Membumikan Ilmu Psikologi

 

 

Literasi sains, saya tertarik dengan bahasan Kompas hari ini, Kamis, 16 November 2017. Bahwa masyarakat umum perlu sekali mengetahui apa saja perjalanan dan pencapaian dunia ilmiah. Betapa banyaknya berita hoaks yang terebar. Berdasarkan tulisan hari ini, tulisan hoaks tertinggi di bidang kesehatan, politik dan dunia entertainment.

Di bidang kesehatan, kita mengambil kata-kata WHO bahwa sehat berarti memiliki ketiadaan cacat baik fisik maupun mental. A state of complete physical, mental and social well-being and not merely the absence of disease or infirmity; kata-kata ini saya cantumkan dalam penelitian saya saat skripsi dulu yang membahas tentang PWB atau psychological well being.

Hoak di bidang kesehatan memang menempati urutan pertama. Termasuk kesehatan mental.  Hoaxs sendiri bermakna “ a plan to deceive someone, such as telling the police there is a bomb somewhere when there is not one, or a trick: The bomb threat turned out to be a hoax.

He’d made a hoax call claiming to be the president.

Hoak adalah rencanan untuk menipu seseorang. Dengan kata lain, hoak bukanlah sebuah berita yang 100% bisa dipercaya kebenarannya. Bahkan, boleh jadi muatan kebenarannya hanya 25% atau malah 0%. Dalam ranah psikologi, saya sendiri merasakan itu betapa klien telah dipenuhi pikiran dan pemahamannya oleh berita hoak.

“Anda perlu segera datang ke rumah sakit X.”

“Bu Sinta mau bilang kalau saya gila?!”

Di kali lain,

“Anda sepertinya harus dibantu obat.”

“Apa saya kelihatan nggak waras??!”

Skizofrenia, insane, depresi, mood, stress dan seterusnya telah dipahami secara salah ke tengah masyarakat.

Koran hari ini, Jawa Pos, 16 November 2017 juga memberitakan hal yang sangat mengerikan terkait perlakuan orang-orang normal terhadap seorang penderita gangguan jiwa di tengah jalan. Stigma terhadap penyakit jiwa begitu buruknya hingga akhirnya masyarakat enggan berobat, enggan menyadari dan mengakui bahwa di sekelilingnya (atau bahkan dirinya sendiri) memiliki gangguan emosi atau gangguan kepribadian. Seringkali, orang datang kepada psikiater atau psikolog ketika gangguan sudah dirasa tak tertahankan, ibaratnya stadium 4 dari penyakit kanker. Bila tidak segera ditangani maka akan menjadi penyakit yang menggerogoti diri dan lingkungan, bahkan akan menimbulkan dampak tak diinginkan.

 

Tugas Psikolog dan Ilmuwan Psikologi

Menjadi tugas orang-orang yang pahamd unia kesehatan untuk membumikan ilmunya. Sebagai psikolog, saya rutin memposting hal-hal terkait psikologi. Beberapa hari lalu saya memposting tentang lelaki dengan pribadian alpha-male. Tulisan ini mendapat respon lumayan ramai dari pembaca medsos. Harapan saya agar lelaki lebih waspada bila dirinya memiliki kharisma itu dan perempuan pun tidak lantas terperdaya.

Sebagai penulis novel, saya juga menghadirkan ke tangah masyarakat tentang kehidupan psikolog atau setidaknya novel yang merangkum ilmu psikologi. Rinai dan Bulan Nararya sendiri mengetengahkan kehidupan Rinai dan Nararya yang merupakan orang-orang psikologi dengan segala suka dukanya.

Saya juga membuat buku-buku yang ringan terkait dunia psikologi seperti Sketsa Cinta Bunda, Mendidik Anak dengan Cinta. Bahkan, di buku Sarah : Seri Perempuan Istimewa yang merupakan buku sejarah; secara tak langsung saya selipkan ilmu psikologi. Misalnya, saya kemukakan bahwa Sarah adalah seorang perempuan yang berani bicara. Itulah sebabnya, kenapa perempuan harus berani bicara di saat penting dalam hidupnya. Sarah berani bicara kepada ayahnya. Sejarah Sarah memang masih diteliti hingga kini. Namun disinyalir, ia seorang putri bangsawan terkemuka dari dinasti Isin atau Larsa di daerah Mesopotamia. Betapa Sarah berani mengemukakan pendapat untuk bicara tegas, ketika ia memilih Ibrahim sebagai suami.

 

Begitupun, Sarah adalah perempuan yang berani bicara dan bertindak, ketika ia yakin berada di atas garis kebenaran. Ketika 3 malaikat yang mulia : Jibril, Mikail, Isrofil hadir ke rumahnya; Nabi Ibrahim as merasa sedih akan berita buruk yang akan menimpa kaum Saduum. Namun tidak dengan Sarah, mendengar berita dari malaikat iapun ikut murka terhadap kedzaliman kaum Saduum yang berani menentenag Allah Swt dan Rasulnya, Luth as.

 

Mengapa buku bisa menjadi ajang komunikasi dari seorang ilmuwan kepada khalayak? Sebab buku menjadi bahasa yang tidak mungkin diucapkan semua oleh penyampainya. Buku juga bsia menyelipkan nilai-nilai secara halus tanpa terasa.

Carl Sagan menulis tentang Contact; sebagai astronom ia ingin menyampaikan kepada khalayak tetnang dunia astronomi ketika membahasa makhluk luar angkasa. Frank Tallis seorang psikolog klinis  yang menbuat serangkaian novel seperti Death in Vienna dan Vienna Blood  untuk menjelaskan pada khalayak bahwa psikoanalis tidak hanya bicara masalah basic instinct terkait sexual saja. Tetapi bagaimana tokoh utamanya , Max Lieberman berusaha mengungkap kejahatan dengan pendekatan psikoanalis kepada tersangka.

 

Selain novel dewasa dan buku sejarah dan motivasi yang saya selipi ilmu psikologi; saya juga membuat novel-novel remaja dengan rangkaian ilmu psikologi di dalamnya.

Reem dan Polaris Fukuoka, dua tokoh di dalamnya yaitu Reem dan Sofia memiliki satu kebiasaan psikologis yang sangat baik : menulis. Reem suka menulis puisi, Sofia suka menulis buku harian. Itu sebabnya, ketika saya memposting di fesbuk tentang apakah menulis dan kebiasan mencurahkan perasaan di buku diary membuat seseorang dapat melampiaskan marah dan benci? Hampir semua yang memberikan komen menjawab : ya.

 

Menggaungkan Ke Orang Sekeliling

Saya selalu menorong orang-orang di sekeliling untuk menjadi konselor kecil-kecilan. Baik kepada suami ataupun anak-anak saya.

1

“Ummi, temanku ada yang korban KDRT. Dia sama ibunya.”

“Sudah lapor ke polisi, Nak?”

“Kayaknya enggak deh…”

“Kalau begitu, kamu harus jadi teman curhatnya ya…”

 

2

“Ummi, temanku ada yang kelakuannya menyebalkan banget. Udah gitu dia gak ngerasa lagi kalau nyebelin.”

“Yah, itu namanya orang yang dalam berkomunikasi memiliki non-verbal disorder. Dia gak bisa memahami bahwa tingkah laku, sikapnya itu menyebalkan orang lain.’

“Trus gimana?”

“Kasih dia hadiah. Nanti kan bisa kamu dekati.”

 

3.

“Ummi, temanku ternyata ada yang orangtuanya single parent.”

“Trus, anaknya gimana?”

“Kebetulan sih anaknya baik. Ibunya perhatian. Bekas ayahnya juga perhatian.”

“Oh bagus itu. Kamu dekat sama dia kan?”

“Iya.”

“Kamu harus jadi teman baiknya. Ajak dia ngobrol ya.”

 

4

“Kenapa sekarang perempuan suka menggugat cerai?” tanya suamiku yang kebetulan ruang lingkup kerjanya di wilayah HRD.

“Oh, selingkuh ya?” sahutku.

“Ya.”

“Itu karena perempuan dominasi perasaan. Jadi pas sudah nikah lalu ketemu lelaki yang mempesona, terhanyut. Padahal belum tentu lelaki itu sebaik suaminya yang sekarang.”

“Trus gimana?”

“Ya memang hubungan suami istri harus didekatkan. Jadi kalau suami pindah kerja, usahakan istri mengikuti. Kantor dan pemerintah harus melihat aspek itu. Jangan sembarangan mutasi karyawan.”

 

Edukasi kepada Orang Sekeliling

Saya sampaikan kepada klien-klien bahwa skizofren dan depresi bukanlah hantu menakutkan yang membuat orang punya cacat seumur hidup dan menebarkan bau busuk hingga harus diasingkan. Sebagai psikolog, kitapun harus memperkenalkan diri kepada orang-orang sekitar : saya psikolog. Kalau orang bertanya apa bisa minta obat , maka kita jawab : itu ranah psikiater. Orang-orang akan semakin paham apa perbedaan psikolog dan psikiater bila kita terus menggaungkan. Dan juga, orang akan memahami level sakit ketika harus mengunjungi kedua ahli tersebut.

Seorang ibu pernah melaporkan kerabatnya yang sering mengamuk tak karuan hingga mengancam lingkungan. Orang-orang menyebutnya gila. Apalagi agresifitas dan gangguannya sudah kelewat parah. Apalagi keluarganya orang tak mampu.

“Saya harus gimana bu Sinta?”

“Ibu punya BPJS?”

“Ada sih.”

“Masukkan ia ke rumah sakit X.”

“Memangnya bisa? Terus berapa hari?”

Saya jelaskan bahwa obat-oabt antidepresan dan antipsikotik sebagian masuk dalam daftar BPJS. Dan pasien rumah sakit jiwa yang tidak mampu , gratis. Mereka akan rawat inap antara 30-60 hari tergantung daya tampung rumah sakit. Ketika sudah waktunya keluar, mereka akan kelur dan ketika kambuhpun bisa masuk lagi. Pendek kata, orang dengan gangguan seperti ini memiliki banyak cara untuk sembuh. Jadi jangan hanya didiamkan. Bahkan, kalau kita sendiri sudah mengalami tekanan hidup berkali kali dan beragam  jenisnya, jangan malu untuk mendatangi psikolog.

Uuntuk edukasi kepada masyarakat, alhamdulillah saya sendiri mencoba berbagai cara. Antara lain lewat tulisan, siaran radio, seminar dan wrokshop. Untuk kali ini, saya ingin memperkenalkan suatu program yang sudah lama sekali saya impikan. Saya bercita-cita memiliki Pusat Penelitian dan Pusat Penyembuhan dengan konsep art therapy. Mungkin karena saya sendiri berjiwa seniman ya. Salahs atunya adalah metode writing therapy. Semoga metode ini dapat diterima khalayak di berbagai level usia dan menjadi salah satu sarana menuju kesehatan mental yang paripurna.

reem workshop

 

 

 

 

 

 

Iklan

Mengapa Cinta (harus) Misterius?

 

Pernahkah kamu diam-diam mencintai orang lain? Pasti pernah. Entah itu masa SMA yang penuh manis rasa, atau masa SMP yang sedang galau-galaunya. Atau masa SD yang masih dikeloni Mama dan dicium Papa. Masa kuliah yang penuh gairah, atau di masa dewasa ketika tujuan-tujuan hidup telah jelas ditetapkan.

Sampai kapanpun tidak akan pernah ada bahasan baku tentang cinta. Studi tentang emosi, relasi antar manusia, perilaku sosial; akan selalu berkembang dari waktu ke waktu. Walau demikian, mungkin ada beberapa hal yang dapat diprediksikan sama.

Love picture

Cinta datang tanpa diduga

Kata filsuf, cinta datang tanpa diundang. Datang dan perginya demikian aneh. Kalau cinta dapat diperkirakan datang selalu di usia 17 tahun, manusia tak perlu repot-repot membahas cinta yang datang di usia 40 tahun atau –konon- pubertas kedua. Nyatanya, ada orang yang sama sekali tidakpernah jatuh cinta di usia belasan tahun. Sweet seventeen lewat, tapi tiba-tiba menyukai teman di usia matang 20-an atau 30-an dan siap untuk melanjutkan ke jenjang pernikahan.  Tak pernah sekalipun mencintai seseorang di kala muda, namun di usia matang tiba-tiba jatuh cinta pada rekan kerja. Atau hingga kini, tak pernah menemeukan cinta mendebarkan yang pernah dialami seperti ketika masa SD dulu saling bertukar buku pelajaran.

Dalam film  Pretty Woman yang legendaris, Edward Lewis (Richard Gere) hanya berniat mencari asisten dadakan dan yang didapatkannya adalah seorang gadis penjual cinta jalanan Vivian Ward (Julia Robert). Pertemuan tak diduga itu membuahkan cinta antara keduanya yang berakhir dengan happy ending.

 

  1. eowyn aragorn.jpg

    Aragorn & Eowyn : Lord of the Ring ( the Two Towers

    Gambaran cinta tak terduga lainnya adalah ketika Aragorn beserta sahabat-sahabatnya Gandalf, Gimli dan Legolas berniat untuk menyadarkan Rohan akan kekuatannya dalam Lord of the Ring : The Two Towers. Sama sekali Aragorn tak menyangka ia akan bertemu dengan Eowyn (aku suka sekali sosok ini) dan keduanya saling memendam simpati satu sama lain. Janji setia Aragorn pada Arwen lah yang menyebabkannya tidak lebih jauh melibatkan perasaan mendalam terhadap Eowyn.

Di tahun 1987, film Fatal Attraction meraih box office 320 juta dollar, berlipat kali biaya produksi yang hanya 14 juta. Film thriller itu membuat memuat pesan bahwa hubungan cinta singkat dapat membuat pernikahan runyam bahkan nyawa masing-masing terancam bila sang kekasih posesif macam Alex Forrest (Glenn Close). Dan Gallagher (Michael Douglas) sama sekali tak menyangka bahwa hubungan singkatnya dengan Alex ketika istrinya tengah keluar kota berakhir pekan bersama putri mereka, berkembang lebih jauh. Dan hanya beranggapan cinta semalam itu cepat berlalu, sementara Alex tidak. Ia benar-benar kasmaran dengan Dan dan berniat tak melepaskan Dan begitu saja.

Siapa saja dapat mengalami cinta tak terduga, bahkan cinta singkat dimanapun. Di kereta, di bis, di kampus, di sekolah, di kantor, dengan tetangga, dengan rekan kerja, dengan teman dunia maya, dengan dosen atau dengan siapapun. Cinta tak terduga dapat terjadi pada siapapun.

Maka, berhati-hatilah.

Berhati-hatilah terhadap segala situasi yang dapat melibatkan emosi. Sebab, cinta yang datangnya serba tak terduga ini mungkin dapat berlalu singkat, namun sangat dahsyat dampaknya.

 

 

Cinta bukan hanya perkara fisik

Jika cinta hanya karena ketampanan dan kecantikan belaka, maka orang-orang jelek tidak akan pernah dicintai. Orang-orang miskin terbuang dan orang-orang jahat selalu sendirian. Nyatanya, cinta dapat terjadi karena hal-hal yang diluar dugaan.

Stockholm syndrome adalah peristiwa terkenal yang menjadi salah satu teori psikososial. Seorang tawanan dapat jatuh cinta pada penjahat meski penjahat identik dengan kebrutalan, sadisme, tidak punya hati serta sifat-sifat buruk yang lain. Nyatanya, sindrom stokholm menginspirasi banyak novel dan ksiah film yang laku keras. Seseorang dapat jatuh cinta pada orang yang berhati dingin, tak peduli, bahkan mungkin bersikap sangat jauh dari sifat romantis.

Beauty and the Beast menjadi karakter khas bagaimana putri cantik jatuh cinta pada sosok buruk rupa. Dalam benak orang-orang normal, tak mungkin gadis secantik Belle jatuh cinta pada monster berwajah singa. Anehnya, Belle bisa jatuh cinta padanya. Dan kita bisa jatuh cinta pada orang yang sama sekali jauh dari gambaran seorang ‘pangeran’ atau ‘putri’.

beauty-and-the-beast-1.jpg

Si Cantik dan Buruk Rupa ; Beauty and the Beast

Seharusnya memang kita jatuh cinta pada seseorang berhati malaikat, berperangai lembut, berkata santun dan menghargai kita sepenuh perasaan. Love me just the way I am. Namun mengapa justru manusia dapat jatuh cinta pada orang yang tak pantas diharapkan?

“Ngapain kamu seneng sama dia sih? Cantik enggak, pinter juga enggak. Kalau ngomong kasar banget.”

Atau,

“Cowok ganteng di dunia masih banyak. Kok kamu bisa setengah mati kasmaran sama dia.”

Seorang perempuan cantik, sebut namanya Hime entah sudah berapa kali dikhianati. Suaminya pun tak bisa meninggalkan perempuan keduanya. Namuun tiap kali akan berpisah, Hime jujur mengakui bahwa ia masih mencintai sang suami. Meski kemarahan membuat ubun-ubun terbakar, ia masih memiliki cukup kesabaran mendampingi suaminya untuk kembali.

Kadang, kita sendiri tidak memahami apa yang berkecamuk dalam hati. Mengapa aku dapat jatuh cinta padanya? Apa yang membuatnya tertarik? Apa yang mempesona? Ya, cinta memang bukan hanya dapat dideskripsikan dengan gambaran material belaka. Sebagaimana cinta tidak selalu matematis, logis, rasional.

 

Cinta dapat diupayakan

Zaman baheula, kakek nenek kita menikah karena dijodohkan.

Walau anak-anak modern mengatakan mustahil mencintai seseorang karena dijodohkan, nyatanya banyak pernikahan langgeng meski sebelumnya tak mengenal pasangan. ‘Keterpaksaan’ dapat membuat orang mencoba untuk mencintai seseorang. Terpaska dijodohkan. Terpaksa dinikahkan. Terpaksa karena tak ada pilihan lain, hahaha. Terpaksa karena hanya dia seorang yang datang ke orangtua kita. Terpaksa karena dari semua lelaki yang pernah dekat, tak satupun cocok dengan kriteria orangtua. Terpaksa karena usia dan keadaan. Terpaksa karena A, B,C.

Cinta seringkali menguat justru karena serangkaian ujian dan kesulitan, bukan karena kesenangan dan kenikmatan.

Jatuh cinta pada pandangan pertama, berdebar-debar tiap kali bertemu, tersengat listrik ketika jemari bertautan, jantung serasa berlompatan saat pandang beradu; kenikmatan-kenikmatan ini bukan berarti menguatnya cinta.

Kesulitan, kebencian, kemiskinan, situasi serba rumit dan sulit yang seakan mencelakakan sepasang lelaki dan perempuan suatu saat dapat menumbuhkan cinta yang mendalam. Bahkan, sekalipun ada pengkhianatan di dalamnya. Child 44, salah satu film yang kurang sukses di pasaran namun bagiku, akting Tom Hardy selalu  mengesankan. Film itu bukan seperti film Hollywood kebanyakan yang mengisahkan cinta seolah demikian smooth untuk diraih. Cinta ala Spiderman dan MJ, Superman dan Lois Lane; bagiku hanya ada di dunia fiksi. Leo Demidov dan Raisa dalam Child 44, menggambarkan cinta yang tidak biasa.

Meski Raisa awalnya bahkan membenci Leo, lebih tertarik pada kawan Leo yang lain dan merasa terpaksa menikahi Leo; situasi-situasi sulit membuat keduanya pada akhirnya menyadari bahwa mereka pasangan suami istri yang harus saling menguatkan. Sosok keras, kasar dan brutal Leo sebagai salah satu kapten kebanggaan Uni Soviet; kadang terbawa ketika menghadapi Raisa. Child 44 merupakan film thriller tapi aku justru lebih terkesan dengan hubungan cinta sepasang suami istri tersebut.

Apa yang menyebabkan cinta sepasang kekasih atau sepasang suami istri bertahan? Justru karena keduanya dihantam badai. Bukan karena dimanjakan oleh kisah-kisah romantisme yang memabukkan.

Donna (samaran) perempuan tangguh yang jarang dijumpai. Suaminya dipenjara, ia banting tulang menghidupi keluarga. Ketika suaminya lepas dari tahanan, suaminya melakukan affair dengan perempuan lain di saat Donna pun tengah mengandung anak suaminya. Seharusnya, Donna yang cantik bisa meninggalkan suaminya tetapi tidak. Ia bertekad mempertahankan keluarga, walau pernah beberapa waktu sebelumnya ia pun ingin bunuh diri. Donna dan suaminya mengalami masa-masa yang tak terbayangkan : pengkhianatan, hukuman kriminal, hutang disana sini, anak-anak yang satu demi satu lahir.

Apa yang membuat Donna ‘terpaksa’mencintai suaminya?

Ia pernah melewati masa buruk di waktu kecil dan remaja. Dan ia ‘terpaksa’ mencintai suaminya sebab tak ada pilihan lain. Mungkin Donna perempuan bodoh, disaat banyak perempuan lain menuntut cerai suami karena perkara ekonomi dan hubungan cinta. Tetapi ‘keterpaksaan’ Donna bukan tanpa hasil. Suaminya lambat laun menyadari : di dunia ini mungkin hanya seribu satu perempuan seperti Donna.

 

Cinta dapat dihapuskan

Painted Skin,  film fantasi supernatural yang indah dan mampu menghadirkan sisi romantisme klasik. Jenderal Wang Sheng telah memiliki istri cantik nan lembut, Peirong, ketika suatu saat menyelamatkan seorang gadis dari gurun pasir. Xiaowei, yang ternyata siluman rubah sangat jelita, memikat hati Jenderal Wang. Serangkaian pembunuhan misterius yang didalangi Xiaowei, mengusik kota. Xiaowei, yang benar-benar jatuh cinta pada Jenderal Wang, bertekad melakukan segala cara keji untuk membuatnya meninggalkan Peirong. Hampir saja Jenderal Wang meninggalkan Peirong, yang tulus mengorbankan dirinya demi suami.

Disaat akhir, ketika Jenderal Wang mulai menyadari tipu muslihat Xiaowei namun tak dapat mengingkari betapa ia menyukai gadis siluman tersebut , ucapan dari Jenderal Wang membuat Xiaowei belajar banyak tentang hubungan cinta dalam dunia manusia : “aku memang jatuh cinta padamu Xiaowei. Tapi maafkan, aku telah memiliki Peirong.”

Seorang lelaki muda, sebut namanya Angga (seperti tokoh dalam Bulan Nararya), suatu saat jatuh cinta pada Moza yang cantik. Mereka saling mencintai dan sulitnya, Angga telah menikah dengan Nararya. Berbeda dengan fiksi Bulan Nararya. Angga mengatakan pada Moza bahwa ia tak dapat meninggalkan Nararya. Baik Angga maupun Moza masih saling mencintai hingga kini, namun keduanya sepakat untuk tak saling menghubungi, untuk tak saling stalking, untuk tak saling sengaja bertemu.

Angga bisa saja terus menjalin cinta dengan Moza tanpa diketahui Nararya. Namun Angga tidak ingin berlarut-larut dalam hal yang mendatangkan kerumitan lebih jauh. Angga mengaku, cintanya pada Moza tulus dan bila ia mau, dapat menikahinya tanpa sepengetahuan Nararya. Namun Angga memilih untuk perlahan megnhapus cinta pada Moza. Baik Angga dan Moza merasa sakit , namun Angga merasa yakin, Nararya pun sosok  perempuan yang pantas dipertahankan.

 

Mengapa Cinta harus misterius?

Mengapa intan indah? Sebab tersembunyi di balik kerak bumi. Mengapa mutiara berharga? Sebab tersembunyi di dalam cangkang. Mengapa pelangi menawan? Sebab tersembunyi di antara awan, titik hujan dan lintasan cahaya matahari.

Mengapa  cinta indah terasa? Sebab tersembunyi dalam hati, benak dan ingatan.

Rasanya, membahas cinta akan senantiasa indah sebab rasa itu demikian misterius dan tak dapat diungkapkan. Suatu hal yang terbungkus dalam dugaan, imajinasi. Perasaan seringkali tergambar lebih memukau dari yang seharusnya. Mungkin, demikianlah cinta ditakdirkan. Untuk senantiasa indah, misterius, berbalut bayangan yang seringkali bersifat ghaib serta diselimuti takdir.

Demikianlah Tuhan menciptakan cinta dalam diri manusia.

Agar keindahan ada dalam hati-hati yang mungkin gersang oleh kasih sayang. Agar menguatkan perasaan yang dipenuhi dugaan-dugaan tak beralasan. Agar menguji kekuatan sepasang insan untuk mempertahankan bahtera yang mereka ingin bangun bersama.

Bagiku, biarkan cinta misterius.

Hanya antara aku dan Tuhan semata.

Bila tak bisa menjangkau seseorang, biarkan namanya abadi dalam hati dan ingatan. Dalam doa-doa yang kita panjatkan. Tak harus memiliki seseorang hanya karena kita mencintainya. Tapi terus doakan dia dalam kebaikan, bila hati kita sepenuh hati mencintainya.

 

(Terimakasih teman-teman, atas diskusi kita di suatu hari. Hingga kusimpulkan ini)

 

#17 Catatan Seoul : Profesor Koh Young Hun, Cinta Indonesia dan Hankuk University of Foreign Studies (HUFS)

 

 

Prof Koh Young Hun

Prof. Koh Young Hun & Sinta Yudisia

Saya bertemu Profesor Koh Young Hun, copy darat, baru tanggal 14 Juni 2016. Sebelumnya saya lebih banyak berinteraksi dengan beliau via telepon. Diskusi kami sangat menyenangkan, sebab beliau fasih berbahasa Indonesia.

 

Ada banyak hal yang membuat saya merenung akan pendapat-pendapat beliau. Semoga, hasil diskusi kami membuka mata khalayak, terutama penulis-penulis Indonesia serta para pembaca aktif yang selalu ingin belajar untuk meningkatkan wawasan serta memperluas kebijaksanaan.

Profesor Koh Young Hun adalah pengajar di HUFS atau Hankuk University of Foreign Studies   jurusan Malay Studies (www.hufs.ac.kr) . Beliau mengelola Koreana dan menjadi pemimpin redaksi majalah tersebut untuk edisi bahasa Indonesia ( www.koreana.or.kr)

Selain itu Profesor Koh mengelola situs Indonesia Culture Center atau Pusat Budaya Indonesia yang berisi segala informasi tentang budaya Indonesia, dalam bahasa Indonesia dan Korea (www.indonesian.co.kr)

 

 

Indonesia = potensial selamanya?

Profesor Koh sangat mengagumi Indonesia. Sebagai negara timur, Indonesia dan Korea memiliki sejarah mirip. Indonesia merdeka 1945, Korea 1950. Kita sama-sama pernah dijajah Jepang. Perbedaannya adalah, karena perih oleh penjajahan Jepang, Korea ingin selalu mengalahkan Jepang dalam segala aspeknya. Semangat itu yang kurang muncul dari bangsa Indonesia. Seolah-olah kita lupa pernah dijajah Jepang dan mengalami kolonialisasi demikian pahitnya.

Kemalasan dan kebodohan masih mewarnai sebagian besar masyarakat Indonesia, pola hidup konsumtif juga. Korupsi, tentu tak ketinggalan. Korupsi akan selalu ada di setiap negara. Tetapi propaganda melawan korupsi harus juga terus berjalan. Slogan-slogan anti korupsi harus digalakkan misal : harta yang berasal dari korupsi tidak akan berkah bagi keluarga.

Profesor Koh prihatin bila sekarang ia mengatakan Indonesia negara potensial dan mahasiswanya sebagian sudah lulus, bekerja, mengajar juga; maka dosen-dosen tersebut yang memiliki rentang waktu 20-30 tahun dengan dirinya masih tetap mengatakan ‘Indonesia potensial’. Seharusnya Indonesia sudah menjadi negara maju dalam kurun waktu 30 tahun.

 

Sastra dan Pengaruh

Tak ada sastra yang baik dan buruk, menurut beliau.

Yang ada hanyalah sastra yang memberikan pegnaruh. Sebuah karya sastra menjadi luarbiasa apabila memiliki pengaruh dahsyat ke masyarakat. Saran beliau untuk penulis-penulis Indonesia, teruslah berkarya.

Saya ingat dalam pertemuan dengan penulis-penulis Korea beberapa waktu lalu di media library, seorang penulis Korea memberikan masukan bagus bahwa betapapun seorang penulis sekarang diharapkan mampu menjual karyanya agar best seller, seorang penulis harus aktif di media sosial dan seterusnya; penulis harus tetap berjuang untuk menulis dan memperhatikan content tulisan. Isi tulisan. Itu yang sangat penting. Saya tidak merasa bahwa tulisan-tulisan saya sudah memberikan pengaruh. Tapi benar sekali, isi tulisan sangat penting. Sebab bila tulsian kita dibaca orang, dan orang tersebut merasa memiliki kesamaan karakter atau alur cerita, ia dapat mencontoh bagaimana endingnya. Semoga karya saya Sedekah Minus membawa pengaruh baik bagi masyarakat internasional bagaimana memahami Islam lebih utuh. Bila, penulis tidak menuliskan isi yang baik dengan cara yang baik, dikhawatirkan kiprahnya di dunia sastra tak dapat bertahan lama (Novel Bunuh Diri?).

Saya pribadi berusaha untuk memasukkan value ke dalam tulisan. Seperti novel Bulan Nararya (Beragam Resensi Novel BULAN NARARYA) adalah pergulatan psikoterapis dan ternyata, seorang psikolog atau terapis pun jangan dibayangkan lepas dari masalah. Orang harus berjuang sendiri untuk dapat bangkit dari masalahnya.

 

Terjemahan Karya Sastra

Saya mengusulkan ke Profesor Koh Young Hun agar kita sama-sama aktif menerjemahkan karya sastra kedua negara. Karya sastra Korea diterjemahkan ke Indonesia begitupun karya sastra Indonesia diterjemahkan ke Korea. Bukan hanya karya klasik semacam karya Pramudya Ananta Toer yang diterjemahkan, namun juga karya-karya populer yang ringan. Sekalipun ringan, bukan berarti tak memberikan pengaruh. Karya-karya FLP. Forum Lingkar Pena saya rasa sangat layak diterjemahkan ke bahasa Korea untuk memperkaya khazanah sastra di negeri ginseng ini.

* Saya dan Feby, mahasiswi Sastra Korea Modern SNU (Seoul National UNiversity)

 

 

 

Beragam Resensi Novel BULAN NARARYA

Terimakasih kepada teman-teman pembaca yang telah menyediakan waktu untuk mencermati Bulan Nararya dan menyempatkan diri menulis resensinya.

Kritik , masukan dari pembaca insyaAllah akan semakin membuat penulis belajar!

1. https://yuriezhafiera.wordpress.com/2015/03/08/review-bulannararya-128-lembar-mengulik-kesehatan-jiwa/

2. https://blogbukufaraziyya.wordpress.com/2015/03/09/167-bulan-nararya/

3. https://katjamatahati.wordpress.com/2015/03/09/bulan-nararya-novel-dengan-benang-beragam-warna/

4. https://sekarsekarsekar.wordpress.com/2014/11/07/belajar-psikologi-dalam-balutan-karya-seni/

5. http://cerpendikysaputra.blogspot.com/2015/02/resensi-novel-bulan-nararya-dilema.html

6. https://ridhodanbukunya.wordpress.com/2015/02/27/bulan-nararya/

7. http://atriadanbuku.blogspot.com/2014/12/bulan-nararya.html
8. http://diannafi.blogspot.com/2015/03/ngemilbaca-bulan-nararya.html

9. http://bintangitukamucinta.blogspot.com/…/belajar-psikologi-lewat-bulan-nararya.html

10. http://anfield-fullofideas.blogspot.com/…/bulan-nararya-open-up-your-soul.html

11. http://www.riawanielyta.com/2014/11/resensi-novel-bulan-nararya.html

12. http://www.lensabuku.com/1657/bulan-nararya-oleh-sinta-yudisia/

13. http://www.media.kompasiana.com/…/resensi-novel-bulan-nararya-karya-sinta-yudisia-
14. http://dhia-citrahayi.blogspot.com/2014/11/bulan-tidak-biasa.html

15. http://smartmomways.com/resensi-cinta-dan-penderita-skizofrenia/

16. http://pecandudongeng.blogspot.com/…/dunia-skizofrenik-semangat-positif.html

copy-bulan-nararya1.jpg

Fakta Unik Bulan Nararya

bulan-nararya1.jpg

1. Nararya artinya “yang mendapat kemuliaan.” Dalam bahasa Sansekerta, Nararya adalah nama lelaki. Tapi dalam bahasa Jawa, Nararya adalah nama perempuan.

2. Beberapa klinik rehabilitasi mental memang mirip klinik bu Sausan : beraroma misterius!

3. Bulan Nararya seringkali ditulis di malam hari, agar penulis mendapat feel menulis cerita menyeramkan.

4. Saat mengantuk menulis novel, ada lagu-lagu yang membuat terjaga. Salah satunya…Maher Zain!

5. Apa nama si residivis yang gila? Statistik menunjukkan, banyak anggota LP yang lambat laun menderita skizofrenia akibat beragam tekanan hidup. Bulan, adalah benda di alam semesta yang misterius. Maka, dipilihlah nama pak Bulan.

6. Yudhistira, tokoh utama, orang dengan skizofrenia memiliki hobi melukis. Melukis termasuk salah satu Art Therapy yang sangat baik bagi penderita depresi dan skizofrenia.

7. Kisah cinta Yudhistira dan Diana adalah rekaan, namun terinspirasi dari kisah nyata. Orang-orang yang tetap setia pada pasangan sekalipun mereka divonis….gila!

8. Klinik Mental ( rasanya lebih baik dari menyebutnya Rumah Sakit Jiwa) memang menyajikan beragam kelucuan yang membuat perut kita terkocok. Bukan oleh kebodohan atau pembodohan, tapi justru memperlihatkan betapa orang-orang skizofrenia ini jujur dan polos hatinya.

Novel Psikologi : Rinai , Sophia & Pink, Bulan Nararya

Rinai, Sophia & Pink , Bulan Nararya adalah novel dengan baluran ilmu Psikologi.
Mengapa Psikologi?
Sejak lama, usai membaca karya-karya Tom Clancy, Michael Crichton, Frank Thallis, maupun novel legendaris Agatha Christie dan serial Sherlock Holmes; saya ingin membuat novel yang kuat pondasi ilmiahnya. Bila Tom Clancy detail tentang militer dan seluk beluk taktik spionase-nya, Crichton dengan sci-fi , Thallis dengan Psikologi Klinis yang sangat Psikoanalisa, Agatha Christie dan serial Sherlock Holmes- Sir Conan Arthur Doyle yang jago di detektif; saya ingin menuangkan gagasan-gagasan dalam jalinan kisah fiksi.
Gagasan-gagasan ideologis tentu ada di benak setiap penulis.
Thallis membangkitkan lagi romantisme Psikoanalisa dengan apik. Psikoanalisa, yang mendapatkan tandingan Neo-Freudian, Behavioristik, Humanistik ; menjadi hidup kembali lewat kisah Thallis. Mungkin ia pengagum Freud. Yang pasti, Thallis berhasil menjadikan novel-novelnya sangat Freudian dan ia membawakannya dengan sangat ilmiah, cemerlang, menusuk bagi pecinta novel thriller. Saya yang tidak suka Freud pun menjadi penasaran dengan logika berpikir Psikoanalis Thallis.

Rinai

cover RINAI

Diawali dengan Rinai, yang Alhamdulillah masuk 50 besar novel terbaik Republika (2011/2012?) , bahasan yang saya angkat adalah tentang Intelligensi dan Agresivitas. Rinai diterbitkan oleh penerbit Indiva.
Rinai adalah salah satu novel yang bagi saya istimewa (rasanya, setiap novel karya kita sendiri pasti istimewa  ). Setting Palestina nya membuat saya selalu rindu tanah Anbiya. Memang, ketika Allah SWT memperkenankan saya menginjakkan kaki ke tempat istimewa tersebut, saya ingin mengabadikannya dalam sebuah kisah. Bila kisah perjalanan, mungkin akan cepat menguap. Tapi novel, semoga tetap abadi. Amiin.
Harapan saya, pembaca dapat turut merasakan keindahan Gaza, wangi zaitun dan tin nya, panas gurun Sinai, sulitnya menembus check point dan gerbang Rafah ; tentu saja, semoga mampu menghadirkan betapa heroiknya para pejuang Palestina. Radikal? Hm, rasanya tidak. Saya hanya mengangkat para pembela tanah air, orang-orang yang mengumandangkan Intifadhah, bertahan di jam malam dan selalu optimis dengan ketentuan Tuhan. Dan, bahasan psikologi dapat menjadi bahan informasi.
Agresif kah anak-anak Palestina , karena situasi perang?
Tidak.
Bodohkah anak-anak Palestina karena blokade sehingga ekonomi terhimpit sangat?
Tidak.
Ada situasi-situasi yang menimbulkan anomali.
Seharusnya anak-anak Palestina trauma, agresif, brutal, bodoh dan sederet stigma lainnya akibat kondisi buruk peperangan. Memang, beberapa mengalami trauma, dan kesedihan panjang. Tapi mereka bangkit. Berjuang. Berdiri. Berprestasi. Psikologi mencoba menjelaskan, menemukan jawaban, sekalipun tak menyangkal bahwa dalam kondisi-kondisi tertentu, anomali tetaplah ada.
Apa anomali bangsa Palestina?
Quran.
Inilah jawaban yang meniadakan agresi, menghapus kebodohan, menghilangkan trauma sekalipun rumusnya sudah sangat jelas B= P.E . Bahwa behavior dihasilkan dari person dan environment. Seharusnya secara psikologis Palestina hancur jauh-jauh hari. Kenyataannya, mereka tetp tegak berdiri sampai sekarang.
Intelligensi.
Agresivitas.
Quran, adalah faktor yang sangat mempengaruhi kedua hal tersebut di atas.

Sophia & Pink

Sophia & Pink

Sophia dan Pink adalah kisah remaja SMA.
Mengambil latar Surabaya, novel yang berbeda dengan novel-novel remaja lainnya yang biasa mengambil latar Jakarta. Sophia gadis yang dibesarkan sebagai anak tunggal, dikelilingi nenek yang super lincah dan tante yang cerewet. Bunda Sophia baik hati, sementara ayah Sophia menghilang karena cinta ke lain hati.
Sophia dalam perjalanan mencari cinta.
Ia ingin mencintai dan dicintai laki-laki, karena kehilangan sosok ayah. Sophia mencari pada diri pak Ragil, gurunya. Vandes, sahabatnya. Bito, kawan tunarungunya. Namun pencarian cinta Sophia belum tuntas. Sebab cinta memang menyisakan misteri.
Saat-saat bahagia Sophia bersama teman-teman hebohnya , gadis ini harus menghadapi kenyataan mengejutkan : Bunda divonis kanker payudara. Maka Sophia belajar memahami sakit bunda, bagaimana merawatnya pra dan pasca operasi. Sophia mulai belajar bahwa cinta tak harus berbalas, meski cinta pada ayahnya sendiri.
Dan, pencarian cinta Sophia megnhasilkan sahabat tak terduga: Pink.
Pink cewek cantik yang jadi pujaan sekolah. Tak seorangpun yang tahu, dibalik kecerdasan dan kecantikan Pink, ia gadis yang mengambil peran utama dalam keluarga. Mamanya gila, sendiri di rumah besar Pink juga belajar bagaimana memastikan mama minum obat, memastikan mama tak menyakiti diri sendiri.
Sophia dan Pink, gadis-gadis remaja yang bijak. Cinta pertama kepada siapa harus berlabuh adalah : Ibunda.
Sisi psikologis yang ditampilkan disini adalah kondisi Bito, kawan Sophia yang tunarungu. Tidak semua manusia dilahirkan normal. Beberapa menderita kelainan pendengaran sehingga harus menggunakan alat bantu dengar. Dalam bayangan banyak orang, menjadi orang abnormal + alat bantu = normal. Padahal, butuh waktu banyak bagi Bito untuk menyesuaikan diri dengan hearing aid nya.
Sophia, gadis remaja sibuk yang tak hanya berkutat sebagai ketua kelas, sibuk dengan urusan keluarga juga urusan sahabat-sahabatnya.
Sophia & Pink diterbitkan oleh penerbit DAR!Mizan, 2014.

Bulan Nararya
Bulan-Nararya
Bulan Nararya adalah juara III Tulis Nusantara yang diselenggarakan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2013, diterbitkan oleh Indiva.
Tokoh utamanya seorang perempuan muda bernama Nararya yang kandas dalam membangun mahligai cinta bersama suaminya, Angga. Nararya sama sekali tak menyangka bahwa sahabat baiknya, Moza, menjadi tambatan hati Angga yang berikut.
Di sisi lain, Nararya menghadapi persoalan pelik di Klinik Kesehatan Mental tempatnya mengabdi. Perselisihan pendapat dengan bu Sausan membawa permasalahan pelik sebab Nararya sendiri dalam kondisi tertekan akibat Angga dan Moza. Nararya yang idealis ingin menghentikan pemakaian farmakologi dan mengadopsi satu sistem baru dalam psikologi : Transpersonal.
Tiga pasien Nararya masing-masing Yudhistira, si kecil Sania dan seorang residivis tanpa nama menjadi pelipur lara Nararya. Yudhistira yang berangsur sembuh, menghadapi konflik pula ketika sang istri mengajukan gugatan cerai. Sania yang sejak kecil mengalami penganiayaan fisik oleh keluarganya, akan ditarik paksa oleh ayahnya keluar dari klinik. Si residivis , lelaki tanpa nama yang dijuluki pak Bulan, acapkali menjadi hiburan kalau bukan gangguan.
Dalam konflik yang membuat Nararya mengalami banyak guncangan, seseorang berupaya meneror Nararya di klinik.
Dimulai ketika suatu malam, satu kubangan darah dan cabikan kelopak mawar, menggenang di depan pintu ruang kerja Nararya. Halusinasi? Atau seseorang memang menginginkannya celaka?

************

Intelligensi, agresivitas, hearing impairment, skizofrenia, transpersonal, adalah ranah psikologi yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Sebagian memaknai dengan salah, menyikapi dengan salah, sebagian bijak dalam bersikap.
Psikologi, bagai dua sisi kegunaan pisau. Satu sisi merupakan pisau ilmiah yang mampu mejelaskan, memprediksi, mengontrol perilaku manusia dalam kapasitasnya sebagai makhluk individu atau makhluk sosial. Disisi lain masih merupakan ilmu yang beririsan dengan hubungan transendental, supranatural bahkan mungkin superstitious terutama bila berhadapan dengan penyandang skizofrenia atau anak indigo.
Apakah halusinasi murni kerusakan neurotransmitter sehingga orang salah menginterpretasi stimulus suara atau bayangan?
Ataukah halusinasi sesungguhnya kemampuan di luar nalar bahwa manusia mampu melihat dan merasakan sesuatu diluar hal yang nyata?
Apakah intelligensi dapat berubah? Apakah intelligensi dipengarui genetik, nutrisi dan lingkungan?
Pertanyaan-pertanyaan yang hingga kini masih terus seru diperdebatkan, ditelaah dan diupayakan jalan keluarnya. Tulisan fiktif, akan membawa nuansa baru yang lebih cair dan ringan, untuk membawa situasi ilmiah ke tengah masyarakat dalam bahasa yang lebih mudah dipahami, lebih legit untuk dinikmati, meninggalkan jejak kesan yang lebih mendalam.