Setting, Kekuatan cerita

charlesdickensitwasthebesto          marktwain

charles dickens                    mark twain

 

‘Tempat’ untuk sebuah Tempat.

Sastrawan besar zaman dahulu banyak menghabiskan waktu dengan berjalan-jalan membiarkan kota ‘bersuara’ untuk mereka.  Honore de Balzac menghabiskan waktu jalan-jalan di Paris, Charles Dickens menghabiskan waktu berjalan-jalan di London , Fyodor  Dostoyevski menghabiskan waktu jalan-jalan di St. Petersburg.

Josip Novakovich beranggapan bahwa setting adalah sumber utama cerita fiksi Ketika ia meninggalkan Kroasia menuju Amerika, Novakovich menuliskan kisahnya. Orang-orang bertanya apakah kisahnya merupakan autobiografi? Ia menjawab ,”..bukan, meliankan sebuah topografi.”

Ada pendapat umum yang mengatakan bahwa menggambarkan sebuah setting yang mendeti bisa sangat membosankan. Karena ingin segera mendapatkan ketegangan, seorang pembaca melewati saja kalimat-kalimat setting. PAdahal setting sebuah tempat dapat menimbulkan sensasi yang luarbiasa. Apa jadinya jika Mark Twain menggambarkan Huckleberry Finn tanpa Sungai Mississipi?

 

Yang perlu diperhatikan dalam pembuatan setting adalah :

 

1.Jika penggambaran lokasi terkesan bertele-tele, kesalahan bukan pada setting tapi pada bagaimana mengungkapkan setting yang lamban. Penggambaran harus cepat dan dinamis., tampilkan setting sesuai tokoh dan kejadian yang akan terjadi.

 

2. Ambil contoh sebuah babak drama/film. Jika semua bagian pentas di tampilkan di babak pertama, makanakan terasa janggal. Tampilkan saja yang relevan. Menggambarkan penjara dapat dilukiskan dengan tembok, jeruji, makanan, WC. Pilih yang betul-betul sesuai dengan tokoh. Jika tokoh seorang terdakwa yang berasal dari kalangan bawah, tak mungkin menyewa sel penjara yang seharga 3-5 juta perbulan, bukan? Tentu gambarannya adalah penjara kumuh, bukan penjara elit.

 

3. Henry James dalam The Art of Fiction menggambarkan bahwa seni melukis sama dengan seni menulis, baik  inspirasi dan prosesnya. Tulisan tidak hanya menggambarkan egoisme – hanya tentang diriku tetapi juga berbicara masalah interior dan eksterior.

 

Setting dapat menjadi dasar sebuah cerita yang kokoh seperti pada penulisan beberapa gaya di bawah ini:

1. Josip Novakovich dalam Rust menggambarkan plot cerita berdasar setting Perang Dunia II. Menceritakan Marko , mantan serdadu Perang Dunia II yang tidak tahu bagaimana cara hidup berdamai hingga ia selalu berperang melaan rekan-rekannya sesame pejuang, melawan kota, melawan dirinya sendiri. Setting cerita menggambarkan Yugoslavia yang runtuh; kekuatan bajanya mulai melapuk, terkapar, tak bisa menyesuaikan diri samaseperti kepribadian Marko yang perlahan membusuk hancur karena terceburnya ia dalam perang yang kejam….

 

 

           

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s