4 Cara Move On : ditinggal pacar, dikhianati teman,  gagal akademis & gagal usaha

 

 

Pernah patah hati?

Teman yang kita percaya tahu-tahu menusuk dari belakang, menipu diam-diam?

Atau berkali-kali ujian, mencoba beasiswa, memulai bisnis dan hasilnya bolak balik nihil; malah minus? Kita semua pernah mengalami hari-hari pahit sehingga ingin rasanya dunia berakhir.  Mirip lagu lama yang dipopulerkan Sonia sekitar tahun 90an :

Why does the sun goes on shining

Why does the sea rush to shore

Don’t they know, it’s the end of the world

Kayaknya, hidup gak punya arti lagi saat orang yang kita sayangi tiba-tiba berbalik menjauh, memutuskan, memusuhi.

Kayaknya nggak ingin ketemu teman-teman lagi ketika nilai akademis jeblok, atau gak lulus SBMPTN. Lihat, orang pada rame-rame unggah foto diterima di PTN atau PTS favorit. Rame-rame unggah satus habis ujian sidang skripsi, sementara kita boro-boro masuk bab IV bab V. Judul aja bolak balik ditolak, hiks!

 

Sukses 100%

Yuk, kita coba cari orang jenis ini.

Juara 1 sejak SD, SMP, SMA. Malah rangking 1 sejak TK dan playgroup. Ampyuuun, sejak kelas toddler sampai kelas infant ranking 1 paralel? Ajaiiib. Mahasiswa dapat beasiswa, lulus cepat kerja, dapat jodoh dan punya perusahaan gede sekelas Suzuki, Chrysler, Ford. Dianugerahi otak dengan kapasitas IQ 200 poin, keluarga yang harmonis serta tak pernah sakit seumur hidup.

Well, guys.

Kayaknya orang jenis ini malah jarang-jarang bisa hidup di planet bumi.

Tuhan menciptakan rasa sakit supaya orang bisa punya imunitas. Bayangkan kalau orang nggak pernah sakit dan sengsara seumur hidup, suatu saat kena jarum atau flu batuk pilek; sudah masuk IGD langsung koma.

Genius dan IQSteve Jobs pernah susah banget hidupnya, sampai-sampai harus jual tutup botol supaya bisa beli makan. Jean Paul Sartre sakit-sakitan di masa kecil, sebelum dunia mengakuinya sebagai salah satu filsuf dengan kata-kata yang menyihir. Albert Einstein, di masa kecil mengalami echolalia yang menyebabkannya gagap berbicara dan tampak seperti anak bodoh. Apalagi Einstein rangking buncit dari 70 siswa. Masih mending kamu yang nomer 5 dari belakang, kan? Mahathma Gandhi dicibir orang ketika menggaungkan satyagraha, swadesi, ahimsa. Ya ampun, hari gini, ketika orang rame-rame pada pakai produk luarnegeri yang bergengsi; ngapain juga pakai selembar kain yang dipintal sendiri?

Orang yang ingin selalu sukses 100% di masa hidupnya, akan mudah patah di tengah jalan.

Banyak kok contohnya.

Ada orang bernama William James Sidis. Anak pintar jenius, ganteng pulak! Orangtuanya berharap dia sukses terus, namun akhirnya di usia masih sangat muda, sekitar 40an tahun; ia mengalami depresi berat dan harus berakhir hidup mengenaskan.

Ketika kita sakit.

Dikhianati.

Ditipu.

Gagal.

Jatuh.

Imunitas tubuh menebal berlapis-lapis hingga satu semester kemudian, setahun ke depan, lima tahun berikutnya dan 10 tahun di masa yang akan datang; muncul individu baru yang jauh lebih cemerlang. Bukan aku yang cengeng, gampang diperdaya, mudah ditipu cinta picisan, mau main belakang dan potong kompas.

Aku adalah sosok baru yang tangguh, optimis, ceria yang suatu saat akan….roaarrrr!

Kunci : baca biografi orang hebat.

 

Love Yourself

Benci banget sama diriku ini. Orang mudah belajar matematika, aku boro-boro. Kalkulus, trigonometri, aljabar sampai nyontek pun tetap nggak ngerti! Orang mudah banget belajar fisika dan kimia; kita gak paham-paham hukum katrol meski tiap hari nimba di sumur pakai ember dibantu roda bertali. Tiap hari beli bensin tapi nggak ngerti apa sih benzena dan teori molekulnya.

Katanya gampang masuk kelas sosial, eh nyatanya tetap aja nggak paham apa itu teori ekonomi? Bagaimana konsep geografi? Sejarah suka sedikit sedikit tapi juga gak paham terlalu dalam. Gak pernah ngerti sejarah Indonesia apalagi ngerti apa bedanya perang Dunia I dan perang Dunia II. Tapi kalau World War Z tahu, hehehe. Atau War of the World. Atau Game of Throne. Atau Final Fantasy. Atau BTS. Seventeen. Goblin. Nah…

Kalau di kelas, paling mahir gambar-gambar buat manga. Kata teman-teman, kita bisa masuk jurusan desain sebab gambar kita bagus. Tapi kata guru seni, gambar kita sama sekali gak ada nilanya! Wong bahas perspektif aja bingung antara 2 dimensi dan 3 dimensi.

Seolah-olah, Tuhan menciptakan kita biasa-biasa aja.

Atau malah di bawah standar.

emma watson 1.jpg

Emma Watson : cantik, pintar, sukses karir. Lulus Brown University lagi!

Betapa tak adilnya dunia, ada orang cantik, kaya, pintar, kuliah kedokteran dengan mudahnya. Ada orang ganteng, pandai, berkecukupan, kuliah teknik dengan mudahnya.

Sampai kapanpun, kalau kita nggak mencintai diri kita apa adanya, maka selamanya tak ada nilai positif yang muncul bersinar dari dalam diri. Contoh di bawah ini, pasti akan buat kalian menghargai apa yang sudah ada dalam hidup.

Sebut namanya Sofia.

Yatim sejak kecil, ibunya meninggal pula ketika ia SD. Waktu kecil sering digebuki budenya karena sama sekali gak paham matematika. Ketika anak-anak lain bahagia punya sepasang orangtua, Sofia ini malah sering bertanya-tanya tentang jati dirinya. Hidup tanpa ayah dan ibu, ikut saudara, bisa kita bayangkan seperti apa perihnya?

Eh, lulus SMA, makin lengkap penderitaannya. 2x nyoba SBMPTN gagal. Akhirnya ia diterima di universitas serta fakultas yang sama sekali jauuuh dari bayangannya : fakultas tata boga. Sofia sama sekali nggak pernah berpikir mau apa ia di fakultas ini, nggak ada bayangan masuk kesana sejak kecil dan mau jadi apa ia disana.

Keperihan hidup membuat Sofia lari pada sastra: ia suka menulis buku dan tentu suka baca buku. Alhasil di usia muda, ketika orang masih tertatih belajar menulis fiksi non fiksi, Sofia sudah menghiasai koran-koran dengan tulisannya. Dan, dia mahir membuat kue-kue. Keahliannya spesial, sebab ia membuat kue khusus untuk orang diabetes, untuk anak autis dan sejenisnya. Di usia muda, Sofia sudah punya penghasilan lumayan sebagai penulis, chef, berjilbab dan alhamduillah telah dipersunting oleh seorang lelaki sholih.

Kalau sekarang, mungkin ada banyak gadis yang iri pada posisi Sofia. Gimana enggak? Cantik, telah menemukan belahan jiwa, punya penghasilan mandiri yang mumpuni pula! Sofia tidak akan jadi orang segigih itu kalau nggak punya masa lalu yang super duper pahit.

Kunci : love yourself. Find your talent.

 

Btw, Sofia itu salah  atu tokoh di novelku yang insyaallah segera terbit berjudul Polaris Fukuoka 🙂

 

Nikmati Rasa Sakit

Gagal? Huhu. Pingin nagis sampai kasur bisa diperas.

Tapi nanti apa kata orang : cengeng, Lu! Udah gede  masih nangis! Don’t cry , be tough!

Guys, nangis itu boleh dilakukan cewek or cowok. Nangis itu salah satu cara katarsis, pengosongan agar isi dada yang penuh berkurang bebannya. Setidaknya, terasa lebih ringan. Akui secara jujur bahwa hari ini, menit ini, detik ini, kita sedang sakit hatiiii banget. Merasa minder. Merasa malu. Merasa nggak berharga. Menerima itu lebih baik dari denial. Tak perlu pura-pura sok kuat, sok tangguh : aku nggak papa kok!

Menangislah.

Biarlah rasa kesal, sakit, marah itu menenggelamkanmu sesaat. Orang butuh pelepasan. Tetapi, sedih ini sama sekali nggak boleh terlalu lama. Bahkan jangan sampai lebih dari 2 pekan. Sedih berkepanjangan apalagi lewat dari 2 pekan, masuk 1 bulan, terus ke 6 bulan; wah-wah-wah. Bisa-bisa masuk fase depresi. Segera setelah 3 hari hapus air mata. Bangkit dari tempat tidur. Minum susu, olah raga, makan buah, minum jus. Beri asupan otak dengan vitamin dan makanan bergizi.

Come on guys! Satu arena sudah gagal. Kita harus siapkan fisik dan psikis untuk arena yang lain!

Kunci : sedih, tapi tak boleh lebih dari 2 pekan

 

Cari Teman Sejenis

Oho, pecundang gabung sama pecundang yaaa?

Orang gagal berteman sama orang nyungsep , gitu?

Ya maklum, setali tiga uang.

Eits, bukan gitu juga. Kita tetap butuh teman yang sukses, yang pintar. Tapi disaat jatuh, seringkali kebersamaan bersama teman-teman senasib akan menguatkan. Kalau patah hati, cari teman-teman yang juga pernah putus cinta sama pacarnya. Ah, mereka aja ternyata bisa ketawa ketiwi sesudah 2 bulan patah cinta dan hidup hepi sama keluarga dan teman-temannya. Gak perlu segera nyari pacar baru.

Eh, ternyata teman SMA yang gagal masuk SBMPTN bukan cuma gue doang?

Malah ada kakak kelas yang 2-3 kali gagal, masih terus nyoba dan sekarang ia malah nyambi jadi supir taksi online. Nah, berteman dengan orang-orang yang sejenis, serupa, sewarna; setidaknya akan membuat diri merasa tak minder-minder amat. Ternyata, bukan cuma aku aja ya yang mengalami kegagalan di dunia. Kelak, kalau kita sukses dan masih ada teman yang gagal; kita bisa berbagi kisah suskes.

Namun, memilih teman yang serupa atau sejenis ini bukan sekedar asal pilih ya. Jangan teman-teman yang melemahkan iman.

“Yah, emang di dunia ini harus ada kelompok uji coba yang gagal. Kali aja itu jenis spesies kita, Bro.”

“Kemarin aku gagal. Kali aja tahun depan harus pake joki, ya?”

“Hm, dengar-dengar sih orang seperti kita gagal karena nggak nyogok. Apa kita coba sekali lagi pakai jalan belakang?”

Tunggu dulu. Teman-teman semacam ini jangan diterima asumsi mereka. Jujur = gagal, curang = sukses adalah fallacy of comparison. Perbandingan yang keliru. Ada juga kok jujur = sukses, curang = gagal. Oalah, jatuh ketimpa tangga. Sudah joki, nyogok, curang nyontek; masih gagal pulak! Mending-mending jujur, apa adanya, lurus. Meski gagal tetap ada kebanggaan.

Sama seperti orang patah hati.

Jangan sekali-kali  mikir commit suicide apalagi membenturkan diri dalam masalah. Disakiti pacar lalu bersumpah akan memacari sebanyak mungkin orang untuk kemudian dihempaskan.

“Biar orang tahu seperti apa rasanya patah hati. Dia bisa dapat cewek baru, emang aku gak bisa dapat cowok baru yang lebih kaya dan lebih keren?”

Tidak ada satupun sikap yang dapat menjunjung tinggi martabat seseorang kecuali  :prestasi jujur. Diputuskan pacar, lawan rasa sakit dan hancurnya self esteem itu dengan membangun self esteem lewat prestasi. Bukan main sikat sana sini. Suatu saat, kita bisa dengan tegak kepala lewat di depannya : helooo, aku yang kamu campakkan malah bersyukur terlepas dari laki-laki buaya. Aku bisa fokus pada prestasi dan karir, serta menjalin relasi dengan laki-laki lebih baik dan bertanggung jawab.

Kunci : cari teman yang serupa, yang menguatkan iman

 

 

 

 

Iklan

4 thoughts on “4 Cara Move On : ditinggal pacar, dikhianati teman,  gagal akademis & gagal usaha

  1. Mbak, saya jadi penasaran gara-gara membaca tulisan Mbak Sinta, sedih tapi jangan sampai lebih dari dua pekan. Kalau misalnya sedihnya 3 hari terus seminggu, dua minggu, atau mungkin sebulan kemudian sedih lagi karena persoalan yang sama, itu gimana Mbak?

    Dan kenapa rentang waktunya 2 minggu ya? Apakah ada teori khususnya?

    hehehe, maaf kalau kepo 🙂

    Suka

    • Berdasarkan pengalaman ketika mendampingi klien dan ketika magang di RSJ, Mbak. Klien yang 2 pekan sudah melakukan aktivitas negatif biasanya akan terus cenderung down dan berubah semakin berat gangguannya.

      Itulah sebabnya terapis mengamati betul ketika 3 hari, 1 minggu, 2 minggu sudah stress berkepanjangan; harus ada pihak yang intensif terlibat. Misal anak yang stress sekolah, 2 pekan sudah gak mau sekolah; ibunya harus mencurahkan perhatian sepenuhnya. Mungkin ambil cuti kantor, atau menyisihkan pekerjaan yang lain.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s