Kategori
ACARA SINTA YUDISIA Bedah Buku Sinta Yudisia Buku Sinta Yudisia KOREA PSIKOLOGI. PSYCHOLOGY WRITING. SHARING.

31 Januari – 2 Februari 2020, Jakarta & Tangerang

Sinta Yudisia <psikologsinta@gmail.com>12:18 PM (5 minutes ago)
to me

💫 SELF HEALING WITH WRITING 💫•– Womens Mental Health Workshop; Mom’s Journey to Happiness –••💗

 Stress dengan penghakiman netizen di media sosial saat kita “curhat” ??••🌷 Dinamika kehidupan seringkali membuat para ibu berjuang keras hadapi ragam kesulitan.•Tak jarang, meninggalkan ‘luka’ tak terjamah yang tidak dipahami orang lain. Hingga lupa dengan cara sederhana dalam berbahagia.••–Dalam kasus paling ekstrim, dapat mengancam keselamatan diri dan orang lain.–••Tahukah Moms, bahwa menulis bisa jadi sarana penyembuhan, bahkan memperkuat rasa bahagia ??••Komunitas Ibu Bahagia Indonesia @komunitasibubahagia bekerjasama dengan  @actforhumanity dan @ihsanmediapenerbit mempersembahkan workshop terbatas :

💫 SELF HEALING WITH WRITING 💫

— Womens Mental Health Workshop; Mom’s Journey to Happiness –••Narasumber :•🧕🏻 Sinta Yudisia W S.Psi, M.Psi, Psikolog — Psikolog – Penulis @sintayudisia•🧕🏻 Irena Puspawardani S.Si (Teh Rena Puspa) — Pembina KIB Indonesia – Penulis @rena.puspa.khadeeja••Bersama, kita belajar tentang seni terapi menulis tangan sebagai salah satu metode penyembuhan diri ☘️🌷🍀🌺💚••📆 Sabtu, 01 Februari 2020⏰ 09:00 – 13:00 WIB🏢 Menara 165 – ACT Lt. 9 Jalan TB. Simatupang, Jakarta Selatan••💎 Ticket Prices :•🌷 EARLY BIRD (10 – 14 Januari) : 200K🌻 NORMAL (15 – 27 Januari) : 235K🌹 HOT SEATS (28 Januari – 1 Februari) : 250K🐨 Kids Corner (4 – 7 tahun) : 30K/Anak•💳 Transfer :BNI a.n Fina Febiyanti(009) 0349618487https://bit.ly/PendaftaranWorkshopKIBhttps://bit.ly/PendaftaranWorkshopKIBhttps://bit.ly/PendaftaranWorkshopKIB••📲https://bit.ly/AdminKIB📲https://bit.ly/AdminKIB📲https://bit.ly/AdminKIB•••💚❄ Bahagia Hatinya, Sehat Jiwanya ❄💚••#HappyMomHappyFamily#DiaryIbuBahagia#komunitasibubahagia#workshop #menulistangan#handwriting #freewriting#womensmentalhealth#kesehatanmental #ibubahagia #act #aksicepattanggap #ihsanmedia

Acara di atas untuk Ayah dan Bunda.

Untuk remaja, ada acara di bawah ini :

Membahas seluk beluk Korea, hallyu termasuk K-Pop beserta boyband girlband nya.

Yang di Jakarta dan Tangerang, silakan hadir yaaa

Kategori
ACARA SINTA YUDISIA Bedah Buku Sinta Yudisia Buku Sinta Yudisia Fiksi Sinta Yudisia KOREA Perjalanan Menulis Sirius Seoul

Bedah buku Sirius Seoul di Surabaya

Assalamualaikum…
Anyeonghaseyo

Kamu suka hallyu? Kamu kpopers? Atau pecinta drama?

Nah kebetulan ikut kuy ke acara terkece tahun ini!

Kalian bisa dapet doorprize menarik asli korea!

BB Sirius Seoul.png

Kapan lagi bisa dapet doorprize dari negri para oppa, bias, dan idola kalian

*Lokasinya di *Majelis Mie* Jalan Citarum No. 2 Darmo Surabaya

@ 08.00 pagi – 11.30 siang

# Minggu, 23 Desember 2018

~Agenda :
– Bedah buku Sirius Seoul
– Bincang akrab dengan bunda Sinta yang sudah 2x ikut SFAC – _Seoul Foundation for Arts and Culture_

HTM 30k ( food+beverage)
70k ( food+beverage+book)

Cp :
Arina 081545137523
Icha 082336541985

Hwaiting!
Yuuuk, ikutan dan ajak teman2 daebak-kiyowo kamu !

Kategori
Hobby Jepang KOREA Oase WRITING. SHARING.

Kalau Kamu Penggemar Hallyu           

                                                  

Sejak lama, aku mengamati hallyu dengan segala produknya, utamanya drakor dan KPop. Untuk drakor kita bahas next time ya, sebab aku ingin ngebahas KPop.

Aku termasuk cukup lama mengamati KPop, menjadi penggemarnya juga meski mungkin gak fanatic pada satu idol dan bergabung sebagai fans. Sejak  masa TVXQ/ DBSK lanjut ke generasi Wonder Girl, Suju, SNSD hingga kini masa Red Velvet, Twice, G(i)-dle, Momoland dan tentunya, Black Pink. Di rumah, kami membahas seru seputar KPop. Ada yang ngefans MonstaX, EXO, BTS, Seventeen. Wah, kalau di rumah ada yang pro ini, ada yang pro itu. Ada KPop yang jadi kesukaan kami bersama, seperti Akmu atau Akdong Musician. Selain lagunya keren, mereka juga kakak adik. Waktu audisi Akmu; tiga juri dari JYP, YG dan SM yang diwakili Boa sampai terpesona banget.

Kadang si bungsu bilang ketika debat sengit dengan kakak-kakaknya,

“Mbak jangan jadi haters, dong!”

“Aku bukan haters! Aku cuma gak suka!”

Lalu aku tengahi mereka dan mengajak dialog.

“Eh, masing-masing punya bias, gakpapa kan? Ngapain juga kalian ribut.”

Aku suka baca biografi, maka kalau ada buku biografi apapun, insyaallah kubeli. Mulai dari Mahathma Gandi sampai Elon Musk. Mulai Suju sampai BTS.

Buku2 Korea (1).JPG
Koleksi beberapa bukuku tentang Korea

Kalau anak muda lebih gandrung ke idol, mungkin aku lebih ingin lihat kenapa sih mereka bisa setenar itu? Tentu gak lepas dari peran pemerintah dan orang-orang di belakang SM, JYP, YG. Sekarang muncul pula manajemen yang tidak setenar “Big Three” tapi mampu membawa idolnya maju menggebrak. Sebut Big Hit yang menaungi BTS, Dublekick yang menaungi Momoland, Starship menaungi MonstaX dan Cube menaungi G(i)-dle.

 

 

~Suka duka KPop

Membaca berita tentang KPop dan membuka channel youtube-nya, aku dapat rasakan perjuangan para idol. Dapat merasakan suka duka dunia ini, termasuk ketika mereka mendapatkan tekanan dari pelatih, dunia luar, bahkan dari fansnya sendiri atau fans bias yang lain.

Ingatkan waktu Momoland ngehits dengan Boom-Boom? Selain Nancy yang dipuji-puji, ada YooE yang dijelek-jelekkan karena wajahnya yang dianggap gak cantik blas. Padahal bagiku YooE murah senyum dan ceria banget.

Baca BTS, aku ikut merasakan kepedihan Jungkook sebagai maknae yang usia 13 tahun harus pergi dari rumahnya dan menjalani pelatihan. 13 tahun itu kalau anak-anakku masih manja-manjaan sama Abah Umminya. Jungkook sering nangis, untungnya ada RM dan Suga-grandpa yang selalu mendampinginya.

 

Black Pink?

Aku sempat kaget karena formasi ini diisi Lisa dari Thailand.

Baik Jennie, Jisoo, Rose dan Lisa punya kelebihan masing-masing. Tapi tetap saja yang paling berat bebannya adalah Lisa. Dia harus belajar bahasa Korea dari 0, belajar kultur Korea dan bersabar menerima segala kritikan pedas.

Ada yang bilang Lisa bukan cewek asli, ia hanya tersenyum.

Ada yang bilang, Lisa selalu kebagian kostum  paling jelek diantara 3 rekannya, ia hanya tertawa.

Bahkan ada fans non-Lisa yang bagiku sangat keterlaluan : mengatakannya terlalu kurus, gak bakal menjadikannya pacar seumur-umur, dll; tapi Lisa tetap santai.

 

 

~Kelebihan KPop

Tak dapat dipungkiri KPop memang benar-benar mencengangkan. Hallyu jadi mewabah, dan orang berlomba ingin tahu tentang Korea. Orang-orang yang dikategorikan Ahjussi dan Ahjumma macam aku mungkin gak terlalu ngeh dengan KPop. Tapi demam Korea tetap saja terjadi. Itu memang keberhasilan pemerintah Korea membaca misi budaya mereka.

SM.JPG
Kiyowo ya? 🙂

Euny Hong dalam Korean Cool mengatakan bahwa inti dari keberhasilan Korea termasuk hallyu adalah ajaran Konfusianisme . Setiap idol tetap harus mengutamakan keluarga, berbakti pada orangtua, hoobae menghormati sunbae dan yang senior melindungi maknae.

Irene, leader di Red Velvet contoh yang manis terkait leadership.

Ia mengurus paspor teman-temannya, membagikan snack kepada teman-temannya, membetulkan rambut dan pita temannya, bahkan mencari kain untuk menutupi kaki temannya yang “terbuka” saat duduk pada acara show.

Ayah Suga-BTS bilang, “aku nggak tau kenapa banyak yang ngefans anakku. Apanya sih yang bikin dia kelihatan cakep?”

Suga hanya tersenyum malu menanggapi komentar ayahnya dan memberikan hormat kepadanya. Coba kalau kita dibilang gitu sama ayah sendiri, pasti akan ngambek dan bilang, “Ayah malu-maluin sih!”

 

 

~Apakah semua kultur KPop bisa ditiru?

Setiap bangsa punya karakter masing-masing yang harus dipelihara.

Ini kutekankan sekali pada anak-anakku, pada saat aku ngisi acara remaja dan parenting, juga pada tulisan-tulisanku termasuk novelku.

Cover Sirius Seoul dll
Sirius Seoul, Polaris Fukuoka, Lafaz Cinta, Reem dengan setting beragam

Korea memelihara han, Jepang memelihara bitoku dan fugen jikkou; maka Indonesia pun harus memelihara karakter bangsanya sendiri.

Prinsip han sesuai dengan bangsa Indonesia, mirip-miriplah dengan berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian. Kita harus kuat menanggung derita, kesulitan, kesusahan, adversity demi mencapai sebuah tujuan besar.

Bitoku dan fugen jikkou pun demikian. Bersenyap-senyap, lalu kumandangkan kemenangan yang spektakuler dan dramatis. Istilah kita, tong kosong nyaring bunyinya. Jangan jadi tong kosong, tapi jadinya orang seperti padi yang punya isi.

Beberapa kultur KPop mulai menuai kritik, bahkan dari fansnya sendiri dan dari masyarakat Korea. Misal, ketika suatu ketika Momoland tampil dengan rok sangat pendek sehingga beberapa personilnya terlihat canggung dan harus berkali-kali membetulkan rok.

Fans nya marah.

“Kami menyukai Momoland karena lagunya yang energik! Bukan karena tampilan sexynya.”

Budaya industri pun mulai menuai kritik keras.

Salah satunya Black Pink.

Apa yang kita sukai dari KPop?

Kesatuan, kekompakan, kerjasama.

Miss A, bubar karena salah satu personilnya, Suzy mendapatkan porsi lebih dalam karirnya dan itu difasilitasi oleh JYP. Suzy main dalan “Dream High” , lalu karienya makin bersinar sendirian. Akibatnya, 3 member yang lain tenggelam lalu menghilang. 4 Minutes pun demikian ketika HyunA bersinar sendirian, lalu member yang lain perlahan lenyap dari peredaran.

Jennie mengeluarkan lagu Solo.

Para netizen bersuara keras dan mulai mengkritik bahwa Black Pink bukan “Jennie and Friends”. Black Pink adalah kekompakan, kerjasama dan harmoni.

Banyak yang menyukai Black Pink, banyak pula yang mengkritiknya. Bukan hanya di Indonesia tapi di seantero dunia termasuk di Korea sendiri. Bagiku itu hal biasa, sebab memang demikian seharusnya selebritas. Ia pasti dipuja dan harus siap menerima kritik.

Sinta di SMTown
Aku di SM Town. Ada foto Suju, Exo dan Shinee

~Mencontoh Idol

Kalau aku menyukai seseorang, aku akan mencoba melihat sisi positif dan mencontohnya. Kalau suka Lisa, cobalah bersikap seperti dirinya yang cool dan tenang.

Ingatkan waktu netizen kompak mencela Jennie karena sikapnya yang kurang sopan kepada Lisa? Waktu ditanya, hadiah ultah apa yang akan diberikan pada Lisa, Jennie bilang, “aku akan menghadiahi tamparan di wajahnya.”

Guyon sih. Tapi tetap saja bagi sebagian orang keterlaluan, apalagi fans Lisa. Tapi Lisa begitu santai dan tidak terpancing.

Contohlah Lisa ketika menerima kritik dan dan serangan ; tetap tenang, tersenyum. Wajarlah bila ada yang tidak menyetujui penampilan Black Pink, sebab itu pun terjadi pada fans Momoland. Jangan mudah marah, berkata kasar, apalagi membabi buta.

Fans justru harus bersikap bijak.

Aku bukan fans fanatic BTS. Tapi ada salah satu idolnya, Namjoon/Rapmon yang sangat fenomenal di dunia psikologi. IQnya 148! Kemampuannya hanya dimiliki 1% orang di seantero dunia. Apa dia sombong? Nggak. Malah dia mencontohkan banyak hal baik : suka baca buku (Haruki Murakami, bo!), ngemong sama anak buahnya, dan selalu dapat diandalkan. Kapan-kapan kutuliskan tentang RM ya.

Pasti idolmu, idol kita, idol siapapun pernah menerima kritik.

Ayo, kita jadi fans yang bijak.

Jangan sampai idol kita justru dianggap sebagai sumber masalah. Kritik mengkritik itu biasa. Tanggapi dengan kepala dingin, bijak dan dewasa. Kalau para idol KPop itu begituserius  menjalankan ajaran Konfusianisme dengan baik, apakah kita nggak ingin menjalankan peri kehidupan bangsa Indonesia yang ramah, santun dan sopan?

 

 

Kategori
Catatan Jumat Oase Psikologi Islam PSIKOLOGI. PSYCHOLOGY Remaja. Teenager Sirius Seoul

Psikologi Gaul (1) : Memahami Remaja

 

“Boleh pakai kutex?”

“Kalau tattoo?”

“Pacaran kan nggak papa kalau cuma jalan-jalan.”

“Mau warnai rambut. Asal gak hitam gakpapa, kan?”

“Aku main game kalau lagi bosen. Semua orang ngomel melulu. Yah, namanya bosen gimana!”

“Males sekolah/ngampus. Dikejar-kejar melulu.”

Itu sebagian dari keluhan remaja yang mampir ke agendaku.

Ya, mereka yang dilahirkan tahun  2000an dan lebih muda lagi pasti mengalami clash dengan generasi yang lebih senior. Anggapan para guru dan orangtua bahwa generasi ini lebih nggak bisa diatur, lebih seenaknya aja, nggak mandiri; mungkin sekilas benar. Remaja di usia ini memang ampun banget, bikin cenat cenut kepala dan jantung nyaris meledak saking nahan emosi.

 

          Pahami Tipe Kepribadian

Meski urusan tes kepribadian dan gangguan kepribadian itu adalah wilayah psikolog/psikiater; orangtua dan pendidik perlu tahu garis besarnya. Umumnya kepribadian dibagi 5 wilayah besar : OCEAN – openness to experience, conscientiousness, extraversion, agreeableness dan neuroticm. Dari artinya sudah dapat dikira-kira : O tipe yang suka petualangan dan pengalaman baru, C tipe yang rigid dan disiplin, E – ekstrover, A- tipe sosial yang senang kalau orang lain senang dan N- tipe penggugup.

Susan Cain, membagi kepribadian hanya 2 wilayah besar. Ekstrover dan Introver. Kalau ada perincian, hanya dibagi ekstrover tenang dan esktrover gelisah, introver tenang dan introver gelisah.

Apapun itu, kepribadian anak tidak sama persis dengan orangtua. Kalau mirip, iya.

Anaknya tipe O? Apalagi usia remaja, ya udah deh. Jarang betah di rumah. Senangnya naik gunung, panjat tebing, ikut ini ikut itu. Beda dengan tipe N yang penggugup ketemu orang : ia akan diam tenang di rumah entah baca buku atau ngerjain PR.

Tipe kepribadian ini gak mutlak-mutlak amat.

Bisa jadi suatu saat berubah, dengan asupan informasi, pendekatan kognitif dan disiplin perilaku.

Misal anak introver yang emang sama sekali gak bisa gaul. Maunya sendiri aja. Apalagi kalau IQnya di atas 130 yang sudah masuk ranah gifted, si dia yang senang intrapersonal ini makin menyendiri dengan ide-ide kreatifnya yang gak mudah dipahami orang. Dengan bantuan pendekatan yang komunikatif, introvernya akan lebih stabil dan ia dapat mulai bersosialisasi dengan lingkungan sekitar meski nggak akan berubah jadi ekstrover sejati.

 

          Perbanyak Komunikasi

Setenang-tenangnya seorang anak , sesantun-santunnya; ketika memasuki usia remaja ada yang berubah dalam dirinya baik kematangan kognitif, kematangan emosi termasuk kematangan hormonal. Yang biasanya gak gampang nyolot, kena PMS, sensi deh.

Yang biasanya nurut kalau disuruh-suruh mulai nanya :”Mama kok nyuruh aku terus? Adik gak disuruh!”

Kondisi menjelang dewasa ini kadang berbenturan dengan orangtua dan guru; maka label pembangkang ini cucok disematkan ke remaja.

Seorang remaja mengaku membaca komik sembunyi-sembunyi, sebab orangtuanya akan membuang semua komiknya ke  halaman bila ketahuan.

Seorang remaja, mengeluh sering bolos karena hampir semua guru BK nya menakutkan.

Seorang remaja, mengaku sudah lama tidak kuliah karena ia memiliki ketakutan bertemu orang-orang (anehnya, dampak dari bullying dan parenting orangtua baru tampak jelas di usia remaja).

Tidak ada cara lain kecuali mencoba bersimpati pada mereka : mendengar, mendengar, mendengar. Menyimak, menyimak dan mencoba memahami emosi yang berkecamuk.

BTS- unofficial biography dan Sirius Seoul (kiri). Penghargaan terhadap BTS, Twice, Stray Kids, G(i)-dle (kanan)

 

Aku pernah mengisi sebuah pengajian remaja.

Usai acara, malu-malu 2 orang remaja mendekatiku dan bertanya :

“Kok Bunda tahu BTS?”

“Ya, tahulah,” aku tersenyum simpul.

“Eh, memangnya, bias Bunda siapa?”

“Bunda suka Rap Monster (RM). Dia salah satu idol dengan IQ tinggi, lho.”

Perbincangan pun mengalir.

Suatu ketika, klienku adalah seorang remaja yang mengaku ia sudah nggak sanggup kuliah.

Berjam-jam aku menyimak ceritanya, membuat catatan dan membuat janji untuk bertemu. Ketika aku ke Korea, ia kupersilakan terapi kepada psikolog dan terapis lain tetapi kemudian kembali lagi padaku.

“Bun,” keluhnya, “waktu aku ke terapis lain, ia banyak menasehatiku. Ia malah nggak sabar dengar ceritaku.”

Memberi nasehat, memang selalu ingin dilakukan orangtua seperti kita.

Padahal sebetulnya, dengan membuka sumbatan komunikasi, membiarkan para remaja ini bercerita banyak tentang hidup mereka yang juga jumpalitan ke sana kemari; juga salah satu pintu kestabilan kepribadian mereka dan insyaallah para remaja ini akan dapat diarahkan pada akhirnya.

Suatu ketika, aku mendapatkan beberapa klien yang kecanduan game.

Dibanding demam Japanese wave dan K-Pop yang bagiku lebih menarik, aku relative nggak begitu paham mengapa remaja bahwa orang dewasa addict video game! (Klien-klienku yang adiksi kepada video game sebagian sudah menikah dan bekerja sehingga terganggu urusan rumahtangga dan kariernya!)

Aku bertanya pada anak-anakku tentang video game.

Yang membuatku terperangah, anakku mengajakku menonton you tube, opening ceremony turnamen game.

“Lihat nih, Mi. Supaya Ummi tahu, kemegahan dunia gamers.”

Opening ceremony itu membawakan lagu K/DA-Popstar dengan 4 idol. 2 idolnya adalah G(I)-DLE yang baru saja mendapatkan award sebagai pendatang terbaik di dunia music. Selain lagunya yang easy listening, penonton arena disuguhkan tayangan 3 dimensi (atau 4 dimensi ya?) sehingga mana yang artis, mana yang tokoh LOL (League of Legend) versi animasi campur baur dengan tokoh manusia. Mata kita nggak bisa membedakan mana sosok manusia, mana sosok animasi!

Orangtua yang anaknya terpapar video game, usai menonton opening ceremony LoL ini harus berpikir bijak : apakah anaknya akan menjadikan video game sebagai salah satu cara hidup  seperti Elon Musk si pembuat Tesla, menjadi gamer sejati seperti cewek Surabaya Indri Sherlyana (kata anakku pemenang kompetisi e-sport hadiahnya M bahkan T!) atau mulai berkomunikasi kepada anak untuk mengurai adiksinya kepada video game.

Indri Sherlyana, gamer cewek asal Surabaya; KDA Popstar, Rockman

 

 

 

Sinta Yudisia

Penulis, Psikolog, Emak yang baru belajar apa itu Skyrim, Dota, LoL, Mobile Legend

 

Referensi :

Jawa Pos, 14/10/2018 (Indri Sherlyana)

Jawa Pos, 18/10/2018 (Rockman)

KDA Popstar https://www.youtube.com/watch?v=hif2E1QaDDs