Epik Takudar

Kenapa saya suka menulis roman sejarah?

Sebab saya mengagumi Shalahuddin al Ayyubi, Nuruddin Zanki, Imaduddin Zanki, Thariq bin Ziyad, Muhammad al Fatih, dan salah satu tokoh yang jarang di dengar, Takudar Muhammad Khan. Anak-anak & remaja hafal betul Spiderman & MJ, Batman & catwoman, Superman & Lois Lane, lalu Avatar -Saka-Katara-Aang(kalau ini masih dapat dimaklumi…tokohnya sedikit). Kalau Naruto? Dua putra saya hafal betul sejarah desa Konoha, jurus-jurus, senjata, nama musuh dan teman Naruto. Saya paling2 hanya tahu Naruto, Sakura,& beberapa teman baiknya.

Padahal manusia belajar dari sejarah. Kejayaan Islam ditorehkan dalam sejarah, belajar tentang ke-cemerlangan Islam membuat kita ingin mengembalikan kedudukan Islam ke tempatnya semula. Sejarah yang dilupakan membuat manusia tak dapat menarik hikmah apalagi mengambil pelajaran berharga.

Awalnya, almarhum bapak menyimpan sebuah buku usang : The Preaching of Islam, Sejarah Da’wah Islam (Thomas W. Arnold) yang mengupas tentang perkembangan da’wah mulai zaman para sahabat Nabi hingga tersebar ke penjuru dunia. Banyak tokoh yang baru saya kena tiba-tiba merebut kekaguman, salah satuna Takudar. Ternyata Mongolia yang sarat dengan sejarah darah dan kepahitan menyimpan mutiara-mutiara. Takuda rhanya sempat memimpin kuranglebih dua tahun karena sebagaimana sejarah kaisar2 China, kudeta dan pembunuhan silih berganti. Tapi kenangan atas dirinya yang berubah bijak dan lemah lembut, arif dan santun, adil dan tegas setelah menjadi muslim…saya sering menangis sendiri ketika menuliskan fiksi atas dirinya. Membayangkan intimidasi atas putra mahkota yang hanya menginginkan satu jalan kembali ke negerinya : berserah diri pada Islam.

2 thoughts on “Epik Takudar

  1. Alhamdulillah, saya berkesempatan membuka blog ini. Semakin banyak pencerahan bagi lebih banyak lagi manusia.
    Mbak Shinta, saya tunggu karya-karyanya dengan muatan sejarah. Apalagi sejarah Islam yang tentunya akan memberi inspirasi bagi kita, ummat akhir zaman yang semakin jauh dari akar sejarahnya.

  2. Assalaamu’alaikum, mba Sinta salam kenal, saya pecinta sejarah juga, sudah lama nian, pengen diskusi, tapi waktu tempo hari kegiatan baca saya belum selesei, januari 2010 saya beli the Road to Empire, cetakan kedua, menikmati roman sejarah, meski berkerut-kerut, menemukan hal-hal yang rasanya bertentangan dengan apa yang saya baca, cuma karena waktu itu lagi konsentrasi baca sejarah Rasulullah, maka belum sempat memberi komen. Buku yang pertama saya baca tentang Takudar Khan adalah buku “Ringkasan Sejarah Negara2” yang edisi arab, disitu dimuat juga surat Takudar kepada Saifuddin Bey Muzhaffar Qalawun penguasa Mamalik di Mesir…. dalam buku itu ditulis bahwa Takudar adalah anak Hulago Khan, mereka menguasai iLkhan (Persia) hulago dari garis Tului Khan putra Gengis Khan….. sedangkan Tuqluq Timur adalah penguasa Chagatai (asia tengah) dari garis Chagatai putra Gengis Khan. Tuqluq Timur turunan ke delapan dari Gengis han, sedangkan Takudar turunan ke 3…… silsilah Takudar bin Hulago bin Tului bin Gengis…. sedangkan Tuqluq Timur turunan ke delapan. Menguasai daerah yang berbeda dan silsilah nasab yang berbeda pula, meski keduanya bertemu di Gengis. Kemudian arghun adalah ponakan takudar….. saya ga ngikutin perkembangan buku ini, maksudnya tanggapan dan lain sebagainya, seneng banget klo bisa diskusi terus, membaca sejarah menatap masa depan…. salam hangat,,, Tutik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s