Lafadz Cinta

Kebetulan suami membuka blog seseorang. Disitu tertulis bahwa ia merekomendasikan Lafadz Cinta, Alhamdulillah. Sekalipun menurut pengakuannya novel ini nggak semenghentak Ayat2 Cinta tetapi ia memujinya sebagai novel yang bagus. Sekali lagi Alhamdulillah.

Sebetulnya saya nggak ingin dengar pujian. Cuma ingin tahu reaksi orang ketika membaca hasil tulisanku.  Ternyata memang benar, seseorang yang menulis dengan sentuhan jiwanya, orang pun mersakan getaran yang sama. Saya bukan seseorang piawai menulis, bukan. Tetapi Lafadz Cinta berisi kerinduan seseorang menemukan cinta. Siapa orang yang sanggup hidup solitaire di dunia ini? Keberadaan teman, sahabat, orangtua, kakak adik, guru, someone special, setiap titik yang dilingkupi aura cinta membuat kita mampu menapaki tahap demi tahap kehidupan ini hingga menjelang terminal terakhir nanti.

Cinta kepada Tuhan mungkin sesuatu yang terlalu abstrak. Kita sendiri mungkin nggak ngerti kaya apa sih cinta sama Tuhan? Tetapi cobalah jika waktu dan rizqi memungkinkan, tengoklah Mekkah dan Madinah. Disitu manusia akan menemui bahwa di atas segalanya, ada cinta abadi yang tulus diberikan oleh Dzat Yang Maha Pengasih. Bagi mereka yang sudah pernah menuniakan ibadah haji coba tanyakan, kecewakah mereka sholat di Masjidil Haram? Samakah mengunjungi makam Rasululah dengan makan-makan lainnya? Apakah perjalanan haji sebanding dengan kunjungan ke Orchad Road di Singapur atau Disneyland?

Banyak  yang bercerita bahwa Lafadz Cinta mengharukan pada penggambaran Seyla menunaikan ibadah umroh dan haji. Saya sendiri belum pernah kesana tapi membayangkan hijrah Rasulullah Saw dan Abubakar ra di siang terik, di tengah padang pasir, dikejar para pembunuh, ada rasa tersengat tiada tara. Mekkah yang penuh ancaman (sebelum Fathul Mekkah), sangat berbeda dengan Madinah yang dipenuhi gejolak kerinduan membayangkan seorang Nabi Suci yang hidup amat sederhana, datang tanpa pengawalan dan tandu. Orang-orang melantunkan Thola al Badru. Saya membayangkan Raudhoh Syarifah. Taman-taman surga. Tiang-tiang yang dinamakan sesuai nama ummahatul mukmin dan para shahabat. Membayangkan mereka kelelahan berjihad, mengorbankan apapun demi tegaknya Islam yang mulia. Tanpa kekayaan. Tanpa jabatan. Tanpa imbalan. Semata-mata karena Allah dan rasulNya, semata-mata karena mereka ingin menyebarkan ni’mat & rahmat Islam.   Abubakar dan pejabat sekarang, apakah sama? Umar dan penegak hukum sekarang, apakah sama? Utsman dan para dermawan sekarang, apakah sama? Ali bin Abi Thalib dan para pengajar sekarang, apakah sama? Kemanakah Salman al Farisy, Tholhah, Mush’ab, Bilal, Amr bin Yassir, dan yang lainnya?

Jika saja kita memiliki kekayaan sumber daya manusia seperti para sahabat, apa jadinya bumi ini. Jika mereka yang menunaikan ibadah haji   dengan harta halal, ilmu dan amal yang benar, apa jadinya Indonesia. Jika kita diberi kesempatan oleh Allah menyaksikan Haramain, jangan sia-siakan. Rasakan hati ini demikian merindukan kehadiran Rasul & para sahabat, di suatu taman surga dengan menatap wajahNya yang mulia.

Kadang saya berpikir…mungkinkah saya sampai kesana? Pantaskah saya meminta satu kapling di surga dengan kenistaan ini?

 

4 thoughts on “Lafadz Cinta

  1. solicha berkata:

    mbak. aq br buka blog stlh kian lama.
    subhanallah ok!
    tp kaget bgt,knp pasang foto yg itu. maluuu kale..
    Ramadhan kali ini jg lg jejak siroh nabawiyah…
    krn perjalanan hidup tak akan perna habis untuk dipelajari dan penug dgn inspirasi
    aq jg mo buat blog di wordpress, ntar aq belajar ke nt nih

  2. sintayudisia berkata:

    To solicha…salam silaturrahim. Tinggal dimana dek?Doakan mbak selalu ya…

    To Akhi Dirman : saya senang sekali kenalan dengan kepala suku FLP NTB. Eh, NTBnya dimana? Saya sebetulnya berdarah Lombok lho

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s