#10 Catatan Seoul : Makanan Seoul

 

Selama di Seoul, saya sudah mencoba beberapa menu makanan. Tapi nggak semua cocok di lidah sih. Rata-rata, masakan matang beli di sekitar Itaewon. Langganan kami Makan Restaurant. Hehe…ketahuan banget nama warungnya menyasar rakyat Indonesia yang kelaparan sesudah mendaki Itaewon. Letaknya persir di depan Itaewon, agak ke kiri. Harga masakan  per menu rata-rata 10.000 won, minuman 3000 won. Kalau mau irit, tidak usah pesan minuman sebab air minum didapat gratis.

Bimbimbap

Bimbimbap, kurang cocok di lidah saya

Bulgogi, mirip semur.

Apalagi, setiap menu biasanya ada sajian makanan tambahan seperti teri kacang disambel, kimchi pedas, taoge oseng dan otak-otak oseng. Cocok dengan lidah Indoensia. Lidah saya ternyata kurang cocok dengan bimbimbap. Mungkin karena semua sayur termasuk irisan telur dadar disajikan dingin banget ya… Kebiasaan di Indonesia, main menu itu hangat atau bahkan panas.

 

Bulgogi

Bulgogi, cocok di lidah

Ayam dan jamur berkuah pedas

Ayam jamur kuah pedas, segar!

DSC_1105

Sari beras segar manis, mirip tajin bayi😀

Ada kue yang saya lupa namanya apa, mirip kelepon. Bentuknya cantik. Dan minuman ini minuman sari beras. Manis dan sejuk. Seperti makanan tajin bayi tapi lebih encer hahaha….

 

 

2 thoughts on “#10 Catatan Seoul : Makanan Seoul

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s