Kategori
ANIME Film Game Jepang Manga Remaja. Teenager Sejarah Islam Tokoh WRITING. SHARING.

Bukan Hanya Eren Jaeger yang Lahir 30 Maret. These are Famous People Who were also Born in 30th March

  1. Anna Sewell, penulis Black Beauty

Black Beauty berkisah tentang kuda hitam dengan segala pertualangannya. Novel ini telah banyak diadaptasi ke dalam berbagai jenis film. Anna Sewell sendiri hanya membuat satu novel yang sukses sepanjang masa. Ia hanya sempat menikmati kesuksesan bukunya selama 5 bulan karena selanjutnya harus menjalani kehidupan di atas pembaringan akibat sakit hepatitis dan tuberculosis yang saat itu belum ada obatnya. Ia meninggal tak lama setelah bukunya diterbitkan dan mendulang sukses.

  • 2. Vincent Van Gogh, pelukis

Vincent adalah seorang guru dan seorang Kristian yang taat. Saat ia mengalami kekecewaan hidup; ia memilih menjadi soliter, berkelana mengamati alam dan mendonasikan hartanya bagi yang membutuhkan. Ia juga sangat rajin mempelajari seni dan mengembangkan seni lukis versi dirinya sendiri. Van Gogh sangat produktif menghasilkan karya seni yang luarbiasa.

  • 3. Eric Clapton, gitaris

Gitaris legendaris dan penyanyi ini ngetop banget dengan lagu-lagu yang memorable sepanjang masa seperti Tears in Heaven. Kalau mau tau gimana indahnya lagu ini bisa klik aja ya link youtube dari Tears in Heaven, Wonderful Tonight

  • 4. Ingvar Kampard, pebisnis

Nama ini mungkin gak terlalu kita kenal. Tapi kalau produknya, pasti kenal, dong! IKEA. Yup. Dulu, hanya tukang atau orang-orang tertentu yang bisa membuat satu barang seperti lemari, rak, meja. IKEA membuat setiap orang mudah merakit barang yang dibutuhkan di rumah, bahkan perempuan sekalipun. Produknya cantik-cantik, mudah membuatnya dan cepat pula memasangnya.

  • 5. Muhammad al Fatih, Mehmet II The Conqueror

Bagi pecinta sinetron Turki, pasti kenal dengan salah satu tokoh legendaris penakluk Konstantinopel di abad pertengahan. Dikenal sebagai Mehmet II The Conqueror atau Mehmet si penakluk. Menaklukkan Konstantinopel di usia yang sangat muda, 21 tahun, dengan menggunakan berbagai teknik perang yang sangat brilian. Salah satunya memindahkan kapal-kapal laut melintasi bukit Galata menuju wilayah Golden Horn (Tanduk Emas)

——————

MY ENGLISH’S STORY :

Non only Eren Jaeger who was born in 30th March.

These are several famous people that you might know.

  1. Anna Sewell, known for her popular book The Black Beauty. Unfortunately, Sewell died just about 5 moths after her book was published. She died because of hepatitis and tuberculosis
  2. Vincent van Gogh, is Netherland painter. His beautiful arts began to well-known in 20th century

  • 3. Eric Clapton. You like love songs? Then you can enjoy the songs from Clapton. You can click here
  • 4. Ingvar Kamprad. You’re probably not recognize him but I’m sure you’re familiar with IKEA. Yup, Kamprad was the founder of IKEA. Famous home furnishing!
  • 5. Mehmet II, the Conqueror. His incredible works when he moved his warships through Galata Hills. He made hills just like a sea!

30th March, today is special day for you the fans of Eren Jaeger (or Eren Yeager). When’s your birthday? Mine is close to Mikasa’s hahaha.

Belajar dari Attack on Titan (2) : Apa Penyebab Kreativitas Hajime Isayama?

Hajime Isayama atau Isayama-sensei mungkin belum termasuk most prolific manga artists sepanjang sejarah manga sejak Astro Boy karya Osamu Tezuka diluncurkan. Tetapi, para penggemarnya di seantero dunia sampai bertanya-tanya ,”Apakah mungkin ada lagi manga series se-epic ini di kemudian hari? Apakah ada anime yang ditunggu-tunggu kehadirannya, sampai para fans berlomba membuat berbagai macam prediksi di akun-akun mereka terkait bagaimana akhir hidup Eren Jeager si tokoh utama?”

Seperti biasa, kalau saya kagum pada seseorang, jadi pingin cari tahu seperti apa sih latar belakangnya? Orangtuanya? Sekolahnya? Kepribadiannya dll? Sama seperti ketika ngefans berat pada Khabib Nurmagomedov yang mengantarkan pada pemahaman bahwa dengan tangan dingin sang ayah, Abdulmanap Nurmagomedov, sosok Khabib bisa muncul.

Berikut adalah beberapa fakta terkait bagaimana kreativitas & imajinasi Isayama-sensei muncul.

  1. Ayahnya melarang ia menjadi mangaka.
  2. Mengalami bullying
  3. Inferior-complex
  4. Desanya mirip Wall of Maria
  5. Kesukaan pada Jurrasic Park
  6. Tetaplah jadi anak-anak!

Poin 1. Well, ternyata ayah Isayama melarang anaknya jadi komikus. Hahaha. Di dunia di mana anima manga menjadi salah satu pemasukan besar bagi negara Jepang, masih ada lho orangtua yang melarang anaknya jadi komikus. Apalagi Indonesia! Tapi ternyata, larangan orangtua bisa jadi sebuah api dalam sekam yang akan meledakkan potensi anak suatu ketika. Jadi, apakah orangtua sebaiknya menyalurkan atau memendam bakat anaknya? Itu ada bahasannya tersendiri nanti.

Poin 2. Isayama mengalami bullying di waktu sekolah. Maka, tokoh antagonis musuh Eren Jeager digambarkan sebagai Titan dengan ukuran 2 m, 10 m, sampai 50 m. Ia mengatakan bahwa seseorang yang di-bully selalu menghadapi tekanan dari pihak  luar yang memiliki fisik besar atau memiliki pengaruh besar. Pengalaman masa kecil sangat berpengaruh pada kreativitas dan imajinasi seseorang.

Poin 3. Inferior complex. Introvert, tak mudah bergaul, asosial, buruk di akademis dan olahraga. Ya, apa yang bisa dibanggakan Isayama di masa sekolah? Cewek tak mendekat, temanpun jarang. Tapi, banyak orang dengan tipe kepribadian ini yang cocok jadi artis. Kesendirian mereka menciptakan satu ruang luas untuk berkreativitas dan berimajinasi. Ruang sunyi yang diramaikan oleh pikiran-pikiran dan gagasan sendiri tentang bagaimana membangun dunia baru – building new world. Banyak mangaka Jepang yang sukses membangun dunia baru dalam kisah-kisahnya. Hikikomori memang salah satu ancaman bagi Jepang. Paradoksnya, bila orang kreatif + introvert bisa menemukan jati dirinya dalam dunia ini, mereka justru bisa berkarya. Tentu, tak semua hikikomori baik, ya! Karena kalau bertahun-tahun mengurung diri juga tak sehat.

Poin 4. Desa kecil Isayama di Oita, dipagari oleh gunung-gunung. Ia sering berpikir, kapan ya bisa keluar dari kampung halaman?  Ia sering merasa terkekang di sana dan ingin sekali melihat dunia luar. Hayo, mirip pemikiran siapakah itu? Yup. Pemikiran Armin Alert dan Eren Jeager untuk keluar dari 3 lapis tembok : Wall of Sina, Wall of Rose, Wall of Maria. Ketika saya menuliskan kisah Hantu Kubah Hijau, setting itu banyak saya ambil dari kota Tegal, tempat asal suami saya. Novel Rose, setting Yogyakarta kota kecil saya. Bulan Nararya, setting Surabaya tempat tinggal saya.

Poin 5. Kenapa tokohnya Titan makan orang? Karena ia terinspirasi dari film Jurrasic Park, tentang bagaimana hewan besar memakan manusia. Banyak seniman terinspriasi dari film-film atau buku masa kecil. Steven Spielberg misalnya.

Poin 6. Tetaplah jadi anak-anak! Waaah, saya terpukau sekali sama quote ini sampai-sampai masuk ke novel online saya di kwikku.com Half of Lemon (https://www.kwikku.com/novel/read/half-of-lemon)

Ketika Isayama diwawancarai, kenapa bisa punya imajinasi begitu dengan cerita yang begitu menakjubkan berikut tokoh-tokoh yang membuat pembaca & penonton sampai termehek-mehek?

“Banyak temanku ketika kecil ingin jadi mangaka. Ketika mereka besar, mereka berhadapan dengan dunia realita. Benturan harapan dan realita membuat mereka harus memilih, seketika itu juga impian mereka pudar. Aku? Sepertinya aku tak pernah tumbuh dewasa dan tetap menjadi anak-anak.”

Kata-kata itu betul-betul inspiring, terutama saya yang seringkali merenung mengapa banyak lelaki/perempuan tidak dewasa ketika usianya sudah mataang. Saya jadi teringat film Big– debut Tom Hanks pertama kali. Film itu berkisah dan mengkritik, mengapa perusahaan mainan justru menyewa tenaga professional orang-orang dewasa yang tidak mengerti untuk apa sebuah mainan diciptakan? Permainan membosankan! Mahal, pula.

Ketika Tom Hanks kecil -dengan bantuan sebuah mesin impian- berubah menjadi dewasa, kelucuan muncul. Tom Hanks dewasa, dengan “children inside” di dalam dirinya, bisa membawa perusahaan mainan tersebut lebih dinamis. Dengan mainan-mainan edukatif yang menyenangkan, bukan hanya mainan mahal yang hanya bertujuan gengsi semata.

Ya.

Bagi sebagian profesi, tetap menjadi anak-anak adalah kunci.

Anak-anak adalah sumber kreativitas dan imajinasi tak terbatas. Mereka tidak takut dicela, tidak takut gagal, tidak takut berbeda. Orang dewasalah yang mengharuskan mereka mengambil patron tertentu.

Tetaplah menjadi anak-anak. Quote itu saya masukkan ke dalam Half of Lemon. Ada banyak anak muda yang resah dengan dirinya :  mengapa aku berbeda dengan yang lain? Mengapa aku masih suka nonton Upin Ipin, suka boneka, suka mainan robot, suka gambar-gambar? Mengapa aku tidak bisa menyukai apa yang disukai orang dewasa? Tidak ingin jadi ASN, tidak ingin masuk fakultas mainstream, tidak sesuai dengan keinginan orangtua?

Sesungguhnya, kedewasaan bukan ditetapkan oleh sekedar kesukaan. Tanggung jawab dan kemandirian, itu lebih menjadi karakter utama. Jadi, kalau ada anak kita yang menekuni dunia anak-anak : guru PAUD, buku cerita anak, komik, animasi, penulis dan dunia kreatif lain; kemungkinan dalam keseharian mereka masih tampak kekanakan dengan ide dan perilaku. Tapi bukan berarti mereka tidak menjadi dewasa dalam pengertian yang sesungguhnya!

Ada kemiripan antara saya dan Isayama-sensei. Mungkin juga kesamaan dengan para penulis dan pekerja kreatif lainnya. Kami, masih punya sisi anak-anak sampai sekarang 😊

Kategori
Gaza Kami Hikmah Jurnal Harian Oase Renungan Hidup dan Kematian Surabaya Tokoh Topik Penting Tulisan Sinta Yudisia WRITING. SHARING.

Protokol Kesunyian

Aku menganggap, dahulu ; kematian sama ramainya seperti kelahiran dan pernikahan. Sanak saudara, tetangga, teman-teman lama, sahabat jauh. Makanan silih berganti tersaji. Saling berpelukan, mengucap salam. Saat kelahiran, satu persatu datang menjenguk teriring doa. Saat pernikahan, satu persatu hadir membawa bingkisan dan doa. Saat kematian, ada kehangatan perhatian dan pelipur lara dari dekapan teman-teman.

Sekarang, aku melihat dunia dengan penduduk 6.000.000.000 manusia ini begitu sunyi.
Jarang lagi kudengar ibu-ibu ngobrol aneka masakan di arisan. Jarang kudengar ibu-ibu berebut tanya pada ustadz pembicara di pengajian. Jarang kudengar anak-anak berebut adzan atau iqomah di masjid.

😞Toko buku yang biasa kusambangi, tutup. Kedai soto tempatku dan keluarga menikmati akhir pekan, tak lagi buka. Penjual minuman coklat kesukaanku, tak lagi tampak. Tukang sol sepatu, penjaja bakso, penjual kue putu, penjual ember keliling; ke mana mereka sekarang? Ke mana orang-orang yang kehadiran mereka menggenapi hari-hariku dengan suara-suara yang unik, suara yang menandakan kehidupan?
Kelahiran yang bisu, pernikahan yang senyap, perdagangan yang sepi; tak seberapa menusuk dibandingkan kematian yang sunyi.

Orang-orang yang kukenal baik, menghilang perlahan dari pandangan mata : aku tak bisa menengok mereka, tak bisa menghibur keluarga mereka, tak bisa betakziyah, apalagi ikut memakamkan. Doa-doa virtual. Pelukan virtual. Airmata virtual. Kata-kata virtual. Berita-berita virtual. Hanya itu yang bisa menyadarkan bahwa aku masih nyata berada di dunia.
Aku, yang bertahun-tahun hidup di keramaian dunia nyata dan dunia media sosial; sekarang merasakan kengerian sunyi yang berdenting-denting di telinga.

🥀Maukah kau ikut merasakan kesunyian yang terkerat di benak?

Sunyi itu ketika ambulan datang, dan semua orang menyingkir menghindar, lantaran takut terkena percikan ludah.
Sunyi itu ketika jam demi jam, waktu demi waktu, sebuah ruang dingin berbau karbol-alkohol membatasi ruang gerak. Dan suara mesin ventilator, gelembung oksigen, menjadi satu-satunya suara di telinga.
Sunyi itu, ketika orang yang lalu lalang adalah perawat, dokter dan yang terakhir : malaikat yang paling dibenci kehadirannya.

Sunyi itu adalah ketika sesedikit mungkin orang yang memandikan mayat, mengakafani, mengantarkan ke peristirahatan terakhir.
Sunyi itu menyakitkan, membenamkan dalam kesenyapan paling pekat dan rasa sepi yang membuat ingin berteriak di manakah semua orang.

Tapi sunyi itu juga yang tetiba membuatmu mendengar suara Tuhanmu : “adakah lagi yang kau sembah selain Aku?”
Dan tetiba kesunyian ini membuatku mendegar suara-suara hatiku yang riuh rendah dalam percakapan monolog. Suara yang selama ini tergantikan dengan kebisingan Instagram, facebook, twitter, line, whatsapp, dan ratusan hingga ribuan email yang masuk setiap tahun.

🥀Kesunyian ini tetiba membuatku menemukan potongan diriku yang hilang : bahwa dulu aku tidak seperti ini. Bahwa dulu aku adalah orang yang tenang, waspada, senang dengan kebijaksanaan, mendahulukan kehati-hatian. Aku sejatinya bukan orang tebruru-buru, yang ceroboh dan sembarangan, yang suka memburu sesuatu tanpa perhitungan.
Sunyi itu tetiba membuatku suka becakap-cakap dengan Tuhan, bahkan aku berbincang denganNya sesaat sebelum tidur dan bertanya : Tuhan, apakah aku masih bisa bernafas esokhari? Sebelum sunyi ini aku akan melihat apa berita terakhir di whatasapp dan Instagram.

🥀Dalam protokol kesunyian yang terpampang : ketika orang demikian sendiri dalam kematian, aku seperti berkaca tentang diriku sendiri kelak. Aku mungkin akan selamat dari Covid, tapi aku pasti akan berakhir pula dalam kesunyian.
Dan ketika semua pelayat sudah pulang, ketika tangis orang-orang sudah terhapuskan, ketika malaikat Izrail sudah menuntaskan tugas : tinggalah aku sendiri di ujung pemakaman. Sunyi. Tanpa teman. Aku menggigil ketakutan, tak tahu siapakah yang bisa kumintai tolong untuk menghalau sunyi yang menikam. Dan saat itu, aku baru mendengar suara Tuhan : ”adakah lagi yang kau sembah selain Aku?”

Kita mati karena corona atau sakit lainnya
Kita akan selalu sendiri pada akhirnya
Protokol sunyi ini hanya sebuah jalan yang harus dilalui
Masanya nanti, kita hanya menemui Tuhan seorang diri

Untuk para guru kehidupanku, sahabat-sahabatku yang telah lebih dahulu berpulang .

💔Everything in this world is not everlasting

⌛️Catatan untuk kepergian :

🥀Bapak Heri Utomo
🥀Ustadz Hilmi Aminuddin
🥀Dr. Arief Basuki (kami pernah bersama tahun 2009 dalam lawatan ke Gaza)

Kategori
Artikel/Opini BERITA Hikmah Oase PSIKOLOGI. PSYCHOLOGY Renungan Hidup dan Kematian Tokoh Topik Penting

Hikmah Coronavirus ( Covid – 19)

Lockdown. Death toll. Banned. Precaution. Pandemic.

Melihat berita-berita luar negeri dan dalam negeri ngeri rasanya. Kondisi di hampir semua negeri sama. Saya tak akan menambahi kepanikan dan stress. Justru ingin melihat hikmah di balik terjadinya pandemic yang tak pernah diperkirakan akan terjadi di awal 2020  yang penuh harapan ini. Memang, bila diperhitungkan secara ekonomis banyak sekali kerugian yang diderita. Sektor pariwisata, perhubungan baik darat-laut-udara, perdagangan, pendidikan, dsb. But, there’s always blessing in disguise, right? Selalu ada hikmah di balik musibah.

  1. Waktu lebih banyak di rumah.  Masih teringat jelas kasus NF, remaja yang membunuh anak perempuan 5 tahun. Kekeringan psikologis dalam keluarga dapat menyebabkan penyakit yang tak kalah dengan Covid-19. Anak-anak yang libur sekolah, mahasiswa yang dihimbau pulang ke kampung halaman, larangan untuk banyak berada di luar ruangan; menyebabkan mau tak mau orang berada di dalam rumah. Ini saatnya untuk konsolidasi keluarga. Ngobrol, curhat, bercanda. Hal ini bisa menyirami kembali kekeringan psikologis. Saling bertatapan, mendengarkan cerita, akan dapat menyebabkan cinta dan kasih sayang bersemi kembali.
  2. Kesadaran kesehatan. Sebelum ini, begitu banyak orang meremehkan hal-hal baik terkait kesehatan. Orang rela begadang nonton dan nongkrong. Rela capek-capek jalan-jalan. Lebih suka makan junk food daripada makan sayur buah. Sekarang; orang memburu sayur dan buah. Lebih memperhatikan waktu istirahat. Ini adalah kecenderungan hidup yang lebih baik
  3. Kesadaran diri. Apakah kita menyadari bahwa tubuh sudah lelah, agak demam, sedikit nyeri di sana sini? Tuntutan hidup di kota metropolis dan kebutuhan finansial, kadang membuat kita mengabaikan alarm kecil tubuh. Nanti kalau betul-betul ambruk, baru sadar. Banyak teman saya dan teman suami yang tahu-tahu….meninggal karena jantung, stroke, bahkan kanker! Begitu tidak berharganya tubuh kita sehingga terus diforsir untuk memenuhi kebutuhan eknomi. Sekarang, kita akan mencoba amanah terhadap titipan Tuhan ini. Tenggorokan kering, kepala pening, nyeri sendi; pertanda sudah waktunya istirahat. Dan, seiiring tubuh diistirahatkan, pikiran insyaallah istirahat. Kontemplasi dan perenungan bisa berjalan. Berapa banyak orang yang kondisinya sakit, punya waktu untuk berpikir bisa menemukan rumusan bijak dan menyarankan pada orang lain ,”Kalau sudah sakit seperti ini, uang nggak ada harganya. Yang saya pikirkan istri dan anak-anak.”

4. Kembali ke alam. Anda nggak suka jamu? Biasanya lelaki dan bapak-bapak jarang suka. Dengan kasus coronavirus, orang mulai memperhatikan kekayaan alam negeri sendiri : empon-empon. Sebagai orang Yogya (Jawa Tengah), minum jamu kunir asem, beras kencur, temulawak sudah biasa. Sebagai warga Surabaya (Jawa Timur) , sering banget menemukan anak minum sinom. Minuman ini biasa dijual di mana-mana : di kantin, rumah makan, pasar, pinggir jalan, kemasan dll. Segala tingkatan usia minum. Tapi ternyata nggak semua orang suka rasanya. Sekarang, nyaris setiap warga Indonesia mencoba mencicipi berbagai minuman yang berasal dari empon-empon. Dicampur madu juga oke. Bukankah minuman ini lebih baik daripada konsumsi minuman kemasan yang banyak mengandung zat aditif dan gula?

  1. Berhemat sumber daya. Kita tidak tahu sampai kapan pandemic Covid-19 akan berjalan. Selama ini, kita merasa alam akan terus melayani tanpa habis. Membuang air, makanan, minuman, bahan bakar; sudah biasa kita lakukan. Sekarang, kita akan belajar untuk hidup hemat dengan apa yang ada. Makan apa yang ada, tidak perlu ikut heboh menumpuk sembako yang akan menimbulkan keriuhan. Makan masak sendiri dengan bahan-bahan yang mampu di dapat dari sekitar.
  2. Kesadaran kematian. Kesadaran tentang kematian tidaklah selalu buruk. Ketika orang menyangka waktunya lebih banyak, ia akan berfoya-foya dengan harta dan waktu. Saat menyadari hidupnya dekat kematian, ia akan lebih banyak disibukkan oleh sesuatu yang berguna. “Ketakutan pada kematian disebabkan ketakutan pada hidup. Mereka yang hidup penuh manfaat siap mati kapan saja, “ demikian kata Mark Twain.

Sekarang , kita benar-benar berhitung terkait waktu rahasia yang kita miliki. Oke, konon kabarnya Covid-19 fatal untuk orangtua, anak-anak, orang yang sudah punya riwayat penyakit. Who knows? Siapapun kita, mulai mencoba hidup baik dan tidak main-main dengan kematian. Kematian bukan untuk menimbulkan kepanikan, tapi kewaspadaan.

  • Kerendah hatian. Sebelum ini, mungkin kita merasa menguasai segala sesuatu. Toh, zaman sudah canggih. Teknologi, komunikasi, kesehatan, transportasi, dsb membuat kita lupa bahwa sepanjang sejarah manusia; manusia sebetulnya bukan makhluk superior sama sekali. Kita bisa dikalahkan oleh belalang, tikus, air, api, dan salah satunya oleh virus. Kerendah hatian membuat kita lebih memilih sikap dan perilaku mulia; utamanya terhadap sesama manusia. Sikap rendah hati membuat kita sekarang mau mendengar nasehat orang lain, mau bekerja sama dengan pihak lain, mau menahan diri, mau melihat dunia dari perspektif berbeda.

Tuhan tidak sedang bermain dadu. God does not play dice. Albert Einstein merumuskan demikian. Tuhan bukan Dzat iseng yang menggulirkan sesuatu tanpa perhitungan. Ia Maha Menghitung hingga sekecil-kecilnya. Pasti, sudah disiapkan scenario berharga bagi ummat manusia hingga hal ini terjadi. Kemiskinan membuat orang berjuang keras untuk menjadi sukses. Peperangan membuat orang menyadari betapa sakitnya menjadi korban dan berupaya mencari jalan bagi perdamaian. Derita sakit membuat kita mencoba untuk hidup melawan ketakutan : bagaimana bertahan dan melalui semua dengan upaya sebaik-baiknya.

Saya? Alhamdulillah. Anak-anak akhirnya harus berkumpul bersama dan kami punya  waktu lebih banyak untuk mengobrol, merancang masa depan, saling menasehati.

Kalau anda?

(Gambar fitur header diambil dari

https://news.detik.com/berita/d-4929528/tentang-empon-empon-yang-disebut-bisa-tangkal-virus-corona-di-indonesia)

Kategori
Oase PSIKOLOGI. PSYCHOLOGY Rahasia Perempuan Tokoh Tulisan Sinta Yudisia WRITING. SHARING.

Kepribadian para Finalis American’s Next Top Model

Beberapa waktu yang lalu saya nonton American’s Next Top Model season 24.

Televisi di rumah jarang banget nyala, jadi pas di hotel karena satu acara, mencoba menikmati berbagai informasi berita sembari duduk tenang. Acara yang dipandu Tyra Banks itu cukup mengasyikkan. Bagaimana menjaring calon-calon foto model dari berbagai kalangan. Di ujung audisi terjaring 4 orang :  Shanice Carroll, Khrystyana Kazakova, Jeana Turner dan Kyla Coleman.

Kyla, Jeane, Khrystyana.jpg
ANTM season 24 : Kyla, Jeane, Khrystyana

4 cewek ini cantik-cantik. Shanice berkulit hitam manis. Khrystyana dapat anda tebak : kecantikan khas Rusia yang menawan. Kyla berdarah campuran, dan Jeana punya magnet tertentu. Sepanjang nonton ANTM saya baru tahu, “Ya, ampun. Susah banget jadi model. Dia harus pintar menerjemahkan perintah fotografer.”

Dan, hujan kritik berhamburan dari para panelis.

  • Shanice, kamu terlalu tinggi mengangkat dagu.
  • Khrystyana, kamu penggugup.
  • Jeana, kamu terlalu seksi. Ini iklan shampoo! Bukan pakaian dalam! (ANTM season 24 disponsori Pantene).
  • Kyla, ekspresimu harus lebih bicara.

tyra-banks.jpg
Tyra Banks

Dan foto itu diambil ratusan take. Cuma untuk mengambil 1 gambar terbaik! Panelis benar-benar pedas ketika mengkritik. Itulah sebabnya saya baru tahu, bahwa top model dunia harus ber IQ tinggi agar komunikasi nyambung.  Tyra Banks, host ANTM sendiri memiliki IQ 120. Dan ketika dikritik, reaksi dari peserta akan diamati.

Tahukah anda apa yang menjadi titik tekan dari 4 finalis yang akan terpilih melaju lebih lanjut ke final? Attitude. Perilaku yang muncul dari personality alias kepribadian. Sepanjang karantina, para model direkam dalam tajuk “Beauty in Raw”atau “Beauty in Personality.”

Saya ngefans Khrystyana, tapi ia memang penggugup berat dan sering kehilangan rasa percaya diri. PaAdahal cantiknya luarbiasa, dengan tubuh tinggi dan rambut lebat yang pirang! Ternya orang cantik gak selalu punya self esteem baik. Ketika di ujung audisi  tinggal tersisa 2 : Jeane dan Kyla, saya piker Jeane yang akan lolos. Kenapa?

Kyla masih mentah banget. Ia cantik tapi nggak sekuat Jeane berkarakter di depan kamera. Jeane bertubuh mungil , bermata tajam, dengan dengan wajah sempurna dan selalu membuat orang terpaku ketika bertemu.

Tapi…Kyla yang menang. Wajah Kyla biasa, personalitynya yang hangat dan jebakan-jebakan karantina membuatnya menang. Apa saja kritik juri buat Jeane ketika perdebatan sengit harus memenangkan Jeane atau Kyla?

“Jeane sudah nggak bisa berubah. Dia kaku. Dia nggak mau mendengar masukan. Dia nggak akan bisa berkembang.”

“Kyla mau belajar. Dia  mau berproses.”

ANTM 24 - Kyla, Khrystyana, Shanice.jpg
Persahabatan Kyla, Khrystyana, Shanice para finalis ANTM season 24

Sepanjang masa akhir karantina, Shanice – Kyla – Khrystyana menjadi sahabat akrab. Mereka saling diskusi, bercanda, saling memberikan semangat. Jeane berbeda. Ia angkuh, lebih suka menyendiri, enggan bergabung dan cenderung meremehkan oranglain. Wajar saja demikian. Jeane sudah menjadi model professional dan ANTM kali ini adalah kali kedua ia masuk babak final! Berbeda dengan Shanice – Khrystyana apalagi Kyla yang masih mentah tentang dunia modelling.

Personality memegang peranan penting. Attitude sangat mempengaruhi karir seseorang, bahkan ketika ia bersaing di dunia Top Model yang bagi orang hanya sekedar pamer badan. Konon kabarnya, iklan Pantene akan memilih seorang Angel yang menjadi duta shampoo mereka dengan syarat sangat ketat. Salah satunya harus memiliki kepribadian yang baik .

Pada akhirnya saya mengerti kenapa panelis memilih Kyla Coleman.

Ia bicara gagap. Ia hanya pelayan Starbuck. Tapi ia peduli rasisme. Ia juga pernah menjadi guru volunteer anak-anak berkebutuhan khusus. Ia mampu bersikap bijak ketika kontestan lain menjulukinya “stupid!” . Ia rendah hati, mau mendengarkan orang lain.

Ketika ia mewakili ANTM season 24, netizen serempak memberi selamat kepada Kyla :  gadis muda yang sama sekali tak pernah berpikir jadi model karena keluarganya hanya kalangan menengah ke bawah.

Saya nggak terlalu mengikuti tayangan pemilihan miss universe dan sejenisnya.

Tapi saya suka cara panelis meloloskan pemenang  ANTM : personality dan attitude itu penting banget buat  public figure. Meski hanya kecantikan dan tubuh mereka yang menjadi modal utama dalam bekerja, orang tetap akan menyorot kehidupan sehari-hari. Kata-katanya. Perilakunya. Jadi kalau ada artis yang terekam bangun tidur ngamuk-ngamuk ke ART, selebritas yang memamerkan isi saldo ATMnya yang 40 juta “sekedar buat jajan aja”, harga tas seorang artis 2 M …hmmm. Gimana ya. Di satu sisi mungkin itu untuk menunjukkan buah jerih payahnya dan bagus untuk mendorong anak muda : tuh, jadi youtuber juga bisa loh punya penghasilan besar.

Di sisi lain, saya jadi miris juga. Ketika berita berseliweran memperlihatkan betapa kesenjangan social masih menjadi PR besar untuk bangsa kita. Kriminalitas karena kemiskinan, bencana social dan lain sebagainya; menyoroti kehidupan selebritis harus benar-benar dipilah dan dipilih untuk ditayangkan. Rasanya perih juga, mendengar orang-orang dengan gangguan psikis dan fisik tak mampu berobat karena kekurangan biaya sementara para selebritis mengumbar jumlah tabungannya. (Jangan bicara BPJS ya, karena kalau orang sakit bukan hanya sekedar bicara asuransi. Ongkos PP penunggu, logistic orang-orang di sekitar si sakit, dlsb. Apalagi jika yang sakit kepala keluarga)

Kehidupan seorang selebritis pasti akan menjadi pro kontra. Mereka tentu tak bisa kita paksa untuk hidup sederhana karena pekerjaan menuntut seperti itu. Saya maklum ketika baju artis harus 20 juta, karena ia harus tampil di depan public. Gak mungkin dia pakai baju saya yang murah meriah kan? Tetapi, peng eksposan berita itu yang bisa multitafsir.

Saya ingat seorang artis Michelle Adams, yang nggak punya media social karena memang nggak merasa butuh. Atau Tom Hanks yang tetap setia dengan istrinya yang telah dinikahi 30 tahun. Atau Keanu Reeves yang sederhana. Kehidupan positif artis macam itu rasanya perlu dipublish agar masyarakat yang sudah banyak problema menjadi terpompa semangatnya.

Stasiun televise perlu meramu kode etik tentang hal-hal yang perlu ditayangkan ke public dan mana yang tidak perlu. Kehidupan Maudy Ayunda yang sedang studi ke luar negeri, atau gimana beratnya latihan menyanyi para penyanyi, atau gimana repotnya artis membagi waktu antara sekolah-shooting/ kuliah-shooting, gimana kehidupan seorang dokter dan artis macam Nyctagina dan Lula Kamal; rasanya perlu ditayangkan. Prestasi para artis, tantangan profesi mereka, apa cita-cita mereka kalau sudah nggak laku lagi, kepribadian mereka, bagaimana kehidupan ketika mereka masih susah dulu. Bukan bercerita tentang kekayaan dan tabungan finansial yang itu sebetulnya menjadi arsip paling pribadi.

 

 

Semoga para public figure kita senantiasa dalam perlindungan dan keberkahan Allah Swt, aamiin.

 

Kategori
Oase Renungan Hidup dan Kematian Tokoh WRITING. SHARING.

Beberapa Nasehat Terbaik B.J. Habibie

 

 

 

انا لله وانا اليه راجعون

Telah pergi salah satu putra terbaik bangsa Indonesia, bapak Bacharuddin Jusuf  Habibie.

Mantan Presiden  Ri , Habibie wafat.png

Airmata rasanya mengalir begitu saja, terisak tanpa dapat ditahan. Meski  aku dan sebagian besar kita belum pernah bertemu langsung, tapi banyak hal yang bisa kita pelajari. Malam ini, kuambil dari rak buku salah satu buku favoritku : Total Habibie, karya A. Makmur Makka dari penerbit Edelweiss. Ada banyak hal yang dapat diambil dari buku ini. Romantisme suami istri, perjuangan sebuah keluarga, hingga visi misi sebagai bapak bangsa.

BJ Habibie, cover buku
Total Habibie : penerbit Edelweiss

Tidak mudah menjadi kepala negara bagi 200 juta orang dengan suku bangsa sejumlah 800an. Kebiasaan, adat istiadat, cara berpikir, cara berbahasa dan banyak lagi; sangat berbeda. Tetapi BJ Habibie memiliki terobosan-terobosan spektakuler. Beliau selalu mendorong anak bangsa untuk bermimpi dan bercita-cita besar. Fokus bangsa pada pencapaian, prestasi, keberhasilan sehingga kepala  kita dipenuhi keinginan untuk bagaimana meraih prestasi setinggi-tingginya.

Otaknya Jerman, hatinya Mekkah. Itu nasehat singkat beliau yang sangat mengena bagi anak muda dan generasi penerus. Pintar saja tak cukup kalau moralnya busuk. Sebaliknya, moral luhur tanpa bekal kecerdasan juga tak akan mampu bersaing di era global

Ada beberapa gagasan dan pendapat beliau yang patut dicontoh dan semoga terwujud segera :

  1. Gandakan diri jadi 1000, jika engkau merasa sukses.

BJ Habibie & 1000.jpg

Sebagaimana Habibie bertekad menggandakan dirinya minimal menjadi 1000 orang. Ia selalu mendorong anak bangsa untuk berprestasi tinggi. Dalam buku Total Habibie, beliau mengambil contoh orang Jepang yang suka berteriak banzaaaiii untuk menyemangati rekan kerjanya yang sukses. Indonesia, memiliki ciri iri hati dan dengki yang harus dihilangkan. Ketika melihat orang lain sukses, harusnya memberi semangat agar ia naik lebih tinggi lagi. Ketika kita sendiri sukses, harus mampu menggandakan menjadi 1000 orang dan jangan bangga menjadi pintar & kaya sendirian.

 

 

  1. Jadilah anak bangsa yang memiliki produk andalan dan unggulan.

Andalan & unggulan.jpg

Apa beda andalan dan unggulan? Banyak orang memiliki produk andalan, tapi bukan unggulan. Produk andalan itu bagus dijual, tetapi bukan satu-satunya produk di pasaran. Alangkah baiknya bila sebuah produk itu andalan dan unggulan. Misal, Indonesia memproduksi N250 Gatotkaca IPTN. Itu adalah produk andalan sekaligus unggulan. Dari 180 negara hanya 15 negara yang bisa membuat pesawat, salah satunya Indonesia.

 

 

 

 

 

  1. Ilmuwan harus mengubah teori.

Saya memahaminya begini :

Sebuah teori, terutama konsep sosial, terbangun oleh situasi. Misal “orang miskin tidak dapat mencapai tingkatan tinggi karena tak punya uang untuk sekolah.” Seorang ilmuwan harus mampu mengubah teori itu. Orang miskin tidak dapat mencapai tingkatan tinggi jika tidak punya kemauan belajar. Orang  kaya tidak dapat mencapai tingkatan tinggi jika tidak punya kemauan belajar.

Jadi seorang ilmuwan jangan hanya taat pada teori tetapi harus mampu menciptakan teori baru atau bahkan mengubah paradigm teori yang implementasinya merugikan.

  1. Jangan memiliki mental kasir.

Kasir adalah orang yang senang menerima uang.

Membangun sebuah bangsa yang besar, tolok ukurnya memang tidak memiliki kekayaan material dalam jangka waktu dekat. Tetapi SDM harus dibangun dengan biaya sangat mahal. Negara kita sangat paradox : kaya tapi miskin, indah tapi jelek.

  1. Setiap kita , baik individu dan bangsa, harus berupaya mandiri.

Sebuah bangsa, jangan hanya mau tunduk pada kepentingan asing. Begitupun setiap individu, harus be;ajar mandiri dalam segala aspek agar memiliki kedaulatan pribadi dan kemampuan untuk berkembang optimal.

  1. Masih banyak lagi pidato dan nasehat-nasehat beliau yang sangat berharga untuk disimak.

Kemesraan ibu Ainun dan pak Habibie yang sangat lekat di benak dan hati bangsa Indonesia. Love both of you. May Allah grant with jannah.

 

Ah, kenapa hatiku sedih sekali?

Rasanya seperti merasa kosong dan hampa.

Aku ingat caranya berbicara yang meledak-ledak, sangat antusias dengan mata yang berbinar. Ingat keshalihan dirinya sebagai kepala negara. Ingat betapa setia dan mesranya pada bu Ainun Habibie.

Semoga Allah mengabulkan cita-cita pak Habibie : gandakan bagi bangsa ini 1000 orang, 100.000 orang, sebanyak mungkin yang Engkau Ridhoi seperti Habibie, ya Allah.

 

(Cuplikan-cuplikan  halaman berasal dari buku Total Habibie, karya A. Makmur Makka, penerbit Edelweiss, Depok – 2013)

 

Kategori
Oase Tulisan Sinta Yudisia WRITING. SHARING.

Fanpage Sinta Yudisia

https://m.facebook.com/SintaYudisiaWisudanti/

Akhirnya,  setelah punya 2 Facebook bernama Sinta Yudisia dan Sinta Yudisia II, keduanya full. Maka daripada buat Sinta Yudisia 3, lebih baik buat akun fanpage.

 

Semoga bermanfaat untuk silaturrahim 😊😊💕💞💖