Being Young and Muslim ~ Linda Herrera & Asef Bayat

Buku ini merupakan kumpulan 22 jurnal ilmiah , berisi penelitian tentang pemuda-pemuda muslim dengan range usia antara 19-29 tahun. Menariknya, penelitian ini dilakukan di negara-negara seperti Palestina, Mesir, Indonesia, Mali, Gambia, Perancis, Belanda, Amerika, Iran, Saudi Arabia, Maroko dan Jerman.
2 Jurnal merupakan penelitian di Indonesia :
1. The Drama of Jihad : The Emergence of Salafi Youth in Indonesia
2. Music VCDs and the New Generation : Negotiating Youth, Femininity and Islam in Indonesia

IMG_20141116_142404

Jurnal pertama meneliti perkembangan ke Islaman di Indonesia pasca 1997.
Beberapa perangkat di tengah masyarakat khususnya pemuda yang perlahan menjadi motor perubah adalah halqas ( religious study circles), dauras ( a type of workshop) , mentoring Islam (Islamic Courses), Studi Islam Terpadu (Integrated Study of Islam).
Peneliti ini beranggapan para ideolog yang meletakkan dasar pemikiran di Indonesia adalah Hasan Al Banna, Abul A’la al Mawdudi, Sayyid Quthb, Mustafa As Shibai, Ayatollah Khomeini , Murtada Mutahhari dan Ali Shariati. Situasi yang menyebabkan menjadi pre-kondisi tumbuhnya pengaruh transnational Islamic movement : the Ikhwan al Muslimin (Islamic Brotherhood), the Hizb al Tahrir (the Party of Liberation) dam the Tablighi Jama’at (Da’wa Society).
Bila jurnal pertama meneliti bagaiana kristalisasi jihad, hijrah menjadi semangat bagi para pemuda untuk lebih memperjuangkan Islam, jurnal lainnya berbicara pada sisi berbeda.

Jurnal kedua, menarik untuk dicermati bagaimana peneliti , Suzanne Naafs, langsung melakukan riset di salah satu kota Islam di Indonesia : Padang. Padang dianggap sebagai kota dengan latar belakang kultural sangat tercelup kebiasaan-kebiasaan Islami.
Bagaimana pemuda Padang dapat lebur ke Islamannya menjadi lebih cair dari para pendahulunya?
Pemuda, sangat terhubung dengan fashion, musik dan entertainment.
Naafs meneliti bahwa VCD sangat berpengaruh pada perombakan budaya secara besar-besaran. Pertama, pop Indonesia, pop Minang dan pop dangdut menginvasi areal-areal luas dari masyarakat seperti bis kota, angkot, toko dan pusat perbelanjaan. Kedua, icon remaja. Saat Naafs meneliti, Agnes Monica menjadi representasi gadis muda yang berkiprah di dunia entertainment dan melaju go international. Lagu-lagu pop dan icon seperti Agnes Monica, menembus sasaran para pemuda yang sangat gandrung pada dunia fashion, musik dan hiburan; sehingga ciri-ciri tradisional lebur ke arah ciri yang disebut modern.

MENGAPA PEMUDA MUSLIM?
Penelitian di belahan negara lain tak kalah menarik.
Internet di Palestina, politik di Maroko, dunia Sufi bagi pemuda di Mali, hingga para pemuda muslim menjalani hidup di Brooklyn, Amerika.
Kebijakan, akademis, politik sangat memperhatikan perkembangan pemuda. Pemuda-pemuda muslim dianggap sebagai object , victims and agent of change. Sekalipun para pemuda muslim seringkali menjadi objek perusakan, korban, namun dunia juga berharap banyak pada para pemuda muslim. Para tumpuan ini diharapkan dapat mengatasi unemployment, inequality, konflik sipil dan regional, HIV dan AIDS, drugs, ektrimis maupun perang antar geng.
Terkadang, bahkan pemerintah tak memiliki cukup kesanggupan untuk meregulasi, mendukung, memengaruhi para pemuda.
Herrera dan Bayat menuliskan di akhir buku, betapa dunia sangat berharap banyak pada pemuda muslim. Suatu kelompok khas yang memiliki historical basic dan envision the future.
Ya.
Para pemuda muslim kita, yang diharapkan mampu mengubah dunia ke arah dunia yang lebih baik, sebab para pemuda muslim memiliki spesifikasi khas : pergerakan yang cepat, involvement in networks, experience micro events that allow ideas to translate into actions.
Selamat datang , Pemuda-pemuda Muslim.
Di pundakmu harapan dunia baru!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s