Cerita Anak & Al Baqarah

Waktu masuk kelas tahfiz dan ustadz kami mewajibkan untuk menghafal dari juz 1, saya betul-betul kecut.
Juz 1?
Yang panjang itu?
Yang isi ceritanya tentang sapi betina, hukum jual beli, dll?
Ampun deh, saya nggak sanggup…
Tapi bagaimana lagi, masak tiap pekan mau bilang, “…maaf ustadz, saya belum hafal. Susah betul!”

1 tahun berlalu
Alhamdulillah. Horee…segala puji hanya milik Allah SWT . Dengan bangga saya bisa bilang ke anak-anak. “Ummi sudah hafal lho juz 1…sekarang masuk juz 2. Kalian bagaimana?”
Rasanya ada kebanggaan, rasa otoritas juga ketika menagih hafalan anak-anak : ayo, ayo setor hafalan! Nanti kalau anak-anak tanya…lha, emang Ummi hafalannya sampai mana? Sungguh, menurunlah figur populer saya sebagai ibu di mata anak-anak. Dengan menghafal Quran seperti ini, anak-anak tampakya melihat saya cukup punya otoritas ketika saya menagih hafalan mereka.
Menghafalkan juz 1 memang gampang-gampang susah. Susahnya kalau persepsi kita bilang itu susah. Gampangnya….seperti sebuah cerita panjang yang berkesinambungan.

Menjaga hafalan
Waktu favorit menjaga hafalan saya di dapur dan jalanan, waktu mengantar / menjemput anak2 sekolah. Naik sepeda motor, wajah tertutup slayer (jadi tak terlihat kalau mulut komat kamit) , bersembunyi di dalam helm.
Saya sempat berpikir, suatu saat akan buat penelitian klinis psikologi.
Mengapa saat menghafalkan, melafalkan, murojaah Quran; gerak refleks dan instink kita jadi tajam ya? Bagi yang tinggal di Surabaya tahu sendiri lah kemacetan dan bernafsunya orang-orang di perempatan Ir. Soekarno (jembatan MERR II C) , perempatan Bratang, perempatan Jagir. Saat orang jelalatan menghitung angka mundur lampu lalulintas, atau bersiap meng gas selaju mungkin kendaraannya saat lampu beranjak hijau, saya bisa tenang di atas sadel. Menghafalkan al Baqarah.
Anehnya, saya termasuk orang yang pengugup dan takut setengah mati kalau dipepet sepeda motor, apalagi disalip jarak dekat. Orang-orang sudah sedemikian nekatnya kalau mau potong jalan pintas! Saat saya melafalkan Quran, kesalip, sedikit tergoncang, alhamdulillah semua gerak tubuh refleks terkoordinasi untuk tetap stabil memegang stang.
Penjelasan psikologis ilmiahnya bagaimana ya?
Karena kalau saya lagi malas menghafal Quran, melaju di atas sepeda motor begitu-begitu aja, pikiran melayag entah kemana, disalip anak SMP naik sepeda motor…bisa dipastikan oleng dan saya akan memilih menepi banget menelusuri jalur sebelah kiri.

Al Baqarah itu…
Ada hewan-hewan unik dalam al Baqarah. Sapi, kera, binatang melata. Saya sempat berpikir juga; apa dampaknya bagi anak-anak muslim bila tes CAT- Children Apperception Test, jenis hewan yang digunakan bukan sembarang hewan macam beruang dsb tetapi hewan2 yg ada dalam Quran? Pastilah Allah SWT mewahyukan beragam jenis hewan di Quran dengan alasan-alasan yang sangat kuat.
Untungnya lagi, menghafalkan al Baqarah membuat kita punya bahan cerita banyak dan sangat meyentuh buat anak-anak!

Suara Ibu paling Merdu
Percayalah.
Meski sebagai ibu kita nggak balak lolos AFI, Suara Indonesia, Galaxy Superstar, Mama Mia, Indonesia Idol…bagi anak-anak suara ibu adalah melodi paling merdu. Pernah kan menyanyikan lagu Ilir-ilir, InsyaAllah , Rindu Rasul atau apalah jenisnya di hadapan anak kita? Pernahkah mereka bilang,”…..stop! Stop, Miii! Anda belum beruntung dalam audisi kali ini, silakan ulangi lain waktu…..”
Enggak kan?
Yang ada, kita diminta untuk menyanyi dan berdendang lagi sampai anak-anak tertidur.
Maka, sungguh…suatu kebahagiaan saat ngeloni anak, membelai rambut mereka, menyuruh mereka berwudhu dulu, bersama membaca 3 surat terakhir al Quran, maka kemudian kita menghadiahkan hadiah paling indah bagi anak-anak malam itu.
Meski tidak tiap malam, saya sempatkan untuk bisa mendampingi anak-anak menjelang mereka terpejam.
One night.
„Nis, mau Ummi bacain apa dari al Baqarah?”
Nis berpikir, sambil mengantuk berat.
”Sapi betina, kisah Firaun, doa nabi Ibrahim, pesan nabi Yaqub pada anaknya…atau tentang penciptaan langit bumi?”
”Ya! Ya! Itu aja Mi….yg penciptaan langit bumi.”

“Inna fii kholqissawamati wal ardhi wakhtilafil laili wan nahaar…”(2 : 164)

Saya tirukan bentuk alam sementa, isyarat malam dan siang, hujan, hewan melata, hembusan angin. Nis memandang takjub. Menjelang matanya terpejam,
”….bacakan sisanya esok ya Mi…”

Ow, Al Baqarah…
Ternyata tak sesulit yg kuperkirakan.

Doa untuk Anak & Kisah para Nabi

Usai sholat, mau ke sekolah, atau bila ada kesempatan berharga, saya usahakan mendoakan anak-anak dengan memegang kepalanya.
”Sini deh…mau nggak Ummi bacakan doa Nabi Ibrahim untuk anak-anaknya?”
Ya.
Siapa anak muslim yang tidak kenal Nabi Ibrahim dan kisah legendarisnya yang tiap tahun diperingati saat Idul Adha? Siapa anak muslim yang tidak mengenal romantisme indah Nabi Ibrahim dan kasih sayangnya pada Ismail? Maka anak-anak biasanya berebut ke arah saya ketika saya berkata, ”…hayooo, siapa mau Ummi doakan?”

”Robbana waj’alna muslimaini laka wamin dzurriyatinaa ummatamuslimatalak, wa arina manasikana wa tub ’alayna..innaka anta tawwaburrahim” (2 :128)

Ketika Anak Bertanya Kematian

Hal paling sering ditanyakan orangtua adalah ketika anak bertanya tentang perpisahan (anak saya pernah bertanya masalah perceraian…) termasuk di dalamnya gambaran mengenai kematian. Saya sendiri sedih bila berhadapan dengan pertanyaan ini, tapi ketika suatu saat anak saya berlinangan air mata menanyakan hal tersebut termasuk ia meragukan apakah bisa memegang teguh Islam saat besar dan kami tiada nanti.

”Am kuntum syuhadaa – a idz hadhoro ya’qubal mautu idz qola libaniihi maa ta’buduna mimba’di….” (2 :133)

”Sayang..tau nggak waktu nabi Yaqub mau meninggal? Yang ditanyakan ke anak-anaknya : besok kalian menyembah siapa?
Abah Ummi ini miskin, nggak punya apa-apa, berbeda dengan Allah Yang Maha Kaya. Belum tentu kalian jadi orang sukses kalau bergantung sama Abah Ummi. Tapi Allah Maha Kaya. Kalau kalian bergantung sama Allah …insyaAllah, kelak jadi orang yang kalian inginkan…
Lihat tuh nabi Yaqub…”

Sekarang, kalau anak-anak tanya yang aneh-aneh, saya suka berpikir…apa ya jawabannya dari al Baqarah? Ini karena saya memang baru menghafalkan sebagian dari surat tersebut. Mungkin, kalau saya sudah hafal 30 juz, saya bisa bercerita banyak lagi.

6 thoughts on “Cerita Anak & Al Baqarah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s