#1 #ICPHesos : Well being – self acceptance or self discovery? Kebahagiaan itu “didapat” atau “dicari” ?

Bertemu dengan rekan-rekan ilmuwan psikologi dan psikolog dari mancanegara, membawa arti tersendiri bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Tidak semua dapat diaplikasikan di Indonesia mengingat perbedaan norma, sudut pandang, kebudayaan. Namun semangat untuk terus mencapai yang terbaik bagi kemanusiaan, menjadi satu titik temu.
Hal yang menarik, seluruh partisipan diminta mempresentasikan research paper, dalam bahasa Inggris tentu. Kami belajar memahami English ala lidah Javanese, Chinese, Philipines dll yang kadang sangat unik didengar di telinga.
Saya akan membuat rangkaian tulisan, sesuai dengan kelas-kelas presentasi, seminar juga workshop yang sempat saya hadiri. Semoga bermanfaat untuk teman-teman semua.

cross cultural psy

#Kitabcintapatahhati untuk Prof. Dominika dr Polandia dalam ICP HESOS 21-23 Nov 2013

#Kitabcintapatahhati untuk Prof. Dominika dr Polandia dalam ICP HESOS 21-23 Nov 2013


Bahagia : konsep well being ala peneliti Carol Ryff
Psychological well being menjadi salah satu tema penelitian saya. Cukup mengejutkan, beberapa peneliti mengangkat tema yang sama walau dari sudut pandang berbeda. Saya meneliti tunarungu, rekan-rekan psikolog ada yang meneliti perbedaaan kebahagiaan orangtua di China dan Indonesia, kebahagiaan para penderita lupus, kebahagiaan dalam pernikahan, kebahagiaan kaum urban dlsb.

Carol Ryff beranggapan bahagia memiliki 6 dimensi :
1. Self acceptance – penerimaan diri
2. Purpose in life – tujuan hidup
3. Personal growth – pertumbuhan pribadi
4. Autonomy – mandiri
5. Environmental mastery – penguasaan lingkungan
6. Positive relation with others – hubungan positif dengan pihak lain.

Seseorang boleh saja mengatakan ’aku bahagia, kok. Yang penting aku hepi!’. Tapi ternyata ia tidak pernah punya tujuan hidup, kepribadiannya tidak pernah tumbuh berkembang – dari dulu sampai sekarang tetap selfish alias egois banget! Gak pernah punya hubungan baik dengan orang lain, gak pernah berusaha menguasai lingkungan tempatnya berada dalam arti megnuasai permasalahan yang timbul dan cari solusi. Orang macam demikian ya boleh-boleh saja bilang gue happy tapi tentu bukan bahagia dalam pengertian sesungguhnya.
Menurut Carol Ryff, bahagia itu secara singkat adalah, bukan orang yang sama sekali nggak pernah punya masalah, nggak pernah terbentur sesuatu. Bahagia adalah orang yang selalu bisa menilai sisi positif lebih besar dari pada sisi negatif dalam suatu konteks kejadian.
Misal, seorang lulusan sarjana tidak tembus-tembus mendaftar PNS mulai dari pemda, pemkot sampai tingkat pusat. Setiap kali gagal, ia boleh saja sedih. Tapi selalu menimbang pporsi positif lebih besar
• Ah, aku kan masih 23, toh terakhir daftar PNS 35
• Ah, kali aja instansi ini memang gak cocok buatku
• Eh, jangan-jangan saya mengisi lowongan yang gak sesuai dengan kebutuhan
• Barangkali, saya memang harus kuliah S2 dulu
• Hm, kali saja jalan hidupku adalah jadi pengusaha, bukan pegawai negeri
Lihat, ia sedih hanya sekali, tapi berhasil menemukan alasan reasonable lebih banyak dan siap bangkit lagi. Ini dikatakan bahagia, dalam pengertian sederhana.

Dalam pengertian Carol Ryff, bahagia bila seseorang menerima dirinya apa adanya, pribadinya selalu bertumbuh dan berkembang sesuai tingkatan usia dan kekayaan pengalaman yang diperoleh, memiliki tujuan dalam hidup, mandiri, memiliki interaksi dengan lingkungan dan mampu membangun hubungan positif dengan pihak luar.

Bahagia – self acceptance?
Ada penelitian menarik yang baru muncul sekitar 2010 (PWB Carol Ryff sudah ada sejak 1990an). Eudaimonic Well Being, yaitu suatu konsep bahagia yang merujuk pada budaya Yunani, Cina, dan juga ada di Jawa.
Pertanyaan sederhana : apakah kebahagiaan itu anugerah yang diberikan atau sesungguhnya harus dicari manusia? Apakah bahagia itu bersikap pasif atau bersikap aktif?
EWB menjadi temuan menarik sebab ternyata, manusia harus mencari kebahagiaannya. Bila, ia ditakdirkan hidup pas-pasan, wajah tak menarik, pendidikan ala kadarnya, pernikahan pun tak terlalu mulus, prestasi yang tak pernah mencapai yang diharapkan; dengan kata lain ia hidup ala average man, lalu tidak bahagia; menurut EWB individu ini harus berjuang bagaimana caranya mencari kebahagiaan.
EWB mungkin bukan temuan yang benar-benar baru tapi yang menggelitik adalah dalam konsep self acceptance ala Carol Ryff yang menurut konsep EWB harus direvisi menjadi self discovery.
Anda, saya, bukan hanya sekedar menerima diri apa adanya untuk dapat bahagia. Tapi, kita harus mencari kebahagiaan itu dan menciptakannya.
Anda setuju?

3 thoughts on “#1 #ICPHesos : Well being – self acceptance or self discovery? Kebahagiaan itu “didapat” atau “dicari” ?

  1. Reblogged this on Diary Ummu Aisha Pisarzewska and commented:
    Semoga ada dari kajian studi psikologi yang mengkaji tentang baby blues, mengingat banyak kasus ibu-ibu yang mengalami ini dan kurang mendapat perhatian atau semacam terapi ataupun solusi .Kebanyakan dari mereka dan lingkungan disekitar menganggap ini hal yang wajar.Padahal kalau tidak mendapat titik temu, sindrom ini bisa menjadi bom waktu dalam keluarga.

  2. sambis berkata:

    Halo,. salam kenal, saya ikut promosi yaa..
    kami PINBOO Bandung tlp.(022)91147817 – 081320620692 (http://www.pinboo.org) hendak menawarkan pruduk PIN, dlm berbagai model mulai seperti pin penitik, pin gantungan kunci bolak-balik, pin gantungan kunci crop pembuka botol, pin magnet,dan pin gantungan kunci 1 muka, serta bahan baku pin mulai dari ukuran 25mm s/d 75mm. cetak dan jual bahan mug.
    menjual juga kertas inject & kertas photo.
    kami juga menjual laminasi(glossy, salur/kanvas, gliter, dll). selain itu juga membuat id-card instan & menjual bahan baku id-card 2 muka (bolak balik), tali idcard / sablon tali id card, yoyo id card, dll
    terimakasih.. (proprint_pinboo@yahoo.com)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s