EXISTERE & PESTA BUKU JAKARTA, ISTORA SENAYAN

EXISTERE & PESTA BUKU JAKARTA, ISTORA SENAYAN

Sabtu 3 Juli 2010

 

Jakarta Ahad pagi.

Welcome to the capital city of Indonesia that’s very busy. Uh, akhirnya sampai juga di Jakarta untuk ke sekian kali yg biasanya hanya kutonton di televisi. Hm, meski Jakarta tak kusukai sebagai tempat tinggal, tetap saja ada yang positif ttg Jakarta. Bis bandara yg hanya 20 ribu (di Surabaya gak ada!); angkutan yg bisa kemana-mana (di Surabaya rada2 susah). Ada Monas (di Surabaya gak ada, he…), ada Pesta Buku Jakarta ( di Surabaya juga nggak ada).

            Dan…

            inilah pertama kali aku membedah novel EXISTERE, novel yang kutulis sejak 2007.

            Sebelum ke acara bedah novel, kami berfoto2 dengan crew LPPH  yg selama ini hanya kukenal suaranya via telepon. Yg sudah pernah face to face mb Dee , mas Taufan E.Prast, Azzura Dayana juga Asiyah. Yg benar2 baru bertemu kemarin : mb Nita, Astri, Dini, Santi, Lian Kagura, dan…mas Ratno. Kupikir masih single ei, ternyata…(emang mau dipasangin sama siapa, mb Sinta? Ada aja deh)

            Acara dipandu oleh mas Boim Le Bon yang awet muda. Sejak bertemu I x di Munas Yogya hingga sekarang, raut wajah & kocaknya nggak berubah. Mungkinkah orang humoris memang awet muda? Sudah gitu, mas Boim ini humble banget alias rendah hati, tawadlu. Sejak dulu, nggak pernah merasa lebih tinggi dari penulis2 pemula seperti kita. Ramah, humoris, enak diajak ngobrol dan …suka mendoakan orang lain.

            EXISTERE  dibedah bersama 4 buku yg lain : SAKURA, FACEBOOK ON LOVE, MESSAGE OF LOVE, I LOVE YOU FRIEND.  Semuanya persembahan dari Lingkar Pena Publishing House. Senangnya bertemu mb Ifa Avianty, mb Tria Barmawi, juga Nova Ayu Maulita ( salah satu calon penulis cemerlang FLP! Sekarang bintang terangnya sedang mulai menyala)

            Aku membawa pin dan mug.

            Dibagikan gratis. Yang nggak kebagian, maaf ya…nggak kuat bawa mug. Beraaat.

            Kami lalu dipandu mas Boim untuk berbicara kurang lebih 5 menit, memaparkan tentang novel masing2. 5 menit? Nggak salah, Bang? Buatnya lho 3 tahun…

            Aku harus cerita apa ya dalam 5 menit itu?

            Ya.

            Suatu malam, suamiku mengajakku menyusuri Dukung Kupang, melintasi kawasan Dolly.

            “Ini lho Mi, kawasan yg terkenal itu.”

            Aku menahan nafas.

            Ah, perempuan. Aku tak menghakimu atas nama agama. Aku yakin, sebagai makhluk dewasa kalian pasti sudah tahu apa itu hitam putih, baik buruk. Yang aku sedihkan, pekerjaan ini sungguh tak pantas buat kalian. Rahim kalian itu bagian paling penting, paling rapuh. Bahkan para istri belum tentu bisa setiap saat memenuhi hasrat suami karena kelelahan atau sakit. Betapa para saudariku bisa melayani laki-laki lebih dari 5 kali semalam…

            Salah satu tokoh di Dolly yg menginspirasiku adalah pak Sandro (nama samaran). Ia berjuang sekuat kemampuan untuk ’memelihara’ anak para PSK agar memiliki kognisi positif selain hanya pengetahuan masalah lokalisasi. Pak Sandro mendirikan perpustakaan di tengah2 lokalisasi.

            Muncullah pertanyaan2 yg ’panas’ dari pak Wahiduddin, pak Dwi, Pita (FLP Depok), Dwi, Nahar, Etika. Beberapa langsung membeli buku di tempat kejadian ( emang TKP?)

            Ada yg menceritakan bahwa Dolly masih belum seberapa dibanding para pejabat kita (pak Wahid, jadi merinding saya dengarnya). Pita bertanya, apa itu arti EXISTERE? Wah , kalau yg ini harus baca sendiri karena pemilihan judul EXISTERE akan terkait dengan keseluruhan konteks cerita. Ntar takutnya ada missing link (macam teori Darwin).    Nahar bertanya, bagaimana cari kontak person, Etika bertanya bagaimana manajemen waktu. Pak Dwi memberikan najuran : jangan hanya mengkritik saja.

            Sebagai elemen-elemen bangsa, sudah pastinya kita harus bersama2 mewujudkan Indonesia tercinta yg bermartabat, adil dan sejahtera. Sudah saatnya kita memang bersinergi mengentaskan persoalan kaum dhuafa, persoalan2 moral. Yang berwenang di ranah agama, silakan semakin intens ke Dolly memberikan pencerahan. Pemerintah dan aparat hukum juga jangan tutup mata, bagaimanapun harus tersedia aturan2 yang lebih berpihak pada perlindungan perempuan, sehingga perempuan bisa mendapat pekerjaan layak tanpa harus menjual diri.

            Ada pernyataan yg menggelitik : di Arab Saudi dan negara2 Islam tidak terdapat pelacur, karena pelacurnya impor dari Asia termasuk Indonesia. MasyaAllah…

            Awalnya, aku nggak yakin, benarkah pelacuran tak dapat dihentikan? Minimal ditekan laju perkembangannya agar tak ada korban perempuan & anak-anak lagi?

            Seorang ustadz yakin : bisa! Asalkan pemerintah serius menangani. Menangani bukan dalam pengertian yang destruktif. Malaysia salah satunya, nyaris tidak tersedia pelacuran kecuali di Genting, itupun samar-samar.

Salah satu yg mendorong orang enggan berbuat zina adalah : adanya marga! tahu kan apa marga itu? Kalau orang Batak jelas kentara marganya, orang Arab dengan ’bin’ atau ’binti’ nya. Istilahnya adalah nasab.

            Nah, peraturan pemerintah Malaysia untuk mewajibkan pencantuman nasab ini menyebabkan orang2 sangat berhati2 melakukan seks beresiko karena salah2 nanti jika punya anak, anaknya tidak akan bisa sekolah kemana-mana. Jadi, persoalan prostitusi memang bukan hanya tanggung jawab pemuka agama saja tapi seluruh elemen masyarakat. Advokasi, rehabilitasi, ketrampilan kerja, haruslah terus menerus dilakukan.

            Manusia, makhluk yg unik.

            Ia jenis makhluk yang tak mudah diubah, jika karakternya terbentuk.

            Tapi, setiap manusia memiliki nurani yg pasti menjerit-jerit meneriakkan kebenaran. Pavlov mengatakan , jika Stimulus Respon terus menerus dilakukan, Conditioning / pembiasaan juga begitu. Skinner berpendapat, jika reinforcement kuat, pasti akan dilakukan kembali. Bandurra mengatakan, manusia mengimitasi sekalipun juga melengkapi dengan kognisi. Piaget berkata, manusia terus berakomodasi, berasimilasi, menemukan titik equlibrasi.

            Al Ghazali mengatakan, manusia punya titik hati.

            Titik hati ini semakin menyala terang, megnhantarkan energi dari Arsy, jika meiliknya rajin-rajin menjernihkan dengan ibadah.

            Setiap manusia punya titik hati.

            Titik ini harus dinyalakan.

            Siapapun ia.

            Seorang pendosa sekalipun

5 thoughts on “EXISTERE & PESTA BUKU JAKARTA, ISTORA SENAYAN

  1. Ping-balik: Mie SEHATI
  2. wulynne berkata:

    nangis abis mba, utk sodari2 qta. existere… smg sisters di dolly n lainnya makin berusaha n dikuatkan tekadnya utk ninggalin dunia gemerlap semu itu

  3. adakah yang tahu blog atau CP nya nova ayu maulita? saya sedang menulis skripsi tentang sakura karya nova ayu maulita.. saya sudah ketemu facebooknya tapi sayang beliau belum online

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s