Menuju Munas 4 FLP, 3-5 November di Bandung : Mahabb Adib-Abdillah, Profil Ketua Panitia Musyawarah Nasional FLP

 

Lelaki muda yang kalem ini, punya banyak sekali nama. Kalau anda menemukan nama-nama beragam di dunia pelatihan, kepenulisan maupun spiritual; jangan-jangan ia adalah orang yang sama!

Usianya tak dapat ditebak.

Jangan bayangkan pula bahwa usia lajang membuatnya tak bijaksana. Ia pemuda dengan segudang pengalaman yang membuat orang ingin belajar banyak darinya.

 

Adib Munas 4 FLP.jpg

Kang Adib

Nama Asli dan Nama Lain

Kedewasaan dan pengalaman hidup membuat dirinya tampak jauh lebih matang dari usia sebenarnya. Bernama asli  Abid Ibnu Husen dengan gelar S.Sos. Nama Abid Ibnu Husen  digunakan untuk kehidupan sehari-hari dan berkarya di bidang akademik, dunia pendidikan, dan penelitian. Ia berkarier di bidang pelatihan, pengajaran, seminar, dan coaching ; dengan nama keren tercantum di berbagai media sebagai  Husain Suitaatmadja, CPS®, CPM®, atau disingkat Kang HuSu.

Kang HuSu merupakan member IPSA (Indonesia Professional Speakers Association), founder Roof Creative House (RiCH) Indonesia, dan Leadership &  Literacy Coach. Jadi, kalau kita diisi materi oleh kang HuSu; bawaannya heboh, tertawa berguling, dan seru banget pokoknya!

Eit, kang HuSu bukan hanya mahir bicara tapi juga mahir berdiam diri.

Lho, apa hubungannya?

Kebanyakan orang yang pandai bicara akan sulit menulis; sebab menulis membutuhkan energi kontemplasi, aura dingin serta ketenangan. Kang HuSu ini memiliki kedua-duanya : energi bicara dan energi berdiam.

Catat karya-karyanya!
1. 100 Kiat Praktis Sehat di Usia Senja (Elex Media Komputindo, 2013) – eh, kang HuSu ini masih muda dan single lhooo tapi sudah buat buku bijaksana seperti ini.
2. Hidup Bahagia dan Berkah Tanpa Penyakit Hati (Elex Media Komputindo, 2014)
3. How To Be A Great Man (Caesar Media Pustaka, 2015)
4. Saya adalah Pribadi Multidisipliner (Bitread Digital Books, 2017, coming soon)
5. Taman Cerita, sebagai editor dan mentor kumpulan puisi sahabat disabilitas Bandung yang tergabung dalam Workshop Menulis WOKE dan FLP Jawa Barat (Bitread Digital Books, 2017, coming soon)

 

Nama Sastra

Untuk bidang sastra, film, dan musik spiritual, petualangan, dan kemanusiaan namanya bermetamorfosa menjadi Mahabb Adib-Abdillah.

Ia adalah Ketua FLP Jawa Barat dengan sederet karya (yang di atas ternyata belum selesai bookografinya!):

  1. Ramadhan Terakhir Ludwig, novel spiritual dan keluarga (DIVA Press, 2013)
    2. Seribu Kebaikan Untukmu, antologi cerpen bersama FLP Jatinangor [sekarang Sumedang] (Salsabila, Pustaka Alkautsar, 2013)
    3. Tuhan, Aku, dan Alam, antologi kisah petualangan spiritual bersama Pantera Fisip Unpad (ANDI Publisher, 2014)
    4. Cinta dalam Tumpukan  Jerami, kumpulan prosa (Bitread Digital Books, 2016)
    5. Aneukada: Perempuan, Kopi, dan Syair, kumpulan puisi (Bitread Digital Books, 2017, coming soon)

Aduh, Berapa sih Nama Akang?

Sebagai standup comedian, penulis dan aktivis sosial untuk anak muda dan dunia anak-anak, filmmaker, dan social welfare writer, lelaki murah senyum ini memilih nama  Aaboy.

Karyanya :
1. Novel komedi inspiratif Universitas Jatinangor Oxpord a.k.a UJO (Mahaka Pubilishing, Republika Penerbit, 2013) dan kini sudah mau 4 tahun menjadi komunitas kreatif di Bandung, komunitas berbasis universitas, Kampus UJO.
2. I.B.U. (I Believe U), novel komedi keluarga dan dunia remaja (Indiva Media Kreasi, 2017, coming soon)

Ternyata, kang Husen atau kang HuSu, kang Adib, kang Aaboy atau kang Abid ini punya segudang prestasi, segudang ketrampilan dan segudang karya.

Ehm, kira-kira nanti di buku nikah mau dicantumkan nama yang mana, Akang?

Sinta, adib, milad-flp-ke-20.jpg

Dari kiri  : Adib , Roby, Gol A Gong. Paling kanan Sinta, sebelah kirinya Annisa bitread

Menuju Munas 4 FLP 2017, November 2017

 

 

 

Tanpa terasa, perjalanan FLP tahun ini telah memasuki masa 20 tahun.

20thFLP (PNG)Banyak catatan pencapaian FLP, sebagaimana banyak pula catatan yang harus dikerjakan oleh organisasi kepenulisan terbesar di Indonesia ini.  Lahirnya penulis-penulis baru mulai usia anak-anak, remaja hingga dewasa; terbitnya beragam buku mulai buku konvensional hingga buku digital; karya-karya yang semakin luas cakupannya mulai puisi, cerpen, novel, buku motivasi, buku referensi, opini, artikel, skenario dan masih banyak lagi.

Apa saja pencapaian FLP selama 4 tahun terakhir? Apa pula catatan yang harus diperhatikan?

 

Lokal, Nasional, Internasional

Penulis-penulis FLP biasanya mengawali dari hobby dan kebutuhan ekspresi diri. Keinginan untuk melihat karyanya dibukukan, membuat penulis-penulis memacu diri menghasilkan kuantitas karya. Lihatlah karya-karya yang tertuang di media sosial mulai facebook, wattpad, hingga blog. Mereka yang rajin mengirimkan karya juga banyak. Pada awalnya mengirimkan karya ke koran-koran lokal seperti media kampus, media sekolah hingga media massa setempat.

Selanjutnya, semakin terasah kuantitas dan kualitas, maka anggota FLP akan mulai menempati karya di level nasional. Media online, media massa, majalah hingga beragam kompetisi berhasil dilalui. Jumlah yang mencapai level nasional sangat banyak; bahkan semakin lama, semakin junior usianya.

Mereka yang merambah dunia internasional pun bermunculan satu demi satu. Bukan  hanya kualitas karya, kualitas tulisan ilmiah, namun juga kiprah yang mengiringi langkah-langkah mereka. Penulis FLP mengisi ruang-ruang literasi dari Sabang hingga Merauke.

Ganjar Widhiyoga dan Yanuardi Syukur , dua orang di antara sekian banyak penulis FLP yang go international

 

 

Registrasi Online

Salah satu hal penting yang ingin dirapikan oleh FLP adalah bab organisasi.

Organisai bertujuan mengatur sekian banyak orang agar seragam visi misinya, agar seragam langkahnya. Mengelola organisasi kepenulisan yang berisi para seniman, sastrawan dan penulis berjiwa kreatif; tentu banyak tantangannya. Pada umumnya, orang-orang imajinatif enggan dibatasi gerak langkahnya. Di FLP, gerak langkah itu bukan dibatasi atau diseragamkan; namun perlu diselaraskan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia perbukuan agar memiliki daya guna dan daya saing yang tinggi.

Banyak sekali remaja, mahasiswa, karyawan yang ingin menjadi anggota FLP. FLP bukan organisasi ekslusif; namun harus memiliki basis data yang kuat. Berapa wilayah yang tercata? Berapa cabang yang terlibat? Berapa anggota riil yang masih aktif? Berapa anggota pasif yang tidak dapat membantu roda organsiasi tapi potensial di sisi yang lain?

Untuk itulah, registrasi online diadakan.

Waktu 4 tahun bukan waktu yang singkat, namun juga bukan perkara mudah mendata penulis FLP dari ujung barat ke timur. Sedikit demi sedikit, dengan ketekunan dan semangat persuasif para pengurus Pusat FLP; satu demi satu para penulis FLP mulai terdata lokasinya. Sehingga jumlah penulis FLP bukan hanya perkiraan : 5000-an, 10.000an; namun jumlah digit hingga angka terakhir diketahui. Hal ini bukan saja dibutuhkan dalam perkara material belaka, misal agar tersedia dana memadai bagi perputaran roda organisasi; namun juga dapat memetakan potensi penulis FLP di berbagai level dan jenjang, juga wilayah. Seringkali, pihak pemerintah atau lembaga non profit menghubungi FLP bila berkunjung ke suatu wilayah dan akan menyelenggarakan acara literasi. Anggota FLP relatif mudah digerakkan untuk berkumpul dan menyelesaikan suatu agenda literasi.

logo pake tanggal.png

Munas 4 FLP di Bandung, Jawa Barat

Pilihan Bandung sebagai kota penyelenggara Munas 4 bukan tanpa pertimbangan. Kota ini dapat menjadi magnet bagi para anggota FLP di seluruh Indonesia dan mancanegara untuk turut hadir dan memeriahkan pentas literasi. Munas memiliki agenda utama memilih ketua umum untuk periode 4 tahun ke depan, namun bukan hanya itu. Munas 4 FLP menjadi ajang silaturrahim yang sangat dirindukan, menjadi ajang pembelajaran segala hal, menjadi ajang tukar pendapat dan tentu saja. Penulis sangat menyukai hobby traveling yang akan memunculkan citarasa imajinasinya.

Bandung dan Jawa Barat adalah tempat indah dan nyaman dengan segala keunikan pariwisatanya yang terkenal. Kuliner, fashion, tempat wisata, bahkan agenda politiknya pun dilahap masyarakat Indonesia dengan penuh rasa ingin tahu. Harapan panitia, Munas 4 FLP akan menarik sebanyak mungkin peminat untuk hadir dan turut memeriahkan acara.

Acara Munas 4 FLP ini insyaallah akan diselenggarakan dari tanggal 3 hingga 5 November 2017. Maka bersiaplah untuk ikut berguncang dalam acara dahsyat ledakan literasi!

 

Di bawah ini karya-karya FLP yang telah terbit nasional dan internasional