dari cahaya yang mulia, yang mampu membantu kaum mu’minin mengatasi kesulitan hidup dan serta membantu menghantarkan doa-doa kaum mu’minin mencapai langit. Para malaikatNya yang mulia, membantu meng amin kan doa kita saat meminta rezqi, perlindungan, keselamatan.

Tidakkah kita berharap, di zaman dimana batas kedzaliman dan kebatilan makin tidak terlihat, dimana kebenaran dan kejujuran justru tampak tidak menghasilkan; maka para tentara Allah Swt yang sesungguhnya akan membantu tercapainya doa-doa dan keinginan?

Bila memang sebagian artis memakai balatentara ghaib, selebritis yang yakin bahwa talenta dan kerja keras akan menuai keberhasilan dengan izin Allah, lebih baik mendekatkan diri kepadaNya. Bila memang sebagian pedagang dan pengusaha memakai penglaris untuk produknya, maka pedagang dan pengusaha jujur akan meningkatkan rezqi ghaib lewat Dhuha, sedekah, infaq, wakaf. Bila memang pejabat dan politikus menggunakan balatentara ghaib untuk memenangkan satu posisi;  maka mereka yang percaya bahwa kedudukan adalah amanah Allah akan senantiasa semakin tersungkur sujud pada Allah untuk memohon perlindunganNya dari segala kejahatan dan malapetaka.

Bagaimana Menjadikan Novelmu sebagai Film?

Sebagian penulis menginginkan novel , cerpen, atau tulisannya diangkat ke layar lebar. Sebagian berkata, tidak ingin demikian. Sebab, bagaimanapun, novel yang bagus tidak identik dengan naik ke layar lebar. Best seller tidak selalu best quality. Apapun itu, mari kita belajar bersama-sama bagaimana sebuah novel dapat diterjemahkan ke dalam bahasa visual.

• Novel dan film sama-sama produk kreatif, karenanya tidak ada parameter baku tentang nilai bagus atau tidak. Sebagaimana matematika yang merupakan ilmu pasti, sastra dan film termasuk ranah non sains sehingga sangat subyektif sifatnya.

Bulan Nararya

Bulan Nararya

• Novel merupakan produk yang pendek proses produksinya. Seorang penulis, seorang editor, seorang ilustrator, percetakan, dan penerbit plus tim distribusi sudah dapat menghasilkan sebuah novel yang terpajang di Gramedia. Film , tidak. Satu adegan dapat membutuhkan 30 orang crew. Maka bayangkan bila film itu selesai dibuat, berapa jumlah tenaga yang terlibat.

Pembuatan film yg rumit

Pembuatan film yg rumit

Dulu, orang yang punya uang banyak dapat membuat film. Sekarang, ada beberapa pertimbangan mengapa novel yang satu dapat difilmkan, sementara novel yang satunya lagi dengan sekian banyak penghargaan dan pujian, malah tidak daapt difilmkan.

Di bawah ini beberapa pertimbangan apakah novelmu layak difilmkan? Tulisan ini merupakan hasil diskusi dengan beberapa rekan perfilman.

1. Penonton.

Sebagus apapun novel, ketika akan diangkat ke layar lebar maka pertanyaan pertama dan terpenting yang muncul adalah : SIAPA yang mau nonton? Film sejarah, film agama, film edukasi tentu sangat bagus untuk ditonton. Memberi wawasan kognitif baru, memberikan model positif. Tapi apakah ada yang mau nonton?

Maka target penonton menjadi target awal pembuatan film.
Misal, film James Bond atau Fast & Furious, juga film hantu. Awalnya mudah ditebak, tengahnya teriak-teriak, akhirnya gampang disimpulkan. Tapi yang suka nonton banyak. Mulai pasangan yang kasmaran, karena film action dan horror buat si cewek cari pelukan; sampai anak-anak remaja yang memang hobbi petualangan. Ditambah Hollywood minded banget, jadi deh. Kalau suka nonton film James Bond (saya nonton beberapa kali mulai yang aktornya Timothy Dalton, Roger Moore, Sean Connery, Pierce Brosnan, Daniel Craig) adegannya selalu sama! Kejar-kejaran di awal, cewek sexi yang gak nyambung sama jalan cerita, yang kalau cewek itu di delete pun nggak memengaruhi jalan cerita.

Bandingkan dengan Trilogi Bourne yang keren, keren banget karena Julie Stiles memerankan Nikki, cewek pengurus logistik untuk setiap prajurit yang ditugaskan sebagai mata-mata. Akting keren, setting keren, alur kuat.

Bourne Supremacy : salah satu film favorit

Bourne Supremacy : salah satu film favorit

Selain remaja yang jadi sasaran produk, anak-anak juga. Maka film anak-anak laris di pasaran karena anak biasanya nonton sama ibu bapak, teman-teman atau guru. Film anak-anak seperti Petualangan Sherina, Harry Potter dll tentu ditonton bersama-sama termasuk ditonton bersama guru atau rekan sekolah. Masih ingat film Janur Kuning? Penontonnya anak-anak sekolah dan guru-guru sehingga meski film edukasi ini lumayan membosankan, tetap saja untung.

Jadi, kalau novelmu ingin difilmkan, coba tanya pada diri sendiri dan teman-teman : kira-kira target penonton siapa ya? Mereka ini yang akan beli tiket, nonton, meramaikan bioskop dan stakeholder menarik keuntungan.

3 hari film sepi penonton, maka poster akan diturunkan.
Butuh biaya besar agar poster tetap di tempat hingga pekan pertama dan kedua. Orang biasanya “ngeh” ketika poster itu nangkring hingga lebih dari 1 minggu.
Membuat film bagus dengan budget tinggi yang menang penghargaan sudah cenderung ditinggalkan, kecuali oleh insan kreatif yang idealis. Rata-rata executif produser ingin untung, minimal balik modal.

2. Budget

Budget aman 2,5 M rupiah, sudah termasuk promosi 500 juta dan sewa artis. Film nya juga akan tayang di bioskop 21 atau XXI. Punya uang lebih banyak, lebih save lagi, 5 M misalnya.
Budget ini adalah urusan produser. Produser yang mengatur uang akan lari kemana dan kemana. Bila keuangan telah dibagi pos-posnya, maka produser harus ketat dan konsisten. Ayat-ayat Cinta kang Abik misalnya, memindahkan setting Mesir ke Semarang dengan trik-trik tertentu agar kesan Timur Tengahnya dapat namun budget tidak membengkak.

Film juga dapat dibuat dengan dana minim di bawah 500 juta, 100 juta, 50 juta. Tapi tentu dengan artis yang belum terkenal, tak dapat tayang di bioskop, kualitas yang tak dapat dijamin.

3. Triangle System : Produser, Sutradara, Penulis Skenario

Produser : produser dan Executif Produser berbeda. Executif produser hanya punya uang dan tahu untung. Invest, selesai. Produser film mencari dana, mengelola budget. Segala urusan budgeting di produser, maka produser adalah think thank film. Kalau dana mepet apa yang harus dipangkas? Setting atau alur? Maka , ketika festival film, anugerah sebagai best film akan didapat oleh produser. Produser satu-satunya orang yang berhak berkata : ini film saya!

Sutradara : sutradara adalah orang yang mengubah cerita menjadi bentuk visual. Butuh ketrampilan, sense, artistik yang tinggi untuk menerjemahkan novel atau cerita ke dalam bentuk film.
Film Lord of Ther Ring 1-3 mulai The Fellowship of The Ring, Two Towers, Return of The King adalah film indah yang masih saja dikritik penggemar karena dainggap kurang mengadaptasi novel ke film. Padahal…ckckck, Peter Jackson dan crewnya menyabet belasan piala Oscar!

Lord of The Ring : film indah yang belum bosan ditonton

Lord of The Ring : film indah yang belum bosan ditonton

Penulis Skenario : penulis skenario dan penulis novel berbeda. Penulis skenario adalah orang yang membuat dialog, setting, membuat panduan bagi semua crew termasuk aktor aktris agar berada dalam alur untuk membuat satu film dengan rasa tertentu.

Bila telah mendapatkan 3 unsur ini, maka produksi film dapat mulai dijalankan. Namun bila belum mendapatkan produser, sutradara dan penulis skenario; termasuk pertimbangan potensi penonton yang disebutkan di awal; sebuah novel belum dapat diadaptasi ke layar lebar.

Izzah “ Nadia” Ajrina KMGP : Si Cantik Saintist, Pengusaha, Pecinta Keluarga

Beruntung sekali KMGP (Ketika Mas Gagah Pergi) berjodoh dengan Izzah Ajrina, cewek cantik yang diam-diam punya kejutan tak terduga. Siapa sih cewek Surabaya yang satu ini?

Izzah Ajrina & Bunda Hajar

Izzah Ajrina & Bunda Hajar (foto koleksi Sinta Yudisia)

Saintist dan Pengusaha Muda!

Kebanyakan cewek cantik hobbi dandan. Izzah “Nadia” Ajrina pun begitu. Bagaimana ia merawat kecantikannya terbilang unik, sebab Izzah tak suka Spa namun lebih memilih sendiri perawatan dengan buah-buahan. Makan buah, skincare dengan buah. Nah, cewek cantik biasanya ogah mikir yang berat. Ogah pula berurusan dengan yang jorok-jorok.

Anehnya, Izzah suka berurusan dengan dua hal tersebut.

Pertama, Izzah tengah memburu beasiswa S2 ke Jepang, kursus bahasa Jepang,  sebab ia lulusan Fakultas Sains dan Teknologi jurusan S1 Biologi, Universitas Airlannga, Surabaya. Menjadi ilmuwan salah satu cita-citanya sejak dulu.

Kedua, usaha yang katanya masih “kecil-kecilan”. Ia memiliki bisnis susu kambing Etawa, plus tanah kebon dan kandangnya. Iih, apa gak eman-eman kulit yang bagus kecampur kotoran kambing? Hiks. Tapi ternyata enggak. Brain, beauty, behaviour. Izzah cocok dengan kategori 3B J

Papa dan Palestina

Ayah Izzah, dr. Sahudi adalah salah satu dokter yang beruntung berkesempatan mendapatkan tugas ke Gaza, Palestina. Awalnya, Izzah sangat sedih sebab hari-hari selalu habis bersama keluarga besar. Namun setelah ibunya yang juga seorang dokter menyampaikan, ”andaikan Ayah wafat, maka beliau akan terhitung syahid. Syahidnya Ayah akan memberikan syafaat kepada puluhan keluarganya.”

“Apa betul?” Izzah meminta keyakinan dari ibundanya.

“Betul.”

“Kalau begitu kita bisa mulai menghitung nama-nama yang akan mendapatkan syafaat, bila Ayah syahid.”

Alhamdulillah, dr. Sahudi pulang dengan selamat. Atas pengalamannya ke Palestina, beliau sering diundang ke berbagai tempat untu berbagi pengalaman dan Izzah berusaha selalu mendampingi sang Ayah. Menurut Izzah, sekalipun kisah yang dibagikan ayahnya tentang Gaza Palestina sudah berulang-ulang didengar, tetap saja tak bosan, tak bosan dan selalu menimbulkan rasa yang menggeletar.

Dekat dengan Kakak dan Adik

Izzah bersaudara lima orang termasuk dirinya. Kakak pertamanya Nurul Fitri Shabrina, biasa dipanggil kak Fitri. Izzah Niswah Ajrina putri kedua, Lathifah Nurul Fajri ketiga, Asma Arinal Haq keempat dan Muhammad Izzudin Syaifullah yang kelima.

Nama Izzah memiliki makna tersendiri bagi  sang ayah, dr. Sahudi, SpB(K)KL dan sang ibu, dr.Hajar Ariyani, SpRad (K). Ayah bunda berharap ia tumbuh menjadi gadis yang punya kemuliaan, harga diri dan kehormatan. Izzah sudah menunjukkan keberanian sejak kecil. Melihat pakdenya yang merokok, padahal saat itu Izzah masih kecil, Izzah berani berkata : “ Pakdhe tau gak kalau rokok itu haram? Gak disayang Allah, buat sakit lho…”

Teman-teman remaja Izzah heran ketika melihat gadis secantik dirinya belum tersentuh cowok. Belum pernah pegangan tangan, belum pernah dicium pipi. Malam minggu di rumah saja.

“Memang gak laku ya? Gak punya pacar?”

Izzah easy going saja. Ia menjawab ,”punya pacar jadi gak bisa jujur segala hal. Ada yang ditutup-tutupoi, segalanya serba terbatas.”

Prime time Izzah malam minggu adalah bersama keluarga. Kedekatan hubungan dengan ayah, bunda , kakak dan adiknya membuatnya tidak bete malam minggu tetap stay tune at home tanpa cowok keren yang mengajaknya hang out ke bioskop dan makan malam romantis berdua.

Asik ya, kalau punya Kakak atau Adik seperti Izzah! Kita minta Izzah buat tutorial skincare yuk, sekaligus bagaimana caranya membagi waktu hingga mampu menjadi pebisnis muda dan saintis pula!

Kita tunggu penampilannya yang mengesankan di film Ketika Mas Gagah Pergi karya Helvy Tiana Rosa.

Sinta Yudisia

Surabaya, 28 Juli 2015

Izzah Ajrina's Family

Izzah Ajrina & Keluarga ~ hayoo, Izzah yang mana? (foto koleksi Sinta Yudisia)

Arek Suroboyo : Handsome, Good looking, Pengusaha, Sholih (insyaAllah), Aktor KMGP yang Beda!

Yulyani & Hamas Syahid (koleksi Sinta Yudisia)

Yulyani dan Hamas Syahid (foto koleksi Sinta Yudisia)

Hamas Syahid.

Ups, namanya terkesan sangar. Tapi wajahnya murah senyum.

Sebelum diketemukan para pencari bakat, Hamas lebih dikenal sebagai pengusaha muda yang mengisi acara anak-anak muda kota Pahlawan, Surabaya. Cowok satu ini mahir membuat empek-empek, Bro & Sis!

Darah pengusaha mengalir dari Ibunda yang cantik, Yulyani atau dikenal juga sebagai Ummu Hamas. Mbak Yeyen –nama akrab Ummu Hamas- sosok perempuan muslimah yang dikenal aktif dalam dunia sosial, politik dan tentu saja, pengusaha tangguh.

Helvy Tiana Rosa, punya dua kata bagi sosok Hamas yang akhirnya sangat sesuai dengan imajinya tentang mas Gagah ,” Cakep dan Sholih.”

Mengapa Hamas?

Banyak cowok cakep berwajah oriental, berwajah ala India atau Turkish yang sedang booming. Namun bukan hanya penampilan fisik yang mewakili sosok Mas Gagah dalam film KMGP – Ketika Mas Gagah Pergi. Helvy berharap, Mas Gagah akan menjadi sosok panutan remaja se Indonesia dan para keluarga muslim sedunia. Cowok masa kini bukan hanya butuh penampilan. Di balik wajah tampan mengesankan, harus terbangun karakter pemimpin, tangguh, penyayang keluarga dan pembimbing bagi adik-adiknya. Mas Gagah harus jadi representasi pemuda masa kini, sebagaimana anak muda era 90an mengenal Catatan si Boy yang diperankan Onky Alexander.

Hamas hafal setidaknya 5 juz.

Hamas dikenal sangat dekat dengan Ibunda , Mbak Yeyen, dan dengan adik-adiknya. Satu yang membuat Helvy TR tertegun adalah ketika sebagai penulis ingin foto berdua dengan calon aktor pemeran utama, Hamas halus menolak sebab ia beranggapan, foto berdua dengan non mahram harus amat sangat dibatasi. Sweet:)

Film bukan uang, film adalah Da’wah

Siapa sih yang tak ingin tenar?

Follower banyak?

Status facebook banyak stalkernya?

Pernah, Mbak Yeyen memancing Hamas tentang target-target di dunia perfilman. Tegas Hamas menjelaskan pada ibunda tercinta, bahwa sejak awal, film adalah salah satu sarana dakwah bagi aktor muda setinggi 182 cm ini. Film bukan bicara target penghasilan atau tawaran main; film adalah salah satu  syiar da’wah Islam.

Wah, kira-kira  mungkinkah?

Mungkin, dong! Ingat, Hamas lebih dahulu dikenal sebagai pengusaha muda. Sang Ibunda mengingatkan anak-anaknya agar menjadi pengusaha sebagaimana Baginda Nabi Muhammad Saw. Bahkan , adik Hamas yang bernama Hana, masih kuliah di fakultas kedokteran Uiversitas Jember, Jawa Timur, juga didorong Mbak Yeyen agar tetap menjadi pengusaha. Profesi dokter bukan profesi untuk menghasilkan uang. Tapi sebagai pengusaha, seorang muslim dapat mencetak keuntungan, menciptakan lapangan kerja dan memiliki izzah di hadapan ummat sedunia. Keren!

Aktor Sholih

Dunia peran mustahil lepas dari kehidupan glamour, entertaint, perputaran uang. Lagipula, seorang pemain watak lebih mampu memerankan tokoh yang “hidup” di layar lebar maupun layar kaca.

Jangan menempatkan orang yang tidak tepat. Don’t put the wrong man on the wrong place.

Memburu sholih semata, tapi mainnya tak bagus, bagaimana? Toh Anthony Quinn sangat bagus memerankan tokoh Hamzah. Aktor-aktor pemain Mevlana Rumi, Piri Reis, Celebi dalam Suleyman Magnificent Century (Muhtesem Yuzyil)  juga bukan ulama. Film yang memikat dapat lebih mengesankan bagi penonton, lebih meninggalkan jejak, lebih meninggalkan bekas yang dalam.

Hm, benarkah?

Ingat. Indonesia masih sangat melihat role model. Atasan, pejabat, selebritis, aktor, sosialita sangat dipandang, dilihat dan ditiru. Artis ramai-ramai pakai jilbab, masyarakat meniru. Sekalipun masih sebatas lapisan luar, adalah langkah kebaikan melihat gadis-gadis mulai memilih busana muslim sebagai pilihan.

Aktor pun demikian.

Ketika bermain film Islam melantunkan nasehat dengan fasih; di luar dunia peran menjalani hidup yang jauh dari syariat. Masyarakat merasa bahwa sah-sah saja melakukan dua peran sekaligus. Berjilbab oke, tapi gak papa juga kali main mata dengan pria lain (naudzubillah). Berjenggot- berbaju koko- bersedekah cukup untuk melapisi sekian banyak perilaku dzalim. Artis aja begitu, masa kita gak boleh sih?

Begitu pula sebaliknya.

Semakin banyak aktor aktris sholih shalihat yang tampil , masyarakat semakin punya role model.

Lihat, dia yang ganteng dan terkenal aja hafidz Quran

Dia yang cakep aja jaga diri dari yang non mahram.

Dia yang terkenal aja terus menggali potensi diri dengan menekuni dunia usaha, dunia akademis, dunia agama dan seterusnya. Bukan hanya menjadikan film sebagai satu-satunya peran dalam hidup sehingga tak selektif memilih tawaran dan akhirnya muncul film-film yang tak mencerdaskan.

Ayo, dukung terus Hamas Syahid menjadi aktor Sholih Indonesia yang suatu saat juga go international!

Dukung Crowdfunding KMGP, Ketika Mas Gagah Pergi.

Film spesial yang memilih aktor dan aktris berkualitas.

Good looking, trendsetter, sholih pula. Mengapa tidak?

Salurkan donasi Crowdfunding KMGP ke rekening  BNI Syariah  0259296140 (Yayasan Lingkar Pena), Mandiri  1570080008883 (Lembaga Forum Lingkar Pena)  . Konfirmasi ke 08121056956

Gemakan slogan KMGP : Kita yang modalin, Kita yang buat, Dunia yang nonton.

16 Ramadhan 1436 H/ 03 Juli 2015

Sinta Yudisia

Hamas Syahid bersama Ibunda Yuluani dan adik-adiknya : Askar, Akrom, Hana (foto koleksi Sinta Yudisia)

Hamas Syahid bersama Ibunda Yulyani dan adik-adiknya : Askar, Akrom, Hana (foto koleksi Sinta Yudisia)