Kategori
Cinta & Love KOREA Pernikahan Suami Istri WRITING. SHARING.

Menikahi Oppa Korea (1) : Romantisme, Wajib Militer dan Cowok 4 Musim

Jungkook atau Jin? Baekyun atau DO?

Bunga, coklat, makan malam dengan candle light.

Pilih cowok Korea dengan tipe idol, aktor atau musisi?

Hm, romantis!

——-

Kisah unik sebagai relawan LMI membuatku bertemu kembali via dumay dengan kak Anna Kusumah yang yeppeoyo & daebak! Kami pernah bertemu  di Seoul dulu dan Ramadan ini jadi kesempatan kami untuk telpon-telponan, mengobrol seru tema yang hype di kalangan cewek : enak nggak sih nikah sama Oppa Korea? Mengingat kak Anna sudah bertahun-tahun menikah dengan pria Korea bermarga Jang.

Sebagai orang Indonesia yang Pancasilais, kak Anna merasa ia harus mempertahankan prinsip-prinsip sebagai warga negara Indonesia. Salah satunya prinsip beragama. Maka ia tekankan betul buat para cewek agar jangan meninggalkan jati diri bangsa Indonesia ketika menikahi oppa Korea : tetaplah memegang 5 sila tersebut. Untuk mempersingkat, nama kak Anna dan Oppa Jang jadi kak A dan Oppa J ya.

Kenapa menikah dengan Oppa Jang?

Kak Anna dulu bekerja di Korea. Awalnya, bahasa hanguko-nya gak terlalu bagus. 2 bulan masa kerja habis, Oppa Jang masuk ke perusahaan tempat kak Anna bekerja. Oppa J sudah sekitar 6-7 bulan banyak belajar perbandingan agama. Ia jenis cowok yang suka baca. Penjelasan agama apapun ia baca termasuk Islam. Oppa J bertanya-tanya Islam kepada kak A.

“Bahasa Korea saya gak terlalu bagus saat itu. Jadi menjelaskan Islam juga agak kesulitan,” jelas kak A. Akhirnya kak A mengajak oppa J ke Itaewon untuk banyak bertanya pada imam masjid di sana.

Masa kontrak habis, kak A balik ke Indonesia. Persahabatannya dengan oppa J semula dipikir berakhir di situ. Oppa J ternyata rajin belajar seminggu sekali ke Itaewon, termasuk Jumat datang ke masjid. Eh, oppa J ternyata sering menelepon kak A. Ujung-ujungnya, oppa J meminta kak A menjadi istrinya.

“Saya ingin mempertahankan keislaman saya,” kata oppa J. “Hanya dengan menikahi kamu, saya bisa mempertahankan keyakinan saya.”

So sweet, yaaa.

Di Indonesia, kak A tentu bingung, dong. Ia merasa agamanya juga masih tipis, gimana caranya?

Kak A terus sholat istikharah dan memohon pada Allah. Bila memang berjodoh, maka berikan kemampuan untuk membimbing suaminya kepada Islam dan diri pribadi juga diberikan kekokohan menjalankan syariat. Qodarullah mereka berjodoh dan menikah.

Kak Anna dan suami, Abdullah Jang Hyong Ki

Seperti Apakah Oppa Korea?

Kak A mewanti-wanti bahwa cowok Korea tidak sama persis dengan yang digambarkan di drama dan movie. Hati-hati lho sama film! Namanya juga fiksi. Yang romantis, lembut, baik, perhatian, ramah, pengertian  tentu ada sebagaimana cowok-cowok Indonesia. Tapi jangan bayangkan semua kayak gitu lho yaaaa.

Apa gambaran umum oppa Korea menurut kak A?

  1. Wajib militer. Menurut kak A, sistem ini gak ada di Indonesia. Jadi, bakalan beda banget membentuk karakter. Cowok yang masuk wajib militer pasti berbulan-bulan mengikuti disiplin ketat dan perilaku itu akan terbawa sekian % dalam kehidupan sehari-hari. Wajar kalau mereka tegas dan keras
  2. Empat musim. Menurut kak A, mereka yang tinggal di 4 musim akan beda dengan 2 musim. Di negara manapun, orang yang tinggal di 4 musim harus berpacu dengan waktu karena kondisi geografis. Disiplin ketat, keras kemauan, menjadi ciri khas para oppa.
  3. Tertutup. Korea cukup lama mengalami trauma peperangan. Apalagi negara yang menjajah mereka merupakan tetangga sebelah. Akibatnya, cukup lama Korea menarik diri dari pergaulan internasional dan menutup diri baik secara sistem negara maupun karakter warga negaranya.
  4. Pendidikan & rumahtangga adalah tugas perempuan. Beban dan tanggung jawab sebagai perempuan baik istri ataupun ibu sangat besar di Korea. Apalagi jenis masakan yang disajikan juga beragam. Jadi, jangan terlalu berharap lelaki akan banyak membantu tugas istri.
  5. Lelaki nomer satu. Menurut kak A, dulu lelaki dan perempuan jalan tidak biasa berdampingan. Lelaki harus berada lebih di depan dan mereka harus selalu dinomersatukan. Mereka beranggapan bahwa istri harus taat pada suami with no excuse. Ini tentu selaras dengan prinsip Islam. Namun menurut kak A, bila mendapatkan oppa yang sangat keras, ini akan sangat sulit.
  6. Pekerja keras. Well, ini membanggakan sih. Tapi kita harus tahu kerja keras model Jepang dan Korea. Bagi yang suka nonton tentu paham, kalau lelaki pekerja di Korea nggak bisa pulang jam 5 sore. Mereka harus banyak bertemu rekan kerja usai ngantor.

Kalau oppa J termasuk kategori yang ramah dan pengertian, apalagi setelah banyak mempelajari Islam. Jadi kak A ini termasuk gadis yang beruntung!

Ada lho misalnya, oppa Korea yang melarang istrinya keluar rumah. Gak boleh ke mana-mana dan harus taat, bahkan untuk kursus bahasa Korea aja gak boleh ( untuk pernikahan mix marriage). Perbedaan karakter dan budaya antara Indonesia -Korea seringkali memunculkan perselisihan rumit dalam rumah tangga mix marriage yang ujung-ujungnya terjadi KDRT. Siapa yang salah? Rumit juga mengurainya.

Pernikahan yang awalnya berdasar rasa suka dan cinta tapi tanpa niat kuat – tanpa keinginan untuk mempelajari latar belakang budaya masing-masing –  akan membuat friksi yang awalnya bersifat emosional berkembang menjadi pertikaian fisik. Kak A sekarang banyak banget mendampingi perempuan-perempuan mix marriage yang mengalami kendala ketika menikah dengan para oppa. Kiprah kak A ini luarbiasa lho. Banyaaak bangettt. Sampai-sampai, kak A ini di tahun 2019 mendapatkan gelar sebagai warga negara kehormatan Korea Selatan.

Wah, oppa J pasti bangga banget dong mempersunting kak A!

Udah, dulu ya. Lanjut besok insyaallah tentang tema menikahi oppa Korea. Akan kita ulas apa aja prestasi kak A yang sangat membanggakan hingga bisa dapat penghargaan sebagai warga negara kehormatan.

다음에 봐요.

Da-eume bwayo. See you next time!

————-

#kisahunik #kisahajaib #relawanLMI #silaturrahim #4

Sedekah mudah, sedekah berkah, semoga harta berlimpah.

Infaq dan wakaf bisa dimulai dari 10K saja, lho!

👉 E-wallet atau transfer bank, klik ini aja bit.ly/LMI_sinta

Kategori
Cinta & Love Hikmah Hobby Kaca - Kiat Cantik Pernikahan Rahasia Perempuan Suami Istri WRITING. SHARING.

Ini Cara Hemat Suami Membuat Istri Cantik!

Siapa gak ingin punya istri kinclong?

Kulit kencang, glowing, awet muda?

Ternyata ada resep dari halaman rumah sendiri yang bisa dipakai, lho. Ssst, ini ada kisah seorang suami muda yang sayang banget sama istri dan putrinya lalu berbagi pengalamannya kepadaku. Mau tau nggak?

—–

Perjalanan ajaibku menjai relawan LMI di Ramadan 14412 H terus berlanjut dengan kata kunci : silaturrahim. Aku menelusuri kontak di HP dan sampaikan kepada seorang adik kelasku bernama W. Orangnya lucu, nyentrik, baik hati. Ia tak segan ikut menyumbang jika aku buat acara galang dana atau hadir di acara seminarku. Kalau lihat latar belakang pekerjaannya, orang sama sekali gak bakal nyangka W akan sangat telaten terhadap keluarganya.

Aku mengirimkan template ZISWAF lalu terjadilah obrolan panjang. Biasanya obrolan seputar perangko, tempat wisata dan sejenisnya. Kali ini ia memperlihatkan potongan-potongan lidah buaya yang membuatku melongo penasaran. Inti percakapan seperti ini.

“Nyobain ini, Mbak. Dikupas, diambil isinya. Nanti dicampur sama susu, kulitnya jadi kayak Cleopatra. Aku biasa buatkan ini untuk para princess ku.”

Whaaat?

Suami masak, ada. Suami rajin nyuci, ada. Suami belanja, ada. Suami rajin membuat kosmetik alamiah untuk istri? Wah, keren nih. Terus terang, hatiku sering galau melihat para suami saat ini. Ada yang susah komunikasi sama istri, ada yang sering berantem sama anak sendiri, ada yang kalau konflik lebih sering melarikan diri dari rumah.  Apalagi melihat berita di koran yang naudzubillah…sering hati ini menangis. Mendengar cerita W, tentu sangat menghibur. Di dunia ini insyaallah masih banyak suami dan ayah yang sayang keluarga!

Karena bagiku ilmu ini baru –aloe vera + susu –, maka aku lanjut nanya-nanya. Biasanya aku cuma pakai resep tradisional susu + jeruk lemon yang bisa membuat wajah cerah dan kencang. Kata W, aloe vera + susu bisa dipakai untuk kulit seluruh tubuh, leher, wajah bahkan rambut. Bila ada jerawat, tambahkan sedikit perasan jeruk nipis. Kepo juga aku! Kok bisa lelaki tahu sampai sebegitunya?

“Kakakku dulu cewek, jadi suka bikin-bikin kayak gitu. Jadi aku tau perawatan kulit,” jelas W.

Punya sisters banyak manfaatnya ya?

Para cowok jangan merasa sebel kalau punya saudara perempuan : ojek gratis, bodyguard gratis, kurir gratis. Punya saudara perempuan jadi nambah bekal ilmu dan pengalaman kelak  kalau punya istri.

Nah, nggak selesai sampai disitu. W ini bahkan memelihara bekicot dan lendirnya bisa dipakai untuk perawatan kulit wajah. Katanya, salon termahal pun nggak bisa menandingin efektifitasnya. Hahaha, iya deh! Percaya! Aku memang pernah beli produk masker pas di Seoul dulu dan isi masker tersebut tertulis terbuat dari sejenis bekicot/ siput. Hari gini beli apa-apa lewat online bisa, masih ada juga ya seorang suami yang rela merawat istri dan putrinya dengan perawatan tradisional hasil karya sendiri? Sampai-sampai rela memelihara bekicot di kandang dan rajin ngasih makan tiap hari. Tapi dipikir-pikir emang istri W cantik banget, dah.

Tuh kan, Para Suami!

Kalau dengar istri pingin cantik, jangan keburu diomelin karena harga meni pedi dan face treatment mehong! Coba deh para suami seperti mas W yang telaten. Udah istrinya tambah kinclong, hemat pulak, tambah disayang. Betul gak, Mas W? Buat para istri yang sudah disayang suami, jangan lupa juga balik menyayangi suami, ehm.

———

#kisahunik #kisahajaib #relawanLMI #silaturrahim #2

Sedekah mudah, sedekah berkah, semoga harta berlimpah.

Zakat fitrah 36K, fidyah 40K, Kel.dhuafa 200K, bingkisan lebaran 150K, iftar 20K, wakaf Quran 75K, wakaf Zakato Tower (bebas), infaq umum (bebas), & berbagai macam jenis wakaf yg bisa dipilih sesuai harapan muzakki

👉 E-wallet atau transfer bank, klik ini aja https://pay.imoneyq.com/laz/lmi/XW1VX

Kategori
Hikmah Pernikahan Rahasia Perempuan Suami Istri WRITING. SHARING.

Dia, Yang Mendapatkan Jodoh di Usia Sangat Matang

Perempuan pintar?

Terlalu mandiri?

Sangat metropolis?

Apakah benar perempuan tipe seperti itu akan lambat berjodoh?

Aku sering diminta menjadi konselor atua menulis di berbagai lembaga zakat, salah satunya LMI. Menjadi kebiasanku di saat Ramadan ikut berpartisipasi menggalang dana dari teman-teman yang kukenal. Bagian paling menarik dari tugas ini adalah ketika aku menyambung tali silaturrahim kembali dengan teman-teman yang lama tak kukontak karena masing-masing punya kesibukan luarbiasa.

Kemarin, kususuri nomer-nomer kontak. Berhubung HP pernah rusak dan harus diganti dengan ponsel sejuta ummat, aku harus kembali menginput nomer-nomer yang tidak terdeteksi menjadi nomer whatsapp. Lalu, aku menginput sebuah nomer dengan initial J (ah, nanti pembaca akan tahu nama aslinya karena aku akan berbagi link blog nya). Lalu muncullah pprofil picturenya dalam pakaian anggun putih nan cantik : ia telah menikah. Di blognya, kita pun tak akan tahu tahun lahirnya. Tapi pasti bisa mengira-ngira.

Aku dan J dulu sering bertemu di acara-acara literasi. Ia beberapa kali datang ke acara bedah buku. Ia, perempuan yang sosoknya langsung dapat ditebak sejak pertama kali bertemu : gaya bicaranya lugas, easy going, pintar karena banyak baca, sangat mandiri dan suka to the point. Perempuan pintar seperti J, wajar bekerja di tempat-tempat yang membutuhkan ketrampilan otak dan kemampuan negosiasi yang andal.

Beberapa tahun kami nggak bertemu, terlebih sejak Covid melanda awal 2020. Sesekali saja bertukar sapa dan terjadilah percakapan kemarin. Aku sempat merasa sungkan tapi sangat ingin tahu perjalanannya mendapatkan jodoh di usia yang sangat matang seperti ini. Ia bukan orang yang gampang tersinggung, kurasa, tapi tetaplah hal ini sensitif. Kutanyakan, apakah ia mau berbagi cerita? Karena pasti sangat bermanfaat.

Kusarankan bagi pembaca yang penasaran untuk langsung bermain ke blognya. Hal yang menarik adalah tulisannya yang terus terang mengungkap perjalanannya menemukan jodoh seorang lelaki sholih. Apa yang ditulisnya adalah refleksi pengalamannya dan aku salut sekali pada J. Ia tahu bahwa dirinya superior, pintar, sangat mandiri terutama finansial dan gaya hidupnya sangat metropolis sebagai seorang Muslimah. Ia memahami bahwa bagian-bagian spektakuler dari dirinya yang di satu sisi positif, di sisi lain dapat memunculkan kendala terutama terhadap lawan jenis. Tetapi ia tak pernah kecewa pada Allah, pada apa keputusanNya.

Suatu saat teman lamanya berkunjung dan terjadilah dialog-dialog yang lucu itu. Untuk usia J dan lelaki tsb, saling mengungkapkan keinginan utk menikah seharusnya tidak menjadi momen canggung. Tapi begitulah momen lamaran, bukan? Berapapun usiamu, kamu pasti akan canggung dan memerah pipi ketika meminta seseorang menikahmu. Aku terharu sekali membaca bagian ini dan…marah pada J bagaimana ia merespon lamaran si lelaki.

Ia tetap merasa superior! Pintar , sangat modern! Di hadapan lelaki sederhana yang jelas-jelas memintanya menjadi istri. Bahkan menurutku J sangat keterlaluan memperlakukan si pelamar dengan kata-katanya yang lugas (tajam dan nyelekit, kata orang Jawa).

Sekali lagi, aku tahu J bukan orang jahat. Ia memiliki personality sangat jujur, bahkan di perusahaannya ia adalah orang kepercayaan. Kecerdasan dan kejujuran yang berpadu satu, mungkin akan membuat orang menajdi sangat lurus. Kaku. Tak punya basa basi. Apakah bagi perempuan itu fatal? Hm, siapapun pasti punya pendapat terkait ini.

But, this is the best part.

Itulah bila jodoh di jalan Allah. Lelaki itu bukan mundur, merasa minder, atau merasa tak selevel. Ia yang matang justru mengungkapkan kenapa alasannya memilih J. Dan masyaallah…akhir kisah ini adalah kebahagiaan menyempurnakan setengah diin. Pernah, hatiku berkata.

“Ah, kamu sih terlalu pintar.”

“Kenapa kamu gak feminine sih? Sangat maskulin dan mandiri!”

Lelaki itulah yang kemudian beranggapan bahwa J tidaklah seperti kulit luarnya. Ia perempuan yang apa adanya, shalihah, tak suka mengeluh. Dari banyak orang yang menyangka J seperti apa penampakannya, lelaki shalih itu justru berpikir sebaliknya. Bukankah demikian jodoh? Saling melengkapi, saling mengerti dan memahami. Seseorang tidak perlu berpikir bahwa ia harus mengubah dirinya demi untuk mendapatkan orang lain. Tentu, bukan berarti karakter buruk tak perlu diubah ya. J tak bisa berpura-pura bodoh, bersikap feminine, berlagak mengalah demi agar lelaki mau mendekatinya. Banyak lelaki yang sudah mencoba mendekati J dari dulu tapi mereka selalu mundur karena hanya dari berbincang-bincang saja mereka tahu J sangat pintar.

Mungkin, ada banyak pihak yang tak setuju dengan J. Fitrah perempuan seharusnya lemah lembut, tunduk dan mudah ditaklukan. Tapi seharusnya fitrah itu ditujukan hanya bagi suami, bukan dunia luar yang seringkali penuh topeng.

Terimakasih, J. Atas pengalaman hidupmu yang berharga.

Aku punya sahabat-sahabat yang belum menikah hingga kini. Aku mencintai mereka dan kadang bertanya-tanya : apa salah sahabatku sehingga belum menemukan pendamping? Usai membaca kisahmu J, aku menjadi paham. Demikianlah seorang perempuan harus menghargai dirinya sendiri, mensyukuri apa yang telah Tuhan titipkan pada dirinya : karakter yang dibentuk orangtua dan lingkungan, pengalaman-pengalaman sulit di belakang, harapan-harapan yang ada di pundak perempuan.

Lelaki shalih itu tidak perlu mengenakan topeng apapun ketika bertemu denganmu. Ia langsung nyaman dan tenang, walau kamu J, butuh waktu untuk yakin. Kisah lengkapnya bisa disimak dalam beberapa tulisan. Untuk kamu yang menunggu, Allah Swt punya rencana istimewa untukmu

https://www.jazimnairachand.com/2020/12/menuju-halal-2.html atau klik ini tentang kisah pernikahan menuju halal

—–

#kisahunik #relawanLMI #silaturrahim #1

Sedekah mudah, sedekah berkah, semoga harta berlimpah

👉 E-wallet atau transfer bank, klik ini aja https://pay.imoneyq.com/laz/lmi/XW1VX

Kategori
BUKU & NOVEL Buku Sinta Yudisia Fiksi Sinta Yudisia Jepang Karyaku Kepenulisan KOREA Manga Menerbitkan buku Perjalanan Menulis Remaja. Teenager Tulisan Sinta Yudisia WRITING. SHARING.

Boleh gak minta mahar kitchen set atau art supply?

“Emang kamu pingin minta apa? Seperangkat alat sholat?”

“Itu udah mainstream banget,” Annona angkat bahu. Mengulum lagi coklat potongan kedua. “Aku nggak mau mahar mainstream.”

“Trus, apa? Seperangkat perhiasan emas?” Lemon bertanya lagi.

“Aku pingin seperangkat kitchen set,” sahut Annona kalem.

Lemon menatapnya heran. Lalu tertawa guling-guling.

“Kamutuuuuuuuh. Masak gak hobi, maharnya kitchen set. Lagian, gimana saat ijab qabulnya nanti!”

—–

Zaman saya dulu nikah, mahar kayaknya relatif sama di mana-mana ya. Biasanya seperangkat alat solat, atau cincin. Yang agak mahal biasanya seperangkat perhiasan atau uang tunai. Tapi anak-anak sekarang ada aja pikiran kreatifnya.

Kalau diskusi sama anak-anak muda perihal pernikahan, rata-rata punya ketakutan beragam. Ketakutan itu dulu nggak ada di pikiran kita. Paling cuma khawatir kalau beda suku ntar karakternya beda trus benturan, trus gimana. Kalau sekarang relatif beragam. Udah gitu, impian dan khayalannya juga aneh-aneh kwkwkw.

Diskusi nikah dengan anak-anak muda emang seru. Kalau ngisi acara seminar pra nikah, bahasan tentang gimana milih jodoh kayak gak ada habisnya. Di bawah ini bbrp yg sering jadi pertanyaan:

  • Ortu gak setuju
  • Pendidikan beda strata
  • Beda suku
  • Calon suami gak bolehin istri aktivitas keluar, apalagi ambil beasiswa
  • Proses taaruf
  • Calon suami pemahaman agamanya minim
  • Ada trauma keluarga

Selain hal-hal yg agak ngeri-ngeri gitu, bahasan dg anak muda seringkali lucu-lucu juga

  • Apa gaun pengantin harus putih? Boleh dong ganti warna
  • Lagu pengiring pengantin harus nasyid? Kalau lagu2 motivasinya Stray Kids atau Lucas Graham, apa boleh?
  • Mahar, bolehkah minta selain alat sholat dan perhiasan?
  • Kalau beda fandom boleh gak? Atau malah otaku wibu VS hallyu

——-

Kejadian sehari-hari, sering menginspirasi tulisan. Termasuk bab nikah dan mahar yang kumasukkan di novel online Half of Lemon. Udah Chapter 34 sejauh ini, masih ingin menulis beberapa bab lagi sampai benar-benar usai.

Nah, cuplikan bab mahar itu ada juga di diskusi Lemon dan Annona, kakak beradik gokil beda karakter kepribadiaan. Beda inteligensi. Beda bakat minat.

Silakan simak di sini yaaa, kalau pingin tahu gokilnya percakapan Lemon dan Annona tentang mahar 😃😃

https://www.kwikku.com/novel/read/half-of-lemon/141665

Kategori
ACARA SINTA YUDISIA Cinta & Love Hikmah Jepang Pernikahan PSIKOLOGI. PSYCHOLOGY Renungan Hidup dan Kematian WRITING. SHARING.

🍒Zoom Wedding : Nikah Kala Pandemic💑

Kelas Pranikah di kala coronavirus melanda ini memang unik. Rizqi Allah Swt gak pernah bisa ditebak, kapan datangnya. Termasuk jodoh. Ketika mengisi kelas pranikah yang biasanya membahas tipe kepribadian calon pasangan, penyesuaian diri dan komunikasi positif dengan keluarga pasangan; bahasan-bahasan menarik muncul.

♥ Mungkinkah menyelenggarakan pernikahan kala pandemic?
♥ Konsepnya seperti apa?
♥ Apakah tidak lebih baik pernikahan tersebut diundur?

Nah, ternyata banyak yang sudah disiapkan rizqi jodoh oleh Allah Swt, maju mundur menikah lantaran pandemic. Ada yang ditentang orangtua karena berharap pesta pernikahan dihadiri lebih banyak orang, jadi nunggu pandemic berakhir. Ada yang menginginkan kalau pernikahan itu diundur saja, nunggu situasi reda.

Kalau kita lihat sisi positifnya nikah kala pandemic:
1. Efektif dan efisien : hemat waktu, tidak harus antri tempat yang kadang mengakibatkan pernikahan ditunda lebih lama gegara cari tempat sewa acara yang representative. Juga hemat-hemat lainnya🌳

2. Hemat biaya. Gak perlu sewa gedung, sewa hotel untuk kerabat, sewa berbagai macam barang, dll. Bisa diselenggarakan di rumah karena yang hadir tetangga dan ring-1 keluarga inti🌱

3. Tidak ada tabdzir atau hal yang terbuang , terutama hal makanan. Ingat tulisan saya ketika sepulang umroh dan bertemu mahasiswi Ummu Quro? Jamaah Haji Indonesia pernah menjadi jamaah terkaya dibanding jamaah haji dari manapun! Tapi karena terbiasa boros dalam hal apapun, kita sekarang seperti ini. Salah satu sesi paling membuang adalah ketika sesi makan prasmanan. Buanyaaaak bangettt buang makanan!🍄

4. Tidak ada “kewajiban balas jasa”. Mufti Menk pernah memberikan nasehat terkait pernikahan di wilayah timur (termasuk Indonesia) dimana biasanya pengunjung membawa bingkisan berupa hadiah atau amplop. Kelak ketika si pengunjung punya hajat serupa, ada semacam kewajiban tak tertulis bahwa orang-orang harus melakukan hal serupa. Padahal tidak benar demikian. Yang dinantikan dari tamu yang hadir adalah doa-doa mereka. Sementara pihak penjamu menyediakan makanan sesuai kadar kemampuan. Tidak perlu berlebihan. Tapi namanya orang ya, kadang ngerasa gak enak kalau cuma menjamu sedikit. Nanti apa kata orang. “Masak nikah cuma makan soto?” Akhirnya, membengkaklah biaya hajatan sementara tamu juga lebih focus ke makanan daripada mendoakan mempelai 🌿

5. Lebih sakral, syahdu, bermakna. Akan jadi kenangan indah sepanjang masa ketika seseorang menikah di tengah situasi pelik. Kadang pesta pernikahan begitu hebohnya dengan arus tamu keluar masuk, antrian makanan dan souvenir, music dan sesi foto non-panggung. Ajang reuni sekalian kan? Saat pernikahan digelar sederhana, mempelai bisa meresapi nasehat dari penghulu dan perwakilan tetua kedua mempelai. Terasa sekali kepasrahan kepada Allah. Terasa maut demikian dekat. Terasa bermakna penyatuan dua jiwa.🍂

6. Trus gimana dong memberitakan pernikahan, menyiarkan pernikahan? Keluarga besar dan sahabat-sahabat bisa ikut? Bisa dengan teknologi google meet, zoom atau sejenisnya. “Yah..gak seru sih!” Emang lebih seru ketika tatap muka. Tapi kan dalam pernikahan yang kita cari keberkahannya? Bukan sekedar keseruan pesta dan foto-foto yang bisa disebar. Lagian, gak akan terulang lagi di masa yang akan datang kala pandemic berakhir kita nikah via zoom-zooman lhooo🍁

Nah, tanpa mengabaikan protocol kesehatan, kalau memang waktunya sudah tiba; segerakan saja pernikahan. Gak perlu nunggu pandemic usai yang itu berarti akhir tahun 2020, atau malah 2021. Nanti si dia keburu disambar orang, lho!
Kalaupun terpaksa harus ada pesta pernikahan, tetap pakai masker, gunakan hand sanitizer, jangan berkelompok dan segera bubar begitu memberikan doa dan bingkisan. Biasanya WO di kala pandemic menyelenggarakan makanan dalam bentuk nasi kotak.

Selamat berbahagia, ya 😊

Catatan lainnya menyusuk yaaa

Catatan mengisi kajian Pranikah di Kmi Kagawa Kagawa, 27 Juni 2020 dan Salimah Banjarmasin, 28 Juni 2020

Kategori
ACARA SINTA YUDISIA Hikmah Jepang Pernikahan PSIKOLOGI. PSYCHOLOGY Seksologi Islami

Kagawa : Naruto, Kenshi Yonezu dan Komunitas Muslim Indonesia

Menjelang mengisi acara KMI Kagawa 27 Juni nanti, saya jadi ingin tahu : Kagawa itu di mana? Maklum pengetahuan tentang Jepang gak seberapa bagus. Kalau dengar kata Jepang pikiran biasanya tertuju pada produk otomotif dan elektronik. Lebih lanjut pada anime, manga dan game. Lanjut lagi pada AKB 48, Inuyasha, Samurai X, Kenshi Yonezu, heheh. Saking masih tertancap dengan Inuyasha dan Samurai X, dua karakter film itu muncul dalam novel Polaris Fukuoka.

Akhirnya, cari-carilah di Wikipedia.
Senang banget kalau informasi itu ternyata saling berkelindan. Oh, ada kota Naruto ternyata? Oh, ternyata Marugame itu nama tempat? Oh, Kenshi Yonezu dari Tokushima?

Kalau lihat di peta, Kagawa terletak di pulau Shikoku.
Sama seperti Indonesia yang punya Kalimantan, Jawa, Sumatra dll. Jepang juga punya pulau utama seperti pulau Hokkaido, Honshu, Shikoku, Kyushu, Okinawa. Nah, pulau Shikoku ini punya 4 prefecture ( mirip provinsi ya). Prefecture di pulau Shikoku ini adalah Ehime, Kagawa, Kochi, Tokushima. Kota Naruto terletak di prefecture Tokushima. Kota Marugame terletak di prefecture Kagawa.

Wah, jadi tahu kan?
Kalau tokoh Naruto karya Masashi Kishimoto dalam serialnya ternyata adalah nama tempat sementara Marugame yang nama udon itu, juga nama tempat!😆

Kenshi Yonezu, musisi berbakat dari Jepang ternyata lahir dari keluarga miskin yang tinggal di Tokushima. Moga-moga saya gak salah menyimpulkan ya. Siapa tahu ada Tokushima yang lain selain dari yang ada di pulau Shikoku 😁

Acara 27 Juni 2020 insyaallah diinisiasi oleh Keluarga Muslim Indonesia yang tinggal di prefecture Kagawa. Basecampnya sendiri ada di Takamatsu, ibu kota dari prefecture Kagawa.

✍️☪️KMIK – Komunitas Muslim Indonesia Kagawa

Orang Indonesia di mana-mana suka ngumpul.
Nggak cuma di dalam negeri, di luar negeri juga suka kumpul-kumpul. Yang buat saya salut, di luar Indonesia, komunitas muslim suka membuat pengajian dan galang dana untuk membangun masjid. Masjid di Jepang dan Korea bukan seperti masjid di negeri kita yang luas, lapang, dengan ciri khas kubah lengkung. Dapat tempat sewa yang bisa untuk menyelenggarakan sholat Jumat saja, sudah sangat bersyukur.

🕌Seringkali, masjid di luar negeri hanya berupa ruangan mirip kamar apartemen. Biasanya, setelah perjuangan bertahun-tahun bahkan puluhan tahun, baru bisa membeli apartemen. Atau tanah untuk masjid sendiri.

Menelusuri facebook KMIK, ternyata baru berdiri sejak 3 Januari 2019. Terpampang jejak perjalanannya yang variatif. Video Ramadan dari tokoh muslim Jepang, seperti Haji Kyoichiro Sugimoto yang terkenal, moment-moment perpisahan dengan pelajar Jepang yang harus mudik (or pulang kampung) ke Indonesia.

Jangan lupa, promosi makanan khas Indonesia yang sangat dirindukan di tanah seberang : mie instan!!! 🍜🍜

Kwkwkwk. Ini makanan wajib ternyata ya??

Penggalangan dana juga beragam, mulai dari zakat, fidyah, hingga galang dana Covid. Pengajian-pengajian online terus digalakkan mulai tafsir Quran, fiqih dan kajian bertema aktual seperti kajian psikologi dengan tema jelang pernikahan yang insyaallah akan saya bawakan nanti.

Pengajian offline terlihat cukup ramai, ya.
Jangan bayangkan keramaian pengajian seperti tabligh akbar yang biasa digelar di masjid atau lapangan di Indonesia. Bisa ribuan sampai meluber ke luar lapangan dan ke jalan-jalan. Berkumpul 30-100 orang saja sudah luarbiasa. Mengingat dakwah Islam di Jepang masih perlu dikembangkan dengan berbagai pendekatan.


Bagi yang ingin nanya-nanya gimana kuliah di Jepang, gimana kehidupan muslim di Jepang, sekaligus mempersiapkan pernikahan baik di masa pandemic atau pasca pandemic; bisa bergabung di pengajian KMIK ini. Catat tanggalnya ya! Jangan salah jam 😊

💑Membahas pranikah memang asyik banget. Bagi yang belum nikah, pasti berdebar-debar kan (mirip saya dulu) ngebayangin calon pasangan kita seperti apa. Dia orang mana sih? Anaknya siapa? Cakep nggak? Lulusan mana? Trus, orangnya model gimana : jutek, lucu, pinter, lemot atau ngegas? Ngebayangin calon pasangan pasti harap-harap cemas.

⏳Daripada membayangkan yang tidak-tidak, mending mempersiapkan diri aja sebaik-baiknya. Sembari mempelajari kira-kira calon pasangan seperti apa nanti. Bisa jadi kan dia anak horang kayah atau orang prihatin. Bisa jadi ia sudah kerja atau masih kuliah. Bisa jadi dia anak sulung atau anak bungsu. Bisa jadi dia sudah hafal banyak juz atau malah baru belajar Iqro. Bisa jadi dia anak BEM yang mahir orasi, atau anak introvert yang suka Jejepangan. Atau siapa tahu, dia juga suka KPop? Tapi fandomnya berseberangan dengan kamu hahaha. 😁😆. Nah, gabung aja di sini ya!

*Mengenal (Calon) Pasangan*

👉Hari : Sabtu, 27 Juni 2020
⌛️Jam : 21.00 Waktu Jepang / 19.00 WIB
▶️Link : Zoom
📱CP : +817041210548 (Supriadi)
💕Penyelenggara : KMIK (Keluarga Muslim Indonesia – Kagawa)

Kategori
Artikel/Opini Catatan Jumat Pernikahan PSIKOLOGI. PSYCHOLOGY Suami Istri WRITING. SHARING.

Bagaimana Jika Suami Memiliki 99% Otak Kiri ?

Ini sebetulnya sebuah metafora aja, ya. Karena nggak  mungkin secara fisik otak manusia kiri semua. Pastilah separuh-separuh; kanan dan kiri. Tetapi secara psikis, bisa saja otak lelaki didominasi left brain. Sangat taktikal, mekanik, teknikal. Dan ini saya temui dalam cukup banyak kasus. Jujur, saya justru banyak belajar dari para klien. Kenapa? Sebab merekalah yang langsung berjuang dan mencoba teori-teori yang saya pelajari di bangku kuliah dan pelatihan.

Ilustrasi otak kanan & otak kiri

Contoh kasus 1

Suami istri yang puluhan tahun menikah, sebagian besar anaknya kuliah. Selama menikah, si istri nyaris sama sekali nggak pernah mencuci baju dan memasak! Suaminyalah yang memandikan anak-anak, belanja ke pasar, memasak, mencuci, menjemur bahkan menyeterika! Padahal suaminya seorang pekerja. Ck-ck-ck. Denger ini saya heran sendiri. Ada ya jenis lelaki dan suami yang seperti ini? Trus apa tugas istrinya?

“Kata suami, saya disuruh mendidik anak sebaik-baiknya. Kata suami, mendidik anak itu nggak gampang. Pasti capek.”

Hm, baiklah. Ada quote suami istri paruh baya ini yang luarbiasa bagi saya. Si suami bilang, “lelaki itu harus banyak mengalah, tetapi jangan sampai istri menginjak-injaknya.” Masyaallah.

Contoh kasus 2

Suami istri yang terlihat garing hubungannya. Suami nyaris nggak pernah bersikap romantis pada istri. Boro-boro mengelus. Bilang sayang aja nyaris kagak pernah. Tapi si suami ini menjamin semua kebutuhan istri dan anak-anaknya. Bahkan semenjak anak mereka masih bayi-bayi, suamilah yang mengganti popok. Menggendong tengah malam hingga si bayi tertidur lagi. Kecuali jika si bayi mau menyusu.

Suami yang garing ini, membuat istri sangat tertekan. Sepanjang mereka menikah hampir tak ada sentuhan romansa. Singkat cerita, mereka ingin berpisah.

Clue

Melihat para suami seperti ini, awalnya kesal banget. Apa sih susahnya bilang cinta? Bilang sayang? Tinggal bilang, “Dek, aku cinta kamu.”

Atau whatsapp gitu. Kirim-kirim pesan love. Atau telpon sesekali dan bilang, “Say, aku kangen kamu lho.” Gak butuh waktu lebih dari 30 detik, kan? Cuma tinggal pembiasaan aja. Lalu, terjadi hal-hal yang membuat saya perlu merenungkan hal yang sepertinya gampang itu. Salah satunya, lewat tes kepribadian yang biasanya saya tawarkan kepada klien supaya kami sama-sama tahu profil kepribadian dan hal tersebut menjadi rekam jejak untuk langkah selanjutnya.

Para lelaki ini, yang sulit dan garing menyatakan cinta, memiliki gambar-gambar khas dalam tes proyektif. Ketika saya menyaksikan gambar-gambar tersebut, pelan-pelan menskoringnya, merumuskan grafik psikologisnya, mengklasifikasikan dan menginterpretasikannya ; masyaallah. Ada sesuatu yang menjadi pembelajaran luarbiasa.

Lelaki-lelaki ini begitu mekanik. Taktis. Teknikal praktis.

Ibaratnya, semua belahan otaknya berisi pertimbangan logis dan matematis. Atau, kalau kita pernah menonton film I Robot dan Elysium, lelaki ini seperti robot yang diprogram dengan desain tertentu. Diinsert dengan data tertentu. Softwarenya berisi file-file yang sudah baku dari pabriknya. Dengan kata lain, yang mereka pikirkan adalah : bagaimana anak istriku bisa nyaman. Bagaimana anak-anak bisa sekolah di tempat terbaik. Bagaimana bisa membelikan rumah dan kendaraan layak untuk istri. Bagaimana keuangan keluarga tak morat marit. Bagaimana harus menambah sumber pemasukan bila memang masih kurang. Matematis. Logis. Tipe manusia seperti ini benar-benar kalkulatif. Kalau merasa tak penting tak akan dilakukan. Kalau merasa tak salah tak akan minta maaf. Padahal istri ingin sekali sesekali suaminya mengaku salah (meski gak jelas apa kesalahannya).

Tetapi para lelaki dengan 99% otak kiri dan program robot ini bukannya tak punya perasaan. Mereka bisa menangis. Mereka bisa hancur. Mereka bisa tampak tak berdaya di depan konselor, tampak luluh  lantak dan bertanya-tanya : “apa yang harus saya perbuat lagi buat istri saya?”

Melihat gambar-gambar proyektif mereka, pemikiran dan perasaan saya seperti di-reset ulang. Ya, mungkin ini para lelaki yang demikian garing dan keras, lantaran sepanjang hidupnya di masa lalu dibesarkan oleh keluarga yang prihatin. Orangtua menyuruhnya untuk mandiri sejak belia, kalau bisa ikut menanggung beban adik-adiknya. Ya, setelah dilacak, nyaris tak sejenakpun para lelaki ini sejak masa tumbuh kembangnya merasakan dunia yang berbunga-bunga. Mereka kerja keras di masa sekolah, kerja keras di rumah membantu orangtua, kerja keras di tempat kerja.

Softwarenya sudah berisi file yang maskulin dan serba lelaki.

Lingkungan dan pengalaman bertambah-tambah membentuknya jadi semakin otak kiri.

Tetiba, saya mulai berpikir bahwa para lelaki dengan 99% otak kiri ini justru memiliki sisi hidup yang juga merana nan garing. Dan mereka juga menantikan sentuhan tangan para bidadari di sisinya.

Seseorang Harus Memulai

Jadi, suami yang harus berubah?

Atau istri?

Selalu ada cara untuk mencari pembenaran.

“Kalau suami sudah mencoba romantic, istri akan luluh,” kata perempuan.

“Kalau istri minta maaf, suami akan mencair,” kata lelaki.

Well, saya gak ingin memperpanjang alasan-alasan. Nanti akan seperti pertanyaan : lebih dulu ayam atau telur? Lebih baik, kita berangkat dari data yang ada. Dan mencoba menganalisa fakta.

Saya hanya bilang, kurang lebih.

“Mbak, pasti tertekan ya punya suami keras seperti itu.”

Sang istri menangis berlinang air mata.

“Kalau opsi berpisah memang jadi jalan keluar, okelah. Tapi kita perlu kumpulkan informasi sebanyak-banyaknya agar tak ada sesal.”

Si istri terdiam.

“Saya cuma mau nanya, kalau nanti berpisah, kira-kira Mbak akan dapatkan lagi nggak jenis suami yang seperti dia? Yang kalau malam ngurusi anak-anak, mengantar jemput anak istri kemanapun, menemani Mbak pergi kemanapun Mbak mau diantar? “

Si istri tertegun. Meremas tissue. Merenung lama. Dan airmatanya tumpah ruah. Wajahnya tampak galau.

“Sebetulnya…harus saya akui. Suami saya baiiiik sekali. Sangat baik. Hanya saja ia begitu keras dan kasar.”

Saya lega mendengarnya. Lega bahwa ia bisa menemukan kebaikan suaminya.

“Saya juga nggak tau apakah kalau pisah bisa ketemu lagi laki-laki seperti dia.”

Demikianlah.

Ketika menyadari bahwa suami mirip robot atau manusia 99% otak kiri; setidaknya seorang istri memahami bahwa suaminya memang tipologi orang yang tidak suka mengumbar romansa. Tidak suka mengumbar kata-kata dan janji. Bahkan tak akan mengucapkan sesuatu yang dia tak akan bisa tepati. Sangat matematis dan logis. Gak ada manis-manisnya (beda dengan iklan air mineral : kayak ada manis-manisnya hehe).

Tetapi, siapa tahu ternyata Allah memang menciptakan lelaki ala ‘robot’ macam itu. Kenapa? Supaya ada tangan-tangan bidadari yang akan memeluk suami, menyentuhnya lebih dulu, membisikkan kata mesra. Pra istri yang akan meng-insert file kehangatan dan keceriaan dalam kehidupan suami yang garing karena tempaan hidup. Siapa tahu, dominasi left brain itu akan menurun tak lagi 99%. Memang tak akan langsung drastis berubah.

File kehangatan itu bisa dimulai dari kata-kata lembut dan kalimat mesra. Para istri yang didominasi perasaan dapat memulainya lebih dulu. Yakinlah, bahwa ciptaan Allah tak ada yang salah. Manusia –dalam hal ini istri- yang mendapat tugas untuk membentuk lelaki robot itu menjadi lebih humanis dan manusiawi.

Kategori
Cinta & Love Oase Pernikahan Psikologi Islam PSIKOLOGI. PSYCHOLOGY Suami Istri WRITING. SHARING.

Salah Paham dengan Pasangan ( bag. 1)

Pernah nggak sih menangkap pesan yang berbeda dari apa yang dilontarkan suami/istri?

“Adek di rumah ngapain?”

Itu pertanyaan singkat suami ketika sore pulang ke rumah.

Pertanyaan yang membuat airmata meloncat dan menjawab panjang lebar :

marriage-relationships-couple-marriages-married_couple-miscommunication-spelling_error-bwhn1956_low.jpg
Marriage error-relationship

“Aku tuh belum sempat seharian istirahat sama sekali! Cucian baju masih numpuk-numpuk karena beberapa hari banyak acara. Setrikaan gak ada yang urus. Mau ke laundry gak sempat. Belum lagi cucian piring! Kenapa nggak masak? Itu rice cooker bahkan masih direndam! Coba deh, Mas kalau akhir pekan sekali-kali di rumah. Ngerasain apa yang aku rasakan. Jangan main bola, keluar sama teman-teman. Nanti akan merasakan beratnya ngerjakan semua pekerjaan rumah. Enak kalau ke kantor, masih sempat duduk , buka facebook, minum kopi!”

Suami melongo, mencoba sabar. Meski jengkel keluar juga pertanyaan, “kan aku tadi cuma nanya : adek di rumah ngapain? Lha kok…?!”

Setelah mengusap airmata, menarik nafas panjang, menenangkan diri.

Barulah pikiran perempuan bekerja.

Lha iya, sih. Tadi suami kan cuma nanya : di rumah ngapain?

 

Indera dan Persepsi

Panca indera itu pintu masuknya persepsi alias pemikiran, pertimbangan, kesimpulan, sudut pandang, cara pandang. Informasi yang masuk lewat indera akan diolah otak dulu. Kalau otak perempuan lagi capek, ya gitu deh.

Pertanyaan suami : “Adek di rumah lagi ngapain?”

Kedengarannya  : ”adek di rumah ngapain aja sih? Kok seharian urusan ruang tamu sampai dapur gak beres-beres. Di kantorku ada banyak perempuan bekerja yang sambil ngasuh anak, urus suami juga. Mereka bisa tuh bagi waktu. Adek seharian di rumah tapi nggak ada makanan, cucian piring dan baju numpuk nggak karuan.”

Padahal belum tentu ini yang ada di pikiran suami!

Begitupun, suami bisa melakukan kesalahan yang sama.

Ketika istri nanya, “Mas, pegang HPnya masih lama?”

Karena pikiran suami lagi jutek, eneg, empet dengan banyak agenda; jawaban yang keluar adalah : “Aku tuh lagi rapat online, Dek. Aku nggak pernah ganggu lho kalau kamu pegang HP. Aku ngertiin kamu lho kalau kamu lagi buka medsos! Lagian aku nggak sering-sering kayak gini. Lebih seringan kamu!”

conversation false.png
False communication

Nah!

Istri pun senewen.

Nanya 1 kalimat. Jawabannya 5 kalimat! Kalimat negatif lagi.

Kalau soal matematika kayak penjumlahan, perkalian, pangkat , eksponen!

Padahal kalau situasi adem, atau orang luar yang kayak lihat sinetron ini paling-paling bilang : harusnya dijawab gini yaaa, Bapak Ibu Terhormat .

+ Suami : “Adek, di rumah ngapain?”

~ Istri : “Seharian tidur. Aku capek banget beberapa hari ini. Beli makan di luar aja ya. Rasanya badanku udah mulai meriang, panas dingin , mau sakit.”

+Suami (jatuh iba) : “Ya ampun…kamu kasihan banget. Udah kubelikan, mau makan apa?”

Itu bayangan penonton!

Atau seharusnya demikian…

~ Istri : “Mas, pegang HPnya masih lama?”

+Suami : “Bentar lagi. 2 menit lagi. Habis itu kutaruh. Aku juga kangen kamu.”

Jiaaah.

#gombal

 

Tapi begitulah hidup.

Mau tahu gimana mengatasi kendala komunikasi.

couple misunderstanding.jpg
Misunderstanding

Pertama

Penonton selalu lebih pintar dari pemain.

Menilai suami istri yang lagi bertikai lebih mudah, daripada kita menjalani pertengkaran itu sendiri. Ih, harusnya si istri sabar sedikit, kek. Atau : dasar lelaki! Maunya menang sendiri.

Demikianlah yang namanya komunikasi. Pasti ada salah-salahnya. Pasti ada buntu-buntunya. Pasti ada sumbatan-sumbatannya. Dan yang paling bisa melihat korelasi itu semua biasanya penonton. Penonton bisa jadi orangtua, kakak adik, teman, konselor dan seterusnya.

Kenapa penonton lebih  pintar?

Karena melihat gambaran utuh.

Kalau dengar suami istri bertengkar, kita seperti melihat televisi. Tayangan slide maju mundur. Dan kita bisa menilai : Naah, ini ini bagian kalimat yang buat suami tersinggung. Ini bagian gesture suami yang buat istri marah.

Tapi pemain, pelakon? Belum tentu.

Karena dia tidak mendapatkan gambaran utuh informasi.

Makanya jawabannya pun tidak tepat. Nilainya separo/ gak komplit/ malah negatif, alias jawaban yang cacat.

 

Suami : “Adek di rumah ngapain?”

Si istri hanya melihat sekilas bayangan suami yang keningnya berkernyit, dahinya berkerut, wajahnya penuh tanya. Seolah suami mempertanyakan keseluruhan aktivitasnya. Padahal suaminya barangkali sedang menumpahkan perhatian : ngapain aja Say seharian di rumah? Aku ingin tahu aktivitasmu lho selama kutinggal dari pagi sampai sore.

Begitu juga istri ketika bertanya HP.

“Mas, masih lama pegang HP?”

Wajah istri yang bertanya-tanya ingin tahu seolah interview, interpretasi, lebih parah interogasi! Padahal bisa aja sebetulnya –andai dijabarkan- si istri akan menambahkan : “Kalau masih lama ku tinggal dulu aja. Aku ngurusi setrikaan bentar. Nanti kalau udah gak pegang HP, barulah kutemani makan sembari ngobrol-ngobrol.”

 

#senikomunikasi

#pasangan

#suamiistri

Kategori
Hikmah Oase PSIKOLOGI. PSYCHOLOGY Suami Istri WRITING. SHARING.

Cocokkah Orang Pintar Mendapat  Pasangan yang (Kurang) Pintar?

Anna (samaran),  terdorong rasa ingin tahu,  menjelang  menikah iseng mengajak calon suaminya mengikuti tes inteligensi. Hasilnya mengejutkan : calon suaminya memiliki skor IQ jauh di bawahnya. Mungkin penyebab yang terlalu mengada-ada, tetapi Anna benar-benar membatalkan pernikahan dencan calon suaminya.

Ia seketika gelisah dan terintimidasi, saat tahu kalau calon suaminya kurang pintar. Yah, begitulah kira-kira. Bagaimana nanti di tengah perjalanan? Bagaimana kalau suaminya lemot, dan Anna yang harus mengambil posisi memimpin untuk memutuskan perkara-perkara penting? Benar nggak sih, kalau orang pintar seharusnya nikah dengan orang yang sama pintarnya?

Dengan kata lain, kalau si cowok nilai raportnya rata-rata 9, berarti si cewek setidaknya punya nilai rata-rata yagn sama. Yah, 8 lah nilai reratanya. Kalau 6-7 masih kurang. Apalagi kalau di bawah 5! Begitupun sebaliknya. Kalau cewek selalu dapat nilai A atau A/B, dapat beasiswa ini itu, brillian di kampus dan organisasi; setidaknya dapat cowok yang sepadan juga, kan?

einstein and maric.jpg
Einstein & Maric

Albert Einstein & Mileva Maric

Hampir semua orang tahu Einstein dengan E = mc2 yang sering diplesetkan energy = makan cemal cemil, hehe. Di balik kesuksesan seorang pria, ada perempuan yang mendukungnya dari belakang : ibu dan istri. Ibu Einstein luarbiasa hebatnya, tentu tak terbantahkan. Masalahnya : apakah istri Einstein secerdas dirinya?

Jawabannya, ya.

Mileva Maric memiliki kegeniusan yang sama dengan Einstein. Bahkan surat cinta mereka ditulis dengan bahasa-bahasa kimia-fisika yang orang awam tak akan mengerti.

Awalnya, Einstein menjalin cinta dengan Marie Winteler yang cantik dan manja. Tetapi, lambat laun ia menjadi bosan karena surat menyurat mereka hanya berisi hal-hal melankolis dramatis. Einstein jatuh cinta pada seorang gadis pintar, dengan tubuh pincang, wajah tak terlalu cantik namun memiliki pesona. Mau tahu isi surat Mileva Maric kepada Einstein yang membius?

 

“Kuliah Profesor Lenard kemarin betul-betul bagus. Ia membahas teori kinetic panas dan gas. Ternyata, molekul oksigen bergerak dengan kecepatan lebih dari 400 meter per detik lalu professor yang baik itu menghitung dan menghitung… dan akhirnya keluar hasil walaupun molekul memang bergerak dengan kecepatan tersebut, tetapi ia hanya bergerak sejauh 1/100 lebar rambut.”

Surat menyurat keduanya bukan hanya membahas permasalahan pribadi tetapi juga penemuan ilmiah. Ya, mereka akhirnya menikah dan dikaruniai 2 orang anak : Hans Albert dan Eduard.Bahagia selamanya? Ternyata, cerita  tidaklah berakhir bahagia.

 

 

Permasalahan Si Orang Pintar

Einstein sangat cerdas dan, memiliki karisma alpha male yang luarbiasa. Wajahnya juga amat tampan dengan pesona yang mampu menaklukan hati para gadis. Mileva Maric sebaliknya. Tetapi bukan masalah penampilan yang menjadi sebab keretakan keduanya. Ketika karir Einstein melesat sementara Maric disibukkan dengan dua bocah lelaki; Maric mulai berontak. Bukankah mereka sama-sama bintang di Politeknik Zurich? Bukankah mereka sama-sama peneliti sains yang ambisius pada pencapaian?

Seenaknya, tak cukup memiliki sopan santun, punya konflik dengan rekan peneliti, menggila ketika kerja, tak mudah diatur; adalah jejak yang sama-sama dimiliki Einstein dan Maric. Pasangan seperti ini tampak sangat mencintai dan kompak pada awalnya, di satu titik, ternyata mereka tak dapat saling melengkapi.

Einstein berpisah pada akhirnya dengan Maric. Ia mencintai Mileva tetapi juga sangat kejam padanya. Kadang, kecerdasan seseorang sering berbanding terbalik dengan sifat empati. Maka tak heran, orang cerdas seringkali digambarkan tak punya hati, karena ia lebih sibuk berbicara dengan apa yang lalu lalang di benak.

Einstein punya catatan perjanjian dengan sang istri :

  1. Kamu akan memastikan pakaianku dicuci dan dibereskan.
  2. Kamu akan memastikan bahwa aku makan 3x teratur di kamar tidurku
  3. Kamu akan memastikan bahwa kamar tidur & kamar kerjaku selalu dirapikan, meja kerja hanya boleh digunakan olehku,

Setidaknya ada 9 poin yang diajukan Einstein kepada istrinya! Bahkan, si ilmuwan menekankan si istri tak boleh meminta keintiman atau hal-hal mesra lainnya.

 

 

kasturba & gandhi.jpg
Kasturba & Gandhi

Mahathma Gandhi & Kasturba

Kasturba adalah seorang perempuan sederhana. Perempuan rumahan yang tak pernah memiliki karir di luar rumah. Ia pandai memasak dan menenun. Sekilas, sosok sepertinya tak cukup pantas bagi lelaki yang sukses berprofesi sebagai pengacara di afrika Selatan : Gandhi. Sama seperti Einstein, Gandhi sangat cerdas dan memiliki karisma alpha male : ia tampan dan memikat.

Berbeda dengan Mileva Maric yang tak mampu mengimbangi langkah Einstein, Kasturba justru sebaliknya.Ialah pendukung Satyagraha & Ahimsa yang dicanangkan Gandhi.

Ketika Gandhi mewacanakan menenun kain sendiri, Kasturba yang pertama kali mengikutinya. Ketika Gandhi meminta Kasturba meninggalkan sendok garpu dan mengosek kamar mandi sendiri –sesuatu yang bertentangan dengan kasta mereka- Kasturba menurut patuh.

Kasturba memang tak memiliki kapasitas seperti Mileva Maric yang sangat cerdas dan mampu mengimbangi segala pemikiran intelektual suaminya. Kasturba mungkin tak mengerti mengapa sang suami meninggalkan kehidupan mapan dan memilih berjuang di India.

Satu yang dilakukan Kasturba : patuh.

Ledakan pemikiran, kekuatan semangat, kekeraskepalaan, sikap tak mau tunduk yang umumnya ada di perilaku orang-orang pintar; ternyata dapat diimbangi oleh Kasturba yang sederhana. Boleh jadi ia bukan perempuan brillian, tetapi jelas ia perempuan yang tepat.

 

IQ = Kematangan Kepribadian?

Siapa sih yang tidak ingin punya suami pintar? Siapa yang tidak bangga punya istri cerdas?

Setiap individu rasanya ingin punya pasangan yang dapat dibanggakan kepada orangtua, khalayak, teman-teman. Terkadang, keinginan itu menjadi sesuatu yang sifatnya lahiriah belaka tanpa melihat makna. Yang penting punya suami lulusan S2, dari universitas ternama. Yang penting punya istri dokter atau dosen. Keinginan itu tidaklah salah tetapi harus siap pula konsekuensinya.

Punya suami/istri super pintar akan menghadapi kendala seperti Maric/ Einstein. Orang pintar cenderung tak dapat dibantah dan suka seenaknya sendiri. Mereka kadang juga asosial, tak banyak punya teman, lebih suka bergulat dengan kecamuk pikiran sendiri. Pasangan hidup harus pandai-pandai menjelaskan ke keluarga. Einstein, selalu beperang dengan ayah ibunya ketika menjelaskan sikap Maric yang seringkali tidak manis kepada keluarga besarnya.

Bukan berarti bahwa orang pintar dilarang menikah dengan orang yang juga pintar, lho!

Ada kok dokter spesialis yang berjodoh dengan dokter spesialis, professor dengan professor, politikus dengan politikus, pengusaha dengan pengusaha. Tapi tidak semuanya demikian.

High IQ.png
High IQ

Sikap Anna di awal cerita tidaklah tepat. Memangnya orang IQ 130 harus menikah dengan yang IQ nya 130? Bisa-bisa nggak ada yang mau jadi makmum dan rakyat dalam rumah tangga kalau begitu!

Seorang yang super aktif di kampus dan peraih banyak beasiswa, tak harus mencari orang yang memiliki riwayat hidup sama. Boleh jadi, seorang lelaki yang sangat brilian di akademis, justru cocok dengan gadis yang biasa-biasa pencapaiannya tetapi memiliki sifat rendah hati, mengalah, sederhana dan tidak terlalu menonjol dalam akademis.

Begitupun sebaliknya.

Seorang gadis yang sangat berprestasi tidak harus menikah dengan lelaki yang memiliki segudang penghargaan dan medali. Mungkin, ia justru harus menikah dengan seorang lelaki sederhana yang akan menge-rem segala ambisinya.

IQ tidak segaris lurus dengan kematangan kepribadian. Terkadang, orang berIQ tinggi justru memiliki kemanjaan luarbiasa sehingga pasangannya harus ngemong sepanjang masa! Boleh jadi, yang memiliki IQ hanya rata-rata saja ternyata memiliki pribadi dewasa dan matang. Ia memang agak lambat memutuskan karena harus berpikir dua tiga kali sebelum memutuskan, karirnya pun tak bagus-bagus amat; tetapi ia adalah pendamping setia yang penuh cinta.

Nah, pasangan mana pilihan anda?

Tokoh tenar dengan IQ tinggi (kiri-kanan) :

 Habibie 200, Matt Damon 160, Rap Mon BTS 148, Natalie Portman 140

 

 

 

Kategori
Buku Sinta Yudisia Cinta & Love Oase PSIKOLOGI. PSYCHOLOGY Suami Istri WRITING. SHARING.

Seks : Tempatkanlah di Posisi Mulia (catatan singkat buku Seksologi Pernikahan Islami)

 

Pernah baca Cadas Tanios atau Lady of Camellias?

Dua buku lawas yang ditulis para dedengkot sastra itu menggambarkan bahwa ketika membahas hubungan intim, bahasa kiasan alias bahasa metafora dapat digunakan. Bukan sekedar keindahan sastra penuh makna yang didapat, tetapi juga pembaca mendapatkan sebuah skema di benak : seks memang tidak perlu diungkapkan secara vulgar, tetapi justru segala sarana keluhuran, kemuliaan, keindahan mengiringi.

Padahal, Cadas Tanios bicara perselingkuhan. Lady of Camellias bicara pelacuran.

Di zaman dahulu, orang tak perlu ‘ganas’ ketika membahas seks. Hubungan Lamia dengan kekasihnya dalam Cadas Tanios, cukup diceritakan bahwa kekasihnya menyuapkan sebutir anggur, cahaya musim panas masuk ke ruangan dari celah-celah jendela dan mereka berdua tertawa menikmatinya. Margeurite dalam Lady of Camellias cukup dikisahkan naik ke lantai dua, menemui tamunya salah satu Count terkemuka, mereka masuk kamar dan mematikan lampu.

Apa yang kita pelajari?

Seks adalah perilaku yang harus dilakukan dalam ruang tertutup, dijaga dari dunia sekeliling yang serba ingin tahu dan mengintip, dibahas dengan bahasa sandi yang cukup dapat dirasakan oleh hati dan dapat dipahami pikiran. Seks tidak harus dipertontonkan hingga mata melihat jelas dan telinga mendengar jelas pula.

Bagaimana sekarang?

Pembahasan seks ada di warung-warung internet lewat video game, di film-film, bahkan dalam iklan-iklan. Informasi seks tidak lagi disampaikan oleh pemuka agama, sastrawan, ilmuwan atau orang yang lebih tua; tapi semua orang bisa menyampaikan dengan gaya masing-masing. Akibatnya, informasi tentang seks yang didapatkan bukan saja jauh dari kebenaran, bahkan seringkali membawa informasi menyimpang. Seks bisa dilakukan dimana saja, kapan saja, dengan siapa saja. Yang penting pleasure principle tercapai. Toh itu kebutuhan asasi makhluk hidup dewasa.

Cover PO SENI

Seks : Darimana Memulai

Membahas sesuatu –segala hal- dimulai dari kognisi dan value/beliefs. Kognisi melibatkan informasi, pengetahuan, pemahaman yang dasar. Tetapi ilmu harus didasari nilai. Ilmu tanpa nilai, akan menghasilkan kebenaran semu.

Misal,

Makhluk hidup butuh makan. Setiap hari harus makan. Ini premis yang benar. Tetapi makan bisa menjadi ibadah, bila didasarkan value/beliefs. Memakan makanan halal dapat menjadi proses panjang mulai mencari nafkah halal baik oleh suami atau istri, membelanjakannya dengan tepat, memilih dan memilah, memasaknya, sampai menyajikannya di meja makan, menyuapinya ke mulut anak-anak atau memasukkannya ke mulut sendiri.

Begitupun hubungan seksual.

Pleasure principle ini bisa menjadi pintu keridhoanNya atau malah menjadi pintu kemurkaanNya. Hubungan intim dapat menjadi pintu keberkahan bila dimulai dari pintu pernikahan, bagaimana mencari ilmu terkait hubungan seksual dan bagaimana mengaplikasikannya menjadi perilaku positif yang mendapatkan keberkahan.

Mudahkah?

Panduan dari Quran dan Hadits begitu banyaknya, tetapi pelaksanaannya butuh pemahaman dan pelaksanaan yang bertingkat-tingkat.

Hadits Rasulullah Saw yang intinya “janganlah menolak ajakan suami meski di atas punggung unta,” secara kognitif mudah dipahami. Tetapi secara perilaku? Bagaimana ketika istri menolak karena kelelahan, trauma masa lalu (sexual abuse dll), memiliki gangguan kepribadian atau bahkan merasa enggan karena tidak mencintai suami? Bagaimana pula ketika sebaliknya, suami yang tak punya hasrat pada istri karena pengaruh pornografi, infidelity, lelahnya pekerjaan atau bahkan memang sudah tak punya hasrat lagi?

Semoga buku ini dapat menjadi panduan bagi yang sedang mencari-cari jawaban terkait masalah seksual. Penulis berusaha menggunakan bahasa ilmiah ketika harus menjelaskan tentang hubungan intim, seperti menggunakan istilah sexual intercourse. Perilaku-perilaku seksual yang perlu kita pelajari bersama seperti cinta sejenis, BDSM, oral sex pun dibahas di sini.

 

 

Para istri yang risih karena suami pegang-pegang terus, semoga mendapatkan solusi.

Para suami yang kecewa karena istri selalu bilang ‘tidak’, semoga mendapatkan solusi.

Para remaja yang mungkin ingin tahu seperti apa kehidupan seksual, semoga bisa belajar.

Jangan khawatir, buku ini insyaallah tidak membosankan. Banyak ilustrasi menarik dan yang harus penulis puji, lay outnya keren!