Seperti apa sosok Sofia di novel Sirius Seoul?

    Aku teringat sepenggal percakapanku dengan Profesor Robin Kirk, pakar cerita anak yang juga ikut residensi penulis di Seoul Juli 2018 tempo hari. “Apa yang ingin kamu sampaikan ketika menulis novel untuk remaja, terlebih settingnya Jepang dan Korea?” Kuceritakan bahwa anak muda Indonesia  menggemari Jepang dan Korea. Film-filmnya, animasi, komik, drama, musik, kuliner dan... Continue Reading →

Persiapan buat ke Korea

“Aduh, mahalnya!” “Aduh gak punya uang...” Itu kalimat yang haram dikatakan kalau kita punya cita-cita. Nenekku, bulik-bulikku, dan mamaku selalu bilang kalau kita punya keinginan, nggak usah bilang hal-hal negatif. Duh mahal. Duh nggak cukup duitku. Saat punya keinginan  langsung aja bilang, “ya Allah , mudahkan rezekiku untuk terwujudnya keinginanku.”   Aku aja nggak nyangka... Continue Reading →

#22 Catatan Seoul : Tertarik Islam karena Mayat

Ibu Farida atau Moon Hyun Joo, cukup lancar berbahasa Indonesia. Beliau pernah bekerja di kedutaan Indonesia dan menjadi istri orang Indonesia. Bagi orang Korea, agama tidaklah penting. Berbeda dengan Jepang , kuil dan candi ditemukan hampir di setiap kota. Maka di Korea Selatan, nyaris tak ada tempat peribadatan warga setempat yang menunjukkan ciri religiusitas. Ajaran... Continue Reading →

#21 Catatan Seoul : Identitas yang Paling Mudah

Bu Widya namanya. Posisi dan pengalaman beliau  tak dapat dijabarkan dengan curriculum vitae seperti biasa. Takdir sebagai pendamping suami membuatnya tinggal di Seoul untuk sementara waktu. Ketika ditanya, beliau pernah tinggal di negara mana saja, beliau lupa. Sejak kakek nenek, orangtua, hingga beliau suami istri dan kakak adik serta putra putri beliau; melanglang ke berbagai... Continue Reading →

#20 Seoul Foundation for Art and Culture (3)

  5) Seoul Creative Spaces, Sindang Dari semua divisi, bagi saya ini yang paling menarik. Kenapa? Pasar ini sepanjang 400 meter berisi karya seni. Sebab mata kita dimanjakan oleh beragam produk seni!   Pasar seni Sindang berada di bawah tanah (underground) sementara bagian atasnya dipakai untuk pasar tradisional biasa yang menjual beragam jenis barang. Creative... Continue Reading →

#19 Seoul Foundation for Arts and Culture (2)

    3) Seoul Art Space Seogyo, Mapo-gu   Divisi ini lebih kepada kantor untuk menyeleksi siapa yang berminat untuk bergabung di SFAC. Sebagai bagian dari seni dan budaya, art space Seogyo punya ruang-ruang yang cantik!   4) Seoul Theater Center, Jongno-gu   Seoul punya 100 teater! Dan semuanya aktif. Tempo hari, saya sempat lewat... Continue Reading →

#18 Catatan Seoul :Seoul Foundation for Arts and Culture (1)

  Anda harus baca ini! Bagaimana segala seni dapat memacu kreativitas masyarakat, menjadikan kota jauh lebih indah, energik dan membuka peluang ekonomi. Seoul, sebuah kota yang maju di wilayah Semenanjung Korea. Kota dengan kontur berbukit-bukit sehingga beberapa distrik memiliki jalan yang sangat curam. Dengan segala dinamikanya, Seoul menjadi salah satu kota yang sangat dinamis dan... Continue Reading →

#17 Catatan Seoul : Profesor Koh Young Hun, Cinta Indonesia dan Hankuk University of Foreign Studies (HUFS)

    Saya bertemu Profesor Koh Young Hun, copy darat, baru tanggal 14 Juni 2016. Sebelumnya saya lebih banyak berinteraksi dengan beliau via telepon. Diskusi kami sangat menyenangkan, sebab beliau fasih berbahasa Indonesia.   Ada banyak hal yang membuat saya merenung akan pendapat-pendapat beliau. Semoga, hasil diskusi kami membuka mata khalayak, terutama penulis-penulis Indonesia serta... Continue Reading →

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: