Kategori
15 Rahasia Melejitkan Bakat Anak Buku Sinta Yudisia Hikmah Karyaku Kepenulisan Menerbitkan buku Nonfiksi Sinta Yudisia Oase WRITING. SHARING.

Apa Bakatmu?

Lama sekali, aku ingin menuliskan buku terkait bakat dan minat anak. Semua bersumber ketika aku sendiri terlambat memahami tentang potensi diriku.

Sejak kecil aku suka berkhayal : menjadi ratu, pasukan paskibraka, penyanyi, wonder woman dan banyak lagi. Sama sekali tak terpikir bahwa kemampuan mengkhayal itu perwujudan dari kreatifitas membuat cerita baru berdasarkan informasi yang sudah ada. Meski sudah suka menulis diary sejak SD, nyatanya aku malah masuk kelas Fisika ketika SMA. Saat itu, kelas di SMA dibagi A1 (Fisika), A2 (Biologi) dan A3 (Sosial). Dulu masih ada kelas A4 (bahasa) tapi jarang juga tersedia. Karena saat itu multiple intelligence belum dikenal, orangtua dan lingkungan mendorongku masuk kelas Fisika. Kata mereka, aku pintar.

Anehnya, aku masuk kelas Fisika tetapi kuliah di Ekonomi Akuntansi. Bayangkan! Sangat jauh panggang dari api hehehe.

Semakin hari aku malah nggak mengerti dengan keinginan dan cita-citaku. Kenapa makin lama nggak suka dengan sains? Gak suka ekonomi? Ketika usiaku menjelang 30 tahun aku coba-coba buat cerpen dan berhasil! Aku ikut beberapa lomba tingkat nasional dan Alhamdulillah, menang. Ketika itulah aku baru mulai sadar : “Oh, aku punya bakat nulis, ya?”

Tidak pernah terpikir menulis menjadi sumber pemasukan.

Setelah 10 tahun menulis aku semakin yakin bahwa menulis adalah duniaku. Apalagi ketika tes minat RMIB, kecenderunganku ke arah aesthetic dan literasi. Klop dah.Terus terang aku terlambat mengetahui minat dan bakatku. Andai sejak kecil aku sudah tahu bahwa bakat minatmu menjadi seorang seniman, aku mungkin akan kuliah di ISI atau masuk fakultas sastra.

Anak-anak : Mereka harus berkembang lebih baik

Sekarang, aku tak ingin kejadian yang sama terulang.

Jujur, awalnya aku masih terperangkap dalam paradigma lama : anak-anakku harus masuk sekolah yang jurusannya sains. Nanti mereka bisa enak memilih. Toh nggak papa kuliah ekonomi bila berasal dari kelas MIA, bukan?

Tetapi, anak-anak ternyata menderita ketika mereka dipaksa masuk kelas sains padahal dalam diri mereka mengalir jiwa altruist, jiwa seniman, jiwa kebebasan. Perlahan, aku mulai belajar dari sana sini. Kebetulan aku kuliah psikologi saat sudah menjadi ibu, jadi aku mulai dapat membaca walau masih kabur, tentang potensi anak-anakku.

Aku melalap berbagai jurnal.

Artikel.

Majalah.

Buku Indonesia dan Inggris.

Karya antologi putri-putri kami. Kiri : ada karya Arina. Kanan : ada karya Nisrina

Pada akhirnya, aku menyelesaikan membuat buku 15 Rahasia Melejitkan Bakat Anak ini, sebuah buku yang sudah kuimpikan lama sebagai bentuk curahan perasaan dan pikiranku tentang bagaimana menemukan bakat terpendam anak-anak. Alhamdulillah, putri-putriku suka menulis. Tetapi bakat saja tanpa motivasi besar seperti mobil mewah tanpa bensin!

gundam and my family.JPG
Salah satu putra kami memiliki kesukaan merakit gundam

Kupikir semua anakku berdarah seni. Tetapi ada satu orang anakku yang baru kuketahui usia onsetnya, mahir merakit sesuatu saat SMP. Ia suka menabung dan membeli Gundam/ Gunpla.

Semoga buku ini bermanfaat bagi para orangtua di luar sana yang cemas, ingin tahu, kesal, marah; karena tak kunjung menemukan potensi anak-anak mereka yang sebetulnya memiliki innate talent atau hidden talent rrruaaarrrbiasa!

PO 15 Rahasia.jpg
Kategori
Buku Sinta Yudisia Cinta & Love Nonfiksi Sinta Yudisia Oase PSIKOLOGI. PSYCHOLOGY Seksologi Islami

Seksologi Pernikahan Islami

Siapa yang bisa diajak bicara terkait seks? Suami? Orangtua? Kakak/adik? Teman? Atau justru lihat YouTube, cari info dari film macam Fifty Shades of Grey. Mungkin juga, buka situs-situs  yang dirasa informatif.
Seks adalah bagian dari hubungan suami-istri yang melibatkan banyak aspek. Bukan hanya fisik tetapi juga emosi, moral, tanggung jawab.
cover seksologi islami biru
Sayangnya, seks semakin kehilangan kualitasnya sebagai dari ibadah yang mulia.
Seks tidak lagi dilakukan dalam ikatan pernikahan atau dilakukan dengan cara semestinya.
Kalaupun dilakukan dengan pasangan sah; semakin pudar pula sebagai bagian dari pleasure principle. Bisa jadi karena kelelahan, hilangnya cinta, atau salah satu pihak mengalami  personality disorder, sexual abuse di masa lalu, adiksi pornografi atau bahkan menderita sex & love addiction sehingga berkali-kali melakukan affair hingga pasangan sah tidak lagi dapat melakukan hubungan intim.
Selain pendekatan agama dan ilmiah, buku ini dilengkapi penjelasan psikologis tentang bagaimana mengatasi berbagai kendala dalam pernikahan terkait seks.
ilustrasi seksologi
Craving Seksologi.JPG
daftar isi seksologi
Buku ini dikemas dengan warna biru tosca yang cantik, sampul hardcover,   lay out & ilustrasi menarik hingga tak bosan membaca. Tersaji dalam 314 halaman.
Harga: Rp. 135.000 (belum ongkir).
Pembelian jumlah tertentu dan reseller dapat diskon menarik.
☎📞Kontak
Vidi 0878-5153-2589
Arina 0815-4513-7523
————–
Rekening :
Mandiri 142-00-1673-5556
Bank Syariah Mandiri (BSM) 7070968597
BRI 0101-01-009291-50-9
Semua a.n Sinta Yudisia Wisudanti
————-
Pemesanan bit.ly/Seksologi

 

❤💐🌸🌺🍥💐🌺🌸❤
Kategori
Buku Sinta Yudisia Cinta & Love Nonfiksi Sinta Yudisia Oase Perjalanan Menulis

Seksologi Islami (1)

Antara Fatal Attraction dan Unfaithful

(1)

Setiap kali dengar kata seks, apa yang terlintas di benak?

Seronok, erotisme, film X-rated? Rasanya merinding, bulu kuduk berdiri, sebab terlintas adegan-adegan ‘panas’ yang mungkin secara tak sengaja pernah dikonsumsi. Atau tiap kali mendengar kata seks,  justru merasa hal tersebut merupakan  sebuah kata yang punya makna suci dan luhur.

Seksologi Islami! (1) - kecil.png
Utak atik cover pakai Canva 🙂

Seks memiliki makna istimewa dalam Islam, sebab dalam al Baqarah perempuan di analogikan sebagai ladang dan lelaki sebagai petaninya. Dalam psikologi, seks punya makna sangat penting. Hubungan seks bukan hanya merupakan pleasure principle saja, tetapi bermanfaat bagi sistem limbik-dalam yang menjadi salahs atu kekuatan relasi emosional antar manusia.

 

Tetapi, seks menjadi berbahaya bila dikonsumsi di luar nikah. Anda pernah menonton film Fatal Attraction yang dibintangi Michael Douglas dan Glenn Close, atau Unfaithful yang dibintai Richard Gere dan Diane Lane? Mengapa yang paling menjadi obsesif dalam seks di luar nikah adalah perempuan? Sebab sistem limbik dalam perempuan lebih besar dari lelaki. Dan begitu teraktivasi dengan seks, perempuan sulit melepaskan lelaki. Meski dianiaya sekalipun. Itulah sebabnya, sering dijumpai cowok cewek yang pacaran kelewat batas, sang cewek sulit melepaskan pacarnya, meski dianiya dan disakiti secara tak manusiawi sekalipun.

Seksologi Islami  kecil.png
Canva juga. Lebih cerah ya?

Buku ini sedang dalam tahap editing di penerbit. Jadi covernya bisa jadi bukan seperti yang saya posting di sini hehehe.

Mohon doa agar barakah bagi semua ya

Kategori
My family Nonfiksi Sinta Yudisia Oase Tulisan Sinta Yudisia WRITING. SHARING.

Bisakah Menciptakan Anak Genius?

 

 

Rasanya sebuah kebetulan yang menakjubkan, ketika Mei ini buku Mendidik Anak dengan Cinta dan National Geographic Indonesia mengangkat tema yang tak akan pernah habis dibahas : IQ dan Kegeniusan.

 

Sebagai seorang psikolog, salah satu hal paling merangsang minat bagi saya adalah tentang perihal genius. Yang bila seseorang berhasil menguasai hal tertentu dengan brilian, ia akan dikatakan gifted. Sampai-sampai saya benar-benar ingin membuat buku khusus tentang bab Genius dan Gifted. Atau istilah radikalnya, ekstrim kanan.

 

Saya penyuka sejarah.

Selalu terpukau oleh gambaran orang-orang hebat dunia : Shalahuddin al Ayyubi, Al Fatih, Steve Jobs, Einstein,  Habibie, Nelson Mandela, Mahathma Gandhi. Saking liarnya pikiran ini, tiap kali bertemu orang pintar saya tergelitik bertanya : berapa skor IQ nya? Bukan untuk memvonis, untuk mengkotakkan, apalagi menghakimi. Namun instink saya berkata, pasti ada apa-apanya dengan orang itu. Apalagi bila bertemu orang hebat yang IQnya biasa-biasa saja. Ini jauh lebih mengesankan.

 

Pasti anda tak percaya bahwa Darwin dan Einstein awalnya dianggap biasa-biasa saja.

Membaca Natgeo Indonesia terbitan kali ini, benar-benar semakin membuat saya penasaran dan semoga semakin membakar impian-impian. Saya harus punya sanggar. Harus punya klinik art therapy. Harus punya pusat penelitian sendiri, terutama tentang anak-anak berbakta dan genius. Yang, kata Natgeo, jumlahnya sangat banyak di dunia. Hanya , karena lingkungan tidak memahami si genius ini, mereka dibiarkan layu dan mati.

 

Einstein dan Sidis

 

Dua orang ini benar-benar saya coba pelajari. Yah, meski saya tak punya irisan otak Einstein seperti yang tersimpan di museum Mutter, Philadelphia. Tetapi quote, buah pemikiran, biogarafi dua tokoh ini mudah ditemui.

Dua-duanya punya potensi otak hebat. Tapi jalan hidup yang dilalui sangat berbeda. Kiranya, saya simpulkan yang ternyata juga sesuai dengan Natgeo temukan. Ada hal-hal yang dapat dicapai dengan potensi IQ kita semua. Kalau diabaikan, layu dan punahlah ia.

  1. Seorang genius tidaklah solitaire. Einstein punya banyak teman. Mileva Maric, Michael Angelo Besso, Marcel Grossman adalah beberapa teman baik Einstein. Sidis? Ia dikabarkan sangat susah membangun relasi interpersonal. Bagaimana bisa demikian? Hal ini tekait dengan poin-pon yang lain.
  2. Orangtua yang mendukung. Einstein, Marc Zuckerberg, Steve Jobs, Margareth Tatcher, Terence Tao punya orangtua yang sangat megnerti anak mereka. Anak-anak spesial yang awalnya didiagnosis tidak pintar, namun orangtua memberikan banyak fasiltias pembelajaran. Ingat , fasiltias tidak selalu mahal! Steve Jobs hanya diberikan meja kecil, palu kecil, paku-paku. Sebab ayahnya hanya tukang kayu. Hermann Einstein hanya memberikan kompas kecil. Sidis? Orangtua memasukkannya ke Harvard di usia muda, memaksanya megnuasai banyak bahasa, mengontak media-media untuk menuliskan tentang anaknya yang berbakat. Najmuddin Ayyub mendampingi Shalahuddin al Ayyubi dalam memaknai intrik politik dan kekuasaan. Sultan Murad II, memilihkan guru-guru terhebat bagi Al Fatih.
  3. Gairah besar. Seorang genius harus didorong punya motivasi dan kegigihan. Sebab biasanya, anak pintar memang cenderung mudah bosan, mudah beralih, mudah meninggalkan hal-hal yang tadinya dimulainya dan tidak ingin diselesaikannya. Einstein, didorong relasi interpersonal yang bagus, punya teman-teman yang mendorongnya untuk berkarya. Ketika dunia dilanda perang, dengan cepat Einstein menjadi pejuang zionis sejati. Sidis? Rasa sendiri membuatnya patah arang hingga di usia 40an tahun ia harus masuk asylum. Al Fatih punya orang-orang yang mendorong dan memotivasinya untuk terus berjuang,s alahs atunya Aq Syamsudin, sang ulama kharismatik. Shalahuddin al Ayyubi, selain mendapat dorongan dari sang ayah Najmuddin Ayyub, juga senantiasa mendapat pendampigan dari Asaduddin Shirkuh, pamannya yang brilian dan pemberani.

Ayo, kita siapkan diri kita dan anak-anak kita untuk mengembangkan diri hingga optimal. Siapa tahu kita genius yang berikutnya!

 

Kategori
Buku Sinta Yudisia Cinta & Love mother's corner My family Nonfiksi Sinta Yudisia Oase WRITING. SHARING.

Buku baru : Mendidik Anak dengan Cinta

Pernahkah kita menemukan jalan buntu ketika mengajarkan bab Tuhan, malaikat, setan dan perkara ghaib lainnya kepada anak-anak?

Apakah kita sulit menanamkan rasa nasionalisme dan kebanggaan menjadi orang Indonesia ?

 

Berangkat dari permasalahan sehari-hari, disesuaikan dengan teori psikologi dan bagaimana sebagai orangtua harus terus mencari akal, mengasah ketrampilan dan jungkir balik berhadapan dengan sifat kritis dan kocaknya anak-anak; buku Mendidik Anak dengan Cinta ini terbit.

 

Dibagi menjadi 3 bab utama.

Bab 1 membahas bagaimana mengajarkan pada anak-anak perihal Tuhan hingga proses kematian.

Bab 2 tentang IQ dan EQ, terutama bagaimana orangtua memandang potensi IQ anak yang mungkin berada di kisaran <100, 100 atau justru > 100.

Bab 3 membahas tentang Kepribadian dan khususnya,  berbagi cara menumbuhkan 18 karakter Indonesia yang dicanangkan pemerintah mulai sifat religius, jujur, toelrasni, kerja keras, mandiri hingga di point 18 yang terakhir tanggung jawab.

 

Harga buku Rp. 65.000

Bisa pesan online ke Vidia 0878 -5153-2589 (whatsapp atau SMS)

 

Terimakasih 🙂

Kategori
Buku Sinta Yudisia Menerbitkan buku Nonfiksi Sinta Yudisia Oase Psikologi Islam PSIKOLOGI. PSYCHOLOGY

Psikologi Pengantin

 

Psikologi Pengantin
Cover Hijau Psikologi Pengantin

Yang punya istri pintar cari uang dan aktif di luar, eh, suaminya selingkuh juga.

Yang punya istri berkhidmat di rumah, mengabdi pada suami dan anak-anak, eh ditinggal juga.

Yang suaminya ganteng dan sholih, bukan jaminan juga istrinya tak berpaling.

Jadi pernikahan itu bagaimana sih? Bagaimana menjadikan pernikahan kita tetap seperti masa-masa pengantin?

Ada yang bilang,  melayani suami harus lihai dapur dan kasur. Tapi tahukah anda, penemuan-penemuan di ranah psikologi dan sosial  merumuskan hal-hal mengejutkan seputar pernikahan?

Saya terkejut dan merenung saat menelaah puluhan riset  tersebut , lalu membuat buku sederhana ini , berjudul  Psikologi Pengantin yang semoga menjawab pertanyaan.

  • 5 tahun pertama pernikahan bolehlah laki-laki dirayu dengan kasur. Tapi ternyata, ada lagi yang dibutuhkannya. Simak diskusinya di buku ini ,ya.
  • Ada permasalahan kunci dalam pernikahan suami istri yang seringkali tabu dibicarakan. Atau sekali dibicarakan, bisa berujung ledakan. Apakah sex? Atau yang lain?
  • Ada beberapa titik penting pernikahan yang kalau diperhatikan seksama, dapat menjadikan suami istri pengantin sepanjang masa.
  • Buku ini mungkin vulgar di beberapa bagian, terutama hubungan intim suami istri. Tapi percayalah, membahas hal tabu yang dalam Islam bernilai ibadah, lebih baik dibicarakan dalam konteks ilmiah daripada mencuri-curi pengetahun dari google serta youtube!

 

Untuk pemesanan Psikologi Pengantin (harga 40 K) ,

Kontak Penerbit Indiva atau

Vidi 0878 -5153 -2589

Ayyasy 0856- 0865-4369

 

Nantikan  kuis-kuis menarik seputar Psikologi Pengantin yang berhadiah macam-macam gantungan kunci mancanegara !

 

 

Kategori
ACARA SINTA YUDISIA Catatan Perjalanan Karyaku Kepenulisan Mancanegara Nonfiksi Sinta Yudisia Oase WRITING. SHARING.

#1 Catatan Seoul : Mengapa Saya Bisa Tiba di Seoul?

Apa yang menyebabkan saya bisa sampai ke Seoul?

Karena sebuah cerpen berjudul Sedekah Minus yang terbit tahun 2012 di Republika.

 

Sedekah Minus Screenshoot

Suatu ketika, Profesor  Koh Yun dari Malays Studies menelepon dan menanyakan cerpen-cerpen saya yang pernah terbit di koran. Saya ajukan beberapa cerpen  seperti Sarha dan Sedekah Minus. Tak dinyana, cerpen Sedekah Minus terpilih oleh majalah journal ASIA untuk diterbitkan dalam bahasa Inggris dan Korea. Awalnya, saya hanya akan diundang sepekan dalam acara journal majalah ASIA namun ternyata, saya turut diundang dalam Seoul Art Space Yeounhui bersama penulis-penulis lain.

Penulis lain yang hadir sejak Mei adalah Pankaj Dubey, sutradara dan penulis dari India serta Profesor Purevkhuu Batkhuyag, dari Mongolia yang mahir berbasaha Russia.

Untuk undangan, Seoul Art Space Yeounhui mensyaratkan saya menulis makalah tentang literasi di Indonesia. Batas akhir penulisan saat itu 15 April 2016. Alhamdulillah, saya dapat mewakili teman-teman FLP (Forum Lingkar Pena) dan mewakili teman-teman penulis Indonesia untuk hadir di acara internasional ini. Banyak pengalaman yang tak dapat ditukar nilainya dengan uang. Banyak banget pengalaman unik mulai kesasar di Itaewon Mosque sampai bagaimana cara kita selamat tinggal di kota dan negeri baru.

Ternyata, para penulis Indonesia lain pun bisa hadir di acara ini lho! Simak laporannya nanti ya 🙂

Kategori
Nonfiksi Sinta Yudisia Oase Psikologi Islam PSIKOLOGI. PSYCHOLOGY

#Psikologipengantin 4

Bicara hal ini selalu seru dan, malu-malu 😊

Psikologi Pengantin 7

Kategori
Nonfiksi Sinta Yudisia Oase PSIKOLOGI. PSYCHOLOGY

#Psikologipengantin 3

 

Apa hubungan menikah dan karier?

 

Psikologi Pengantin 5

Kategori
Nonfiksi Sinta Yudisia Oase Pernikahan PSIKOLOGI. PSYCHOLOGY

#Psikologipengantin 2

Intimacy adalah…

Psikologi Pengantin 6

 

 

 

Kategori
Cinta & Love Nonfiksi Sinta Yudisia Oase Psikologi Islam PSIKOLOGI. PSYCHOLOGY

#PsikologiPengantin

Teman-teman, mohon doa bagi kelahiran buku ini ya….

 

Psikologi Pengantin 3

Kategori
Bedah Buku Sinta Yudisia Buku Sinta Yudisia Cinta & Love Nonfiksi Sinta Yudisia Remaja. Teenager

Cinta x Cinta : Bahas Cinta (lagi?)

Jangan salahkan gravitasi ketika jatuh cinta (Einstein)

Cinta adalah pujangga. Cinta itu politik. Cinta juga perilaku ekonomi. Maka bahasan cinta bukan hanya milik para sastrawan. Cinta masuk ke ranah politik sebagaimana Cleopatra memporak porandakan hati dan hidup Julius Caesar dan Marc Anthony. Cinta itu komoditas ekonomi : apa saja laku keras diberi label cinta. Coklat, fashion, film, café dan lain-lain.

Bukan karena alasan sastra, politik atau ekonomi kembali terbit buku tentang Cinta.
Novel Rinai menyinggung tentang cinta Rinai pada Montaser.

Rinai, novel semi dokumenter ttg Palestina
Rinai, novel semi dokumenter ttg Palestina

Novel Bulan Nararya juga terselip kisah cinta yang mengecewakan antara Nararya, Angga dan Moza.

Bulan Nararya ttg Skizofrenia
Bulan Nararya ttg Skizofrenia

Novel serial Takudar juga dibumbui kisah cinta Takudar, Almamuchi, termasuk Karadiza dan Sarangerel.

Takhta Awan ttg Takudar
Takhta Awan ttg Takudar

Novel ringan remaja Sophia & Pink juga bicara cinta yang diburu Sophia.

Sophia & Pink, novel remaja romantis
Sophia & Pink, novel remaja romantis

Rinai novel semi-dokumenter. Bulan Nararya novel psikologis. Takudar novel sejarah. Cinta adalah bumbu manis yang mampu membawa pembaca lebih dalam ke situasi emosional, konflik, pencapaian, maupun klimaks yang tengah dibangun penulis cerita.

Cinta x Cinta
Cinta x Cinta

Cinta x Cinta bukan buku novel.
Kalau ada pertanyaan terkait Cinta, coba baca Cinta x Cinta
1. Cinta x Cinta boleh dibaca siapa saja?
2. Cinta x Cinta isinya apa?
3. Cinta x Cinta berapa halaman?
4. Cinta x Cinta serius atau populer?
5. Cinta x Cinta diterbitkan siapa?
6. Cinta x Cinta berapa harganya?
7. Cinta x Cinta dapat dibeli dimana?
8. Cinta x Cinta cocokkah untuk hadiah?

Jawabannya :
1. Boleh dibaca kakak, adik, guru, ustadz, ayah, bunda, kakek, nenek, teman, sahabat. Yang lagi pacaran boleh baca? Boleh. Yang jomblo bagaimana? Wah, harus itu!
2. Bahasan ringan namun ilmiah tentang lika liku cinta. Tentang hati, menangkis tembakan, meredakan patah hati, juga kisah-kisah cinta sejati dalam sejarah.
3. Cuma 140 halaman, semi hard cover. Cantik, deh!♥ ♥♥
4. Populer. Ringan tapi tak ditulis sembarangan.
5. Penerbit Indiva
6. Rp.40.000
7. Di toko buku konvensional ada, di toko buku online ada, atau lewat penerbitnya langsung. Mau tanda tangan? Bisa kontak penulisnya di twitter @penasinta
8. Cocok bangettttt! Hadiah ulang tahun, hadiah ortu pada anaknya, hadiah prestasi siswa, hadiah cinta untuk teman. Atau hadiah bagi diri sendiri hehehe…..tentu dong! Setelah berkutat dengan hal-hal serius, coba konsumsi tulisan ringan tapi tetap meninggalkan jejak keilmuan.

Kategori
mother's corner Sketsa Cinta Bunda

TONGKAT CINTA, SELIPAN UANG dan FABEL AESOP

Selalu ada cerita menarik saat berbagi pengalaman, metode, plus minus dalam mendidik anak. 22 November 2014 , memperingati Hari Pahlawan, fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) menyelenggarakan acara bedah buku Sketsa Cinta Bunda karya Sinta Yudisia dan Sekolah Para Pencari Ilmu karya Hamdiyatur Rohmah Chalim. Dan, acara ini menjadi lebih spesial, dihadiri Yoon Sengui dari Korsel dan Begench Soyunov dari Turkmenistan.
Bu Sirikit Syah dan Dr. Andik Matulessy mencermati dua buku ini dari sisi ilmiah sementara pak Sengui dan pak Soyunov berbagi pengalaman seru seputar dunia pendidikan di negeri masing-masing.
Mau tahu?
yoon soyunov
TONGKAT CINTA
Kekerasan. Pukulan.
Kebiasaan ini sudah cukup lama ditinggalkan para orangtua mengingat kekhawatiran anak-anak akan tumbuh menjadi pribadi yang terpecah saat hidup dalam situasi traumatis. Namun, di beberapa belahan bagian dunia, pukulan tetap menjadi cara orangtua mengungkapkan cinta.
Agaknya, kita jangan bersikap antipati dulu bila mendapati pola asuh dengan metode memukul. Bukankah Rasulullah Saw sendiri mengajarkan agar ananda dipukul saat usia 10 tahun ketia tak mau sholat?
Memukul memang menjadi sangat tak baik dalam kondisi emosional atau kemarahan yang memuncak. Dalam beberapa hal, memukul menjadi pilihan yang tak terelakkan.

Tidak semua orangtua di Korea menerapkan Tongkat Cinta, tetapi orangtua Yoon Sengui salah satu yang masih tetap mempertahankannya. Tongkat Cinta adalah beberapa jenis tongkat, yang berbeda ukuran tebalnya, biasanya terdiri dari 3 jenis ukuran. Tipis, lebih tebal, tebal. Yang paling tipis untuk kesalahan relatif ringan seperti tidak mengerjakan PR , berbohong. Yang tebal untuk kasus relatif berat seperti berkelahi dan memukul teman.

Tongkat Cinta digunakan dengan memperhatikan beberapa hal :
1) Telah terjadi kesepakatan antara orangtua dan anak.
2) Tidak digunakan dalam keadaan emosi.
3) Hanya digunakan dalam usia perkembangan SD-SMP.
4) Yang memukul lebih baik sang Ibu

Dilarang memukul bila belum terjadi kesepakatan. Anak harus memahami bila ia melakukan satu keburukan, ia harus bertanggung jawab sesuai kesepakatan. Bila berbohong, lebih parah lagi. Biasanya, orangtua telah tahu kesalahan anak, namun mendorong anak untuk berani berkata jujur. Kisah unik Yoon Sengui boleh disimak.
“Yoon Sengui!” panggil mama (panggilan nama lengkap biasanya menunjukkan hal serius telah terjadi)
“Ya, Mama.”
“Apa PR mu selesai?”
“Sudah selesai.”
Mama mengulang dan mengingatkan, “berarti kamu sudah tahu hukumannya.”

Yoon Sengui gigit jari!
Ia akan menerima 2 jenis hukuman : pertama, karena PRnya belum selesai. Kedua, karena ia telah berbohong.
“Silakan ambil tongkat mana yang menurutmu sesuai dengan kesalahanmu.”
Yoon Sengui mengambil tongkat, memberikan kepada mama dan mama memukul kakinya dengan sungguh-sungguh. Pemukulan tidak terjadi di sembarang ruangan, tapi di ruang khusus tertutup yang tidak dapat dilihatorang banyak agar anak tak merasa malu. Ketika Sengui menangis, papa berdiam di pojok memberi isyarat agar ia bersabar. Usai acara hukuman, papa memeluknya, menghiburnya,
“…kamu tahu. Mama sangat mencintaimu.”

Malam hari, ketika Yoon Sengui tertidur, mama masuk ke kamar sembari bercucuran airmata dan mengoleskan balsem ke kaki putranya. Mama akan berkata bahwa ia melakukan semua ini demi kebaikan Yoon Sengui.
Kelak, ketika dewasa, Sengui merasa hal positif dari pola pendidikan tersebut. Ia lebih disiplin dan tahu bertanggung jawab. Ketika SMA, mama tidak lagi menjadi sosok yang keras dan tegas; namun ganti sang papa menjadi sosok yang ditakuti. Papa tidak memukul. Sebab usia SMA dianggap telah mampu berpikir lebih jauh.

Mengapa ibu yang memukul?
Bila sosok ayah yang melakukan pemukulan, akan lekat sebagai sosok kuat perkasa di rumah yang melakukan penganiayaan. Sosok ibu yang lembut dan pengayom, lebih tepat dalam memberikan hukuman jera.
Tongkat Cinta, dijual bebas ditoko-toko. Harga satu paketnya relatif mahal, sekitar Rp.500.000. Mungkin, bagi sebagian besar orang hukuman ini sangat tidak manusiawi. Namun di Indonesia sendiri, hukuman menggunakan pukulan pernah dikenal. Ibu saya bercerita, ketika kecil anak-anak ramai belajar mengaji, sang guru membawa githik. Sebuah tongkat kecil yang akan beliau pergunakan untuk memukul ringan jemari anak-anak yang ribut sendiri dan tak mau belajar. Ibu beranggapan, pukulan itu tidak membekaskan pengalaman traumatis, bahkan menjadi pengalaman yang lucu serta berharga. Kemungkinan, guru ngaji saat itu melakukannya dengan penuh pengabdian, bukan pelampiasan emosi.
Nyaris terlupa, pukulan Tongkat Cinta tidak boleh dilakukan saat orangtua marah. Bila marah, orangtua harus meredamkan marah terlebih dahulu dan baru menghukum putra putri mereka setelah berjam-jam lepas dari kemarahan.

SELIPAN UANG
Menjadi hal yang lazim bagi anak-anak di seantero dunia untuk suka pada pekerjaan yang satu ini : membaca Komik!
Tidak semua orangtua suka anaknya membaca komik, termasuk orangtua dan kakek Yoon Sengui. Namun, kali ini hukumannya bukan Tongkat Cinta . Bukankah hal tersebut tidak ada dalam kesepakatan? Apa yang dilakukan kakek Sengui dan mama Sengui?

a. Kakek Sengui
Kakek Yoon Sengui menghadiahkan cucunya buku-buku bagus yang layak dibaca. Menrutunya , Yoon lebih baik membaca buku ilmu pengetahun daripada membaca komik! Tapi Yoon kecil tentu saja menolak. Kakek tak habis pikir.
“Yoon, kalau kamu membaca buku, kamu pasti akan menemukan hal berharga. Ketika menemukannya, ambillah!”
Yoon Sengui merasa, itu hanya akal-akalan kakek. “Sesuatu yang berharga” pastilah berupa ilmu pengetahuan. Ternyata, kakek menyelipkan…uang! Sekalipun awalnya saat membolak balik halaman demi mengharapkan uang, ternyata ada beberapa bab menarik yang akhirnya dibaca.

b. Mama Sengui
Mama Yoon Sengui tak suka putranya membaca komik. Bila Yoon membaca komik, mama akan memintanya menghafal semua dialog yang ada di buku komik.
Mama juga mengontrol buku bacaan Yoon. Setiap hari menjelang tidur, Yoon diminta menuliskan komentarnya tentang buku tersebut.
Yoon akan dimarahi bila komentarnya hanya,

Buku ini jelek.
Buku ini menarik.

Yoon harus menuliskan apa yang membuat buku itu menarik atau jelek, minimal 1 kalimat saja.

FABEL AESOP
Keluarga Yoon Sengui bukan orang berada, bahkan dapat dikategorikan miskin. Ayah dan ibunya harus bekerja keras mencukupi kebutuhan sehari-hari. Namun mama Yoon Sengui adalah orang yang luarbiasa. Mama berusaha membelikan buku meski mereka susah makan. Menjelang tidur, mama biasanya membacakan kisah-kisah Aesop.
Aesop adalah seorang budak berpenampilan sangat buruk hingga orang Yunani menjulukinya “Dewa tengah setengah tertidur ketika menciptakannya”. Namun kecerdasan dan kebijaksaan Aesop menjadikannya penasehat kaisar di kelak kemudian hari. Aesop lahir 630 SM di Amorium, Turki. Tulisan-tulisannya yang terkenal luas di seantero dunia adalah Aesop’s Fabulous Fable.

Kisah-kisah kebijaksanaan banyak tertuang dari fabel dengan tokoh unta, gajah, monyet, kura-kura dan beragam hewan lainnya. Kisah-kisah Aesop banyak dipilih orangtua saat mengajarkan pendidikan moral kepada anak-anaknya termasuk mama Yoon Sengui.
Saat SMA, Yoon Sengui telah membaca 3000 buku!
Pengalaman demi pengalaman yang menempa Yoon Sengui menjadikannya lebih bijak saat menjadi guru di SMP Young Hun Seoul dan SMA Demian Seoul.

KOMPETISI TURKMENISTAN
Begench Soyunov yang santun dan tenang menceritakan pola pendidikan di Turkmenistan yang mungkin akan membuat sebagian besar orang iri.
Tidak terdapat jenjang SD, SMP, SMA disana.
Jenjang pendidikan dasar mulai kelas 1 hingga kelas 11.
Kelas 1-3 hanya terdapat 1 orang guru (wali kelas) yang mengajarkan semua mata pelajaran. Sang guru harus dapat menguasai bahasa, matematika, ilmu alam. Barulah di kelas 4 hingga selesai nanti, anak-anak belajar dengan guru yang berbeda. Terdapat guru khusus bagi matematika, bahasa, biologi dan seterusnya.

Bila anak-anak keluar dari kelas 3…mereka mendapatkan hadiah laptop dari pemerintah!

Wah, senangnya! Alangkah bersemangatnya anak-anak belajar!
Di Turkmenistan, pendidikan mirip dengan pendidikan di Indonesia. Bedanya, sangat banyak diselenggarakan kompetisi-kompetisi semacam olimpiade kimia, fisika dsb. Anak-anak di Turkmenistan, diajarkan untuk selalu giat berkompetisi dan Turkmenistan termasuk yang unggul menjadi juara 1 dalam beberapa olimpiada ilmu pengetahuan tingkat dunia.
Kompetisi, memang menampilkan performa terbaik seseorang.
Rupanya, ini yang dibentuk oleh pendidikan di Turkmenistan!

Kategori
Nonfiksi Sinta Yudisia Oase

Rezeki 600 juta dan 62 M : Empat Level Rezeki

Orang bisa mendapatkan uang hingga 600 juta bahkan 62 M ( baca : milyar). Anda tak percaya? Saya pun tidak! Tapi kali ini percayalah, sebab yang mendapatkan rizqi 600 juta dalam beberapa bulan itu adalah salah seorang teman baik saya, sebut namanya Balqis.money_tree5

Suatu ketika ia silaturrahim ke rumah, berkisah betapa Allah SWT demikian Maha Pemurah, Maha Kaya, Maha Segala-galanya hingga kali ini ia mampu menghajikan orangtua dan adiknya. Ia sendiri berangkat umroh berkali-kali dan memprogram saudara-saudaranya untuk berangkat umroh, dengan uang jerih payah Balqis sendiri.

Balqis masih seorang gadis, kesana kemari naik sepeda motor. Tapi di balik kesederhanaannya tersembunyi tekad kuat dan semangat baja! Ia rajin mengikuti seminar, pelatihan, workshop motivasi dan entrepreneur. Rajin ke rumah menawarkan beberapa produk ( yang seringkali tak saya beli) , dan ia tetap bersemangat silaturrahim. Kalau ia bukan kawan baik saya, saya tak akan percaya. Balqis inilah yang menemani saya sepanjang mengurus surat menyurat dan segala pernak pernik yang demikian menghebohkan saat berangkat ke Gaza, Palestina.

Ketika ia bercerita penghasilannya mencapai 600 juta, saya tak heran. Ia rajin menabung, giat usaha, membeli mobil untuk disewakan kembali dan membeli ruko. Tetapi siang itu, saat ia silaturrahim dan menceritakan bahwa 600 jutanya belum apa-apa, dibanding kisah seorang pengusaha dengan penghasilan lebih dari 62 M, tentu saya terkesima.

Apa kiranya yang membuat seseorang mendapatkan rizqi berlimpah? Tentu, rizqi hak prerogative Allah SWT tetapi ada hal yang membuatNya memilih seseorang dan bukan orang yang lain.
Maka meluncurkan sebuah kisah yang insyaAllah bermanfaat buat siapapun, terutama buat saya. Kisah ini langsung saya ceritakan kepada keluarga : suami dan anak-anak, malam hari.
Balqis menghadiri seminar seorang pengusaha muslim.
Ia menyebutkan “Pengusaha Spiritual”.

Sebut namanya pak Rosyid, yang terjerat hutang tak tanggung-tanggung : 62 M alias enampuluh dua milyar rupiah. Dikejar debt collector, tertekan luarbiasa. Pak Rosyid mau cari pinjaman dimana sebanyak 62 M? Kalau mencari pinjaman 50 juta-100 juta mungkin masih bisa. Tapi 62 M?

Dalam kekalutan ia menyambangi orang sholih, berharap jimat-jimat yang mampu melesatkan kekayaan dan mengentaskan dirinya dari tekanan ekonomi yang luarbiasa besar. Alih-alih mendapatkan jimat, malah sebuah saran sederhana.
“Baca saja Al Waqiah setiap hari. Kalau malam baca berkali-kali sampai tertidur.”

Begitulah.
Dan keajaiban pun terjadi.
Bukan perihal surat al Waqiah itu yang akan saya tulis. Silakan yang mau mengerjakan atau tidak, itu sesuai keyakinan. Tetapi apa yang disampaikan pak Rosyid dalam seminar kali ini, menggugah Balqis.
Entah benar atau tidak, menurut pak Rosyid rizqi makhluk hidup (baca : manusia) terdiri dari 4 tingkatan. Ini sesuai sepanjang pengalamannya mengais rezeki, mengolah rezeki dan menjadi pengsuaha hingga sekarang :

1. Rizqi yang diberikan Allah pada setiap makhluk hidup. Cacing, cecak, semut, lebah, burung dan tentu saja manusia akan mendapat rizqi ini. Untuk hal paling minim, manusia tak perlu khawatir sebab cecak pun mendapat nyamuk setiap hari.

2. Rizqi yang sesuai dengan surat Ar Ra’d QS 13 : 11 “…..Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri….”. Inilah rezeki sesuai apa yang diupayakan manusia. Pegawai negeri sebulan dapat gaji, karyawan sebulan dapat gaji, pedagang membeli barang dan menjualnya dengan profit yang telah dikalkulasi, dsb. Bila pegawai tak masuk kerja, ada insentif yang dipotong. Bila sakit, ada asuransi sesuai jumlah yang disepakati. Di level ini kebanyakan manusia berada.

3. Rizqi sesuai dengan al Baqarah QS 2 : 261 : “…..seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji….”. Keajaiban rezeki macam ini pun mungkin pernah dialami masing-masing manusia, hanya tak rutin sifatnya dan rahasia waktunya. Saya pribadi pernah dalam keadaan akhir bulan, mepet keuangan, tahu-tahu mendapatkan email dari sebuah penerbitan yang mengumpulkan royalty kecil-kecil saya selama berbulan-bulan : seratus ribu dari buku X, limapuluh ribu dari buku Y, seratus ribu dari buku C, dll yang akhirnya mencapai angka satu juta sekian ratus ribu. Ya. Mungkin saja bila ditelaah pakai akal sehat : ah, wajar saja dapat. Tapi kenapa terbayar di waktu yang pas, saat tak ada uang sama sekali? Saya yakin, itu Allah SWT yang mengatur.
Suatu ketika suami pernah berinfaq agak besar, padahal keuangan sudah menipis. Tahu-tahu saja uang makan keluar, dengan jumlah sepuluh kali lipat. Hal-hal semacam ini, keajaiban rezeki bisa dirasakan pula oleh beberapa orang yang meyakininya.

4. Rizqi di tingkatan terakhir ini tak banyak orang yang mampu menjalaninya. At Thalaq QS 65 : 3 “ Dan Dia memberinya rizqi dari arah yang tidak disangka-sangka….”
Menurut pak Rosyid, inilah tingkatan dimana seorang manusia tak lagi punya kekhawatiran dan rasa takut akan jumlah rizqinya, dan Allah tak tanggung-tanggung membayarnya. Pak Rosyid bercerita, bahwa di titik kulminasi ia pasrah oleh keadaan, hanya menjadikan al Waqiah sebagai sarana –sebab semua upaya sudah menemui jalan buntu- ia memasrahkan semuanya pada Sang Khaliq, maka keajaiban demi keajaiban terjadi. Dan kini, bukan hanya sekedar hutang 62 m nya lunas, pak Rosyid memiliki sekian banyak usaha yang nilainya berlimpah-limpah. Tentu, kali ini dengan motivasi spiritual yang berbeda seperti ketika pada awalnya ia menjadi pengusaha.

Balqis?
Iapun bercerita.
Suatu saat demikian terpuruk. Ayahnya kecelakaan, tak bekerja, Balqis sendiri sama sekali tak memiliki uang, sementara ia anak pertama yang menjadi tumpuan keluarga. Ayah ibunya orang tradisional yang tak mampu merespon cepat perkembangan zaman. Di titik kepasrahan total pada apa yang Dia berikan, Balqis tetap berusaha. Tetap menambah keilmuan dengan seminar-seminar. Tetap memiliki mimpi. Membaca beragam sumber bacaan yang ditulis orang-orang sholih. Tetap membantu teman. Bekerja apa yang ia bisa.
Dan ternyata, Balqis sekarang berada di level 4, saat bekerja pada biro travel Haji dan Umroh. Jangan katakana “oooo…pantas,” sebab saya punya kenalan di biro yang semacam ini juga kembang kempis jalannya.

Ketika Allah SWT memberinya rizqi berlimpah, usai kesulitan demi kesulitan yang menerpa. Hal yang mudah diucapkan. “Rezeki tanpa ketakutan dan kekhawatiran”, tapi sangat sulit diyakini dan dijalani.
Setidaknya, bila kita belum mampu memasuki level 4, saran tentang memperbanyak al Waqiah itu ada baiknya.
Semoga Allah SWT melapangkan rizqi kita, memberikan rizqi berlimpah-barakah-terbaik dan ketika diberikanNya kita kedudukan mulia & terhormat, juga rizki yang mengalir tiada henti, maka kita akan menjadi seperti orang dalam surat 22 : 41

“(Yaitu) orang-orang yang jika Kami beri kedudukan di bumi mereka melaksanakan sholat, menunaikan zakat, dan menyuruh berbuat yang makruf dan mencegar dari yang munkar…”

Sebab, kita tak ingin menjadi orang-orang sangat kaya dengan harta melimpah, kedudukan yang kuat di mata manusia tetapi mengabaikan sholat, enggan berzakat dan sedekah, terlebih lagi dengan kekayaan dan kedudukan itu justru tak melakukan amar makruf nahiy munkar.