Kategori
Cinta & Love Hikmah Mancanegara mother's corner Renungan Hidup dan Kematian Tokoh Topik Penting WRITING. SHARING.

๐Ÿ“ ๐‡๐š๐ฅ ๐๐ž๐ซ๐ก๐š๐ซ๐ ๐š ๐๐š๐ฅ๐š๐ฆ ๐Š๐ข๐ฌ๐š๐ก ๐„๐ซ๐ข๐ฅ

Ia masih muda. Penuh semangat & vitalitas. Senyum yang khas. Tetiba, sungai Aare yang bisu menyembunyikan bayangnya. Tapi Aa Eril, kamu juga meninggalkan jejak cahaya.



Sejak 26 Mei 2022, hati kita campur aduk detik demi detik menanti berita kepastian tentang hilangnya Eril, putra sulung pak Ridwan Kamil di sungai Aare. Hari-hari awal hati ini dipenuhi rasa optimism dan pemikiran positif. Hari-hari berikutnya dipenuhi kecemasan, tangisan dan ribuan pertanyaan; entah itu pertanyaan logis atau tak logis. Hari-hari ini, kepasrahan dan tawakal yang bulat memenuhi benak dan jiwa kita masing-masing.


Kisah Eril mengharu biru bangsa Indonesia, terutama mereka yang memiliki predikat sebagai orangtua, khususnya para ibu. Saya dan banyak sekali para ibu, terjaga malam hari dan terbangun di pagi hari dengan mengetik di ๐˜จ๐˜ฐ๐˜ฐ๐˜จ๐˜ญ๐˜ฆ satu nama : Eril.


Anak muda yang ranum ini, pemuda di usia 23 tahun dengan senyumnya yang khas, memberikan pelajaran berharga bagi kita sebagai manusia. Kalau ini adalah pamungkas hidupnya, maka ia pergi dengan iringan doa-doa terbaik. Kalau ini adalah awal hidup abadinya, maka ia memulainya dengan sebuah gelar terbaik : ๐˜ด๐˜บ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ช๐˜ฅ.

ุงู„ุดู‘ูู‡ูŽุฏูŽุงุกู ุฎูŽู…ู’ุณูŽุฉูŒ ุงู„ู’ู…ูŽุทู’ุนููˆู†ู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูŽุจู’ุทููˆู†ู ูˆูŽุงู„ู’ุบูŽุฑูู‚ู ูˆูŽุตูŽุงุญูุจู ุงู„ู’ู‡ูŽุฏู’ู…ู ูˆูŽุงู„ุดู‘ูŽู‡ููŠุฏู ูููŠ ุณูŽุจููŠู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู

โ€œ๐˜–๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ต๐˜ช ๐˜ด๐˜บ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ช๐˜ฅ ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ข, ๐˜บ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ต๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ต๐˜ฉ๐˜ฐโ€™๐˜ถ๐˜ฏ (๐˜ธ๐˜ข๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฉ), ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ต๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ต๐˜ข ๐˜ด๐˜ข๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ต, ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ต๐˜ช ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ, ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ต๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ช๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ต๐˜ช ๐˜ด๐˜บ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ช๐˜ฅ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ซ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ˆ๐˜ญ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ.โ€ (๐˜๐˜™. ๐˜‰๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช & ๐˜”๐˜ถ๐˜ด๐˜ญ๐˜ช๐˜ฎ)

Bagi saya pribadi, sejak sepekan lalu, kisah Emmeril Kahn Mumtadz atau yang akrab disapa Eril, telah memberi banyak pelajaran berharga
๐ŸŸข

  1. ๐‘ฐ๐’Œ๐’‚๐’•๐’‚๐’ ๐’„๐’Š๐’๐’•๐’‚ ๐’๐’“๐’‚๐’๐’ˆ๐’•๐’–๐’‚-๐’‚๐’๐’‚๐’Œ
    Masyarakat mengenal pak Ridwan Kamil dan teh Atalia sebagai tokoh masyarakat. Kedekatan keduanya dengan anak-anaknya, memberikan pelajaran berharga bagi kita yang memiliki keluarga bagaimana seharusnya sebuah ikatan dibangun. Sejak awal berita hilangnya Eril, kita melihat sosok pak Ridwan Kamil dan teh Atalia sama seperti orangtua pada umumnya : guratan di wajah mereka dan percik cahaya mata tak dapat menyembunyikan dalamnya rasa takut dan rasa sakit.
    Memang, tak ada rekaman tersiar airmata yang tumpah dan tangisan pilu kedua orangtua Eril. Tapi jumlah airmata keduanya, boleh jadi melampaui debit air sungai Aare. Panjang kalimat doa keduanya, lebih ukurannya dari kompilasi panjang sungai-sungai yang ada di dunia. Beratnya beban yang menghimpit dada, melebihi tonase semua alat berat dan canggih yang digunakan untuk mencari keberadaan Eril.
    Betapapun kita mencoba berempati, tak ada yang mengetahui detil kepedihan hati pak Ridwan Kamil dan teh Atalia, kecuali Allah Swt. Begitu beratnya ujian yang mengatasnamakan cinta paling suci dan paling tulus dari jalinan manusia ini, hingga balasannya pun tak tertandingi. Karenanya, berita-berita tentang balasan orangtua yang mengikhlaskan anaknya wafat, begitu banyak bertebaran. Janji syafaat, janji kemudahan di yaumil akhir, janji surga, hingga janji dibangunkan rumah khusus bagi para orangtua dengan istana megah di firdausNya

Bagi adik-adik remaja yang saat ini tengah galau hidupnya, dan berpikir untuk melukai diri atau bahkan mengakhiri hidup, kepedihan pak Ridwan Kamil dan teh Atalia dapat menjadi gambaran, beratnya derita orangtua ketika harus kehilangan anak yang dikasihnya. Janganlah sampai pernah melukai diri, karena airmata orangtua adalah kepedihan panjang yang hanya dapat dihapus oleh usapan Rahman dan Rahim dari Allah Taโ€™ala.
Bagi orangtua yang mungkin tengah mengalami konflik berat dengan Ananda, kepergian Eril yang demikian mendadak dan menimbulkan lubang menganga di hati kedua orangtuanya, dapat terjadi pada hati orangtua manapun. Kita masih memiliki kesempatan untuk mencintai, mendekap, memeluk, mengelus Ananda; tentu ini adalah rizqi dan kebahagiaan yang tak dapat dinominalkan dengan materi sebesar apapun.

๐ŸŸข

  1. ๐‘ฐ๐’›๐’“๐’‚๐’Š๐’ ๐’•๐’‚๐’Œ ๐’Ž๐’†๐’Ž๐’Š๐’๐’Š๐’‰ ๐’–๐’”๐’Š๐’‚
    Orang mungkin bertanya-tanya : mengapa bukan yang lainnya? Mengapa bukan yang lebih tua, yang lebih senior, yang lebih berdosa? Eril masih punya banyak kesempatan dalam hidup untuk melakukan bayak hal!
    Pertanyaan-pertanyaan rasional tersebut, tak akan menemukan jawaban pada sebuah tatanan kehidupan ghaib yang kunci-kuncinya ada di tangan Tuhan. Sepanjang sejarah, Izrail memiliki catatan yang hanya diketahui Allah Swt. Kematian bukan seperti final countdown yang dimulai dari angka terbesar menuju angka terkecil. 80, 70, 60, 50, dst. Acak. Random. Tak terprediksi. Tanpa firasat.
    Rasulullah Saw sendiri mengajarkan bagaimana seorang muslim mengawali dan mengakhiri hari dengan kalimat-kalimat dalam bacaan maโ€™tsur. Doa-doa yang diajarkan beliau agar manusia siap menghadapi kondisi apapun dalam hidupnya.

๐ŸŸข

  1. ๐‘ฑ๐’†๐’‹๐’‚๐’Œ ๐’Œ๐’†๐’ƒ๐’‚๐’Š๐’Œ๐’‚๐’
    Mengapa banyak pihak menangis?
    Apakah karena ia putra pembesar dan anak seorang terpandang?
    Saya rasa bukan hanya itu. Sebab, banyak putra tokoh terpandang yang juga tidak mampu menguras emosi seperti kisah Eril. Jejak hidupnya, jejak akademis dan prestasinya, jejak media sosialnya dapat memberikan informasi kepada khalayak siapa ia sesungguhnya. Kedekatannya dengan ibunda, memberikan kehangatan di hati kita : betapa besar cintanya sebagai seorang pemuda pada sosok yang melahirkannya. Betapa jarang sekarang kita disuguhkan kisah-kisah semacam itu, di dunia serba cepat yang lebih banyak mengedepankan hubungan dangkal antar sesama manusia. Tersenyum kita dalam derai airmata melihat teh Atalia bersama Eril di berbagai moment bersama, demikian mesra seperti kakak adik. Seperti sepasang kekasih. Seorang pemuda yang mencintai ibunya, bukankah itu pertandan jejak kebaikan?
    Karenanya, bila ingin berakhir baik, kita pun harus menuliskan jejak kebaikan sepanjang sisa usia.

๐ŸŸข

  1. ๐‘ช๐’‚๐’‰๐’‚๐’š๐’‚ ๐’…๐’‚๐’๐’‚๐’Ž ๐’Œ๐’†๐’ˆ๐’†๐’๐’‚๐’‘๐’‚๐’
    Airmata saya sebagai ibu, tumpah melihat perjalanan kisah Eril sejak hilang dan postingan teh Atalia bahwa ia harus kembali ke Indonesia. Hati kita bergetar dashyat melihat pak Ridwan Kamil adzan di tepi sungai Aare. Begitu banyak netizen Indonesia merasakan hal yang sama. Pertemuan-pertemuan, rapat-rapat ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ฆ dan ๐˜ฐ๐˜ง๐˜ง๐˜ญ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ฆ, nyaris semua membahas Eril.
    Yang lebih membuat hati teriris adalah tindakan pak Ridwan Kamil dan teh Atalia. Hari demi hari dalam proses pencarian. Mereka berdua ingin berada di sisi putranya sampai kapanpun, namun hidup harus terus berjalan.
    Hati kita ikut terbelah, remuk dalam kegetiran.

Tapi kepergian Eril mengingatkan saya pada potongan film ๐™†๐™ช๐™ง๐™ช๐™ก๐™ช๐™จ ๐™Š๐™จ๐™ข๐™–๐™ฃ, sebuah ๐˜ด๐˜ค๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฆ saat Bamsi Bey kehilangan putranya. Perkataan Bamsi Bey yang menangis dalam kepedihan atas kematian putranya yang muda demikian menyayat, namun kata-kata yang diucapkannya demikian penuh cahaya keimanan.
โ€œTuhan, terimakasih. Engkau telah ambil putraku dalam keadaan beriman. Bagaimana jika ia tidak pergi sekarang, dan kelak Kau ambil dalam keadaan sebagai seorang tiran?โ€


Masyaallah.
Kepergian Eril yang meninggalkan luka mendalam bagi orang-orang yang mencintainya, memberikan cahaya pada anak-anak muda : bahwa Izrail bisa datang kapan saja dan ini membuat semua pihak bersiap. Kepergian Eril juga memberikan cahaya bagi para orangtua agar memanfaatkan sebaik waktu bersama Ananda, tidak menghabiskannya hanya untuk bersosial media apalagi mengumbar kemarahan tanpa bijaksana

๐ŸŸข

  1. ๐‘ฉ๐’‚๐’ˆ๐’‚๐’Š๐’Ž๐’‚๐’๐’‚ ๐’Œ๐’Š๐’”๐’‚๐’‰ ๐’•๐’†๐’๐’ˆ๐’ˆ๐’†๐’๐’‚๐’Ž?
    Hanya Allah Swt yang tahu, kisah sesungguhnya dari perjalanan hidup manusia, termasuk Emmeril Mumtadz Kahn. Tak ada yang tahu, termasuk paranormal atau โ€œorang-orang pintarโ€ yang berusaha mencari tahu di mana ia sekarang, bagaimana kondisinya, dan di alam mana kehidupannya.
    Saya hanya ingin bercerita tentang kisah sahabat saya, seorang muslimah shalihah yang suaminya wafat tenggelam.
    Semuanya terjadi tiba-tiba, ketika sang suami ingin menyelamatkan satu nyawa di sungai dan justru ia yang syahid. Yang terbayang adalah bagaimana prosesi ia tenggelam, jam berapa ia hanyut, bagaimana ia berteriak-teriak, bagaimana ia kelelahan, bagaimana ia sesak napas, bagaimana ia sakaratul maut, bagaimana caranya mengatasi rasa sakit dan seterusnya.
    Pikiran-pikiran buruk bermain di benak dan pertempuran rasional-irrasional terjadi di kepala.

Namun, temuan di lapangan sungguh mengejutkan dan menampar muka kami semua yang sok tahu dan suka bermain dugaan. Seolah Tuhan mencibir kepada kami dan berkata, โ€œApa yang kamu tahu tentang wafatnya hambaKu yang tenggelam?โ€
Hasil otopsi dokter dicocokkan dengan waktu kejadian dan semua bukti forensik menjelaskan:
๐˜•๐˜บ๐˜ข๐˜ธ๐˜ข ๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ด๐˜ถ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ช ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ญ ๐˜๐˜ป๐˜ณ๐˜ข๐˜ช๐˜ญ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ช๐˜ฌ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ช๐˜ข ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ค๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ฑ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ข๐˜ช๐˜ณ.


Kami menangis mendengarnya. Merasa hina dengan semua dugaan dan permainan kotor fikiran ini. Ia bahkan telah wafat sebelum tubuhnya perlahan masuk ke dalam air. Artinya, Allah memuliakannya dengan sakaratul maut yang tenang dan cepat, tanpa kesakitan berarti.

๐ŸŸข๐ŸŸข๐ŸŸข
Selamat jalan, Aa Eril.
Selama menempuh keabadian, Emmeril Kahn Mumtadz.
Sungai Aare menjadi saksi cinta manusia kepadamu. Insyaallah, cinta Tuhan dan para malaikat-malaikatNya lebih besar dari cinta kami semua. Doa kami juga untuk pak Ridwan Kamil dan teh Atalia sekeluarga, juga adinda Camilia Latetia Azzahra semoga Allah Swt melimpahkan keberkahan dan rahmat tak bertepi pada keluarga luarbiasa ini yang diberikan ujian istimewa.

Sumber foto : koran Jawa Pos, IG teh Atalia

#eril #emmeril #emmerilkahnmumtadz #ridwankamil #atalia #aare #bern #swiss

Oleh Sinta Yudisia| twitter @penasinta| IG : @sintayudisia

I am a writer and psychologist. A mother of 4 children, a wife of incredible husband. I live in Surabaya, and have published more than 70 books. What do I like the most? Reading and writing. Then, observing people. And also, learning new language

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s