(1) Cinta dan Keperawanan ( juga Keperjakaan)

Cinta memiliki 3 komponen : commitment, intimacy, passion.

Demikian kata pakar yang banyak meneliti perihal cinta dalam kasus-kasus sosial, Rubin dan Sternberg. Rubin membuat skala cinta , parameter yang membantu individu memahami apakah cinta , kekaguman, nafsu yang tengah melanda seseorang.

3 komponen yang dimaksud menjelaskan bahwa passion, merupakan ketertarikan dan ikatan karena perkara fisik. Cantik, manis, luwes, indah, ganteng, atletis, dst adalah aspek-aspek yang membuat seseorang dicintai. Cantik tidak melulu seperti Raisa atau Isyana, setiap orang punya kategori indah. Mungkin bagi seorang lelaki, perempuan yang cantik adalah yang putih, langsing, berambut lurus sebagaimana masyarakat Korea, China, Jepang memaknai kecantikan. Bagi Afrika, yang cantik adalah berkulit hitam, berambut keriting, bertubuh berisi.

Intimacy adalah ikatan karena jalinan emosi. Kamu senang dengan seseorang karena ia lucu dan menghibur. Kamu senang dengan pasanganmu karena ia pendengar yang baik dan tempat berkeluh kesah. Kamu dan dia pasangan serasi karena sama-sama suka makan dan tak mempermasalahkan isi dompet sepanjang perut kenyang.

Di atas passion dan intimacy, ada commitment.
Komitmen adalah ikatan berdasar visi dan misi dan menurut Sternberg, inilah ikatan yang paling kuat. Saat fisik layu, ikatan emosi juga tak ada, maka komitmen satu-satunya aygn membuat mahligai bertahan.
Rumus cintanya bagaimana?

love break
1. Commitment + Intimacy + Passion = cinta sempurna. Bravo!
2. Commitment saja = cinta hampa nan membosankan…hiks
3. Intimacy saja = cinta pada teman, hubungan dengan teman-teman sehari-hari.
4. Passion saja = cinta nafsu
5. Intimacy + Passion = cinta buta
6. Commitment + Passion = cinta terburu-buru
7. Commitment + Intimacy = cinta persahabatan, kedekatan pada sahabat.
8. No Commitment No Intimacy No Passion = bertemu orang-orang di jalan.

Masalahnya , dari 8 rumus tersebut yang paliiiing sering terjadi di generaci muda adalah….Passion!
Jatuh cinta sangat amat pada seseorang pada fisiknya. Maka di titik ini, apapun dapat diserahkan. Berapa banyak gadis atau pemuda tertipu pacarnya yang suka minta traktir ini itu, beli ini itu, minta uang ini itu? Kamu pernah dengar seorang gadis yang bekerja keras untuk dapat uang bukan demi menabung tapi demi membiayai kuliah dan hobi dandan pacarnya?

Sekalipun perempuan sekarang mandiri, tetap saja seorang lelaki, pemuda, cowok itu harus menjadi pemimpin dan leading di depan. Cowok harus lebih tegar, lebih tanguh, lebih mampu mengayomi dan menafkahi.

Virginity : seberapa perawan (perjaka ) kamu?

love-break

Tanya dan jawab sendiri.
Masyarakat timur mulai menipis standar norma dan etika sehingga apa yang dahulu dianggap tabu, sekarang biasa saja. Berhubungan secara fisik dengan orang di luar nikah, seolah dianggap sebagai bagian dari commitment dan intimacy; padahal itu passion! Masih sebatas fisik. Sama sekali belum menyentuh intimacy, apalagi commitment.

Maka, sebetulnya bukan hanya cewek yang rugi dengan kehilangan keperawanan dan juga ancaman hamil; tapi cowok juga. Kehilangan keperjakaan sebelum menikah memang tidak membuat seorang cowok menjadi hamil. Tapi ia sudah kehilangan nyaris seluruh jatidirinya sebagai laki-laki : KEPEMIMPINAN.
Padahal karakter Qowwam atau ciri khas Pemimpin, mutlak disematkan pada laki-laki, BUKAN perempuan.

Pernah dengar cowok yang kehilangan keperjakaannya?
Sangat sedikit yang berani tampil dan mengakui perbuatannya, apalagi bertaubat dan bersedia bertanggung jawab dengan segala keperihan : kehilangan masa depan, menanggung malu keluarga, menampar-menghancurkan-membuat ayah ibu menangis tersedu-sedu dan harus memulai hidup baru dengan seorang gadis yang mungkin lambat laun disesalinya sebagai seorang istri lantaran semuanya menjadi berubah.

Sebagian besar cowok yang kehilangan keperjakaan pada akhirnya menipu, mengelabui, lari dari tanggung jawab dan bahkan menuduh si cewek melakukan adegan cinta dengan banyak lelaki.
Begitulah.
Ia tak lagi mampu mempimpin dirinya sendiri, apalagi kelak berkeluarga. Ceweknya hamil? Sebodo amat. Mau gugurkan silakan, mau hamil urusan elo. Kelak ketika ia menikah, cowok itu akan berulang kali berhohong mengatakan masih perjaka, tak punya anak, tak punya tanggungan. Maka semakin terpuruk karakter kepemimpinan dan kelak, ia betul-batul akan terjatuh sebagai seorang lelaki yang tak bermartabat.

Virginity bukan hanya milik cewek, tapi juga cowok.
Semoga kita semua dapat menjaga keperawanan dan keperjakaan, hingga first night romance yang diizinkan.

 

Bagaimana dengan mereka yang mengalami sexual abuse?
Apakah masih dapat dikatakan perawan atau perjaka?
Saya pribadi pernah bertanya apda seorang ustadz yang memahami syariah bahwa, keperawanan bukan hanya bermakna fisik, tapi juga hati. Seorang gadis yang berkali-kali mengalami sexual abuse ketika kecil, ia masih boleh dianggap perawan dan mencantumkan sebagai “gadis” di buku pernikahan, bukan janda. Hal yang sama ketika yang mengalami sexual abuse adalah seorang pemuda, ia boleh mencantumkan kata “perjaka” dan bukannya duda.

Naudzubillah...semoga kita terhindar dari hal-hal buruk yang mencelakakn.
Apapun itu, ketika sudah terjadi, dalam hal ini sexual abuse yang merampas keperawanan dan keperjakaan; seseorang harus bangkit. Move on. Berdiri. Tak perlu memaksakan diri memaafkan pelaku. Kuatkan diri, perbaiki karakter raih tahap demi tahpa kesuksesan sebagai pelampiasan positif dari peristiwa traumatik di masa lalu serta carilah cara melepaskan emosi.

3 thoughts on “(1) Cinta dan Keperawanan ( juga Keperjakaan)

  1. Iya ya mbak, skrg definisi cinta bagi sebagian orang, cenderung k passion aja, padahal ada yg lebih penting dari passion yaitu komitmen.. dan komitmen yg paling penting itu bukan cuma dihadapan manusia, tp komitmen di hadapan Allah SWT🙂

    Hehe, imho aja sih mbak🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s