Pejabat, Pengusaha, Artis : benarkah memakai  dukun, klenik,susuk dan bala tentara jin?

 

 

Santet, vodoo, cenayang, paranormal, dukun, orang pintar, susuk dan yang sejenisnya sangat akrab di semua kalangan. Tidak terbatas hanya kalangan masyarakat bawah dan kurang terpelajar, bahkan orang-orang terpelajar pun mempercayai hal-hal ghaib yang terkadang di luar nalar. Sebagai orang beragama, kadang batas antara iman dan syirik demikian tipisnya. Percaya pada hal ghaib, termasuk keberadaan malaikat dan setan; dan pecaya pula bahwa para dukun , kiai (kata ‘kiai’ mengalami pergeseran makna di beberapa kalangan sebagai orang ‘pintar’) mampu membawa – setidaknya membantu- orang-orang yang datang kepada mereka mencapai tujuan tertentu.

susuk

Beragam susuk

 

Produk perdagangan ghaib

Saya bukan pakar dalam hal ini tapi beberapa teman memiliki kisah unik.

Susuk salah satunya.

Sahabat saya, paras wajahnya sangat manis. Ia bercerita demikian.

“Aku pernah diajak nenekku di kampung untuk datang ke orang pintar. Aku mau dipasangi susuk. Maklum kalau di kampung, biar cepat kawin, Mbak. Aku lihat sendiri temanku dipasangi susuk. Dua mutiara diletakkan di alisnya dan menghilang tiba-tiba. Waktu itu saking takutnya, aku malah lari dan nggak mau. Untung sekarang aku tahu kalau itu syirik.”

Barang pusaka, adalah produk yang lain.

Legenda tanah Jawa banyak sekali melibatkan keberadaan barang pusaka. Keris Nogososro Sabukinten, Bende Mataram, Keris Mpu Gandring adalah sedikit contoh. Konon kabarnya, tidak ada raja-raja di tanah Jawa yang tidak menikahi Nyai Roro Kidul serta tidak memiliki benda pusaka. Untuk jadi penguasa di tanah Jawa, seseoran gharus memiliki benda pusaka.

keris-pusaka

Keris dengan beragam lekuk

Seorang sahabat, beliau penulis senior yang suka sekali menuliskan cerita sejarah bercerita.

“Aku senang menulis cerita sejarah, khususnya Jawa. Sampai-sampai aku ke beberapa tempat di luar negeri untuk mengumpulkan data. Di rumahku, banyak hibah benda pusaka dari kolega. Benda-benda pusaka itu macam-macam, ada yang kosong, ada yang ‘isi’.

Aku sendiri tidak pernah tahu yang mana benda pusaka yang memiliki tuah. Hanya saja anak-anakku pernah protes. Aku menyimpang benda-benda pusaka di suatu ruangan khusus. Kata anak-anak, mereka sering mendengar suara aneh, percakapan, makhluk-makhluk yang melintas. Akhirnya, satu demi satu barang pusaka itu aku lepaskan pada orang yang mau.”

Bunga.

Seorang teman yang memiliki Spa muslimah memiliki cerita unik. Sebagai seorang muslimah yang mencoba taat dalam agama, sahabat saya ini insyaallah tidak memakai perantara apapun selain doa dan niat ikhlas. Ia membuka Spa muslimah melihat animo masyarakat yang begitu gandrung pada salon serta produk kecantikan. Spa-nya alhamdulillah laris, buka dari jam 9 pagi hingga jam 7 malam.

Suatu ketika ada tetangga yang bertanya.

“Bu, laris banget yan salon dan spa-nya?”

“Alhamdulillah.”

“Saking larisnya sampai buka hampir dini hari.”

“Kami buka sampai jam 7 malam.”

“Ah, tetangga-tetangga disini sering dengar gunting rambut, hair dryer sampai jam 11 malam, Bu.”

Teman saya curiga dan menanyakan anak buahnya. Mungkin saja ada yang melayani sahabat atau saudara di jam-jam sekian. Para anak buah menggeleng dan mereka pulang jam 7 malam. Lagipula, tidak ada acara lembur kalau tidak ada pesanan kondangan atau musim wisuda.

Dari cerita para tetangga yang bersaksi bahwa kegiatan salon tetap berjalan setiap malam hingga nyaris dini hari, teman saya mulai merasa ada yang salah. Ia bertanya pada sesama kolega pengusaha salon.

“Wah, hati-hati, Bu,” kata pengusaha yang lain. “Dulu salon saya disantet orang. Setiap orang yang duduk untuk potong rambut atau perawatan muka, mencium bau busuk tidak karuan sehingga mereka langsung bangkit dan pulang. Solusinya ya datang ke orang pintar.”

Teman saya tidak ingin terjebak dalam syirik, maka beliau lantas meminta saran dari pakar syariah. Jawaban yang didapat lebih masuk akal : Spa muslimah menggunakan bahan-bahan alami termasuk bunga-bunga asli, bukan sekedar sabun dan lulur yang sudah jadi. Bunga-bunga adalah salah satu makanan kesukaan bangsa jin. Jadi, Spa tersebut kemungkinan menjadi tempat jin berpesta pora. Akhirnya, sahabat muslimah saya tersebut menjelaskan pada anak buahnya bahwa sebelum masuk kerja mereka harus baca ma’tsurat demikian pula saat petang . Salon mereka sepekan sekali mengadakan pengajian. Sholat berjamaah sebisa mungkin dilakukan di antara karyawati yang perempuan semua, kejujuran ditegakkan, dan segala sunnah Rasul dijalankan. Alhamdulillah perlahan, agenda ‘klothekan’ makhluk halus yang memakai salon di malam hari hilang.

Dalam berinteraksi dengan makhluk ghaib yang dianggap menjadi ‘Tuhan’ yang dapat mengambulkan permintaan, ada barang-barang bertuah yang menjadi perantara antara manusia dengan jin. Barang-barang ini bermacam-macam bentuknya mulai senjata yang diletakkan di bawah tempat tidur, susuk yang dipasang di bagian tubuh tertentu, atau sesajen yang diletakkan di sudut rumah.

Kita akan sangat berhati-hati untuk meletakkan barang-barang tertentu di rumah kita. Patung, lukisan, barang pusaka, hiasan, akan menjadi sebab perantara hubungan ghaib antara manusia dan jin. Kejadian-kejadian di atas menjadi bukti bahwa siapapun, bila ingin, dapat mengambil jalan pintas menuju cita-cita yang diingiinkan.

Ingin cantik, ingin kaya, ingin terkenal, ingin berkuasa; bila tidak mau mengambil jalur yang biasa maka barang-barang perantara tersebut mudah didapat.

Sebagai pedagang, pasti mengalami surut pasang, laba rugi, naik turun. Bahkan mengalami masa pailit yang sangat-sangat pahit. Bila tidak bersabar dan meyakini rizqi dari Allah Swt, maka ingin rasanya dagangan cepat laris. Uang bertambah-tambah. Kecantikan menuai pujian, apalagi pekerjaan yang memerlukan tampilan fisik seperti penyanyi, penari, artis, peragawati dsb.

 

Orang-orang yang mampu melihat hal ghaib

Beberapa teman memiliki kemampuan ajaib melihat sesuatu diluar mata manusia. sahabat perempuan saya di SMA pernah berbisik.

clairvoyance

“Sin, hari ini kamu mau ikut lomba ya?”

“Iya. Kenapa?”

“Aneh. Biasanya aku senang banget kamu ikut lomba, hari ini kok perasaanku gak enak ya.”

Benar saja, saya kalah hari itu.

Sahabat saya yang lain, sebut namanya Indah,  malah lebih dari sekedar melihat.

“Aku dan adikku, bu Sinta, kami berdua bisa lihat yang aneh-aneh. Setiap malam kami tidur berdua, yang namanya ranjang itu bisa bolak balik gak karuan. Kalau bantal guling kena tendang, mungkin kami lasak banget pas tidur. Tapi kalau ranjang sudah ubah posisi, nah! Aku selalu tahu apa yang akan terjadi apda teman-temanku. Sampai-sampai, aku menderita sekali. Sebab sahabatku, cowok cewek mereka pacaran lama, aku tahu mereka nggak akan nikah meski saling mencintai. Aku mau bilang apa, tapi aku sedih banget. Ternyata benar! Mereka nggak jadi nikah. Setelah aku sadar mampu melihat hal-hal jauh ke depan bukan malah mengasyikkan, aku minta diruqyah. Sepertinya ini keturunan. Alhamdulillah hidupku sekarang normal.”

Tidak semua orang seperti Indah.

Ada seseorang yang ia memiliki kemampuan ‘lebih’. Pernah nonton Kungfu Hustle kan? Ada orang yang juga hanya membaca sekali cerita silat, ia langsung mampu memukul kayu hingga terbelah. Sayangnya, ia beranggapan apa yang dimilikinya gift dari Allah dan tidak mau mencari pemahaman lebih jauh apakah itu berkaitan dengan sisi aqidah atau tidak.

Ada orang-orang yang mampu melihat hal ghaib.

Bagi yang ingin menjadi dukun atau orang pintar, kemampuan itu dimanfaatkan untuk membantu orang (atau sebenarnya malah mencelakakannya). Meski tidak semua orang pintar, atau dukun ini jahat, ya!

Dulu, keluarga kami sering mengalami hal aneh. Ibuku punya perusahaan, dan seringkali uangnya hilang. Setelah datang ke orang pintar, ibu mendapat masukan.

“Ibu sedang disantet.”

“Terus bagaimana, Kiai?”

Ada yang bilang santet dapat dikembalikan pada pengirimnya.

“Kita cukup tahu Ibu disantet. Kalau dikembalikan , itu tipudaya syaithon. Iya kalau si X yang benar-benar nyantet, kalau Ibu mengembalikan santet pada si X dan bukan si X pelakunya? Sempurna sudah syaithon memperdaya sana sini.”

“Terus bagaimana?” ibu gelisah.

“Ibu perbanyak sholat malam dan shodaqoh saja.”

Alhamdulillah, meski perusahaan Ibu bangkrut dan aset-aset terjual, kami sekeluarga sehat-sehat semua dan mendapatkan banyak pembelajaran agama terkait sabar, rezeqi, sedekah dan lain-lain. Lambat laun keluarga kami yang pernah amat sangat terpuruk ekonomi bangkit satu demi satu.

Andai kata dulu kami main perdukunan, tentu kami tetap kaya raya tapi naudzubillahi mindzalik…entah apa jadinya.

Ada banyak orang sakti di sekeliling kita yang mendapatkan kesaktian karena memang ngelmu atau sengaja menimba ilmu kebatinan, ada yang karena keturunan. Yang menjadi sakti inipun ada yang pada akhirnya menyadari bahwa tidak ada kekuasaan yang pantas diagungkan kecuali Allah Swt. Meminta bantuan pada orang pintar, jin dan bala tentaranya sekilas terlihat memberikan solusi namun sesungguhnya makin membuat orang terpuruk dalam masalah.

Banyak orang pintar, dukun, kiai yang bersedia membantu sekalipun dengan bantuan jin. Tapi umumnya mereka memberikan syarat dan pemahaman, bahwa klien bersedia memikul akibatnya. Mereka tidak serta merta memberikan banga pusaka, barang mahar (istilahnya) tanpa memberikan keterangan apa saja yang diminta jin sebagai imbalan. Bukan rahasia lagi bahwa bangsa jin yang menyesatkan manusia, mereka kejam luarbiasa. Mereka meminta tumbal anak-anak, pasangan, karyawan-karyawan dan bila semua tumbal telah habis makan bangkrutlah sudah kekayaan.

Barulah setelah tercapai kesepakatan, dilaluilah perjanjian.

Sungguh benar. Tidak ada perdagangan yang lebih menguntungkan selain perdagangan dengan Allah Swt.

Sesungguhnya Allah membeli dari orang-orang mukmin, baik diri maupun harta mereka dengan memebrikan surga untuk mereka. Mereka berperang di jalan Allah sehingga mereka membunuh atau  terbunuh(sebagai) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya selain Allah? Maka bergembiralah dengan jualbeli yang telah kamu lakukan dan demikianlah itu kemenangan yang agung.” (QS 9 : 111)

Siapa yang tidak ingin cepat kaya?

Siapa yang tidak ingin terlihat cantik dan dipuji banyak orang?

Siapa yang tidak ingin punya kekuasaan, kejayaan, bermartabat tinggi?

Semua ada jalannya. Apapun jalan instant, pasti akan cepat melambung dan akan cepat pula jatuhnya. Berdagang dengan iblis, jin yang sesat, setan; tidak akan menguntungkan. Mereka suka ingkar janji, mereka pun lebihs uka merugikan manusia. tidak ada perjanjian dengan dunia hitam yang menguntungkan manusia. tetapi, mengambil perjanjian dengan Allah akan selalu menguntungkan. Allah malu bila hambaNya mengangkat tangan berdoa tidak mengabulkan. Dia juga selalu mengganti bila tidak berkehendak mengabulkan dan, Allah tidak pernah melupakan impian kita sekalipun suatu saat kita merasa lelah berdoa dan nyaris kehilangan harapan.

 

Para pengguna jasa jin

Indonesia, senang sekali dengan barang instant.

Mie instant, fast food, karir instant. Perkembangan di dunia seni budaya dan politik jelas-jelas menggambarkan dinasti instant ini. Belajar dari K-Pop, para boyband dan girlband negeri ginseng rela berlatih menyanyi dan menari lebih dari 10 jam sehari, hingga 5 bahkan 7 tahun ditempa dan barulah mengeluarkan debutnya. Berbeda dengan boyband girlband Indonesia yang baru kumpul 6 bulan, tetapi memiliki jaringan tertentu, sudah berani tampil. Akibatnya one hit wonder. Merajai sekali tayang, lalu menghilang.

Artis, pedagang, politisi bila tidak tahan banting dalam meng up grade diri, menciptakan branding, membangun image, sungguh akan kelelahan menjalani persaingan yang kadang sangat tidak manusiawi. Jalan pintas digunakan. Mulai nepotisme, menciptakan followers semu di media sosial, membuat berita kontroversial agar menuai perhatian dan seterusnya. Termasuk menggunakan jasa balatentara ghaib untuk mempermudah mencapai tujuan.

Dulu, santet dan perdukunan pernah akan masuk dalam ranah pidana perdata. Tetapi karena sulit dibuktikan akhirnya ditiadakan. Kisah tentang artis, pedagang- pengusaha, pejabat yang menggunakan jasa balatentara ghaib mulai batu akik, barang pusaka, susuk; ramai dibicarakan namun sangat sulit untuk diungkapkan dengan mengusung data fakta. Sebab, perkara ghaib memang tak dapat ditelusuri dengan sidik jari, bukti forensik, bukti TKP, atau rekaman suara ( tidak semudah film Conjuring 1 dan 2). Perkara ghaib hanya dapat diyakini dan dirasakan dengan mata hati.

Yang menjadi sangat menakutkan, apabila perkara ghaib menuntut ritual tertentu.

Bacalah novel trilogi Ring, Loop, Spiral karya Koji Suzuki yang film-filmnya jauh dari novelnya. Tontonlah Devil’s Advocate Al Pacino, Keanu Reeve, Charlize Theron.  Setan tidaklah seprimitif yang kita kira. Simaklah Skeleton Key yang dibintangi Kate Hudson. Setan tidaklah menghuni kuburan dan kamar mandi saja. Setan tidak hanya berujud pocong, kuntilanak, genderuwo, kalongwewe.

Trilogi Koji Suzuki, setan mengintai masa depan manusia. Membuat masa depan manusia menjadi sangat busuk dan buruk. Setan melipat gandakan dirinya di zaman sekarang, setiap kali kita meng –klik apapun dengan mudah. Devil’s Advocate, setan berubah bentuk menjadi pengacara top yang merekrut para pengacara muda untuk membalikkan fakta dan membayar mereka sangat mahal. Mereka dapat menyelamatkan seorang guru yang melecehkan seksual murid-muridnya. Para pengacara muda yang demikian haus mobil dan apartemen mewah, demikian mudah direkrut oleh kantor-kantor pengacara kenamaan dan bergengsi dan merasa bangga ketika memenangkan kasus bombastis. Skeleton Key, seorang perawat yang berniat baik menolong sepasang suami istri tua akhirnya menjadi korban sebab ia perlahan-lahan dibuat percaya bahwa vodoo mampu merenggut jiwa manusia.

Bila, pejabat, artis, pengusaha datang meminta bala bantuan tentara jin. Maka setan akan meminta tumbal ganti yang tidak akan sama dari waktu ke waktu. Tidak akan sama seperti tumbal yang ada di zaman kakek nenek kita dulu : mencuri tali pocong mayat perawan, mencuri mayat bayi, dsb.

Setan tahu apa kekurangan, kelemahan, ketakutan manusia.

Tumbal seorang pejabat, tak akan sama dengan tumbal pedagang bakso. Tumbal pedagang bakso yang meminta penglaris, mungkin ‘hanya’ kematian anak-anak dan karyawannya. Tapi apakah setan akan meminta tumbal yang sama dari seorang pejabat? Tentu tidak. Sungguh, bagi seorang pejabat setan akan meminta hal yang jauh lebih menakutkan. Apakah seorang pengusaha kelas kakap sama dengan pengusaha kelas teri? Setan akan meminta hal yang jauh berbeda.

Betapa, hanya Allah Swt sandaran kita semata.

Hanya balatentara Allah Swt, para malaikatnya yang terbuat dari cahaya yang mulia, yang mampu membantu kaum mu’minin mengatasi kesulitan hidup dan serta membantu menghantarkan doa-doa kaum mu’minin mencapai langit. Para malaikatNya yang mulia, membantu meng amin kan doa kita saat meminta rezqi, perlindungan, keselamatan.

Tidakkah kita berharap, di zaman dimana batas kedzaliman dan kebatilan makin tidak terlihat, dimana kebenaran dan kejujuran justru tampak tidak menghasilkan; maka para tentara Allah Swt yang sesungguhnya akan membantu tercapainya doa-doa dan keinginan?

Bila memang sebagian artis memakai balatentara ghaib, selebritis yang yakin bahwa talenta dan kerja keras akan menuai keberhasilan dengan izin Allah, lebih baik mendekatkan diri kepadaNya. Bila memang sebagian pedagang dan pengusaha memakai penglaris untuk produknya, maka pedagang dan pengusaha jujur akan meningkatkan rezqi ghaib lewat Dhuha, sedekah, infaq, wakaf. Bila memang pejabat dan politikus menggunakan balatentara ghaib untuk memenangkan satu posisi;  maka mereka yang percaya bahwa kedudukan adalah amanah Allah akan senantiasa semakin tersungkur sujud pada Allah untuk memohon perlindunganNya dari segala kejahatan dan malapetaka.

Proporsional Menilai Orang Besar : Gatot Brajamusti, Mario Teguh dan Mahfudz Siddiq

 

 

Kalau laki-laki kebal terhadap uang dan wanita, dia tidak tergoyahkan.” (Mossad, Victor Ostrovsky)

 

Kita selalu terkejut oleh berita yang dilakukan orang-orang besar, hebat, terkenal di sekeliling. Meski yang dilakukan mereka, banyak juga dilakukan orang lain. Betapa banyak orang merokok dan mengkonsumsi narkoba, mulai anak hingga lansia. Namun mata kita dibuat tercengang ketika yang tersandung kasus narkoba adalah tokoh masyarakat, terlebih ia dijadikan panutan  banyak orang termasuk artis. Masih terkenang Elma Theana dan Reza Artamevia yang menjadikan Gatot Brajamusti sebagai guru spiritual mereka.

Beberapa waktu lalu, Gatot tertangkap di sebuah hotal di Mataram karena pemakaian psikotropika.

gatot

Aa Gatot

Berapa banyak orang menggunakan narkoba dan sabu-sabu? Banyak sekali. Tapi ketika Gatot Brajamusti yang menggunakannya, geger media sosial dan media massa.

Berapa banyak orang punya WIL, PIL atau pernah menikah lebih dari sekali? Pernah bercerai? Bertumpuk kasus perceraian di pengadilan Agama. Sebagian rujuk, sebagian berpisah. Jawa Timur pemegang rekor untuk kasus perceraian di Indonesia, mengingat banyaknya tenaga kerja perempuan pergi mengadu nasib di negeri orang. TKI, TKW, buruh, tukang becak, pembantu rumah tangga; nikah berkali-kali, kawin cerai. Atas kejadian itu paling-paling kita hanya menaikkan alis.

Pembantu saya dulu, seorang gadis cantik. Menikah di usia belasan, lalu kemudian bercerai. Dan sudah menikah lagi kini. Banyak sekali gadis dan pemuda di desa seperti wilayah Madura atau Brebes yang menikah dan berpisah. Berkali-kali, sebab mereka sangat miskin pengalaman dan pendidikan,termasuk miskin pemahaman agama. Kepada pembantu-pembantu saya yang pernah beberapa kali menikah, saya hanya bilang : sabar ya! Kalau bisa, pertahankan pernikahanmu yang sekarang. Kamu harus pintar.

Selesai.

Case closed. Paling-paling diskusi itu merembet hanya ke tengah keluarga inti ,” eh, mbak X yang dulu di rumah kita, sudah nikah lho. Tapi kemudian cerai.”

“Wah, kasihan ya, Mi!”

Tapi bila yang menikah atau bercerai adalah orang-orang top; bukan main. Masih teringat kasus Maia, Ahmad Dhani dan Mulan Jameela. Mulai dari aksi panggung Maia yang enggan berdekatan dengan Mulan sampai video permintaan maaf Mulan digeber habis di media. Masing-masing khalayak punya kubu : Dhani, Maia , Mulan. Ditambah lagi anak-anak mereka beranjak remaja; kisah Al El dan Dul semakin renyah dikunyah.

Sekarang, kisah Mario Teguh dan Mahfudz Siddiq merajai berita.

Mario Teguh, dikecam adik-adiknya karena menjadi pribadi yang berbeda usai terkenal sebagai motivator. Konon, sang adik harus melalui protokoler tertentu untuk bisa menemui abang sulungnya, Sis Mariyono Teguh. Tidak itu saja, kata-kata Mario Teguh yang menolak Ario sebagai anak dari istri pertamanya Ariyani menjadi bulan-bulanan berita. Sebagai motivator kondang; kehidupan pribadi Mario Teguh dianggap bertolak belakang dari apa yang diucapkannya.

Belum selesai keterkejutan khalayak dengan kisah Aa Gatot dan Mario Teguh, media kembali mengupas desas desus renyah pernikahan Mahfudz Siddiq. Ustadz-ustadz kondang yang menikah lebih dari 1 x, sering mendapat porsi pemberitaan lebih. Tentu kita masih ingat peristiwa Aa Gym beberapa tahun lalu atau ustadz Arifin Ilham. Popularitas Aa Gym sempat merosot hingga pada akhirnya masyarakat mulai terbiasa mendengar berita tentang poligami, dan Aa Gym kembali mendapat tempat di hati amsyarakat. Bahasan tentang istri kedua yang cantik dan lebih muda, bagai memuaskan rasa ingin tahu banyak pihak terutama perempuan.

“Tuh, kan, bener kata orang. Ternyata istri mudanya lebih muda dan cantik. Pantas istri pertama ditinggalkan!”

Apalagi, bila timbul percekcokan antar istri, menjadi berita yang dinanti-nanti khalayak.

“Makanya, punya istri satu saja. 1 udah repot, 2 apalagi!”

 

Alasan yang tak dapat dikemukakan

Menyoroti kasus orang-orang besar dan hebat yang tengah mendapatkan ujian, masalah, cobaan, sandungan, atau apapun itu namanya; kita selayaknya menyadari ada banyak hal yang tak dapat diungkap ke publik.

Coba, sebutkan masalah pribadi.

Pernahkah kita malas sekolah atau kuliah lalu bilang sedang sakit (memang sedang sakit! Entah flu, sakit hati, sakit kantong)? Kepada semua orang kita bilang nggak bisa hadir ke suatu tempat karena sakit. Apa perkara ‘sakit’nya, hanya kita dan Allah Swt yang tahu. Saat itu mungkin kita sedang tak enak hati pada seorang teman atau bahkan dosen, sedang tak punya uang untuk beli bensin, sedang pusing sakit kepala yang tak tertahankan ( bagi sebagian orang flu adalah siksaan berat, meski bagi yang lain hanya sakit sepele).

Kita pernah tak dapat ikut arisan RT atau kerja bakti kampung dengan alasan ‘sakit’. Padahal saat libur adalah satu-satunya hari tempat berkumpul bersama keluarga dan memang, tubuh ingin istirahat. Betul-betul ingin tidur dari pagi hingga sore setelah selama berhari, berpekan, atau malah berbulan tugas keluar kota menumpuk berkejaran. Saat itu tak mungkin bilang alasan sebenarnay kepada ibu-ibu atau bapak-bapak sekitar, kecuali dengan alasan singkat : sakit.

Perceraian, pernikahan (lagi) dapat terjadi karena banyak hal.

Apakah masalah seksual? Masalah selingkuh? Masalah penghasilan? Komunikasi? Anak-anak? Karier dan pekerjaan? Wallahu’alam. Seringkali alasan yang betul-betul riil hanya diketahui diri pribadi dan Allah Swt. Mustahil, alasan sejujur-jujurnya ini diungkap ke publik. Bila diungkap ke publik, dimana pula letak privasi seseorang? Maka , biasanya selebritis yang tersandung masalah pernikahan berkata : kami tidak ada kecocokan.

Mungkin saja ada KDRT di dalamnya. Atau perbedaan prinsip terkait pengelolaan keluarga. Atau ada harapan-harapan yang tidak dapat selaras lagi antara kedua belah pihak suami istri.

Mengingat setiap individu berhak untuk menyimpan masalah pribadinya sendiri, maka kita pun seharusnya memberikan porsi itu pada setiap orang. Termasuk pada selebritis, ustadz, atau orang hebat manapun.

Mario Teguh pernah menikah dengan Ariyani, lalu bercerai, lalu menikah lagi dengan Linna. Kenapa bercerai? Anaknya milik siapa? Mentang-mentang motivator yang banyak followers dan penyanjungnya, lantas ia bisa seenaknya memuntir pendapat orang?

Kurang apa istri pertama dan kedua Mahfudz Siddiq? Keduanya shalihah, mendampingi disaat susah. Lalu datang seorang perempuan muda cantik, pintar, berkelas dan jauh sekali dari siluette dua istrinya terdahulu.

Meski Gatot Brajamusti, Mario Teguh, Mahfudz Siddiq adalah tokoh masyarakat; mereka punya sisi pribadi yang tak ada seorangpun tahu. Kecuali hanya Allah Swt dan malaikat Raqib Atid. Maka, membaca berita tentang mereka boleh-boleh saja. Membicarakan ihwal mereka sah-sah saja. Lalu, doakanlah semoga mereka dapat memilih jalan kehidupan yang lebih positif ke depannya. Kita tidak pernah tahu, alasan apa di belakang perilaku mereka.

Mengapa Aa Gatot mengkonsumsi ‘makanan jin’ dan benarkah ia memperkosa gadis-gadis? Mengapa Mario Teguh menuduh istri pertamanya selingkuh? Mengapa Mahfudz Siddiq  menikahi muallaf cantik yang belum berhijab dan jauh sekali dari istri kedua pilihan Aa Gym dan Arifin Ilham?

mahfudz-siddiq

Mahfudz Siddiq

Hanya mereka pribadi yang tahu jawabannya. Dan kita sama sekali tak tahu. Maka, proporsi kebencian, ketidak sukaan itu hanya dapat sampai pada apa yang terlihat saja. Jangan mencaci maki dan membenci para tokoh ini lantaran mereka selebritis. Gampang dipuja, gampang disanjung, lalu kita berharap mereka baik-baik selamanya. Kita jadikan mereka figur tanpa tandingan dan ketika mereka melalukan kesalahan, hancur pula harapan kita.

 

Alasan yang Dapat Diterima

Walau kehidupan masing-masing selebritis adalah hak prerogatif individu, tak ada salahnya setiap kita mulai belajar. Belajar menjadi diri pribadi yang lebih mulia serta belajar menapaki hari-hari yang kemungkinan, suatu saat kita berada di sorot mata dunia.

Siapa tahu, kelak sebagian kita menjadi pengusaha terkenal, pengacara kondang, motivator berkharisma atau malah anggota dewan dan tokoh perubahan nasional bahkan internasional.

Jejak kita akan dilihat orang banyak.

Maka sejak belum menjadi ‘apa-apa’ kita belajar mawas diri dan menempatkan diri.

Misal, berusaha berkata yang baik atau diam, sebagaimana hadits Rasulullah Saw. Baik dalam kegiatan offline atau online. Kebiasaan baik ini akan terpupuk, sehingga ketika menjadi tokoh kita tidak akan suka mengumbar kata-kata yang memancing anarkisme. Dalam kegiatan online di facebook, blog, twitter, instagram dan dimanapun; perkataan yang baik ini juga harus dibiasakan. Tidak terbiasa mengumbar kata-kata negatif yang memancing perselisihan.

Mawas diri dan pandai menempatkan diri, adalah hal yang harus dilakukan oleh setiap individu terutama orang-orang yang berada di ranah publik.

Ketika mahasiswa dulu, orang akan berbeda menanggapi mahasiswa biasa dengan mahasiswa berprestasi. Mahasiswa biasa; lulus 2,75 maka orang memberi selamat.

“Ah, yang penting kamu lulus!”

Tapi mahasiswa berprestasi, yang melanglang buana karena pertukaran pelajar, yang aktif di BEM lalu lulus nilai pas-pasan; orang akan kecewa.

Begitupula, bila mahasiswa biasa dan mahasiswa berprestasi ini berpacaran. Pasti akan lebih banyak dipuji (atau dikecam) yang berprestasi. Mahasiswa biasa berpacaran tak apa, tapi bila mahasiswa aktivis rohis berpacaran; itu baru berita! Dalam kasus berpacaran seperti ini seharusnya para mahasiswa pun belajar mawas diri dan tahu menempatkan diri.

Seorang mahasiswa aktivis rohis, selain karena kedalaman ilmunya tentang agama; juga harus menjaga diri dalam adab pergaulan sebab masyarakat menyorotnya lebih.

“Ih, jilbabnya lebar kok hahahihi sama cowok, pakai cubit-cubitan lagi! Ih, gayanya berjenggot tebal. Tapi menyapa akhwat pakai dear, beib, darling!”

Bermesraan dengan lawan jenis dianggap biasa, tapi jangan sampai orang yang paham agama yang melakukannya.

Contoh lain, apakah harta kekayaan boleh dipamerkan?

Boleh saja. Bahkan, Allah suka melihat hambaNya memperlihatkan karunia yang telah Ia berikan. Namun, tentu kita juga harus mempertimbangkan perasaan orang lain.

Naik mobil Alphard, Lexus, Porche; di jalan raya yang membelah arus Jakarta atau Surabaya tak masalah. Tapi di jalan kampung yang sempit, rumah-rumah berdesakan yang dibangun di lahan pemerintah dengan dinding triplek dan atap seng; rasanya kekayaan itu tak pantas dipamerkan. Lebih baik berganti mobil yang lebih murah atau naik sepeda motor saja. Mengenakan baju mewah dengan perhiasan emas bertahtakan permata, boleh-boleh saja. Apalagi dalam arisan ibu-ibu pejabat yang semua mengeluarkan gaya dandanan khasnya. Namun, gaya itu tak perlu dipertontonkan ketika menghadiri arisan RT yang hanya dihadiri ibu tetangga kanan kiri, banyak yang pensiunan pula.

Begitulah mawas diri dan menempatkan diri.

Sosok individualis harus menyatu bersama sosok sosialis kita. Apalagi bila telah menjadi tokoh tersohor. Kata-kata akan menjadi panutan, gaya ditiru, tulisan disebarluaskan.

“Yah, biarin aja aku mau kawin, cerai sama siapa. Itu alasan pribadiku. Nggak semua orang tahu yang terjadi di tengah keluargaku!”

Betul.

Tetapi jejak kita tetap akan meninggalkan bekas. Bila kita hanya orang biasa, jejak itu akan lekas menguap. Bila kita orang yang ‘luar biasa’ jejak itu akan tertinggal lebih lama. Lebih dalam melukai. Lebih lekat mengendap.

“Oh, jadi pemimpin spiritual boleh juga lah sesekali tersandung. Namanya juga manusia. Jadi motivator itu yang penting kemampuan orasinya, bagaimana cara menggugah. Tentang bagaimana kehidupan dia, hitam putih, mah cuek aja. Perkataan dan perbuatan berbeda gakpapa, yang penting laku di pasaran. Oh, jadi ustadz  itu boleh poligami. Dengan siapapun. Lebih muda, muallaf, tidak berkerudung ternyata gakpapa.”

Tentu, kita berharap di ujung sana adalah hasil kebaikan terbentang. Semoga Agatha Lily semakin kokoh sebagai muslimah sejati dan suatu saat sadar mengenakan hijab. Semoga Mario Teguh mendapatkan kembali nama baiknya demikian pula Gatot Brajamusthi.

Yang tidak dapat diperkirakan adalah bagaimana asumsi dan persepsi dari banyak kepala yang menyaksikan bait demi bait kehidupan para tokoh tersohor tersebut. Mereka yang terkesan dengan kata-kata motivasi Mario Teguh akan terhenyak : tokoh idamannya ternyata tak mampu  mengurai masalahnya sendiri. Para artis yang memuja Aa Gatot, terkesima dengan tuduhan narkoba dan pemerkosaan yang diarahkan kepada guru spiritual mereka. Begitupun Mahfudz Siddiq, akan membuat orang bertanya-tanya akan pilihannya dan sangat kecewa sebab beliau tokoh yang kharismatik di kalangan pemuda.

Bagaimana anak-anak muda kita memandang sosok agamawan, motivator, ustadz dalam menjalani kehidupannya. Kita berharap, bahwa anak-anak muda kita akan mengambil teladan dari tokoh-tokoh yang telah mangkat dan benar-benar meninggalkan jejak keemasan : Rasulullah Saw dan para sahabatnya, juga para ulama pewaris Nabi. Para pejuang seperti Thariq bin Ziyad, Shalahuddin al Ayyubi, al Fatih, Buya Hamka, Muhamamd Natsir, Agus Salim , KH Ahmad Dahlan, KH Hasyim Asyari dan orang-orang sejenis mereka.

Sebab, bila mengambil panutan tokoh yang masih hidup, percayalah : dunia ini membentangkan banyak keserba-mungkinan. Mereka yang baik bisa jadi tak baik, mereka yang tak baik bisa jadi baik.

Proporsional, mawas diri dan pandai menempatkan diri.

Semoga kunci-kunci ini menyelamatkan kita baik sebagai pelaku atau pengamat. Jadi, wajarlah dalam menghujat seseorang. Sebagaimana wajarlah dalam mengagumi seseorang.

Super Child : Anak tak boleh Salah dan Kalah

 

 

Kita akan menciptakan super child, si anak super yang akan menghadapi dunia 50 tahun ke depan. Anak impian kita yang merupakan gabungan Jenderal perang Qutuz, Shalahuddin al Ayyubi, Muhammad al Fatih. Anak yang mampu menggabungkan teknologi dan wirausaha ala Bill Gates dan Steve Jobs. Anak yang memiliki pengalaman kenegaraan seperti Mahathma Gandhi dan Nelson Mandela. Anak yang memiliki kefahaman ilmu agama seperti Syaikh Yusuf Qardhawi dan Syaikh Aidh al Qarni. Anak yang mampu berkomunikasi dengan fasih, menjalin hubungan interpersonal yang baik, diterima di tengah khalayak dengan terbuka.

Kalau bisa, bukan hanya 1 atau 2 anak kita yang seperti itu. Tapi semuanya!

chidren-image

Dunia tanpa Dinding

Kita dibesarkan dalam dunia yang memilki kesenjangan bagai tanpa limit antara realitas dan idealita.

Dalam dunia yang serba mengabaikan norma, kita ingin anak-anak teguh memahami prinsip agama, maka orangtua mengirimkan anak-anak ke sekolah Islam terbaik. Pesantren, boarding school, sekolah Islam plus, sekolah Islam terpadu, sekolah internasional, homeschooling. Kita memilih mana sekolah (yang dianggap) terbaik, berapapun biayanya.

Biaya sekolah Islam mulai dengan kisaran 500 ribu perbulan, hingga 5 juta per bulan. Uang masuk mulai 5 juta hingga ada pula yang 50 juta. Sungguh kita berharap, dengan upaya banting tulang peras keringat mencari uang halal, anak-anak pun masuk sekolah dan keluar dari sekolah dengan produk unggul berkualitas.

Tidak cukup hanya itu.

Segala fasilitas kita coba kerahkan untuk membentuk anak-anak menjadi Super Child.

Ensiklopedi, VCD, kaset, TV kabel, supercamp, pelatihan,  kursus, seminar motivasi; apapun yang dapat mengasah kemampuan anak, kita lakukan.

Anak-anak kita, buah cinta dengan pasangan, perhiasan mata dan harapan kehidupan mulia di dunia akhirat tumbuh dari waktu ke waktu. TK, SD, SMP, SMA, kuliah. Lalu semua bagai noktah merah yang saling terhubung. Mungkin kita telah meramalkan sesuatu, atau kita justru terkaget-kaget menghadapi anak sendiri.

Kecewakah kita sebagai orangtua?

 

Rezeki : selalu ada yang bertolak belakang.

Di dunia ini selalu ada yang bertolak belakang.

Kaya miskin.

Maka kita sering mendengar pepatah : rezeki sudah dibagi. Memang ada orang yang diberikan Allah Swt kehidupan demikian mudah, sehingga usaha apapun jadi uang. Tapi ada juga orang yagn diberikan kesulitan ekonomi, usaha apapun selalu terhalang. Meski tak boleh berputus asa dan harus tetap berjuang demi perbaikan ekonomi, bahkan memperbesar factor X seperti tahajjud, tilawah, sedekah, silaturrahim dan lain-lain; nyatanya kita tetap percaya bahwa ada orang yang diberikan keberlimpahan rezeki lebih oleh Allah Swt.

Tak mungkin rakyat Indonesia 280 juta,semuanya terdiri atas orang-orang seperti Chairul Tanjung, Aburizal Bakrie, Jusul Kalla bukan? Tak mungkin pula semua rakyat Indonesia terdiri dari Yusuf Mansur, Arifin Ilham, Mario Teguh. Ada orang-orang seperti kita yang mungkin ‘biasa-biasa’ saja dan belum menemukan potensi sebenarnya.

Pintar bodoh. Cepat lambat. Cerdas kurang cerdas.

“Ya ampun, senengnya ya Bu! Anaknya berkali-kali lolos olimpiade sains, sampai dikirim ke luarnegeri!”

“Yah, memang dari kecil sudah senang matematika, kok!”

“Rahasinya apa? Punya anak pinter begitu? Makan ikan atau omega 3 banyak-banyak kali ya pas di kandungan…?”

“Oh, nggak juga kok. Kali aja karena bapak ibunya pinter ya?”

Hehehe …

Sementara anak-anak kita jangankan olimpiade sains. Mata pelajaran matematika saja harus bolak balik belajar!

“Ya Allah, senangnya ya…anaknya hafidz Quran semua. Apa rahasianya, Bunda?”

“Alhamdulillah sejak SD memang saya masukkan pesantren, Bu.”

“Wah, sedih dong pisah sama anak sejak kecil…”

“Memang sih, tapi saya bertekad anak-anak jadi penghafal Quran semua.”

Alhamdulillah.

Saya sendiri bahagia mendengar keluarga penghafal Quran. Meski tak semua keluarga muslim dapat mewujudkannya, karena berbagai alasan. Karena biaya, karena jarak, karena kesehatan, karena pertimbangan A, B, C yang seringkali hanya diketahui keluarga yang bersangkutan.

Pintar. Penghafal Quran. Unggul di pelajaran.

Demikianlah gambaran rezeki anak-anak yang sangat membanggakan.

Lalu adakah anak yang tidak pintar? Yang bukan penghafal Quran? Yang berada di urutan bawah ranking kelas?

Ya.childs-imagination

Mungkin itu anak-anak kita. Dan mereka rezeki dari Allah.

Mereka belum menghafalkan Quran bukan karena meninggalkan Quran, tapi karena proses yang ditempuh masih panjang. Anak-anak kita yang ‘terpaksa’ sekolah di sekolah negeri kemungkinan sulit mendapatkan tambahan hafalan Quran, kecuali orangtua punya trik-trik jitu. Anak-anak kita yang dianugerahi Allah Swt IQ standar mungkin tak akan mampu menguasai matematika, fisika, kimia dengan cepat. Mereka lebih trampil berjualan, menggambar, atau berkomunikasi dengan teman.

 

Anak yang tak punya arti bagi orangtua

Suatu saat saya marah besar pada si Abang.

Saya bawa ke kamar, ajak bicara berdua. Saya beberkan kelebihannya dan juga kesalahannya yang membuat saya marah. Saya marah sebab ia lebih terlambat ke masjid di banding adiknya. Saya marah sebab ia lebih jarang baca Quran dan lebih sedikit hafalannya. Saya marah sebab ia lebih longgar menjalankan sunnah Nabi dibandingkan adik-adiknya.

Saya jelaskan Muhamamd al Fatih. Saya jelaskan Steve Jobs. Saya paparkan Einstein.

Lalu si abang tertunduk, matanya berkaca-kaca.

“Jadi selama ini , apa yang aku lakukan buat Ummi nggak ada artinya ya?”

“Apa maksud kamu, Mas?” sebagai ibu saya semakin marah ditantang demikian.

“Yang lebih baik dimata Ummi adalah adek yang rajin ke masjid. Iya, adek memang hafalan Qurannya lebih banyak. Lebih nurut. Lebih shalih.”

Saya menahan nafas, menahan diri.

“Kalau aku rajin jemput adek ke sekolah, apa itu nggak ada artinya? Aku selama ini taat sama Ummi, gak mau jalan sama cewek, gak pernah ke bioskop dan mall ; gak mau pacaran; karena taat sama Ummi; apa itu gak ada artinya? Meski teman-temanku rajin ngajak aku hang out, aku berusaha patuh sama Ummi.”

brother-sister-1

 

Aku terdiam.

“Aku sering belikan Ummi oleh-oleh tiap kali aku ke kantin sekolah. Aku senang belikan Ummi lauk pauk biar Ummi gak usah masak.  Kalau di jalan aku mampir Indomaret atau Alfamart, aku telpon Ummi : Ummi butuh apa? Ummi mau minuman apa? Aku tahu susu kesukaan ummi. Aku tahu snack kesukaan Ummi.”

Aku tercekat.

“Aku selalu berusaha menyisihkan uang saku, biar nanti saat Abah Ummi nggak punya uang dan aku butuh beli buku-buku; aku nggak harus minta lagi.”

Tiba-tiba mataku basah.

Abang pun terlihat sedih.

“Aku minta maaf kalau kadang berkata kasar sama Ummi .”

Ahya.

Ia, si abang memang tidak hebat di akademik, seperti kakak sulung dan adiknya. Tapi ia punya banyak teman dan rata-rata teman sekolah menyukainya. Ia, si abang yang memang hafalan Qurannya masih sedikit. Sholatpun masih sering diingatkan untuk ke Masjid. Tetapi,

“Ummi, aku tahu ibadahku kurang. Maka sekarang aku rajin ikut pengajian. Dan aku ngisi pengajian adik-adik SD.”

Ia, si abang yang sering kuprotes karena ibadahnya kurang disana sini. Ternyata Minggu pagi saat waktunya bermalas-malas bagi anak seusia dia,  berusaha siap jam 7 pagi.

“Ngapain kamu, Mas?”

“Mau isi pengajian anak SD, Mi.”

“Nih uang bensin,” aku selipkan beberapa lembar uang.

Lalu si abang berangkat dan pulang tak lama kemudian.

“Lho nggak jadi?” tanyaku.

“Anak-anaknyanya ternyata pada gak bisa.”

“Oh,” aku mengangguk. Kulihat seplastik besar makanan dan minuman. “Apa itu?”

“Makanan dan minuman buat adik-adik pengajian. Biar mereka senang.”

Aku tersenyum. Mengelus kepalanya. Dan ia tidak mutung atau patah semangat meski pengajian kadang-kadang gagal berlangsung.

Tiba-tiba aku ingat semangatnya untuk menjemput kebaikan dan menebarkan kebaikan; meski ia masih banyak kekurangan disana-sini.

Sebagai orangtua aku memang sering menuntut lebih pada anakku.

Mereka harus shalih. Mereka harus pintar. Mereka harus jadi orang hebat. Dan seketika kata-kata si Abang membuatku sedih dan tersadar,

“Apa yang aku lakukan selama ini, nggak ada artinya buat Ummi?”

 

Biarkan proses itu berjalan

Sungguh, kita senang bila mendapatkan anugerah easy child. Bukan hard child. Anak yang dari sononya sudah gampang diapa-apakan. Gampang disuruh, gampang diatur, gampang dibentuk. Susah sekali jadi orangtua yang harus berhadapan dengan anak yang ngeyel, keras kepala, mau menang sendiri, tidak mudah diatur-atur.

Tapi mereka anak-anak kita.

Ada darah kita mengalir di dalamnya, baik ataupun buruk. Mereka shalih, sebab kitapun shalih. Mereka keras kepala, mungkin kita ayah ibunya ada yang keras kepala. Mereka sulit belajar sains, sebab kita pun tidak terlalu menyukai sains. Mereka sedang terbentuk, sebab mereka memang harus ditempa tahap demi tahap.

Bila anak kita belum menjadi pegnhafal Quran saat ini, jangan patah semangat. Mungkin ia bisa jadi penghafal Quran 5 atau 10 tahun ke depan. Bila anak kita belum rajin ke masjid, jangan berhenti mengajaknya. Mungkin suatu saat ia akan tersadar, justru ketika kuliah atau malah sudah berkeluarga.

Mungkin anak kita belum menjadi anak yang kita banggakan.

Tapi, biarkan proses indah itu berlangsung. Waktu demi waktu. Tahap demi tahap. Sebagaimana para Nabi dan orang shalih pun tidak serta merta punya keturunan yang diinginkan. Apalagi kita yang masih banyak tambal sulam dalam segala pengabdian kepadaNya.

Mengapa, tidak bersama anak-anak kita, bergandengan tangan menuju keridhoanNya? Mengapa tidak kita syukuri punya darah keturunan disaat orang-orang lain sangat sulit punya anak kandung? Mengapa ketika kita kesulitan menghadapi anak-anak kita; ayo azzamkan bahwa kita pun harus meningkatkan kualitas diri sebagai orangtua : kualitas belajar, komunikasi, ibadah dan yang lain-lainnya?

Anak-anak itu adalah anak impian kita.

Mereka hanya harus menemukan jati diri. Dan suatu saat, dengan segala kekuarangan yang mereka miliki; mereka akan saling bekerja sama bahu membahu bersama anak-anak lain untuk menciptakan peradaban baru yang lebih unggul dari masa skearang.

 

(Terimakasih, Kak Malik, atas sharingnya malam itu di Depok. Terimakasih anak-anakku, juga murid-murid kelasku yang luarbiasa)

 

 

Akhirat Tanpa Memory

 

 

Kisah  bijak ini sangat sederhana. Meski sumbernya pun masih simpang siur, namun kebenarannya dapat direnungkan.

Di Yaumil Akhir nanti,  Tuhan konon akan memanggil satu penghuni surga dan satu penghuni neraka.

“Apakah kamu pernah merasakan kesengsaraan di dunia?” tanya Tuhan kepada ahli surga.

Sang ahli surga, sepanjang usia hidupnya dari bayi hingga meninggal senantiasa hidup dalam kesulitan, kepedihan, kenestapaan. Namun jawab si ahli surga adalah, “ tidak, Tuhan. Saya tidak pernah sengsara.”

“Apakah kamu pernah merasakan kesenangan di dunia?” tanya Tuhan pada penghuni neraka.

Jawaban penghuni neraka adalah, “tidak Tuhan. Saya tidak pernah merasakan kenikmatan apapun di dunia.“ Padahal semasa di dunia, sejak bayi hingga tuanya ia selalu bergelimang kenikmatan, kemudahan, kekayaan, kejayaan.

stairway-to-heaven

Mungkin anda dan saya pernah mendengar cerita ini, entah dimana. Entah kapan pula. Samar-samar sumbernya. Namun isinya kruang lebih sama : di akhirat kelak kita akan terbelalak melihat kenikmatan surga. Akan terperanjat melihat dahsyatnya neraka.

 

Surga seperti apakah?

Dalam khayalan yang serba terbatas ini, surga bagaikan istana megah dengan kubah-kubah emas. Setiap lorongnya dipenuhi perhiasan menjuntai terbuat dari mutiara dan emas, bertahtakan mutu manikam. Guci-guci, bejana, safir dan zamrud berceceran seperti ketika saya melewati lorong-lorong gua Alibaba di Chez Ali, Maroko.

Dinding-dinding pualam dan lantai mewah berlapiskan permadani tebal seperti   warna terang dinding masjid Hassan Tsaniiy di Casablanca, dengan lanskap biru terang sebagai latar belakang.

Pohon-pohon rindang berdaun hijau yang tak pernah gugur atau meranggas, buah-buahan ranum yang masak serta tinggal dipetik. Dan, sebuah danau luas dengan kapal-kapal berlayar, para penghuni surga berada did alamnya, seperti para dayang di istana Cleopatra.

Seperti apa cantik bidadarinya? Apakah seperti perempuan-perempuan yang dinobatkan sebagai icon cantik selama ini : Elizabeth Taylor, Aishwarya Rai, Yang Guifei, Nefertiti, Cleopatra, Anarkali, Kendedes?

Hingga kini tak satupun manusia mampu menggambarkan seperti apa surga serta kecantikan bidadari yang sesungguhnya. Kecuali hanya menerka-nerkanya. Andapun pasti punya gambaran surga seperti imajinasi dan khayalan milik anda sendiri.

 

Neraka yang tak terbayangkan

Surga masihlah belum pernah cukup terbayang di benak, sebagaimana bayangan neraka pun tak akan pernah sampai ke mata dan telinga kita semasa di dunia. Namun setidaknya, selintas neraka pernah terbayang : ketika Surabaya mencapai panas 40 derajat dan tak ada angin bertiup, ketika matahari menyengat demikian sengitnya, panas bagai jarum-jarum menancap di tiap pori-pori yang terpapar cuaca. Ketika suatu saat melintasi gurun Sinai menuju gerbang Rafah- Gaza : kuning membara hingga isi perut teraduk-aduk, lebih dari 4 jam melintasi jalur gurun api yang memanggang .

Sakit apa yang pernah manusia pernah alami?

Saya pribadi pernah mengalami sakit melahirkan. Sakit ketika masuk rumah sakit akibat kencing batu dan berikutkanya kolik abdomen non spesifik. Sakit cabut gigi.

Sakit dan kepanasan, adalah gambaran neraka yang dapat dibayangkan manusia. Meski, apa yang ada di dunia tentu belum sepersejuta apa yang ada di akhirat.

 

Memory yang terhapus di negeri Akhirat

Mengapa ketika di Yaumil Akhir kita tidak lagi ingat lezatnya es krim? Enaknya rendang? Gurihnya kacang dan keripik?  Serunya jalan-jalan keluar negeri? Bahagianya berkumpul bersama keluarga? Bergetarnya rasa cinta kepada pasangan dan nikmatnya kebersamaan bersama orang yang disayangi?

Mengapa ketika di Yaumil Akhir kita tidak ingat lagi betapa sulitnya ketika masa pengantin baru dulu, makan sepiring berdua? Masa sulit mahasiswa yang menangis sakit hati dimarahi dosen-dosen, kelaparan sebab harus puasa Daud demi menghemat uang saku? Sedihnya berusaha istiqomah dalam kejujuran sebagai pegawai dan senantiasa disudutkan oleh pihak-pihak yang mengagungkan kekayaan? Sakitnya mengandung dan melahirkan, sakitnya menghadapi orang-orang yang mendzalimi kita, sakitnya kesulitan yang tiada pernah putusnya dari hari ke hari?

Mengapa ketika di Yaumil Akhir kesenangan di dunia dan kesengsaraan , terhapus begitu saja?

Sebab demikian kematian datang, lenyaplah memory tentang dunia.

Kita tinggalkan semua yang tampak abadi dan berbentuk materi – memasuki kehidupan baru yang sama sekali berbeda dari dzat yang pernah ada di alam semesta. Tidak ada lagi keluarga, sebab kita sendiri. Tidak ada lagi pakaian dan perhiasan, sebab kita telanjang. Tidak ada lagi kendaraan, sebab kita berjalan kaki di Padang Mahsyar. Tidak ada lagi bangunan yang melindungi dari terpaan dingin dan bara neraka, sebab kita tak punya apa-apa yang berwujud materi.

Inilah yang Stephen Hawaking katakan : selalu ada anti-dari segala.

Zarah antizarrah. Materi antimateri. Manusia antimanusia.

Ketika materi dan immateri bertemu, yang tersisa hanyalah kilatan cahya, bersama lenyapnya segara zarrah tak bersisa.

“Jikalau manusia suatu saat bertemu antimanusia, ia akan lenyap,” dan Stephen Hawking tak dapat menjelaskan apa antimanusia itu.

Apakah ia alam Qubur? Apakah ia Izrail? Apakah ia Yaumil Akhir?

Tetapi para saintis sepakat sudah : dunia materi ini akan berakhir.

Sebab demikianlah hukum alam diciptakan : harus ada kadar bagi segala sesuatu. Sebagaimana usia segala materi harus memiliki kadar tertentu agar alam dunia tetap berjalan sebagaimana seharusnya. Manusia harus memiliki kadar umur tertentu, sebagaimana alam semesta akan memiliki kadar tertentu dalam perjalanannya yang mengembang dan berotasi.

Dan kelak, ketika kita mati, lenyaplah memory tentang segala sesuatu.

Memory tentang suami tecinta. Memory tentang anak tersayang. Memory tentang orangtua yang melindungi kita. Memori tentang sahabat yang senantiasa membantu. Memory tentang kekayaan yang memfasilitasi selama ini. Memori tentang nikmatnya kasur empuk dan AC yang dingin. Memory tentang kelezatan makanan. Memory tentang kejayaan saat kita dielu-elukan.

 

Selamat tinggal memory dunia. Selamat tinggal kenangan akan materi.

Selamat datang dunia baru yang disesalkan oleh banyak orang seperti dalam Brief History of Time : mengapa manusia dapat mengingat masa lalu tetapi tak dapat mengingat masa depan?

Itulah Yaumil Akhir, dimana manusia sama sekali lupa tentang masa lalu dan tiba-tiba baru memiliki memory akan masa depannya.

Kriteria Istri Kedua

 

 

Cantik.Muda. Berpendidikan.Berpenghasilan.

Demikian rata-rata kriteria perempuan yang akan dijadikan istri kedua, entah ia masih gadis ataupun janda. Berbeda dengan istri pertama yang sederhana, polos, lugu; biasanya istri kedua bertolak belakang dari istri pertama.

Benarkah?

silhouette_muslimah_by_maxzymus-d69der4-770x577.jpg

Polemik Poligami

Persoalan poligami akan selalu pro kontra, tak akan pernah ada kata sepakat, apalagi bila pendapat lelaki dan perempuan dibenturkan. Perempuan beranggapan lelaki mau enak sendiri, lelaki beranggapan  perempuan tidak memahami syariat. Persoalan semakin pelik jika poligami sudah melibatkan kontak emosi terlalu jauh : seorang suami yang tidak dapat curhat kepada istrinya lalu menemukan perempuan lain yang kebetulan cocok menjadi teman curhatnya. Atau, seorang suami menemukan istri yang selama ini diimpikannya, hal yang tidak didapatkannya dari istri pertama.

 

Secara alamiah, lelaki  memliki instink petualang, melebihi perempuan. Perempuan paling energik dan sangat bebas sekalipun, seiiring posisinya sebagai istri dan ibu pada akhirnya akan mengakhiri masa adventuringnya.  Mendekam di rumah menikmati fitrah sebagai  istri, ibu , pendidik, pengasuh, tukang masak dan seterusnya. Lelaki, walau bertanggung jawab terhadap kebutuhan nafkah keluarga; tetap memiliki semangat berpetualang.  Ada lelaki yang teap suka main bola, naik gunung, jalan-jalan, hang out dengan teman-temannya, nonton keluar. Walau ia seorang family man sekalipun, sisi adventuring itu tidaklah hilang.

 

Bila kebiasaan adventuring ini mendapatkan pelepasan semestinya, biasanya ia tidak membutuhkan lagi petualangan cinta. Misal, ia aktif di organisasi, yayasan, sibuk mengejar karir, terlibat aktif mengasuh anak-anak maka energinya akan tersalur. Namun  dalam kejenuhan dan keterdiaman, lelaki bisa memulai petualangan cinta.

 

Lha, apa hubungannya dengan poligami?

 

Poligami ala Rasulullah Saw dan orang-orang shalih.

Rasulullah saw menikah lagi setelah bunda Khadijah wafat. Pernikahan beliau rata-rata mengambil  janda yang sudah tua. Pernikahan dengan perempuan muda nan cantik antara lain terjadi terhadap  Aisyah dan Shofiyyah. Meski demikian, visi misi pernikahan beliau tidaklah bergeser dari kepentingan dakwah dan tentu sesuai syariah.

Sultan Murad menikahi Huma Khatun ( Ibunda Al Fatih) sebagai istri ketiga, juga karena alasan politik. Selain alasan politik, Sultan Murad mampu mengkondisikan istri-istrinya untuk taat kepada Allah.  Bacaan al Quran senantiasa menemani hari-hari mereka;begitupun pertempuran-pertempuran jihad mengisi hari-hari Sultan Murad.

 

Poligami sekarang

Sebetulnya, tidak ada keharusan lelaki harus menikah lagi dengan perempuan yang lebih tua. Harus janda. Beranak banyak. Jelek pula. Tidak ada satu ayatpun dalam Quran dan Hadits yang melarang lelaki menikahi perempuan disebabkan kelebihan-kelebihan yang ada padanya.Apakah haram menikahi perempuan pintar? Tidak. Apakah haram menikahi perempuan cantik? No. Apakah haram menikahi perempuan muda? Haram menikahi perempuan berpenghasilan dan kaya? Tidak dan tidak.

2 jalan

Silakan saja mencari istri pertama yang pintar, kaya, cantik, muda. Silakan mencari istri kedua yang seperti itu juga. Ketiga dan keempat juga dengan kriteria yang sama.

Lalu apa masalahnya?

Masalahnya adalah bila visi misi bergeser.

Dulu, menikah dengan istri pertama dalam kondisi serba kekurangan. Maklum, baru lulus kuliah. Penghasilan hanya berapa ratus ribu. Kontrakan rumah petak yang banjir  dan bau. Yang dicari adalah perempuan yang tahan banting : mau bagaimanapun rupa dan bentuknya. Mau bagaimanapun asal keluarga dan kondisi keuangannya.

Dua puluh tahun kemudian , atau lima belas tahun, atau malah baru sepuluh dan lima tahun;ketika kondisi keuangan membaik. Si pemuda culun yang sederhana dulu berubah menjadi lelaki yang gagah dan berkharisma.  Keuangan membaik dengan status mapan dan kedudukan terhormat : suami dengan istri dan sekian anak, rumah disini, kendaraan ini.

 

Ketika hasratnya untuk memiliki istri kedua muncul, biasanya ia tidak lagi memilih seperti istri pertama yang apa adanya. Setidaknya yang kedua hadir disaat posisinya mapan, maka ya, haruslah perempuan yang lumayan. Lumayan parasnya. Lumayan pendidikan dan keuangannya. Perkara istri pertama sakit hati dan anak-anak tak mengerti dengan pilihan sang kepala keluarga : itu urusan kesekian.

 

Membenci syariat?

Jika perempuan menolak poligami, jangan serta merta mengatakannya : nggak mau patuh ya sama perintah Allah? Nggak mau taat syariat ya? Mau menolak isi Quran?

Maka, meski hati patah dan sakit luarbiasa,  pilihan poligami terpaksa dijalankan. Apapun konsekuensinya. Kalau nanti istri pertama sakit-sakitan, dikira tidak ikhlas. Kalaupun menerima dengan hati lapang, sepanjang jalan pernikahan pastilah akan tumbuh beragam persoalan yang kadang-kadang, tertuding lagi perempuan. Ini gara-gara istri pertama gak mau mengalah. Ini gara-gara istri kedua ngelunjak.

 

Lelaki adalah Qowwam

Lelaki adalah peimpin bagi dirinya, istri, anak-anaknya. Keluarganya. Ummatnya. Pernikahan haruslah membangun mahligai yang sakinah mawaddah warrahmah. Seharusnya, lelaki yang memiliki logika lebih dari perempuan memprediksi apa yang akan terjadi ke depan.

 

Menikahi istri kedua berusia 25 tahun saat istri pertama 45 tahun, apa dampaknya? Bila istri pertama merelakan, apa yang harus disiapkan suami? Apa kesepakatan yang harus ditegakkan antara istri pertama dan kedua? Bagaimana tentang maisyah? Bila istri kedua memiliki pegnhasilan besar, seorang pengusaha atau wanita karir; bukan berarti kewajiban nafkah sang Qowwam teralihkan, bukan?

“Nanti pembagian nafkah bagaimana?” istri pertama bertanya cemas, mengingat kebutuhan anak-anak.

“Tenang, dia bepekreja dan berpenghasilan kok,” jawab suami, menjelaskan si kedua

Lantas, dimana sikap ke qowwamannya jika ia memilih istri yang mapan dan merasa tidak punya kewajiban menafkahi?

 

Tak Bisa Berbagi Hati

Rasulullah saw memang lebih mencintai Aisyah. Aisyah dan Shafiyyah pun pernah berselisih. Aisyah dan Hafsah pun pernah berselisih. Tak akan pernah persoalan hati dan emosi dapat ditimbang dengan rasio.

Meski, pengakuan beberapa lelaki menyatakan, cinta terhadap istri pertama dan kedua bukan seperti membagi hati ( seperti mencintai anak 1, 2, 3, 4 dst tetap sama besarnya) ; kecenderungan itu pastilah ada.

Cenderung terhadap istri pertama yang telah berkorban waktu, tenaga, hati, pikiran dan semua yang dimiliki. Atau cenderung terhadap istri kedua yang cenderung ‘baru’ : baru sebagai teman, baru sebagai kekasih, baru sebagai pasangan.

Percayalah, kecenderungan itu pasti muncul.

Siapkah laki-laki jujur dan menanggung konsekuensinya?

Beberapa berjanji, tak akan meninggalkan anak-anak ketika memiliki istri yang berikut; nyatanya tak selalu kondisi ekonomi stabil . Keharusan mencari nafkah bagi dua istri menyebabkan waktu semakin tersita. Dua dapur dan dua keluarga tentu membutuhkan lebih banyak supplai finansial. Belum lagi perselisihan yang menguras emosi. Antar kedua istri, antar kedua keluarga, antar anak-anak. Ujung-ujungnya, poligami yang disalahkan : tuh kan, anak-anaknya nakal. Keluarga morat marit. Bapaknya kawin lagi sih!

 

Lalu bagaimana?

Bila, memang poligami akan dilakukan, bisakah seorang suami menceritakan secara jujur apa yang nanti akan terjadi : keuangan, waktu, urusan ranjang, kecenderungan hati, anak-anak dan seterusnya?

Bila berkomitmen akan bertanggung jawab terhadap segala konsekuensi, bisakah ia menepati janji-janjinya?

Dan bila ingin seperti Rasulullah Saw, bisakah istri kedua adalah gadis-gadis yang sudah sangat matang dalam kesendirian. Janda-janda beranak banyak yang kurang mampu. Perempuan-perempuan tak cantik yang memang tidak dilirik laki-laki.

Bisakah sang istri pertama tetap perempuan yang jauh lebih cantik, lebih muda, lebih terhormat?

Atau mau jujur bahwa dalam petualangan kali ini,  pernikahan disimbolkan demikian : istri pertama untuk keprihatinan, istri kedua untuk bersenang-senang. Kalau demikian halnya, janganlah membawa nama sunnah rasulullah saw sebagai alasan poligami.

Sebab sunnah Rasulullah juga berbareng dengan kewajiban untuk menghargai ibu dari anak-anak; perempuan yang berbakti terhadap suami, istri yang sehari-hari menyisihkan seluruh kepentingan pribadinya untuk suami tercinta.

 

Mengapa Cinta (harus) Misterius?

 

Pernahkah kamu diam-diam mencintai orang lain? Pasti pernah. Entah itu masa SMA yang penuh manis rasa, atau masa SMP yang sedang galau-galaunya. Atau masa SD yang masih dikeloni Mama dan dicium Papa. Masa kuliah yang penuh gairah, atau di masa dewasa ketika tujuan-tujuan hidup telah jelas ditetapkan.

Sampai kapanpun tidak akan pernah ada bahasan baku tentang cinta. Studi tentang emosi, relasi antar manusia, perilaku sosial; akan selalu berkembang dari waktu ke waktu. Walau demikian, mungkin ada beberapa hal yang dapat diprediksikan sama.

Love picture

Cinta datang tanpa diduga

Kata filsuf, cinta datang tanpa diundang. Datang dan perginya demikian aneh. Kalau cinta dapat diperkirakan datang selalu di usia 17 tahun, manusia tak perlu repot-repot membahas cinta yang datang di usia 40 tahun atau –konon- pubertas kedua. Nyatanya, ada orang yang sama sekali tidakpernah jatuh cinta di usia belasan tahun. Sweet seventeen lewat, tapi tiba-tiba menyukai teman di usia matang 20-an atau 30-an dan siap untuk melanjutkan ke jenjang pernikahan.  Tak pernah sekalipun mencintai seseorang di kala muda, namun di usia matang tiba-tiba jatuh cinta pada rekan kerja. Atau hingga kini, tak pernah menemeukan cinta mendebarkan yang pernah dialami seperti ketika masa SD dulu saling bertukar buku pelajaran.

Dalam film  Pretty Woman yang legendaris, Edward Lewis (Richard Gere) hanya berniat mencari asisten dadakan dan yang didapatkannya adalah seorang gadis penjual cinta jalanan Vivian Ward (Julia Robert). Pertemuan tak diduga itu membuahkan cinta antara keduanya yang berakhir dengan happy ending.

 

  1. eowyn aragorn.jpg

    Aragorn & Eowyn : Lord of the Ring ( the Two Towers

    Gambaran cinta tak terduga lainnya adalah ketika Aragorn beserta sahabat-sahabatnya Gandalf, Gimli dan Legolas berniat untuk menyadarkan Rohan akan kekuatannya dalam Lord of the Ring : The Two Towers. Sama sekali Aragorn tak menyangka ia akan bertemu dengan Eowyn (aku suka sekali sosok ini) dan keduanya saling memendam simpati satu sama lain. Janji setia Aragorn pada Arwen lah yang menyebabkannya tidak lebih jauh melibatkan perasaan mendalam terhadap Eowyn.

Di tahun 1987, film Fatal Attraction meraih box office 320 juta dollar, berlipat kali biaya produksi yang hanya 14 juta. Film thriller itu membuat memuat pesan bahwa hubungan cinta singkat dapat membuat pernikahan runyam bahkan nyawa masing-masing terancam bila sang kekasih posesif macam Alex Forrest (Glenn Close). Dan Gallagher (Michael Douglas) sama sekali tak menyangka bahwa hubungan singkatnya dengan Alex ketika istrinya tengah keluar kota berakhir pekan bersama putri mereka, berkembang lebih jauh. Dan hanya beranggapan cinta semalam itu cepat berlalu, sementara Alex tidak. Ia benar-benar kasmaran dengan Dan dan berniat tak melepaskan Dan begitu saja.

Siapa saja dapat mengalami cinta tak terduga, bahkan cinta singkat dimanapun. Di kereta, di bis, di kampus, di sekolah, di kantor, dengan tetangga, dengan rekan kerja, dengan teman dunia maya, dengan dosen atau dengan siapapun. Cinta tak terduga dapat terjadi pada siapapun.

Maka, berhati-hatilah.

Berhati-hatilah terhadap segala situasi yang dapat melibatkan emosi. Sebab, cinta yang datangnya serba tak terduga ini mungkin dapat berlalu singkat, namun sangat dahsyat dampaknya.

 

 

Cinta bukan hanya perkara fisik

Jika cinta hanya karena ketampanan dan kecantikan belaka, maka orang-orang jelek tidak akan pernah dicintai. Orang-orang miskin terbuang dan orang-orang jahat selalu sendirian. Nyatanya, cinta dapat terjadi karena hal-hal yang diluar dugaan.

Stockholm syndrome adalah peristiwa terkenal yang menjadi salah satu teori psikososial. Seorang tawanan dapat jatuh cinta pada penjahat meski penjahat identik dengan kebrutalan, sadisme, tidak punya hati serta sifat-sifat buruk yang lain. Nyatanya, sindrom stokholm menginspirasi banyak novel dan ksiah film yang laku keras. Seseorang dapat jatuh cinta pada orang yang berhati dingin, tak peduli, bahkan mungkin bersikap sangat jauh dari sifat romantis.

Beauty and the Beast menjadi karakter khas bagaimana putri cantik jatuh cinta pada sosok buruk rupa. Dalam benak orang-orang normal, tak mungkin gadis secantik Belle jatuh cinta pada monster berwajah singa. Anehnya, Belle bisa jatuh cinta padanya. Dan kita bisa jatuh cinta pada orang yang sama sekali jauh dari gambaran seorang ‘pangeran’ atau ‘putri’.

beauty-and-the-beast-1.jpg

Si Cantik dan Buruk Rupa ; Beauty and the Beast

Seharusnya memang kita jatuh cinta pada seseorang berhati malaikat, berperangai lembut, berkata santun dan menghargai kita sepenuh perasaan. Love me just the way I am. Namun mengapa justru manusia dapat jatuh cinta pada orang yang tak pantas diharapkan?

“Ngapain kamu seneng sama dia sih? Cantik enggak, pinter juga enggak. Kalau ngomong kasar banget.”

Atau,

“Cowok ganteng di dunia masih banyak. Kok kamu bisa setengah mati kasmaran sama dia.”

Seorang perempuan cantik, sebut namanya Hime entah sudah berapa kali dikhianati. Suaminya pun tak bisa meninggalkan perempuan keduanya. Namuun tiap kali akan berpisah, Hime jujur mengakui bahwa ia masih mencintai sang suami. Meski kemarahan membuat ubun-ubun terbakar, ia masih memiliki cukup kesabaran mendampingi suaminya untuk kembali.

Kadang, kita sendiri tidak memahami apa yang berkecamuk dalam hati. Mengapa aku dapat jatuh cinta padanya? Apa yang membuatnya tertarik? Apa yang mempesona? Ya, cinta memang bukan hanya dapat dideskripsikan dengan gambaran material belaka. Sebagaimana cinta tidak selalu matematis, logis, rasional.

 

Cinta dapat diupayakan

Zaman baheula, kakek nenek kita menikah karena dijodohkan.

Walau anak-anak modern mengatakan mustahil mencintai seseorang karena dijodohkan, nyatanya banyak pernikahan langgeng meski sebelumnya tak mengenal pasangan. ‘Keterpaksaan’ dapat membuat orang mencoba untuk mencintai seseorang. Terpaska dijodohkan. Terpaksa dinikahkan. Terpaksa karena tak ada pilihan lain, hahaha. Terpaksa karena hanya dia seorang yang datang ke orangtua kita. Terpaksa karena dari semua lelaki yang pernah dekat, tak satupun cocok dengan kriteria orangtua. Terpaksa karena usia dan keadaan. Terpaksa karena A, B,C.

Cinta seringkali menguat justru karena serangkaian ujian dan kesulitan, bukan karena kesenangan dan kenikmatan.

Jatuh cinta pada pandangan pertama, berdebar-debar tiap kali bertemu, tersengat listrik ketika jemari bertautan, jantung serasa berlompatan saat pandang beradu; kenikmatan-kenikmatan ini bukan berarti menguatnya cinta.

Kesulitan, kebencian, kemiskinan, situasi serba rumit dan sulit yang seakan mencelakakan sepasang lelaki dan perempuan suatu saat dapat menumbuhkan cinta yang mendalam. Bahkan, sekalipun ada pengkhianatan di dalamnya. Child 44, salah satu film yang kurang sukses di pasaran namun bagiku, akting Tom Hardy selalu  mengesankan. Film itu bukan seperti film Hollywood kebanyakan yang mengisahkan cinta seolah demikian smooth untuk diraih. Cinta ala Spiderman dan MJ, Superman dan Lois Lane; bagiku hanya ada di dunia fiksi. Leo Demidov dan Raisa dalam Child 44, menggambarkan cinta yang tidak biasa.

Meski Raisa awalnya bahkan membenci Leo, lebih tertarik pada kawan Leo yang lain dan merasa terpaksa menikahi Leo; situasi-situasi sulit membuat keduanya pada akhirnya menyadari bahwa mereka pasangan suami istri yang harus saling menguatkan. Sosok keras, kasar dan brutal Leo sebagai salah satu kapten kebanggaan Uni Soviet; kadang terbawa ketika menghadapi Raisa. Child 44 merupakan film thriller tapi aku justru lebih terkesan dengan hubungan cinta sepasang suami istri tersebut.

Apa yang menyebabkan cinta sepasang kekasih atau sepasang suami istri bertahan? Justru karena keduanya dihantam badai. Bukan karena dimanjakan oleh kisah-kisah romantisme yang memabukkan.

Donna (samaran) perempuan tangguh yang jarang dijumpai. Suaminya dipenjara, ia banting tulang menghidupi keluarga. Ketika suaminya lepas dari tahanan, suaminya melakukan affair dengan perempuan lain di saat Donna pun tengah mengandung anak suaminya. Seharusnya, Donna yang cantik bisa meninggalkan suaminya tetapi tidak. Ia bertekad mempertahankan keluarga, walau pernah beberapa waktu sebelumnya ia pun ingin bunuh diri. Donna dan suaminya mengalami masa-masa yang tak terbayangkan : pengkhianatan, hukuman kriminal, hutang disana sini, anak-anak yang satu demi satu lahir.

Apa yang membuat Donna ‘terpaksa’mencintai suaminya?

Ia pernah melewati masa buruk di waktu kecil dan remaja. Dan ia ‘terpaksa’ mencintai suaminya sebab tak ada pilihan lain. Mungkin Donna perempuan bodoh, disaat banyak perempuan lain menuntut cerai suami karena perkara ekonomi dan hubungan cinta. Tetapi ‘keterpaksaan’ Donna bukan tanpa hasil. Suaminya lambat laun menyadari : di dunia ini mungkin hanya seribu satu perempuan seperti Donna.

 

Cinta dapat dihapuskan

Painted Skin,  film fantasi supernatural yang indah dan mampu menghadirkan sisi romantisme klasik. Jenderal Wang Sheng telah memiliki istri cantik nan lembut, Peirong, ketika suatu saat menyelamatkan seorang gadis dari gurun pasir. Xiaowei, yang ternyata siluman rubah sangat jelita, memikat hati Jenderal Wang. Serangkaian pembunuhan misterius yang didalangi Xiaowei, mengusik kota. Xiaowei, yang benar-benar jatuh cinta pada Jenderal Wang, bertekad melakukan segala cara keji untuk membuatnya meninggalkan Peirong. Hampir saja Jenderal Wang meninggalkan Peirong, yang tulus mengorbankan dirinya demi suami.

Disaat akhir, ketika Jenderal Wang mulai menyadari tipu muslihat Xiaowei namun tak dapat mengingkari betapa ia menyukai gadis siluman tersebut , ucapan dari Jenderal Wang membuat Xiaowei belajar banyak tentang hubungan cinta dalam dunia manusia : “aku memang jatuh cinta padamu Xiaowei. Tapi maafkan, aku telah memiliki Peirong.”

Seorang lelaki muda, sebut namanya Angga (seperti tokoh dalam Bulan Nararya), suatu saat jatuh cinta pada Moza yang cantik. Mereka saling mencintai dan sulitnya, Angga telah menikah dengan Nararya. Berbeda dengan fiksi Bulan Nararya. Angga mengatakan pada Moza bahwa ia tak dapat meninggalkan Nararya. Baik Angga maupun Moza masih saling mencintai hingga kini, namun keduanya sepakat untuk tak saling menghubungi, untuk tak saling stalking, untuk tak saling sengaja bertemu.

Angga bisa saja terus menjalin cinta dengan Moza tanpa diketahui Nararya. Namun Angga tidak ingin berlarut-larut dalam hal yang mendatangkan kerumitan lebih jauh. Angga mengaku, cintanya pada Moza tulus dan bila ia mau, dapat menikahinya tanpa sepengetahuan Nararya. Namun Angga memilih untuk perlahan megnhapus cinta pada Moza. Baik Angga dan Moza merasa sakit , namun Angga merasa yakin, Nararya pun sosok  perempuan yang pantas dipertahankan.

 

Mengapa Cinta harus misterius?

Mengapa intan indah? Sebab tersembunyi di balik kerak bumi. Mengapa mutiara berharga? Sebab tersembunyi di dalam cangkang. Mengapa pelangi menawan? Sebab tersembunyi di antara awan, titik hujan dan lintasan cahaya matahari.

Mengapa  cinta indah terasa? Sebab tersembunyi dalam hati, benak dan ingatan.

Rasanya, membahas cinta akan senantiasa indah sebab rasa itu demikian misterius dan tak dapat diungkapkan. Suatu hal yang terbungkus dalam dugaan, imajinasi. Perasaan seringkali tergambar lebih memukau dari yang seharusnya. Mungkin, demikianlah cinta ditakdirkan. Untuk senantiasa indah, misterius, berbalut bayangan yang seringkali bersifat ghaib serta diselimuti takdir.

Demikianlah Tuhan menciptakan cinta dalam diri manusia.

Agar keindahan ada dalam hati-hati yang mungkin gersang oleh kasih sayang. Agar menguatkan perasaan yang dipenuhi dugaan-dugaan tak beralasan. Agar menguji kekuatan sepasang insan untuk mempertahankan bahtera yang mereka ingin bangun bersama.

Bagiku, biarkan cinta misterius.

Hanya antara aku dan Tuhan semata.

Bila tak bisa menjangkau seseorang, biarkan namanya abadi dalam hati dan ingatan. Dalam doa-doa yang kita panjatkan. Tak harus memiliki seseorang hanya karena kita mencintainya. Tapi terus doakan dia dalam kebaikan, bila hati kita sepenuh hati mencintainya.

 

(Terimakasih teman-teman, atas diskusi kita di suatu hari. Hingga kusimpulkan ini)

 

Tips Penulis Mancanegara  

 

 

Penulis dan lukisan

Indonesia, Pakistan, India, Turki, Filipina

Bertemu dengan penulis mancanegara ketika menghadiri undangan Seoul Foundation for Arts and Culture Juli 2016 merupakan salah satu pengalaman berharga sebagai penulis. Diskusi dan bertukar pikiran dengan berbagai penulis dari berbagai belahan dunia, membuat saya banyak belajar tentang bagaimana mengasah kemampuan sebagai penulis.

Di bawah saya tuliskan rangkuman singkat hasil diskusi dengan penulis yang mewakili kiprah literasi di Negara masing-masing :

  1. Batkhuyag Purevkhuu

Beliau adalah seorang profesor berasal dari Mongolia yang menguasai secara fasih bahasa Russia. Sekalipun diskusi kami dalam bahasa Inggris cukup terkendala, beliau banyak memberikan filosofi hidup sebagai seorang penulis. Sebetulnya, Batkhuyag dapat berbahasa Inggris namun ia khawatir pengucapannya tak cukup lancar maka sepanjang acara resmi beliau senantiasa didampingi penerjemah perempuan, Enkhjargal.

Sinta, PD, Prof. Batkhuyag

Batkhuyag, Sinta, PD

Bagi saya, ia mewakili bangsa Mongolia yang mengesankan. Saat sesi perkenalan diri, ia begitu bijak membuka pidato dengan mendoakan kami agar menjadi penulis yang semakin sukses di kemudian hari.

Batkhuyag menjelaskan, bagi bangsa Mongolia tak menguasai bahasa Inggris bukan hal yang memalukan. Mereka harus terlebih dahulu menguasai syair-syair asli Mongolia yang berjumpah puluhan ribu kata.

Sastra, membuat perjalanan hidup sebuah negara lebih bermakna. Batkhuyag pernah mengunjungi beberapa Negara dan ia sangat prihatin dengan Taiwan yang minim jejak budaya serta sastra. Nafas manusia berkejaran dalam uang dan materi.

Manusia, seharusnya tidak mengukur kesuksesan hidupnya hanya dari materi. Ada yang diperhatikan, dicapai, diraih di luar ukuran materi. Penulis, adalah salah satu profesi yang bertugas untuk mengingatkan manusia pada makna hidupnya. Sebab, kehidupan seorang penulis yang biasanya penuh komitmen, perjuangan dan kesederhaan mengalir dalam kata-kata yang ditulisnya.

 

  1. Sandra Roldan

Penulis cantik dari Filipina ini merupakan teman diskusi yang hangat dan menyenangkan. Ia punya tiga tips untuk menjadi penulis :

  1. Read and read
  2. Write
  3. Get another job!
Korean writer, Prabda, Sinta, Sandra

Korean writer, Prabda, Sinta, Sandra

Baik di Indonesia, Filipina, atau belahan manapun dari dunia ini; ilmu sastra tidaklah mendapatkan penghargaan materi berlimpah sebagaimana sains atau disiplin ilmu lainnya. Menjadi seorang penulis, berarti harus siap dengan kehidupan yang jauh dari standar kecukupan. Maka, alangkah baiknya bila sebagai penulis kita memperkaya diri dengan baca, baca, baca lagi. Menulis, menulis, menulis lagi. Lalu menopang hidup dari pekerjaan selain menjadi penulis. Sandra sendiri menjadi asisten profesor.

 

  1. Pankaj Dubey

Banyak ilmu unik  yang saya dapatkan dari penulis dan sutradara film ini.

Ketika membahas film, PD , panggilan akrab Pankaj Dubey mengatakan : Bollywood tak akan dapat mengejar Hollywood dalam hal teknologi. Ya! Bayangkan saja film James Bond, Bourne, Mission Impossible, atau science fiction macam Interstellar atau The Martian. Film horror nyapun membutuhkan kecanggihan rekayasa seperti Conjuring 1 dan 2, Mama dan Crimson Peak. Film-film imajinasi tak kalah seru mengusung teknologi : Mirror Mirror, Snow White & Huntsman, Haary Potter, Narnia dst.

Lalu apa yang ditawarkan oleh Bollywood serta sastra India?

Storytelling. Bagaimana mengisahkan sesuatu dengan indah, mendayu, memukau.

Dan fiksi India lebih menggaungkan myths, mitos. Fiksi yang benar-benar fiksi. Khayalan. Tidak harus ada alur cerita yang masuk akal. Bagi PD, bila ingin menulis cerita yang serba masuk akal, tulislah buku motivasi. Fiction is fiction. Keunggulan sebuah fiksi adalah karena unsur-unsur mitos serta hal tak masuk akal yang masuk ke dalam cerita.

 

  1. Shaheen Akhtar.

 

Shaheen Akhtar adalah penulis Bangladesh yang mewakili suara perempuan. Bagi Shaheen kisah-kisah perempuan tak ada habisnya untuk dieksplorasi. Shaheen memberikan saya sebuah buku luarbiasa Women in Concert, An Anthology of Bengali Muslim Women’s Writings, 1904-1938. Bagaimana perempuan menghadapi polemik hidup terkait busana muslim, kehidupan sosial politik, juga tantangan ekonomi.

Menulis cerita tentang perempuan dari sudut pandang perempuan, akan menjadi kisah istimewa bagi pembaca dunia.

women in concert, vegetarian, underwear

Women in Concert (Shaheen akhtar), The Vegetarian (Han Kang), Underwear (Kim Nan Il)

  1. Penulis-penulis Korea : Yun Dong Ju, Kim Nan Il, Go San Dol, Han Kang dll

Content.

Isi.

Dalam diskusi dalam ruang laboratorium di Yeonhui serta dalam perjalanan mengunjungi meonumen Yun Dong Ju; penulis-penulis Korea menekankan pada content atau isi tulisan. Tak akan ada publishing, promosi, resensi bila penulis tidak memiliki tulisan dengan isi berbobot. Content adalah bahan bakar. Dengan content, promosi dapat dinyalakan.

Maka, penulis-penulis Korea selalu berusaha menajamkan isi serta cara penulisan dalam setiap karyanya. Kim Nan Il menuliskan Underwear , dengan dialog-dialog yang ringan seputar kehidupan sederhana seorang penulis hingga perseteruan panjang Korea Utara-Korea Selatan. Han Kang menuliskan The Vegetarian , seorang perempuan yang mengubah gaya hidupnya dai penyantap segala menjadi seorang vegan. Peralihan gaya hidup ini menimbulkan kontroversi yang tiada habisnya di tengah keluarga hingga ia harus berhadapan dengan suami, adik, adik ipar serta dokter yang menvonisnya mengalami gangguan jiwa.

 

 

Setelah mendapatkan masukan dari penulis-penulis mancanegara di atas, anda ingin jadi penulis yang seperti apa?