Rangkuman pertemuan dengan Murteza Fikri, Saddam Hussein dan Muammar Qadafi (3 putra Saifudin Ibrahim)

Pertemuan dengan Ustadz Menachem Ali dan 3 putra Saifudin Ibrahim hari itu, sungguh merupakan hadiah berharga bagi diriku yang berulang tahun pernikahan tepat 25 Desember 2017. Apalagi hari itu fisikku sedang drop sekali, sejak Jumat sakit sehingga butuh perjuangan untuk berangkat pagi ke masjid dan ke acara Saddam Hussein cs di SD Muhammadiyah 4, Pucang Anom, Surabaya. Sampai-sampai di masjid, aku harus merunduk-runduk memegangi perut yang bolak balik kolik hingga putriku berkata, “sabar ya Mi…”

Suamiku pun sempat berkata sebelum berangkat ke acara di Mudipat (Muhammadiyah 4).

“Nggak usah aja ya? Prioritas kesehatan dulu,” ujarnya khawatir melihat kondisiku yang masih agak kepayahan.

Anehnya, entah mengapa tekadku sangat kuat. Bahkan kami berangkat jam 08.00 pagi, masih sepi dan aku harus mampir ke masjid al Falah untuk beristirahat sebentar lantaran perutku yang kolik lagi. Alhamdulillah, kami tetap bisa hadir di acara ketika bangku masih kosong, sebab ternyata acara mulai jam 09.00 pagi. Sebab ternyata, peserta membludak hingga ruangan penuh dan peserta yang tidak kebagian tempat harus rela berdiri!

Membludak!

 

Apa yang kutuliskan adalah catatan sepanjang  3 putra Saifudin Ibrahim memandu acara yang luarbiasa hari itu. Istighfar, hamdalah dan airmata tak terbendung dari mataku. Dari mata para pengunjung. Sungguh; betapa luar biasa 3 pemuda di depan kami yang tetap kokoh dalam keimanan mereka sementara sang ayah saat ini tengah berdakwah dari seberang agama yang lain.

fikri, saddam, qadafi.JPG
Muamamr Qaddafi (3), Murteza Fikri (1), Saddam Hussein (2)

Profil singkat Saifudin Ibrahim

Saifudin Ibrahim berasal dari Bima. Beliau anak ke-2 dari 9 bersaudara. Anak ke-1 perempuan, maka Saifudin Ibrahim terbiasa menjadi pemimpin keluarga. Istrinya, Nurhayati merupakan anak dari 11 bersaudara yang berasal dari Jepara. Baik orangtua Saifudin Ibrahimd an Nurhayati adalah orang-orang terpandang, sebab ayah Saifudin Ibrahim (SI) adalah peolpor Muhamamdiyah di Bima sedang ayah Nurhayati adalah pelopor Muhammadiyyah di Jepara.

SI seorang yang tangguh, pejuang sejati dan orang yang brillian.

Sejak kecil hingga dewasa, ia selalu mencari beasiswa. Ia menempuh pendidikan di Universitas Muhammadiyah Surakarta atas beasiswa PP Muhammadiyah. Si angkatan 1983, mendapat beasiswa kader dan kuliah di Ushuluddin mengambil perbandingan agama. Selanjutnya, SI bekerja sebagai salah satu guru di Mahad Zaytun. Beliau mengajar bab aqidah, tarikh dan bahasa Arab. SI adalah seorang yang sangat fasih berbahasa sehingga ia juga menjadi humas dan bertugas untuk menerima tamu-tamu dari Timur Tengah. Dalam perjalanannya, SI pernah mengIslamkan 12 orang.

 

Murtadnya SI

Tahun 2006, SI keluar dari agama Islam. Setelah ia murtad, SI kuliah lagi di bidang teologi. Ia kemudian berkeliling, utamanya tanggal 25 Desember untuk berceramah di depan jemaat sembari mengutip ayat-ayat Quran yang memang sudah sangat lekat dengan dirinya.

Apa pasal kemurtadan SI?

Ada beberapa kejadian yang terjadi dalam hidup SI, yang diduga menyebabkannya kecewa dengan orang-orang muslim dan akhirnya menyebabkannya berpindah agama

  1. SI di skors dari Zaytun karena dianggap memiliki dualisme pekerjaan. Beliau diskors 3 minggu atas tuduhan tersebut tanpa klarifikasi. Tak tanggung-tanggung beliau diskors oleh pemimpinnya yang selama ini menganggap SI sebagai tangan kanan (menurut Saddam Hussein, yang berjualan herba saat itu adalah Ummi. Jadi bukan Abi)
  2. Bersamaan dengan itu, seorang Nashrani memberikan hibah 1400 New Statemen untuk dibagi-bagikan kepada pesantren
  3. Bermimpi bertemu nabi Isa dan nabi Muhammad Saw meninggalkannya

 

Saddam Hussein kecil menjadi saksi kemurtadan sang Abi

Saddam Huseein saat itu 10 tahun dan duduk di bangku kelas 6. Si kecil Saddamlah yang pertama kali mengetahui kemurtadan Abi, tapi karena kepolosannya belum tahu harus berbuat apa.

SI melakukan perjalanan ke Jakarta, lalu ke Surabaya sebelum ke Lombok dan Bima. Yang membuat Saddam bertanya-tanya saat itu :  mengapa Abi tidak sholat?  Mengapa Abi selalu bertamu dengan teman-teman Nashrani?

Saddam kecil rupanya ingin tahu mengapa abinya tak sholat.

“Abi nggak sholat?”

“Jama qoshor,” jawab SI.

“Kok gak Shubuh?”

SI hanya diam saja.

Menurut Saddam, Abi murtad saat berada di Surabaya. Saddam mendapat instruksi dari abinya ,”Abi mau ngajari toleransi. Kalau mereka doa, kamu ikut nunduk doa.”

Saat di Surabaya, SI bertemu dengan teman-teman Nashraninya, utamanya dari the Gideons. Ia diperlihatkan video-video sementara Saddam diminta main dengan anak seorang pendeta. Meski demikian, saat Saddam mencari ayahnya, ia mendengar sang abi berdoa ,”ya Tuhan Yesus, ini adalah hambaMu…”

Hancur hati Saddam mendengarnya. Ia gemetar namun tak tahu harus berbuat apa. Sebagai anak kecil hanya dapat merasakan kesedihan yang dalam sebab SI baginya adalah sosok seorang abi yang inspiratif dan penyayang keluarga. Berkali-kali SI menekankan pada Saddam, “pokoknya nggak boleh, nggak boleh kasih tahu!” Maksudnya nggak boleh kasih tahu tentang kemurtadan SI kepada anggota keluarga.

Menurut Saddam, ummi sudah mulai curiga namun belum menemukan jawaban pasti. Mengapa status kerja SI dicabut di Zaytun? Dari Indramayu, keluarga SI pindah ke Bekasi, dibelikan rumah oleh Pdt. Eri Sapto Wedha. Saat pindah ke Bekasi 7 hari, Saddam mendapati ummi menangis sejadi-jadinya jam 22.00. Menurut pengakukan Murteza Fikri, ummi menangis selama seminggu lamanya. Namun, di dpean anak-anaknya, ummi belum menceritakan kejadian sebenarnya. Ummi hanya berujar,

“Abi mau pergi jauh. Abi mau pergi ke luar kota lama.”

Ini dilakukan ummi supaya anak-anaknya tak sedih.

Ummi memiliki sakit diabetes yang berkisar antara 300-700. Karena kuatnya semangat ummi, sekalipun memiliki diabetes 700 yang harusnya membuat seseorang terkapar, beliau tetap bangkit berdiri demi anak-anaknya. Memang, ummi sempat agnostik. Namun, menjelang wafatnya ummi berwasiat kepada ketiga putranya agar tetap dalam keIslaman.

2006-2012 anak-anak SI masih serumah dengannya. Sebab kalau tidak ikut aturan main, maka anak-anak tidak makan dan tidak sekolah. SI dibaptis dengan nama Abraham bin Moses.

 

Pertanyaan peserta dan jawaban yang mencerahkan

Ada banyak pertanyaan yang menghujani tiga putra SI : Murteza Fikri, Saddam Hussein dan Muammar Qaddafi. Pertanyaan dari kaum ibu umumnya mirip : bagaimana setelah abi murtad? Apakah masih serumah? Apakah ummi abi masih campur? Apakah mereka bercerai?

Ada pertanyaan-pertanyaan yang sangat menohok dari peserta.

  1. “Abi adalah ayah biologis dari Saddam cs. Tapi menurut Saddam, apakah ayah kalian kafir dzimmi atau kafir harbi?” tanya seorang ibu muallaf yang dulunya memiliki nama baptis Maria Christina.
  2. “Saya telah berdiskusi via whatsapp dengan Abi,” ujar ustadz Menachem Ali. “Menurut saya beliau belum memahami ajaran Nashrani dengan mendalam, sebab beliau masih memiliki kebingungan. Tampaknya, beliau hanya sakit hati dengan beberapa person dalam Islam tetapi kemudian merasa nyaman dengan keluar Islam. Di titik apa Abi terseret hingga keluar dari Islam?”
  3. “Adakah upaya untuk menarik SI kembali kepada Islam?” tegur seorang lelaki, seorang pengurus takmir masjid. “Janganlah anda merasa enjoy dengan melakukan perjalanan kesana kemari, mengisi acara, lalu melupakan kewajiban utama mengembalikan ayah anda kepada Islam.”

 Maria Christina dan ustadz Menachem Ali

 

Kafir harbi dan kafir dzimmi

Kafir harbi adalah mereka yang terang-terangan memerangi Islam sementara kafir dzimmi adalah sebaliknya. Menurut Saddam, SI adalah ayah biologis tetapi SI pindah agama. Urusan murtad adalah urusan SI. Karena beliau ikut campur dalam urusan agama lain termasuk menghina Allah Swt, Rasulullah dan Islam maka SI harus mendapatkan tindakan tegas. SI punya akun youtube ribuan followers dan ribuan likers. SI juga punya yayasan Amanat Agung yang memiliki 300 ribu pengikut aktif-pasif.

Pak herman.JPG
Pak Suherman Rosyidi menjelaskan tentang harbi-dzimmi

Secara karakteristik, SI termasuk kafir harbi. Namun sebagai negara konstitusional tentu tidak dapat diterapkan harbi-dzimmi tetapi kasus SI dapat masuk ke ranah hukum pidana. Jadi kaum muslimin pun tidak dapat main hakim sendiri untuk menentukan harbi-dzimmi, kecuali negara Islam , sementara Indonesia adalah negara konstitusional.

Sesungguhnya, tindak tanduk SI telah banyak meresahkan masyarakat. Namun, pihak kepolisian belum merespon cepat sekalipun yang melaporkan sudah banyak. KNAP (Komisi Nasional Anti Pemurtadan) pada akhirnya tidak mengontak Polri tetapi mengontak MUI yang lansung melaporkan ke Ustadz Maruf Amin. Ustadz Maruf Amin langsung membuat komisi darurat dan ditindak lanjuti oleh pak Tito Karnavian.

SI masuk dalam kategori harbi adalah karena ceramah-ceramahnya yang antara lain mencuplik ayat secara tidak lengkap, beberapa di antaranya adalah

  • Satu-satunya agama yang membolehkan membunuh hanyalah agama Islam
  • Memlintir tentang poligami
  • Tidak ada orang yang dapat menjalankan Islam secara kaffah

 

Memahami ajaran Nashrani

Menurut Saddam, SI memahami betul tentang Islam dan cukup paham ajaran kristiani. Sekalipun memang titik baliknya karena kekecewaan terhadap orang-orang tertentu dalam Islam. Salah satu yang menjadi legitimasi kekecewaan SI adalah tindakan Amrozi dan Imam Samudra.

Walau, tetap saja ada kejadian di luar nalar yang menyebabkan seseorang murtad.

Menurut Saddam, orang murtad karena tiga hal :

  1. Murtad karena harta
  2. Murtad karena nikah
  3. Murtad karena mimpi

SI mengalami nomer 3.

 

Ada perkataan Saddam yang menurutku sangat menohok.

Sesungguhnya di dunia ini, kaum muslimin menyaksikan beberapa jenis korban kemanusiaan. Korban-korban kemanusiaan ini haruslah ditangisi dengan kesedihan mendalam dan segera mendapatkan bantuan.

  1. Korban bencana dan korban perang. Suriah, Palestina, Rohingya. Korban yang syahid telah mencapai 700 ribu dan terus berjalan. Namun pada hakekatnya, korban-korban ini husnul khatimah dan syahid , serta insyaallah masuk ke dalam JannahNya. Kaum muslimin menangisi kondisi saudara-saudaranya yang seperti ini, medoakan dan segera memberikan bantuan
  2. Korban pemurtadan yang sesungguhnya jauh lebih mengenaskan sebab kaum muslimin tidak ada yang menangisi walau akhir hidup korban-korban ini jauh berbeda dari korban yang pertama.

 

Pemurtadan terhadap kaum muslimin dilakukan atas beberapa alasan, antara lain :

  • Kaum muslimin yang miskin, lebih banyak dari yang mapan
  • Kaum muslimin yang awam, lebih banyak dari yang paham

 

Upaya menarik SI kembali pada Islam

Kali ini yang berbicara adalah Muammar Qaddafi.

Masyaallah, sungguh beruntung ummi Nurhayati memiliki 3 pendekar ksatria yang insyaalah sangat dibanggakan kaum muslimin. Mereka masih muda, berani dan juga cerdas.

 

Muammar.JPG
Muammar yang bijak dan berani

“Kami tidak merasa enjoy dengan melakukan hal seperti ini (berdiri di stage dan ceramah). Tetapi kami harus berkeliling, sebab kami bertanggung jawab terhadap jutaan ummat di luar sana yang terpengaruh oleh upaya abi.”

Tentang upaya mengembalikan SI kepada Islam sudah diupayakan anak-anaknya. Meski keahlian agama 3 putranya jauh berada di bawah SI, namun bukan berarti 3 putranya tidak berupaya berdiskusi. Hasilnya adalah kemarahan SI. Saat ini Saddam Hussein lulus dari teknik elektro UMS dan berniat mencari beasiswa yang berbeda dari jurusan sebelumnya, ia ingin mengambil studi perbandingan agama. Sementara Muamamr Qaddafi masih duduk di jurusan komunikasi.

Saddam Hussein menambahkan bahwa tidak ada upaya maksimal dalam mengajak SI kembali pada Islam kecuali mereka telah dipanggil Allah Swt. Bila berkata upaya telah maksimal, maka dapat dikatakan mereka telah menyerah. Pada akhirnya, seluruh hadirin di majelis itu mendoakan agar kiranya Allah Swt berkenan mengembalikan SI ke dalam pangkuan Islam kembali.

Sungguh, hidayah adalah harta yang sangat mahal.

Hidayah merupakan anugerah Allah Swt namun sebagai manusia harus terus berupaya mencari dan mempertahankannya.

 

Kita selayaknya saling mendoakan dan mendukung satu sama lain agar senantiasa berada dalam lindungan dan tuntunan Allah Swt, aamiin yaa Robbal ‘alamin.

10 respons untuk ‘Rangkuman pertemuan dengan Murteza Fikri, Saddam Hussein dan Muammar Qadafi (3 putra Saifudin Ibrahim)

Add yours

  1. Baca dari awal sampai akhir, sedih kisahnya Mbak. Smoga SI dpat kembali dlam Islam.

    Sayang jg kalau gegara mimpi SI brani meninggalkan Islam. Pda bgian ini saya rasa SI kurang paham ttg syrat2 seseorang bru bsa mimpi brtemu Rasulullah shga prcaya bgtu mudah dgn mimpinya.

    Salam http://www.rahmataulia.com

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: