The Road to the Empire is coming!

 cover

Alhamdulillah, tiada kata yang pantas untuk diucapkan selain hanya syukur kehadapanNya.

Jika bukan karena kemurahan dan bantuan Allah SWT tidak mungkin naskah The Road to The Empire selesai dan masuk ke LPPH untuk kemudian di acc. Naskah ini diedit pak Maman S. Mahayana, seorang sastrawan UI. Beliau banyak membantu dengan semangatnya untuk merevisi bagian-bagian TRoTTEm ini. Alhamdulillah, cover sudah terselesaikan, semoga buku ini bermanfaat sebesar-besarnya bagi kaum muslimin.

 

Orang mungkin bertanya, kenapa sih repot-repot menulis roman sejarah?

Repot, perlu banyak riset, makan biaya dan waktu, sudah begitu belum tentu responsnya bagus. Hal yang paling penting dilakukan seorang pekerja (baca : penulis) adalah ia tak boleh kehilangan idealismenya. Boleh jadi kebutuhan hidup menghimpit, materi mendesak, uang menjadi kebutuhan primer. Tetap saja penulis harus mampu menelorkan karya-karya yang spektakuler yang tak lekang dihempas masa meski sang penulis sudah berkalang tanah.

 

Jika Ibnu Sina tenar dengan Al Qanun fi Tibbs (The Canons of Medicine), Al Biruni dengan Qânûn al-Mas’ûdi, Ibnu Rusyd dengan Al Kuliyat Fil-Tibb (Hal-Hal yang Umum tentang Ilmu Pengobatan), Ibnu Batutah dengan Tuhfatun Nazhar fi Gharaibil Amshar, Ibnu Khaldun dengan Al-Muqaddimah yang mengupas masalah-masalah sosial manusia dan juga menulis kitab Al-`Ibar (Sejarah Umum),Al Kindi menyusun Al-Falsafa al-Ula , Al Khwarizmi menghasilkan Al Jabr Wa Al Muqabilah dan masih banyak lagi ilmuwan muslim yang meninggalkan karya-karya pencerahan yang membimbing ummat pasca mereka tiada….bagaimana tanggung jawab kita sebagai kaum muslimin yang hidup saat ini?

Menyedihkan sekali bahwa jangankan menulis, membacapun kita masih enggan.

Melihat masih sedikitnya buku-buku yang mengupas sejarah para pahlawan heroik kaum msulimin yang sepak terjangnya tiada tara, ada satu tanggung jawab dari dalam diri untuk menuliskan novel fiksi sejarah Takudar. Semoga, novel ini membangkitkan semangat kecintaan kaum muslimin, remaja khususnya pada pahlawan yang benar-benar pahlawan. Bukan pahlawan khayalan seperti Inuyasa, Saint Seiya, Avatar, Naruto, dsb.

 

27 thoughts on “The Road to the Empire is coming!

  1. sutono berkata:

    asalamualaikum.subhanallah covernya bagus banget. artnya dapat. jadi cepet cepet tahu isinya. doakan ya mba Allah memudahkan saya mendapatkan buku ini sebelum 10 januari 2009(milad saya}

  2. Dear Mbak Sinta Yudisia, saya sedang membaca Novelnya nih sampe halaman 300an. Beli kemarin pas diskon 30 persen di Gramedia Grand Indonesia. hhehehe. Novelnya keren banget mbak. Memang seperti testimoni yang ada di buku, novel ini sangat Filmis dan heroik. Saya juga baru tahu bahwa keturunan Jengis Khan itu ada yang muslim dari novel ini. Novel yang memadukan sastra dengan sejarah ini membuatku tenggelam ketika membacanya. Semoga nanti difilmkan. hehheeh…dan tentunya jadi Best Seller

  3. yuliku berkata:

    two tumbs up! 4 this book. Tadi malam sy lagi hunting buku, kebetulan sy lagi mau menambah koleksi novel sy. nah stlah hunting ada 3 buku yang membuat sy menarik dan salah satunya buku mba sinta. mau tau kenapa? sebelum ini saya nonton (kebetulan sy film freak alias suka nonton) film judulnya Mongol. Luar biasa tuh Film menceritakan ttg kisah Jengis Khan (temujin). nah buku ini buat sy semacam kelanjutan dari nonton film tersebut. membuat saya semakin paham dan mengetahui kisah yang terjadi di mongol secara utuh.

    Tidak banyak penulis Indonesia yang menulis novel dengan latar belkang sejarah. saya seringnya menemukan novel berlatar belakang sejarah karangan orang luar.

    mba satu lagi novel ttg Mongol yang menceritakan ttg Jengis Khan tapi karangan luar. saya lupa judul dan pengarangnya. bagus untuk melengkapi koleksi selain buku Mba. kalau ke Jogja hunting aja di Toko Buku Toga Mas Jogja.

    Visit My Blog yuliku.wordpress.com

  4. Halo Mba’.. Ntar ke RM Sari Nusantara ama Gedung Kesenian Surabaya khan?? Hehe.. kbetulan,,Q dapet hadiah dari Indosat,,berkesempatan Dinnet bareng & ketemuan ama Mba’.. Asikk,,dpt novelnya mba secara gratis juga.. ixixixixxi

  5. Assalamu’alaikum Warahmatullahi wabarakatuhu
    Mbak sinta… Pa kabar?. Aku lagi baca novelnya mbak “The Road to the Empire”. Masih setengah mbak. Novelnya sangat Bagus Sekali. Aku bacanya setelah baca novelnya Harper Lee “To kill a Mocking bird”. Kayaknya karya mbak jauh lebih bagus dibanding novelnya Mrs. Lee yang katanya memenangi Pulitzer Award pada tahun 1961 itu. Aku menanti-nanti kapan label “world best seller” tercantum di covernya novel ini. Mudah-mudahan. Satu lagi, kalau novel ini di filmkan, diambil sama siapa yang mbak?. Hollywood sih kayaknya agak sedikit keberatan, tapi mudah-mudahan diambil oleh rumah produksi yang profesional. Edisi bahasa Inggrisnya kapan terbit? Bahasa Arab juga? puluhan bahasa lainnya? Promosi dong mbak. Novel ini layak jadi novel dunia. Patut dibaca oleh semua orang di dunia. (Aku Optimis mbak…!)
    Kritik tuk novel ini : Masih ada kata-kata yang salah mbak. Mungkin pembaca yang cukup teliti akan menemukannya. Mudah-mudahan 30 cetakan selanjutnya dapat di perbaiki.
    Wassalamu’alaikum Warahmatullahi wabarakatuhu

    • sintayudisia berkata:

      Assalamu’alaikumwrwb.
      Alhamdulillah, Agush dah baca. Wah, masih jauh banget dari Harper Lee. Yang pasti, mbak pribadi ingin menuliskan sesuatu yang bermanfaat buat banyak orang. Kata Rusdi Zaki, sastrawan & penulis Jatim, sastra serius adalah sesuatu yang bisa membuat seseorang berkontemplasi, merenung dan menemukan sesuatu. Doakan ya, karya-karya mbak ke depan lebih bagus. Terimakasih atas kritiknya.

  6. guswanto berkata:

    Assalamu’alaikum Warahmatullahi wabarakatuhu
    Tambahan lagi mbak. Ketika membaca novel ini aku cukup bingung dengan detil lokasi. Saran aku, pada novelnya dibuat peta atau sejenisnya sehingga lebih mudah paham dan cukup meyakinkan. Mungkin pembaca lainnya setuju banget usulan ini. Aku gak tau keberadaan daerah -daerah seperti syakhrisyabs, Isfahan, bukhara, samarkan, khotar, khurasan dan daerah lainnya itu dimana. Di novel hanya disebutkan ke barat, barat, dan barat sampai Jerussalem. Kalau jerusalem dan Ulan Batar sih tau. Bisa dilihat di peta dan juga pernah dipelajari waktu belajar IPS kelas 5 SD. Aku juga baca Lord of The Ring karya JRR Tolkien. Aku lebih paham karena di novelnya dibuat peta walaupun seuanya khayalan. Akan tetapi novelnya Mbak ini kan roman sejarah. Setidaknya kita tau dimana lokasi-lokasi kejadiannya di peta.
    Mudah-mudahan bisa dipertimbangkan.
    Maaf ya mbak. Aku terlalu banyak komentar. Sekali lagi, novel Mbak ini bagus sekali….
    Wassalamu’alaikum Warahmatullahi wabarakatuhu

    • sintayudisia berkata:

      Assalamu’alaikumwrwb.
      Jazakumullah atas kritik dan apresiasinya. Peta? Wah, ide yang bagus. Di LOTR memang dijelaskan dimana itu Moria, Condor, Rivendell dst ya..insyaAllah jika seri ke 4 nya terbit lebih mengesankan dari karya-karya sebelumnya. Doakan ya…Terus terang, mbak lebih suka jika orang bilang…Sinta, karya kamu itu kurang disini, disitu..daripada hanya sekedar memuji. Soalnya pujian bisa membuat seseorang statis sementara kritik membuat seseorang terpacu. Btw, terus kasih masukan ya…

  7. roedybmg berkata:

    Ass Wr wb ,
    Mbak Sinta pas di toko buku saya tertarik membaca sinopsis bukunya mbak Sinta trus nambahin dech koleksi novelku. Tapi saat membaca ada satu hal yang aneh menurut saya ( missing page kali ? ) hal 11 -13 , yang seolah-olah lompat karena tuqluq Timur Khan tahu2 tertarik Islam , and yang aneh lagi di hal 14 yang menyampaikan Tugluq ingin memeluk Islam. Keanehannya pada apa yang membuatnya langsung tertarik , wong percakapan dengan syaikh jamaludin tidak dirinci ?
    Semoga kritikan ini bisa membuat Novelnya menjadi lebih menarik , kayak tuturannya Langit Kresna H dalam Gajah Mada….
    Wass Wr Wb
    NB : baru segitu masukkannya , sebab belum tuntas ngebacanya…

    • sintayudisia berkata:

      Wa’alaikumsalamwrwb.
      Roedy yang baik, Alhamdulillah n thanx a lot dah baca novel mbak. Sebetulnya itu buku ke -3, yang sebelumnya Sebuah Janji (buku 1) dan The Lost Prince (buku 2). Sayangnya dua sekuel yang terdahulu dah sulit ditemui di pasaran. Buku1 bercerita awal pertemuan Tuqluq Timur Khan dengan syaikh Jamaluddin, Takudar n kedua adiknya masih kecil. Buku 2 bercerita Takudar atau BAruji sebagai pelarian di Syakhrisyabz. Doakan mbak, keluarga mbak, juga The Road agar barakah n best seller ya…

  8. Assalamu’alaikum…
    Saya baru saja membeli buku ini setelah beberapa pekan yang lalu menginginkannya. Saya belum sempat membacanya, namun saya ingin mengkritik anak judul: …”Pangeran Muslim Pewaris Mongol”. Saya kira kata “pewaris” itu hanya tepat jika itu ditujukan kepada si raja yang akan memberikan atau “mewariskan” kerajaan kepada anaknya. Tidak tepat seorang anak menjadi pewaris bapaknya. Juga seorang pangeran pewaris raja karena pewaris memberi waris kepada ahli waris, bukan sebaliknya. Saya pernah mengkritik calon judul “Pewaris Winnetou” sebelum buku itu terbit, sehingga kemudian diganti menjadi “Ahli waris Winnetou”. Anyway, buku ini saya kira akan menyita akhir pekan saya dan saya akan kembali membelinya jika ada edisi revisi atas judul itu. Mohon dicek ke KBBI. Wassalam

    • sintayudisia berkata:

      Terimakasih sekali atas dukungan, apresiasi mas Rahmat pada buku saya. Doakan barakah dan best seller ya… terus terang, saya kurang mengecek ketika lay out cover ini sudah jadi. Semula saya hanya punya opsi judul Tahta awan, Singgasana Halimun atau The Road to The Empire. Tanpa embel-embel apa-apa. Doakan, jika naik cetak lagi saya bisa mengkomplain bagian cover agar menghilangkan bagian2 yang mengganggu.

  9. Saya yakin ini akan bestseller, cepat atau lambat. Saya awalnya berpikir buku ini adalah versi lain dari buku John Man. Eh, ternyata buatan lokal. Salut!

  10. adi berkata:

    Assalamualaikum. Wr. Wb
    Saya sudah baca buku The Road to the emperor. Ceritanya bagus sekali. Pemilihan katanya juga baik, tapi memang ada beberapa ejaan yang salah ketik. Trus ntar tak cari deh buku sequel 1 & 2 nya……….

    • sintayudisia berkata:

      Wassalamu’alaikumwrwb.
      Alhamdulillah, jazakumullah atas apresiasi adi. Iya nih, masih ada yang salah ketik padahal sudah di edit beberapa kali. InsyaAllah akan diperbaiki di penerbitan berikutnya. Doakan ya novel mbak barakah & best seller…

    • sintayudisia berkata:

      sebetulnya ini buku ketiga dek. Buku 1 dan 2 dah terbit, penerbitnya bukan LPPH. Buku 1 merupakan novel dengan judul “Sebuah Janji”, juara I lomba menulis novel islami GIP. Lanjutannya “The Lost Prince”. Sayang, banyak pihak menyayangkan, kedua novel ini covernya kurang ‘menjual’ sehingga masyarakat banyak yang belum tahu. Berbeda dengan The Road to The Empire yang tampil dengan cover lebih mengesankan. Doakan novel mbak barakah & best seller ya…semoga demikian pula keluarga mbak, senantiasa dilimpahiNya perlindungan.

  11. sintayudisia berkata:

    Dizu, coba cari di toko buku-toko buku. Judulnya Sebuah Janji & The Lost Prince. Penerbitnya GIP, jakarta. DOakan novel mbak barakah & best seller ya….

  12. Assalamu’alaikum…
    salam kenal saya baru nemu site-nya mba Sinta nih… ikutan komen, novelnya emang bagus BGT; marah, sedih, emosi bercampur baur deh.. sampe tmen yg pinjam pun banjir air mata😉
    saya sempet nge-khayal jg kl novel ini di Filmkan, ternyata bukan sy sja yg berharap… ^_^ semoga bisa terlaksana. Amiin. Saya boleh ambil gb covernya untuk resensi di blog saya? Tq

    • sintayudisia berkata:

      Jazakumullah dek..doakan novel ini barakah, best seller, tak lekang oleh waktu sehingga kisah hikmahnya dapat kita wariskan kepada generasi berikut ya…Doakan mbak amanah dan dapat terus berkarya. Jangan lupa resensi dan kritiknya…salam untuk keluarga.

    • sintayudisia berkata:

      Terimakasih juga….saya juga punya multiply: sintayudisia.multiply.com….Jangan lupa kritik The Road to The Empire jika sudah membacanya, sekaligus doakan juga ya.

  13. waw,,,,, saya baru tahu klo The Road to the empire buku ke 3,,, waktu di januari 2010 membeli, ga baca detil🙂, waktu itu bener2 lagi konsen baca sejarah Rasulullah, saya diawal baca sudah menemukan kejanggalan tentang silsilah Takudar, bukankah Takudar yang menulis surat pada sultan Mamalik Mesir adalah anak dari Hulago Khan? bukankah Arghun itu ponakannya Takudar, dan masih banya tanya lainnya …. tapi pertanyaan saya saat itu saya endapkan dulu, perlu waktu buat cross check ke buku-buku sejarah yang saya bisa akses …. pekan-pekan ini punya kesempatan baca mendalam tentang Muslim Asia tengah dan anak benua India, jadi teringat buku The Road to the empire …. semoga bisa berdiskusi , salam hangat Tutik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s