Persiapan buat ke Korea

“Aduh, mahalnya!”

“Aduh gak punya uang…”

Itu kalimat yang haram dikatakan kalau kita punya cita-cita. Nenekku, bulik-bulikku, dan mamaku selalu bilang kalau kita punya keinginan, nggak usah bilang hal-hal negatif. Duh mahal. Duh nggak cukup duitku. Saat punya keinginan  langsung aja bilang, “ya Allah , mudahkan rezekiku untuk terwujudnya keinginanku.”

 

Aku aja nggak nyangka bisa ke Seoul ini. Nanti aku bahas keajaiban menjelang berangkat ke Seoul ya…

 

Kita bicara persiapan dulu. Kalau kamu mau ke Korea (baca luar negeri). Bisa jadi peraturan di Korea dan negara lain itu beda-beda.

  1. Paspor. Buat paspor jauh-jauh hari. Perkara kita mau berangkat ke LN atau nggak, urusan nanti. Sama seperti kamu punya KTP. Emang karena mau nikah baru ngurus KTP? Enggak kan? Paspor juga gitu. Kalau buat jauh-jauh hari, kita nggak gelisah karena harus nembak. Buat paspor murah, 355 ribu, asal syaratnya lengkap. Tapi kalau nembak bisa 1,2 juta, 1,5 juta, 1,9 juta sampai 4 juta!

 

  1. Visa itu kayak apa sih?  Tiap kali mau masuk negara asing selain Indonesia kita butuh visa. Pas  mau ke Korea, aku gak bisa ngurus visa sendiri. Maka  kukirim pasporku ke Jakarta. Salah satu sahabat yang mengurus visa-visaku adalah Aquila Travel, Jalan Cendrawasih 2 no 11, Cilandak, Jakarta Selaran 12420. Bisa di cek di www.aquilatravel.co.id. Pengalamanku nih…mereka cukup amanah. Buat visa ke Korea itu antara 1-2 juta,tergantung mau sekali masuk atau multiple entry. Nah, 2018 ini aku lolos ke Seoul, pihak Aquila ngecek visaku. Ternyata masih berlaku sampai 2021. Mereka hanya minta biaya admin 200 (padahal untuk orang gaptek seperti aku, mereka bisa aja kasih tarif tinggi kan?)

 

  1. Travel insurance. Untuk Seoul, mereka minta travel insurance. Buat jaga-jaga kalau kita sakit, hilang koper dll. Harganya $75. Jadi kalau nanti mendadak ada apa-apa (moga-moga aja nggak, naudzubillah) kita gak usah keluar uang. Semua udah diurus sama pihak asuransi.
  2. Tiket PP. Sekarang udah banyak banget penerbangan Surabaya-Seoul. 2016 aku ke Korea, nggak ada yang dari Surabaya. Rata-rata dari Jakarta. Semakin banyak aja yang pingin ketemu Oppa Eonni cakep yaaa. Mahal gak tiket PP? Kalau yang mau mahal juga ada, PP 50 juta kwkwkw. Mending buat haji umroh laaah. Tapi kamu bisa terus belajar cari tiket murah. Kamu bisa cari di traveloka,tiket.com, nusatrip dll. Dengan rajin cari info  kita bisa dapat tiket murah.

 

  1. Living cost. Sepanjang di Korea butuh biaya. Tukar uang rupiah kita ke won atau dollar. Berapa sih biaya yang dibutuhkan sepanjang di Korea? Ntar ada tulisan lanjutan ya.

Selamat menikmati perjalanan yang penuh hikmah ya 🙂

 

ㄷ도봐요

Ddo bwayo.

See you later.

 

 

 

Iklan

Bagaimana keluar dari bandara Incheon, Seoul?

How to get your place from Incheon International Airport.

Alhamdulillah…akhirnya tiba lagi di negerinya K-Pop dan drakor yang kondang  itu.

Perjalanan dari Surabaya ke Jakarta memakan waktu 1 jam aja. Tiba di Soetta transit sekitar 2-3 jam. Cukup buat menyusuri bandara yang hadeeeh buat kaki bengkak. Bandara Soetta sekarang udah gedelho (eh, emang dulu kecil?). Gak tahu kenapa kok kayaknya bandara ini tambah gede.  Padahal baru beberapa bulan yang lalu tiba di Soetta.

Perjalanan Jakarta- Seoul berjalan dari jam 23.30dan tiba di Seoul jam 06.30 WIBT (waktu Indonesia barat tercinta) atau jam 08.30 waktu Korea. Berarti sekitar 7 jam perjalanan udara.

Alhamdulillah nggak mengalami kendala di imigrasi. Semua lancar,dan teman yang mau menjemputku sudah stand by sejak jam 09.00 . Meski mendarat jam 08.30 kita masih antri di imigrasi dan pengambilan bagasi kan?

Dari bandara Incheon kami naik kereta api ke Seoul Station. Berhenti di  stasiun Hongik University lalu naik taxi sekitar 5000 won ke Yeonhui.

Nah, meski ini kali kedua aku ke Korea, agak celingukan juga mencari jalan keluar untuk ketemu temanku. Dan juga keluar menuju transportasi subway. Jadi alurnya begini :

Kiri : subway dari arah pesawat untuk masuk ke gedung bandara. Kanan : imigrasi

  1. Keluar pesawar ikuti aja panah yang ada arrival atau baggage claim
  2. Ada banyak toilet. Kita bisa pipis dulu. Soalnya di atas pesawat kadang kruang nyaman
  3. Kalau mau ke bagian bagasi dan imigrasi, kita naik kereta api 1 kali. Sudah tersedia dari arah turun pesawat, untuk naik kereta ini.ikut arus aja
  4. Keluar kereta nanti naik tangga eskalator sekali
  5. Sampailah di imigrasi. Antri di sini
  6. Lalu keluar imigrasi, cek bagasi kita ada di pesawat apa, di jalur bagasi berapa
  7. Ada panduan exit. Biasanya pintu C
  8. Kalau sudah di lobby luar bandara,biasanya naik lift sekali ke lantai 2 untuk bisa naik kereta api
  9. Beli T-money dulu atau kalau udah punya, isi di vendor machine
  10. Silakan naik kereta api. Yang ini perhentian terakhir di Seoul Station.

Kiri : papan informasi bagasi kita dari penerbangan apa, misal GA 878 ada di belt 9. Kanan : pintu C tempat keluar

 

 

Kiri : gate untuk gesek kartu. Pastikan kartu T-money ada isinya. Kanan : antrian naik subway.

Trataaaa.

Akhirnya aku bisa sampai di residensi penulis yang keren ini. Tempatnya dingin, nyaman, teduh, rindang. Kesunyian yang ada di sekeliling menyebabkan penulis mudah menghasilkan karya, mencari inspirasi dan berkontemplasi terhadap banyak hal.

#seoul

#novel

#fiksi

#penulisindonesia

Hari ke #1 di #seoul

Hari ke #2 di #seoul

Seoul, I am coming back!

Alhamdulillah, meski baru rencana, insyaallah saya akan berangkat kembali ke Seoul, Korea Selatan. Ceritanya, pengajuan aplikasi untuk tinggal selama sebulan di residensi bergengsi Yeonhui, Seodamun-gu, disetujui pihak SFAC (Seoul Foundation for Arts and Culture).

Kapankah itu? Rentang waktu yang diizinkan adalah 1-31 Juli 2018.

Berarti pas musim panas ya? Cuaca nggak beda jauh dengan Indonesia.

Nah, saya bagi cerita di sini apa saja yang perlu disiapkan ya.

  1. Kalau mau ikut seleksi SFAC minimal kita harus punya karya tulis fiksi seperti cerpen/ antologi/ novel yang telah dipublikasikan. Kalau kamu ingin tahu seperti apa SFAC, gampang! Tinggal googling atau bisa ke mari ya SFAC
  2. Minta surat rekomendasi dari penerbit dan komunitas agar aplikasi anda lebih berkualitas
  3. Sering-sering kontak mereka via email untuk tahu apakah aplikasi kita disetujui. umumnya kita diizinkan tinggal selama sebulan di Seoul. Sebulan, lho! Bisa jalan-jalan ke Itaewon, line store, Coex building tempat SM entertainment ngantor atau ke kuil-kuil.
  4. Harus mencantumkan residency planning. Jadi mau ngapain aja selama di Korea. Kalau saya memang ingin nulis di residensi mereka yang nyaman banget.
  5. Doakan ya teman-teman agar semua dimudahkan Allah Swt. Sebab masih banyak pernak pernik yang harus diselesaikan nih 🙂

 

 

Mari, silakan mencicip 🙂

Searah jarum jam : Coex building, sungai Han, HUFS (Hankuk University of Foreign Studies bersama Feby), bersama mbal Aqiela di taman mawar buatan.

OK Sinta di Deoksugung, Seoul

Kenangan di Deoksugung, 2016

Mengapa Artis, Girlband & Boyband Korea Punya Banyak Penggemar?

 

Masa remaja dulu, boyband yang marak di blantika musik adalah New Kids on The Block, Westlife, Boyz to Men dan sejenisnya. Wah ketahuan deh angkatan umur berapa! Ketika punya anak-anak remaja, saya belajar menyukai dunia disekitar mereka. Manga, anime, boyband girlband, film Korea, film Jepang dan segala seluk beluk industri seni negara Ginseng dan negara Matahari Terbit.

Alhasil, saya cukup mengenal boyband seperti Super Junior, Shinee, Wonder Girl, SNSD atau Girls Generation. Yang terbaru pun cukup tahu seperti BTS, Seventeen, G Friend, Red Velvet. Penggemar mereka punya sebutan sendiri : ELF untuk Suju, Carat untuk Seventeen, A.R.M.Y untuk BTS.

Rap monster BTS.jpg

Rap Monster BTS dg IQ 148!

 

Apa yang saya suka dari pekerja seni Korea : mereka all out. Rap monster dari BTS, Hani dari EXID, lalu Song Jong Ki dan Kim Tae Hee adalah beberapa anggota band dan movie star yang bukan hanya menekuni dunia hiburan namun juga sangat cerdas di bidang akademik. Belum lagi, berita tentang kerasnya masa karantina mereka di bawah manajemen terkenal, membuat orang-orang geleng kepala. Aturan makan ketat, tak boleh pacaran, sekian jam berlatih vokal dan olah tubuh. Yoona, salah satu anggota girlband SNSD bukan hanya bertubuh langsing tapi ia juga penyuka olahraga esktrim panjat tebing.

kim tae hee.jpg

Kim Tae Hee : Cantik dan Pintar!

Girl Band yang Keren

Anak-anak SMP dan SMA bahkan mahasiswa sangat menggemari artis dan girband Korea. Mengapa tidak? Apa saja penyebabnya?

  1. Goodlooking. Gadis Korea disebut sebagai salah satu perempuan tercantik dunia karena kulitnya yang putih dan rambutnya yang hitam serta halus.
  2. Stylish. Cewek Korea , apalagi yang tampil di dunia hiburan sangat pandai memadu madankan beragam jenis pakaian. Boleh jadi karena tubuh tinggi, langsing dan kulit putih membuat mereka tidak kesulitan memilih busana.
  3. Childish. Imut, kekanakan, unyu-unyu, menggemaskan. Ih, pokoknya kalau melihat gaya mereka rasanya geregetan. Pingin nyubit pipinya!
  4. Energic dance. Melihat 4, 5, 9 cewek cantik berkumpul sudah membuat mata terpesona. Apalagi olah geraknya yang kompak, energik, dengan tarian-tarian yang ditata oleh koreografer andal. Jadilah tampilan hiburan yang benar-benar menarik dan so entertain!

 

Girlband sebagai Role Model

Begitu kuatnya industri seni dari Korea sehingga masyarakat, utamanya remaja berbondong-bondong ke negeri Ginseng baik ingin berlibur atau sekolah disana. Kata-kata kamsamhamnida, saranghe, oppa, eonni, ajuhsi, menjadi kata yang biasa  diucapkan. Bila generasi 90-an serba kebarat-baratan; generasi 2000an serba ketimur-timuran. Tokoh idola umumnya akan menjadi role model  bagi pengikutnya. Di tiap dekade, di tiap musim, di rentang waktu tertentu selalu ada idola yang jadi trendsetter dunia. Musim baju leher sabrina yang dikenakan Audrey Hepburn, perempuan mengikutinya. Musim rambut pendek ala Demi Moore yang ngehits di film Ghost, perempuan ramai-ramai memangkas rambutnya. Musim poni panjang ala Jennifer Aniston di film Friends , perempuan melakukan hal yang sama. Demam Korea membawa followersnya kepada beberapa tata aturan yang biasa ditemui di masyrakat Korea.

Apa itu?

Gaya makan, gaya bicara, cara bergerak dan berperilaku, hingga gaya hidup.

Di era 50-an ketika body berisi ala Marilyn Monroe mendunia, perempuan tidak terlalu pusing dengan ukuran tubuh. Yang dianggap sexy justru yang tubuhnya cenderung gemuk. Bibir tebal sedikit memble dianggap sensual. 70-an dunia model dikejutkan dengan supermodel Twiggy yang tubuhnya setipis papan. Maka orang kurus berbangga saat bersosialisasi dengan teman-temannya. Hal ini terjadi hingga era 80-an, sampai-sampai, orang dianggap cantik bila berbibir tipis. Ketika itu belum dikenal operasi plastik; maka orang lebih suka merekayasa wajahnya dengan gaya rambut dan tampilan make-up. Di era demam Korea; trendsetter yang diikuti adalah tubuh (amat sangat) ramping, kulut putih dan wajah imut kekanakan. Raut innocent berupa hidung runcing, mata berkelopak, bentuk wajah oval. Mereka yang pesek, berahang persegi, dahi lebar, gigi maju dan bibir memble; silakan minggir.

 

Hyoyeon SNSD dan Yoona SNSD

Maka, dikenal kemudian di jagad gonjang ganjing ini tubuh super ramping yang dapat diperoleh dengan mengikuti diet super ketat : makan timun dan ubi merah. Tak ada ayam goreng Upin Ipin, tak ada mak nyusss nya Bondan, tak ada es krim, tak ada coklat. Kalau diet masih oke-lah. Yang sangat jauh darikultur Indonesia adalah …budaya oplas alias operasi plastik. Ini sudah menjadi rahasia umum, bahwa sebagian besar artis Korea harus melewati bedah plastik untuk mendapatkan wajah yang diidamkan dan mendapatkan penggemar. Jelek sedikit, hujatan akan dituai.  Sangat sedikit artis yang tetap alami seperti Kim Tae He atau Song Hye Kyo. Lee Min Ho yang sudah tampan saja, harus memperbaiki hidungnya agar lebih mancung.

Budaya kerja keras dan kecintaan pada seni bangsanya sendiri adalah hal yang pantas diacungi jempol dari artis Korea. Namun gaya hidup mereka, tampaknya tak cocok dengan budaya bangsa kita. Indonesia mengenal kesantunan, tata krama, tepa selira yang semuanya dilandaskan pada keluhuran budi. Bukan fisik semata. Maka menilai seseorang hanya dari fisiknya saja, sungguh tidak imbang. Sedihnya, banyak generasi muda sekarang meniru girlband dan boyband Korea hanya dari tampilan fisiknya saja. Oplas, ikut oplas. Diet, ikut diet. Berpakaian minim, ikut demikian.

Padahal, remaja Indonesia akan menjadi remaja unggul bila menjunjung nilai budaya sendiri. Mereka makan kimchi, kita makan pecel. Mereka berpakaian mini, kita lebih suka baju batik. Mereka oplas, kita tak malu dengan kulit coklat, hidung tak mancung, pipi chubby dan body berisi. Sebab inilah anugerah Tuhan bagi bangsa Indonesia. Bangsa yang dikenal sebagai bangsa berperilaku luhur, yang megnhargai manusia karena ketinggian ilmu dan budi pekerti. Bukan sekedar tampilan fisik.

 

#1 Tempat cantik di Seoul dan Sekelilingnya

Kalau anda bekesempatan berkunjung ke Korea Selatan , tepatnya ke Seoul, ada banyak daerah cantik yang dapat dikunjungi. Saya pilikan 5 dulu ya!

 

  1. Deoksugung Palace (Istana Deoksugung)

Istana ini memang legendaris. Dilengkapi taman, loronglorong, juga danau tempat raja bercengkrama bersama keluarga. Mengingatkan kita pada kisah di serial Great Queen Seon Deok, Dong Yi, Masquerade. Yang fenomenal adalah Gyeongbukgung. Tapi, Deoksugung ini juga tak kalah megahnya.

Sebetulnya, istana-istana kuno yang ada di Indonesia tak kalah megahnya. Istana Maimun di Medan, bekas peninggalan Majapahit di daerah Singosari (biasa dilalui dalam perjalanan Surabaya- Malang), Candi-candi di Jambi, Candi Ratu Boko di Yogyakarta. Sayangnya, transportasi menuju areal pariwisata kita kurang tersedia. Di Korea selatan, angkutan bis dan kereta api tersedia dengan mudah sehingga turis mampu menjangkau area tersebut.

  1. Kuil Bong Eun Sa (Bong Eun Sa Temple)

Kuil ini dilengkapi lampu-lampu kertas dan kolam teratai, dengan bunga-bunga teratai yang jika mekar, cantik sekali sebagai wallpaper .

Menarik sekali bila masjid-masjid kita pun dihias indah tiap kali menyelenggarakaan perayaan seperti Id, Maulid, Muharram. Masjid yang dihias meriah akan membuat masyarakat berduyun-duyun datang. Memang, awalnya mungkin untuk berwisata. Namun sembari menikmati keindahan arsitektur dan perayaan, lama-lama anak dan remaja semakin tertarik untuk menyambangi masjid.

  1. Coex

Coex sebetulnya mirip gedung ekshibisi. Uniknya, gedung ini berdekatan dengan Bong Eun Sa, jadi kita bisa menikmati dunia modern dengan segala pameran di dalamnya sebelum melangkah ke dunia masa lalu di kuil Bong Eun Sa.

Coex ini sebtulnya berupa gedung-gedung dengan ruang besar untuk seminar, workshop dan launching produk. Untuk menarik minat remaja, selalus aja ada pojok berbentuk jantung hati untuk tempat selfie dan wefie.

 

  1. Han River (Sungai Han)

Sungai romantic ini bukan hanya dijaga kebersihannya. Sepanjang tepian dilengkapi taman-taman, kapal pesiar, bunga sakura buatan yang cantik sebagai teman selfie atau wefie.

 

Salah satu penulis kenamaan Seoul, Han Kang, memiliki nama yang berarti sungai Han.

Sebetulnya, sungai-sungai di Indonesia tak kalah menariknya. Di Surabaya sendiri ada sungai Jagir yang melintas, membelah Surabaya hingga menuju laut. Hiks….sungainya dipenuhi sampah dan plastic. Alhamdulillah,w arga sekarang semakin peduli, jadi berusaha menyadari bahwa sampah dapat merusak lingkungan dan merusak pemandangan.

 

  1. Dongdaemun History & Culture Park Station

Gedung berbentuk unik dengan warna kelabu. Bentuknya membuat kita seakan berada di abad futuristic. Di luar gedung ini dilengkapi kebun mawar buatan yang terbuat dari lampu. Lampui-lampu ini dicetak berbentuk mawar , sehingga ketika malam tiba, bersinar bak negeri peri!

 

Seoul, mampu memadukan sisi modern dan tradisional. Sitana Gyeongbukgung dan Deoksugung masih terpelihara, berikut musem nasional di sisi istana yang menyimpan pernak pernih sejarah mulai baju kaisar hingga mata uang, peta dll.

Berkeliling mancanegara membuat saya sadar, Indonesia jauh lebih kaya.

Bila masyarakat Indonesia menyadari kekayaan dan memelihara semua sumber daya, insyaAllah kita melaju melampaui Korea.

Tips Penulis Mancanegara  

 

 

Penulis dan lukisan

Indonesia, Pakistan, India, Turki, Filipina

Bertemu dengan penulis mancanegara ketika menghadiri undangan Seoul Foundation for Arts and Culture Juli 2016 merupakan salah satu pengalaman berharga sebagai penulis. Diskusi dan bertukar pikiran dengan berbagai penulis dari berbagai belahan dunia, membuat saya banyak belajar tentang bagaimana mengasah kemampuan sebagai penulis.

Di bawah saya tuliskan rangkuman singkat hasil diskusi dengan penulis yang mewakili kiprah literasi di Negara masing-masing :

  1. Batkhuyag Purevkhuu

Beliau adalah seorang profesor berasal dari Mongolia yang menguasai secara fasih bahasa Russia. Sekalipun diskusi kami dalam bahasa Inggris cukup terkendala, beliau banyak memberikan filosofi hidup sebagai seorang penulis. Sebetulnya, Batkhuyag dapat berbahasa Inggris namun ia khawatir pengucapannya tak cukup lancar maka sepanjang acara resmi beliau senantiasa didampingi penerjemah perempuan, Enkhjargal.

Sinta, PD, Prof. Batkhuyag

Batkhuyag, Sinta, PD

Bagi saya, ia mewakili bangsa Mongolia yang mengesankan. Saat sesi perkenalan diri, ia begitu bijak membuka pidato dengan mendoakan kami agar menjadi penulis yang semakin sukses di kemudian hari.

Batkhuyag menjelaskan, bagi bangsa Mongolia tak menguasai bahasa Inggris bukan hal yang memalukan. Mereka harus terlebih dahulu menguasai syair-syair asli Mongolia yang berjumpah puluhan ribu kata.

Sastra, membuat perjalanan hidup sebuah negara lebih bermakna. Batkhuyag pernah mengunjungi beberapa Negara dan ia sangat prihatin dengan Taiwan yang minim jejak budaya serta sastra. Nafas manusia berkejaran dalam uang dan materi.

Manusia, seharusnya tidak mengukur kesuksesan hidupnya hanya dari materi. Ada yang diperhatikan, dicapai, diraih di luar ukuran materi. Penulis, adalah salah satu profesi yang bertugas untuk mengingatkan manusia pada makna hidupnya. Sebab, kehidupan seorang penulis yang biasanya penuh komitmen, perjuangan dan kesederhaan mengalir dalam kata-kata yang ditulisnya.

 

  1. Sandra Roldan

Penulis cantik dari Filipina ini merupakan teman diskusi yang hangat dan menyenangkan. Ia punya tiga tips untuk menjadi penulis :

  1. Read and read
  2. Write
  3. Get another job!
Korean writer, Prabda, Sinta, Sandra

Korean writer, Prabda, Sinta, Sandra

Baik di Indonesia, Filipina, atau belahan manapun dari dunia ini; ilmu sastra tidaklah mendapatkan penghargaan materi berlimpah sebagaimana sains atau disiplin ilmu lainnya. Menjadi seorang penulis, berarti harus siap dengan kehidupan yang jauh dari standar kecukupan. Maka, alangkah baiknya bila sebagai penulis kita memperkaya diri dengan baca, baca, baca lagi. Menulis, menulis, menulis lagi. Lalu menopang hidup dari pekerjaan selain menjadi penulis. Sandra sendiri menjadi asisten profesor.

 

  1. Pankaj Dubey

Banyak ilmu unik  yang saya dapatkan dari penulis dan sutradara film ini.

Ketika membahas film, PD , panggilan akrab Pankaj Dubey mengatakan : Bollywood tak akan dapat mengejar Hollywood dalam hal teknologi. Ya! Bayangkan saja film James Bond, Bourne, Mission Impossible, atau science fiction macam Interstellar atau The Martian. Film horror nyapun membutuhkan kecanggihan rekayasa seperti Conjuring 1 dan 2, Mama dan Crimson Peak. Film-film imajinasi tak kalah seru mengusung teknologi : Mirror Mirror, Snow White & Huntsman, Haary Potter, Narnia dst.

Lalu apa yang ditawarkan oleh Bollywood serta sastra India?

Storytelling. Bagaimana mengisahkan sesuatu dengan indah, mendayu, memukau.

Dan fiksi India lebih menggaungkan myths, mitos. Fiksi yang benar-benar fiksi. Khayalan. Tidak harus ada alur cerita yang masuk akal. Bagi PD, bila ingin menulis cerita yang serba masuk akal, tulislah buku motivasi. Fiction is fiction. Keunggulan sebuah fiksi adalah karena unsur-unsur mitos serta hal tak masuk akal yang masuk ke dalam cerita.

 

  1. Shaheen Akhtar.

 

Shaheen Akhtar adalah penulis Bangladesh yang mewakili suara perempuan. Bagi Shaheen kisah-kisah perempuan tak ada habisnya untuk dieksplorasi. Shaheen memberikan saya sebuah buku luarbiasa Women in Concert, An Anthology of Bengali Muslim Women’s Writings, 1904-1938. Bagaimana perempuan menghadapi polemik hidup terkait busana muslim, kehidupan sosial politik, juga tantangan ekonomi.

Menulis cerita tentang perempuan dari sudut pandang perempuan, akan menjadi kisah istimewa bagi pembaca dunia.

women in concert, vegetarian, underwear

Women in Concert (Shaheen akhtar), The Vegetarian (Han Kang), Underwear (Kim Nan Il)

  1. Penulis-penulis Korea : Yun Dong Ju, Kim Nan Il, Go San Dol, Han Kang dll

Content.

Isi.

Dalam diskusi dalam ruang laboratorium di Yeonhui serta dalam perjalanan mengunjungi meonumen Yun Dong Ju; penulis-penulis Korea menekankan pada content atau isi tulisan. Tak akan ada publishing, promosi, resensi bila penulis tidak memiliki tulisan dengan isi berbobot. Content adalah bahan bakar. Dengan content, promosi dapat dinyalakan.

Maka, penulis-penulis Korea selalu berusaha menajamkan isi serta cara penulisan dalam setiap karyanya. Kim Nan Il menuliskan Underwear , dengan dialog-dialog yang ringan seputar kehidupan sederhana seorang penulis hingga perseteruan panjang Korea Utara-Korea Selatan. Han Kang menuliskan The Vegetarian , seorang perempuan yang mengubah gaya hidupnya dai penyantap segala menjadi seorang vegan. Peralihan gaya hidup ini menimbulkan kontroversi yang tiada habisnya di tengah keluarga hingga ia harus berhadapan dengan suami, adik, adik ipar serta dokter yang menvonisnya mengalami gangguan jiwa.

 

 

Setelah mendapatkan masukan dari penulis-penulis mancanegara di atas, anda ingin jadi penulis yang seperti apa?

 

Liputan Sinta Yudisia di Chosun Ilbo (조선일보)

 

Alhamdulillah…senang sekali dapat diwawancarai oleh salah satu koran terkemuka di Korea, Chosun Ilbo (조선일보) atau Korean Daily.

Liputan acara Reading Concert di Baseurak Hall. 3 penulis yang diwawancarai adalah Sinta Yudisia (Indonesia), Batkhuyag Purekhvuu (Mongolia), Pankaj Dubey (India)

Sinta, PD, Batkhuyag at Seoul.jpg

입력 : 2016.07.04 03:00

‘아시아 문학 창작 워크숍’ 참석
5월부터 서울 머물며 수필 써… 내년 봄 잡지 ‘연희’에 실려

아시아 문학이 서울을 향했다. 서울문화재단과 문학 계간지 ‘아시아’·한국작가회의가 초청한 아시아 대표 문인들이 1~3일 ‘아시아 문학 창작 워크숍’에 참석해 문학의 국경을 텄다. 이 중 지난 5월부터 서울 연희문학창작촌에 머물며 서울을 배경으로 한 수필을 완성한 몽골·인도·인도네시아 문인 3인을 만났다. 이 작품들은 내년 봄 잡지 ‘연희’에 실린다.

초현대 도시 서울에서 작가들이 발견한 것은 오히려 영적(靈的) 기민함이었다. 몽골문화예술대 교수인 시인 겸 소설가 푸릅후 바트호약(41)은 “이곳 사람들은 본능적으로 비와 바람을 감지해내는 것 같다”고 했다. “늘 연희동 주택가에서 햇볕을 쬐던 할아버지가 있었는데, 정확히 날씨를 예측하곤 했어요. 마치 대기(大氣)와 대화를 하고 있는 것 같았습니다.” 지난해 인도네시아 ‘영감을 주는 작가’에 선정된 신따 위스단띠(42)는 “서울에선 다양한 영혼이 인정받는 느낌”이라고 했다. 무슬림인 그녀는 “동네마다 교회·성당이 있고, 도심 한복판(코엑스) 옆에 절(봉은사)이 있는가 하면, 이태원엔 이슬람사원이 있다. 여러 가치가 공존하고 있었다”고 말했다.

서울을 주제로 한 수필을 완성한 아시아 작가 3인이 1일 서울시청 시민청에 전시된 글귀 앞에 섰다. 왼쪽부터 신따 위수단띠, 판카즈 두베이, 푸릅후 바트호약. /장련성 객원기자

인도 뭄바이에서 온 소설가 판카즈 두베이(38)는 다양성 안에 도사린 폐쇄성을 짚었다. “서울은 분명 국제도시지만 아직도 외국인에 대한 경계가 느껴졌다”고 말했다. 이어 “한국 여성과 인도 남성의 결혼에 관한 글을 쓰고 있다”며 “혼인 과정의 갈등을 통해 진짜 다양성에 대해 질문하려 한다”고 덧붙였다.

초원과 대륙, 섬에서 온 작가들이 포착한 서울의 속도도 제각각이었다. 바트호약은 “서울의 발걸음은 울란바토르보다 훨씬 급했다. 사람들이 실시간으로 살아가고 있다는 생각을 했다”고 했다. 항구 도시 수라바야(Surabaya)에서 온 위스단띠는 서울의 교통망을 칭찬하면서 “지하철 2호선 당산~합정 구간의 창밖 풍경은 사랑하지 않을 수 없었다”고 말했다.

이들은 한국 문학에 높은 관심을 표했다. 특히 위스단띠는 윤동주 시인의 ‘하늘과 바람과 별과 시’를 한글로 발음하며 엄지를 치켜세웠다. 그녀는 “인도네시아에도 하이릴 안와르(Chairil anwar) 등 일제에 저항한 시인이 있지만 윤동주만큼 크게 조명되고 있진 않다”며 “한국의 문인 대접에 감명을 받았다”고 했다.

서울에서 보낸 1448시간의 여정. 이제 각자의 도시로 돌아가는 이 세 사람은 덕담을 잊지 않았다. “서울이 경제적 발전을 넘어 아시아 문학의 허브가 되길 바랍니다. 고향에 돌아가서도 서울이 선물한 문학적 영감을 이어갈 겁니다.”

 

  • Copyright ⓒ 조선일보 & Chosun.com

[출처] 본 기사는 조선닷컴에서 작성된 기사 입니다