Pisah Kebo (VS Kumpul Kebo) , baikkah?

  Kumpul kebo? Pasti pernah dengar ya. Rerata kita yang masih lekat dengan kultur timur nggak akan setuju. Apalagi yang lekat dengan kultur religius. Kumpul kebo artinya hidup serumah, tanpa ikatan pernikahan sah. Kenapa kumpul kebo, bukannya kumpul kucing, kumpul ayam, kumpul kodok; saya nggak tahu. Intinya, kumpul kebo sudah hidup seatap bak suami istri... Continue Reading →

Cinta : sejati, selingkuh, sejenis.

Lagu cinta apa yang paling kamu suka? Waktu masih zaman SMP SMA dulu, aku paling suka lagu Nikka Costa. It’s my first love Seems that I am too young He doesn’t even know Wish that I could show him what I’m feeling   Mengingat cinta, seperti membuat rasa penuh bunga bermekaran. Udara semerbak, bulan bersinar... Continue Reading →

Sirius Seoul: Nol & Zero, bag. 3

  Mari, lakukan pendekatan kepada Paman. Harus berbaik-baik dengan beliau untuk mendapatkan izin secara mulus pergi ke negeri tetangga. Kadang, Sofia ingin menggoda Paman dan menanya­kan apakah tidak ada yang menyibukkan dirinya selain pekerjaan? Pada Sabtu dan Minggu pun, Paman masih bekerja. “Om Hanif harus jaga kondisi,” Sofia berlagak manis suatu ketika. “Sekali-sekali istirahat, enggak... Continue Reading →

Film Searching : Ketika Sebagian Temanmu di Media Sosial Jahat & Opportunist!

  “Ummi harus nonton!” anakku mengirim teks. “Aku udah nonton sama temanku di Yogya.” “Yah…kalau film begitu, Ummi gak ada temannya buat ke bioskop.” “Ummi harus ajak Abah dan adik-adik buat nonton. Bagus banget! Gimana tentang dunia maya saat ini. Gimana orangtua harus belajar.” Aku penasaran banget. Film-film psikologis memang sengaja kutonton untuk memberikan pelajaran... Continue Reading →

Sirius Seoul : Nol & Zero bag. 2

  Sofia mengunyah perlahan telur scrambled yang dicampur beragam sayuran. Dia harus bersegera menye­lesaikan makan siang bila tidak ingin kehilangan waktu shalat zuhur. Jie Eun masih setia dengan makan siang yang membuatnya tidak berlemak: dada ayam, irisan timun, rebusan sejenis ubi. Entah mengapa, dia yang terlihat paling lahap menghabiskan makan siang. “Aku sebenarnya ingin mengambil... Continue Reading →

Sirius Seoul : Nol & Zero, bag. 1

Ikuti kisahnya dan nantikan hadiahnya!   Rasanya sepertiぐでたま. Gudetama, si telur yang eng­gan melakukan hal dengan sepenuh hati. Si telur yang bosan diperintah-perintah dan lebih senang tengkurap, menungging sebagai bentuk pemberontakan dan peno­lakan. Si melankolis berbentuk kuning, yang malas dan kerap menggumam: meh, aaahhh. Bila malam tiba, ingin bersorak melihat shoji ka­marnya. Bau sarung bantal... Continue Reading →

Esai Robin Kirk tentang Palestina yang Membawa Keajaiban!

  Kami berdiskusi tentang berbagai hal terkait dunia kepenulisan. Lalu tiba-tiba sang profesor bercerita, kuterjemahkan dalam bahasa Indonesia secara bebas ya. “Sinta, bukumu tentang Palestina mengingatkanku pada sebuah esai yang kutulis.” Aku menjadi tertarik. Segala bahasan tentang Palestina, menurutku pantas disimak. “Aku membuat esai tentang Palestina, ketika Gaza sedang dihujani bom. Kucari-cari foto di internet,... Continue Reading →

Seperti apa sosok Sofia di novel Sirius Seoul?

    Aku teringat sepenggal percakapanku dengan Profesor Robin Kirk, pakar cerita anak yang juga ikut residensi penulis di Seoul Juli 2018 tempo hari. “Apa yang ingin kamu sampaikan ketika menulis novel untuk remaja, terlebih settingnya Jepang dan Korea?” Kuceritakan bahwa anak muda Indonesia  menggemari Jepang dan Korea. Film-filmnya, animasi, komik, drama, musik, kuliner dan... Continue Reading →

Ya Allah, Bayarlah Aku!

Aku pernah bilang ke suami, “Mas, kalau aku nulis tapi penghasilannya sedikit, atau malah nggak ada sama sekali, gimana?” Suamiku alhamdulillah berkata, “ya nggak papa. Yang wajib cari nafkah itu suami. Tapi dicukup-cukupin, ya. Kalau memang Inta bisa dakwah di situ, semoga barakah.” Apa aku nggak pernah nangis? Apa aku nggak pernah kecewa? Seringlah. Pas... Continue Reading →

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: