Tahukah Anda, Mimpi di Malam Hari Punya Makna Tertentu?

 

 

Pernahkah kita menyadari bahwa mimpi bukanlah sekedar bunga tidur namun merupakan sebuah isyarat akan suatu kejadian yang diilhamkan olehNya?

Tentu tidak semua mimpi perlu ditafsirkan, sebab kita belumlah se sholih nabi Yusuf a.s yang mampu menerjemahkan mimpi-mimpi raja dengan tepat.

Dalam kitab Fathul Bari tercatat sebuah doa, bila kita ingin bermimpi yang baik.

doa-fathul-bari

Doa minta diberikan mimpi yang baik

Allahumma inni as-aluka ru’ya sholihatan, shodiqotan, nafiatan, hafidzatan, ghoiro man-siyatin.

“Ya Allah sesungguhnya aku memohon padaMu mimpi yang baik, benar, manfaat, berkesan dan tidak terlupakan.”

Sebelum tidur, memang kaum muslimin disunnahkan bersiwak, berwudhu, membaca 3 surat terakhir. Kadang-kadang kita dihantui mimpi buruk sehingga Rasululla Saw mensunnahkan begitu bangun untuk membaca ta’awudz. Mimpi buruk sebaiknya tidak diceritakan, sebaliknya mimpi baik lebih utama diceritakan.

Bagi Sigmund Freud, mimpi adalah emosi-emosi yang ditekan sedemikian dalam akibat reaksi menghadapi sebuah kejadian. Orang yang bermimpi buruk  mungkin mengalami kejadian traumatic.Orang yang jatuh cinta akan memimpikan orang yang dipujanya.

Dalam Islam, tentu makna mimpi tidaklah sama seperti Freud.

Ibnu Khaldun dalam Muqaddimah menuliskan, saat seseorang tidur, beristirahatlah pula tubuh dan pikirannya namun semua inderanya sebetulnya dalam keadaan waspada penuh. Kulit kita lebih sensitif, maka sekalipun tidur kita dapat merasakan bila kecoak merambati lengan kan? Demikian pula mata, seolah-olah sangat tajam melihat sesuatu. Mimpi yang dapat diingat dengan baik setelah bangun tidur tanpa susah payah me-recall adalah isyarat Tuhan. Sebaliknya, mimpi yang lenyap dari ingatan adalah mimpi yang tidak memiliki pertanda. Demikianlah kata Ibnu Khaldun.

Lalu apa makna mimpi-mimpi kita?

Tafsir mimpi Ibnu Sirrin.JPG

Kitab tafsir mimpi Ibnu Sirrin

Berikut arti beberapa mimpi menurut pendapat Ibnu Sirrin. Ada ratusan tafsir mimpi di dalam buku tafsir beliau, namun saya sarikan berdasarkan mimpi yang juga pernah saya alami. Beberapa mimpi memiliki arti buruk. Saya pribadi bila mendapati mimpi yang bermakna buruk akan mencoba memperbanyak sedekah dan berdoa. Bukankah kata Umar ra, takdir dapat ditolak dengan doa? Begitupun kata baginda Rasul saw, sedekah dapat menolak bala?

  1. Gigi tanggal

Gigi tanggal bermakna anggota keluarga ada yang wafat. Saya ingat, dulu menjelang ayah dan eyang saya meninggal secara berdekatan, saya bermimpi gigi tanggal beberapa .

  1. Mengenakan pakaian

Mengenakan pakaian berwarna warni bermakna sukacita. Mengenakan pakaian hijau berarti akan mendapatkan kedudukan terhormat. Pakaian hijau adalah ciri khas penghuni surga. Sebaliknya bila pakaian yang dipakai berwarna kuning adalah isyarat sakit.

  1. Bercumbu dengan perempuan lain

Jangan cemburu membabi buta ketika bermimpi suami bercumbu dengan perempuan lain, bahkan sangat cantik! Ini bukan berarti isyarat suami berselingkuh.

Menurut Ibnu Sirrin, perempuan cantik bermakna kehidupan dunia. Bercumbu bersama perempuan cantik berarti akan bertambahlah beban hidup di dunia, entah itu dalam hal pekerjaan atau keluarga.

  1. Makan makanan lezat

Makan makanan bila terasa sekali kelezatannya berarti akan mendapatkan rezeqi dari Allah Swt.

  1. Menyusui anak-anak/ merawat anak-anak

Anak-anak berarti kesusahan, kerepotan. Bermimpi merawat anak-anak berarti akan mendapatkan kejadian-kejadian yang merepotkan.

 

  1. Memiliki rambut yang indah

Rambut indah diartikan sebagai mahkota, harta kekayaan dan martabat. Bermimpi memiliki rambut indah berarti akan bertambah kemuliaan dan kekayaan.

 

  1. Buang air besar

Buang air besar diyakini si pemimpi akan kehilangan uang dalam jumlah cukup besar karena satu kejadian. Bila bermimpi ini ; perbanyaklah doa, istighfar dan sedekah. Sebaliknya, mimpi membersihkan tinja atau kotoran bermakna baik.

 

  1. Mimpi membersihkan rumah

Mimpi membersihkan rumah insyaallah pertanda baik, si empunya akan mendapatkan rizqi dari Allah Swt.

 

  1. Mimpi bertemu seseorang

Mimpi bertemu seseorang memiliki makna akan mendapatkan bantuan atau pertolongan dari seseorang yang namanya tersebut dalam mimpi, atau seperti yang sifatnya sesuai nama dalam mimpi.

 10.Mimpi melihat mayat

Mimpi melihat mayat insyaallah pertanda baik, tanda si empunya akan mendapatkan karunia harta dari Allah Swt.

Dalam menafsirkan mimpi ini tentu anda tak bisa seperti ahli nujum, dapat menerka arti mimpi-mimpi orang-orang. Bisa jadi, seseorang diberi mimpi yang sangat istimewa sehingga tidak ada arti tafsirnya . Mimpi juga sangat individual sifatnya. Saya sendiri mengalami mimpi-mimpi seperti yang di atas dan belum mengalami sekian banyak ragam mimpi seperti yang ditafsirkan Ibnu Sirrin.

Dalam kitab tafsir Ibnu Sirrin ada beberapa mimpi istimewa yang saya sendiri belum pernah mengalaminya dengan jelas. Mimpi itu seperti mimpi bertemu para Nabi. Ibnu Sirrin memiliki sendiri kategori arti mimpi mulai apa arti mimpi bertemu nabi Adam as hingga bertemu nabi Muhamamd Saw. Demikian pula, Ibnu Sirrin menyusun tafsir ketika kita bermimpi membaca surat-surat dalam al Quran. Bermimpi membaca surat al Fatihah, berbeda maknanya dari surat al Baqarah, demikian seterusnya.

 

Mengapa saya tertarik membahas mimpi?

Sebab saya lebih mempercayai makna mimpi sesuai pendapat alim ulama seperti Ibnu Khaldun dan Ibnu Sirrin, dibandingkan tafsir mimpi seperti Freud yang lebih banyak mengemukakan basic instinct dan perasaan ter-repress. Meski, tentu saja tidak semua pendapat Freud salah. Membaca kitab ulama, membuat diri ini merasa tenang dan tahu kemana harus melangkah.

 

Bila istri berpenghasilan : milik siapakah uang istri?

 

 

Tuntutan ekonomi,  dorongan untuk membantu pihak lain, keinginan meningkatkan taraf hidup; membuat  ibu atau istri memutuskan bekerja. Bekerja tidak selalu harus keluar rumah. Dewasa ini banyak sekali peluang penghasilan yang dapat dilakukan tanpa harus meninggalkan keluarga selama 8 jam sehari. Bisnis online, blogger, reviewer produk, buka usaha katering atau busana, konsultan keluarga, konsultan fashion, konsultan bisnis; adalah sedikit di antara peluang bisnis yang dapat dilakukan di rumah sembari mendampingi buah hati. Disisi lain, ada perempuan-perempuan yang harus bekerja sebagai pegawai, pengajar, dosen, pengusaha, anggota dewan, dsb.

downloadPembahasan kali ini bukan memperdebatkan tentang ibu bekerja tetapi justru pasca perempuan berpenghasilan : milik siapakah uang istri?

 

Lelaki adalah Qowwam

Al Quran menegaskan  dalam 4 : 34 yang artinya ,” Laki-laki (suami) itu pelindung bagi perempuan (istri), karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-lai) telah memberikan nafkah dari hartanya….”

Dalam tafsir Quran dijelaskan beberapa hal antara lain :

  1. Kaum laki-laki adalah pemimpin, pemelihara, pembela dan pemberi nafkah dan bertanggung jawab penuh terhadap kaum perempuan yang telah menjadi istri dan keluarganya
  2. Setiap istri wajib mentaati suaminya dalam mengurus rumah tangga,memelihara kehormatannya, memelihara hartanya dan harta suaminya
  3. Setiap istri berhak mengadukan suaminya yang tidak menunaikan kewajibannya kepada pihak yang berwajib dan berwenang untuk menyelesaikannya

 

Menjadi qowwam atau pemimpin berarti memiliki hak-hak istimewa seperti dipatuhi, ditaati, dihormati, disegani, disanjung, ditakuti, didengarkan perintahnya.

Masih ingatkah kita dulu ketika seorang anak minta sesuatu kepada ibu? Ibu biasanya berkata,

“Coba tanya bapakmu dulu.”

Meski kadang-kadang sang ayah pun melontarkan hal yang sama : “terserah kata ibumu.”

Hal ini dilakukan seorang istri atau ibu sebab memandang tinggi kedudukan suami/ayah. Keputusan-keputusan mulai yang remeh hingga penting di rumah harus disetujui suami/ayah seperti  beli sepatu anak-anak, beli handphone, mau jalan-jalan kemana.

Sebagian suami menyerahkan sepenuhnya pada istri untuk mengatur segala urusan rumah tangga.

Suami saya menyerahnya urusan keuangan pada saya. Jadi saya punya buku catatan pengeluaran yang menjelaskan pengeluaran untuk air, listrik, bayar pembantu, mengirim orangtua, SPP anak-anak hingga cicilan-cicilan lainnya. Suami pun terbuka ketika ia ikut acara kantor yang membutuhkan urunan transportasi atau makan bersama, atau ikut paguyuban dan arisan.

Disisi lain, saya pun memberitahu suami bila memiliki pemasukan dari mengisi acara seminar atau royalti buku. Pendek kata, kami berdua mencoba berbicara terbuka tentang pendapatan dan pengeluaran.

Apakah pernah ada rahasia masalah keuangan?

Sesekali ada. Tapi kami sepakat, yah, sekali-sekali nggak papa kan?

Suami pernah membeli barang-barang seperti kaos beraneka ragam. Ia suka sekali kaos-kaos Jersey. Ia beli beberapa seri, termasuk beberapa buah untuk anak-anak laki-laki kami. Ia juga pernah beli kaos-kaos dengan sablon 3 dimensi untuk dirinya dan anak-anak. Barang-barang ini dibeli tanpa memberitahu saya. Sekali-sekali, menuruti keinginan pribadi bukanlah dosa. Asal frekuensi dan pagu-nya dibatas kewajaran.

Apakah saya marah? Awalnya memang bertanya-tanya. Tapi setelah tahu berapa harga barang-barang tersebut, apalagi suami membelinya dari teman-teman dekatnya yang tengah merintis bisnis kaos, saya pun membiarkannya. Suami tidak setiap bulan beli baju, bahkan kadang setahun sekali beli baju. Jumlah barang yang dibelinya masih relatif wajar.

Bagaimana dengan saya?

Saya sesekali membeli jilbab dan baju tanpa pertimbangan suami. Terus terang, saya memang memiliki penghasilan meski kecil. Jumlah barang yang saya beli baik rupa dan harganya tidak boleh melebihi uang pribadi yang saya punya.

Ketika saya akan beli barang relatif mahal seperti handphone, maka saya mengajak suami untuk memilih.

Apakah saya nggak bisa beli handphone sendiri?

Bisa!

Lagipula royalti saya cukup kok buat beli barang elektronik mahal yang saya inginkan. Tetapi, saya pribadi merasa tidak enak hati bila harus beli barang mahal tanpa seizin suami. (Handphone bagi saya mahal. Padahal kata anak-anak : ummi tuh harusnya beli iphone! Tapi smartphone yang cukup kapasitasnya untuk mengunduh jurnal-jurnal ilmiah, bagi saya sudah oke).

Kenapa saya nggak beli barang mahal, dengan uang saya sendiri, tanpa sepengetahuan suami?

Pertama, saya menghargai suami. Ia adalah qowwam dan pemimpin kami. Sepanjang 21 tahun kami menikah, tentu ia pernah melakukan kesalahan dan punya kekurangan. Tapi sebagian besar perilakunya menunjukkan rasa bertanggung jawab. Terutama dalam masalah nafkah. Ketika kami kekurangan, suami tak segan-segan mengajar meski ia sudah sangat lelah seharian kerja di kantor.

Kedua, suami sebagai qowwam pun menunjukkan contoh baik. Ia beli HP bagus seharga 2 jutaan, ketika anak buahnya bahkan sudah rame-rame beli HP harga 10 juta! Dulu ia beli HP murah, dan dibelikan oleh temannya blackberry. Kata suami ,”kalau yang murah sudah bisa digunakan, ngapain beli yang mahal.”

Ketiga, suami tidak segan-segan membantu saya jika kesulitan. Saat sakit dan nggak bisa masak, suami rela belanja dan memasak. Bila saya harus keluar kota, suami rela mengantar. Atau malah membantu menjaga anak-anak. Pendek kata, ia sigap membantu ketika saya butuh bantuan.

 

Qowwam adalah contoh

love-wifePemimpin adalah contoh bagi rakyatnya. Rasulullah Saw memberikan contoh bagaimana menjadi orangtua, suami, panglima perang, negarawan, politikus dan penyayang binatang. Kebiasaan Rasul ini menjadi role model bagi rakyat.

Begitupun suami saya, ayah anak-anak kami.

Anak-anak terbiasa tidak punya HP. Mereka baru beli HP harga 1 jutaan ketika mahasiswa. Kalau ditanya apa nggak kepingin punya HP bagus?

“Kepingin sih, Mi,” jawab anak-anak. “Tapi nanti beli HP pakai uang sendiri aja.”

Putri sulung dan bungsu kami sudah dapat menghasilkan uang dari menulis. Tetapi HP bukan barang primer yang mereka buru pertama kali.

Putra kedua kami, Ibrahim, menyarankan kepada adiknya-adiknya,”kalian kalau butuh HP beli aja yang murah-murah. Tuh, abah sama ummi aja HP nya murahan. Padahal ummi harusnya pakai iphone.”

Sekalipun Ibrahim tidak punya karya tulis seperti kakak perempuan dan adik perempuannya, ia punya prinsip yang ditularkan dari sang ayah.

Sebagai pemimpin, suami juga memberikan contoh dalam hal berpakaian dan makanan. Dalam hal membeli baju ia tidak terbiasa yang mahal-mahal, juga makanan. Maka contoh pemimpin ini mengimbas pada anak-anak. Mereka biasa berpakaian rapi sederhana, disaat anak muda di lingkungan mereka menggunakan pakaian gaul yang bermerek mulai topi hingga sepatu!

Bila suami/ayah suka ke masjid, anak-anak akan meniru. Meski tetap butuh upaya orangtua untuk memotivasi lebih (hehehe…anak-anak itu kadang-kadang diberi contoh baik saja masih suka ngeles!)

Bila suami/ayah suka makan di rumah, anak akan ikut.

Bila suami/ayah berkata kasar, anak akan meniru.

Bila suami/ayah malas, rajin, pemberani, suka sedekah, suka ngomong kotor, maka anak pun akan meniru ayahnya.

 

Hebatnya seorang Suami

Begitu hebatnya posisi ayah dan suami. Namun demikian besar juga tanggung jawabnya. Ia harus dapat mendidik anak istrinya. Bila istri salah, ia harus dapat membenarnya. Bila anak salah, ia harus dapat mendidiknya, tentu dibantu istri.

Begitu hebatnya posisi ayah dan suami, menunjukkan betapa besar pula tanggung jawab dan kewajibannya. Kewajiban presiden, gubernur, guru, tukang batu tentu berbeda kan? Istri wajib taat pada suami, sebagaimana suami wajib menyayangi keluarganya. Istri wajib memenuhi permintaan suami, sebagaimana suami harus mampu memenuhi kewajiban dan tanggung jawabnya.

Pertanyaan berikut muncul.

Wedding rings and large bills of moneyBila, suami tidak mampu memenuhi kewajiban dan tanggung jawabnya, bagaimana istri harus bersikap? Bila suami tidak mampu mencari nafkah dan istrilah yang harus mencari nafkah, bagaimana pula peran domestik di rumah?

Bila, satu-satunya sumber pendapatan di rumah itu adalah istri, apakah penghasilan istri boleh disimpan sendiri?

 

Perkawinan Kultur Timur dan Pembiasaan Islami

Di barat, adalah biasa suami istri bertukar peran.

Suami kerja, istri nggak mau masak, ya makan di luar. Nggak ada kewajiban istri harus mengurus rumah tangga kalau ia nggak mau. Istri kerja, ada kesepakatan pembagian peran domestik, ya suami yang menyuapi anak-anak. Mencuci dan seterusnya.

Dalam dunia timur, pembagian peran domestik dan publik masih sangat kentara.

Lelaki memiliki martabat lebih sehingga akan membuatnya kehilangan self esteem dan self respect bila ketahuan tetangga atau keluarga besar tengah mencuci, memasak, mengurus anak,belanja, antar jemput anak. Bila posisi lelaki saat itu berpenghasilan, tak masalah.

Banyak juga suami sambil berangkat pulang kerja sambil antar jemput anak sekolah, banyak suami sepulang kantor mampir supermarket untuk beli susu atau tetek bengek keperluan rumah tangga.

Yang akan terasa mengesalkan, membuat malu, menjatuhkan harga diri adalah ketika semua dilakukan suami disaat penghasilannya jauh di bawah istri atau malah dirinya (sedang) tidak berpenghasilan!

Bisa dibayangkan posisi suami.

Istri bekerja. Berangkat pagi, pulang sore. Pekerjaan kantor tidak mentolerir gender. Absen jam 7 ya jam 7 : mau laki, perempuan, sakit, sehat, hamil, haid, badmood, dll; aturan organisasi jelas. Jam 7 ya jam 7. Akibatnya istri/ibu setengah mati mengatur jadwal di waktu pagi. Ia ngos-ngosan berangkat kantor.

Alhasil, pekerjaan rumah tentu terbengkalai. Belanja, masak, mencuci.

Bukan istri/ibu tidak mau melakukan tugasnya. Tapi jadwal pekerjaan dan kepadatan kesibukan rumah tangga tidak sesuai lagi dengan jumlah waktu.

Apa yang harus dilakukan bila saat-saat genting seperti ini memang dibutuhkan bantuan suami untuk tugas domestik?

  1. Buatlah kesepakatan suami istri mana saja yang harus dikerjakan. Suami mencuci,menyetrika; istri belanja memasak. Atau sebaliknya.
  2. Saling jujur dengan kondisi hati. Ingat! Setiap orang, setiap keluarga berbeda. Ibu mertua saya berpesan : jangan sampai melihat suami saya mencuci baju. Saya menghargai beliau. Maka saya upayakan suami membantu pekerjaan rumah yang lain : belanja, memasak. Rupanya di keluarga suami, pekerjaan mencuci bisa melukai harga diri laki-laki. Sebaliknya; saya pernah mendengar sebuah keluarga dimana hal yang melukai harga diri laki-laki adalah bila memandikan anak-anak. Maka sang istri menghormati kebiasaan itu, ia meminta suaminya membantu hal-hal lain selain memandikan anak-anak dan memakaikan baju anak-anak
  3. Beri tenggat waktu berubah. Kita semua berasal dari keluarga yang mungkin tidak trampil 100%. Suami yang diharapkan dapat membantu mencuci dan menyetrika, mungkin belum pernah melakukannya. Beri ia waktu 3-6 bulan untuk dapat menyesuaikan diri.
  4. Bila harus memilih uang atau hubungan baik, pilihlah hubungan baik. Kemungkinan, istri sudah sangat lelah memasak. Harus belanja dan cuci-cuci segala. Sementara suami pun keberatan bila harus memasak. Memasak butuh energi besar! Tidak ada salahnya mencoba catering meski harganya mungkin cukup mahal. Selain waktu yang tersisa lebih banyak, hubungan baik dengan pasangan harus menajdi prioritas. Daripada bersikukuh harus masak sendiri sementara suami atau istri kesulitan melakukannya. Ini juga bisa dilakukan terhadap mencuci pakaian yang dapat dialihkan ke laundry.

 

Wahai Suami, Qowwam, Qowwam dan Qowwamlah dirimu!

Para suami, jadikanlah dirimu pantas dihargai. Pantas dikagumi. Pantas dihormati.

Jangan berpikir bahwa dengan menghasilkan uang banyak, itulah satu-satunya kesempatan dihargai. Banyak juga suami berpenghasilan sangat besar namun tingkah polahnya tidak dapat menjadi panutan, akiabtnya istri dan anak-anakpun membandel.

Bila seorang suami posisi nafkahnya berada di bawah istri, atau malah tidak berpenghasilan maka :

  1. Didiklah istri untuk tetap hormat pada suami. Bukan menunjukkan jati diri kelelakian dengan memaki, memukul, bersikap kasar. Perilaku negatif sama sekali tidak meninggalkan jejak hormat, malah menimbulkan jejak kebencian dan perasaan remeh di hati pasangan dan anak-anak. Pastilah ada perasaan terluka ketika istri bekerja, berpenghasilan besar.namun sabarlah dan berpikir positif.
  2. Berusahalan tetap bekerja sekalipun penghasilan kecil. Berikan pada istri dan nasehatilah untuk bersabar.
  3. Bila memakai uang istri katakan maaf, doakan istri atas sedekah yang dilakukannya. Katakan , “semoga ini menjadi sedekah bagimu ya Dek.”
  4. Sama seperti istri yang menjaga harta suami, suami juga perlu menjaga harta istri. Bukan karena istrinya bekerja dan punya uang lebih, suami merasa berhak berfoya-foya. Bersenang-senang. Merasa keenakan bahwa istri juga memiliki penghasilan lumayan. Ingatlah bahwa keberkahan sebuah keluarga ketika suami menjadi qowwam yang sesungguhnya.
  5. Suami harus waspada bila istri bekerja sebab ia tak boleh membiarkan ini belangsung lama. Pendidikan anak mutlak berada di bawah pengasuhan ibu. Bagaimana ibu akan optimal bila suami/ayah tidak giat bekerja?
  6. Jangan malu mengerjakan pekerjaan halal. Betapa banyak pengusaha besar memulai pekerjaan dari titik nol, menjadi orang palign bawah : tukang rumput, tukang batu. Mungkin bisnis suami bangkrut sehingga istri harus bekerja sebagai guru. Tak ada salahnya menjadi supir Gojek, Grab, Uber dan tak perlu malu dengan perbedaan posisi suami istri. Kalau orang mengejek, memangnya mereka mau kasih jabatan dan gaji besar? Berjualan herba dan mengantarnya sendiri ke pemesan, sementara istri duduk manis di kantor; tak perlu berkecil hati. Siapa tahu bukan gaji istri yang membuat keluarga tersebut bisa beli mobil rumah; namun justru ketekunan suami berjualan obat-obatan herbal.

 

 

Penghasilan istri : sedekah dan me time

Dewasa ini, beban haruslah sama-sama dibagi. Beban domestik, beban publik. Beban ekonomi. Kasihan jika suami hanya menjadi satu-satunya sumber pencari nafkah. Istri pun tidak bebas sedekah dan membeli barang yang diingankan, kan? Kasihan pula bila istri menjadi satu-satunya yang menangani urusan domestik. Kalau ia lelah jiwa raga, maka suami juga yang repot.

Jujurlah pada suami bila istri memiliki penghasilan. Utarakan hati-hati perasaan dan tingkatkan ketrampilan komunikasi. Komunikasi itu ada skillnya lho…

Bila seluruh uang istri diberikan untuk menyelenggarakan rumah tangga, bolehkah sekali waktu punya me-time baik dalam bentuk uang atau waktu? Misal, ingin di akhir pekan bebas tugas dan beli makan di luar meski hanya bakso. Bolehkah seharian tidur aja untuk membayar kelelahan di hari-hari yang lain? Bolehkah membeli barang dengan plafon 100-200 ribu uuntuk jilbab, sepatu, dompet, baju? Dengan keterbukaan pikiran dan perasaan, semoga suami menghargai pengorbanan istri dan mengizinkannya untuk bersenang-senang sesekali waktu.

Demikian pula para istri, jagalah perasaan suami bila saat ini penghasilanmu lebih besar dari suami. Saya ingat banget nasehat sederhana ibu mertua saya :

“Penghasilan itu sejatinya rezeki keluarga. Rezeki suami istri. Jangan merasa sombong. Suami punya uang, ia merasa hebat karena sudah bekerja. Istri punya uang, ia merasa hebat karena sudah berpenghasilan. Coba saja, jika mereka berpisah atau bercerai, biasanya rezeki keduanya akan berbeda lagi. Yang merasa punya penghasilan besar, ketika pongah dan merasa lebih baik berpisah, boleh jadi malah pintu rezekinya ditutup olehNya. Sebabnya, karena sumber rezeki berasal dari pasangan jiwanya.”

Naehat ibu mertua itu saya catat banget dalam benak.

Pejabat, Pengusaha, Artis : benarkah memakai  dukun, klenik,susuk dan bala tentara jin?

 

 

Santet, vodoo, cenayang, paranormal, dukun, orang pintar, susuk dan yang sejenisnya sangat akrab di semua kalangan. Tidak terbatas hanya kalangan masyarakat bawah dan kurang terpelajar, bahkan orang-orang terpelajar pun mempercayai hal-hal ghaib yang terkadang di luar nalar. Sebagai orang beragama, kadang batas antara iman dan syirik demikian tipisnya. Percaya pada hal ghaib, termasuk keberadaan malaikat dan setan; dan pecaya pula bahwa para dukun , kiai (kata ‘kiai’ mengalami pergeseran makna di beberapa kalangan sebagai orang ‘pintar’) mampu membawa – setidaknya membantu- orang-orang yang datang kepada mereka mencapai tujuan tertentu.

susuk

Beragam susuk

 

Produk perdagangan ghaib

Saya bukan pakar dalam hal ini tapi beberapa teman memiliki kisah unik.

Susuk salah satunya.

Sahabat saya, paras wajahnya sangat manis. Ia bercerita demikian.

“Aku pernah diajak nenekku di kampung untuk datang ke orang pintar. Aku mau dipasangi susuk. Maklum kalau di kampung, biar cepat kawin, Mbak. Aku lihat sendiri temanku dipasangi susuk. Dua mutiara diletakkan di alisnya dan menghilang tiba-tiba. Waktu itu saking takutnya, aku malah lari dan nggak mau. Untung sekarang aku tahu kalau itu syirik.”

Barang pusaka, adalah produk yang lain.

Legenda tanah Jawa banyak sekali melibatkan keberadaan barang pusaka. Keris Nogososro Sabukinten, Bende Mataram, Keris Mpu Gandring adalah sedikit contoh. Konon kabarnya, tidak ada raja-raja di tanah Jawa yang tidak menikahi Nyai Roro Kidul serta tidak memiliki benda pusaka. Untuk jadi penguasa di tanah Jawa, seseoran gharus memiliki benda pusaka.

keris-pusaka

Keris dengan beragam lekuk

Seorang sahabat, beliau penulis senior yang suka sekali menuliskan cerita sejarah bercerita.

“Aku senang menulis cerita sejarah, khususnya Jawa. Sampai-sampai aku ke beberapa tempat di luar negeri untuk mengumpulkan data. Di rumahku, banyak hibah benda pusaka dari kolega. Benda-benda pusaka itu macam-macam, ada yang kosong, ada yang ‘isi’.

Aku sendiri tidak pernah tahu yang mana benda pusaka yang memiliki tuah. Hanya saja anak-anakku pernah protes. Aku menyimpang benda-benda pusaka di suatu ruangan khusus. Kata anak-anak, mereka sering mendengar suara aneh, percakapan, makhluk-makhluk yang melintas. Akhirnya, satu demi satu barang pusaka itu aku lepaskan pada orang yang mau.”

Bunga.

Seorang teman yang memiliki Spa muslimah memiliki cerita unik. Sebagai seorang muslimah yang mencoba taat dalam agama, sahabat saya ini insyaallah tidak memakai perantara apapun selain doa dan niat ikhlas. Ia membuka Spa muslimah melihat animo masyarakat yang begitu gandrung pada salon serta produk kecantikan. Spa-nya alhamdulillah laris, buka dari jam 9 pagi hingga jam 7 malam.

Suatu ketika ada tetangga yang bertanya.

“Bu, laris banget yan salon dan spa-nya?”

“Alhamdulillah.”

“Saking larisnya sampai buka hampir dini hari.”

“Kami buka sampai jam 7 malam.”

“Ah, tetangga-tetangga disini sering dengar gunting rambut, hair dryer sampai jam 11 malam, Bu.”

Teman saya curiga dan menanyakan anak buahnya. Mungkin saja ada yang melayani sahabat atau saudara di jam-jam sekian. Para anak buah menggeleng dan mereka pulang jam 7 malam. Lagipula, tidak ada acara lembur kalau tidak ada pesanan kondangan atau musim wisuda.

Dari cerita para tetangga yang bersaksi bahwa kegiatan salon tetap berjalan setiap malam hingga nyaris dini hari, teman saya mulai merasa ada yang salah. Ia bertanya pada sesama kolega pengusaha salon.

“Wah, hati-hati, Bu,” kata pengusaha yang lain. “Dulu salon saya disantet orang. Setiap orang yang duduk untuk potong rambut atau perawatan muka, mencium bau busuk tidak karuan sehingga mereka langsung bangkit dan pulang. Solusinya ya datang ke orang pintar.”

Teman saya tidak ingin terjebak dalam syirik, maka beliau lantas meminta saran dari pakar syariah. Jawaban yang didapat lebih masuk akal : Spa muslimah menggunakan bahan-bahan alami termasuk bunga-bunga asli, bukan sekedar sabun dan lulur yang sudah jadi. Bunga-bunga adalah salah satu makanan kesukaan bangsa jin. Jadi, Spa tersebut kemungkinan menjadi tempat jin berpesta pora. Akhirnya, sahabat muslimah saya tersebut menjelaskan pada anak buahnya bahwa sebelum masuk kerja mereka harus baca ma’tsurat demikian pula saat petang . Salon mereka sepekan sekali mengadakan pengajian. Sholat berjamaah sebisa mungkin dilakukan di antara karyawati yang perempuan semua, kejujuran ditegakkan, dan segala sunnah Rasul dijalankan. Alhamdulillah perlahan, agenda ‘klothekan’ makhluk halus yang memakai salon di malam hari hilang.

Dalam berinteraksi dengan makhluk ghaib yang dianggap menjadi ‘Tuhan’ yang dapat mengambulkan permintaan, ada barang-barang bertuah yang menjadi perantara antara manusia dengan jin. Barang-barang ini bermacam-macam bentuknya mulai senjata yang diletakkan di bawah tempat tidur, susuk yang dipasang di bagian tubuh tertentu, atau sesajen yang diletakkan di sudut rumah.

Kita akan sangat berhati-hati untuk meletakkan barang-barang tertentu di rumah kita. Patung, lukisan, barang pusaka, hiasan, akan menjadi sebab perantara hubungan ghaib antara manusia dan jin. Kejadian-kejadian di atas menjadi bukti bahwa siapapun, bila ingin, dapat mengambil jalan pintas menuju cita-cita yang diingiinkan.

Ingin cantik, ingin kaya, ingin terkenal, ingin berkuasa; bila tidak mau mengambil jalur yang biasa maka barang-barang perantara tersebut mudah didapat.

Sebagai pedagang, pasti mengalami surut pasang, laba rugi, naik turun. Bahkan mengalami masa pailit yang sangat-sangat pahit. Bila tidak bersabar dan meyakini rizqi dari Allah Swt, maka ingin rasanya dagangan cepat laris. Uang bertambah-tambah. Kecantikan menuai pujian, apalagi pekerjaan yang memerlukan tampilan fisik seperti penyanyi, penari, artis, peragawati dsb.

 

Orang-orang yang mampu melihat hal ghaib

Beberapa teman memiliki kemampuan ajaib melihat sesuatu diluar mata manusia. sahabat perempuan saya di SMA pernah berbisik.

clairvoyance

“Sin, hari ini kamu mau ikut lomba ya?”

“Iya. Kenapa?”

“Aneh. Biasanya aku senang banget kamu ikut lomba, hari ini kok perasaanku gak enak ya.”

Benar saja, saya kalah hari itu.

Sahabat saya yang lain, sebut namanya Indah,  malah lebih dari sekedar melihat.

“Aku dan adikku, bu Sinta, kami berdua bisa lihat yang aneh-aneh. Setiap malam kami tidur berdua, yang namanya ranjang itu bisa bolak balik gak karuan. Kalau bantal guling kena tendang, mungkin kami lasak banget pas tidur. Tapi kalau ranjang sudah ubah posisi, nah! Aku selalu tahu apa yang akan terjadi apda teman-temanku. Sampai-sampai, aku menderita sekali. Sebab sahabatku, cowok cewek mereka pacaran lama, aku tahu mereka nggak akan nikah meski saling mencintai. Aku mau bilang apa, tapi aku sedih banget. Ternyata benar! Mereka nggak jadi nikah. Setelah aku sadar mampu melihat hal-hal jauh ke depan bukan malah mengasyikkan, aku minta diruqyah. Sepertinya ini keturunan. Alhamdulillah hidupku sekarang normal.”

Tidak semua orang seperti Indah.

Ada seseorang yang ia memiliki kemampuan ‘lebih’. Pernah nonton Kungfu Hustle kan? Ada orang yang juga hanya membaca sekali cerita silat, ia langsung mampu memukul kayu hingga terbelah. Sayangnya, ia beranggapan apa yang dimilikinya gift dari Allah dan tidak mau mencari pemahaman lebih jauh apakah itu berkaitan dengan sisi aqidah atau tidak.

Ada orang-orang yang mampu melihat hal ghaib.

Bagi yang ingin menjadi dukun atau orang pintar, kemampuan itu dimanfaatkan untuk membantu orang (atau sebenarnya malah mencelakakannya). Meski tidak semua orang pintar, atau dukun ini jahat, ya!

Dulu, keluarga kami sering mengalami hal aneh. Ibuku punya perusahaan, dan seringkali uangnya hilang. Setelah datang ke orang pintar, ibu mendapat masukan.

“Ibu sedang disantet.”

“Terus bagaimana, Kiai?”

Ada yang bilang santet dapat dikembalikan pada pengirimnya.

“Kita cukup tahu Ibu disantet. Kalau dikembalikan , itu tipudaya syaithon. Iya kalau si X yang benar-benar nyantet, kalau Ibu mengembalikan santet pada si X dan bukan si X pelakunya? Sempurna sudah syaithon memperdaya sana sini.”

“Terus bagaimana?” ibu gelisah.

“Ibu perbanyak sholat malam dan shodaqoh saja.”

Alhamdulillah, meski perusahaan Ibu bangkrut dan aset-aset terjual, kami sekeluarga sehat-sehat semua dan mendapatkan banyak pembelajaran agama terkait sabar, rezeqi, sedekah dan lain-lain. Lambat laun keluarga kami yang pernah amat sangat terpuruk ekonomi bangkit satu demi satu.

Andai kata dulu kami main perdukunan, tentu kami tetap kaya raya tapi naudzubillahi mindzalik…entah apa jadinya.

Ada banyak orang sakti di sekeliling kita yang mendapatkan kesaktian karena memang ngelmu atau sengaja menimba ilmu kebatinan, ada yang karena keturunan. Yang menjadi sakti inipun ada yang pada akhirnya menyadari bahwa tidak ada kekuasaan yang pantas diagungkan kecuali Allah Swt. Meminta bantuan pada orang pintar, jin dan bala tentaranya sekilas terlihat memberikan solusi namun sesungguhnya makin membuat orang terpuruk dalam masalah.

Banyak orang pintar, dukun, kiai yang bersedia membantu sekalipun dengan bantuan jin. Tapi umumnya mereka memberikan syarat dan pemahaman, bahwa klien bersedia memikul akibatnya. Mereka tidak serta merta memberikan banga pusaka, barang mahar (istilahnya) tanpa memberikan keterangan apa saja yang diminta jin sebagai imbalan. Bukan rahasia lagi bahwa bangsa jin yang menyesatkan manusia, mereka kejam luarbiasa. Mereka meminta tumbal anak-anak, pasangan, karyawan-karyawan dan bila semua tumbal telah habis makan bangkrutlah sudah kekayaan.

Barulah setelah tercapai kesepakatan, dilaluilah perjanjian.

Sungguh benar. Tidak ada perdagangan yang lebih menguntungkan selain perdagangan dengan Allah Swt.

Sesungguhnya Allah membeli dari orang-orang mukmin, baik diri maupun harta mereka dengan memebrikan surga untuk mereka. Mereka berperang di jalan Allah sehingga mereka membunuh atau  terbunuh(sebagai) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya selain Allah? Maka bergembiralah dengan jualbeli yang telah kamu lakukan dan demikianlah itu kemenangan yang agung.” (QS 9 : 111)

Siapa yang tidak ingin cepat kaya?

Siapa yang tidak ingin terlihat cantik dan dipuji banyak orang?

Siapa yang tidak ingin punya kekuasaan, kejayaan, bermartabat tinggi?

Semua ada jalannya. Apapun jalan instant, pasti akan cepat melambung dan akan cepat pula jatuhnya. Berdagang dengan iblis, jin yang sesat, setan; tidak akan menguntungkan. Mereka suka ingkar janji, mereka pun lebihs uka merugikan manusia. tidak ada perjanjian dengan dunia hitam yang menguntungkan manusia. tetapi, mengambil perjanjian dengan Allah akan selalu menguntungkan. Allah malu bila hambaNya mengangkat tangan berdoa tidak mengabulkan. Dia juga selalu mengganti bila tidak berkehendak mengabulkan dan, Allah tidak pernah melupakan impian kita sekalipun suatu saat kita merasa lelah berdoa dan nyaris kehilangan harapan.

 

Para pengguna jasa jin

Indonesia, senang sekali dengan barang instant.

Mie instant, fast food, karir instant. Perkembangan di dunia seni budaya dan politik jelas-jelas menggambarkan dinasti instant ini. Belajar dari K-Pop, para boyband dan girlband negeri ginseng rela berlatih menyanyi dan menari lebih dari 10 jam sehari, hingga 5 bahkan 7 tahun ditempa dan barulah mengeluarkan debutnya. Berbeda dengan boyband girlband Indonesia yang baru kumpul 6 bulan, tetapi memiliki jaringan tertentu, sudah berani tampil. Akibatnya one hit wonder. Merajai sekali tayang, lalu menghilang.

Artis, pedagang, politisi bila tidak tahan banting dalam meng up grade diri, menciptakan branding, membangun image, sungguh akan kelelahan menjalani persaingan yang kadang sangat tidak manusiawi. Jalan pintas digunakan. Mulai nepotisme, menciptakan followers semu di media sosial, membuat berita kontroversial agar menuai perhatian dan seterusnya. Termasuk menggunakan jasa balatentara ghaib untuk mempermudah mencapai tujuan.

Dulu, santet dan perdukunan pernah akan masuk dalam ranah pidana perdata. Tetapi karena sulit dibuktikan akhirnya ditiadakan. Kisah tentang artis, pedagang- pengusaha, pejabat yang menggunakan jasa balatentara ghaib mulai batu akik, barang pusaka, susuk; ramai dibicarakan namun sangat sulit untuk diungkapkan dengan mengusung data fakta. Sebab, perkara ghaib memang tak dapat ditelusuri dengan sidik jari, bukti forensik, bukti TKP, atau rekaman suara ( tidak semudah film Conjuring 1 dan 2). Perkara ghaib hanya dapat diyakini dan dirasakan dengan mata hati.

Yang menjadi sangat menakutkan, apabila perkara ghaib menuntut ritual tertentu.

Bacalah novel trilogi Ring, Loop, Spiral karya Koji Suzuki yang film-filmnya jauh dari novelnya. Tontonlah Devil’s Advocate Al Pacino, Keanu Reeve, Charlize Theron.  Setan tidaklah seprimitif yang kita kira. Simaklah Skeleton Key yang dibintangi Kate Hudson. Setan tidaklah menghuni kuburan dan kamar mandi saja. Setan tidak hanya berujud pocong, kuntilanak, genderuwo, kalongwewe.

Trilogi Koji Suzuki, setan mengintai masa depan manusia. Membuat masa depan manusia menjadi sangat busuk dan buruk. Setan melipat gandakan dirinya di zaman sekarang, setiap kali kita meng –klik apapun dengan mudah. Devil’s Advocate, setan berubah bentuk menjadi pengacara top yang merekrut para pengacara muda untuk membalikkan fakta dan membayar mereka sangat mahal. Mereka dapat menyelamatkan seorang guru yang melecehkan seksual murid-muridnya. Para pengacara muda yang demikian haus mobil dan apartemen mewah, demikian mudah direkrut oleh kantor-kantor pengacara kenamaan dan bergengsi dan merasa bangga ketika memenangkan kasus bombastis. Skeleton Key, seorang perawat yang berniat baik menolong sepasang suami istri tua akhirnya menjadi korban sebab ia perlahan-lahan dibuat percaya bahwa vodoo mampu merenggut jiwa manusia.

Bila, pejabat, artis, pengusaha datang meminta bala bantuan tentara jin. Maka setan akan meminta tumbal ganti yang tidak akan sama dari waktu ke waktu. Tidak akan sama seperti tumbal yang ada di zaman kakek nenek kita dulu : mencuri tali pocong mayat perawan, mencuri mayat bayi, dsb.

Setan tahu apa kekurangan, kelemahan, ketakutan manusia.

Tumbal seorang pejabat, tak akan sama dengan tumbal pedagang bakso. Tumbal pedagang bakso yang meminta penglaris, mungkin ‘hanya’ kematian anak-anak dan karyawannya. Tapi apakah setan akan meminta tumbal yang sama dari seorang pejabat? Tentu tidak. Sungguh, bagi seorang pejabat setan akan meminta hal yang jauh lebih menakutkan. Apakah seorang pengusaha kelas kakap sama dengan pengusaha kelas teri? Setan akan meminta hal yang jauh berbeda.

Betapa, hanya Allah Swt sandaran kita semata.

Hanya balatentara Allah Swt, para malaikatnya yang terbuat dari cahaya yang mulia, yang mampu membantu kaum mu’minin mengatasi kesulitan hidup dan serta membantu menghantarkan doa-doa kaum mu’minin mencapai langit. Para malaikatNya yang mulia, membantu meng amin kan doa kita saat meminta rezqi, perlindungan, keselamatan.

Tidakkah kita berharap, di zaman dimana batas kedzaliman dan kebatilan makin tidak terlihat, dimana kebenaran dan kejujuran justru tampak tidak menghasilkan; maka para tentara Allah Swt yang sesungguhnya akan membantu tercapainya doa-doa dan keinginan?

Bila memang sebagian artis memakai balatentara ghaib, selebritis yang yakin bahwa talenta dan kerja keras akan menuai keberhasilan dengan izin Allah, lebih baik mendekatkan diri kepadaNya. Bila memang sebagian pedagang dan pengusaha memakai penglaris untuk produknya, maka pedagang dan pengusaha jujur akan meningkatkan rezqi ghaib lewat Dhuha, sedekah, infaq, wakaf. Bila memang pejabat dan politikus menggunakan balatentara ghaib untuk memenangkan satu posisi;  maka mereka yang percaya bahwa kedudukan adalah amanah Allah akan senantiasa semakin tersungkur sujud pada Allah untuk memohon perlindunganNya dari segala kejahatan dan malapetaka.

Apakah Satu Cara ini Sudah Dilakukan agar Doa Terkabul?

Teman,
Mungkin ada beberapa (atau banyak) keinginan penting dalam hidup ini yang belum diraih. Kita merasa telah mengupayakan semua : berdoa, ikhtiyar, meminta nasehat, jatuh bangun, memotivasi diri, mencoba apapun cara yang mungkin. Sampai saat ini, mungkin masih belum terpenuhi juga keinginan besar yang menjadi impian bertahun-tahun.
Kisah ajaib ini mungkin dapat menjadi bahan perenungan.

Doa-doa tulus dari saudara

Tersebutlah sepasang suami istri, usia pernikahan menginjak angka 12 tahun dan belum dikaruniaNya keturunan. Upaya ilmiah hingga alternatif tak kurang-kurang. Hingga suatu hari, datang bantuan yang demikian menakjubkan.
Teman-teman pengajiannya, menginap bersama, sholat qiyamul lail bersama, dengan tujuan khusus satu saja : mendoakan pasangan suami istri ini agar punya putra. Satu bulan kemudian, mereka hamil!
Masyaallah :’)
Betapa indahnya persaudaraan.
Jadi ingat, ketika saya menginginkan sesuatu seperti ingin sekali punya rumah, meminta doa dari sana sini : orangtua, teman-teman, tetangga , saudara. Alhamdulillah, Allah SWT berikan rizqi rumah.
Apakah kita, pernah secara sengaja , sholat qiyamul lail dan secara khusus mendoakan saudara kita? Ahya. Jujur, saya belum. Biasanya saya sholat malam mendoakan hajat diri sendiri dan saudara-saudara lain. Mendoakan saudara lain insyaallah sering, tapi diikuti permintaan-permintaan lain yang biasanya, permintaan pribadi lebih mendominasi.

Betapa indahnya bila kita melakukan sholat malam, mendoakan saudara kita yang tertimpa musibah. Ingat, musibah bukan hanya sakit atau kebangkrutan. Mendapatkan jabatan tinggi, mendapatkan kekayaan, juga “musibah” . Bila saudara kita tidak didoakan, ia akan tergelincir dan saat itu dengan mudahnya kita mencaci makinya : pantas saja masuk penjara, korupsi sih. Pantas saja anaknya nakal, pejabat sih. Pantas saja ada WIL, sibuk sih.

Doa menentramkan hati

Doa adalah senjata

Alangkah menakjubkan bila suatu malam, kita berdoa diam-diam usai sholat 11 rakaat, mendoakan saudara kita yang belum punya jodoh. Yang belum punya putra setelah menikah sekian lama. Yang tengah mendekam di penjara. Yang tengah bangkrut. Yang tengah menangis. Yang tengah menjabat posisi tertentu. Yang tengah menikmati harta.
Dan di ujung belahan dunia lain, tanpa disadari, ada orang-orang yang melakukan hal sama untuk kita : mendoakan keberkahan kita sekeluarga, tercapainya setiap keingiinan kita. Siapa tahu, bukan lisan ini yang menjadi sebab terkabulnya doa, tapi ikatan ukhuwah dan cinta kepedulian kita antara satu sama lain.
Mari, saling mendoakan.