Qowwam Cinta Hatiku : Cinta yang akan memimpin dan mengobati hati

400-04532330
Si tuli butuh cinta. Mereka yang schizofren –severe mental disorder atau yang biasa disebut gila, juga butuh cinta. Orang terbelakang mental butuh cinta. Lansia butuh cinta. Anak-anak memerlukan cinta. Orang dewasa dan normal memerlukan cinta.
“Sejak surga dan bumi diciptakan, kau tercipta untukku dan aku tercinta untukmu, aku tak akan membiarkanmu pergi,” ucap Changpo pada Meilan (Yutang, 1964)
“Cintaku, kau adalah cahaya mataku,” kata Inanna pada Dumuzi, termaktub dalam puisi Sumeria ribuan tahun lalu ( Wolkstein, 1991)
“Api menjalari tubuhku – rasa sakit akibat mencintaimu,” Indian Kwakiutl , Alaska selatan (Hamill , 1996)

Sampai sekarang, cinta sangat sulit didefinisikan. Sebagai rangkuman, cinta adalah konstelasi antara emosi, motivasi dan perilaku (Liebowitz 1083, et al). Begitu kompleksnya cinta, hingga manusia selalu mendapatkan masalah dengan emosi yang satu ini. Peperangan besar negara sebagaimana film Red Cliff, berasal dari cinta. Napoleon Bonaparte sang penakluk, galau karena cinta.

Sebagian orang memilih berpetualang cinta, untuk sampai kepada tambatan hati. Koleksi, baru seleksi. Sebagian orang memilih sangat berhati-hati, hingga terlambat memilih cinta atau bahkan tak menemukan cinta di dunia.
Cinta, adalah komoditas paling laku di dunia. Cokelat, parfume, lagu, film, event, nyaris semua produk di dunia harus mencari moment cinta atau mengandung unsur cinta untuk laku di pasaran.
Bagi mereka yang telah menemukan cinta, Alhamdulillah.
Bagi mereka yang masih mencari, jangan patah arang, tetap dalam kendali.

Kamukah Qowwam itu?
Ada dua orang cowok yang sama keren, sama pintar, sama cakep, sama berprestasinya. Keduanya sama-sama incaran gadis. Sebut saja namanya Boy dan Doni. Keduanya sama-sama mengalami hal yang menyakitkan : tertolak cinta.
Boy galau setengah mati.
Gadisnya memutuskan cinta. Padahal, bila mau ambil pemikiran pragmatis, Boy adalah cowok alias lelaki. Bukannya lelaki yang biasanya main putus sambung? Harusnya Boy lebih tegar, tidak cengeng dan galau. Kecenderungan pemuda sekarang, dapat terlihat dari lagu-lagu yang beredar di tengah masyarakat. Cowok kok nyanyi lagu sendu…
Cowok macam Boy adalah tipe lelaki rapuh yang mudah terombang ambing. Tak bisa tegas, sulit memutuskan. Seharusnya Boy dengan tegar menyatakan bahwa bila sang cewek berniat meninggalkannya karena jatuh cinta pada cowok lain, Boy pun bersiap untuk menempuh jalan lain. A brand new love and life. Bukan cinta yang sekedar balas dendam tapi mengkaji bagaimana memilih cinta yang benar-benar sejati.

Doni adalah tipe cowok kedua.
Seorang pemuda santun yang mungkin berbeda dari cara Boy menyatakan cinta.
Berniat menyempurnakan setengah agama, tetapi tertolak oleh seorang muslimah. Bukan galau seperti Boy, tetapi Doni introspeksi diri bahwa kemungkinan ia harus lebih memperbaiki diri dihadapanNya. Dan bila waktu yang tepat tiba, Doni akan mantap memilih siapa makmumnya, tidak terpasung pada putus cinta yang mengharu biru pada orang yang belum tentu kelak tertakdir menjadi pasangan!

Bagi saya, Doni adalah calon Qowwam sejati.
Tempat perempuan mampu menambatkan diri dan harapan, baik di dunia maupun akhirat. Meski Boy secara fisik sangat menakjubkan, ia rapuh di dalam dan sudah pasti saya coret dari daftar pilihan. Bagaimana mungkin sebagai perempuan saya menambatkan diri pada seseorang yang tidak kokoh, tegar, tough, punya ego strength yang liat? Saya perempuan dan secara fitrah butuh selalu diarahkan, seorang pemimpin harus di depan dan mampu melihat jalan. Di zaman sekarang perempuan adalah mitra lelaki yang boleh saja memberikan pendapat, memberi masukan, bahkan di suatu saat penghasilannya lebih tinggi dari suami dan mengambil keputusan-keputusan penting semacam karir, financial, planning keluarga. Tetap saja, ada saat-saat kritis dimana perempuan tetap membutuhkan, seorang lelaki di sampingnya yang akan memberikan keputusan tegas : jalan yang ini, sebab ini yang terbaik. Bukan yang itu, nanti keluarga kita akan berantakan.

Saya, akan memilih qowwam semacam Doni.
Ahya.
Mungkin ia bukan tipologi yang menjadikan mata kita dipenuhi silau cahaya seperti kata Inanna, sebab lelaki itu sangat biasa dan sederhana.
Mungkin, ia tak akan membuat kulit ini serasa dibakar api akibat letupan cinta, seperti kata penyair Indian.
Tapi, insyaallah saya memilih lelaki macam ini.

Suatu ketika, seorang perempuan dengan 6 orang anak bernama Lathifah as Shuli, memohon sesuatu. Mereka sudah sangat sering mengontrak rumah, pindah kesana kemari. Uang gaji suaminya habis bagi ummat. Kali ini, rumah kecil mereka akan digusur. Lagi-lagi, gaji suaminya sebagian besar digunakan untuk mengontrak kantor yayasan, atau mendanai dakwah. Sebab istana kecil mereka akan digusur, Lathifah memohon suaminya membeli rumah.

Bijak suaminya tersenyum, menghibur.
“Ummu Wafa, aku tak bisa menjanjikan untukmu rumah di sini. Tetapi insyaAlalh, aku akan membangunkan untukmu rumah di surga.”
Sejak itu Lathifah as Shuli atau Ummu Wafa tak lagi mendesak masalah rumah.
Ketika suaminya syahid tertembak, dikuburkan dalam suasana sepi, kedua orangtua lelaki itu sangat berduka. Lathifah menghibur mereka dan mengatakan,”…terimakasih wahai ayah ibu, telah menikahkanku dengan lelaki paling baik yang pernah ada.”
Lelaki itu mungkin tidak berada dalam mimbar-mimbar orasi. Tak setampan cowok cowok metroseksual, tak semenarik cowok-cowok oriental. Fotonya tak terpampang dalam pilkada. Ia juga tidak berambisi menjadi orang nomer satu dunia. Keinginannya sederhana : menjadikan Islam secara keseluruhan sebagai way of life.

Dan ia adalah bukti Qowwam cinta sejati, yang mampu meneguhkan hati perempuan yang gundah. Mampu meredam susah. Perempuan, ibu, istri mana yang tak ingin punya rumah sendiri bagi tempat berteduh anak-anaknya? Dalam kegelisahan seorang perempuan, keputusan seorang qowwam cinta demikian meneguhkan : kujanjikan tempat untukmu Sayangku, Cintaku, di surga nanti. Sebab hartaku tak akan cukup untuk membeli properti bagimu. Harta halalku tak cukup untuk memenuhi semua keinginanmu.
Seorang Qowwam cinta, sebenar-benar imam, itulah yang dibutuhkan perempuan.

Lelaki itu, yang menjanjikan sebuah rumah di surga bagi istrinya, bernama Hasan Al Banna.

Siapakah pemuda yang tak ingin menjadi Qowwan Cinta seperti al Banna? Siapa pula perempuan yang akan menolak Qowwam Cinta macam itu?
Sinta Yudisia
Sedikit cuplikan dari #kitabcintapatahhati

3 thoughts on “Qowwam Cinta Hatiku : Cinta yang akan memimpin dan mengobati hati

  1. Mantabb mbak, mudah-mudahan ” kitabcintapatahhati “bisa di Bedah di Riau. dan semakin banyak yang menjadi Qowwam cinta seperti Hasan Albana.

  2. Anis S Lestari berkata:

    Reblogged this on Berbagi Hikmah Kehidupan and commented:
    Maukah kamu membuatkanku rumah di surga seperti Hasan Al Banna?
    jika kamu berkomitmen membuatkanku rumah disurga dengan tulus…
    maka dengan tulus pula akan kusambut dirimu
    datanglah kerumah temui waliku dan ucapkanlah akad untukku
    kanku jadikan engkau Qowwamku
    lalu bimbing aku menuju rumah surga bersamamu…

    #Jodohku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s