Setan Paling Menakutkan : Sadako Yamamura

Kuntilanak. Jelangkung. Tengkorak.Genderuwo. Dalbo. Vampire. Makhluk jadi-jadian macam apa yang akan membuat kita ketakutan setengah mati? Atau, apakah kejadian yang membuat anda percaya bahwa membaca 3 surat terakhir Quran : al Ikhlash, al Falaq, an Naas dapat menghentikan atau minimal – menghambat gangguan setan?
Sadako Yamamura.220px-Theringpostere

Sejak mengenalnya, entah mengapa saya semakin meyakini bahwa 3 surat terakhir al Quran adalah senjata ampuh penangkal gangguan setan.

Apakah yang menyebabkan ia begitu menakutkan, lebih mengerikan dari setan apapun yang pernah saya kenal sebelumnya? Apakah setan perempuan yang telah di filmkan dengan judul The Ring versi Amerika atau Ringu versi Jepang, demikian menyeramkan? Wajah busuk, rambut masai terurai, darah berceceran dimana-mana?

Bagi anda penikmat film horror, film-film Insidious, the Conjuring, The Reaping, The Ring, Skeleton Key, Silk, Coming Soon adalah film yang memanjakan mata, teriakan dan bulu roma. Tapi apakah film itu membuat anda tak bisa tidur, ketakutan, atau justru merasa santai karena sepanjang menonton film tersebut di bioskop anda telah melepaskan semua ketegangan dan tekanan hidup dengan bersama-sama berteriak tanpa malu : AAAAAAA!!!
Tapi percayalah, menonton film di bioskop, tidak meninggalkan jejak semengerikan ketika membaca novelnya.

Koji Suzuki (Ring) : Sadako Yamamura

Koji Suzuki meramu novel Ring dengan diksi sederhana, kocak dan tentu saja sebagaimana karakter orang Jepang pada umumnya : ilmiah. Apa yang menyebabkan novel horror ini istimewa justru karena setan yang dibawakan Suzuki bukan berasal dari dunia lain. Bukan berasal dari makhluk dari alam kubur, bukan berasal dari rumah angker atau pohon beringin yang berada di rumah tua.
Setan versi Koji Suzuki demikian ilmiah, masuk akal.

Dan bertransformasi.
Dari setan tradisional, kuno, konvensional, ortodhoks kepada setan yang lebih canggih, maju, modern dan berilmu pengetahuan.

Siapa Sadako?

Berawal dari kematian Tomoko Oishi, gadis berambut indah yang mati mengenaskan dengan tangan menjambak rambut. Diagnosis : serangan jantung. Di tempat lain seorang supir taksi, Kimura, tak sengaja tertubruk seorang pemuda bersepeda motor yang tiba-tiba mati dengan helm tak dapat dilepas darii kepala. Diagnosis : serangan jantung.
Benang merah cerita ini adalah Kimura.

Sopir taksi ini, sebulan kemudian menaikkan seorang penumpang ,jurnalis Daily News, Asakawa. Kimura bersemangat menceritakan kejadian sebulan yang lalu yang membuatnya terkejut, dan naluri investigative Asakawa mencatat detil cerita Kimura. Terlebih, Tomoko Oisi adalah keponakan Shizu, istri Asakawa. Penyelidikan Asakawa membawanya pada sebuah video tahun 50-60an. Sebuah video yang tampak asal-asalan, dengan potongan kejadian tak runut.
Gunung Mihara. Dadu. Bayi yang baru lahir. Seorang nenek dengan logat aneh. Ratusan gambar manusia. Dan seorang lelaki asing di akhir cerita. Asakawa tak mengerti makna pesan video, dan mengajak Ryuji –sahabatnya- menonton bersama. Ryuji seorang profersor brilian yang eksentrik. Saat keduanya menonton, ada rasa yang sama muncul. Letusan gunung Mihara terasa mengguncang sungguh. Dan bayi yang baru lahir…Asakawa dan Ryuji merasa tangan mereka berlumuran lendir licin.

Pesan terakhir video hanya pendek : kalian akan mati 7 hari dari sekarang, di jam yang sama, kecuali kalian melakukan hal yang diperintahkan.
Apa yang diperintahkan? Apa makna video itu? Mengapa saat menonton video itu…terasa seperti mengalami hal yang sesungguhnya?

ESP – extra sensory perception

Lewat penelitian yang menegangkan dalam ancaman topan badai, cuaca yang tak bersahabat dan pondok yang menyeramkan – pondok B-4-, Asakawa dan Ryuji menemukan mata rantai kejadian.
Tahun 50-60, Jepang diguncang oleh penemuan-penemuan okultisme, supranatural. Ini mengingatkan kita bahwa di era yang sama, semua sisi dunia sibuk berlomba menciptakan manusia mesin yang mampu menjadi serdadu tangguh, sebagaimana kabar burung bahwa Hitler menguji cobakan manusia super agar menjadi prajurit setia. Era ini menjadi latar belakang film-film fiksi ilmiah semacam Push, X-Men, dsb.
Berawal dari professor Ikuma yang meneliti orang-orang dengan kekuatan extra sensory perception, ia mengumpulkan ratusan orang dengan ESP istimewa dan menemukan seorang gadis 20 an tahun bernama Shizuko. Shizuko bukan hanya istimewa karena mampu meramal, tetapi juga membuat Ikuma jatuh cinta. Sayangnya, cinta mereka terlarang , Shizuko lalu dan hamil dan pasca melahirkan ia meninggalkan bayinya sementara kepada neneknya jauh di desa.

Hubungan Ikuma-Shizuko dipuja media, sebab mereka dianggap sebagai pasangan istimewa dengan kemampuan istimewa. Tetapi, public Jepang menginginkan sesuatu yang ilmiah. Mereka tidak begitu saja percaya kekuatan supranatural, sekalipun Shizuko berhasil meramalkan letusan gunung Mihara. Di depan 100 ilmuwan dan media, Ikuma dan Shizuko diminta mendemonstrasikan kekuatannya untuk menebak angka mata dadu yang tersembunyi. Shizuko menyerah, menangis dan berkata, “ aku tak sanggup lagi…”
Bagi Shizuko, kekuatan supranatural adalah sesuatu yang tidak dapat dikendalikan, hanya sesekali muncul. Tapi public dan media Jepang saat itu menganggap mereka berdua telah berbohong. Reputasi Ikuma hancur, Shizuko depresi berat. Ikuma pun meninggalkan Shizuko. Dalam kedukaan, Shizuko kembali ke kampung halaman, mengambil anaknya yang masih kecil, dan pergi menghilang begitu saja.
Siapakah anak Shizuko dan Ikuma?

Ialah Sadako Yamamura. Seorang gadis yang memiliki kemampuan ESP lebih tinggi dari sang ibu. Tetapi Shizuko melarang betul Sadako menggunakan kemampuannya, sebab tak ingin Sadako mengalami nasib serupa dirinya.
Cerita berkata lain. Akibat tekanan hidup, Shizuko bunuh diri dengan melemparkan diri mencebur di kawah gunung Mihara. Sadako yang kesepian tak memiliki siapapun, selepas SMA bergabung pada kelompok sandiwara Soaring.
Malapetaka mulai timbul.

Sadako, adalah gadis penyendiri yang punya bakat acting lumayan. Dan, Sadako Yamamura memiliki kecantikan sangat istimewa. Bertubuh ramping, dengan pergelangan ramping dan rambut hitam yang panjang, leher jenjang dan bentuk tubuh ideal. Setiap lelaki yang bertemu dengannya merasa tersirap. Bahkan, Asakawa merasa aliran yang merayap cepat ketika melihat foto Sadako.
Terkucil, sendiri, tak memiliki siapapun sebagai tempat berbagi, dengan kecantikan yang menyihir dan memenjara, membuat Sadako berada dalam jurang bahaya. Kepala sandiwara Soaring berusaha memperkosa, tetapi keesokan hari ditemukan dalam keadaan tak bernyawa : gagal jantung.
Sejak saat itu Sadako tak lagi diketahui kabar beritanya.

Kemana Sadako?

Penelitian Asakawa membawanya pada seorang lelaki lumayan tampan bernama dokter Nagao yang sudah berusia 50an tahun. Anehnya, Asakawa diliputi kebencian saat pertama melihat wajahnya, sebab wajah itu muncul di gambar tayangan terakhir dalam video!
Dengan desakan dan bukti dari Asakawa dan Ryuji, Nagao mengaku, kurang lebih demikian.
,”…suatu saat di Sanatorium, pertama kali aku bertemu Sadako. Ia mengunjungi Ikuma, ayahnya yang hampir mati. Aku sedang terkena virus cacar yang membuatku demam tinggi, lalu aku keluar dan melihat seroang gadis sedang menyandar di pohon. Cantiknya! Darahku tersirap. Aku mengajaknya menyepi, ke pondok, ke dekat sumur. Kalian boleh percaya atau tidak…tapi gadis itu membuatku…mempengaruhiku untuk..melakukan sesuatu. aku mencoba menodainya, dan lalu membunuhnya..Aku tak ingin melakukannya, tapi ia merasuki pikiranku hingga membuatku melakukan hal buruk tersebut. “

Nagao melanjutkan,”
“…Sadako sangat cantik…tapi aku tidak jadi menodainya sebab…”
Asakawa dan Ryuji terpana!
Virus asing yang tengah dipelajari para ilmuwan Jepang berada dalam tubuh Sadako! Testicular feminization syndrome.
“….dalam legenda kita disebutkan, bahwa kecantikan yang demikian rupawan adalah bila seorang makhluk memiliki dua jenis kelamin!”
Itulah mengapa Sadako demikian cantik rupawan. Itulah sebabnya gadis malang itu begitu ingin mati. Ia, yang memiliki kekuatan ESP menjelang ajalnya memindahkan semua gambar yang telah ia lalui atau ia perkirakan ke dalam tabung televisi, ke dalam gambar video, sebab itu kemampuan supranaturalnya : mencetak gambar di atas film meski tanpa alat apapun. Hanya menggunakan indera.

Asakawa dan Ryuji menuju pondok B-4, menuju sumur di sana, meluncur ke dalam dan mengambil tulang belulang Sadako. Jawaban atas gunung Mihara, dadu, lelaki yang ternyata adalah Nagao telah terjawab. Lalu bayi, Nenek, dan ratusan gambar manusia? Ah, mungkin saja sebagai perempuan Sadako sangat menginginkan anak meski kelaminnya adalah lelaki dan perempuan. Nenek itu adalah neneknya dan mungkin saja ratusan gambar orang itu adalah ratusan gambar orang yang telah ditemuinya.
Asakawa dan Ryuji kembali ke Tokyo. Merasa aman, mungkin itu yang diinginkan Sadako. Agar mereka menguburkan secara layak tulang belulangnya. Video itu adalah ekspresi kedukaannya pada dunia yang tidak adil.
Asakawa lega. Sepekan telah berlalu dari jam yang ditetapkan. Ia tetap hidup.

Ryuji?

Tiba di Tokyo Asakawa berpisah dari Ryuji. Asakawa tidur dengan tenang dan merasa semua telah berlalu. Hingga Mai, asisten Ryuji menelepon dan mengabarkannya bahwa Ryuji baru saja meninggal. Diagnosis : serangan jantung.
Kepanikan luarbiasa menyerang Asakawa.
Apa yang diinginkan Sadako? Bukankah ia telah melakukan penangkal yang diisyaratkan dan ditunjukkan oleh video? Mengapa Asakawa hidup dan Ryuji mati?
Apa yang telah dilakukan Asakawa sehingga ia selamat dari kutukan Sadako sementara Ryuji tidak? Apakah…Sadako membenci dan mengutuk umat manusia atas kehidupan yang sama sekali tak berpihak padanya, pada ayah ibunya, pada keseluruhan denyut nafasnya?

Asakawa menggigil, ketika tiba-tiba menyadari sesuatu. Ia tanpa sengaja telah melakukan penangkalnya! Serta merta, Asakawa menyambar telepon dan menelepon Shizu istrinya.
“Kau tanpa sengaja menonton video itu bersama Yoko! Lakukan apa yang kukatakan, cepat!”
Beberapa hari lalu, Shizu dan Yoko putri mereka menonton video itu tanpa sengaja.
Asakawa menangis.
Ia mengerti kini. Apa makna bayi yang baru lahir, apa makna ratusan orang-orang yang dicitrakan Sadako lewat kemampuan telekinesisnya ke dalam video.

Asakawa telah melakukan penangkalnya : mengcopy, menduplikasi video itu dan meminta Ryuji menontonnya. Itulah makna bayi dan ratusan orang-orang, seperti virus yang menimpa kelamin Sadako! Jika Shizu dan Yoko ingin selamat, mereka harus melakukan hal yang sama dan harus meminta ayah ibu Shizu menontonnya!
Asakawa berada dalam keputus asaan yang dalam. Apakah ia harus menyelamatkan Shizu dan Yoko atau menyelamatkan nyawa sekian banyak manusia? Apakah ia sanggup kehilangan Shizu dan Yoko? Dan kebencian, kutukan Sadako telah menemukan wadah berkembang biak seperti virus lewat media yang kemudian demikian dicintai manusia – era video, era digital, era visual.
Sebagai manusia Asakawa merasakan kepedihan, kekalahan dan kemarahan yang dalam atas kekalahannya pada setan Sadako. Sadako adalah representasi setan yang demikian canggih, pasukan gelap era millennium.

Bukan mencuri, menipu, berbohong, berkhianat yang merupakan bisikan dan godaan setan. Era itu sudah lewat. Setan bertransformasi lebih pintar dari yang diduga kebanyakan manusia. Sadako dan setan membujuk manusia untuk berbuat lebih.
Copy. Duplikasi. Biarkan dosa tak tertangkal dan menyebar seperti virus.
Akhir novel the Ring membuat saya ketakutan.
(Menonton filmya yang dibintangi Naomi Watts atau versi Jepang Ringu, yang menonjol justru tampilan setan perempuan berambut panjang. Padahal bukan itu esensi setan!)
Selama ini, pemahaman dangkal saya tentang setan adalah bahwa makhluk ghaib itu menjelang pergantian malam dan pagi berkeliaran, mengganggu. Anak-anak akan menjadi malas sholat, sensitive, mudah marah dan bertengkar. Bayi-bayi menangis. Maka, saran sang ibu seperti biasanya adalah demikian,
“…tidak ada aktivitas lain seperti nonton, membaca, bergurau atau apapun menjelang dan ba’da maghrib selain sholat dan mengaji.”
Selain berusaha menghidupkan pergantian hari dengan ibadah kepadaNya, pengalaman pribadi saya yang lalai berdzikir padaNya di saat pergantian hari menjadi catatan yang cukup buruk untuk dialami. Saat lalai ibadah di kala maghrib ( entah kelelahan, terjebak kemacetan hingga terlambat sholat, dlsb) maka setiap anggota keluarga menjadi sensitive, mudah tersinggung dan marah. Anak-anak bisa saling serang ucapan dan bertengkar. Saya mengingatkan, “…ayo istighfar, sholat, tilawah. Biar setannya nggak tambah gede!”

Itulah setan dalam bayangan saya.
Menggoda untuk marah. Membuat malas sholat dan membaca Quran. Dan, saya seringkali lalai menunaikan sunnah-sunnah “kecil dan mudah” seperti membaca 3 surat terakhir. Dan, kadangkala saya merasa sudah “selamat” ketika keluarga berjalan baik, rizqi berjalan lancar, merasa setan tak punya celah mengganggu manusia. Ah, saya kan sudah sholat 5 waktu. Sudah baca quran. Sudah berdakwah. Sudah bersedekah. Sudah berbuat baik begini begitu. Insyaallah saya tidak diganggu setan.

Tulisan Koji Suzuki membuat kita merenung.
Benarkah setan sudah berhenti, kalah, ketika kita terlihat “sholih” dan baik-baik saja? Atau sesungguhnya setan punya segudang cara cerdik untuk menaklukan manusia, bahkan lebih canggih lagi?
Copy. Duplikasi. Biarkan manusia semakin menggila mengorbankan orang lain, agar diri kita sendiri selamat.
Bagi saya, Sadako Yamamura menakutkan bukan karena gambaran versi filmnya : perempuan cantik yang berubah menyeramkan dengan rambut panjang. Sadako menyeramkan karena ia hidup dalam diri manusia – dalam tubuh Asakawa- dan mengelabui manusia untuk terus, terus, terus meng copy dan menduplikasi kejahatan meski harus mengorbankan pihak lain.

Itulah setan yang menakutkan.
Bukan yang sekedar membuat kita menjerit. Tapi mengajari untuk melakukan.
Maka, jangan abaikan penangkal setan sekecil apapun : 3 surat terakhir, dzikir, istighfar, puasa dan apapunn yang diajarkan oleh Nabi yang suci untuk memerangi musuh utama manusia hingga menjelang kiamat nanti

7 thoughts on “Setan Paling Menakutkan : Sadako Yamamura

    • Mas Elam, apa yang menakutkan dari Sadako adalah sifat “setani” nya yang bukan sekedar menyuruh manusia mencuri, berdusta dll; tapi bagaimana ia bisa memengaruhi manusia untuk terus meng copy, menduplikasi dan melibatkan sebanyak mungkin orang masuk ke dalam perangkapnya. Bagus sekali cara Koji Suzuki menggambarkan perwatakan setan.

      • Ya saya paham maksudnya untuk kondisi rill umat seperti itu, ada hal2 yang bersifat setani yang ternyata kita hanyut dalamnya. Tapi analogi dengan sadako nya jg bagus mbak🙂

  1. Pendekatan ilmiahnya dari penulis naskah memang sebuah kenyataan, bahwa setan yang paling menakutkan itu adalah setan jenis copy dan duplicate.
    Analisanya mbak Sinta bagus banget, lebih dari sekedar resensi, karena mengandung pengingat bagi kita semua untuk selalu waspada terhadap setan jenis ini karena ia hidup dalam diri manusia, menjadi pemicu dari berbagai kejahatan.

    Kalau gambaran setan-setan dalam film-film Indonesia lebih sering mendangkalkan akidah. Selain konyol juga ngawur, karena pada dasarnya manusia pasca kematiannya itu hanya disibukkan oleh 1 dari 2 perkara, yaitu nikmat kubur atau siksa kubur. Jadi tidak mungkin sibuk gentayangan🙂
    Atas dasar demikian, anak-anakku tidak takut sama sekali dengan hantu / setan. Pemahaman seperti ini yang harus disampaikan, bukannya memasyarakatkan ketakutan yang konyol dari sineas-sineas Indonesia.

  2. novelnya lebih menyeramkan padahal kita gak lihat rupanya? aneh sih, tapi dari novel itu aku bisa berpikir lebih dalam dan meresapi maknanya. itulah serangan yang lebih dalam. dan pencerahan juga kalau kita sadar bahwa godaan setan bisa lebih canggih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s