sintayudisia

Kanjeng Ratu Kidul atau Nyai Roro Kidul?

In Catatan Perjalanan, Jurnal Harian, Sejarah Islam on Juli 29, 2015 at 2:16 am

Sayup di tengah malam, dalam keheningan kota Yogyakarta ketika saya kecil; samar terdengar di kejauhan derap langkah kaki pasukan dan gemerincing roda kereta. Suara indah, magis, harmoni dalam senyap dan kemegahan. Orang-orang berkata, terkadang suara yang kita dengar di malam hari, pertanda Nyai Roro Kidul tengah berkunjung ke istana .

Nyai Roro Kidul adalah sosok cantik bergaun hijau, dengan rambut tergerai hitam menutupi punggung. Mengenakan busana kebesaran ratu-ratu Jawa. Terkadang menggunakan kereta kencana, terkadang menunggang lautan membelah samudera. Konon, raja-raja tanah Jawa harus naik takhta dengan restunya. Bila mendapat restu Nyai Roro Kidul, maka aman tentramlah tanah Jawa. Bila tidak, sepanjang masa rakyat bergolak dan raja celaka.

Nyai Roro Kidul

Lukisan Nyai Roro Kidul ~ Basuki Abdullah

Perjanjian Panembahan Senopati dan Sang Ratu

Kapan Ratu Kidul muncul?

Apakah ia telah hadir sejak zaman Majapahit atau lebih awal lagi? Ataukah baru dikenal di zaman Mataram dan sesudahnya? Seperti apa sosok dirinya sesungguhnya, bahkan konon jauh lebih cantik memukau dibanding yang telah kita kenal selama ini?

Ratu KIdul

Versi lain Nyai Roro Kidul

Mengenal Ratu Kidul, berarti menapak tilasi sedikit sejarah berdirinya Mataram Islam.

Sepeninggal Hayam Wuruk dan Gajah Mada dalam memerintah Majapahit, perang saudara menyelimuti tanah Jawa termasuk perang Paregreg yang legendaris. Satu demi satu raja naik takhta, digulingkan, naik yang lain, pemberontakan muncul, raja baru tampil, mati dan begitu seterusnya. Majapahit bahkan pernah kosong selama 3 tahun.

Kemunduran Majapahit disusul munculnya Demak dan Pajang yang didukung oleh para wali.

Singkat cerita, terdapatlah dua saudara kharismatik, Ki Ageng Giring dan Ki Pemanahan. Ki Pemanahan, memiliki beberapa isyarat akan tampil menjadi raja Tanah Jawa karena beberapa kejadian :

  1. Suatu saat , Ki Ageng Giring naik pohon kelapa dan mendapati suara berkata, siapa yang meminum air kelapa yang tengah diambilnya maka keturunannya akan menjadi raja-raja Jawa. Ki Ageng Giring pulang ke rumah, meminta istrinya untuk menjaga buah kelapa tersebut baik-baik. Tak dinyana, Ki Pemanahan tiba-tiba berkunjung untuk silaturrahim dan meminum buah kelapa tersebut. Ki Ageng Giring yang semula menyangka keturunannya yang akan menjadi raja, menyadari bahwa keturunan Ki Pemanahan yang akan menjadi raja-raja terkemuka.
  1. Sultan Pajang, pernah menjanjikan Alas Mentaok kepada Ki Pemanahan atas jasa-jasa dan kesetiaannya. Bertahun-tahun janji tersebut tak dipenuhi, hingga Sunan Kalijaga menegurnya. Sultan Pajang berkilah, bahwa ia ingin memberikan wilayah negara yang lebih makmur kepada Ki Pemanahan, bukan Alas Mentaok yang masih hutan. Sultan Pajang mendapat kabar dari Sunan Giri, siapa saja yang menguasa Alas Mentaok , akan menjadi raja-raja Jawa. Sunan Kalijaga mengingatkan, bagaimanapun, janji harus ditepati. Meski berat hati, Alas Mentaok dihibahkan kepada Ki Pemanahan. Kelak, Alas Mentaok ini berubah nama menjadi Ngeksiganda. Ngeksi = Mata. Ganda = Harum. Ngeksiganda dikenal juga dengan nama Matarum atau Mataram, dalam bahasa India berarti Tanah Air. Ki Pemanahan lalu dikenal sebagai Ki Ageng Mataram.

Ki Pemanahan atau Ki Ageng Mataram memiliki 5 putra, salah satunya bernama Danang Sutawijaya atau kelak dikenal sebagai nama Panembahan Senapati. Ketika Ki Pemanahan wafat, Mataram dalam keadaan stabil namun harus segera menentukan pengganti. Ki Juru Martani, pendamping setia Ki Pemanahan mengajak 5 putra tersebut untuk sowan ke Sultan Pajang; berharap Sultan Pajang akan menetapkan pengganti namun Sultan Pajang tidak punya pilihan istimewa.

Ki Pemanahan & Panembahan Senapati

Lukisan wajah Ki Pemanahan ( Ki Ageng Mataram) &  Danang Sutawijaya (Panembahan Senapati), di balai pemakaman raja-raja Kotagade

Dari kelima putra, Danang Sutawijaya (Panembahan Senapati)  yang sering mengikuti perilaku tirakat Ki Pemanahan. Bangun malam, melakukan kontemplasi. Suatu saat, saat sedang menyepi, Panembahan Senopati melihat bintang bersinar terang datang kepadanya dan mengatakan bahwa ialah yang kelak akan menjadi Raja Mataram.

Panembahan Senapati gundah. Nasehat Ki Juru Martani yang kelah mengubah nasibnya.

“Janganlah kamu sombong. Bintang yang berkata-kata tersebut, boleh jadi benar, boleh jadi salah. Kita memohon pada Tuhan, semoga yang sulit dimudahkan. Bila kau memberontak pada Pajang, besar taruhannya. Mari kita berupaya bersama-sama; aku akan naik ke Merapi. Kamu akan ke Penguasa Laut Selatan.”

Kanjeng Ratu Kidul : manusia, peri, atau jin?

Menurut Ki Polo, salah satu juru kunci pemakaman Girilaya Imogiri terdapat perbedaan yang harus diluruskan di tengah masyarakat terkait tiga nama berikut :

  1. Kanjeng Ratu Kidul
  2. Nyai / Nyi Roro Kidul
  3. Ni Roro Kidul

Kanjeng Ratu Kidul adalah penguasa wilayah Pantai Selatan. Nama aslinya hingga kini masih misteri. Ia adalah perempuan bangsawan biasa , yang jatuh cinta pada rakyat jelata dan diharuskan hidup menyepi karena keputusannya. Lambat laun, karena mumpuni dalam hal pemerintahan, ia menjadi penguasa wilayah Pantai Selatan dan memiliki banyak bawahan. Raja-raja kecil di wilayah Selatan tunduk pada sosok yang dikenal sebagai Kanjeng Ratu Kidul. Perjanjian dengan Kanjeng Ratu Kidul hanya terjadi antara Panembahan Senapati, dan perjanjian tersebut bukan berupa ikatan pernikahan namun perjanjian bahwa Kanjeng Ratu Kidul sepenuhnya mendukung baik logistik dan pasukan kepada Panembahan Senapati.

Bagaimana dengan Ki Juru Martani?

Wilayah Merapi juga dipenuhi dengan penguasa-penguasa kecil. Ucapan Ki Juru Martani bahwa beliau akan meminta bantuan pada Penguasa Merapi bukan dalam artian beliau memohon pasukan gaib namun beliau bergerilya mengumpukan satu demi satu kekuatan agar Mataram mendapatkan dukungan penuh dari dua penjuru mata angin : Merapi dan Pantai Selatan.

Siapakah Nyai Roro Kidul dan Ni Roro Kidul?

Sejarah masuknya Islam di Jawa harus menghadapi kultur budaya Hindu yang sangat erat melekat hingga ke tulang sumsum bagi masyarakat. Dakwah 9 Wali memang belum tuntas dan harus dieteruskan oleh generasi demi generasi sesudahnya. Namun peletakan dasar para wali tersebut juga bukan perkara remeh dan gampang.

Sunan Kalijaga, adalah salah satu wali yang sering disalahartikan perilaku beliau menyerempet-nyerempet agama Hindu. Padahal, penggunaan istilah-istilah yang digunakan para Wali adalah agar agama Islam lebih dapat diterima di kalangan masyarakat Hindu. Istilah tersebut antara lain :

  1. Pusaka atau jimat. Masyarakat Hindu sangat mengagumi pusaka atau jimat. Seolah tanpa pusaka atau jimat, hidup tak akan tenteram. Apakah Islam punya pusaka atau jimat? Tentu. Gelar-gelar raja Jawa seperti Panembahan Senapati Ing Alaga Sayyidin Panatagama Kalifatullah dan seterusnya adalah gelar yang menunjukkan bahwa sang Penguasa Jawa tersebut dibekali dengan pusaka dan jimat sakti tiada dua. Kalifatullah hingga sekarang masih dikenakan oleh Hamengkubuwono X, merupakan nama pusaka yang terdiri atas 2 jenis : Kiai Kanjeng Al Quran dan Sajadah.

Masih ingat dengan sepasang keris Kiai Naga Sastra dan Kiai Sabuk Inten? Pusaka dan jimat konon kabarnya harus sepasang. Hilang satu, maka pertanda petaka. Quran dan Sajadah  adalah sepasang jimat pusaka yang harus mengiringi sang Penguasa dimanapun ia berada.

  1. Kebiasaan masyarakat Hindu untuk menyepi, bertapa, sering digunakan oleh Ki Pemanahan, Panembahan Senapati yang sekilas terlihat sama. Orang-orang yang ingin menajamkan mata batinnya dengan berjaga-jaga sepanjang malam, melakukan sholat malam dan tilawah al Quran.
  2. Tapa telanjang. Beberapa penguasa melakukan hal ini. Ratu Kalinyamat salah satunya, yang bertapa telanjang hingga keinginannya untuk mengalahkan Aria Penangsang tercapai. Tapa telanjang ini bukanlah bertapa dengan kondisi tanpa busana, namun sang Ratu menanggalkan semua pakaian kebesarannya sebagai bangsawan saat tengah berkhidmah pada Sang Pencipta.

Para sastrawan sering menggunakan bahasa-bahasa indah dan sanepo (perlambang) untuk menggambarkan kedalaman makna. Jalaluddin Rumi menggambarkan asyik masyuknya berdua dengan Ilahi Robbi, menggunakan terminologi mabuk dan jatuh cinta.  Bahasa-bahasa perlambang sering digunakan dalam masyarakat yang dekat dengan nilai-nilai sastrawi seperti Persia dan Hindu. Hubungan Panembahan Senapati dan Kanjeng Ratu Kidul dikabarkan sangat “mesra” hingga Mataram Islam berdiri. Kemesraan ini sering diartikan sebagai ikatan cinta.

Kebiasaan Tapabrata dan mencari Pusaka terus berlangsung hingga murid-murid para wali, keturunan Ki Pemanahan dan seterusnya sampai saat ini. Sebagian murid-murid atau pengikut yang masih kental nuansa Hindunya, benar-benar melakukan tapabrata.

Ingatkah nasehat Ki Juru Martani terkait suara Bintang Jatuh yang datang kepada Panembahan Senapati? Kebijaksanaan Ki Juru Martani sungguh tepat, mengingatkan Panembahan Senapati untuk tidak mempercayai suara tersebut 100%. Ucapan beliau agar Panembahan Senapati justru harus semakin mendekatkan diri pada Allah agar diberikan jalan keluar sekaligus menambahkan, “…suara gaib tak dapat dipercaya sebagaimana engkau mempercayai lidah manusia.”

Murid dan penerus dari pelaku-pelaku sejarah ini yang melakukan tapabrata dan ritual-ritual Islam-Hindu mendapatkan suara-suara gaib seperti Bintang Jatuh ; terkadang dalam 2 bentuk Nyai Roro Kidul atau Ni Roro Kidul. Baik keduanya adalah bangsa jin yang seperti digambarkan Ki Juru Martani : tak dapat dipercayai sebagaimana kita dapat  mempercayai manusia.

Masyarakat umum, terutama masyarakat Jawa semakin sulit memisahkan antara Kanjeng Ratu Kidul yang hanya sekali saja melakukan perjanjian dengan Panembahan Senapati ( bukan turun temurun, apalagi dalam bentuk pernikahan, sebab Kanjeng Ratu Kidul juga tua dan mati); dengan Nyai Roro Kidul dan Ni Roro Kidul yang berasal dari kalangan jin.

Sebagaimana Quran surah ke 72 yang mengupas tuntas tengan Jin, Allah memberitahukan bahwa selalu ada segolongan manusia yang melakukan perjanjian, meminta pertolongan kepada bangsa Jin. Dan tidaklah bangsa Jin tersebut membantu apalagi memuliakan manusia kecuali justru melakukan yang sebaliknya : menjadikan manusia tersesat dan semakin lemah tak berdaya.

Nyai Roro Kidul sangat cantik?

Tentang Kanjeng Ratu Kidul, Nyai Roro Kidul atau Ni Roro Kidul yang sesungguhnya merupakan 3 sosok berbeda; masyarakat hanya mendapatkan gambaran visual dari 1 pihak : pelukis Basuki Abdullah.

Basuki Abdullah adalah pelukis yang menyukai gaya erotis-sensual. Lihatlah penggambaran Jaka-Tarub dan Bidadari atau tentang gadis Sunda. Penikmat seni tentu sepakat bahwa keindahan tubuh wanita yang menjadi point of view Basuki Abdullah. Demikian pula penggambaran Basuki Abdullah terkait Nyai Roro Kidul.

Cantik, bertubuh indah, rambut hitam terurai panjang, mengenakan busana hijau.

Ki Polo dari Imogiri menyampaikan : belum tentu Nyai Roro Kidul seperti itu. Saat manusia berkhayal, membayangkan, dan mengadakan persekutuan dengan makhluk ghaib; maka demikianlah bangsa jin akan menyesatkan. Kecantikan Nyai Roro Kidul menjadi legenda, mitos, cerita rakyat, kepercayaan turun temurun padaham belum tentu ia seperti itu. Bukankah bangsa jin adalah makhluk ghaib yang dikabarkan mampu berubah wujud menjadi ular atau binatang melata?

Ki Polo

Ki Polo, paling kanan dan anak-anak

Sungguh disayangkan bila Kanjeng Ratu Kidul yang sesungguhnya, pendukung heroisme Panembahan Senapati digambarkan dengan tidak tepat. Disembah, diberikan sesaji, mengamuk penuh angkara murka bila tak dinikahi raja Jawa. Pun, raja-raja Jawa yang cikal bakalnya dididik oleh para Wali yang agung, ternyata tunduk pada makhluk gaib. Sungguh mengecilkan peran Sunan Kalijaga, Sunan Kudus, Sunan Giri, Ki Ageng Pemanahan, Panembahan Senapati. Pada akhirnya, kitapun akan mengecilkan peran para raja-raja yang dimakamkan di Imogiri; raja-raja tangguh yang kedigdayaannyan ditakuti oleh penguasa seantero dunia.

Bayangkan saja.

Seberapa kuat Nyai Roro Kidul mendukung Sultan Agung Hanyokrokusumo yang disegani Raja Aceh, Palembang, Turki hingga Syam? Bila saja memang Nyai Roro Kidul sekuat dan sesakti yang dibayangkan orang-orang, tentu Indonesia termasuk raja-raja yang masih tersisa dapat mudah menguasai Eropa, Amerika, dan seterusnya.

QS 72 (Al Jinn) : 6 :

“dan sesungguhnya ada beberapa orang laki-laki dari kalangan manusia yang meminta perlindungan kepada bangsa jin, tetapi mereka (jin) menjadikan manusia bertambah sesat.”

 

Sinta Yudisia

Surabaya, 28 Juli 2015

 

Referensi :

  1. Heryanto, Mas Fredy. Mengenal Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat. 2010. Warna Publishing
  2. Martohastono, RNg. Riwayat Pesarean Mataram I Kota Gede
  3. Nitinagoro, Hamaminata KRA. Sejarah Keraton Mataram. 2013. Grafika Citra Mahkota
  4. Wawancara dengan Ki Polo, Imogiri, Juli 2015

Izzah “ Nadia” Ajrina KMGP : Si Cantik Saintist, Pengusaha, Pecinta Keluarga

In Cinta & Love, Film, Jurnal Harian on Juli 29, 2015 at 2:05 am

Beruntung sekali KMGP (Ketika Mas Gagah Pergi) berjodoh dengan Izzah Ajrina, cewek cantik yang diam-diam punya kejutan tak terduga. Siapa sih cewek Surabaya yang satu ini?

Izzah Ajrina & Bunda Hajar

Izzah Ajrina & Bunda Hajar (foto koleksi Sinta Yudisia)

Saintist dan Pengusaha Muda!

Kebanyakan cewek cantik hobbi dandan. Izzah “Nadia” Ajrina pun begitu. Bagaimana ia merawat kecantikannya terbilang unik, sebab Izzah tak suka Spa namun lebih memilih sendiri perawatan dengan buah-buahan. Makan buah, skincare dengan buah. Nah, cewek cantik biasanya ogah mikir yang berat. Ogah pula berurusan dengan yang jorok-jorok.

Anehnya, Izzah suka berurusan dengan dua hal tersebut.

Pertama, Izzah tengah memburu beasiswa S2 ke Jepang, kursus bahasa Jepang,  sebab ia lulusan Fakultas Sains dan Teknologi jurusan S1 Biologi, Universitas Airlannga, Surabaya. Menjadi ilmuwan salah satu cita-citanya sejak dulu.

Kedua, usaha yang katanya masih “kecil-kecilan”. Ia memiliki bisnis susu kambing Etawa, plus tanah kebon dan kandangnya. Iih, apa gak eman-eman kulit yang bagus kecampur kotoran kambing? Hiks. Tapi ternyata enggak. Brain, beauty, behaviour. Izzah cocok dengan kategori 3B J

Papa dan Palestina

Ayah Izzah, dr. Sahudi adalah salah satu dokter yang beruntung berkesempatan mendapatkan tugas ke Gaza, Palestina. Awalnya, Izzah sangat sedih sebab hari-hari selalu habis bersama keluarga besar. Namun setelah ibunya yang juga seorang dokter menyampaikan, ”andaikan Ayah wafat, maka beliau akan terhitung syahid. Syahidnya Ayah akan memberikan syafaat kepada puluhan keluarganya.”

“Apa betul?” Izzah meminta keyakinan dari ibundanya.

“Betul.”

“Kalau begitu kita bisa mulai menghitung nama-nama yang akan mendapatkan syafaat, bila Ayah syahid.”

Alhamdulillah, dr. Sahudi pulang dengan selamat. Atas pengalamannya ke Palestina, beliau sering diundang ke berbagai tempat untu berbagi pengalaman dan Izzah berusaha selalu mendampingi sang Ayah. Menurut Izzah, sekalipun kisah yang dibagikan ayahnya tentang Gaza Palestina sudah berulang-ulang didengar, tetap saja tak bosan, tak bosan dan selalu menimbulkan rasa yang menggeletar.

Dekat dengan Kakak dan Adik

Izzah bersaudara lima orang termasuk dirinya. Kakak pertamanya Nurul Fitri Shabrina, biasa dipanggil kak Fitri. Izzah Niswah Ajrina putri kedua, Lathifah Nurul Fajri ketiga, Asma Arinal Haq keempat dan Muhammad Izzudin Syaifullah yang kelima.

Nama Izzah memiliki makna tersendiri bagi  sang ayah, dr. Sahudi, SpB(K)KL dan sang ibu, dr.Hajar Ariyani, SpRad (K). Ayah bunda berharap ia tumbuh menjadi gadis yang punya kemuliaan, harga diri dan kehormatan. Izzah sudah menunjukkan keberanian sejak kecil. Melihat pakdenya yang merokok, padahal saat itu Izzah masih kecil, Izzah berani berkata : “ Pakdhe tau gak kalau rokok itu haram? Gak disayang Allah, buat sakit lho…”

Teman-teman remaja Izzah heran ketika melihat gadis secantik dirinya belum tersentuh cowok. Belum pernah pegangan tangan, belum pernah dicium pipi. Malam minggu di rumah saja.

“Memang gak laku ya? Gak punya pacar?”

Izzah easy going saja. Ia menjawab ,”punya pacar jadi gak bisa jujur segala hal. Ada yang ditutup-tutupoi, segalanya serba terbatas.”

Prime time Izzah malam minggu adalah bersama keluarga. Kedekatan hubungan dengan ayah, bunda , kakak dan adiknya membuatnya tidak bete malam minggu tetap stay tune at home tanpa cowok keren yang mengajaknya hang out ke bioskop dan makan malam romantis berdua.

Asik ya, kalau punya Kakak atau Adik seperti Izzah! Kita minta Izzah buat tutorial skincare yuk, sekaligus bagaimana caranya membagi waktu hingga mampu menjadi pebisnis muda dan saintis pula!

Kita tunggu penampilannya yang mengesankan di film Ketika Mas Gagah Pergi karya Helvy Tiana Rosa.

Sinta Yudisia

Surabaya, 28 Juli 2015

Izzah Ajrina's Family

Izzah Ajrina & Keluarga ~ hayoo, Izzah yang mana? (foto koleksi Sinta Yudisia)

Arek Suroboyo : Handsome, Good looking, Pengusaha, Sholih (insyaAllah), Aktor KMGP yang Beda!

In Catatan Perjalanan, Film, Jurnal Harian on Juli 3, 2015 at 6:16 am
Yulyani & Hamas Syahid (koleksi Sinta Yudisia)

Yulyani dan Hamas Syahid (foto koleksi Sinta Yudisia)

Hamas Syahid.

Ups, namanya terkesan sangar. Tapi wajahnya murah senyum.

Sebelum diketemukan para pencari bakat, Hamas lebih dikenal sebagai pengusaha muda yang mengisi acara anak-anak muda kota Pahlawan, Surabaya. Cowok satu ini mahir membuat empek-empek, Bro & Sis!

Darah pengusaha mengalir dari Ibunda yang cantik, Yulyani atau dikenal juga sebagai Ummu Hamas. Mbak Yeyen –nama akrab Ummu Hamas- sosok perempuan muslimah yang dikenal aktif dalam dunia sosial, politik dan tentu saja, pengusaha tangguh.

Helvy Tiana Rosa, punya dua kata bagi sosok Hamas yang akhirnya sangat sesuai dengan imajinya tentang mas Gagah ,” Cakep dan Sholih.”

Mengapa Hamas?

Banyak cowok cakep berwajah oriental, berwajah ala India atau Turkish yang sedang booming. Namun bukan hanya penampilan fisik yang mewakili sosok Mas Gagah dalam film KMGP – Ketika Mas Gagah Pergi. Helvy berharap, Mas Gagah akan menjadi sosok panutan remaja se Indonesia dan para keluarga muslim sedunia. Cowok masa kini bukan hanya butuh penampilan. Di balik wajah tampan mengesankan, harus terbangun karakter pemimpin, tangguh, penyayang keluarga dan pembimbing bagi adik-adiknya. Mas Gagah harus jadi representasi pemuda masa kini, sebagaimana anak muda era 90an mengenal Catatan si Boy yang diperankan Onky Alexander.

Hamas hafal setidaknya 5 juz.

Hamas dikenal sangat dekat dengan Ibunda , Mbak Yeyen, dan dengan adik-adiknya. Satu yang membuat Helvy TR tertegun adalah ketika sebagai penulis ingin foto berdua dengan calon aktor pemeran utama, Hamas halus menolak sebab ia beranggapan, foto berdua dengan non mahram harus amat sangat dibatasi. Sweet:)

Film bukan uang, film adalah Da’wah

Siapa sih yang tak ingin tenar?

Follower banyak?

Status facebook banyak stalkernya?

Pernah, Mbak Yeyen memancing Hamas tentang target-target di dunia perfilman. Tegas Hamas menjelaskan pada ibunda tercinta, bahwa sejak awal, film adalah salah satu sarana dakwah bagi aktor muda setinggi 182 cm ini. Film bukan bicara target penghasilan atau tawaran main; film adalah salah satu  syiar da’wah Islam.

Wah, kira-kira  mungkinkah?

Mungkin, dong! Ingat, Hamas lebih dahulu dikenal sebagai pengusaha muda. Sang Ibunda mengingatkan anak-anaknya agar menjadi pengusaha sebagaimana Baginda Nabi Muhammad Saw. Bahkan , adik Hamas yang bernama Hana, masih kuliah di fakultas kedokteran Uiversitas Jember, Jawa Timur, juga didorong Mbak Yeyen agar tetap menjadi pengusaha. Profesi dokter bukan profesi untuk menghasilkan uang. Tapi sebagai pengusaha, seorang muslim dapat mencetak keuntungan, menciptakan lapangan kerja dan memiliki izzah di hadapan ummat sedunia. Keren!

Aktor Sholih

Dunia peran mustahil lepas dari kehidupan glamour, entertaint, perputaran uang. Lagipula, seorang pemain watak lebih mampu memerankan tokoh yang “hidup” di layar lebar maupun layar kaca.

Jangan menempatkan orang yang tidak tepat. Don’t put the wrong man on the wrong place.

Memburu sholih semata, tapi mainnya tak bagus, bagaimana? Toh Anthony Quinn sangat bagus memerankan tokoh Hamzah. Aktor-aktor pemain Mevlana Rumi, Piri Reis, Celebi dalam Suleyman Magnificent Century (Muhtesem Yuzyil)  juga bukan ulama. Film yang memikat dapat lebih mengesankan bagi penonton, lebih meninggalkan jejak, lebih meninggalkan bekas yang dalam.

Hm, benarkah?

Ingat. Indonesia masih sangat melihat role model. Atasan, pejabat, selebritis, aktor, sosialita sangat dipandang, dilihat dan ditiru. Artis ramai-ramai pakai jilbab, masyarakat meniru. Sekalipun masih sebatas lapisan luar, adalah langkah kebaikan melihat gadis-gadis mulai memilih busana muslim sebagai pilihan.

Aktor pun demikian.

Ketika bermain film Islam melantunkan nasehat dengan fasih; di luar dunia peran menjalani hidup yang jauh dari syariat. Masyarakat merasa bahwa sah-sah saja melakukan dua peran sekaligus. Berjilbab oke, tapi gak papa juga kali main mata dengan pria lain (naudzubillah). Berjenggot- berbaju koko- bersedekah cukup untuk melapisi sekian banyak perilaku dzalim. Artis aja begitu, masa kita gak boleh sih?

Begitu pula sebaliknya.

Semakin banyak aktor aktris sholih shalihat yang tampil , masyarakat semakin punya role model.

Lihat, dia yang ganteng dan terkenal aja hafidz Quran

Dia yang cakep aja jaga diri dari yang non mahram.

Dia yang terkenal aja terus menggali potensi diri dengan menekuni dunia usaha, dunia akademis, dunia agama dan seterusnya. Bukan hanya menjadikan film sebagai satu-satunya peran dalam hidup sehingga tak selektif memilih tawaran dan akhirnya muncul film-film yang tak mencerdaskan.

Ayo, dukung terus Hamas Syahid menjadi aktor Sholih Indonesia yang suatu saat juga go international!

Dukung Crowdfunding KMGP, Ketika Mas Gagah Pergi.

Film spesial yang memilih aktor dan aktris berkualitas.

Good looking, trendsetter, sholih pula. Mengapa tidak?

Salurkan donasi Crowdfunding KMGP ke rekening  BNI Syariah  0259296140 (Yayasan Lingkar Pena), Mandiri  1570080008883 (Lembaga Forum Lingkar Pena)  . Konfirmasi ke 08121056956

Gemakan slogan KMGP : Kita yang modalin, Kita yang buat, Dunia yang nonton.

16 Ramadhan 1436 H/ 03 Juli 2015

Sinta Yudisia

Hamas Syahid bersama Ibunda Yuluani dan adik-adiknya : Askar, Akrom, Hana (foto koleksi Sinta Yudisia)

Hamas Syahid bersama Ibunda Yulyani dan adik-adiknya : Askar, Akrom, Hana (foto koleksi Sinta Yudisia)

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 445 pengikut lainnya.