Mencintai sosok Polaris (bukan Sirius)

 

 

Cinta itu sesuatu yang sangat special. Sangat personal. Sangat rahasia dan mungkin satu-satunya rahasia terdalam yang hanya diri sendiri dan Allah Swt yang tahu. Walaupun sangat pribadi sifatnya, ada banyak kisah cinta yang diabadikan dalam sejarah, entah kisah cinta itu positif atau negatif. Kisah cinta Nabi Muhammad Saw dan bunda Khadijah, Yusuf as dan Zulaikha adalah kisa yang memberikan inspirasi mendalam tentang kasi sepasang insane.

Kisah spektakuler?

Ernest Hemingway konon menyukai perempuan berambut panjang dan tiap kali menyusun novel, ganti istri. Khalil Gibran puya beberapa hubunga cinta yang menginspirasi puisi-puisinya.  Einstein pun demikian, ia seorang cassanova yang menyukai perempuan pintar dan punya talenta tertentu. Presiden kita, Ir. Soekarno pun dikenal sangat kharismatik. Good looking, pintar berorasi. Ibuku bilang, ketika bung Karno berbicara, pendengar radio akan terpaku. Dan ketampanannya, duh…Marilyn Monroe, Cindy Adam, Sari Dewi adalah sedikit nama yang terpesona oleh sosoknya.

Lalu aku?

Seperti apa orang yang kucintai?

Apakah aku menyukai lelaki yang mampu menyusun kalimat-kalimat romantic ala Hemingway dan Gibran? Atau suka dengan sosok mencolok ala Soekarno dan Einstein?

 

Polaris, bintang Kutub Langit Utara

Bertemu dengan penulis-penulis muda hari ini, membuatku banyak belajar. Banyak merenung. Banyak terinpsirasi. Kami membahas mulai dunia perbankan, dunia aliran-aliran pemikiran, dunia astronomi dan tentu…cinta. Tiap kali membahas astronomi, aku seperti terlempar ke tahun-tahun masa kecilku. Hiks…aku sejak lama menginginkan kuliah di ITB khususnya fakultas astronomi. Takdir membawaku menyebrangi dunia ekonomi lalu ke dunia psikologi dan sastra. Apa aku menyesal? Tidak. Hanya saja setiap kali orang berbicara tentang rasi bintang, galaxy, bintang lahir dan mati, nebula, mengembang dan mengempisnya alam semesta; hatiku jadi berdegup gembira. Inilah dunia yang sejak lama kuimpikan.

Waktu SD, zaman belum secanggih sekarang, aku rela jalan-jalan ke shopping untuk mencari dan membeli kliping tentang astronomi. Shopping adalah pasar loak buku-buku, kumpulan artikel, kumpulan kliping bahkan skripsi berjilid yang dijual karena sudah tidak terpakai.  Bisa dibayangkan, aku akan berdiri berjam-jam di pasar loak memilih tumpukan koran-koran kliping bekas dengan bau menawan untuk memilih bacaan yng kuinginkan hehehe…kalau sudah bertemu yang kucari, rasanya senaaaang sekali.

Bila ada majalah bekas atau koran bekas yang membahas tentang gerhana matahari dan bulan, misi NASA, atau penemuan tentang quasar atau blackhole, aku coba baca dan pahami dengan kemampuanku yang masih sangat terbatas.

Apa hubungan Polaris dan cinta?

Alam semesta mengajarkan banyak hal kepada kita.

Setiap makhluk diciptakaNya berpasangan, bahkan galaxy dan bintang-bintang. Hampir semua bintang memiliki pasangan. Galaxy Bima Sakti atau Milky Way berpasangan dengan Magellan.

Ada satu bintang yang unik, yaitu Polaris. Bintang ini tidak berpindah-pindah, terletak tepat berada di garis langit kutub utara.  Bintang ini tidak terlihat oleh tempat yang memliki lintang derajat 0 seperti Indonesia atau di bawahnya seperti Australia. Negara-negara yang terletak pada lintang 5 derajat sampai 10 derajat masih tidak dapat melihat binang ini dengan jelas. Tapi negara-negara 4 musim dapat melihat bintang Polaris dengan jelas seperti Jepang, China, Korea, Eropa.

Bintang ini tidak berpindah-pindah. Selalu tampak di satu titik. Itulah Polaris.

Bagaimana Sirius? Sirius adalah bintang yang sangat terang benderang. Bintang paling terang di langit kita. Sirius dikenal karena merupakan bintang ganda, ada yang mengatakan 2, ada yang mengatakan 3. Karena terangnya, bintang ini sangat terkenal.

Apakah aku memilih pasangan cinta yang berjenis Polaris ataukah Sirius?

Aku mencintai Polaris.

Ia selalu ada di sana. Teguh. Jujur. Apa adanya dan selalu dapat ditemui tiap kali membutuhkan petunjuk. Ia tak berpiinda-pindah mengikuti gerak bumi , karena posisinya yang demikian tepat di atas ujung garis langit kutub utara. Ia ada di atas kita, dan menjadi poros atau sumbu.

Seharusnya, demikianlah pasangan cinta.

Ia menjadi Polaris yang selalu ada setiap kali dibutuhkan. Ia menjadi cahaya ketika pasangannya tengah dirundung gkegelapan. Ia menjadi sumbu terang ketika pasangan sedang galau.

Ia tidak perlu menjadi Sirius, yang terang benderang dan selalu dikenali karena posisinya yang spektakuler, bercahaya, diliat banyak orang, menjadi menonjol namun selalu menggandeng orang lain.

Aku mencintai Polaris.

Seperti itulah pasangan jiwa, suamiku.

Mencintai Sirius

Sebetulnya, bukan hal yang salah mencintai sosok Sirius. Bagaimanapun, harus ada yang mendampingi sosok-sosok seperti Julius Caesar, Marc Anthony, Jenghiz Khan, Hitler, Napoleon Bonaparte dll. Mereka sosok-sosok yang mengisi sejarah dengan sepak terjang masing-masing. Mendampingi Sirius, bukan perkara mudah. Sebab mereka selalu menjadi sorotan dan pusat kekaguman. Bila sosok Sirius ini tak kuat iman, dapat dibayangkan betapa womanizer nya ia. Elizabeth Taylor menurutku adalah sosok Sirius. Ia berkali-kali gonta ganti suami.

Tidak selalu Sirius ini negative, lho.

Anda pasti mengenal Habibie. Menurutku, beliau seterang Sirius namun setenang Polaris. Kesetiaannya pada bunda Ainun, luarbiasa…

Bila diminta memilih Sirius atau Polaris? Maka masing-masing kita akan punya jawaban. Ada orang yang senang punya pasangan ternama, menduduki peran penting, enggan berpisah darinya meski sakit hati berkali-kali. Ada orang yang lebih memilih Polaris sebab sosok ini memberikan ketentraman.

Walau bagiku, suamiku adalah Polaris dengan cahaya benderang bak Sirius 🙂

 

5 Cara Mengetahui Pasangan Berbohong

 

 

Jangan sampai pasangan berselingkuh, naudzubillahi min dzalik.

Bagaimana mengetahui kalau pasangan yang dicintai telah berdusta, bahkan mungkin tengah bermain mata di belakang? Mengetahui telah terjadi hal negative atau menyimpang dalam hubungan cinta perlu dideteksi sejak awal. Sehingga, keputusan-keputusan tepat dapat diambil. Apakah hubungan ini pelu diteruskan? Apakah sudah waktunya mendatangi konselor? Apakah si dia punya kepribadian yang nyeleneh?

Yuk, simak!

 

  1. Minta ia mengulangi cerita.

“Mas , kamu hari ini kemana?’

“Oh, aku makan siang dengan dengan teman alumni di Sutoz.”

Kalau ingin mengecek apakah cerita itu valid, beberapa jam kemudian dalam kondisi ia lengah (mungkin sambil nyetir, atau dia lagi buka fesbuk, atau lagi nyuci motor) ;pancing lagi dengan pertanyaan beda.

“Ada film Golden Globe lagi diputar di Cito dan CGV. Tadi kemana?”

Kalau benar-benar ia ke Sutoz, ia dapat mengulangi lagi dengan jawaban sama “Sutoz”. Makan malam nanti boleh diulangi lagi dengan cara berbeda.

“Eh, aku ada teman kerja di café makanan Jepang dimana tuh…yang Mas tadi sebutkan..?”

Kalau dia berulang-ulang masih dapat  menyebutkan Sutoz, berarti insyaallah ceritanya valid.

Teknik ini digunakan dalam salah satu buku feature tentang spionase karya Victor Ostrovsky. Cara merekrut orang yang tekun dan teliti serta tepat, adalah ketika orang itu dapat ditanya pada saat-saat terdesak dengan jawaban konsisten. Misal, nama saya Sinta dan harus menyamar menjadi Mona. Maka kemana-mana harus memakai nama Mona. Suatu saat, ada tim penyeleksi yang tau-tahu menabrak saya di mall, lalu barang saya berjatuhan.  Dalam kondisi gugup mereka akan bertanya :aduh maaf ya Mbak…sorry barangnya jatuhh. Mbak siapa ya…?

Begitu saya jawab “Sinta”, maka saya nggak akan lolos sebagai agen spionase. Orang-orang yang terlatih untuk “berbohong” akan spontan menyebut Mona. Dan itu melalui pelatihan bertahun-tahun, serta harus orang-orang bertalenta tertentu yagn dapat lolos seleksi tersebut, menurut Victor. Cara deteksi kebohongan seperti itu bisa dilakukan pada seseorang ketika diminta mengulang-ulang sebuah cerita. Akuratkah? Konsistenkah?

  1. Balik sekuensial

Coba tanyakan urutan sebuah kejadian.

“Hari ini ke Sutoz ya? Jam berapa Mas? Soalnya aku juga rencana mau ketemuan alumni tapi bingung makan dimana.”

Dia akan cerita.

“Darimana Mas berangkat, biar gak macet?”

Dia akan cerita. Selang beberapa lama, coba tanya kembali.

“Eh, Mas berangkat awal darimana ya?”

Dia akan cerita dan kita dapat menambahkan pertanyaan, “dari bakso Solo itu belok  atau lurus ya?” atau ,”jam segitu macet gak ya di Wonokromo?”

Kalau titik ebrangkatnya dari kantor di Ahmad Yani dan betul-betul menuju Sutoz, maka ia akan benar-benar tahu jalan kesana meski pertanyaan dibolak balik. Anya saja jangan interogatif banget ya…pasangan bisa sebel kalau disangka yng enggak –enggak hehe…ini kalau ada kekhawatiran yang mulai sangat mencurigakan.

  1. Beri kejutan waktu

Atur pertemuan tiba-tiba tanpa kasih kabar terlebih dahulu. Tahu-tahu muncul di kantornya. Tahu-tahu kembali ke rumah (kalau dia di rumah). Pasangan yang masih saling mencintai dan saling setia akans angat senang dengan kejutan ini.

“Lho, kok kamu datang ke kantor sih?”

Kalau dia marah, bisa juga karena merasa terganggu. Lha wong lagi meeting sama atasannya dan tiba-tiba kita bawa pizza…kan serba bingung hehehe. Tapi kalau nggak ada apa-apa, biasanya pasangan hanya agak bête dan kaget, marahnya nggak akan sampai kelewat batas. Kalau ada apa-apa saat kasih kejutan waktu dan dia marraaah besar…perlu dipertanyakan. Memang pertemuan macam apa atau dengan siapa yang diinginkannya?

 

  1. Kasih hadiah tiba-tiba

Beri hadiah kejuta. Kaos, hem, sepatu atau kaos kaki. Jilbab, bros, atau blus. Lihat reaksinya. Biasa-biasa aja? Atau senang bukan main?

Hadiah dari pasangangan yang sangat dicintai, pasti akan begitu membahagiakan. Ingat waktu Rasulullah Saw memberi hadiah bebatuan pada bunda Aisyah ra? Bunda Aisyah girang bukan kepalang. Ya, namanya cinta! Walau hanya oleh-oleh seplastik es jeruk, atau setangkai bunga dari kebun di depan rumah; hadia dari orang tersayang itu sanat membahagiakan.

Kalau suda tidak ada perasaan cinta, hadiah-hdiah apapun akan terasa remeh temeh dan hambar. Rekasi yang timbul biasa, bahkan acuh tak acuh. Malah timbul marah : kok kamu boros begini sih? Nggak usah deh kasih-kasih hadiah lagi. Yah…beli hadiah memang boros sih.,..tapi jangan segitunya memarahai pasangan yan gsudah berniat baik dan bersusah payah.

  1. Pinjam telepon selulernya

Ponsel atau HP yang diberi password adalah pertanda tidak ada saling keterbukaan antara pasangan. Cobalah sesekali pegang HP pasangan dan lihat reaksinya. Atau pinjam dengan alasan pulsa habis atau kuota internet limit. Kalau si dia biasa saja, maka tidak ada apa-apa. Kalau kalang kabut, nah!

Alhamdulillah, saya dan suami suka gaonta ganti HP berdua. Maksudnya tukar menukar. Suami terbiasa lihat chat saya (paling saya larang untuk melihat yang ada tanda khusus sebab itu chat klien saya). Da sayapun bebas mau lihat emailnya, chattingnya, atau foto-fotonya.

“Wah, kali aja si dia punya HP lain di kantor.”

Saya ingat Abraham Lincoln berkata : engkau bisa sesekali membohongi orang. Tapi engkau tidak bisa membohongi orang sepanjang waktu.

Sama seperti Victor Ostrovsky dalam tulisannya tentang spionaseyang intinya : mereka yang tidak terlatih untuk berbohong demi keamanan negara, akan terjatuh suatu saat nanti bagaimanapun lihainya.

 

Meskipun kita sudah membekali diri dengan ketrampilan mendeteksi kebohongan, ketrampilan menaklukan pasangan, ketrampilan memikat hati lawan jenis dan seribu ketrampilan lainnya; jangan lupa untuk berdoa kepadaNya. Dia-lah yang membolak balik hati manusia. Jadi, teruslah berdoa dalam sujud atau waktu-waktu istijabah, semoga cinta suci ini abadi hingga di Jannatul Firdaus. Aamiin yaa Robb…

Tanda-tanda Keretakan Hubungan dengan Pasangan

 

 

Tak ada yang menginginkan cinta berakhir musnah. Berujung kegetiran, apalagi perpisahan. Naudzubillahi mindzalik. Namun, seiring waktu, cinta memudar bahkan hilang tak berbekas. Dia yang dulu begitu berapi-api, sehari dapat mengungkapkan sayang lebih dari 3x bahkan overdosis; sekarang jangankan mengucapkan sayang. Membalas pesan kita enggan, padahal online.  Selalu punya alasan sibuk. Saat bicara cinta rasanya aneh dan menyakitkan, bagai bertepuk sebelah tangan. Pernikahan, dapat diselamatkan dan memang harus diupayakan selamat hingga menuju laut keabadian. Mari kenali tanda-tanda keretakan hubungan agar dapat segera dicari solusinya.

Apa saja tandanya?break-up-spells

  1. Kaku dan jarang tertawa
  2. Tidak punya mimpi bersama
  3. Tidak mesra
  4. Sibuk urusan masing-masing
  5. Bercinta kurang dari seharusnya
  6. Keuangan tersembunyi

Bahas satu-satu ya…

  1. Kaku dan jarang tertawa

Joke, humor, anekdot, itu obat jitu suasana. Asal sesuai kondisi dan takaran. Ingat Nasruddin Hoja dalam memecahkan masalah pelik? Ada canda disitu untuk mencairkan ketegangan. Dalam menyampaikan fatwa pun demikian. Bahkan bila keluarga kita mengalami saat-saat sulit sekalipun, humor ini jangan sampai ditinggalkan. Humor meredakan ketegangan dan menciptakan situasi cair yang menyenangkan.

Pasangan seharusnya mulai waspada bila dalam 2-3 bulan tidak dapat lagi tertawa bersama-sama. Mungkin karena tekanan ekonomi, masalah keluarga besar, atau ada orang ketiga yang menyita perhatian. Orang ketiga ini tidak selalu WIL/PIL yang mengindikasikan perselingkuhan. Mungkin saja orang ketiga ini adalah saudara yang tengah menghadapi masalah keluarga juga sehingga menyita perhatian kita, atau atasan yang sangat menyulitkan, atau teman yang tidak dapat dipercaya.

Pendek kata, banyak masalah di masa kini dapat menimpulkan stress bahkan depresi.

Tertawa bersama itu mudah.

Bagilah kisah-kisah lucu lewat broadcast (BC), meme lucu, menonton film komedi, menikmati acara televisi yang mengibur. Lalu tertawalah bersama. Gelitikilah pasangan agar ia mau tertawa bersama-sama. Jadi, kapan anda dan pasangan tertawa bersama untuk terakhir kali? Kalau pagi ini masih dapat tertawa berdua karena saling mencolek pinggang masing-masing, artinya hubungan anda inysaallah selamat!

 

  1. Tidak punya mimpi dan keinginan bersama

Mimpi bersama akan mengikat satu sama lain. Ingin haji bersama sehingga saling menyisihkan penghasilan, ingin umroh bersama, ingin berlibur bersama, ingin menghabiskan akhir pekan berdua di hotel atau di restoran romantis.

Semakin panjang mimpi itu, insyaallah semakin baik.

“Nanti kalau Mas pensiun, mau ngapain?”

“Aku mau buat café kecil-kecilan, Dek.”

“Kalau gitu mulai sekarang aku coba kumpulkan resep masakan yang khas ya.”

Mimpi ini harus terus dibangun.

Dulu mimpi umroh bareng, terkabul. Tambah mimpi haji. Sudah terkabul, bermimpilah bersama untuk dapat wakaf. Terkabul? Bermimpilah bersama lagi untuk buat yayasan panti asuhan. Terkabul? Bermimpi lagi bersama. Buat perusahaan warisan yang dapat diwariskan pada anak cucu. Terkabul? Buat mimpi-mimpi bersama lagi hingga mimpi akhir bersama adalah menjadi pasangan suami istri di FirdausNya.

Suami istri yang sudah punya penghasilan masing-masing, kadang enggan merancang mimpi bersama. Merasa sudah dapat melaksanakan  sesuatu dengan uang pribadi. Misal, dapat menyantuni orangtua masing-masing dari uang pribadi. Apa salahnya membangun mimpi bersama dalam hal memberi hadiah pada orangtua?

“Dek, aku pingin meng umrohkan kedua belah pihak orangtua kita. Yuk, nabung bareng.”

Nilai kebersamaannya lebih terasa daripada masing-masing bertekad menabung sendiri-sendiri, mengumrohkan orangtua sendiri-sendiri.

 

  1. Tidak mesra

Kemesraan sangat penting untuk mengeratkan hubungan. Sama dengan humor, bila kemesraan mulai menghilang dalam 3 bulan terakhir, waspadalah. Apa sih mesra?

Dalam kamus bahasa Indonesia mesra berarti 1) menyerap 2) sangat dekat dengan hati. Menyerap dalam kamus  disini diartikan perilaku yang benar-benar ‘menyerap’ hingga ke hati. Bukan sekedar ciuman selintas. Bukan pelukan sambil lalu. Bukan sekedar salaman sekedar tempel. Karena sudah serumah bertahun-tahun, seringkali sentuhan fisik hanya formalitas belaka.

Yang penting sudah cium istri ketika berangkat.

Yang penting sudah salam suami ketika akan berpisah. Sentuhan, apalagi obrolan, tidak ada yang benar-benar terserap sampai ke hati.

  1. Sibuk urusan masing-masing

Pekerjaan kantor dan rumah tidak ada habisnya.whatsapp

Bahkan, di rumahpun kadang atasan atau bawahan masih mengontak untuk konsultasi.

“Ini atasanku telpon, Ma, gak enak!”

“Ada rapat via whatsapp buat acara coaching anak-anak pegawai baru.”

“Klienku lagi punya amsalah berat, nggak bisa ditinggalkan.”

Okelah, pekerjaan adalah sumber nafkah. Tapi juga bisa sumber keretakan. Kalau sesudah urusan selesai dan kita masih sibuk dengan gadget masing-masing, yah, rasa hambar akan timbul. Kalau sampai di rumah yang menjadi tujuan adalah remote televisi atau membuka laptop, pasangan akan malas berdekatan.

  1. Bercinta kurang dari seharusnya

Capek? Stres? Sedang marahan?

Hubungan intim yang sehat sekitar 2 x sepekan. Karena kelelahan dan hasrat sudah menguap ditelan permasalahan seharian ditambah macetnya jalan; lenyapkan keinginan bermesraan dengan pasangan. Apalagi bila masalah anak-anak turut menambah bumbu jamu dalam hubungan. Apalagi masalah orangtua, keluarga besar, turut melenyapkan gairah. Padahal kata Buya Hamka, memuaskan nafsu (dengan cara yang benar tentunya) adalah tujuan melestarikan banyak hal. Melestarikan keturunan, melestarikan cinta, melestarikan hubungan.  Banyak pasangan yang karena didera banyak hal, merasakan biasa-biasa saja melakukan hubungan intim dua pekan sekali. Atau malah sebulan sekali. Tidak ada keinginan untuk membangun hasrat, entah bagaimana caranya.

Lalu tiba-tiba, muncullah seseorang yang dapat membangkitkan gariah demikian cepat!

(Nantikan buku saya yang membahas khusus bab Seksologi ya)

  1. Keuangan tersembunyi

Apakah gaji masing-masing harus diketahui pasangan? Ya!

Suami harus tahu penghasilan istri, begitupun sebaliknya. Rem lelaki, konon kabarnya, kuat mencengkram kaum Adam dari perilaku kurang pantas apabila istri yang memegang kendali keuangan. Perempuan, pun tak akan boros-boros amat bila suami tahu berapa besar penghasilannya.

“Lho, kok uangnya sudah habis?”

Meski kita kerap kesal dengan ungkapan seperti itu, tetap saja kritikan suami/istri menjadi pagar. Aduh, habis cepat saja dikritik, apalagi habis tak karuan rimbanya! Bila istri merasa sah-sah saja menyembunyikan tabungannya, begitupun suami merasa harus menyembunyikan penghasilan real nya kpada istri; ini salah satu bencana besar yang mengintai.

Money is monster!

Coba bicara jujur, apa sih yang membuat kita menyembunyikan penghasilan? Karena akan digunakan untuk membelanjakan sesuatu diluar pengetahuan pasangan. Kalau untuk beli hadiah kejutan, okelah. Tapi apa hadiah kejutan dibeli tiap waktu? Biasanya, uang disembunyikan karena kita ingin membeli barang-barang keinginan yang mungkin tidak disetujui pasangan. Baju, jam tangan, sepatu, pemenuhan hobby mahal (pancing,shopping,barang antic, fotografi). Atau, menyembunyikan neraca keuangan rumah tangga karena ada hal pelik lain yang perlu ditutupi?

 

Sinta Yudisia

Psikolog