Kategori
Artikel/Opini BUKU & NOVEL Covid-19 Hikmah Oase PSIKOLOGI. PSYCHOLOGY Survivor Covid-19

Pengobatan Non-Medis bagi Penderita Covid 19

Mengutip pemikiran Prof. Mukhtasor bbrp waktu lalu, pengobatan medis bukan satu-satunya syarat menuju kesembuhan bagi penderita Covid 19.


Jangan lupa, selain 6 M, antibiotic – antivirus, oksigen dan langkah medis; ada upaya-upaya yang harus dilakukan bagi kita semua agar menjadi pemenang dalam pertempuran wabah ini. Terinspirasi dari tulisan Prof. Mukhtasor tempo hari yang mengingatkan pentingnya kekuatan spiritual di saat seperti ini, berikut pengalaman kami sekeluarga sebagai penyintas covid.
Kita tidak bicara ajal & takdir, karena bila telah tiba waktunya; sekuat dan seshalih apapun tetap akan wafat. Mengutip kata Najib Mahfudz dalam Harafisy : “Takdir muncul di kaki langit, terus mendekat setiap waktu. Tak ada yang menunda gerak majunya. Dunia bukan pasangan yang setia.”


••●••


🌷1. Asmaul husna dan dzikrullah. Kalau belum hapal 99 namaNya, tiga ayat terakhir QS Al Hasyr bisa dilakukan. Beriring shalawat, asmaul husna, dzikrullah; akan meringankan saat-saat menyakitkan seperti ketika infus antibiotic atau vitamin masuk ke pembuluh darah.



🍃2. Shalawat. Ada yang pernah mendengar shalawat Nariyah? Shalawat apapun insyaallah bagus. Saya mendapat hadiah buku “Shalawat Nariyah” karya Dr. Alvian Iqbal Zahasfan. Saya pernah bertemu dengannya tahun 2016. Buku ini bagus sekali, mengupas seluk beluk shalawat Nariyah. Mulai sejarah shalawat Nariyah yang digubah oleh Syaikh Ibrahim At Tazi, hingga fadhilah shalawat Nariyah. Termasuk foto-foto indah At Tazi dan berbagai tempat di Maroko. Jadi ingin ke Maroko lagi, aamiin yaa Robb


Sekilas Maroko


🍁3. Sedekah. Sedekah dapat menolak bala, insyaallah. Jangan ragu untuk meminta doa. Bila kita bersedekah lewat lembaga tertentu spt kitabisa.com, atau bit.ly/LMI_donasipalestina , ada slot kosong berisi keterangan. Saya memilih mengisi keterangan itu dengan bait-bait doa, sampai karakter hurufnya full. Tak peduli hanya infaq 10K, isilah dengan doa. Terutama doa meminta perlindungan dari wabah dan doa kesembuhan dari wabah


🌱4. Rendah hati. Kita cenderung menghormati orang dengan posisi terpandang. Di saat seperti ini, jangan ragu untuk rendah hati. Di RS, kami mencoba menghafalkan nama perawat-perawat dan CS. Orang akan bahagia bila namanya diingat, itu adalah bentuk penghargaan bagi mereka. Dokter spesialis sudah sering mendapatkan penghormatan, tetapi tukang sampah? Tukang bersih-bersih? Ucapkan terima kasih kepada mereka yang menyapu lantai dan mengumpulkan barang menjijikkan dari kamar mandi.


🌹5. Baca surat-surat favorit. Al Kahfi, Al Waqiah, Al Mulk, Yaasin, tiga surat terakhir Quran atau apapun surat favorit anda.


💫6. Memperpanjang telomer. Stres memperpendek telomer. Relaksasi dan bahagia memperpanjang telomer. Sesaat sebelum berangkat ke RS, saya memutuskan membawa buku-buku yang akan saya baca. Salah satunya puisi karya Sir Muh. Iqbal. Tak lupa laptop, untuk melepaskan gundah dan rasa tertekan dengan menulis. Menonton film atau anime, bisa mengobati stress saat sakit.


🌜7. Impian jangka panjang. Tak peduli sependek apapun umur kita, impian jangka panjang akan memperpanjang umur. Dalam pengertian denotatif atau konotatif. Meski kami ber-6 positif covid dan kami tak tahu apakah akan selamat; saya tekankan ke anak-anak untuk terus bermimpi.
“Habis ini kita umroh bareng, lanjut ke Uzbekistan ya? Atau Maroko.”
Peduli amat gak punya uang, impian adalah doa.
“Habis ini yuk kita daftar residensi artis. Sebagai penulis, atau artis visual art. Kalian mau Korea, Jepang, Finland, Norway, atau Islandia sekalian?”
Peduli amat nanti akan tertolak saat seleksi dan gak bisa berangkat karena gak dapat dapat grants/ stipends.
“Ummi sama Abah mau daftar S3 insyaallah. Kalian juga, ya. Siapa tau kita bisa apply ke negara yang sama.”
Peduli amat gak lulus LPDP, Mext, KGSP. Impian adalah doa dan seolah kita akan hidup 1000 tahun lagi.


🌟8. Tawakal. Sesaat sebelum tidur, lepaskan semuanya. Jangan pikirkan : suamiku gimana? Anakku siapa yang ngurus? Kalau aku mati, gimana dengan masalah yang belum terselesaikan? Ingatlah. Allah mengatur dan memelihara tata surya, yang ukurannya setitik kecil di tengah galaksi Bimasakti. Allah mengatur Bima Sakti yang ukurannya setitik di antara bermilyar galaksi. Jadi, mengurus diri kita dan keluarga kita, bukan hal extraordinary bagi Allah Yang Maha Besar.
•••••
Share juga ya pengalaman berharga anda semua sebagi penyintas Covid, utamanya pengalaman non medis.

#penyintascovid19 #survivalcovid19 #pahlawancovid19 #ceritacovid19

Oleh Sinta Yudisia| twitter @penasinta| IG : @sintayudisia

I am a writer and psychologist. A mother of 4 children, a wife of incredible husband. I live in Surabaya, and have published more than 60 books. What do I like the most? Reading and writing. Then, observing people.

4 replies on “Pengobatan Non-Medis bagi Penderita Covid 19”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s