Manusia VS Simpanse

Manusia vs Simpanse

Inilah pendapat para ahli antropologi.

Manusia adalah primate. Kerabat kita yang terdekat adalah simpanse & gorilla yang memiliki susunan kimia jasmani yang benar-benar identik dengan manusia. Dalam artian evolusi, garis keturunan manusia adalah garis keturunan hominid, manusia belum lama berpisah dari garis keturunan kera besar Afrika (simpanse & gorila).

Menurut urutan zaman, beginilah evolusi primata yang konon kabarnya berakhir pada manusia.

No

Jenis

Tahun

1

Australopithecine

3,5-2,5 juta tahun SM

2

Homo Sapiens

250 ribu-100 ribu tahun SM

3

Manusia Neanderthal

100 ribu tahun SM

4

Manusia Modern (homo sapiens sapiens)

40 ribu -30 ribu tahun SM

5

———ada tekanan evolusi———

6

Nabi Adam

?

7

Nabi Nuh

1700 SM

Sekalipun terdapat rantai putus yang membingungkan antara manusia purba dengan manusia modern, tetap saja sebagian ahli beranggapan telah terjadi evolusi. Memang banyak kemiripan antara manusia dengan simpanse/ gorilla.

No

Ciri khas

Manusia

Simpanse

Keterangan

1

Emosi

V

V

2

Bercinta

V

V

3

Bermain

V

V

4

Melakukan pertunjukan

V

V

5

Menggunakan alat

V

V

2007, antropolog Jill Pruetz melaporkann simpanse Fongoli betina ‘Tumbo’ meruncingkan ranting & menggunakannya seperti lembing. Pembuatan peralatan berburu & berburu adalah perilaku khas manusia

6

Berbicara

V

V

7

Kecerdasan ekologis

V

V

Evolusi membantu primata beradaptasi terhadap tantangan bertahan hidup di habitat yang berdaya dukung kurang. Primata mengalami evolusi otak yang kompleks

8

Memilih pakan (terutama daging)

V

V

Peneliti Leslie Aiello & Peter Wheeler mengatakan otak adalah “jaringan mahal”. Untuk menjaga otak yang lebih besar tetap berfungsi, organ /sistem lain perlu menjadi lebih ramping. Simpanse beralih makan daging untuk menggantikan sejumlah besar makanan bahan nabati berhara rendah. Menghabiskan lebih sedikit tenaga di pencernaan berarti memakainya di tempat lain, kemungkinan untuk mendayai otak yang diperluas.

9

Makan dengan tangan bersih

V

V

Simpanse sekalipun kadang berjalan dengan 4 tungkai ( sekarang beberapa sudah berjalan tegak!) , menggunakan buu-buku jari untuk berjalan. Mereka makan dengan tangan bersih

10

Runutan gen

95-98% menyerupai manusia

11

Bahasa

V

V

12

Simbol

V

V

Di Great Ape Trust, di Des Moines, Iowa, simpanse Pigmi bernama ‘Kanzi’ belajar berkomunikasi menggunakan lambang, ia telah menguasai 380 lambang

13

Berciuman, berjabat tangan, menguap, tertawa

V

V

Mary Roach, wartawan NG mencatat banyak hal sepanjang mengamati simpanse : simpanse marah jika ditertawakan, simpanse bangun malam mencari kudapan, simpanse berbaring dipunggung & bermain ’kapal terbnag’ dengan anak2nya simpanse menggunakan serbet daun untuk mengelap (=cebok)

Dengan persamaan seperti itu yang demikian banyak, mungkin saja suatu saat simpanse berevolusi menjadi manusia dan manusia berganti habitatnya di hutan. Kalau sedemikian banyak persamaan simpanse dengan kita, betulkah manusia hasil evolusi dari binatang ’cerdas’ itu?

Roger M. Keesing dalam Cultural Anthropology mengatakan bahwa yang menjadikan manusia khas itu adalah kemampuaannya menggunakan simbol-simbol. Kemampuan ini diungkapkan dalam bahasa, memungkinkan manusia menghimpun tradisi-tradisi budaya, mengkomunikasikan pernyataan.

Otak manusia dianggap telah berevolusi seperti Homo Sapiens yang mengalami bertambah besarnya volume otak tetapi volume otak bukan hanya satu-satunya ukuran (ingat :simpanse, dinosaurus T-Rex, juga dianggap sebagai makhluk cerdas)

Bahasa manusia bergantung pada perkembangan-perkembangan khusus di lapisan luar otak (cerebal cortex). Salah satunya adalah lateralisasi atau terciptanya dua belahan otak yang saling menggenapi (otak kanan & otak kiri). Pada otak kiri terdapat bagian-bagian penting agar manusia dapat berbahasa normal. Manusia mengalami evolusi bahasa, dimana ”pemindahan modalitas silang” terjadi di otak – manusia melihat/menangkap sesuatu , terjadi serangkaian sinyal sehingga manusia mampu menterjemahkannya dalam bahasa.

Geschwind (1967) dan beberapa ilmuwan berpendapat bahwa primata non manusia tak memiliki sirkuit otak yang dapat mencapai pemindahan modalitas silang , yang dibutuhkan untuk memaknai simbol-simbol ( bahasa lalu berkaitan dengan huruf & angka). Tetapi bukti-bukti mutakhir menunjukkan bahwa kera-kera besar mampu belajar & beradaptasi. Dengan kata lain, sesungguhnyanya simpanse & gorilla juga dapat berbicara menggunakan bahasa mereka sendiri.

Di titik ini, masihkan kita berpikir bahwa manusia berbeda dengan simpanse?

Perhatikan satu pendapat ini.

Semakin ilmuwan mempelajari kesamaan kera-kera besar dengan manusia, semakin tampak bahwa kita seolah memiliki garis hominid yang sama. Seolah leluhur kita memang serupa. Sekalipun terdapat missing link :

1. Kapan tepatnya manusia purba betul-betul menjadi manusia modern (dalam hal ini Nabi Adam)? Manusia modern bukan hanya berdasar volume otak tapi juga pada kemampuannya beradaptasi.

2. Kapan evolusi otak terjadi hingga kera-kera besar memiliki jaringan otak laterisasi?

Bahkan, 2 ciri-ciri khas manusia berupa kemampuannya menggunakan bahasa & simbol sekarang sudah mulai mampu dikuasai simpanse melalui serangkaian pelatihan!

Robert M. Keesing berpendapat, betapapun simpanse & kera besar lainnya menjadi sangat cerdas karena serangkaian pelatihan sehingga bisa menggunakan bahasa & simbol , ada hal lain yang tidak bisa disamai dari manusia. Menurutnya, manusia mampu berbicara tentang benda-benda di dunia, manusia punya nama-nama untuk benda-benda, manusia mengenal lebih detil konsep penggolongan.

Dan tiba-tiba teringatlah pada kalimat ini :

N¯=tæur tPyŠ#uä uä!$oÿôœF{$# $yg¯=ä. §NèO öNåkyÎztä ’n?tã Ïps3Í´¯»n=yJø9$# tA$s)sù ’ÎTqä«Î6/Rr& Ïä!$yJó™rÎ/ ÏäIwàs¯»yd bÎ) öNçFZä. tûüÏ%ω»|¹ ÇÌÊÈ (#qä9$s% y7oY»ysö6ߙ Ÿw zNù=Ïæ !$uZs9 žwÎ) $tB !$oYtFôJ¯=tã ( y7¨RÎ) |MRr& ãLìÎ=yèø9$# ÞOŠÅ3ptø:$# ÇÌËÈ tA$s% ãPyŠ$t«¯»tƒ Nßg÷¥Î;/Rr& öNÎhͬ!$oÿôœrÎ/ ( !$£Jn=sù Nèdrt6/Rr& öNÎhͬ!$oÿôœrÎ/ tA$s% öNs9r& @è%r& öNä3©9 þ’ÎoTÎ) ãNn=ôãr& |=ø‹xî ÏNºuq»uK¡¡9$# ÇÚö‘F{$#ur ãNn=÷ær&ur $tB tbr߉ö7è? $tBur öNçFYä. tbqãKçFõ3s? ÇÌÌÈ

31. Dan dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, Kemudian mengemukakannya kepada para malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!”

32. Mereka menjawab: “Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang Telah Engkau ajarkan kepada Kami; Sesungguhnya Engkaulah yang Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana[*].”

33. Allah berfirman: “Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini.” Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman: “Bukankah sudah Ku katakan kepadamu, bahwa Sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?”

[*] Sebenarnya terjemahan Hakim dengan Maha Bijaksana kurang tepat, Karena arti Hakim ialah: yang mempunyai hikmah. hikmah ialah penciptaan dan penggunaan sesuatu sesuai dengan sifat, guna dan faedahnya. di sini diartikan dengan Maha Bijaksana Karena dianggap arti tersebut hampir mendekati arti Hakim.

Mungkin Robert M.Keesing belum pernah membaca al Qur’an tetapi hipotesanya setidaknya menggiring kita untuk lebih ’terperangah’. Ternyata –lagi-lagi- Al Qur’an adalah jawaban dari sekian banyak pertanyaan-pertanyaan manusia.

Kita tak ingin narsis, tak ingin terlalu mencintai diri sendiri.

Rasanya, lebih baik status kita lebih tinggi dari malaikat, daripada harus sekelas dengan simpanse & gorilla.

4 thoughts on “Manusia VS Simpanse

  1. Yopi berkata:

    Tapi meski sudah dikasih pilihan lebih mulia dari malaikat atau sejajar sama simpanse herannya banyak orang2 diluar sana yang ngotot milih mirip simpanse. Maaf Mereka yang merasa pintar dengan cara berfikir bebas dan merasa sangat bangga dengan label liberalnya.

    Setelah saya terangkan teori njelimetnya kemereka, tapi mereka tetap ngotot, akhirnya saya punya ide nyeleneh yg cukup jitu :
    1. Saya tunjukan gambar Tarzan sama Ibu angkatnya yang kera itu.
    2. Saya tanyakan apa ada yang aneh? Karena dia pengamat yang baik dia langsung paham keanehan gambar itu. Yaitu Tarzan pakai celana kolor tapi Ibu angkatnya yang kera Ngak!
    3. Fenomena Missing Link Budaya Sederhana bukan!
    4. Langsung saya konekan dgn ayat ” Dan dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, Kemudian mengemukakannya kepada para malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!”
    4. meskipun ia akhirnya termangu2 dan dgn pelan berkata ia ya nilai2, etika dan adab itu berevolusinya gimana ya!, Sayang ia terlalu malu mengakui kesalahannya dan terlalu gengsi menerima kebenaran!

    …………………………………….Memang hidayah itu terserah Allah siapa yang mau diberi!

  2. egie berkata:

    nah fenomena missing link ini y yg menarik buat diketahui..
    sampe kapan rahasia ini akan tersimpan..
    oia,
    tp menurut cerita dr ulama-ulama,
    postur nabi adam it kayak raksasa..
    tp aq g tau bner ap g..
    truz ap manusia-manusia yg udah diketemukan fosil-fosilnya it n dprediksi waktu hidupnya yg sebelum nabi adam, apakah udah boleh disebut manusia?????
    semakin membingungkan n menarik untuk diteliti..

    he99..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s