sintayudisia

Neuroliterasi : Kecerdasan Berbahasa yang merupakan dasar kecerdasan selanjutnya

In Artikel/Opini, mother's corner, PSIKOLOGI. PSYCHOLOGY on September 1, 2015 at 3:22 am

Pernah menonton film Contact yang dibintangi Jodie Foster dan Matthew McConaughey?

Contact : film tentang bagaimana berbicara dengan outer space

Contact : film tentang bagaimana berbicara dengan outer space

Yup. Jodie Foster berhasil berkomunikasi dengan penghuni outerspace selain manusia dengan bahasa semesta : matematika. Orang sering beranggapan bahwa bahasa hanya terdiri dari kata dan kalimat,, padahal bahasa adalah alat komunikasi agar pihak-pihak yang berinteraksi memahami pesan. Matematika, adalah salah satu bahasa logic yang akan digunakan dalam ilmu sains, sosial bahkan ilmu-ilmu humanistik termasuk literasi.

Orangtua ingin sekali anaknya cerdas.
Bila si anak mendapat nilai A atau 100 bulat untuk matematika, fisika atau kimia; luarbiasa bangga! Berbeda ketika mendapat nilai A atau 100 untuk pelajaran Agama, menggambar, atau Sejarah; masih kurang prestisius. Mengapa seorang anak sangat mahir matematika sementara yang lain lelet ?

Intelegensi

Tes IQ akan terus mengundang diskusi. Manusia memang selalu ingin mendisuksikan banyak hal. Trial error, membuat hipotesa, menentukan rumus, eksperimen, begitu terus menerus berulang. Sekalipun test IQ mengundang pro dan kontra; nyaris semua orang sepakat bahwa ada anak-anak yang memang berbakat cerdas dari “sono”nya. Diterangkan sekali, langsung mengerti. Ada yang butuh 2-3 x pengulangan. Ada yang butuh 10x pengulangan. Ada yang hingga ratusan kali diterangkan, tetap tidak mengerti.

Baiklah.
Anggap saja semua anak di Indonesia memiliki IQ 100 yang berarti dalam taraf normal atau rata-rata.
IQ 100 tersebut bukan berarti SEMUA menjadi mahir menguasai bidang-bidang yang SAMA. Si A lebih unggul kecerdasan verbalnya, si B lebih unggul kecerdasan arithmeticnya, si C lebih unggul reasoningnya, si D lebih unggul di bidang visual spasial dan seterusnya.

Bila, setiap anak , katakanlah punya potensi yang sama besar, lalu bagaimana cara orangtua melesatkan kecerdasannya hingga optimal?
Tahapan perkembangan
Sedihnya, begitu cepat waktu berlalu.
Tahu-tahu anak kita masuk playgroup.
Tahu-tahu masuk TK.
Tahu-tahu SD, SMP dan seterusnya. Aah, belum cukup rasanya menimang, anak-anak sudah berlari cepat. Yah, bukan sekedar timang menimang, namun cukupkah sudah stimulus yang diberikan orangtua pada anak?

Bahasa, adalah salah satu alat komunikasi.
Dengan bahasa, anak belajar mengucapkan bunyi, berekspresi, mengidentifikasi obyek.

Ini kucing :)

Ini kucing :)


“Ini pisang.Ini kucing. Ada berapa buah pisangnya? Satu-dua-tiga,” dan pembimbing bertepuk tangan tiga kali untuk merangsang semua kecerdasan baik auditori, visual maupun memori anak agar mengingat apa 3 (tiga) itu.
Kelak, pemahaman dasar dari makna “3” sebagai salah satu angka; akan terus berkembang tentang penjumlahan, perkalian, pembagian dan pengurangan. Berikutnya pangkat, KPK (kelipatan persekutuan kecil), FPB (faktor persekutuan besar). Si angka ini akan terus menguntit hingga masuk ke rumus-rumus stokiometri kimia, rumus kecepatan fisika, rumus neraca laba rugi akuntansi, rumus statistik di ilmu sosial dan seterusnya.
Betapa, kecerdasan di waktu dewasa, bila dihitung waktu mundur, diperoleh saat remaja. Kecerdasan remaja diperolah saat pra remaja. Kecerdasan pra remaja saat anak-anak. Kecerdasan anak-anak saat kanak-kanak dan kecerdasan masa kanak-kanak dibentuk sejak balita, batita, toddler, infant, bahkan sejak janin dalam kandungan!

Piramida Bahasa

Tata Bahasa
Bahasa Ekspresif : Berbicara dan Menulis
Bahasa Reseptif : Menyimak dan Mendengar
I d e n t i f i k a s i O b y e k
Bunyi meniru , bunyi berulang
Bunyi asal

Kecerdasan tidak diperoleh langsung oleh manusia namun didapatkan tahap demi tahap. Anak tak dapat meniru bila tak tahu bunyi asal. Selanjutnya ia akan mengidentifikasi objek : burung, tikus, kursi, mobil, boleh, jangan, marah, sayang dan seterusnya.
Naik ke tangga piramida berikut : MENYIMAK dan MEMBACA.
Maka orangtua harus selalu senantiasa mengajak anak-anak untuk menyimak serta membaca cerita. Terutama cerita-cerita keteladanan seperti kisah Sirah Nabawiyah Nabi Muhammad Saw beserta seluruh kisah para Nabi dan keluarga mereka serta para sahabat yang mengikutinya. Kisah-kisah heroisme seperti perjuangan bangsa Indonesia merebut kemerdekaan juga dapat dikisahkan kembali. Ada baiknya anak-anak disediakan buku-buku yang menarik.
Sebelum mampu bertata bahasa dengan baik, anak akan belajar cara BICARA dan MENULIS.

Masak dan makan adalah kesempatan banyak cerita kepada anak

Masak dan makan adalah kesempatan banyak cerita kepada anak

Ajaklah anak-anak untuk berbicara tentang apa saja, terutama hal-hal keseharian.
“Bunda mau masak lho. Kamu mau makan apa hari ini?”
“Nggak tahu.”
“Kalau telur sama tempe, kamu milih apa Sayang?”
“Telur.”
“Direbus atau digoreng?”
“Nggak tahu.”
“Bunda rebuskan, nanti kamu yang kupas ya?”
“Iya.”
“Kalau mau digoreng, ayo kita pecahkan telur di mangkok, baru kita tuang ke wajan isi minyak.”
Anak akan mendengar, melihat gerakan bibir dan mencoba memahami apa yang disampaikan oleh lingkungannya.

Ketrampilan menyimak, membaca, bicara dan menulis ini kelak akan sangat bermanfaat ketika anak masuk ke bangku akademis yang membutuhkan 4 ketrampilan berbahasa tersebut.
Matematika, misalnya.
Bukanlah membutuhkan daya konsentrasi tinggi dan anak diharuskan bersabar dalam mengenali angka atau bahkan huruf, kata dalam soal cerita?

Referensi :
Materi pelatihan Neurosains Terapan Smart Brain Energy, oleh Sumartini M Thahir
Beaty, Janice J. Observasi Perkembangan Anak Usia Dini. Prenada Media 2013

Apakah Satu Cara ini Sudah Dilakukan agar Doa Terkabul?

In Catatan Perjalanan, Oase, WRITING. SHARING. on Agustus 31, 2015 at 11:46 pm

Teman,
Mungkin ada beberapa (atau banyak) keinginan penting dalam hidup ini yang belum diraih. Kita merasa telah mengupayakan semua : berdoa, ikhtiyar, meminta nasehat, jatuh bangun, memotivasi diri, mencoba apapun cara yang mungkin. Sampai saat ini, mungkin masih belum terpenuhi juga keinginan besar yang menjadi impian bertahun-tahun.
Kisah ajaib ini mungkin dapat menjadi bahan perenungan.

Doa-doa tulus dari saudara

Tersebutlah sepasang suami istri, usia pernikahan menginjak angka 12 tahun dan belum dikaruniaNya keturunan. Upaya ilmiah hingga alternatif tak kurang-kurang. Hingga suatu hari, datang bantuan yang demikian menakjubkan.
Teman-teman pengajiannya, menginap bersama, sholat qiyamul lail bersama, dengan tujuan khusus satu saja : mendoakan pasangan suami istri ini agar punya putra. Satu bulan kemudian, mereka hamil!
Masyaallah :’)
Betapa indahnya persaudaraan.
Jadi ingat, ketika saya menginginkan sesuatu seperti ingin sekali punya rumah, meminta doa dari sana sini : orangtua, teman-teman, tetangga , saudara. Alhamdulillah, Allah SWT berikan rizqi rumah.
Apakah kita, pernah secara sengaja , sholat qiyamul lail dan secara khusus mendoakan saudara kita? Ahya. Jujur, saya belum. Biasanya saya sholat malam mendoakan hajat diri sendiri dan saudara-saudara lain. Mendoakan saudara lain insyaallah sering, tapi diikuti permintaan-permintaan lain yang biasanya, permintaan pribadi lebih mendominasi.

Betapa indahnya bila kita melakukan sholat malam, mendoakan saudara kita yang tertimpa musibah. Ingat, musibah bukan hanya sakit atau kebangkrutan. Mendapatkan jabatan tinggi, mendapatkan kekayaan, juga “musibah” . Bila saudara kita tidak didoakan, ia akan tergelincir dan saat itu dengan mudahnya kita mencaci makinya : pantas saja masuk penjara, korupsi sih. Pantas saja anaknya nakal, pejabat sih. Pantas saja ada WIL, sibuk sih.

Doa menentramkan hati

Doa adalah senjata

Alangkah menakjubkan bila suatu malam, kita berdoa diam-diam usai sholat 11 rakaat, mendoakan saudara kita yang belum punya jodoh. Yang belum punya putra setelah menikah sekian lama. Yang tengah mendekam di penjara. Yang tengah bangkrut. Yang tengah menangis. Yang tengah menjabat posisi tertentu. Yang tengah menikmati harta.
Dan di ujung belahan dunia lain, tanpa disadari, ada orang-orang yang melakukan hal sama untuk kita : mendoakan keberkahan kita sekeluarga, tercapainya setiap keingiinan kita. Siapa tahu, bukan lisan ini yang menjadi sebab terkabulnya doa, tapi ikatan ukhuwah dan cinta kepedulian kita antara satu sama lain.
Mari, saling mendoakan.

Ada Apa dengan Cinta = Cinta x Cinta (1)

In Bedah Buku Sinta Yudisia, Cinta & Love, Psikologi Islam, PSIKOLOGI. PSYCHOLOGY, Remaja. Teenager on Agustus 31, 2015 at 4:16 am

Cinta sesuatu yang legit untuk dibahas.
Sweet like chocolate. Mulai anak SD yang baru menebak-nebak apa itu jatuh cinta, anak SMP yang kenal cinta monyet, anak SMA yang sumpah sehidup semati (meski rela hidup bersama tapi enggan mati bareng), anak kuliah yang mulai berpikir nikah. 20, 30, 40 tahun sampai usia aki nini; cinta tetap nikmat dibahas.
Itu sebabnya, saya pribadi suka menulis tentang cinta.
Novel cinta seperti Bulan Nararya, Rinai, Rose, Lafaz Cinta, Sophia & Pink. Non fiksi cinta seperti Kitab Cinta Patah Hati, Sketsa Cinta Bunda dan insyaallah yang akan segera terbit Cinta x Cinta = Agar Masa Remajamu Nggak Sia-sia.

Cinta

Cinta tak pernah habis dibahas :)

Sejak Kapan Manusia Kenal Cinta?
Bayangkan!
Emosi dasar manusia terbentuk di limbic system , sejak ayah bunda melakukan coitus dan berkembang di 25 hari pertama. Baik ayah bunda kemungkinan besar tidak sadar, sedang ada bakal manusia yang mulai terbentuk cikal bakalnya di dinding rahim.
Calon baby yang di detik-detik tersebut berlimpah cinta, ayah bunda rajin bermunajat cinta pada sang Khaliq dan mengungkapkan rasa saling mengasihi sepanjang waktu, akan membentuk limbic system ini dengan bahan baku cinta.
Tapi bila si bunda cemas, apalagi bila kehamilan nggak diinginkan, terlebih (naudzubillah…) married by accident; hari-hari dipenuhi heartbeat bak pacuan mobil : hamil gak hamil gak hamil gak. Celaka, hamil! Maka limbic system dipenuhi bahan baku kebencian sejak awal.

Anak-anak dan Cinta
Anak TK dan SD sekarang juga bicara tentang cinta, lho!
Banyak anak TK dan anak SD yang cerita kepada sang bunda ingin pacaran, jatuh cinta pada teman satu kelas. Setelah ditelusuri, anak-anak ini masih campur aduk antara cinta, admire, sayang, berteman, bersahabat, kagum. Gara-gara sinetron cinta yang bertebarandi televisi mengumbar kata cinta, anak-anak meng analogikan setiap perasaan senagnnya kepada anak lain yang berstatus lawan jenis dengan “jatuh cinta.”
Remaja lain lagi.
Hormon yang juga sedang mengucur, otak bagian prefrontal yang belum matang, stimulus lingkungan yang dipenuhi film-film romansa yang banyak menyajikan adegan ehm-ehm seperti trilogi Twilight dan Fifty Shades of Grey membuat remaja mengartikan cinta lebih dahsyat dari orang-orang dewasa : cinta tidak cukup berkirim puisi atau kata-kata manis. Cinta harus lebih dari itu!

Jatuh Cinta

Jatuh cinta itu rasanya….???

Remaja dan Cinta
Akibat myelin sheath yang belum sempurna menyelubungi sel-sel neuron, pre frontal cortex remaja tak matang hingga usia 20 an tahun. Itu sebabnya remaja suka mengambil perilaku beresiko. Cinta harus diekspresikan lewat sentuhan fisik yang bila out of control, melakukan intercourse yang hanya boleh dilakukan suami istri. Masa muda yang seharusnya diisi hal-hal dinamis seputar akademik, prestasi, hoby, pencarian identitas diri dan mengarungi dunia seluas-luasnya; terpaksa terpuruk.
Gakpapa kan berhubungan asal tidak hamil?
Jalur basic instinct, termasuk perilaku sexual, sudah terbentuk di otak lebih dahulu dibanding jalur-jalur pemenuhan instink yang lain seperti kebutuhan makan, dll. Akibatnya, seseorang yang terkena adiksi pornografi akan sulit mengekang keinginannya untuk tidak lagi mengkonsumsi kecuali timbul azzam yang luar biasa besar. Kebiasaan menonton pornografi softcore, lambat laun menjadi hardcore.
Begitupun perilaku sexual.
Tidak hamil tidak menjamin remaja berhenti melakukan.
Bila terlanjur melakukan, baik cowok atau cewek akan mencoba terus petualangan cinta ini hingga seakan tak berkesudahan bagai rantai setan, naudzubillah. Belum lagi bila emosi ikut terlibat : tak mau kehilangan, terlalu sayang, atau justru keinginan membalas dendam pada lawan jenis sehingga setiap kali menjalin cinta maka akan berakhir dengan seksual intercourse, naudzubillah.

Ayo,Bicara Cinta

Love sweet if

Love is sweet, if…

Sebab energi yang meleda-ledak pada remaja, mari bicara cinta yang sehat.
Boleh kok jatuh cinta, apalagi pada lawan jenis. Itu tandanya manusia normal. Coba perhatikan syair Arab kuno yang berisi petuah bagi orang yang jatuh cinta.

Segala peristiwa, berasal dari pandangan
Banyak orang masuk neraka, sebab dosa yang kecil
Bermula pandangan, lalu senyum, lantas beri salam
Kemudian bicara, berikutnya berjanji, sesudahnya adalah pertemuan

Bagaimana mengantisipasi cinta agar tetap dapat menajlani aktivitas sehari-hari dan tidak terjatuh pada perilaku nista?
1. Kenali diri jika sedang jatuh cinta.
2. Jaga pandangan. Jangan sembarang jelalatan.
3. Bila harus bertemu karena kerja kelompok atau tugas organisasi, JANGAN hanya berdua!
4. Jangan berani-berani bertemu berdua tanpa izin orangtua
5. Jauhi tempat romantis yang hanya akan memicu emosi untuk menyentuh dan melakukan hal yang lebih jauh
6. Katakan pada diri sendiri : aku masih muda. Aku masih muda. Aku masih muda. Banyak hal yang harus dilakukan, bukan hanya bercinta.

Selanjutnya, simak buku Cintax Cinta = Biar Masa Remajamu Nggak Sia-sia ya!

Cinta x Cinta

Cinta x Cinta yang membahas bagaimana mengubah energi Cinta, Indiva Publishing

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 449 pengikut lainnya.