Kategori
Bunda Cantik. Beautiful Mother Hikmah Jepang mother's corner Parenting Pernikahan PSIKOLOGI. PSYCHOLOGY Suami Istri WRITING. SHARING.

Lulusan Jepang, Dapat Beasiswa, Pintar, Tapi kok…

Sejak gadis berprestasi, punya cita-cita tinggi.

Berkali-kali pula mendapatkan beasiswa ke luar negeri.

Lulusan Fukuoka dari universitas bergengsi.

Apakah ia sekarang kehilangan motivasi?

—–

Kak H , sebut aja demikian. Cantik dan lemah lembut, pintar dan penuh sopan santun. Perjalanan menjadi relawan LMI kali ini mempertemukanku dengan seorang perempuan yang unik. Mahir berbahasa Jepang karena bertahun tinggal di sana (ya iyalah! 2010-2017). Ikut AFS tahun 2003-2004 di Tokyo dan diterima di Universitas Kyushu yang bergengsi di Fukuoka. We-o-we!

Mengambil S2 jurusan Bisnis dan Teknologi dengan penelitian tentang Karakteristik Halal Market di Jepang. Sempat menjadi dosen di sebuah universitas di Bandung tapi kemudian memutuskan : tinggalkan semua dan jadilah ibu rumah tangga.

Whaaat?

Trus, mengandalkan pemasukan 100% dari suami?

Membuang sia-sia bertahun ilmu di Jepang dan berkubang dengan permasalahan rumah?

Apakah kak H ini sebetulnya sedang kelelahan dengan tuntutan beasiswa, kuliah, penelitian, akademis, pekerjaan, plus urusan RT sehingga ujung-ujungnya ingin istirahat dari semua tuntutan itu dan beristirahat dengan dogma “menjadi ibu rumah tangga itu mulia?”

Baiklah.

Jepang dan Ibu

Apa yang anda kenal tentang Jepang? Bunga Sakura, mata uang yen, anime, manga, cosplay? Sebutan otaku atau wibu yang tenar di Indonesia; bagi anak muda. Rata-rata, yang ingin ke Jepang memang membayangkan keserbateraturan kota megapolitan, dan membayangkan mencicipi makanan khas yang restorannya  bertebaran di Indonesia.

Menghormati budaya leluhur adalah ciri khas bangsa ini.

Membayangkan perempuan Jepang akan terbayang AKB 48 , penyanyai YUI atau Utada Hikaru. Tetapi, bukan itu sosok yang ditemui kak H dalam kehidupan sehari-harinya di Jepang. Ia melihat, bahwa di Jepang perempuan sangat bangga menyebutkan dirinya sebagai seorang ibu rumah tangga. Salah satu yang dikenal banyak orang adalah, bagaimana IRT di Jepang menyiapkan bento yang cantik bagi anak-anaknya. Rata-rata tidak ada yang memiliki ART sehingga pekerjaan rumah dikerjakan sendiri. Gak ngebayangin deh; belanja masak nyuci sendiri. Belum ngurus anak-anak dan lain-lain. Walau orang bilang, “ah, di Jepang mah enak! Segalanya serba teratur, serba mudah.”

Emang bener juga sih. Tapi tetap aja, jadi IRT itu di belahan dunia manapun selalu melelahkan. Bagi Kak H, ia terkesan sekali selama tinggal di Jepang. Menjadi istri dan ibu itu dengan label di KTP – Ibu Rumah Tangga bukanlah sesuatu yang pantas membuat hati kecil tak bangga.

Transisi Wanita Karier ke Stay at Home Mom

Satu yang kutanyakan ke kak H saat ia memutuskan tinggal di rumah : bagaimana dengan cashflow keluarga? Apakah finansial cukup? Di satu sisi kita percaya rizki urusan Allah Swt, tapi di sisi lain tentu ada kecemasan terutama bagi seorang istri dan ibu : apakah gaji suamiku cukup? Setelah diposkan ke berbagai tempat ternyata secara nominal emang gak bakal cukup!

Apakah masih bisa pasrah : ah, itu urusan Allah?

Bukankah kita harus berupaya maksimal dengan bekal taqwa dan bertawakal di akhir usaha?

Ternyata, ilmu yang didapat kak H sepanjang ia berkelana ke negeri Jepun tak sia-sia. Apalagi bisnis dan teknologi menjadi keahliannya. Ia tahu, meninggalkan dunia kerja pasti punya resiko keuangan. Ia tahu, walau berupaya pasrah, pasti ada resah. Apalagi, ada anak-anak yang butuh dukungan materi immateri.

Jurus kak H ini bisa banget dipelajari adik-adik Muslimah yang kelak ingin berprestasi di dalam dan di luar rumah. Apakah akan menjalani karir di luar atau di dalam rumah, semua kembali pada pribadi masing-masing. Tapi jika seorang perempuan memutuskan full time Mom, kak H ini bisa dicontoh

  1. Sejak kuliah sudah merintis bisnis. Kak H ini emang kayaknya suka bahasa. Ia merintis lembaga bahasa asing bernama Hikari Language Center. Tampaknya ini menjadi tonggak yang bagus bagi siapapun (khususnya perempuan) bahwa merintis usaha apapun sejak dini, terutama masa sekolah/kuliah akan membuat masa depan lebih cerah. Kelak mau punya pilihan ngantor, part time job, full time mom gak masalah. Karena sejak single udah punya tabungan skill, syukur-syukur tabungan finansial.
  2. Ketika sudah menikah, punya anak, lulus S2; kak H ini melanjutkan secara online kursusnya dengan nama baru Hikari Bridge. Bahasa yang ditawarkan adalah Inggris dan Jepang. Siswanya 400 orang dari berbagai belahan Indonesia (mau ikutan daftar juga ah!)
  3. Ketika ada hambatan finansial, berusaha sedekah meski kondisi sempit. Alhamdulillah…ada aja bantuan dari Allah Swt (setuju, kak H!)
  4. Memantapkan hati bahwa kembali ke rumah bukanlah sebuah bentuk dendam, sekedar ingin istirahat, melemparkan tanggung jawab bahwa : “ah, yg wajib nyari duit kan suami!” Bukan seperti itu. Pendidikan al Quran, golden age yang berharga, ingin menjaga tumbuh kembang anak-anak dengan baik adalah cita-cita kak H untuk kembali ke rumah
  5. Ada salah satu quote menarik dari kak H : skill dan ilmu yang bertahun-tahun dipelajari selama ini hanya untuk mempersiapkan diri bekerja dan menjadi karyawan. (Hm, bener juga. Padahal setelah menikah kita bukan karyawan siapapun tapi justru majikan bagi diri sendiri. Gimana punya mindset jadi pemimpin perusahaan yang memajukan semua stakeholder dan mengatur semua sumber daya baik human resources dan financial resources. Kita kan gak selamanya bisa jadi buruh atau karyawan buat pihak lain, kan? )

Makasih banget atas ilmunya ya, Kak H yang Cantik!

Jadi belajar banyak nih, apalagi kita punya kesukaan yang sama : bahasa 😊

————–

#kisahunik #kisahajaib #relawanLMI #silaturrahim #3

Sedekah mudah, sedekah berkah, semoga harta berlimpah.

Infaq dan wakaf bisa dimulai dari 10K saja, lho!

👉 E-wallet atau transfer bank, klik ini aja https://pay.imoneyq.com/laz/lmi/XW1VX

Kategori
ACARA SINTA YUDISIA Bunda Cantik. Beautiful Mother Hikmah Hobby My family Oase PSIKOLOGI. PSYCHOLOGY Referensi Fiksi WRITING. SHARING.

Kamu Lagi Jualan?

Sebagian orang, nyangka saya lagi jualan produk tertentu ketika mau buat seminar Healthy & Confident Minggu nanti 21-02-2021 bareng komunitas Ruang Pelita. Padahal enggak sama sekali!

Pertama, saya ingin share gimana Ayyasy bisa menurunkan BB hingga 20 kg lebih. Dia tadinya nduut banget, mudah sakit, mudah demam. Macem-macemlah. Dia ngerasa makin lama tambah melar dan tiap lebaran gak ada baju cukup. Insecure juga.

Diet? Aduuuh, kami hanya kuat sebentar. Karena terus terang kalau saya harus melek malam, capek ke sana ke mari, perut lapar bikin lemes.

Nutrisi tertentu? Bolehlah. Tapi lama-lama juga gak kuat di kantong.

Akhirnya, kita semua paham bahwa jalan orang masing-masing untuk mencapai keinginan. Ada yang sukses dengan diet karbo, diet keto, jadi vegan. Ada yang sukses dengan mengganti makanan melalui herba nutrisi tertentu.

Kami ingin share bila ternyata, kita harus mengubah mindset dan lifestyle. Gak drastic emang, gak instan. Sebab baik Ayyasy ataupun suami , baru 2 tahun kelihatan lebih ideal. Tetapi hasilnya perlahan, pasti, tubuh fit dan ketika mau cheating day, hasilnya gak nambah banyak.

Lanjut ke Ayyasy.

  1. Orang malas banget olah raga. Ayyasy mengawalinya dengan ngedance. Prinsipnya, dia pingin hepi saat workout. Dia ngikuti dance para idol Korea  dari berbagi youtube. Ketika tubuhnya udah luwes, dia masuk ke babak berikut
  2. Orang gemuk emang lamban, jadi malas2an. Makanya sesudah luwes bergerak, Ayyasy WO sungguhan.
  3. Mulai menghitung kalori. Kalau dulu apapun disikat, sekarang mulai mencermati. Oh, krupuk berapa kalori? Coklat berapa kalori? Es krim? Ayam goreng? Gak diet ketat banget, tapi biar ngitung kebutuhan kalori. Kalau sudah makan brownies 2 potong, ya jangan minum es teh lagi

Kedua, suami saya.

Lingkar perut suami sampai 100 lebih dan BB nya juga lebih dari 100. Rutin ke tukang pijit hampir tiap bulan karena adaaaa aja yg masalah. Punggungnya, lehernya, kakinya. Udah kayak kakek-kakek dah. Alhamdulillah setelah bisa memodifikasi hidupnya, suami turun 17 kg.

Saya?

Hahaha.

Saya ini kalau di rumah benar-benar kerja keras. Kalau gak makan karbo, rasanya gak kuat nyuci piring, nyuci baju, nyeterika. Ibaratnya, orang Jawa kalau nggak makan nasi, kayak kurang kenyang! Mau makan roti seberapapaun banyaknya, tetap kayak gak makan!

Tersindir dengan BB suami dan Ayyasy, sayapun bertekad memperbaiki diri.

Oke, semua berawal dari pikiran.

Mau langsing? Ya jangan liat mukbang melulu. Lihat para boyband bikin chocotang alamaaak…endezzzz! Liat idol makan corn dog, yummy. Pingin bikin juga. Maka kalau habis liat acara makan2, saya ganti nyari channel Suzanna Yabar atau Yulia Baltschun. Atau channel apapun yg menceritakan WO di rumah, cardio ringan dll. Lumayan, akhirnya tertancap di benak : ohya, cardio cuma 15 menit lho! Padahal saya bisa ngetik 3 jam di latptop! Masa 15 menit gak bisa?

Mindset kedua, ketiga, nanti aja ya.

Ayyasy itu dulu, sampai mahasiswa selalu ngeri kalau udah flu. Padahal cuma batuk pilek, kami harus sedia panadol ibuprofen dan segala jenis obat penghilang rasa nyeri lantaran dia gampang banget demam tinggi. Padahal cuma masuk angin. Setelah langsing, masyaallah, tubuhnya tahan banting. Sampai2 pernah ada acara naik gunung sama komunitasnya, tentornya udah bilang : Ini gak bakal ada yg kuat sit up 20. Ternyata dia kuat leg raises, push up , sit up lebih dari yang ditentukan

Selain bicara fisik, tentu, gimana tetap percaya diri walau body goals belum tercapai. Dan bagaimana mengasah potensi dari dalam diri, agar kita menjadi seseorang yang bersinar.

Silakan ya!

FYI, Ruang Pelita mengadakan rangkaian beberapa acara yang oke punya. Stay tune!

—————————————————-

🔸️🟠 Healthy & Confident :
Sehat & Membangun Self Image 🟠🔸️

➿➿➿
Ngerasa gak cakep? Kurang good-looking ? Insecure karena penampilan gak oke? Ngerasa selalu kurang dari orang lain?
➿➿➿

Waaah, kita berjodoh, donk. Acara ini cocok buat kamu, insyaallah!
Gimana merancang healthy lifestyle agar tubuhmu lebih fit.
Kecantikan & ketampanan adalah bonus dari sehat!
Sekaligus memupuk rasa percaya diri agar pesonamu lebih terpancar.
Bersama 3 pembicara keren yang akan membuatmu termotivasi!

1️⃣ Dokter Sania ~
🌺Dokter, Motivator
🌼 Healthy Lifestyle for Your Goodlooking
🔸Gimana hidup sehat agar fisikmu oke, sehingga penampilanmu juga keren

2️⃣ Bunda Sinta ~
🌸Penulis, Psikolog, Traveller
🍁 Confident in Every Season
🔸Membangun Rasa Percaya Dirimu agar Siap Menaklukan Dunia

3️⃣ Kak Ayyasy ~
🦅 Illustrator, Healthy Enthusiast🥇Cara Oke Menurunkan Berat Badan dan Membangun Self Image
🔹Berpengalaman dalam menurunkan BB 25 kg dengan cara sehat


⏳Ahad, 21 Februari 2021
⏰08.00-11.00
💡Link Zoom menyusul
👉HTM : 10K saja

Fasilitas :
🐥Ilmu aplikatif
👣Relasi pengembangan diri
🍪Doorprize : buku, pulsa, cookies sehat

✍️Pendaftaran :
bit.ly/healthyandconfident
▶️transfer ke BSI (bank syariah indonesia) 7129-62-4943 a.n Ahmad Syahid Robbani
CP 0878-5521-6487


Selamat bergabung!
Enjoy your amazing life ❤️🧡👍👍

Didukung oleh :
Ruang Pelita, Polaris Store, Goodcookies

Kategori
Bunda Cantik. Beautiful Mother Cerita Lucu Oase WRITING. SHARING.

♥ Susahnya Jadi Orang Cantik! ♥

 

Pernah merasa sial karena wajahmu nggak cantik, tubuhmu nggak proporsional? Apa yang ada di dirimu kayaknya serba tak pas. Hidung kurang mancung, alis bahkan nggak ada, mata kekecilan , kulitpun terlalu gelap. Kisah seorang teman, sebut namanya Lusi, mungkin bisa dijadikan gambaran.

“Kenapa ya, Bu, aku selalu ..apa ya? Sial atau bagaimana? Pokoknya aku sering merasa nggak beruntung.”

Lusi, sejak SD hingga kuliah selalu merasa nggak cantik. Padahal menurutku ia manis, pandai berdandan dan pintar pula.

“Tahu nggak, Bu,” katanya. “Sejak SMP itu nggak tahu kenapa, teman-teman se-gengku cantik-cantik semua. Sampai kuliah pun begitu! Aku juga nggak tau kenapa komposisinya bisa aku yang paling jelek ada di antara mereka.”

Ya.

Bisa kubayangkan sakitnya jadi Lusi.

Teman satu geng-nya cantik semua. Waktu SMP, zamannya masih naik sepeda motor, teman satu gengnya yang cantik-cantik itu selalu dapat tumpangan pulang. Jangankan minta diantar pulang, para cowok pasti berebut minta ngantar cewek-cewek cantik itu. Setengah memaksa, malah.

“Kalau aku?” Lusi tertawa kecut. “Boro-boro, Bu. Pernah aku kemalaman belajar bersama, teman cowokku bilang : ya udah kamu nebeng siapa gitu loh. Atau kamu mboncengin siapa, hitung-hitung menawarkan jasa.”

Kondisi itu membuat Lusi minder berat.

Apalagi pas saya nanya, “pasti kamu punya kelebihan dibanding teman-teman cantikmu itu? Lebih pintar, misalnya.”

“Lhaaa, itu, Bu,” Lusi nyengir. “Temen-temenku itu, cuantik-cuantiiiik (logat Suroboyoannya keluar!). Udah gitu pinter-pinter banget. Nilaiku selalu yang paling kecil di antara yang lain. Mana kaya lagi.”

Ya iyalah, kataku dalam hati. Kalau anak orang kaya, sudah pasti cantik. Perawatan, gitu loh! Pintar? Ya, bisa juga. Kan bisa les ini itu. (Eh, kenapa ikutan sirik liat orang cantik ya?)

Lusi kelihatan semakin sedih dengan pemikirannya. Dia yang paling jelek, dia yang paling nggak pinter. O, apalagi yang tersisa?

“Mmm, apa temanmu yang cantik itu punya perilaku yang baik?” tanyaku.

“Mereka baik-baiiik banget, Bu. Suka nraktir saya. Bahkan, sahabat dekatku –sebut namanya Ayu- selalu bawa masakan dari rumah. Dia minta mamanya tiap pagi masak dua porsi- satu untuk saya, satu untuk dia.”

Dengar itu, aku jadi ikut-ikutan minder. Cantik, kaya, pinter, baik hati pulaaa?

beautiful and ugly woman.jpg
Beautiful and ugly girl

~Kenapa Si Cantik Suka Berteman denganmu?

“Kenapa sih Ayu suka berteman dengan Lusi?” tanyaku.

“Kata mereka, aku ini orangnya tulus. Suka nolong. Nggak macam-macam. Gak oportunis.”

Ya. Ada orang yang begitu berteman dengan orang kaya, nebeng ini itu. Pinjam bedak, pinjam lipstick.

“Mungkin itu yang buat banyak orang suka sama Lusi, termasuk teman satu gengmu yang cantik-cantik itu,” pujiku.

Lusi happy sebentar, lalu muram lagi.

“Tahu nggak, Bu, dari dulu saya ini selalu jadi penghubung. Tiap kali ada yang naksir Ayu, mesti dekatin saya. Ibu bisa rasakan nggak sih, setiap cowok yang dekat, selalu nanya-nanya Ayu? Apa makanan kesukaan, hobby, rumahnya daaan segala macam.”

Aku meringis. Dasar cowok nggak punya hati!

“Bahkan, kalau lagi jalan berdua sama Ayu nih, Bu, banyak cowok yang suit-suit. Saya terpaksa nyolek Ayu dan bilang, ‘Yu, kamu dipanggil cowok itu. Siapa tahu teman SD mu atau teman lamamu. Nggak enak kan ketemu di  jalan dipanggil nggak nyapa.’”

Saking banyaknya yang nge-fans Ayu, Ayu pasti udah mati rasa dipanggil, ditaksir, ditelpon, dititipin salam, dikasih hadiah diam-diam dan seterusnya.

 

~Pasti ada kelebihanmu

Lusi masih berkutat dengan kemuramannya. Masa SMP, SMA hingga kuliah yang dilaluinya penuh tekanan akibat berteman dengan orang-orang cantik, membuatnya minder luarbiasa. Malu dengan kondisi tubuhnya yang hanya punya wajah ala kadarnya dan tubuh tak terlalu tinggi, bahkan berisi. Istilah sekarang , body shaming. Malu dengan kondisi tubuh dan ingin mengubahnya biar sempurna.

Susah memang, bicara dengan orang yang hanya memandang diri negatif. Apapun sisi kelebihan, justru hanya akan dilihat sebagai sumber kekurangan. Apapun maksud baik orang, dianggap sebagai serangan dan ejekan. Misal, kenapa Ayu senang berteman dengan Lusi adalah karena Ayu nggak banyak punya teman yang bisa dipercaya. Sementara Lusi yang cenderung biasa-biasa saja –bahkan mengaku jelek- tak punya hal untuk ditampilkan kecuali kebaikan hatinya yang luhur. Akibatnya, tampak Ayu yang dianggap buruk karena memanfaatkan Lusi. Lusi juga beranggapan Ayu memilihnya karena bukan pesaing yang pantas diperhitungkan. Ayu jadi kelihatan jahat banget, ya? Padahal tidak selalu orang cantik itu hatinya jahat, otaknya bebal.

Ketika bahasan kami sampai pada pencapaian Lusi, ia mulai terlihat bersinar.

“Alhamdulillah sih, Bu, saya selalu dapat teman dimanapun. Habis kuliah juga gampang cari kerjaan. Suami juga Alhamdulillah sayang.”

Kisah beralih pada Ayu dan teman se-gengnya yang cantik.

“Bagaimana dengan Ayu? Dia juga berkarir dan menikah?”

“Nah itulah, Bu…saya udah lama nggak ketemu. Baru-baru ini ketemu akunnya Ayu, saya inbox. Eh, ternyata yang jawab suaminya. Suaminya jadi admin di semua akun medsosnya.”

Haaa? Saya terbelalak.

Barulah Lusi berterus terang, “sebetulnya, kasihan Ayu, Bu. Dia itu cantik banget kayak bintang film si X. Tiap kali punya pacar, posesif luarbiasa. Dulu pacarnya sampai nanya terusss ke saya : Ayu lagi di mana, sama siapa, ngapain aja, apa sama kamu dst. Saya stresss! Apalagi Ayu,ya, yang punya pacar kayak gitu?”

Dengar si X, kepalaku berkata : cling! Cantik banget dah! Punya pacar posesif sih tinggal diputusin (makanya jangan pacaran hahaha). Tapi punya suami kayak gitu? Apa mau diputusin?

“Ternyata gak selalu enak jadi orang cantik ya,” aku menarik kesimpulan.

Lusi tersipu-sipu, “ iya sih, Bu…ternyata banyak yang harus saya syukuri, ya. Suami saya nggak posesif apalagi sampai obsesif seperti suami Ayu. Ayu nggak boleh kemana-mana, akunnya distalking terus. Dulu selalu berenatem sama pacarnya karena dianggap nggak setia, sering berantem sama teman gadis karena dianggap caper dan merebut pacar orang.”

Hm, kalau sudah gitu, apa kita harus iri sama para perempuan yang dianugerahi Allah Swt wajah dan tubuh cantik di atas rata-rata? Mereka juga punya ujian berat untuk ditaklukan. Kadang malah, enak jadi orang biasa-biasa aja, yang gak terlalu cantik. Penggemarnya sedikit, tapi setia, ahayyy.

@disarikan dengan mengubah nama dan diberikan sedikit bumbu J

 

♥§

Kategori
Artikel/Opini Bunda Cantik. Beautiful Mother Catatan Jumat Hikmah Oase PSIKOLOGI. PSYCHOLOGY Rahasia Perempuan Remaja. Teenager WRITING. SHARING.

Muslimah : Celana Panjang, Rok atau Jubah?

Putriku membagi link sebuah diskusi hangat di media sosial tentang muslimah yang memakai celana panjang. Muslimah tersebut dikritik oleh senior dan teman-temannya karena  menggunakan pakaian yang dianggap tidak Islami. Aku sendiri bukan orang yang sangat faqih dalam hal agama, tapi berupaya menimba ilmu sedikit-sedikit dan menyempurnakannya.

Sebetulnya, bagaimana sih muslimah seharusnya berpakaian?

Apakah ia harus berupa jubah panjang, longgar, bewarna hitam, dengan jilbab menjuntai hingga melewati panggul? Ataukah boleh menggunakan atas bawah seperti rok SMA, seragam instansi resmi PNS, atau menggunakan celana panjang?

Aku tidak akan membahas detail tentang kajian Quran dan Hadits sebab memang kafaah ilmu pengetahuanku bukan disitu. Aku lebih ingin mengupasnya dari sudut pandang psikologi dan parenting, juga tentang human-development yang menyisir usia wajib berhijab : usia aqil baligh.

 

  1. Konsep Belajar

Busana muslimah, berhijab, berjilbab ; adalah sebuah langkah dalam sekian banyak rangkaian dalam agama Islam. Sebagai muslim dan muslimah kita wajib belajar tentang agama. Mulai belajar bagaimana membaca Quran dengan tartil, membaca tafsir, membaca hadits sampai memahami fiqih, shirah dan segala hal terkait agama ini.

Belajar mencakup pemahaman tentang proses, tujuan, membentuk pengetahuan, berpikir strategis hingga metakognisi tentang materi ajar yang dimaksud.

Belajar agama berarti meliputi proses, tujuan belajar agama, membentuk pengetahuan, berpikir strategis hingga metakognisi.

Aku ingat, bagaimana pertama kali dulu semasa SMA masuk kelas rohis dan mendapat pelajaran tentang busana muslimah. Terus terang aku tahu wajibnya busana muslimah dari teman-teman lain, belum membaca langsung ayat tersebut dari Quran. Maka aku mengalami tahapan belajar.

Celana kulot.jpg

Proses, tidak serta merta langung berjilbab saat itu. Sebab aku masih mengumpulkan informasi, masih tengok kanan kiri, masih lihat apakah sohib karibku pakai jilbab  atau enggak. Setelah sampai di satu titik : ya. Kayaknya aku harus pakai jilbab. Karena apa?

Karena pengalaman pribadi.

Seseorang terkadang sampai di titik agama, karena berbagai jalan yang berbeda. 1001 cerita orang pakai jilbab tak akan sama. Akupun demikian. Waktu itu, ayahku meninggal, meninggalkan kepedihan yang dalam. Maka aku hanya berpikir simple : masa’ aku nggak akan membahagiakan ayaku dengan menjadi gadis shalihah? Maka aku menggunakan jilbab agar ayahku tenang di alam baka. Barulah kemudian sedikit demi sedikit aku memahami wajibnya busana muslimah.

Langsung pakai rok?

No way.

Lha, enggak punya.

Aku anak pecinta alam, pegiat kempo dan suka nonton bioskop. Kebanyakan punya celana panjang. Kalau nunggu punya rok baru pakai jilbab, bisa jadi berthaun-tahun kemudian baru pakai jilbab! Saat itu kupikir, yang penting ada pakaian panjang, aku anggap itu jilbab.

Ada celana jins panjang, pakai aja.

Ada baju lengan panjang, entah itu sweater atau kemeja, pakai aja.

Ada sembarang kain yang bisa dipakai kerudung, pakai aja. Entah bahannya katun, linen, atau bahan plitat plitut yang butuh puluhan peniti hahahah. Pernah aku pakai jilbab yang entah apa nama bahannya. Pas di tempat les, bolak balik melorot ke belakang hingga rambutku menyembul semua!

Yang penting, pakai baju panjang, plus kerudung. Titik.

Itulah proses.

Barulah kemudian , ketika kuliah dan bisa menabung sedikit demi sedikit, aku beli jilbab yang pantas. Rok-rok dan blus, diberi tanteku dan mamaku yang modelnya…..alamak, encik-encik buuuuangetttt. Tuwek! Tapi yah, terima aja. Hitung-hitung nambah koleksi busana muslimah.

Maka aku faham, ketika sekarang melihat ada anak remaja putrid menggunakan beragam jilbab.

Jipon, jilbab poni yang masih memperlihatkan poni.

Jilbab lempar, yang ujung-ujungnya dilempar ke belakang.

Jilbab satu peniti, yang disemat di bewah leher, dan masih memperlihatkan kulit leher dan dada.

Dan jenis jilbab yang lain.

Apakah jilbab yang belum syari itu berdosa?

Wallahu’alam. Hanya Allah Swt yang tahu.

Hanya Allah yang tahu apakah itu pahala ataukah dosa, ketika aku masih pakai celana panjang ketat dengan kemeja dan jilbab ala kadarnya ketika tak ada seorangpun saat itu yang bisa mendampingku pakai jilbab.

Hanya Allah yang tahu apakah itu pahala dan dosa, ketika aku masih bongkar pasang jilbab, karena tersudut teman-temanku semua belum pakai jilbab.

Hanya Allah yang tahu apakah pahala dan dosa, ketika aku jatuh bangun bongkar pasang jilbab, belajar terus tentang Quran dan Hadits lalu mencari tahu apa dosanya orang tidak berkerudung?

Tetapi sekarang aku menyadari, tak ada manusia yang bisa baik sekali jadi. Langsung muslimah taat, keren, shalihah, ghadul basar, hafal quran, membasahi lisan dengan dzikrullah, menjadi pemateri dan motivator agama.

Akulah itu, yang pertama kali pakai jilbab cekikikan bersama teman-teman, hadir ke majlis taklim karena pemateri rohisnya mahasiswa yang keren.

Akulah itu , yang masih suka koleksi music dan kelayapan di bioksop, dengan jilbab tersemat di kepala.

Akulah itu, yang masih suka gossip sana gossip sini, meski sudah mulai ikut pengajian.

Tetapi berminggu, berbulan, bertahun kemudian; apa yang berubah.

Jilbab awut-awutan gak karuan, yang penting asal pakai entah syari entah tidak, mulai berubah lebih santun dan indah. Lebih menutup aurat. Dengan rok, blus panjang dan jilbab yang juga menutup dada. Kalau pakai lengan ¾, memakai deker. Awal kuliah, ketika pakai kulot atau celana, kuusahakan mengenakan kaos yang panjang bajunya hingga hampir lutut.

Bersamaan dengan busana muslimah itu, ahklakku membaik. Ilmu agamaku meningkat. Dan kebiasaan buruk seperti gak peduli pada orang, bicara sembarangan, bicara menyakitkan, boros, suka menghabiskan waktu untuk music dan nonton; berganti dengan aktivitas lain yang lebih produktif. Bukan berari aku sekarang jadi orang suci yang gak pernah bicara pedas atau gak pernah marah, sama sekali gak dengar music dan nonton film, ya!

Dulu kalau seminggu gak nonton film 2 atau 3 kali, rasanya suntuk. Sekarang santai aja. Sebab hiburan juga beragam, terutama baca buku. Baca biografi sangat mengasyikkan. Nonton film kalau dulu apa aja diembat, sekarang lihat reviewnya dulu. Rotten tomatoes bagus? Oke. Ada waktu? Oke. Udah download? Oke. Karena nonton di bioskop sudah gak sempat. Males hehehe.

Film-film seperti Spotlight dan Split yang sangat dekat dengan dunia menulis dan psikologi, menjadi film wajib tonton. Dan kutonton itu di rumah. Tak gak harus di bioskop, aku nunggu sampai bisa download gratis .

Proses itu sungguh panjang. Kalau dihitung-hitung hingga sekarang, kurang lebih 25 tahun lebih sudah aku berjilbab. Dan rasanya masih saja ada yang kurang dari proses beragama-ku.

Proses, tujuan belajar agama, membentuk pengetahuan, berpikir strategis hingga metakognisi. Proses, tujuan dan membentuk pengetahuan tentang agama , khususnya jilbab sudah kulalui.

Muslimah Fashion 2.jpgBerpikir strategis tentang jilbab?

Nanti gimana ya aku dapat jodoh.

Nanti gimana ya aku kerja kalau ditolak karena memakai kerudung.

Saat SMA aku bertanya pada teman-teman, boleh gak kalau pakai kerudung tapi kupingnya kelihatan? Mengingat foto saat itu harus memperlihatkan telinga. Untungnya, peraturan segera membolehkan ijazah pakai jilbab.

Aku sempat takut pakai jilbab karena takut mama marah.

Bagaimana cara mengatasi ‘berpikir strategis’? Aku minta saran teman. Sahabatku bilang,

“Sin, kalau aku, yang buat mamaku marah adalah sejak aku pakai jilbab aku tuh lamaaa banget kalau disuruh keluar. Maka kita harus pakai jilbab yang simple. Jangan ribet.”

Saat itu belum banyak jilbab kaos seperti sekarang. Maka kalau aku punya uang, aku segera beli jilbab bahan kaos bentuk segitiga, yang ada tali dua , bisa dililitkan cepat di belakang leher. Sisa kain yang menjuntai di kanan kiri tinggal diikat dan diberi peniti satu. Cepat. Itulah berpikir strategis, gimana biar aku bisa pakai jilbab dan tetap aman.

Metakognisi?

Jodoh, uang , karier, pekerjaan.

Itu juga yang dikhawatirkan sebagian besar muslimah. Itu juga yang menimpaku. Maka aku terus menerus bertanya pada diri sendiri : untuk apa pakai jilbab. Kalau karena Allah, masa’ Allah tidak akan memberikan jodoh untukku? Kalau karena Allah, masa’ Allah tak akan memberi rizki dan uang padaku? Selalu ada pertempuran dalam diri dan ini sungguh berat. Alhamdulillah, metakognisi dari belajar tentang jilbab berhasil kuraih. Aku harus terus belajar hingga akhir hayat, terkait sisi hidup yang lain.

 

  1. Bertahap

Pakaian muslimah seharusnya seperti yang telah diatur dalam agama.

Menutupi dada, tidak membentuk tubuh, tidak menyerupai laki-laki dalam segala aspeknya.

Konteks menyerupai laki-laki ini bisa banyak makna dan bersinggungan dengan banyak kultur.

Jubah, dikenal di kalangan Arab dikenakan laki-laki dan perempuan. Laki-laki pun berjubah. Bahkan, laki-laki menggunakan kerudung di atas kepala untuk melindungi dari hawa panas. Maka di daerah Arab, perempuan diminta lebih panjang menggunakan kerudung di kepala, agar tidak menyerupai laki-laki.

Bagaimana dengan belahan bumi lain?

Ada kultur skandinavia yang memperlihatkan lelaki biasa pakai rok. Ada kultur Jawa dimana laki-laki juga biasa pakai kain panjang, jarik, seperti perempuan. Motif kain laki-laki dan perempuan pun bisa sama : parang rusak, wahyu tumurun, nogo kembar, sidho mukti. Dua-duanya dapat dipakai laki-laki dan perempuan. Hanya saja, lelaki menggunakan beskap dan blangkon, perempuan kebaya. Bila perempuan muslimah ingin menggunakan batik dan kebaya, tinggal menutupkan kerudung ke kepala dan menyempurnakan dengan kaos kaki. Kebaya pun dibuat yang tidak terlalu membentuk tubuh.

Lalu bagaimana dengan celana panjang?

Ini dia yang hingga kini masih menimbulkan perdebatan.

Celana jins, awalnya dipakai para penambang Amerika untuk melindungi kulit dari cacing tambang yang ganas. Para penambang umumnya laki-laki, meski ada yang perempuan juga. Celana ini umumnya berbentuk celana monyet, dengan kantung di dada dan celana yang diberi tambahan hingga perut dan dada serta diberi semacam bretel di bahu kanan kiri.

Kalau dilihat dari sejarah, yang mengenakan celana panjang memang kebanyakan laki-laki.

Pangeran Antasari, Pattimura, Pangeran Diponegoro; foto-foto mereka menggunakan celana panjang. Tetapi wilayah Aceh seperti Cut Meutia dan Cut Nya Dien, menggunakan celana panjang juga dengan perbedaan di bagian busana atas.

Sekali lagi, aku bukan ahli terkait fiqih. Jadi, hanya mengupas dari sudut pandang ilmu yang aku tahu.

Maka, celana panjang, sepanjang ia tidak memperlihatkan aurat seperti paha dan panggul yang ketat; maka boleh-boleh saja. Asalkan menggunakan pakaian yang  lebar seperti tunik hingga lutut atau minimal paha. Kulot juga panjang dan lebar, lebih nyaman dipakai.

Kalau diminta memilih apakah celana panjang, rok dan jubah yang lebih baik?

Aku pribadi merasa salut dengan mereka yang menggunakan jubah. Terlihat lebih anggun dan lebih mawas diri; juga lebih tidak menampakkan aurat. Aku juga pakai jubah; meski tidak di segala kondisi. Bila mengisi acara di insitusi resmi, aku lebih memilih mengenakan rok dan blus. Utamanya batik, agar lebih memperlihatkan cirri khas Indonesia.

Tetapi aku juga tidak akan mengkritik para muslimah yang harus berkontribusi sebagai polisi, tentara, perawat, pekerja pabrik, petani, peternak, tukang sampah. Aku menjumpai seorang muslimah yang harus bekerja sebagai pemulung dan tukang sampah; maka ia mungkin merasa celana panjang cocok untuknya agar tidak mengganggu saat bekerja.

Ya, itu kan tuntutan pekerjaan!

Bagaimana kalau mahasiswa? Bukan tuntutan pekerjaan, atuh!

Alangkah baiknya mahasiswa kalau ia berjubah dan berjilbab panjang. Atau menggunakan rok dan blus panjang. Tetapi kalau ia memilih bercelana panjang karena sedang bertahap memantaskan diri; maka itu akan menjadi proses pembelajaran luarbiasa bagi dirinya. Ia mungkin akan mencibir teman-temannya yang memakai busana kurung mirip emak-emak; tapi ia pasti akan belajar menilai. Malah mungkin, ia masih pakai celana ngatung 7/8 yang memperlihatkan betis, pakai baju ¾  yang tipis melambai, pakai jilbab ala kadarnya yang masih memperlihatkan rambut mencuat keluar dari pori-pori jilbab.

Tak mengapa.

Ia sedang menjalani proses, berjalan menuju tujuan tertentu dan mengumpulkan pengetahuan. 3 atau 5 tahun dari sekarang ia mungkin akan berubah. Yang penting, para muslimah berhijab rapi tidak mudah untuk menjustifikasi seseorang hanya berdasarkan penampilan.

Don’t judge the book by it’s cover. Okay?

Eh, tempo hari aku jadi juri Kartini lho!

Aku ketemu dengan para muslimah muda yang keren abis. Bikin diri ini yang sudah senior jadi malu. Ada yang pakai jubah dan jilbab panjang ala sosialita. Ada yang pakai rok, jaket almamater dan jilbab ala aktivis rohis. Ada yang pakai celana panjang dan kaos. Tapi mereka perempuan muda yang rrruaaarrbiasa!

Be yourself and never stop learning.

Fashionable  dan cantik ya?

Yang masih pakai celana panjang, terus belajar. Yang masih pakai rok, terus belajar. Yang masih pakai jubah, terus belajar.

Sampai kapan?

Sampai malaikat Raqib Atid menutup kitab dan menyerahkan urusannya pada Izrail.

 

  1. Sederhana

Naaaaah, yang ini nih lebih cucok buat bahasan muslimah.

Sebab, mau pakai celana panjang, rok, atau juba; ada kebiasaan buruk mengintai. Hiks, kebiasaan apa itu? Sikap arogan, jealousy, egosentris. Lihat teman keren pakai baju a, kit aingin pakai A. Lihat sohib keren pakai jilbab B, kita nyari di online jilbab B. Lihat ustadzah di televise pakai jubah panjang dan jilbab panjang dengan motif menarik; kita juga harus punya.

Salah satu cirri khas muslimah yang harus menempel pada dirinya; entah apapun jenis busananya adalah sifat sederhana.

Pakai celana panjang dan blus syari; kalau tasnya harus hermes Kelly, hmh.

Pakai rok dan blus syari tapi lemarinya penuh baju dan gak pernah dikosongkan buat bakti sosial, hmh.

Pakai jubah dan jilbab panjang tapi harganya selangit, hmh.

Baju kurung Malaysia.jpg
Baju kurung ala Malaysia

Apa gak boleh bermewah-mewah? Apa standar orang kaya harus selalu sama dengan standar menengah ke bawah? Sudah terbiasa beli busana di Hong Kong dan distrik Gangnam; rasanya gatel kalau pakai kaos beli di minimarket. Wah, kalau sudah dari kakek neneknya kaya; orang memang tidak akan mudah mengubah gaya hidup. Tapi bukan hal itu yang menjadi titik tekan.

Gaya hidup Utsman bin Affan dan Umar bin Khatab, juga Ali bin abi Thalib beda. Mereka berbeda cara makan, tempat tinggal, gaya berbusana. Tapi mereka dijamin masuk surga lho.

Sederhana itu, berusaha untuk terlihat 2 atau 3 level di bawah standar kekayaan yang sebetulnya. Itu filosofis yang kudapat ketika bertemu seorang pengusaha muslim nan sukses di Indonesia dan Jepang. Kisah hidup beliau menginspirasi dua tokoh konyol di Polaris Fukuoka, seorang gadis bernama Sofia dan pamannya Hanif (promosi hahaha). Konon, orang Jepagn suka dengan gaya hidup 2-3 level di bawah standar kekayaan. Itu namanya orang kaya beneran. Bukan OKB atau kaya boongan.

Punya duit 1 juta, yah, beli baju yang harga 100-200 ribu. Jangan punya duit 1 juta tapi pinginnya baju sekelas 3 juta.

Sederhana itu dicontohkan Carlos Slim, Mark Zuckerberg. Makin kaya, makin gak kelihatan. Bukan makin kaya makin belagu. Kalau jadi muslimah kaya, kelihatan dari jejak sedekahnya seperti Utsman bin Affan dan Abdurrahman bin Auf, bukan dari jejak upload statusnya ya.

Gakpapa tasnya Hermes Kelly, tapi infaqnya sebesar kapal perang.

Gakpapa busananya beli di Paris dan Korea, tapi infaqnya sebesar mobil Jaguar, Mustang dan Ferrari. Jangan dibalik. Tasnya Hermes Kelly, infaqnya senilai tas Tanggulangin. Busananya puluhan ribu Yen atau jutaan won; infaqnya sebesar odong-odong.

Sederhanalah dalam berbusana. Sebab itu akan membuat kita cantik. Hehehe, ini bukan menghibur diri sendiri ya?

  1. Tidak Berlebihan

Islam itu pertengahan.

Tidak belebihan, tidak kekurangan. Yang sedang dan biasa.

Gaya kasual pakai celana gunung yang longgar, dengan kaos loreng ala sate Madura, okelah. Tapi gak perlu segala gelang etnik dipakai mulai gelang kaki, gelang tangan, kalung tumpuk-tumpuk. Gelang kayu dan kelang karet okelah dijadikan satu. Dengan cincin tempurung penyu juga cantik, kalau kita jenis cewek yang enggan pakai perak dan emas. Jilbab dan topi baret, bisa jadi padanan, dengan vest ringan. Kadang, saking inginnya memadu madankan apa yang dipunyai di lemari; semua asesoris dikenakan. Padahal, pilih saja satu dua. Simple is beautiful.

Jubah cantik.jpg
Gaya sederhana yg chic

Bergaun pun harus sederhana.

Tidak selalu harus punya jilbab yang sewarna dengan motif bunga di baju. Bunga biru, jilbab harus biru. Bunga marun, jilbab harus marun. Bunga pink, jilbab harus pink. Padahal dengan punya jilbab hitam, coklat, krem dan merah tua; dapat mewakili semua busana yang ada. Rok pun usahakan punya yang dapat mewakili untuk banyak acara.

Kecuali kalau artis, presenter ya! Itu memang dunia yang butuh penampilan. Padahal banyak lho artis yang tetap sederhana.

Tahu Julia Stiles kan? Yang main di trilogy Bourne. Ohya, sekarang sudah sampai seri ke-5 hehe. Kata paparazzi, dia gak terlalu suka pesta sebab gak punya banyak koleksi gaun. Artis pun tidak harus punya baju sekontainer. Ratu Rania dari Yordania pun tidak terlalu suka mengkoleksi permata seperti para perempuan bangsawan lainnya. Konon, bila punya permata baru, yang lainnya akan diserahkan padap ihak keluarga atau negara. Yang sering dipakainya adalah mahkota kenegaraan.

 

  1. Jangan sampai bosan

Dalam beragama, hendaklah berada pada sisi tengah-tengah.

Sebab, Rasulullah Saw sendiri mengkhawatirkan apabila kita sangat keras pada diri sendiri; suatu saat sikap ekstrim itu akan menjadi sebaliknya. Permisif. Saking sederhananya dan ingin memelihara diri; sama sekali tidak pernah memakai perhiasan. Padahal Allah Swt pun suka bila hambaNya memperlihatkan sebagian dari kenikmatan yang diberikan olehNya.

Sikap tengah dalam agama membuat kita tidak bosan.

Kita ingin sederhana dalam berbusana, maka agar berhemat, memilih jubah dan jilbab sebagai pakaian sehari-hari. Tak mengapa menyisihkan uang, memberikan reward diri dengan membeli bros cantik atau kaos kaki yang nyaman dipakai.

Segala pilihan busana mulai celana panjang, rok, jubah; dipilih atas dasar ketaatan kepada Allah Swt. Hanya kita yang tahu, apa yang ada di lubuk hati terdalam. Kalau memilih memakai celana panjang; janganlah mengucap sumpah dengan mengatakan tak akan pernah memakai jubah yang seperti emak-emak. Sebab, siapa tahu suaminya kelak ingin istrinya mengenakan busana anggun. Yang mengenakan gaun pun, tak usah menyumpah-nyumpah mereka yang mengenakan celana panjang. Siapa tahu kelak berada dalam situasi yang menyebabkan ia harus menanggalkan gaun panjang dan menggantinya dengan pakaian yang lain.

Di tahun 2009, saya berkesempatan ke Palestina, Gaza.

Maka perempuan disana terbiasa mengenakan celana panjang, dan dilapisan luar mengenakan abaya. Tentu kita paham, kenapa ini dilakukan. Mereka siap lari dan menyelamatkan diri bila sewaktu-waktu bom jatuh di wilayah pemukiman.

Jadi, apa pilihan busana muslimahmu?

 

 

 

 

 

Kategori
Cerita Lucu Kaca - Kiat Cantik Oase resep cantik WRITING. SHARING.

Cantik Dempul , Cantik Artifisial

Putri Koneng, Kendedes, Roro Jonggrang, Dyah Pitaloka, Gayatri,  Manohara; adalah putri-putri dalam sejarah Indonesia baik yang nyata atau legenda, terkenal karena kecantikannya yang memukau. Kendedes membuat Tunggul Ametung dan Ken Arok saling membunuh. Dyah Pitaloka konon menjadi penyebab perang Bubat yang masih misteri hingga sekarang. Manohara putra raksasa Bindireja yang mampu menaklukan hati putra Angling Dharma, Danurwenda.

kendedes
Patung Kendedes

Aku suka sekali menceritakan kisah putri-putri cantik kepada anak-anakku. Mungkin, karena rak-rak buku kami dipenuhi beragam jenis kisah. Dalam kisah putri-putri cantik tersebut, kuselipkan idealisme dan sedikit propaganda, mungkin. Bahwa definisi cantik sebagai tinggi, putih, mancung, pirang; adalah propaganda barat. Sementara perempuan-perempuan hitam, berhidung pesek, dengan tubuh gempal dianggap jelek. Whitney Houston, Florence Griffith Joyner, Halle Berry, Iman; adalah sosok cantik yang tetap mempertahankan kulit hitam mereka. Di dalam negeri, istri Presiden Soekarno Fatmawati dan Hartini adalah sosok yang cantik dengan kekhasan masing-masing.

 

Cantik Alami

Kepada putri-putriku, kuceritakan bahwa aku pernah punya teman-teman yang sangat cantik. Ini kuceritakan agar mereka tidak termakan propaganda bahwa cantik haruslah mengikuti standar tertentu. Aku punya teman di masa remaja yang bagiku sangat cantik. Kulitnya coklat, rambutnya panjang. Ia rajin sekali minum jamu dan merawat diri dengan tradisi Jawa : luluran, keramas dengan merang dan menguapi rambut dengan uap ratus wangi. Meski kulitnya coklat tua, aku masih ingat, aku senang sekali melihat rambutnya yang bagus dan wangi. Waktu itu, zaman kami , belum banyak yang pakai jilbab.

Aku punya teman-teman yang menurutku juga sangat cantik. Berhidung pesek, tapi rajin merawat muka. Meski hidung dan mulutnya kurang sedap dipandang, kulit wajahnya bersih mulus. Sehingga ia terlihat sangat menarik ketika berkerudung. Akupun punya teman-teman dengan bodi extra large yang sangat menarik. Mereka memang sangat gemuk, tapi selalu mengenakan busana serasi saat berkerudung. Mereka cerdas dan banyak pengetahuan, sehingga menjadi teman bicara yang menyenangkan. Adalagi seorang temanku yang bau badannya sangat wangi, meski wajahnya  biasa saja. Ia selalu tampak mengesankan di mataku. Ketika kutanya apa rahasia badannya yang tidak mengeluarkan bau badan?

“Aku rajin luluran sepekan sekali, Sin. Luluran sendiri aja, sambil mandi gitu. Terutama di daerah lipatan. Maklum, aku berkerudung. Banyak keringat.”

Ada seorang temanku dulu, yang wajahnya sangat bersih. Aku kemudian meniru caranya. Waktu itu, di Yogya, banyak sekali penjual jamu segar buatan sendiri. Sebagai gadis kami rajin minum jamu kunir asem dan jamu brotowali yang luarbiasa pahit. Jamu-jamu ini berfungsi untuk membersihkan aliran darah hingga kulit pun jadi bersih. Sayangnya, sekarang jarang penjual jamu seperti itu. Mau buat jamu brotowali sendiri, malas rasanya.

 

Cantik Dempul

Cantik buatan?

Sepanjang tinggal di Seoul dan juga perjalanan pulang kampung ketika lebaran, kudapati banyak baliho dan spanduk dari artis atau politisi perempuan.  Wajah mereka demikian cantik. Cantik yang berkilau-kilau. Kencang tanpa kerutan. Yang membuatku terheran-heran, kenapa pipinya demikian mengkilap warna putih? Halus bak pualam. Hidung-hidung runcing seperti itu ya? Alis tebal sulaman?

Aku berdiskusi dengan  anak-anakku masalah cantik.

“Lha, teman-temanku juga pada ke Spa, Mi.”

“Ha? Temanmu? Masih SMP dan SMA?”

“Biar cantik kan, Mi.”

“Bayar berapa memangnya?” tanyaku kepo.

“Ya, ratusan ribu, lah.”

Ups. Bukan iri atau cemburu, sebab aku belum pernah ke Spa. Lagipula, sebagai seorang istri dan ibu, harus dapat membahagiakan keluarga. Utamanya suami, sebab perempuan cantik di jalan banyak. Masak yang di rumah kalah cantik? Namun kebiasaan ke Spa sejak SMP dan SMA, bagiku masih mengherankan. Aku lebih suka luluran di rumah atau maskeran sendiri. Selain berhemat, sembari maskeran masih bisa masak atau mengetik. Hehe. Namun aku maklum, beberapa temanku yang super sibuk, ke Spa untuk mempercantik diri sekaligus relaksasi. Tak apalah. Juga, aku senang melihat usaha beberapa temanku di bidang kecantikan, apalagi mengangkat produk-produk tradisional.

Top cosmetic surgery procedures 2013

Namun, ngeri membayangkan demi kecantikan sampai harus operasi plastik.

Kuceritakan pada anak-anakku tentang perempuan cantik zaman dahulu.

“Cewek cantik itu, sudah ada sejak zaman dahulu,” jelasku. “Dulu, belum banyak kosmetik dan oplas seperti sekarang. Jadi, yang dipercantik dalamnya dulu. Nanti luarnya cantik juga.”

“Dalamnya gimana, Mi?” anak-anakku ingin tahu.

“Kalau orang jerawatan atau mukanya kusam, minum jamu kunir asem biar darahnya bersih. Nanti kulit wajahnya gak berjerawat. Mau lebih putih? Maskeran pakai parutan bengkoang atau rendaman beras. Badannya bau? Makan kemangi, beluntas.”

Kutunjukkan pada anak-anak foto-foto zaman dahulu, milik kakek neneknya. Banyak perempuan cantik di zaman itu, dengan rambut panjang dan hitam.

“Supaya punya rambut hitam panjang kayak gini, harus dibasuh dengan minyak klentik sebelum keramas. Lalu keramas pakai merang. Atau pakai santan.”

Sekarang? Mana sempaaaaat! Tugas kuliah banyak, tugas sekolah menumpuk, bla bla bla.

Bukan itu yang menjadi soal, sanggahku. Perempuan zaman dahulu belum mengenal oplas. Belum mengenal suntikan dan injeksi, belum mengenal implant. Mereka optimalkan tubuh mereka dan merawat sebaik-baiknya pemberian Tuhan. Pesek nggak harus dimancungkan. Bibir ndower nggak harus ditipiskan. Sebagaimana bibir tipis nggak harus diimplan silicon agar lebih berisi sensual.

Dalam penutup diskusi kukatakan begini.

“Nggak papa kulit kalian coklat, hidung kalian nggak mancung. Tapi wajah kalian bersih, tubuh bau wangi, tampilan sederhana namun sedap dipandang. Bukan cantik artifisial atau dempul. Banyak makan sayur dan buah, masker pakai buah-buahan alami. Biar kulit kalian sehat dan cantik.”

Anak-anakku terkekeh.

“Eh, Mi, ada artis luar negeri lho! Mereka nikah, setelah punya anak cerai. Soalnya anaknya jelek bangettt. Lha si aktor sama si aktris ternyata sama-sama oplas. Pas punya keturunan baru tahu, bentuk asli pasangannya. Kwkwkwk!”

Nah!

Aku mengagumi beberapa artis dalam dan luar negeri, karena kemampuan aktingnya. Karena film-film mereka membawa pesan tersendiri. Tapi begitu tahu wajah mereka operasi plastic, padahal wajah aslinya sudah demikian menarik : rasanya … Sedih, karena mereka adalah role model masyarakat, utamanya kaum remaja. Bila yang cantik dan ganteng seperti itu saja operasi plastic, apalagi para remaja yang punya pipi tembem dan hidung bundar L

 

 

 

 

Kategori
Artikel/Opini Bunda Cantik. Beautiful Mother Kaca - Kiat Cantik

Muslimah, Cantiklah!

Beberapa di antara anda, Pembaca, mungkin akan mengerutkan kening.
Heh? Harus cantik?
Memangnya laki-laki harus jelalatan? Bukankah perempuan harus menjaga diri, bukannya tabarruj? Apa muslimah harus bergincu, memakai make up lengkap mulai foundation, concealer, bedak, eye liner, eye shadow, lip gloss, lipstik, blush on, bulu mata badai dan serbuk glitter di kulit?
Nggak juga sih, bukan begitu maksudnya.
Kalau arah pemikiran dibalik : apakah muslimah boleh tampil tanpa bedak, tanpa sun block, tanpa deodorant?
Mari, kita bahas disini!

muslimah
Muslimah seharusnya rapi

Keluhan Laki-laki
Beberapa laki-laki mengeluhkan kondisi muslimah yang kucel dan sama sekali tak mempedulikan penampilan. Wajah berminyak, jerawatan, bibir pecah-pecah, mulut berbau. Badan , maaf, body odour sangat menyengat.
Bukannya ingin muslimah berpenampilan bak selebritis dengan jubah melambai, warna salem, jilbab senada dan kulit putih kencang yang membuat dada lelaki berdebar ketika lewat. Gak segitunya juga kaleee.
Namun dalam beberapa kali kesempatan bertatap muka entah rapat atau taaruf, ikhwan ciut nyalinya. Jago akademik, ahli orasi, konseptor ulung, IPK 4+ (kalau ada…). Tapi giliran penampilan, jauh sekali dari sifat feminin. Akhirnya mereka mundur teratur. Impian menjadikan muslimah aktivis kampus sebagai pendamping, sirna.
Memang, penampilan bukan menjadi tolok ukur.
Tapi seorang pemuda, ikhwan, laki-laki; berharap memiliki istri muslimah yang pandai mengatur diri dan rumah. Bayangkan bila penampilannya saja dapat point dibawah 5 alias di bawah rata-rata, bagaimana penampilan rumah, kamar, dapur dan kehidupan sehari-harinya? Bisa-bisa sang ikhwan ketika menikahinya disuguhi rumah yang berantakan dan lauk cepat saji berbahan dasar mie instant.

Koreksi Muslimah
Yuk, kita perbaiki diri

kaos kaki
Kaos kaki bersih!

1. Kaos kaki. Jangan pakai kaos kaki berlubang meski itu di dalam sepatu. Kalau pas keluar dari sepatu, orang juga bakal lihat ke bawah! Salah bila beranggapan, “ah, di bawah ini , gak kelihatan!” Justru melihat kaos kaki muslimah bolong itu, ilfil bangeeet. Potong kuku kaki secara rutin agar tidak melubangi ujung kaos kaki. Bila berlubang kecil, segera jahit dengan jarum dan benang. Bukan peniti :D. Kaos kaki juga perlu dicuci rutin supaya baunya gak buat orang kehilangan akal sehat. Koleksi beberapa pasang kaos kaki, apalagi saat musim hujan.

2. Keliman rok lepas? Silakan pasang pakai deretan peniti. 5-10 biji, malah. Ketahuan banget si muslimah super sibuk (apa belum bisa jahit pakai jarum ya?). Makanya, sebelum keliman (lipatan) rok terbuka makin panjang, saat baru lepas sedikit segera jahit. Sediakan benang warna hitam, cokat, putih, biru tua, merah tua di kotak jahitan. Atau sediakan benang yang mirip dengan warna bahan baju-baju.

3. Bau badan?
Rajinlah mandi setidaknya 2 x sehari
Pilih baju katun yang menyerap keringat
Pakai deodorant yang cocok, tidak membuat kulit ketiak perih
Rajin makan sayuran, terutama kemangi. Sesekali minum rebusan daun sirih juga baik. Tapi jangan terlalu sering sebab dapat membuat rahim kering.
Ada rahasia seorang teman muslimah yang badannya berbau segar, padahal ia alergi pakai deodorant yang ada di pasaran. Ia ternyata rajin mandi lulur 2x sepekan. Akibatnya bau badannya jadi segar dan wangi.

4. Bau mulut?
Sikat gigi seksama, saat mandi dan sebelum tidur
Pakai obat kumur
Periksalah ke dokter gigi, jangan-jangan ada caries atau gangguan yang menyebabkan mulut bau
Kumur pakai rebusan air sirih juga boleh
5. Kulit wajah bermasalah?
Coba amati wajah kita. Berjerawat? Komedo? Bersisik? Hitam tak menarik? Pastikan kita memiliki body awareness, menyadari apa yang terjadi dengan tubuh. Salah satunya wajah.
Minum air putih cukup, perbanyak sayur dan buah
Bersihkan wajah dengan cleansing milk dan toner. Cari yang halal dan dapat sertifikat MUI. Ingat, jangan sekedar yang dipajang di iklan mampu memutihkan! Coba dengar testimoni teman-teman, apa yang cocok untuk mereka. Kalau saya pribadi, sudah mencoba beebrapa merek dan alhamdulillah cocok dengan rangkaian produk Wardah Cosmetics (ha, ini bukan sekedar iklan lho!)
Rajinlah merawat kulit wajah dengan masker. Tahu gak? Banyak perempuan cantik justru mampu memanfaatkan bahan baku alami untuk masker

bengkoang
Bengkoang : whitening

 Bengkoang, parut dan tempelkan di wajah. Efeknya dingin dan memutihkan.
 Susu dan madu. Campur susu bubuk dan madu, kurang lebih satu sendok makan susu bubuk dan satu sendok makan madu. Bila sudah berbentuk pasta, oleskan merata. Efek menghaluskan

honey Putih telur dan madu. Kocok lepas dua sendok makan putih telur dan satu sendok makan madu. Oleskan di wajah. Efek mengencangkan.

tomat
Tomat : si merah yang menggoda

 Potong tomat dan oleskan pada kulit, wajah ataupun punggung telapak tangan. Efeknya mengencangkan.
6. Berpakaian pantas.
Muslimah, aktivitas kampus atau bunda yang supersibuk tetap tidak boleh meninggalkan keserasian penampilan. Bukan berarti rok ungu, baju ungu, jilbab ungu, tas dan jam tangan ungu, sepatu dan kaos kaki ungu. Itu malah warna yang mematikan karakter.
Untuk mahasiswi aktivis kampus sebaiknya mengoleksi :
Rok netral warna hitam, coklat tua atau krem. Bawahan warna netral relatif cocok untuk semua atasan
Blus netral warna krem, coklat atau putih tulang. Blus netral juga cocok untuk rok polos atau bermotif.
Overall warna netral, sehingga dalaman bisa blus panjang warna apa saja atau blus bermotif
Jilbab dari bahan yang menyerap keringat, bukan mengkilap dan mudah berbau. Bagus bila menyesuaikan dengan warna rok atau blus, kalau tidak pilih warna netral.
Jangan lupa memakai celana panjang di dalam agar tetap dapat beraktivitas, loncat sana sini, angkat beban ini itu.

7. Be yourself : gue banget yang berkarakter dan bermartabat!
Model jilbab sekarang banyak ragamnya. Mulai model segiempat, segitiga, atau segi panjang. Bila ingin mencoba model terbaru, coba perhatikan :
Mudahkah cara memakainya? Berapa peniti atau jarum pentul yang dipakai? Bila menemui waktu sholat dan harus wudhu, praktis atau gak dalam mengenakannya kembali?
Beberapa selebritis menggunakan model jilbab yang “ramai”. Bila merasa cocok dan PD, kenakan. Bila masih ragu-ragu, tangguhkan sampai saat yang benar-benar pantas.
Sebagian muslimah bagus menggunakan jubah, sebagian bagus mengguunakan atas bawah. Yang itu cocok pakai jeans, yang satunya terlihat “berat” ketika memakai jeans. Jangan lupa minta pendapat teman yang jujur tentang penampilan.
Muslimah memang seharusnya ramping dan langsing. Tapi cukup banyak yang berbadan gemuk (meski tetap juga harus memperhatikan kesehatan). Bila berbadan gemuk, jangan rendah diri! Saya punya banyak teman muslimah gemuk namun tetap menjaga penampilan dengan cara :
 Tidak sembarangan memakai gaun, terutama yang kesannya kedodoran
 Cenderung menggunakan atas bawah
 Memakai jilbab kain yang rapi, bukan jilbab kaos “slobokan” yang terkesan asal-asalan ~ terutama untuk acara kampus.
 Menjaga bau badan
 Menjaga kulit wajah tetap segar
Cantik tidak melulu milik selebritis atau artis kondang.
Cantik itu milik muslimah yang telah mengasah batinnya lebih dahulu, sebelum memoles yang luar. Karena yang dalam sudah terus menerus diperbaharui, yang luar ayo kita harmonisasi 

Kategori
Bunda Cantik. Beautiful Mother Catatan Perjalanan Cinta & Love mother's corner Rahasia Perempuan

Poligami : Rijal yang Qowwam, Ketangguhan istri Pertama, Ketulusan istri Kedua

Masih ingat tentang keajaiban doa safar?
Setelah beberapa kali bertemu teman perjalanan yang kurang mengenakkan, akibat saya juga meremehkan doa safar, saya lalu bersungguh-sungguh berdoa setiap kali melakukan perjalanan keluar kota : semoga diberikanNya teman sholih dan sholihah. Alhamdulillah, Allah SWT mengabulkan doa-doa. Di beberapa perjalanan, teman duduk saya orang-orang yang luarbiasa.
Beberapa sudah saya tuliskan secara singkat :
1. Pemuda sholih, kakak beradik hafidz
2. IRT pengusaha sukses
3. Tukang becak, cucunya hafidz
4. Seorang teman lama, istri ke-2
Kali ini, saya ingin melukiskan pengalaman istimewa yang subhanallah…betul-betul sebuah skenarioNya.

Jakarta , terdampar menunggu Shubuh
Moga bukan dislexia. Atau rabun. Atau apalah.
Akhir-akhir ini saya suka salah baca tulisan. Ikut lomba menulis, bolak balik lihat persyaratan, 1-5 halaman. Setelah dikirim, ternyata 5-10 halaman! Bolak balik salah lihat jadwal kuliah. Yang terparah, bolak balik lihat jadwal Jogja Muslim Festival, tertera pagi hari. Akhirnya mengiyakan panitia Medan untuk mengisi acara pagi hari berikutnya. Ternyata…, acara Jogja sore hari. Terpaksalah jadwal pesawat dicancel, diubah, dan terpaksa terdampar di bandara Soetta dari jam sebelas malam hingga Shubuh esok harinya.

Shubuh, setelah check in dan duduk di waiting room, wajah ini bertatapan dengan seorang perempuan berjilbab kuning. Dia dan saya sama-sama terdiam beberapa detik.

poli

Kami telah berpisah 15 tahun yang lalu! Setelah perasaan saya demikian lelah, harus berlomba dengan waktu, memikul ransel, dan yang paling menyebalkan menggerutu mengkritik diri sendiri yang berulang kali salah melihat simbol angka ; rupanya ada rahasia di balik semua kesalahan-baca-ini. Di balik tiket yang terpaksa berganti jam. Di balik jadwal yang amburadul berantakan. Di balik nafas ngos-ngosan memburu waktu di bandara Adi Sucipto, Soetta, Kualanamu.
Lalu kami berdua sama-sama terpekik, bersalaman, cipika cipiki dengan perasaan rindu membuncah.
Mari, kita simak kisah kasih 3 insan yang terpatri dalam cinta unik. Nama saya samarkan dengan Raffi, Yuni, dan Shara.

Bila cinta dalam ikatan dakwah
Shara seorang perempuan cerdas sholihah berputra satu. Suaminya meninggal di saat usianya masih demikian muda, kecelakaan yang mendadak. Aku masih ingat bagaimana Shara demikian tegar, sementara kami yang takziyah menangis tak henti-henti. Suami Shara seorang lelaki sholih, baik akhlaqnya, dai yang tiada duanya.
Bertahun-tahun kemudian aku mendapat undangan pernikahan Shara. Ia dilamar seorang lelaki berkedudukan, sebagai istri kedua. Konon, lelaki itu –Raffi- meminta istri pertamanya Yuni untuk mencarikan istri kedua. Yuni pun menemukan Shara dan mereka sepakat bertiga untuk mengikat diri dalam ikatan cinta yang sah, dalam naungan lazuardi dakwah.

15 tahun kemudian aku bertemu Shara.
Tentu, insting perempuanku berusaha ingin tahu. Aku menyebutnya Kakak.
“Kakak tinggal di…?”
“J.”
“Suami kak Shara dimana?”
“Ya di J juga dong dek,” Shara tertawa.
Kamis atu pesawat. Duduk berdampingan. Dan mengalirlah kisah indah yang demikian ingin kutuliskan secara khusus untuk sebanyak mungkin orang. Meski sebagai perempuan sampai kapanpun tak akan bisa menerima alasan poligami, kisah Raffi, Yuni dan Shara pantas untuk direnungkan.

Kunci poligami
Shara telah menyelesaikan studi S3nya. Kami bertukar nama, di depan namanya tertera gelar doktor. Ia seorang perempuan yang aktif, dengan segudang kesibukan. Aku yakin, pernikahan mereka tentu tidak seindah si cantik cerdik Shahrzad mengisahkan 1001 malam ke telinga raja Persia.
Pasti ada yang indah.
Pasti ada yang seru.
Pasti ada yang heboh.
Dan kita, sebagai perempuan, senang mendengar ksiah dramatis, melankolis, terutama sisi konflik yang meruncing kan?
Penasaran dengan kisah cinta segitiga, aku langsung bertanya. Beruntung, Shara sangat bijaksana melayani rasa ingin tahuku. Teori, selalu lebih simple daripada praktek. Teori, selalu jadi kambing hitam bila prakteknya bermasalah. Bagaimanapun, teori adalah penyederhanaan fakta di lapangan. Kisah Shara boleh jadi terdengar teoritis bagi sebagaian kalangan, tapi demikianlah yang dialami Shara.
Raffi mampu menjaga keharmonisan hubungan dengan Yuni dan Shara. Tentu ada friksi disana sini, masing-masing punya cara khas mengatasi masalah.

Raffi
Usianya terpaut 20 tahun dari Shara. Raffi adalah seorang lelaki yang matang. Dalam pandangan Shara, Raffi mampu menjadi qowwam bagi keluarga istri pertama dan kedua. Raffi mampu mendidik Yuni, sekalipun tidak mengabaikan sisi-sisi manusiawi Yuni yang mudah meradang saat berada di posisi istri pertama.
Raffi tahu, bahwa menikah untuk yang kedua kalinya , secara syariat tidak membutuhkan izin dari istri pertama. Lagipula, mana ada istri yang mengizinkan? Tapi Raffi memilih untuk tidak sembunyi-sembunyi, dengan alasan agama atau dakwah sekalipun. Raffi mendiskusikan secara terbuka dengan Yuni keinginannya untuk menikah lagi, di saat putra putri mereka telah berjumlah 5 dan kondisi keuangan keluarga sangat mapan. Raffi meminta Yuni yang memilihkan.

Bukan mudah mencari pasangan bagi Raffi dan Yuni.
Yuni mencari-cari dan akhirnya menemukan Shara, janda beranak satu yang tangguh. Raffi mendiskusikan terbuka dengan seluruh anggota keluarga, di saat anak-anak beranjak remaja. Alhamdulillah, semua terbuka untuk menerima Shara.

Yuni
Yuni adalah perempuan cerdas berpendidikan tinggi. Berdasar cerita Shara, ia perempuan yang sangat dominan. Dalam tahun-tahun pertama pernikahan Raffi dan Shara, Yuni benar-benar memegang kendali keluarga. Keuangan, pembagian hari, semua berada di tangan Yuni. Raffi lebih banyak berada di rumah Yuni, ketimbang di rumah Shara. Kadang, Yuni juga tidak bisa menghindari gesekan dengan Shara. Apalagi rumah mereka juga bertetangga.
Shara
Ketulusan dan upaya memahami, rupanya salah satu kunci Shara mampu menjaga stabilitas keluarga Raffi dan Yuni.
“Kakak tau, Sin,” ujarnya, “ kakak juga banyak belajar dari para istri yang dipoligami, bahwa tahun-tahun pertama adalah masa yang sangat sulit. Maka kakak ambil posisi mengalah, kakak lebih banyak mundur jika ada keputusan harus diambil suami istri.”
Shara mengalah dalam masalah hari. Shara mengalah dalam masalah keuangan. Untungnya, Shara punya penghasilan sendiri. Apalagi Shara menyadari, anak-anak Yuni berjumlah 5 orang dan semuanya membutuhkan perhatian moril dan materil.

Ketulusan, sikap mengalah Shara membuat Yuni juga melunak.
Di kemudian hari, Raffi bisa membagi hari antara Yuni dan Shara masing-masing setiap 2 hari. Ketika anak-anak Yuni mulai lulus kuliah, Shara meminta kepada Raffi dukungan materi kepada anak-anaknya (dari Raffi, Shara mendapatkan seorang putra). Yuni dan putra putrinya tak keberatan dengan permintaan ini.

Shara punya beberapa tips untuk mengatasi friksi saat menghadapi Raffi dan Yuni :
• Ketika landasan awal adalah niat ibadah kepada Allah SWT, niat karena dakwah, insyaAllah guncangan yang terjadi akan kembali mereda setelah masing-masing merenungkan niat awal kembali. Berbeda yang main kucing-kucingan. Sekalipun dalam agama dibenarkan, menurut Shara, musyawarah akan menimbulkan kebaikan. Terutama dampak bagi anak-anak.
• Jika Yuni menyakiti hati Shara, Shara tidak serta merta membalasnya. Di saat Shara berkunjung ke suatu daerah untuk urusan tugas atau dakwah, Shara selalu membelikan oleh-oleh untuk Yuni. Bila sakit hati Shara belum sembuh, Shara akan menitipkan buah tangan kepada Raffi dan mengatakan, “titip untuk kak Yuni ya.”
• Shara membiasakan menulis surat untuk Yuni, dalam kesempatan-kesempatan istimewa ataupun saat mereka punya masalah. Shara menuliskan “terimakasih telah berbagi kebahagiaan” atau “terimakasih telah berbagi cinta.” Shara sangat menghindari perkataan “terimakasih sudah mengizinkan bang Raffi…” . Sebab bagi Shara , kata MENGIZINKAN akan melukai perasaan Yuni. Yah, siapa yang mengizinkan? Atau bila mengizinkan, tentu dengan perasaan gundah, sakit yang luarbiasa dan kata-kata itu hanya akan menuding : nah, kamu kan udah ngijinin suami kamu nikah lagi.
• Shara senantiasa berkata pada anak-anak Yuni : Ummi memang bukan ibu yang melahirkan kalian, tapi kalian adalah anak-anak Ummi. Kelak, ketika Ummi meninggal maka anak Ummi A dan B hanya akan memiliki kalian sebagai saudara. Begitupun sebaliknya. Alhamdulillah, anak-anak Yuni dan Shara bersaudara layaknya saudara kandung.

Saya yakin, tak mudah menjalani kehidupan sebagai Raffi, Yuni dan Shara.
Membayangkan suami kita berbagi dengan perempuan lain, tak sanggup rasanya. Tapi saya sungguh terkesan dengan ucapan Shara yang memuji suaminya.
“Kunci poligami memang ada di suami, Sin. Jika ia mampu menjadi sebenar-benar qowwam, sebenar-benar pemimpin yang bijak dan mampu membimbing keluarga; insyaallah akan baik. Meski semua ada kendala, insyaallah tetap teratasi.”

Saya, mungkin seperti anda , perempuan kebanyakan. Tak akan berpikir poligami. Namun semenjak bertemu Shara kembali, ada denyut lain dalam doa. Semoga Allah SWT senantiasa menjaga orang-orang seperti Raffi, Yuni dan Shara; menjaga setiap keluarga yang senantiasa berupaya berada dalam jalan kebaikan.

Kategori
Catatan Perjalanan Jurnal Harian Karyaku My campus resep cantik

Bedah Buku Bedah Buku Hi, Prettty : Cantik dalam 30 hari!

Alhamdulillah tanggal 30 Mei kemarin aku diundang kampusku sendiri , UNTAG, oleh departemen keputrian untuk bedah buku Hi Pretty.

Sebetulnya aku diminta unutk mengisi tema kemuslimahan, apakah kecantikan itu? Sesuai buku Hi Pretty, cantik itu 3 B : Brain, Behaviour, Beauty. Perempuan di katakana cantik bukan karena fisiknya sekalipun fisik memang memegang peranan cukup penting dalam pergaulan sosial.

Beauty is a characteristic of a person, animal, place, object, or idea that provides a perceptual experience of pleasure, meaning, or satisfaction. Beauty is studied as part of aesthetics, sociology, social psychology, and culture. As a cultural creation, beauty has been extremely commercialized. An “ideal beauty” is an entity which is admired, or possesses features widely attributed to beauty in a particular culture.

Perlu digaris bawahi, bahwa kecantikan memang identik dengan kultur seseorang. Orang Eropa dikatakan cantik ketika ia berambut pirang, bertubuh tinggi, berhidung mancung. Orang Afrika dikatakan cantik bila bertubuh segar, bergigi putih, dengan rambut hitam keriting. Orang Asia (termasuk Indonesia) punya kecantikan khas berupa tubuh mungil, kulit kecoklatan (warna caramel lho, kata orang Perancis!), rambut hitam bergelombang, retina hitam. Orang Indonesia pastilah aneh bila berambut pirang, dengan retina biru, kulit diputihkan sementara kontur wajahnya (hidung, bibir, pipi, dsb) sangat Asia. Ketika sebuah produk kecantikan mau diluncurkan di Indonesia, mereka melakukan survey panjang. Setelah dirunut histories bangsa Indonesia yang telah dijajah Belanda 250 tahun, perempuan Indonesia yang merasa cantik hanya 1 %! Sisanya tidak merasa cantik dan ingin merubah seluruh penampilan mereka.

 Beauty is in the eye of the beholder The classical Koine Greek for beauty : the ripe of fruit

Orang Yunani kuno beranggapan cantik adalah seperti buah matang. Jadi gadis yang dalam keadaaan matang itulah masa tercantik. Sesungguhnya cantik adalah consensus, kesepakatan tidak tertulis, tidak dapat diklaim begitu saja oleh sekelompok orang yang mengatakan bahwa cantik haruslah puith, ramping, berhidung mancung.

 The characterization of a person as “beautiful”, whether on an individual basis or by community consensus, is often based on some combination of Inner Beauty, which includes psychological factors such as personality, intelligence, grace, congeniality, charm, integrity, congruity and elegance, and Outer Beauty, (i.e. physical attractiveness) which includes physical factors, such as health, youthfulness, sexiness, symmetry, averageness, and complexion.

Sekarang cantik sering dikaitkan dengan hal-hal komersial. Padahal kecantikan sesungguhnya adalah kecantikan yang memancarkan kelebihan seseorang apa adanya. Apa salahnya dengan seorang gadis yang bertubuh pendek, bulat, tetapi ia menguasai banyak bahasa? Apa salahnya dengan gadis berjerawat batu tapi ia sangat suka terjun di kegiatan sosial? Apa salahnya dengan gadis bertubuh ceking, berhidung pesek, berbibir ndower tapi punya kemampuan persuasif yang bagus sehingga bisa jadi psikolog handal, dimanapun orang merasa nyaman di dekatnya? Tentunya, bukan berarti kita mengabaikan masalah fisik. Seorang muslimah haruslah tampil segar, bersih, menarik, sehat. Merawat wajah dan tubuh harus dilakukan sebab tubuh yang fresh juga akan membawa percaya diri yang besar.

 Di buku Hi Pretty terselip pesan bahwa merawat kecantikan ala tradisional Indonesia yang murah meriah dapat dilakukan dan memperoleh hasil maksimal. Contoh : memutihkan kulit. Aku sendiri sudah mempraktekan dan hasilnya Subhanallah. Ambil bengkoang, parut, peras, endapkan. Pada endapannya yang berupa saripati seperti bedak dioleskan ke wajah dan leher. Rasanya dingin dan segar. Wajah jadi terlihat terang dan noda-noda pun menipis lalu hilang, ketika dilakukan berulang. Tomat pun begitu. Tiap kali mencuci tangan jadi keriput, kuoleskan tomat yang diremas-remas, kulit jadi segar dan halus sekali. Menjadi cantik tidak harus mengeluarkan biaya besar lho. Peserta menanyakan hal2 sebagai berikut : bagaimana bisa PD? bagaimana cara bergaul dengan cowok? bagaimana memasang foto di facebook? (…ada yang gak connect dengan materi memang :-))

Masalah PD, kita bisa melihat di cermin apa kelebihan kita. Pasti ada! Yang namanya Sinta Yudisia itu berkulit gelap tapi punya lesung pipi (….haha). Tidak mungkin Allah SWT tak menitipkan satu potensi dalam diri kita, kan?

Kategori
Catatan Perjalanan mother's corner resep cantik

Suntik Kecantikan : kulit indah & mulus!

Beberapa waktu yang lalu , teman-teman kampusku yang cantik, sexi dan muluuus banget kulitnya menawariku injeksi alias suntik untuk kecantikan. Macam-macam yang ditawarkan pihak penyedia : suntik silikon, whitening, serum C maupun  kolagen. Kata mereka : gak ada efek sampingnya! Suamiku nggak pernah nuntut macem-macem, tapi yang namanya perempuan ingin selalu mencoba. Wah, jangan-jangan aku jadi secantik temanku ya? Memang wajah dan bodinya mulus tanpa cela!

Untung, aku sempat menangguhkan keinginanku lalu mencari tahu dunia operasi plastik, implant dsb di internet. Aku banyak dapat info. Sedikit kusampaikan di bawah. Hati-hati ya!

 

 

Meski sudah banyak korban yang jatuh, orang ternyata belum jera juga untuk melakukan suntik silikon cair dan kolagen demi memburu kecantikan. Sebenarnya apa itu silikon cair dan kolagen serta bahayanya untuk anda ? Mungkin anda ingin terlihat cantik tetapi ternyata malah menjadi hancur. Karena harus menahan rasa sakit yang luar biasa pada daerah yang ingin anda ubah.

Sebaiknya anda lebih berhati-hati lagi bila ingin terlihat cantik dengan mengubah bentuk tubuh seperti memancungkan hidung, mengisi dagu atau menghilangkan kerutan. Jika anda ingin melakukan hal tersebut, sebaiknya anda lakukan di dokter spesialis bedah plastik dan jangan ke salon kecantikan atau tempat praktek ilegal. Karena apapun yang disuntikkan ke dalam tubuh akan berdampak negatif atau positif. Sisi positif adalah diharapkan menjadi kenyataan tetapi sisi negatif reaksi yang timbul dapat berupa alergi atau salah lokasi penyuntikan sehingga menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah.

Saat ini memang cukup banyak beautician atau ahli kecantikan dan dokter umum yang menjual jasa suntik silikon. Mereka mungkin bisa melakukan suntikan tapi mereka tidak bisa mempertanggungjawabkan hasilnya. Pemerintah pun masih saja membiarkan orang-orang yang tidak punya hak untuk melakukan suntik silikon di berbagai salon.

Suntikan silikon di salon kecantikan, biasanya akan menimbulkan keadaan yang tidak diinginkan pasien. Mungkin pasien tidak meninggal tapi hasilnya malah menimbulkan rasa sakit yang berkepanjangan seperti merah dan bengkak akibat suntikan tersebut. Akibatnya operasi tersebut dibongkar lagi dan diperbaiki sehingga anda dirugikan karena salon tersebut tidak mampu memperbaiki kerusakan yang terjadi pada wajah anda.

Sebaliknya, kalaupun cairan yang disuntikkan itu benar kolagen maka dokter tidak akan menyuntikkannya ke payudara. Kolagen lebih cocok untuk jaringan kulit, bukan pada jaringan lemak. Sedangkan payudara itu sendiri terdiri dari jaringan lemak.

Pada payudara juga terdapat banyak pembuluh darah besar atau vena sehingga zat yang disuntikkan bisa langsung menerobos pembuluh darah dan menyumbat pembuluh darah. Sehingga tidak ada dokter yang mau menyuntik payudara dengan kolagen. Cara yang paling aman adalah melalui operasi dengan memasukkan kantung silikon jeli. Ini lebih mudah dikeluarkan jika ada masalah seperti reaksi alergi.

Oleh sebab itu anda harus dicek, apa betul cairan yang disuntikkan itu kolagen. Apalagi, kolagen yang asli harganya cukup mahal. Satu cc harganya bisa mencapai 80 hingga 100 dolar AS. Padahal, untuk memperbesar payudara diperlukan cairan kolagen sebanyak 200 cc, yang artinya perlu dana sekitar 40 ribu dolar atau sekitar Rp 360 juta. Dalam pemakaian yang cukup besar, tentu saja harganya sangat mahal. Oleh sebab itu, kolagen biasanya dipakai untuk mengatasi kerutan kulit bukan untuk memperbesar payudara.

Selain mahal, kolagen juga memerlukan tempat penyimpanan khusus, yaitu pada suhu rendah dan konstan. Ini membuat banyak rumah sakit tidak sanggup menyediakan stok kolagen cair bagi pasien. Alhasil, untuk memberikan pelayanan suntikan kolagen tidaklah mudah dan murah.

Padahal banyak perempuan yang minta dibesarkan payudaranya dengan suntikan di salon kecantikan karena lebih murah, cepat dan tanpa harus perlu tindakan operasi. Tindakan operasi merupakan sesuatu yang menakutkan meski sampai sekarang belum pernah ada orang yang meninggal gara-gara menjalani bedah plastik.

Kolagen memang lebih alami karena diambil dari tunjang hewan (sapi) yang diproses menjadi berbentuk cair dan digunakan menjadi pengisi atau menambah volume bagian tubuh yang kurang. Para dokter biasanya menggunakannya untuk mengatasi kerutan di kulit wajah dengan jalan disuntik agar lebih rata. Bahan dasar kolagen mirip jaringan tubuh manusia sehingga bila disuntikkan ke dalam tubuh, sebagian akan diserap oleh tubuh. Tetapi sebulan setelah disuntikkan anda perlu dievaluasi dan selama dipergunakan dengan baik, kolagen sebenarnya cukup aman untuk tubuh. Apakah anda masih tertarik untuk menjalani hal ini ?

Sekalipun banyak yang sukses dengan implant dan injeksi , tak sedikit yang gagal!

Knots Landing actress Joan Van Ark's attempts to hold back the years with cosmetic procedures appears to have backfired[6]   kor3_1111850c