8 hal istimewa dalam novel Single in Love

Mau tahu, apa yang pembaca dapat dari novel Single in Love? Seni berbicara dengan lelaki Seni membaca pikiran/perasaan orang lain Better single or couple? Cara bijak berbuat baik Derajat lelaki Posisi perempuan Energi positif dari kejadian negatif Selaras ego, karier, cinta     Seni berbicara dengan lelaki Cowok cewek itu beda banget struktur otaknya. Dari... Continue Reading →

Teknik Menulis Dialog dalam Novel

Pernah membaca sebuah novel yang dialognya terasa kaku? Aneh bin ajaib dan rasanya buat pusing kepala? Atau pernah membaca novel yang dialognya buat kita tidak mau berhenti membaca? Terasa menyentuh emosi atau bahkan membuat kita meradang? Berikut beberapa tips singkat membuat dialog yang mengena dan akan membuat cerita mengalir lancar. Meski tema sederhana, ujung cerita... Continue Reading →

Single in Love, buku ke-66 & Judul bukuku yang lain

Alhamdulillah sebentar lagi, bukuku yang ke-66 insyaallah terbit. Ini termasuk urutan buku antologi alias buku yang dikerjakan ramai-ramai.   Kalau buku solo, ini buku ke-44 insyaallah. Alhamdulillah, kali ini Single in Love berjodoh dengan penerbit KMO Indonesia.   Doakan agar menjadi buku mega-best seller ya 🙂 Bagi yang ingin tahu judul bukuku, ini daftar bukunya... Continue Reading →

Bedah buku Sirius Seoul di Surabaya

Assalamualaikum... Anyeonghaseyo Kamu suka hallyu? Kamu kpopers? Atau pecinta drama? Nah kebetulan ikut kuy ke acara terkece tahun ini! Kalian bisa dapet doorprize menarik asli korea! Kapan lagi bisa dapet doorprize dari negri para oppa, bias, dan idola kalian *Lokasinya di *Majelis Mie* Jalan Citarum No. 2 Darmo Surabaya @ 08.00 pagi - 11.30 siang #... Continue Reading →

Buku, Empek-Empek, Bros ~ Kunci Menulis (1) : Konsisten

    Apa persamaan buku, empek-empek dan bros? Seorang sahabatku, mbak Yulyani namanya, bertahun-tahun membuat empek-empek. Memilih ikan sendiri, menguliti ikan, memisahkan daging ikan dari durinya, menggiling daging lalu dicampur dengan tepung sagu dan bla-bla-bla sampai jadi empek-empek yang menurutku terenak di lidah. Kuah cukonya? Wuah, jangan tanya. Aku kalau beli empek-empek Yenna, mesti beli... Continue Reading →

Sirius Seoul: Nol & Zero, bag. 3

  Mari, lakukan pendekatan kepada Paman. Harus berbaik-baik dengan beliau untuk mendapatkan izin secara mulus pergi ke negeri tetangga. Kadang, Sofia ingin menggoda Paman dan menanya­kan apakah tidak ada yang menyibukkan dirinya selain pekerjaan? Pada Sabtu dan Minggu pun, Paman masih bekerja. “Om Hanif harus jaga kondisi,” Sofia berlagak manis suatu ketika. “Sekali-sekali istirahat, enggak... Continue Reading →

Sirius Seoul : Nol & Zero bag. 2

  Sofia mengunyah perlahan telur scrambled yang dicampur beragam sayuran. Dia harus bersegera menye­lesaikan makan siang bila tidak ingin kehilangan waktu shalat zuhur. Jie Eun masih setia dengan makan siang yang membuatnya tidak berlemak: dada ayam, irisan timun, rebusan sejenis ubi. Entah mengapa, dia yang terlihat paling lahap menghabiskan makan siang. “Aku sebenarnya ingin mengambil... Continue Reading →

Sirius Seoul : Nol & Zero, bag. 1

Ikuti kisahnya dan nantikan hadiahnya!   Rasanya sepertiぐでたま. Gudetama, si telur yang eng­gan melakukan hal dengan sepenuh hati. Si telur yang bosan diperintah-perintah dan lebih senang tengkurap, menungging sebagai bentuk pemberontakan dan peno­lakan. Si melankolis berbentuk kuning, yang malas dan kerap menggumam: meh, aaahhh. Bila malam tiba, ingin bersorak melihat shoji ka­marnya. Bau sarung bantal... Continue Reading →

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: