Assalamualaikum Beijing : Estetika Islam-China & Filosofi Kotak-Lingkaran

Film yang cantik.

Bagi penggemar film romansa remaja, film ini layak ditonton bersama keluarga dan sahabat. Alur ceritanya ringan namuun menyelipkan filosofi penuh makna yang disampaikan bukan dengan cara telling tapi dengan cara joking.
“Cari jodoh yang seiman. Repot nanti!” pesan Ridwan, suami Sekar tiap kali dalam perselisihan kecil dengan istrinya yang ceria dan ceriwis; ketika mereka tengah menghibur Asmara.

Asmara dan calon suaminya, Dewa, berpisah ketika Dewa menghamili Anita. Fakta ini baru diketahui Asmara di malam menjelang pesta pernikahannya. Dengan besar hati, Asmara meminta Dewa memilih Anita. Demi melupakan semua rasa perihnya, Asmara menjadi kolumnis sebuah surat kabar Indonesia yang membuka perwakilan di Beijing, China.
Pertemuan tak sengaja Asmara dengan Zhong Wen di sebuah bis, membuahkan keakraban di antara mereka. Sekar senantiasa mendorong Asmara untuk membuka hati dan menerima Chung-Chung (Zhong Wen).
Setting Islam di China menjadi latar yang menarik dan indah untuk dinikmati. Tentang masjid Niu Jie, berdirinya masjid yang menandakan masuknya Islam di sekitar tahun 900 masehi. Capture wajah-wajah muslim China yang sangat khas dengan lobe, kerudung serta mata sipit. Filosofi minum teh, maunpun filosofi kotak dan bundar. Keindahan tembok raksasa China, Yunnan, pahatan batu menjulang di area patung Ashima. Ashima dan Ahe, legenda cinta sejati dalam sejarah China.

Bangunan-bangunan ibadah di China , berbentuk kotak yang mewakili bumi, disisi lain berbentuk lingkaran bila mewakili langit. Kotak dan lingkaran ini saling melengkapi, sebagaimana bumi dan langit disatukan dalam kehidupan. Perbedaan langit dan bumi, bukan digunakan untuk mengungkapkan bahwa antara satu manusia dengan manusia yang lain memiliki perbedaan tajam hingga tak dapat disatukan. Sejatinya, manusia dengan manusia lain harus saling melengkapi, sebagaimana sudut-sudut segiempat menjadi pelindung bagi lajur bundar lingkaran yang sempurna.
Kisah cinta antara Asmara dan Zhong Wen sederhana, mengalir dan mudah ditebak.
Meski timbul pertanyaan, adalah seorang pemuda seperti Zhong Wen yang mau menikahi gadis penderita stroke dan mengalai kerusakan di area Brocca hingga mengalami Aphasia Motorik?
Nilai-nilai Islami muncul dengan mengalir di sela-sela kejadian.
Seperti ketika Zhong Wen bertanya apakah di Indonesia setiap gadis tidak mau disentuh seperti Asmara saat berjabat tangan.

Kelebihan Assalamualaikum Beijing

Bagi orangtua yang memiliki putra putri remaja, film ini layak ditonton meski tentu ada bagian-bagian yang tetap membutuhkan diskusi dan arahan orangtua, bila memang memunculkan pertanyaan.
Bahwa China menjadi bagian istimewa dalam sejarah Islam, semakin menguatkan kecintaan kita pada agama ini. Islam di China dikenal sebagai “agama murni dari langit”. Bangunan-bangunan cantik masjid di China, suku-suku tertentu yang dinisbatkan dengan Islam (dalam cerita kungfu disebut sebagai Hui-Hui), tabib sholih yang memiliki klinik , imam masjid, kultur Islam di China terlihat demikian manis. Selama ini masyarakat Indonesia mengenal China sebagai negeri komunis bertangan besi. Meski penganut muslim hanya 20 juta, namun Islam diakui sebagai salah satu dari 5 agama resmi China.

Melihat kultur Islam di China, para remaja muslim pasti ingin merajut jalinan ukhuwah dengan saudara-saudara muslimnya jauh di seberang negeri. Membangkitkan gelora untuk bersilaturrahim kesana, menimba ilmu dan berda’wah hingga manca negara.
Sebelum mengunjungi China, tontonlah dulu Assalamualaikum Beijing, film yang diangkat dari novel karya mbak Asma Nadia 

ass-beijing-640x246images AB

2 thoughts on “Assalamualaikum Beijing : Estetika Islam-China & Filosofi Kotak-Lingkaran

  1. Aku baca novelnya dan banyak banget adegan yang aku tunggu untuk liat di filmnya. Adegan Asmara saat stroke dan pas akut di hadapan Dewa dan Zhong Wen bagus gak, Mbak? Penasaraaan😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s