Kategori
Cinta & Love Hikmah Hobby Kaca - Kiat Cantik Pernikahan Rahasia Perempuan Suami Istri WRITING. SHARING.

Ini Cara Hemat Suami Membuat Istri Cantik!

Siapa gak ingin punya istri kinclong?

Kulit kencang, glowing, awet muda?

Ternyata ada resep dari halaman rumah sendiri yang bisa dipakai, lho. Ssst, ini ada kisah seorang suami muda yang sayang banget sama istri dan putrinya lalu berbagi pengalamannya kepadaku. Mau tau nggak?

—–

Perjalanan ajaibku menjai relawan LMI di Ramadan 14412 H terus berlanjut dengan kata kunci : silaturrahim. Aku menelusuri kontak di HP dan sampaikan kepada seorang adik kelasku bernama W. Orangnya lucu, nyentrik, baik hati. Ia tak segan ikut menyumbang jika aku buat acara galang dana atau hadir di acara seminarku. Kalau lihat latar belakang pekerjaannya, orang sama sekali gak bakal nyangka W akan sangat telaten terhadap keluarganya.

Aku mengirimkan template ZISWAF lalu terjadilah obrolan panjang. Biasanya obrolan seputar perangko, tempat wisata dan sejenisnya. Kali ini ia memperlihatkan potongan-potongan lidah buaya yang membuatku melongo penasaran. Inti percakapan seperti ini.

“Nyobain ini, Mbak. Dikupas, diambil isinya. Nanti dicampur sama susu, kulitnya jadi kayak Cleopatra. Aku biasa buatkan ini untuk para princess ku.”

Whaaat?

Suami masak, ada. Suami rajin nyuci, ada. Suami belanja, ada. Suami rajin membuat kosmetik alamiah untuk istri? Wah, keren nih. Terus terang, hatiku sering galau melihat para suami saat ini. Ada yang susah komunikasi sama istri, ada yang sering berantem sama anak sendiri, ada yang kalau konflik lebih sering melarikan diri dari rumah.  Apalagi melihat berita di koran yang naudzubillah…sering hati ini menangis. Mendengar cerita W, tentu sangat menghibur. Di dunia ini insyaallah masih banyak suami dan ayah yang sayang keluarga!

Karena bagiku ilmu ini baru –aloe vera + susu –, maka aku lanjut nanya-nanya. Biasanya aku cuma pakai resep tradisional susu + jeruk lemon yang bisa membuat wajah cerah dan kencang. Kata W, aloe vera + susu bisa dipakai untuk kulit seluruh tubuh, leher, wajah bahkan rambut. Bila ada jerawat, tambahkan sedikit perasan jeruk nipis. Kepo juga aku! Kok bisa lelaki tahu sampai sebegitunya?

“Kakakku dulu cewek, jadi suka bikin-bikin kayak gitu. Jadi aku tau perawatan kulit,” jelas W.

Punya sisters banyak manfaatnya ya?

Para cowok jangan merasa sebel kalau punya saudara perempuan : ojek gratis, bodyguard gratis, kurir gratis. Punya saudara perempuan jadi nambah bekal ilmu dan pengalaman kelak  kalau punya istri.

Nah, nggak selesai sampai disitu. W ini bahkan memelihara bekicot dan lendirnya bisa dipakai untuk perawatan kulit wajah. Katanya, salon termahal pun nggak bisa menandingin efektifitasnya. Hahaha, iya deh! Percaya! Aku memang pernah beli produk masker pas di Seoul dulu dan isi masker tersebut tertulis terbuat dari sejenis bekicot/ siput. Hari gini beli apa-apa lewat online bisa, masih ada juga ya seorang suami yang rela merawat istri dan putrinya dengan perawatan tradisional hasil karya sendiri? Sampai-sampai rela memelihara bekicot di kandang dan rajin ngasih makan tiap hari. Tapi dipikir-pikir emang istri W cantik banget, dah.

Tuh kan, Para Suami!

Kalau dengar istri pingin cantik, jangan keburu diomelin karena harga meni pedi dan face treatment mehong! Coba deh para suami seperti mas W yang telaten. Udah istrinya tambah kinclong, hemat pulak, tambah disayang. Betul gak, Mas W? Buat para istri yang sudah disayang suami, jangan lupa juga balik menyayangi suami, ehm.

———

#kisahunik #kisahajaib #relawanLMI #silaturrahim #2

Sedekah mudah, sedekah berkah, semoga harta berlimpah.

Zakat fitrah 36K, fidyah 40K, Kel.dhuafa 200K, bingkisan lebaran 150K, iftar 20K, wakaf Quran 75K, wakaf Zakato Tower (bebas), infaq umum (bebas), & berbagai macam jenis wakaf yg bisa dipilih sesuai harapan muzakki

👉 E-wallet atau transfer bank, klik ini aja https://pay.imoneyq.com/laz/lmi/XW1VX

Kategori
Hikmah Pernikahan Rahasia Perempuan Suami Istri WRITING. SHARING.

Dia, Yang Mendapatkan Jodoh di Usia Sangat Matang

Perempuan pintar?

Terlalu mandiri?

Sangat metropolis?

Apakah benar perempuan tipe seperti itu akan lambat berjodoh?

Aku sering diminta menjadi konselor atua menulis di berbagai lembaga zakat, salah satunya LMI. Menjadi kebiasanku di saat Ramadan ikut berpartisipasi menggalang dana dari teman-teman yang kukenal. Bagian paling menarik dari tugas ini adalah ketika aku menyambung tali silaturrahim kembali dengan teman-teman yang lama tak kukontak karena masing-masing punya kesibukan luarbiasa.

Kemarin, kususuri nomer-nomer kontak. Berhubung HP pernah rusak dan harus diganti dengan ponsel sejuta ummat, aku harus kembali menginput nomer-nomer yang tidak terdeteksi menjadi nomer whatsapp. Lalu, aku menginput sebuah nomer dengan initial J (ah, nanti pembaca akan tahu nama aslinya karena aku akan berbagi link blog nya). Lalu muncullah pprofil picturenya dalam pakaian anggun putih nan cantik : ia telah menikah. Di blognya, kita pun tak akan tahu tahun lahirnya. Tapi pasti bisa mengira-ngira.

Aku dan J dulu sering bertemu di acara-acara literasi. Ia beberapa kali datang ke acara bedah buku. Ia, perempuan yang sosoknya langsung dapat ditebak sejak pertama kali bertemu : gaya bicaranya lugas, easy going, pintar karena banyak baca, sangat mandiri dan suka to the point. Perempuan pintar seperti J, wajar bekerja di tempat-tempat yang membutuhkan ketrampilan otak dan kemampuan negosiasi yang andal.

Beberapa tahun kami nggak bertemu, terlebih sejak Covid melanda awal 2020. Sesekali saja bertukar sapa dan terjadilah percakapan kemarin. Aku sempat merasa sungkan tapi sangat ingin tahu perjalanannya mendapatkan jodoh di usia yang sangat matang seperti ini. Ia bukan orang yang gampang tersinggung, kurasa, tapi tetaplah hal ini sensitif. Kutanyakan, apakah ia mau berbagi cerita? Karena pasti sangat bermanfaat.

Kusarankan bagi pembaca yang penasaran untuk langsung bermain ke blognya. Hal yang menarik adalah tulisannya yang terus terang mengungkap perjalanannya menemukan jodoh seorang lelaki sholih. Apa yang ditulisnya adalah refleksi pengalamannya dan aku salut sekali pada J. Ia tahu bahwa dirinya superior, pintar, sangat mandiri terutama finansial dan gaya hidupnya sangat metropolis sebagai seorang Muslimah. Ia memahami bahwa bagian-bagian spektakuler dari dirinya yang di satu sisi positif, di sisi lain dapat memunculkan kendala terutama terhadap lawan jenis. Tetapi ia tak pernah kecewa pada Allah, pada apa keputusanNya.

Suatu saat teman lamanya berkunjung dan terjadilah dialog-dialog yang lucu itu. Untuk usia J dan lelaki tsb, saling mengungkapkan keinginan utk menikah seharusnya tidak menjadi momen canggung. Tapi begitulah momen lamaran, bukan? Berapapun usiamu, kamu pasti akan canggung dan memerah pipi ketika meminta seseorang menikahmu. Aku terharu sekali membaca bagian ini dan…marah pada J bagaimana ia merespon lamaran si lelaki.

Ia tetap merasa superior! Pintar , sangat modern! Di hadapan lelaki sederhana yang jelas-jelas memintanya menjadi istri. Bahkan menurutku J sangat keterlaluan memperlakukan si pelamar dengan kata-katanya yang lugas (tajam dan nyelekit, kata orang Jawa).

Sekali lagi, aku tahu J bukan orang jahat. Ia memiliki personality sangat jujur, bahkan di perusahaannya ia adalah orang kepercayaan. Kecerdasan dan kejujuran yang berpadu satu, mungkin akan membuat orang menajdi sangat lurus. Kaku. Tak punya basa basi. Apakah bagi perempuan itu fatal? Hm, siapapun pasti punya pendapat terkait ini.

But, this is the best part.

Itulah bila jodoh di jalan Allah. Lelaki itu bukan mundur, merasa minder, atau merasa tak selevel. Ia yang matang justru mengungkapkan kenapa alasannya memilih J. Dan masyaallah…akhir kisah ini adalah kebahagiaan menyempurnakan setengah diin. Pernah, hatiku berkata.

“Ah, kamu sih terlalu pintar.”

“Kenapa kamu gak feminine sih? Sangat maskulin dan mandiri!”

Lelaki itulah yang kemudian beranggapan bahwa J tidaklah seperti kulit luarnya. Ia perempuan yang apa adanya, shalihah, tak suka mengeluh. Dari banyak orang yang menyangka J seperti apa penampakannya, lelaki shalih itu justru berpikir sebaliknya. Bukankah demikian jodoh? Saling melengkapi, saling mengerti dan memahami. Seseorang tidak perlu berpikir bahwa ia harus mengubah dirinya demi untuk mendapatkan orang lain. Tentu, bukan berarti karakter buruk tak perlu diubah ya. J tak bisa berpura-pura bodoh, bersikap feminine, berlagak mengalah demi agar lelaki mau mendekatinya. Banyak lelaki yang sudah mencoba mendekati J dari dulu tapi mereka selalu mundur karena hanya dari berbincang-bincang saja mereka tahu J sangat pintar.

Mungkin, ada banyak pihak yang tak setuju dengan J. Fitrah perempuan seharusnya lemah lembut, tunduk dan mudah ditaklukan. Tapi seharusnya fitrah itu ditujukan hanya bagi suami, bukan dunia luar yang seringkali penuh topeng.

Terimakasih, J. Atas pengalaman hidupmu yang berharga.

Aku punya sahabat-sahabat yang belum menikah hingga kini. Aku mencintai mereka dan kadang bertanya-tanya : apa salah sahabatku sehingga belum menemukan pendamping? Usai membaca kisahmu J, aku menjadi paham. Demikianlah seorang perempuan harus menghargai dirinya sendiri, mensyukuri apa yang telah Tuhan titipkan pada dirinya : karakter yang dibentuk orangtua dan lingkungan, pengalaman-pengalaman sulit di belakang, harapan-harapan yang ada di pundak perempuan.

Lelaki shalih itu tidak perlu mengenakan topeng apapun ketika bertemu denganmu. Ia langsung nyaman dan tenang, walau kamu J, butuh waktu untuk yakin. Kisah lengkapnya bisa disimak dalam beberapa tulisan. Untuk kamu yang menunggu, Allah Swt punya rencana istimewa untukmu

https://www.jazimnairachand.com/2020/12/menuju-halal-2.html atau klik ini tentang kisah pernikahan menuju halal

—–

#kisahunik #relawanLMI #silaturrahim #1

Sedekah mudah, sedekah berkah, semoga harta berlimpah

👉 E-wallet atau transfer bank, klik ini aja https://pay.imoneyq.com/laz/lmi/XW1VX