Seksologi Pernikahan Islami

Siapa yang bisa diajak bicara terkait seks? Suami? Orangtua? Kakak/adik? Teman? Atau justru lihat YouTube, cari info dari film macam Fifty Shades of Grey. Mungkin juga, buka situs-situs  yang dirasa informatif. Seks adalah bagian dari hubungan suami-istri yang melibatkan banyak aspek. Bukan hanya fisik tetapi juga emosi, moral, tanggung jawab. Sayangnya, seks semakin kehilangan kualitasnya... Continue Reading →

Seksologi Islami (1)

Antara Fatal Attraction dan Unfaithful (1) Setiap kali dengar kata seks, apa yang terlintas di benak? Seronok, erotisme, film X-rated? Rasanya merinding, bulu kuduk berdiri, sebab terlintas adegan-adegan ‘panas’ yang mungkin secara tak sengaja pernah dikonsumsi. Atau tiap kali mendengar kata seks,  justru merasa hal tersebut merupakan  sebuah kata yang punya makna suci dan luhur.... Continue Reading →

Bisakah Menciptakan Anak Genius?

    Rasanya sebuah kebetulan yang menakjubkan, ketika Mei ini buku Mendidik Anak dengan Cinta dan National Geographic Indonesia mengangkat tema yang tak akan pernah habis dibahas : IQ dan Kegeniusan.   Sebagai seorang psikolog, salah satu hal paling merangsang minat bagi saya adalah tentang perihal genius. Yang bila seseorang berhasil menguasai hal tertentu dengan... Continue Reading →

Buku baru : Mendidik Anak dengan Cinta

Pernahkah kita menemukan jalan buntu ketika mengajarkan bab Tuhan, malaikat, setan dan perkara ghaib lainnya kepada anak-anak? Apakah kita sulit menanamkan rasa nasionalisme dan kebanggaan menjadi orang Indonesia ?   Berangkat dari permasalahan sehari-hari, disesuaikan dengan teori psikologi dan bagaimana sebagai orangtua harus terus mencari akal, mengasah ketrampilan dan jungkir balik berhadapan dengan sifat kritis... Continue Reading →

Psikologi Pengantin

  Yang punya istri pintar cari uang dan aktif di luar, eh, suaminya selingkuh juga. Yang punya istri berkhidmat di rumah, mengabdi pada suami dan anak-anak, eh ditinggal juga. Yang suaminya ganteng dan sholih, bukan jaminan juga istrinya tak berpaling. Jadi pernikahan itu bagaimana sih? Bagaimana menjadikan pernikahan kita tetap seperti masa-masa pengantin? Ada yang... Continue Reading →

#1 Catatan Seoul : Mengapa Saya Bisa Tiba di Seoul?

Apa yang menyebabkan saya bisa sampai ke Seoul? Karena sebuah cerpen berjudul Sedekah Minus yang terbit tahun 2012 di Republika.   Suatu ketika, Profesor  Koh Yun dari Malays Studies menelepon dan menanyakan cerpen-cerpen saya yang pernah terbit di koran. Saya ajukan beberapa cerpen  seperti Sarha dan Sedekah Minus. Tak dinyana, cerpen Sedekah Minus terpilih oleh... Continue Reading →

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: