Asyik Punya Anak Banyak, atau Anak Sedikit?

  “Hah? Anakmu 4?” Dosen saya terbelalak. Beliau tak percaya saya bisa punya anak banyak. Maklum, badan saya kecil mungil.  Waktu melihat ekspresi beliau yang seperti itu, sebetulnya saya ingin terus bilang : “aslinya saya ingin punya anak 6 atau 12 lho, Pak.”   Waktu putri sulung saya sekolah di SMP Negeri, dia juga sering... Continue Reading →

Hari –hari Pertama Berpisah dari Anak : masuk sekolah, mondok di pesantren, berpisah kota karena kuliah

  Awal si sulung kuliah di kota lain, rasanyaaaa! Anak cewek, belum terlalu mandiri, punya sakit maag. Melihat kos-kosannya yang minim fasilitas, mau nangis aja rasanya. Saya dulu pernah kos di Jakarta, pergi sendiri bareng teman-teman. Mengalami pahit getir jauh dari orangtua. Pernah nangis juga karena sakit, nggak punya uang, berentem sama teman...hehehe, romansa anak... Continue Reading →

“Memaksa” Anak untuk Bersama

“Nanti bungkusin aja, Mi. Aku nggak ikut.” Anakku menolak untuk bergabung akhir pekan, ketika kami ajak makan diluar. Alasannya masuk akal. “Aku capek! Mau tidur aja. Lagian aku sudah sering keliling-keliling ke arah sana. ” Wajar sih. Waktu kecil, anak akan menguntit kemana saja ayah ibunya pergi. Tapi setelah remaja, mereka punya kelompok sendiri. Punya... Continue Reading →

Bisakah Menciptakan Anak Genius?

    Rasanya sebuah kebetulan yang menakjubkan, ketika Mei ini buku Mendidik Anak dengan Cinta dan National Geographic Indonesia mengangkat tema yang tak akan pernah habis dibahas : IQ dan Kegeniusan.   Sebagai seorang psikolog, salah satu hal paling merangsang minat bagi saya adalah tentang perihal genius. Yang bila seseorang berhasil menguasai hal tertentu dengan... Continue Reading →

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: