<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Sintayudisia's Diary</title>
	<atom:link href="http://sintayudisia.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sintayudisia.wordpress.com</link>
	<description>Catatan Perjalanan, Halte Perenungan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 24 Jan 2012 03:24:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='sintayudisia.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Sintayudisia's Diary</title>
		<link>http://sintayudisia.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://sintayudisia.wordpress.com/osd.xml" title="Sintayudisia&#039;s Diary" />
	<atom:link rel='hub' href='http://sintayudisia.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Catatan Akhir Tahun 2011 (III) :~Gaza of Palestine, Arab Spring, &amp; Predictor of Happiness</title>
		<link>http://sintayudisia.wordpress.com/2011/12/30/catatan-akhir-tahun-2011-iii-gaza-of-palestine-arab-spring-predictor-of-happiness/</link>
		<comments>http://sintayudisia.wordpress.com/2011/12/30/catatan-akhir-tahun-2011-iii-gaza-of-palestine-arab-spring-predictor-of-happiness/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Dec 2011 00:19:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sintayudisia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Perjalanan]]></category>
		<category><![CDATA[Fight for Palestina!]]></category>
		<category><![CDATA[Gaza Kami]]></category>
		<category><![CDATA[mother's corner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sintayudisia.wordpress.com/?p=942</guid>
		<description><![CDATA[Arab Spring, atau gelombang Revolusi Arab diklaim terjadi Sabtu 18 Desember 2010. Gelombang ini menghentak mulai Tunisia dengan tergulingnya Zine el Abidin Ben Ali, bergolaknya Tahrir Square dan terlemparnya Mubarrak dari kursi kekuasaan, jatuhnya Libya dengan kematian Qadaffi yang mengenaskan. Aljazair, Libanon, Sudan, Oman dan Saudi Arabia menyusul. King Abdullah II memecat PM Rifai dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sintayudisia.wordpress.com&amp;blog=4438010&amp;post=942&amp;subd=sintayudisia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sintayudisia.files.wordpress.com/2011/12/anak-gaza.jpg"><img src="http://sintayudisia.files.wordpress.com/2011/12/anak-gaza.jpg?w=645" alt="" title="anak gaza"   class="alignleft size-full wp-image-943" /></a></p>
<p>	Arab Spring, atau gelombang Revolusi Arab diklaim terjadi Sabtu 18 Desember 2010. Gelombang ini menghentak mulai Tunisia dengan tergulingnya Zine el Abidin Ben Ali, bergolaknya Tahrir Square dan terlemparnya Mubarrak dari kursi kekuasaan, jatuhnya Libya dengan kematian Qadaffi yang mengenaskan.<br />
	Aljazair, Libanon, Sudan, Oman dan Saudi Arabia menyusul.<br />
	King Abdullah II memecat PM Rifai dan membubarkan kabinet, selang beberapa bulan kembali memecat PM Bakhit dan kabinet sebab rakyat tak puas dengan pemerintahan yang bergerak lamban. Presiden Bashir menyatakan tak akan mencalonkan diri lagi di Sudan 2015. Sultan Qaboos melakukan konsesi ekonomi dan memecat menteri yang tidak kompeten. Saudi Arabia menghelat pemilu 29 September 2011 –khusus lelaki- dan mencanangkan perempuan punya hak suara di tahun 2015.<br />
	Jika Arab Spring atau Arab Awakening disebut-sebut sebagai babak baru dunia Arab, dimanakah posisi Palestina? Menangkah Palestina ketika Mahmoud Abbas berhasil memasukkan Palestina sebagai bangsa yang terdaftar di PBB dan benderanya sudah berkibar di UNICEF?<br />
	Biarkan saja Palestina berjuang, sebagaimana bangsa Arab di sekelilingnya berjuang.</p>
<p>Muhammad Amin al Husayn<br />
	Di tengah pergolakan Palestina, mufti besar Al Aqsha 1937 berhasil menyelinap keluar al Aqsha dan bergabung dengan tokoh legendaris pejuang Palestina, Izzuddin al Qossam. Di sela-sela kesulitan bangsa Palestina, sang mufti senantiasa mengumandangkan pendapat bahwa bangsa Palestina harus mendukung sebuah bangsa nun jauh di seberang benua dan samudera. Bangsa yang sama terjajah, sama bergulat dengan kemiskinan dan penindasan. Bisa dipastikan syaikh al Husayn belum pernah melihat apalagi menginjakkan kaki ke Indonesia. Tetapi hatinya yang dipenuhi ikatan persaudaraan merasakan geletar kobar perjuangan dari negeri nun jauh.<br />
	Jika saja, beliau masih hidup saat ini.<br />
	Akankah mufti besar Palestina itu kecewa sebab pembelaannya terhadap Indonesia tak mendapatkan balasan yang sama? Jangankan mengingat Palestina, Indonesia tengah berkutat dengan indeks korupsi bernilai ”3” (bandingkan dengan Swiss, Demark, Singapur yang 9,&#8230;). Indonesia tengah mejadi pasar facebook ke 2 dan twitter ke 3 se dunia. Indonesia tengah berkiblat pada boyzband dan girlband K-Pop dan J-Pop.</p>
<p>Indonesia-Palestina Bersaudara<br />
	Tetapi tak setiap orang Indonesia tak peduli.<br />
	Arab Spring 18 Desember 2010, nyaris sebuah pengulangan dengan intifadhah yang diperkirakan meletus sebagai Intifadhah Pertama Desember 1987. Gelombang Intifadhah tidak hanya berhenti di satu titik tetapi meluas mejadi Intifadhah Kedua yang meletus sejak September 2000 hingga 2005.<br />
	Banyak orang berpendapat : mengapa harus peduli pada Palestina sementara banyak pula orang di Indonesia yang perlu dibantu? Kasus Mesuji dan sekian banyak sengeketa tanah, kecelakaan kapal, TKI &amp; TKW, tawuran pelajar hingga mahasiswa yang protes membakar diri; tidakkah cukup sudah PR besar bangsa ini dan tak perlu sok peduli dan sok baik hati mengurusi bangsa lain?<br />
	Dalan hierarki Maslow, puncak tertinggi piramida adalah upaya-upaya aktualisasi, transedental atau bagaimana manusia peduli pada orang lain. Daniel Gilbert PhD dari Harvard University meneliti predictor of happiness. Pernikahan, anak, dan uang adalah syarat bahagia. Uang? Adalah bagaimana kita spent it untuk orang lain, bukan bagaimana cara menghabiskannya. Membantu orang lain, peduli pada orang lain sesungguhnya bukan perilaku sok baik hati tetapi salah satu kebutuhan tertinggi manusia yang merasa damai dan bahagia ketika posisinya sebagai manusia ternyata berarti bagi orang lain. Seorang altruist, bisa dipastikan lebih bahagia dari koruptor meski status kekayaan keduanya berbeda jauh.<br />
	Membantu Palestina, membantu orang-orang yang butuh kepedulian di sekitar kita dengan kapasitas yang kita miliki; sesungguhnya adalah memenuhi kebutuhan asasi diri kita sendiri untuk merasa mulia dan berharga.<br />
	Ada banyak lembaga di Indonesia yang menolehkan kepala ke arah Palestina. Salah satunya Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI).<br />
BSMI telah berupaya membangung capacity building untuk rakyat Palestina dengan meyekolahkan dua dokter umum Palestina, Dr. Ameen Al Annajhwa dan Dr. Moin Al Shurafa. Pada (7/10) BSMI membawa dua lulusan ‘aliyah (sekolah menengah atas) sebagai penerima beasiswa untuk melanjutkan pendidikan dokter umum di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Dua warga Gaza penerima beasiswa pendidikan dokter umum tersebut adalah Mohammed Shabat (19) dan Abdelrahman Elnweiri (19). Keduanya memulai pendidikannya pada akhir Oktober 2011 dengan memasuki kelas Bahasa Indonesia selama enam bulan yang dilanjutkan dengan matrikulasi dan selanjutnya perkuliahan umum.<br />
Ada banyak hal untuk menyatakan kepedulian pada Palestina.<br />
Apa yang kita berikan mungkin tak selantang syaikh Al Husayn atau bagaimana para pemuda Mesir bernaung di kepanduan  (sekitar tahun 1940-50 an) secara sukarela berangkat menuju el Arish untuk masuk ke Gaza. Kita mungkin pun lupa menyisihkan harta. Tetapi setidaknya jangan lupa menyisihkan waktu untuk berdoa, dana, menuliskan suara hati dan pikiran dalam blog masing-masing.</p>
<p>Anak &amp; Perempuan Gaza<br />
	Jika,<br />
	suatu masa atas rizki Allah SWT sepasang kaki menginjakkan kaki ke Gaza.<br />
	Rasakan seolah kehadiran Muhajirin Anshor di sekeliling. Senyum tulus, bukan lip service. Hafalan Quran yang menjadi program pemerintah. Perempuan-perempuan yang berlatih setiap hari bagaimana menghadapi situasi perang, bagaimana cara menyelamatkan anak-anak dan menjauh dari jendela bila roket Israel mendadak menyerang. Perempuan yang tetap menjalani kodratnya sebagai gadis, mempelai, ibu; terus memburu kesempatann beasiswa  dan senantiasa meng upgrade diri<br />
	Anak-anak Gaza adalah anak-anak dengan senyum terbaik di dunia. Tetap mampu tertawa meski kedua orangtuanya syahid, atau hidup sebatang kara. Tetapi bagaimana mereka mampu bertahan? Sebab kementrian Budaya memugar rumah-rumah yang hancur, menjadikannya Monumen Syahid. Kementrian Budaya senantiasa memberikan semangat kepada anak-anak yatim piatu bahwa orangtua mereka memiliki andil besar dalam perjalanan sejarah Palestina dan tak akan pernah dilupakan. Rumah yang hancur adalah saksi sejarah yang harus senantiasa dilestarikan.<br />
	Ada banyak anak-anak mengalami speech disorder, perempuan yang bisu tuli karena trauma peperangan. Tetapi mereka bangkit, mengasah skill, bersiap menjadi tulang punggung manakala lelaki di tengah keluarga tewas, sakit atau cacat seumur hidup.<br />
	Gaza adalah negeri yang terblokade. Gaza adalah negeri seribu luka.<br />
	Tapi Gaza adalah cuaca jernih dan malam yang tenang.<br />
	Apalagi kehidupan yang lebih baik daripada bertetangga, berteman, berdagang, dengan para penghafal Quran?</p>
<p>Beberapa Puisi Gaza</p>
<p><strong>Pahatan pada nisan seorang anak Gaza<br />
</strong><br />
<em>Aku hidup, sehebat yang kubisa<br />
Berhati-hatilah dengan langkahmu : pemakaman terbentang lebar<br />
….<br />
Namun kita tidak melabuhkan kebencian demi kebencian<br />
Tapi berdoa, bahwa perdamaian tetap menjadi masa terbaik bagi kemanusiaan<br />
</em><br />
Khalid Nusaibah</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sintayudisia.wordpress.com/942/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sintayudisia.wordpress.com/942/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sintayudisia.wordpress.com/942/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sintayudisia.wordpress.com/942/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sintayudisia.wordpress.com/942/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sintayudisia.wordpress.com/942/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sintayudisia.wordpress.com/942/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sintayudisia.wordpress.com/942/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sintayudisia.wordpress.com/942/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sintayudisia.wordpress.com/942/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sintayudisia.wordpress.com/942/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sintayudisia.wordpress.com/942/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sintayudisia.wordpress.com/942/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sintayudisia.wordpress.com/942/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sintayudisia.wordpress.com&amp;blog=4438010&amp;post=942&amp;subd=sintayudisia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sintayudisia.wordpress.com/2011/12/30/catatan-akhir-tahun-2011-iii-gaza-of-palestine-arab-spring-predictor-of-happiness/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a3eff2d0451a9c4d3f0723570c5ef06c?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">sintayudisia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sintayudisia.files.wordpress.com/2011/12/anak-gaza.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">anak gaza</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Catatan Akhir Tahun 2011 (II) Great Mother, Great Generation ~ catatan manis dari Trenggalek</title>
		<link>http://sintayudisia.wordpress.com/2011/12/29/catatan-akhir-tahun-2011-ii-great-mother-great-generation-catatan-manis-dari-trenggalek/</link>
		<comments>http://sintayudisia.wordpress.com/2011/12/29/catatan-akhir-tahun-2011-ii-great-mother-great-generation-catatan-manis-dari-trenggalek/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Dec 2011 05:09:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sintayudisia</dc:creator>
				<category><![CDATA[ACARA SINTA YUDISIA]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Perjalanan]]></category>
		<category><![CDATA[mother's corner]]></category>
		<category><![CDATA[Oase]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sintayudisia.wordpress.com/?p=937</guid>
		<description><![CDATA[“Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu. Hanya kepada-Ku lah kamu akan kembali.” (QS. Luqman: 14) I remember my mother&#8217;s prayers and they have always followed me. They have clung to [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sintayudisia.wordpress.com&amp;blog=4438010&amp;post=937&amp;subd=sintayudisia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu. Hanya kepada-Ku lah kamu akan kembali.” (QS. Luqman: 14)</p>
<p><em>I remember my mother&#8217;s prayers and they have always followed me.  They have clung to me all my life.  ~Abraham Lincoln<br />
</em></p>
<p><a href="http://sintayudisia.files.wordpress.com/2011/12/dscf3937.jpg"><img src="http://sintayudisia.files.wordpress.com/2011/12/dscf3937.jpg?w=645" alt="" title="DSCF3937"   class="alignleft size-full wp-image-938" /></a><br />
	Doa Ibu.<br />
Ini bukan slogan yang menempel di gerobak bakso, mi ayam atau tahu tek ala Surabaya. Tetapi seorang Ibu betul-betul mampu mempengaruhi jalan hidup anak dan orang-orang di sekeliling. Anak yang ditelantarkan sang ibu akan menyumbang sejarah kelam macam Hitler, Jack the Ripper atau Marilyn Monroe. Ibu yang membimbing sang anak akan menghasilkan generasi macam Abdullah bin Zubair, Umar bin Abdul Aziz, Harun al Rasyid.<br />
Tugas ibu di era millenium semakin penuh tantangan. Secara garis besar, ibu memiliki dua peran utama.</p>
<p>1. Makhluk Individu (ruh-jasad-aqal)<br />
2. Makhluk sosial (anak, istri, ibu, teman &amp; mas’uliyah yg lain) </p>
<p>•	Semua dalam konteks ibadah kepada Allah SWT</p>
<p>Makhluk Individu<br />
Tidak mungkin mengabaikan ibu sebagai makhluk individu. Bisa dibayangkan lapis kesabaran seorag ibu yang jarang sholat, tilawah, dzikir? Maka ibu harus punya watu di sela kesibukan bekerja untuk sholat dhuha, qilayul lain, membaca quran. Mereka yang punya kekuataan ruh tinggi berarti punya mental lebih stabil. Mental yang stabil tidak mudah goyah oleh intimidasi macam tangisan dan rengekan anak, pertikaian anak, permintaan-permintaan suami yang membutuhkan kesabaran serta setumpuk agenda perempuan lainnya.<br />
Selain ketahanan ruhiyah, seorang ibu harus kuat fisik.<br />
Tidak mungkin mengurus anak dan suami, mengerjakan perkerjaan lain dengan semangat klentrak klentruk akibat kurang asupan gizi. Pola makan, hidup sehat, kegembiraan diperlukan untuk mendapatkan kebugaran.<br />
Aqal yang senantiasa terinjeksi ilmu-ilmu bermanfaat akan semakin mengokohkan figur ibu di tengah anak-anak dan keluarga. Bagaimana menjadi financial planner handal agar mampu mengelola harta suami? Bagaimana bisa menjadi teman diskusi enak bagi suami ketika membahas Vladimir Putin, pentas politik, hingga siapa Pep Guardiola, Alex Ferguson, atau Roberto Mancini? Bagaimana bisa menceritakan kepada anak-anak perihal global warming dan Indonesia 20 tahun ke depan? Tentu saja, bagaimana mengokohkan Quran dan Siroh Nabawiyah dengan bahasa yang mampu dicerna anak-anak dengan beragam level agar mereka merasakan kembali kebutuhan agama dengan kapasitas perkembangan mental dan IQ masing-masing.</p>
<p>Makhluk Sosial<br />
Sebagai seorang individu, kita masih tetap menjadi anak bagi orangtua. Kita juga saudara perempuan, teman bagi sesama, anggota masyarakat. Tak mungkin mengeliminasi salah satu peran, meminimalisasi mungkin. Kedudukan manusia, dalam hal ini perempuan, bagai rantai kehidupan yang saling berkelindan satu sama lain. Kita akan menjadi istri yang baik manakala berhasil taat kepada orangtua suami. Kita akan mengambil hati suami manakala kita mampu menempatkan diri di tengah keluarga besar. Selain tanggung jawab dalam keluarga inti dan keluarga batih yang lebih besar; tak mungkin menghindari peran di tengah masyarakat.<br />
Apa jadinya bila hanya mendekam terus di rumah, tak pernah ikut arisan PKK atau pengajian di masjid? Tetangga pasti akan senang bila kita mengambil posisi sebagai sekretaris atau bendahara sehingga beban struktural masyarakat  dalam level RT, RW, masjid kompleks, dapat terbagi. Apalagi bila ternyata Allah SWT menitipkan kepada kita kesabaran, keahlian dan kecerdikan menjalani tugas seperti guru/dosen; paramedis, petugas penyuluhan, dsb. Pendek kata, perempuan semakin banyak tantangan dan harus semakin memiliki kehalian dan kekuatan ruh-fisik-aqal dalam menuntaskan problematika ummat.</p>
<p>Great Mother of Trenggalek<br />
Ada kisah manis ketika 26 Desember lalu diundang ke Trenggalek.<br />
Siapa yang pernah ke sana? Aih, kota kecil dengan pagar perbukitan, demikian nyaman dan tenang. Oleh-olehnya itu lho&#8230;kue manco dan kripik tempe yang gurih sekali. Makanan khas Trenggalek memang jenis kripik seperti kripik pisang, alen-alen.<br />
Ada yang unik ketika LMI &amp; Salimah meyelenggarakan semiar Thanks for Bunda. Biasanya, yang mendapat bingkisan adalah anak yatim. Tetapi kali ini&#8230;.Bunda Yatim. Ahya, Bunda Yatim haruslah mendapatkan kegembiraan pula, sebab membesarkan anak yatim tidak sama dengan anak-anak dengan orangtua lengkap. Ada sebuah hadits Rasul Saw yang kuranglebih intinya demikian : bahwa di yaumil akhir, Rasul akan bersama para janda  di yaumil akhir -bagai jari yang saling merapat- yang ketika ditinggalkan suaminya di masa muda masih segar dan cantik, tetapi memilih berkhidmah membesarkan anak-anaknya. Wallahu a’lam.<br />
Ibu?<br />
Coba simak perkataan seorang penyair berikut.</p>
<p>One good mother is worth a hundred schoolmasters.  ~George Herbert<br />
1 ibu yang hebat = 100 kepala sekolah!</p>
<p>Kalau 2011 belum berhasil menjadi Ibu Hebat, ayo semangat memperbaiki diri di 2012 untuk menjadi Ibu Hebat!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sintayudisia.wordpress.com/937/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sintayudisia.wordpress.com/937/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sintayudisia.wordpress.com/937/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sintayudisia.wordpress.com/937/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sintayudisia.wordpress.com/937/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sintayudisia.wordpress.com/937/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sintayudisia.wordpress.com/937/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sintayudisia.wordpress.com/937/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sintayudisia.wordpress.com/937/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sintayudisia.wordpress.com/937/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sintayudisia.wordpress.com/937/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sintayudisia.wordpress.com/937/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sintayudisia.wordpress.com/937/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sintayudisia.wordpress.com/937/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sintayudisia.wordpress.com&amp;blog=4438010&amp;post=937&amp;subd=sintayudisia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sintayudisia.wordpress.com/2011/12/29/catatan-akhir-tahun-2011-ii-great-mother-great-generation-catatan-manis-dari-trenggalek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a3eff2d0451a9c4d3f0723570c5ef06c?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">sintayudisia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sintayudisia.files.wordpress.com/2011/12/dscf3937.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DSCF3937</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Catatan Akhir Tahun 2011 (I) Cerpen Pertamaku : Penulis Tanpa Modal</title>
		<link>http://sintayudisia.wordpress.com/2011/12/29/catatan-akhir-tahun-2011-i-cerpen-pertamaku-penulis-tanpa-modal/</link>
		<comments>http://sintayudisia.wordpress.com/2011/12/29/catatan-akhir-tahun-2011-i-cerpen-pertamaku-penulis-tanpa-modal/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Dec 2011 03:12:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sintayudisia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Perjalanan]]></category>
		<category><![CDATA[Karyaku]]></category>
		<category><![CDATA[Kepenulisan]]></category>
		<category><![CDATA[mother's corner]]></category>
		<category><![CDATA[Oase]]></category>
		<category><![CDATA[Takudar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sintayudisia.wordpress.com/?p=934</guid>
		<description><![CDATA[Bagaimana kalau seorang penulis tidak punya PC, laptop, tidak punya kertas &#38; pulpen? Jawabnya : bisa! Kemarin, hari bongkar-bongkar stok lama koran yang sudah menggunung. Perlu diketahui, saya adalah pecinta kliping koran di era millennia. Meski internet sudah merajai, google tinggal pakai jari, tetap tak ada yang menandingi menyimpan koran. Alasannya sederhana, kalau klik google, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sintayudisia.wordpress.com&amp;blog=4438010&amp;post=934&amp;subd=sintayudisia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sintayudisia.files.wordpress.com/2011/12/dscf3982.jpg"><img src="http://sintayudisia.files.wordpress.com/2011/12/dscf3982.jpg?w=645" alt="" title="DSCF3982"   class="alignright size-full wp-image-935" /></a></p>
<p>	Bagaimana kalau seorang penulis tidak punya PC, laptop, tidak punya kertas &amp; pulpen?<br />
	Jawabnya : bisa!<br />
	Kemarin, hari bongkar-bongkar stok lama koran yang sudah menggunung. Perlu diketahui, saya adalah pecinta kliping koran di era millennia. Meski internet sudah merajai, google tinggal pakai jari, tetap tak ada yang menandingi menyimpan koran. Alasannya sederhana, kalau klik google, kita sedang mencari apa yang memang kita butuhkan. Kalau membaca kliping koran, kita diingatkan pada peristiwa-peristiwa yang nyaris terlupa.<br />
	Ada kliping tentang bung Hatta, sampai beberapa seri. Warna kertasnya sudah menguning. Ada kliping tentang bencana di Indonesia mulai lumpur Lapindo, tsunami Aceh, juga gempa Padang. Ada kumpulan Dialog Jumat &amp; Khazanah Republika yang sudah mengendap selama bertahun-tahun. Bahkan, beberapa bulan lalu baru saja membuang koran tahun 2000an. Ah sayang sekali&#8230;.banyak berita bagus yang masih layak untuk direnungkan. Sayangnya, kapasitas rumah tak mencukupi.<br />
	Dan,<br />
	saya menemukan setumpuk kertas dalam kardus.<br />
	Isinya, masa-masa awal sebagai penulis dimana saya tidak punya modal sama sekali! Jangankan PC atau laptop. Tahun 2000an anak saya masih kecil-kecil sehingga tiap kali punya uang, nyaris yang terpikir pertama kali bagaimana beli susu, kacang hijau, mengganti baju yang tidak layak sekalipun hanya memburunya di pasar pagi. Kertas dalam bentuk buku sih ada, tapi tidak terpikir beli satu rim kertas HVS atau kertas buram. Tempat pensil nyaris tidak punya, sebab pulpen dan isinya seringkali berhamburan. Maklum, punya anak kecil<br />
	Keinginan menulis, tidak terhambat meski kita tak punya perangkat memadai.<br />
	Saya ingat sekali, saya menulis dengan kertas bekas dan pulpen yang hanya tinggal isinya. Kadang pakai pensil yang sudah tinggal seruas jari hehe&#8230;.<br />
	Yang ada di foto ini ketika mau ikut lomba Annida.<br />
	Berhubung mau ikut lomba, maka saya beli kertas folio. Tulis tangan, lalu dibawa ke rental. Setelah di print, ada beberapa bagian yang salah, saya edit, dan saya bawa ke rental lagi.<br />
	Alhamdulillah, Jalinan Kasih yang Terkoyak, dengan setting masa DOM Aceh membawa saya sebagai juara II tingkat nasional LMCI Annida. Waktu itu , juara I nya tidak ada (kalau saya tidak salah ingat). Hadiah uang Rp.800.000 dan sepaket buku terbita Syaamil.<br />
	Jadi, penulis itu lebih dulu mengawali dengan  niat, tekad, semangat belajar dan mencari ilmu, semangat berusaha. Apapun fasilitasnya, insyaAllah bisa jadi!<br />
	Waktu ambil hadiah di kantor Annida&#8230;wah, senangnya bisa ketemu dengan crew Annida yang rrruaaarr biasa. Salah satunya dengan mbak Rahmadianti alias mbak Dee yang kelak di kemudian hari menjadi editor buku-buku saya. Lewat dunia kepenulisan ini pertama kalinya pula berkenalan dengan teh Pipiet, mb HTR, mb Asma Nadia, mas Gol A Gong, mas Ali Muakhir, mas Boim Le Bon dll.<br />
	Di tahun 2011, ada beberapa karya yang selesai, baik terbit maupun dalam proses. Di antaranya TAKHTA AWAN, sekuel dari The Road to The Empire. EXISTERE alhamdulillah diterjemahkan di Malaysia. Ada cerpen dan artikel yang dimuat di Republika,  atau di media lokal.<br />
	Apa target 2012?<br />
	Menyelesaikan Takudar III.<br />
	Menuntaskan kuliah.<br />
	Berburu referensi psikologi Islam terutama yang digagas oleh narasumber seperti Ibnu Sina, Ibnu Khaldun, Al Misykawaih, Ibnu Sirrin dan masih banyak lagi. Ada beberapa target buku yang masih rahasia (hee..!) tetapi selalu, doa dari saudara-saudaraku adalah senjata terhebat kaum muslimin.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sintayudisia.wordpress.com/934/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sintayudisia.wordpress.com/934/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sintayudisia.wordpress.com/934/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sintayudisia.wordpress.com/934/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sintayudisia.wordpress.com/934/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sintayudisia.wordpress.com/934/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sintayudisia.wordpress.com/934/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sintayudisia.wordpress.com/934/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sintayudisia.wordpress.com/934/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sintayudisia.wordpress.com/934/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sintayudisia.wordpress.com/934/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sintayudisia.wordpress.com/934/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sintayudisia.wordpress.com/934/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sintayudisia.wordpress.com/934/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sintayudisia.wordpress.com&amp;blog=4438010&amp;post=934&amp;subd=sintayudisia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sintayudisia.wordpress.com/2011/12/29/catatan-akhir-tahun-2011-i-cerpen-pertamaku-penulis-tanpa-modal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a3eff2d0451a9c4d3f0723570c5ef06c?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">sintayudisia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sintayudisia.files.wordpress.com/2011/12/dscf3982.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DSCF3982</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menggagas Sekolah Pra Nikah (Republika, 21 Desember 2011~Sinta Yudisia)</title>
		<link>http://sintayudisia.wordpress.com/2011/12/22/menggagas-sekolah-pra-nikah-republika-21-desember-2011sinta-yudisia/</link>
		<comments>http://sintayudisia.wordpress.com/2011/12/22/menggagas-sekolah-pra-nikah-republika-21-desember-2011sinta-yudisia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Dec 2011 22:48:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sintayudisia</dc:creator>
				<category><![CDATA[ACARA SINTA YUDISIA]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Perjalanan]]></category>
		<category><![CDATA[mother's corner]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah Menikah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sintayudisia.wordpress.com/?p=931</guid>
		<description><![CDATA[Melihat angka perceraian yang fantastis sebesar 320.788 perkara di penghujung 2010 –sebagian besar memiliki usia pernikahan di bawah lima tahun-, pertanyaan muncul. Jika masing-masing keluarga memiliki dua atau tiga orang anak, berapa jumlah generasi muda ke depan yang memiliki mental tidak stabil akibat perpisahan orangtua di masa golden age? Bukan hanya perceraian, KDRT muncul bagai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sintayudisia.wordpress.com&amp;blog=4438010&amp;post=931&amp;subd=sintayudisia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>	<a href="http://sintayudisia.files.wordpress.com/2011/12/pernikahan1.jpg"><img src="http://sintayudisia.files.wordpress.com/2011/12/pernikahan1.jpg?w=225&#038;h=300" alt="" title="pernikahan1" width="225" height="300" class="alignright size-medium wp-image-932" /></a><br />
Melihat angka perceraian yang fantastis sebesar 320.788 perkara di penghujung 2010 –sebagian besar memiliki usia pernikahan di bawah lima tahun-, pertanyaan muncul. Jika masing-masing keluarga memiliki dua atau tiga orang anak, berapa jumlah generasi muda ke depan yang memiliki mental tidak stabil akibat perpisahan orangtua di masa golden age? Bukan hanya perceraian, KDRT muncul bagai gunung es di permukaan : tampak menyembul sedikit dengan akar karang yang masih tersembunyi asal muasalnya. Ditambah ketidak cocokan dan perselingkuhan, cukuplah Indonesia mewariskan kehancuran dalam dua tiga dekade di masa depan.<br />
Keluarga yang masih terikat sendi pernikahan pun belum menjamin akan mewariskan generasi yang jauh lebih baik dari orangtua mereka, mengingat minimnya pemahaman masyarakat terkait seluk beluk pendidikan anak, baik yang berbasis agama maupun pengetahuan aplikatif lainnya. Pernikahan sebagai gerbang terbentuknya keluarga yang merupakan intisari masyarakat dan pondasi sebuah Negara, lebih kepada seremonial formal yang semakin kehilangan makna dan fungsi. Diperkaya dengan pemberitaan media yang mengungkap sisi negatif kehidupan pribadi keluarga artis, semakin kokohlah kognisi buruk masyarakat awam bahwa begitulah pernikahan dan keluarga : mudah dibentuk, mudah pula digugurkan.</p>
<p>Anak-anak dan remaja yang tumbuh dalam keluarga bermasalah, dapat dipastikan memiliki ego strength yang rapuh. Mudah putus asa, mengekspresikan dengan cara yang keliru kebutuhan akan kasih sayang, juga melarikan diri pada sosok atau benda yang mampu memuaskan rasa haus afeksi.<br />
Penyebab keretakan rumah tangga sangat beragam. Tahun 2010 penyebab pertama perceraian, sekitar 23,8% disebabkan permasalahan ekonomi. Urutan kedua sebesar 7,08% akibat perselingkuhan. Sisanya akibat kekerasan fisik 0,77%; akibat cemburu 3,52%; serta akibat lainnya seperti pernikahan lintas agama, pernikahan lintas Negara, nikah di bawah umur hingga menikah tanpa cinta.</p>
<p>Salah satu yang dapat diupayakan untuk memperbaiki kondisi masyarakat adalah memberikan edukasi dan pengetahuan memadai terkait seluk beluk pernikahan. Bukan hanya bagi mereka yang ingin menikah, tetapi bagi remaja yang memasuki masa akil baligh perlu pula diberikan pembelajaran. Mengapa remaja yang oleh Havigurst dikatakan ‘masa badai’ pun perlu mendapatka pengetahuan dini tentang berkeluarga? Sebagian besar permasalahan manusia berasal dari kognisi yang salah. Memahami cinta dan hubungan seksual secara terpisah dari konteks keluarga adalah salah. Remaja yang tidak punya pandangan menyeluruh tentang konsep keluarga akan beranggapan cinta dan hubungan intim hanyalah permainan masa muda, padahal bila terjadi sex pranikah dan menghasilkan keturunan, dapat dipastikan kualitas keluarga macam apa  yang akan dihasilkan. Perceraian dan anak yang ditelantarkan kembali menghadang.</p>
<p>Pre marriage course sejak 1980 sudah digagas di barat menghasilkan sekitar limabelas ribu alumni dari satu lembaga kursus saja. Kabar membahagikan, sebesar 79% mereka yang menempuh pendidikan singkat ini berhasil menyelamatkan pernikahan. Orang mungkin bertanya-tanya, apa perlunya sekolah pranikah? Menikah adalah perilaku alamiah yang dapat dipelajari dari waktu ke waktu, dari nasehat rekan atau para tetua.<br />
Mengambil analogi sebuah institusi, diperlukan lulusan strata satu hingga tiga untuk menangani derajat kesulitan yang berbeda. Masyarakat siap menyisihkan waktu dan dana seberapapun besarnya untuk menempuh pendidikan, demi dapat bekerja di institusi bergengsi dan mendapatkan penghasilan yang layak.  Bukan hanya sekedar ijazah; pengetahuan dan ketrampilan yang didapat selama bertahun-tahun menempuh jalur akademis diharapkan mampu menghasilkan lulusan bertalenta. Pernikahan yang hampir dimasuki setiap manusia, adalah institusi yang digeluti sejak usia early adulthood atau masa dewasa awal hingga usia tua atau mati. Bayangkan, sebuah institusi yang dijalani selama lebih dari duapuluh lima tahun, dimasuki para pekerja yang sama sekali buta terkait institusi tersebut, menjalankan roda tugas hanya berdasarkan mitos, kearifan lokal, nasehat-nasehat yang terkadang jauh dari nilai akurasi dan kebenaran!</p>
<p>Pre marriage course atau Sekolah Pra Nikah mewadahi berkumpulnya para ahli yang diharapkan mampu memberikan solusi bagi kebuntuan pernikahan.  Jika mengacu pada kurikulum di barat; pendidikan singkat atau kursus ini melibatkan kaum agamawan, dokter atau paramedis, financial planner, juga terapis. Para pakar di bidang tersebut akan membantu remaja atau usia dewasa awal , mempersiapkan ilmu memasuki gerbang pernikahan.</p>
<p>Peran agamawan sangat penting. Para ulama akan menguatkan sendi pernikahan dari sisi spiritualitas. Hubungan lelaki perempuan yang disahkan dalam akad yang suci selain melegalkan kenikmatan dan memberikan catatan pahala bagi curahan kasih sayang; pesan ilahiah tertitipkan. Sebuah generasi baru terbentuk, generasi yang diharapkan jauh lebih baik dari pendahulunya baik dari sisi fisik, akal maupun ruhani. Setiap permasalahan bila dikembalikan dan dikokohkan oleh nilai-nilai Qurani akan menghasilkan persepsi yang berbeda. Anak, ekonomi, hubungan suami istri, hadirnya orang ketiga dan yang lainnya; akan senantiasa ditimbang sebagai amanah dan fitnah yag harus dihadapi penuh rasa optimis. Kesabaran mutlak diperlukan, hubungan transedental menjadi kunci. Tentu, bukannya menegasikan kemungkinan terburuk seperti perceraian. Kalaupun perceraian mejadi satu-satunya jalan keluar , setiap pihak terkait menempuh dengan cara ihsan sehinga anak –lagi-lagi- tidak menjadi korban.</p>
<p>Dokter tidak hanya menyampaikan bagaimana kerja alat reproduksi. Mereka dapat menyampaikan bagaimana kerja tubuh dan otak lelaki perempuan dapat berbeda. Mengapa otak lelaki dan perempuan merespon dengan cara yang sama sekali bertentangan terhadap obyek yang sama? Hormon, kromosom, ataukah neurotransmitter tertentu yang menyebabkan reaksi dua insan berlainan jenis ini tak sama? Pengetahuan tentang fisik manusia akan mampu memberikan pemahaman bahwa lelaki dan perempuan terkadang dapat berselisih faham akibat proses biologis tubuhnya. Pemahaman ini akan mengurangi stigma sebelumnya di tengah masyarakat bahwa lelaki cenderung tidak peduli sementara perempuan sangat cerewet. Stigma buruk yang diwariskan seringkali membentuk pemikiran stereotipe sehingga setiap orang cenderung menerima begitu saja dan tak memahami bahwa sesuatu dapat diubah hanya dengan cara meggeser sedikit arah sudut pandang.</p>
<p>Financial planner akan membantu mengurai kekusutan permasalahan perekonomian. Setiap tahun terjadi pernikahan sekitar dua juta pasangan dengan jumlah sekitar duaratuslimapuluh ribu menggugat cerai. Sebagian besar, sekitar 70% pengaju gugatan adalah pihak istri dengan aduan permasalahan ekonomi. Keyakinan rizqi di tangan Allah harus didukung upaya riil. Perencana keuangan akan memberikan  softskill berupa kemandirian dan perilaku yang adaptif terhadap peluang-peluang ekonomi. Dengan indeks kemiskinan kota dan desa sebesar 13,33% di tahun 2010, perlu kewaspadaan tinggi bahwa permasalahan ekonomi akan merambat lebih jauh kepada persoalan sosial dan ketahanan keluarga.</p>
<p>Terapis yang terdiri dari psikolog, psikiater atau konselor memberikan masukan terkait modifikasi perilaku. Banyak perilaku yang buruk seperti merokok atau boros, egois atau suka berkata menyakitkan, dapat diubah dengan bimbingan yang terprogram. Seorang konselor pernikahan dibutuhkan sesuai tahap perkembangan manusia, termasuk pernikahan, dari waktu ke waktu. Konselor pernikahan khusus menangani segala hal yang diharapkan pasangan tentang pernikahan. Psikolog akan membantu lebih luas, terkait elemen-elemen yang biasanya mengikuti perjalanan hidup manusia seperti karir, keluarga, anak hingga permasalahan traumatis. Psikolog pendidikan akan membantu anak-anak dengan permasalahan akademis, psikolog klinis membantu manusia secara individu atau komunal agar tetap sehat secara mental, psikolog perkembangan akan membantu agar manusia mampu mencapai perkembangan optimal di tiap masa perkembangan. Psikiater akan membantu secara farmakologis bila salah satu anggota keluarga mengalami gangguan berat atau berkelanjutan seperti kecemasan akut, anak spesial hingga kasus ekstrim macam schizofren.</p>
<p>Para peneliti mengungkapkan predictor of happiness manusia ditentukan oleh cinta dan pernikahan, pekerjaan dan struktur kepribadian mereka sendiri. Myers di tahun 1999 melaporkan sebanyak kurang lebih 42% perempuan bahagia dengan menikah sementara lelaki lebih sedikit, 37%.  Tetapi Daniel Gilbert, Phd dari Harvard University mengungkapkan, bahwa bukan hanya sekedar pernikahan yang membuat seseorang meraih kebahagiaan dalam hidupnya. Pernikahan, anak dan uang merupakan kunci kebahagiaan. Lebih lanjut Gilbert memperjelas, happy marriage lah yang membuat hidup seseorang lebih bermakna, bukan sembarang pernikahan.  Sementara tak semua anak mendatangkan kebahagiaan tetapi anak-anak yang dididik dengan cara pantas dan tepat serta uang yang dibelanjakan secara proporsional lah yang mampu membuat hidup seseorang jauh lebih bahagia.</p>
<p>Persoalan ekonomi, perselingkuhan akibat banyak faktor, kecemburuan atau kekerasan berikut sederet persoalan pernikahan bukanlah harga mati bagi ketok palu perceraian. Pendampingan bagi keluarga-keluarga yang telah menikah sangat perlu agar mereka mampu mencari jalan keluar yang akurat bagi setiap permasalahan. Tak cukup setelah menikah, sebelum menikah pun pemuda perlu dibekali dengan ilmu memadai terkait segala elemen yang menyangkut pembentukan keluarga. Ke depannya, Sekolah Pra Nikah diharapkan mampu menghasilkan pemuda-pemuda dengan wawasan cukup sehingga persoalan pernikahan bukan hanya sekedar permasalahan hubungan intim atau percekcokan keluarga, tetapi bagaimana keluarga-keluarga Indonesia mampu menghadirkan generasi unggul yang tangguh secara mental, siap menghadapi era perubahan cepat dengan tetap berlandaskan pada nilai-nilai Robbaniyah dan Quraniyyah.</p>
<p>						Sinta Yudisia<br />
Penulis,<br />
Mahasisiwi Psikologi Untag-Sby,<br />
Kontributor Rumah Keluarga Indonesia &amp; Sekolah Pra Nikah</p>
<p>Referensi :<br />
1. Weiten, Wayne; Psychology Themes&amp; Variation, 2007, University of Nevada, Las Vegas<br />
2. http://bimasislam.kemenag.go.id/informasi/berita/93-dirjen-bimas-islam-sayangkan-perceraian-meningkat.html<br />
3. http://www.bps.go.id/<br />
4. www.apa.org.id<br />
5. http://www.marriageeducation.com.au</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sintayudisia.wordpress.com/931/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sintayudisia.wordpress.com/931/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sintayudisia.wordpress.com/931/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sintayudisia.wordpress.com/931/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sintayudisia.wordpress.com/931/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sintayudisia.wordpress.com/931/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sintayudisia.wordpress.com/931/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sintayudisia.wordpress.com/931/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sintayudisia.wordpress.com/931/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sintayudisia.wordpress.com/931/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sintayudisia.wordpress.com/931/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sintayudisia.wordpress.com/931/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sintayudisia.wordpress.com/931/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sintayudisia.wordpress.com/931/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sintayudisia.wordpress.com&amp;blog=4438010&amp;post=931&amp;subd=sintayudisia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sintayudisia.wordpress.com/2011/12/22/menggagas-sekolah-pra-nikah-republika-21-desember-2011sinta-yudisia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a3eff2d0451a9c4d3f0723570c5ef06c?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">sintayudisia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sintayudisia.files.wordpress.com/2011/12/pernikahan1.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">pernikahan1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sinta Yudisia : Bedah Buku Takhta Awan &amp; Kang Abik : Movie Seminar, Malang 3 Des 2011</title>
		<link>http://sintayudisia.wordpress.com/2011/12/02/sinta-yudisia-bedah-buku-takhta-awan-kang-abik-movie-seminar-malang-3-des-2011/</link>
		<comments>http://sintayudisia.wordpress.com/2011/12/02/sinta-yudisia-bedah-buku-takhta-awan-kang-abik-movie-seminar-malang-3-des-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Dec 2011 03:42:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sintayudisia</dc:creator>
				<category><![CDATA[ACARA SINTA YUDISIA]]></category>
		<category><![CDATA[Bedah Novelku]]></category>
		<category><![CDATA[TAKHTA AWAN]]></category>
		<category><![CDATA[Takudar]]></category>
		<category><![CDATA[The Road to the Empire]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sintayudisia.wordpress.com/?p=923</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sintayudisia.wordpress.com&amp;blog=4438010&amp;post=923&amp;subd=sintayudisia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sintayudisia.files.wordpress.com/2011/12/pamflet-bedah-buku.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-924" title="Pamflet Bedah Buku" src="http://sintayudisia.files.wordpress.com/2011/12/pamflet-bedah-buku.jpg?w=645" alt=""   /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sintayudisia.wordpress.com/923/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sintayudisia.wordpress.com/923/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sintayudisia.wordpress.com/923/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sintayudisia.wordpress.com/923/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sintayudisia.wordpress.com/923/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sintayudisia.wordpress.com/923/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sintayudisia.wordpress.com/923/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sintayudisia.wordpress.com/923/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sintayudisia.wordpress.com/923/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sintayudisia.wordpress.com/923/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sintayudisia.wordpress.com/923/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sintayudisia.wordpress.com/923/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sintayudisia.wordpress.com/923/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sintayudisia.wordpress.com/923/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sintayudisia.wordpress.com&amp;blog=4438010&amp;post=923&amp;subd=sintayudisia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sintayudisia.wordpress.com/2011/12/02/sinta-yudisia-bedah-buku-takhta-awan-kang-abik-movie-seminar-malang-3-des-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a3eff2d0451a9c4d3f0723570c5ef06c?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">sintayudisia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sintayudisia.files.wordpress.com/2011/12/pamflet-bedah-buku.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Pamflet Bedah Buku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Andrea Yates : Ibu yang Menewaskan ke 5 Anaknya Sendiri</title>
		<link>http://sintayudisia.wordpress.com/2011/11/14/andrea-yates-ibu-yang-menewaskan-ke-5-anaknya-sendiri/</link>
		<comments>http://sintayudisia.wordpress.com/2011/11/14/andrea-yates-ibu-yang-menewaskan-ke-5-anaknya-sendiri/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Nov 2011 09:46:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sintayudisia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Oase]]></category>
		<category><![CDATA[psikologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sintayudisia.wordpress.com/2011/11/14/andrea-yates-ibu-yang-menewaskan-ke-5-anaknya-sendiri/</guid>
		<description><![CDATA[Andrea Yates : Ibu yang Menewaskan ke 5 Anaknya Sendiri Peristiwa ini telah terjadi 10 tahun lalu. Mungkin banyak orang telah membaca kisahya berulang, mencoba memahami atau melupakan begitu saja ketika pada akhirnya tak memahami. Tetapi saya pribadi mencoba mencari tahu, apa yang sesungguhnya dialami perempuan cantik bernama asli Andrea Pia Kennedy itu? Kebetulan, saya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sintayudisia.wordpress.com&amp;blog=4438010&amp;post=922&amp;subd=sintayudisia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Andrea Yates : Ibu yang Menewaskan ke 5 Anaknya Sendiri</p>
<p>	Peristiwa ini telah terjadi 10 tahun lalu.<br />
	Mungkin banyak orang telah membaca kisahya berulang, mencoba memahami atau melupakan begitu saja ketika pada akhirnya tak memahami. Tetapi saya pribadi mencoba mencari tahu, apa yang sesungguhnya dialami perempuan cantik bernama asli Andrea Pia Kennedy itu? Kebetulan, saya juga harus presentasi Seminar Psikologi Klinis, mau tidak mau Andrea Yates menjadi salah satu bahan yang sangat penting untuk didiskusikan.</p>
<p>Ibu Membunuh : Mungkinkah?<br />
	Saya tidak memakai kata “membunuh” sebagai judul. Terlalu sadis rasanya. Sebagai sub judul, mohon maaf, terpaksa melakukannya.<br />
	Banyak orang bertanya2 apakah mungkin seorang perempuan –terlebih seorang ibu- kehilangan akal demikian rupa sehingga tidak memiliki belas kasihan sedikitpun ketika menghadapi anak-anaknya?<br />
	Mungkin tidak banyak kasus serupa Andrea. Namun cukup banyak ibu yang akhirnya tega memaki, mengancam, berteriak, mencubit, memukul, menghajar sang anak. Beberapa meninggalkan bekas luka serius, jika buka di fisik, secara psikis pastilah ada. Bahkan, menghilangka nyawa pun bisa.<br />
	Jangan katakan &#8230;.”aah, aku nggak mungkin begitu!”<br />
	Andrea Yates bahkan sejak bertemu Rusty Yates di awal kencan mereka berkata, ”aku nggak minum alkohol.” Sebab ia tak ingin seperti 2 kakaknya yang kecanduan.<br />
	Saya ingat suatu ketika menghadiri sebuah pengajian. Sang ustadz berkata tentang tahapan memperbaiki diri, keluarga, masyarakat dst. Di suatu titik sang ustadz berkata ” point pertama adalah Ishlahul Nafs – memperbaiki diri terus menerus dalam segala aspek. Jangan tinggalkan ini meski anda sudah memiliki keluarga, terjun kemasyarakat dan seterusnya. Ingat, berapapun lamanya anda ikut pengajian, betapapun hebatnya sebagai dai, anda tetap punya sifat basyariyah &#8211; manusia!”<br />
	Sungguh nasehat yang menyentak.<br />
	Setiap manusia, siapapun ia, bahkan ulama sekalipun apalagi kita tetap punya ciri khas manusiawi yang jika diabaikan, akan ada yang sangat tidak seimbang.<br />
	Sebagai seorang ibu , naudzubillahi mindzalik, kita tak ingin tragis seperti Andrea. Bahkan, kita mungkin akan memandang jijik, marah, benci, muak padanya yang tega membunuh anak-anak berusia 7, 6, 4, 1 tahun dan 6 bulan. Kita beranggapan ia pantas menjalani penderitaan yang sebanding.<br />
	Semua penegak hukum memandang sama. Juri, hakim, polisi, media.<br />
	Hingga penyelidikan tuntas yang melibatkan semua yang terkait dengan Andrea : Dora Yates, Jutta Kennedy, Russel Edison Yates, Dr. Eileen Strabranch, Dr. Mohammad Saeed, Michael Peter Woroniecki.<br />
	Ketika laporan 2000 halaman usai dikumpulkan.<br />
	Ketika Suzanne O Malley menuangkan kisah lengkap Andrea Yates dalam New York Times Magazine, O, The Oprah Magazine dan Dateline NBC ; dunia terhenyak.<br />
	Mereka terkesima , mencoba memahami dan menyelami, betapa selama 2 tahun Andrea Yates mencoba mati-matian melawan penyakit mental. Seorang ibu yang mengasihi anak-anaknya, berubah gelap mata.<br />
	Scizofren? Bipolar disorder? Psikosis? Halusinasi? Delusi?<br />
	Para ahli akhirnya bermuara pada satu penyakit yang dianggap wajar, tetapi bila diabaikan begitu saja, tak sederhana dampaknya.<br />
	Postpartum depression.<br />
	Penyakit yang mampu merenggut naluri keibuan.</p>
<p>Russel Edison Yates : suami yang baik atau buruk?<br />
	Tak banyak suami seperti Russel ”Rusty” Yates.<br />
	Demikian penyayang pada istri dan keluarga. Pada hari penguburan ke 5 anaknya, tak pelak, ia mendapatkan simpati massa yang besar. Betapa rasa kehilangan yang dialaminya kelewat sakit. Ia bahkan tak dapat berlama-lama mencucurkan airmata, sebab segera Rusty berpikir dan meminta tolong kepada para reporter, tokoh terkemuka yang menawarkan bantuan; siapa saja, agar bisa membantu mencarikan ia pengacara andal agar Andrea Yates terlepas dari hukuman mati.<br />
	”Percayalah, bukan aku yang paling menderita. Tapi Andrea.”<br />
	Simpati yang semula deras mengalir ke Rusty, sempat berubah mejadi kecaman keras seiiring penyidikan yang terus berjalan. Ia dianggap mengabaikan keselamatan, meremehkan penyakit, mengabaikan saran dokter. Kesalahan Rusty terhitung besar (setidaknya, mampu mengurangi hukuman Andrea dari eksekusi mati menjadi penjara seumur hidup).<br />
	Rusty, memang bersalah.<br />
	Tapi ia bukan sengaja melakukan kesalahan.<br />
	17 Juni 1999 ketika Andrea overdosis Trazodone dan harus dirawat hingga 24 Juni di The Methodist Hospital; Rusty sama sekali buta tentang penyakit mental. Ia tak memahami arti diagnosis ”penyakit depresi berat.”<br />
	Saksi paramedis yang terlibat dalam terapi Andrea berkata, Rusty sungguh luarbiasa. Ia rajin mengunjungi Andrea, bercakap-cakap, membelai rambutnya. Mengurus anak-anak &amp; membawanya sekolah; membawa anak2 berkunjung ke rumah sakit. Selama 2 tahun kemudian, 4 kali Andrea masuk rumah sakit dan sepanjang itu pula ia harus pula rawat jalan. Rusty setia mendampingi sang istri, mencoba mengerti, tetapi pemahaman Rusty tak cukup untuk sampai pada satu kesimpulan bahwa suatu saat, Andrea akan mampu membunuh 5 buah hati mereka.<br />
	Rusty bekerja di NASA.<br />
	Ia termasuk teknisi ”keramik”. Jangan anggap sepele kata ”keramik” sebab lapisan ini satu-satunya lapisan yang mampu menghantarkan pesawat ulang alink kembali ke bumi dengan selamat tanpa terbakar di atmosfer. Ketika Columbia gagal sebagai pesawat ulang alik bahkan menyebabkan tragedi yang luarbiasa; Rusty berada dalam tekanan pekerjaan yang tak terbayangkan.<br />
	Di saat yang sama, Andrea membutuhkan perhatian dan kasih sayang.<br />
	Suzanne O Malley mencatat betapa matematis Rusty, perbincangannya seringkali menggunakan kata angka , ”&#8230;..1 : 400; 1 : 10.000&#8230;..”. Lelaki itu belum memahami bahwa penyakit mental tak sama dengan bakteri yang dapat dibunuh dengan minum obat dosis tertentu. Andrea memang mengkonsusi obat, menerima injeksi. Tapi jauh di bawah permukaan, hati Andrea menjerit-jerit. Halusinasinya meliputi auditori dan visual. Belakangan, Rusty memang mengaku bersalah. Andaikan saja&#8230;..<br />
Michael Peter Woroniecki<br />
	Karena saya tidak terlalu memahami ajaran christiani, saya tak akan terlalu banyak membahas cara Woroniecki. Ia salah satu guru spiritual Andrea, pendeta, pengkhotbah keliling. Beberapa masukannya memang kontroversial –sempat dianggap sebagai pemicu sikap di luar batas Andrea- tetapi sebetulnya, beberapa pendapat Woroniecki tak salah.<br />
	Woroniecki pernah berkata pada Rusty ”buat apa rumah besar jika tanpa cinta? Akan seperti kuburan.&#8221; 	Ia juga mengingatkan pasangan tersebut untuk kembali ke Tuhan, tetapi hanya Andrea yang menyambut. Rusty justru sempat bermasalah dengan Michael. Belakangan Rusty sendiri mengaku, andaikan ia ke gereja mungkin Andrea akan punya kesempatan bertemu ibu2 lain dan punya dunia yang lebih terbuka&#8230;</p>
<p>Riwayat Kehamilan<br />
	Andrea dan Rusty ingin keluarga besar.<br />
	1. 26 Februari 1994, Noah Jacob lahir<br />
2. 15 Desember 1995, John Samuel lahir.<br />
	3. November 1996, keguguran.<br />
	4. 13 September 1997 Paul Abraham lahir.<br />
	5. 15 Februari 1999, Luke Davis lahir.<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;<br />
	6. 30 November 2000, Mary Deborah, lahir.</p>
<p>	Ketika Luke berusia 4 bulan, Andrea meminum 40-50 butir Trazodone 50 mg. Inilah pertama kalinya Rusty dikenalkan dengan penyakit mental. Andrea selamat, tetapi harus menjalani rawat inap karena didiagnosis depresi.<br />
	Dr. Eileen Starbranch, psikiater Andrea mewanti-wanti Rusty agar tak memiliki anak lagi sebab Andrea akan mengalami psikosis yang lebih parah bila harus hamil dan memiliki anak. Lolos dari Trazodone, Andrea ternyata mengulangi percobaan bunuh diri dengan pisau di Juli 1999, gagal. Ia menjalani rawat inap dan rawat jalan atas sakit mentalnya.<br />
	Agustus 1999, Eileen bahkan sepakat sekaligus melakukan evaluasi dengan James P. Thomson, Ph.D dan Arturo Rios, M.D untuk menentukan langkah bagi Andrea yang ”merupakan 1 dari 5 pasien terparah”.<br />
	ECT. Electroconvulsive therapy.<br />
	Menurut Eileen pastilah ada dampak lainnya dari terapi kejut ini, tetapi efek yang dramatis pun diharapkan dapat merubah perilaku psikosis Andrea. Sayangnya, Rusty tak setuju.</p>
<p>Saran, Pengobatan, Terapi yang dianjurkan Dr Eileen Starbranch &amp; Dr. Mohammad Saeed<br />
	Dr. Eileen meresepkan Haldol, melarang hamil lagi, menganjurkan ECT.<br />
	Dr. Saeed menangani  Andrea di Devereux, League City justru menghentikan haldol, menggantikan dengan risperdal meski kemudian menggantikan lagi dengan haldol (atas permintaan Rusty). Di tangan Dr. Saeed, Andrea Yates menjalani perawatan mental hingaa menjelang hari yang tak pernah diperkirakan. 4 Juni 2001 Dr. Saeed memerintahkan Andrea menghentikan haldol, dan tidak meresepkan obat antipsikotik lainnya.<br />
	Sama seperti Rusty, Woroniecki, Dr. Saeed menerima kecaman luarbiasa atas keputusannya membiarkan Andrea hidup tanpa obat sama sekali. Apalagi, dokter ini imigran Pakistan.<br />
	Ketika Suzanne O Malley di kemudian hari menyamar sebagai pasien Dr. Saeed, mengatakan ia menderita gangguan kecemasan parah; Dr. Saeed jauh dari yang diberitakan media massa. Ia dokter yang tidak hanya mengerti mendiagnosis obat; tetapi sangat memahami dampak-dampak negatif yang ditimbulkan. Kepada Suzanne Dr. Saeed sama sekali tak meresepkan obat, tak memberinya terapi tingkahlaku tetapi menyarankan : Suzanne, apakah anda mampu membuat daftar urutan prioritas sendiri?  Jika ya, maka sesungguhnya anda mampu mengatasi kecemasan. Kecuali, jika anda membutuhkan bantuan saya untuk merumuskan mana peringkat kebutuhan dan anda tidak bisa, mari saya bantu. (kurang lebih demikian&#8230;)<br />
	Dr. Saeed tak meresepkan obat bagi Andrea.<br />
	Ia menyarankan Rusty untuk meluangkan waktu lebih banyak bagi Andrea.<br />
	Sayangnya, meski Rusty membeli rumah di Beachcomber Lane agar ia mudah menjenguk dari NASA, tak mudah meluangkan waktu. Columbia gagal. Misi senilai USD 1,5 Milyar (atau setara 1500 trilyun) terancam gagal .</p>
<p>Haldol  , Risperdal atau ECT ?<br />
	Haldol adalah obat psikotik berjenis haloperidol yang langsung bekerja di lymbic system, otak manusia. Terutama digunakan untuk pasien dengan penyakit mental parah seperti skizofren atau yang memiliki  penyakit dengan simptom macam borderline personality disorder, agresivitas, psikosis akut, delirium/kegilaan.<br />
	Bagai dua sisi mata uang, haloperidol bukannya tak memiliki efek buruk.<br />
	Dalam jangka panjang mengakibatkan tremor, kecemasan, depressi bahkan keinginan kuat untuk bunuh diri.<br />
	Itulah sebabnya Dr. Saeed memilih Risperdal  yang sama2 dapat digunakan untuk skizofren dan bipolar disorder; dengan efek samping ”hanya” menaikkan tekanan darah, hiperpigmentasi,tremor.<br />
	Bagaimanapun hebatnya Haldol, Risperdal, ECT; semua terapis mengakui bahwa farmakologi bukan satu-satunya pendekatan bagi penderita penyakit mental. Biopsikososial akan memberikan kesembuhan yang jauh lebih optimal saat pasien mendapatkan perawatan biologis, psikologis juga sosial.</p>
<p>666 &amp; Halusinasi auditori-visual<br />
	Woroniecki memang lantang mengkritik sistem dan mengatakan ” semua sistem satanic.” Di kepala orang normal  sistem setan dapat berarti pemerintahan yang korup, kaum agamawan yang justru tidak lurus. Bagi pengikut Woroniecki yang lain, mereka mendirikan homeschooling.<br />
	Bagi Andrea yang ”sakit” ; sistem setan bermakna lebih.<br />
	”Aku ini keturunan setan,” keluh Andrea, ketika menyadari anak-anaknya tidak patuh. Padahal wajar, bukan, anak kecil seperti itu?<br />
	”Aku ini ibu yang buruk,” begitu Andrea menganggap dirinya.<br />
	Padahal, ia sanggup memikul beban hamil hampir setiap tahun dan merawat anak-anak dengan tangannya sendiri; memutuskan menjadi ibu rumahtangga dan menuruti apapun kata Rusty<br />
	Andrea berkali-kali menggaruk kepala hingga berdarah, mencari tanda triple 6. Ia mendengar suara-suara setan yang mengatakan bahwa ia ibu yang buruk yang akan menghantarkan anaknya pada neraka. Dua kali percobaan bunuh diri gagal, baik minum trazodone atau menggunakan pisau; Andrea melihat lewat kacamata lain : anak-anaknya harus diselamatkan dari seorang ibu yang jahat.<br />
	Halusinasi, delusi, ilusi bukan peristiwa yang muncul begitu saja atau dialami oleh mereka yang dianggap para pemuja setan atau orang yang bisa ”melihat lebih”. Dengan tekanan di luar batas, beberapa orang mulai mengaburkan antara mimpi dan nyata, antara ghaib dan terang, antara ya dan tidak.<br />
	Setiap kita, pernah terbersit pikiran buruk.<br />
	Berniat pergi sejauh-jauhnya ketika suami dan anak-anak sempat tak kompak, ingin berlibur sendiri tak diganggu, merasa diri paling kesepian atau malang. Jika perasaan itu hinggap sekali-sekali, setahun sekali, tidak dalam waktu yang reguler; semua masih wajar. Siapa sih yang tidak pernah bertengkar dengan suami, dengan anak, dengan mertua atau teman dan atasan? Siapa yang pernah mengalami semua kesulitan seolah membuat perjanjian di waktu sama : sejumlah tagihan, anak-anak sakit, suami sibuk, tubuh lelah, salah faham dengan saudara, orangtua memarahi, teman-teman mengoreksi tindakan kita yang salah?<br />
	Hanya saja ketika orang memiliki predisposisi –kecenderungan – tabah atau rapuh; di situlah titik perbedaan. Predisposisi diakui sebagai hereditas –menyangkut sistem syaraf dan karakter. Ada yang tahan banting, ada yang mudah tumbang.<br />
	Mereka yang mudah tumbang; dilengkapi dengan psikososial : kelelahan mental bertubi tanpa penyelesaian, sosial yang tidak medukung. Maka farmakologi hanya menunda saja, suatu masa, bom akan meledak pada waktunya.</p>
<p>Tanpa Keinginan<br />
	Rusty menggambarkan Andrea sebagai perempuan ”tanpa keinginan”.<br />
	Meski di awal Andrea sudai memulai start yang bagus dengan tidak mengkonsumsi alkohol, perjuangan tidak berhenti sampai disitu. Saat remaja Andrea pernah bullimia dan pernah berkata pada rekannya ingin bunuh diri. Ketika ia pernah bertanya pada Rusty, seperti apa kondisi dirinya tiap kali dirawat?<br />
	”Tetapa seperti kamu apa adanya, hanya jauh lebih pendiam,” jawab Rusty.<br />
	Rusty belum menyadari, catatan remaja Andrea seharusnya menjadi perhatian lebih. Lelaki itu memandang dengan caranya sendiri.<br />
	Mereka awalnya memiliki rumah bus yang mungil.<br />
	Tetapi Rusty lalu memindahkan keluarga tercintanya dengan membeli rumah luas dengan 7 kamar. Ia tak menangkap betapa kelelahannya Andrea mengurusi semuanya sendiri, memiliki anak-anak dengan kelahiran rapat (sempat keguguran pula); seringkali hanya tertidur 3 jam sehari.<br />
	Rusty belum memahami bahwa obat-obatan hanya mengobati sementara waktu, tetapi sebagai pasangan; mereka diharuskan punya komitmen lebih. Saat seperti ini Woroniekci menjadi guru spiritual bagi Andrea. Meski tak menyetujui pendapat Woroniecki; Rusty menyesali , andai ia dan Andrea punya waktu untuk ke gereja bersama; Andrea akan sempat bergaul dengan ibu-ibu lain. Andrea akan sempat bersosialisasi dan tidak hanya terpuruk dalam pekerjaan rumahtangga dan kelelahan dengan perasaan bersalah membesarkan anak sendirian.</p>
<p>	Postpartum depression<br />
	Belakangan, depresi pasca melahirkan ini mulai ramai dibicarakan sebab mengancam hidup sang ibu dan orang di sekelilingnya; tergantung bagaimana ia mempersepsikan makna. Sindrom baby blues ini mudah difahami bagi perempuan.<br />
	Saya tak akan membela Andrea sebab membunuh tetaplah membunuh.<br />
	Dalam hal ini, ilmu saya tentang agama dan hukum tak cukup untuk membuat kesimpulan apa yang tepat bagi Andrea usai ia melakukan hal terkutuk itu. Saya mengambil pendekatan psikologis, sebab pertanyaan psikologis adalah seperti ini : ketika sebuah kejadian (buruk) terjadi, ”saya” ada di mana? Saya boleh jadi seorang anak, seorang pasangan, seorang orangtua, seorang teman, seroang sahabat, seroang orang lain, seorang penegak hukum, seorang politisi, seorang agamawan, dst.<br />
	Ketika Andrea Yates dinyatakan postpartum depression oleh Dr. Eileen; dimanakah Rusty, Woroniecki, Dora Yates, Jutta Kennedy? Dimanakah Noah, John, Paul, Luke, Mary? Dimanakah proyek NASA dengan misi 1500 Trilyun nya?<br />
	Rusty Yates tak mampu memberikan waktu sebanyak yang dibutuhkan, sebab proyek NASA demikian membutuhkan tenaga. Woroniecki dan Rachel istrinya menjadi teman Andrea berbagi, yang sayangnya, petuah Woroniecki di artikan salah oleh Andrea. Di sekeliling Andrea dipenuhi anak-anak yang lucu , menggemaskan. Anak-anak yang sangat menguras energi.<br />
	Punya seorang bayi?<br />
	Kehamilan 9 bulan yang melelahkan –mual, muntah, punggung sakit- tapi tetap harus makan demi sang anak; kelahiran yang meski ajaib, tetap menyakitkan. Semua belum selesai, makhluk mungil ini adalah raja sebab ia makan, minum dan buang air sesuka hati. Perempuan denga fisik dan mental kuat, insyaAllah sanggup melewati hari-hari berat dengan bahagia. Bahkan belum genap setahun, sudah hamil lagi. Melihat riwayat kehamilan Andrea, tampaknya setiap tahun hamil.</p>
<p>Ibu, Bukanlah Pekerjaan Mudah dan Murah<br />
	Merenungi Andrea, kita akan belajar memahami bahwa menghasilkan sebuah ibu yang tangguh bukan pekerjaan mudah. Nilainya, bahkan lebih mahal dari pesawat space Shuttle senilai 1500 trilyun.<br />
	Janganlah mengatakan , ” alaaaah, cumi nyuci sama masak, berbenah rumah. Ngurus anak doang.”<br />
	Mengurus anak, bukan hal mudah.<br />
	Andrea masih mampu mengurus keluarga, meski bolak balik masuk rumah sakit mental. Ketika tubuh dan psikisnya tak sanggup, ia hancur.<br />
	Seorang istri dan ibu juga tak hanya dapat dipenuhi dengan materi. Diberi mesin cuci, rumah, peralatan serba elektronik; rumah besar. Tujuannya agar ia bisa sempurna menjalankan tugas keibuan tanpe mengeluh.<br />
	Lalu dimanakah suami? Seorang ayah?<br />
	Rusty Yates, meski stress dengan tekanan Columbia yang hancur, aka berbeda dengan tekanan yang dialami seorang ibu dengan 5 anak kecil : menangis bergantian, bertengkar, membongkar rumah usai dibersihkan. Belum lagi jadwal makan, sekolah, buang air. Cucian perabotan, pakaian. Saya sendiri tak membayangkan pekerjaan rumah Andrea setiap hari di saat mentalnya yang sakit terus bertumpu pada penilaian : kamu ibu buruk, kamu yang salah, kamu keturunan setan&#8230;.<br />
	Sebagai muslimah, kita bersyukur.<br />
	Dengan mata berlinang kita dapat bermunajat ke hadapan Allah SWT, membaca Quran. Tetapi ingat, Rasulullah saw pun berkata bahwa ibadah jangan selalu ekstrim. Di saat kebosanan melanda, carilah suami dan tumpahkan keluh kesah. Jika suami tak ada, carilah teman. Ingat, teman yang nyata. Sebab teman dunia maya tak selalu seperti yang diharapkan. Tentunya, teman yang baik dan mampu mejaga martabat kita.<br />
	Jika pikiran buruk terus melanda, yakinlah kita tak akan berakhir seperti Andrea.<br />
	Seburuk apapun kita sebagai ibu, masih tersedia peluang untuk memperbaiki diri.<br />
	Menjadi ibu tak mudah, apalagi jika Allah SWT menitipkan penyakit lain : penyakit asma, peyakit darah rendah , penyakit diabetes. Apalagi jika diikuti ”penyakit” lain : penyakit agresif dan mudah marah; penyakit mudah menyalahkan diri sendiri, penyakit tak mudah memaafkan, penyakit ”ringan tangan” kepada anak-anak.<br />
	Setiap penyakit tersedia obat.<br />
	Penyakit fisik, maupun jiwa; selalu ada cara untuk menyembuhkan.<br />
	Jika suami khilaf, tak memiliki waktu untuk berbagi cobalah tegur perlahan dengan megnatakan bahwa kita rindu waktu berduaan dengannya. Katakan kita ingin diperhatikan, ingin didengarkan keluh kesah yang meski sepele, akan memberi kekuatan.<br />
	Para suami, sebaiknya meluangkan waktu 15-30 menit untuk mendengar, hal-hal remeh : si adik memecahkan gelas lagi, tangan yang luka saat mencuci dan mengiris bawang, baju yang tak kering-kering saat musim hujan. Jika tak bisa tiap hari, seminggu sekali setidaknya harus tersedia waktu untuk mendengarkan keluhkesah istri.<br />
	Percayalah.<br />
	Sepasang telinga, mata dan hati suami jauh lebih mengobati daripada electrocompulsive therapy, haloperidol atau risperidone.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sintayudisia.wordpress.com/922/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sintayudisia.wordpress.com/922/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sintayudisia.wordpress.com/922/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sintayudisia.wordpress.com/922/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sintayudisia.wordpress.com/922/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sintayudisia.wordpress.com/922/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sintayudisia.wordpress.com/922/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sintayudisia.wordpress.com/922/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sintayudisia.wordpress.com/922/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sintayudisia.wordpress.com/922/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sintayudisia.wordpress.com/922/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sintayudisia.wordpress.com/922/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sintayudisia.wordpress.com/922/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sintayudisia.wordpress.com/922/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sintayudisia.wordpress.com&amp;blog=4438010&amp;post=922&amp;subd=sintayudisia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sintayudisia.wordpress.com/2011/11/14/andrea-yates-ibu-yang-menewaskan-ke-5-anaknya-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a3eff2d0451a9c4d3f0723570c5ef06c?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">sintayudisia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Review Takhta Awan (Sinta Yudisia) oleh Suci Ays</title>
		<link>http://sintayudisia.wordpress.com/2011/10/26/review-takhta-awan-sinta-yudisia-oleh-suci-ays/</link>
		<comments>http://sintayudisia.wordpress.com/2011/10/26/review-takhta-awan-sinta-yudisia-oleh-suci-ays/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Oct 2011 01:34:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sintayudisia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Oase]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sintayudisia.wordpress.com/2011/10/26/review-takhta-awan-sinta-yudisia-oleh-suci-ays/</guid>
		<description><![CDATA[http://www.facebook.com/#!/notes/suci-ays/trtte-tahta-awan/10150321538621836 {TRTTE] Tahta Awan oleh Suci Ays pada 17 Oktober 2011 jam 11:06 Buku kedua dari trilogi “The Road To the Empire” ini masih berkisah tentang Pangeran Mongol Muslim pertama. Cerita bagaimana asal mula keislamannya ada pada buku pertama. Yang belum baca rekomended banget buat dibaca. Setelah kemenangan atas perang melawan adik kandungnya Arghun Khan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sintayudisia.wordpress.com&amp;blog=4438010&amp;post=919&amp;subd=sintayudisia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>http://www.facebook.com/#!/notes/suci-ays/trtte-tahta-awan/10150321538621836</p>
<p>{TRTTE] Tahta Awan<br />
oleh Suci Ays pada 17 Oktober 2011 jam 11:06<br />
Buku kedua dari trilogi “The Road To the Empire” ini masih berkisah tentang Pangeran Mongol Muslim pertama. Cerita bagaimana asal mula keislamannya ada pada buku pertama. Yang belum baca rekomended banget buat dibaca.</p>
<p>Setelah kemenangan atas perang melawan adik kandungnya Arghun Khan di Cekung Turpan, Akhirnya Takudar pangeran Kesatu Mongolia naik Tahta dengan gelar Takudar Muhammad Khan. Bukan hal yang mudah baginya memimpin Mongol dengan gelar keislamannya, banyak kalangan yang meremehkan. Bayang – bayang Arghun Khan yang memimpin Mongol dengan tangan besi kerap membuatnya dibanding – bandingkan dengannya.</p>
<p>Ia banyak membuat perubahan dalam kepemerintahan, ia juga berusaha mengubah pola kehidupan rakyatnya agar mulai memperhitungkan pertanian. Kedekatannya dengan utusan dari wilayah muslim pun menimbulkan kecemburuan suku – suku mongol. Ia dituding lebih suka berlama – lama dengan utusan muslim dan membaca kitab.</p>
<p>Keputusannya untuk membiarkan Arghun Khan tetap hidup pun dianggap sebagai bentuk kelemahannya, Ia tak dapat bertindak tegas. Ia kerap datang sendiri menemui saudaranya dipenjara Bayarkhuu, menolak usulan pejabat negara dan bangsawan agar Arghun Khan yang datang menemuinya dengan kawalan ketat. Tidak, Takudar tak ingin Arghun mendapat simpati dari orang – orang yang masih setia kepadanya.</p>
<p>Di Madrasah Babussalam Rasyiduddin sahabat Takudar putra dari syeh Jamaluddin mengiriman pesan singat kepada ssahabat – sahabatnya untuk berkunjung ke Syakhrisyabz. Sudah saatnya mereka mengunjungi sahabat mereka sang kaisar Mongolia, Kaisar Takudar Muhammad Khan. Sudah enam bulan lamanya ia tak bisa berkomunikasi dengan Kaisar.</p>
<p>Dilain pihak, orang – orang yang tidak suka akan kepemimpinan Takudar tengah menyusun rencana kudeta atas kaisar untuk membawa Arghun Khan kembali pada tahtanya. Han Shiang Janda mendiang Albuqa Khan panglima sekaligus tangan kanan Arghun khan dan mendiang ayah Arghun Kaisar Tuqluq Timur Khan manjadi orang dibalik rencana tersebut.</p>
<p>Dihari ketika kaisar pergi berburu, rencana pembunuhan kaisar pun dilaksanakan, namun Kaisar berhasil diselamatkan oleh prajurit Kasik, tentara elit pelindung Kaisar. Ceritapun kembali bergulir, Takudar berada dalam pelarian. Sungguh ironis, ia dudu dalam tahtanya hanya selama setahun.</p>
<p>Kedatangan Rasyiduddin dan kawan – kawannya ke Ulanbataar berakhir dengan kekecewaan, mereka diusir bahkan sebelum menginjakkan kaki di benteng perbatasan. Mendengar tentang apayang telah terjadi pada Takudar, Rasyiduddin menyusuri wilayah yang kira – kira akan dilalui Takudar dalam pelarian.</p>
<p>Namun dalam usaha pencariannya ia bertemu Tomorbataar bekas panglima kepercayaan Takudar yang kini membelot kepada Arghun Khan. Dalam buku pertama “The Road To The Empire” ketika Rasyiduddin ditawan dan disiksa Arghun Khan, aku menggumankan doa dalam hati, jangan mati, please jangan mati, Mbak Sinta jangan dimatiin Rasyiduddinnya. Kini saat – saat pertempurannya melawan Tomorbataar mata ku telah basah, rasanya sudah terbaca kisah selanjutnya.</p>
<p>Dibuku ini juga dikisahkan tentang perjalanan syeih Habiburrahman menemui syeikh Edebali, meskipun ia tak dapat menemui syeikh Edebali, Syeikh Habiburrahman mendapatkan pesan Syeikh Edebali yang ditujukan kepada para pemimpin. Setelah membaca puisi Syeikh Edebali mata Syeikh Habiburrahman basah mengingat selama ini Takudar memimpin Mongolia sendiri tanpa ada sahabat yang menemani. Kini ia ingin menghabiskan sisa hibupnya mendampingi Takudar sebagaimana Syeikh Edebai setia mendampingi Osman Ghazi pemimpin Anatolia dengan ilmu dan bashirahnya. Ia ingin segera menemui kaisar. Namun ia tidak sadar bahwa semua sudah terlambat. Tahta Mongolia sudah tidak berada dalam tangan Takudar.</p>
<p>Hari ini pasti tiba, harap cemas Taudar menanti sosok Sahabat seperjuangannya. Rasyiduddin.<br />
Masih banyak yang ingin ditulis tapi mata ku sudah basah dan hidung ku pun mampet. Pandangan kabur oleh cairan bening yang tak dapat ku hentikan.</p>
<p>Tahta Awan, Sinta Yudisia. Menurut ku seperti buku – buku Mbak Sinta Yudisia sebelumnya (refer to Reinkarnasi dan Existere) kerap terasa lambat diawal membuat pembaca sedikit bosan diawal, namun tak ingin berhenti membaca karena penasaran dengan kisah selanjutnya. Banyak cerita diawal yang akhirnya kulewatkan demi memuaskan rasa ingin tahu. Namun kesan terlalu cepat berakhir ketika masuk ending novel tidak akan ditemui dalam kedua buku The Road To The Emire dan Tahta Awan. Kedua Novel ini terasa berhenti disaat yang tepat.</p>
<p>Rada kecewa dengan adanya Sneak Peak buku ketiga trilogi TRTTE, terlalu banyak Spoiler untuk ukuran Sneak Peak. Gara – gara Sneak Peak perasaan ingin segera membaca buku ketiga jadi kendor, semoga saja dalam buku ketiganya masih menyimpan misteri dan kejutan – kejutan yang tak disangka – sangka.</p>
<p>Overall buku ini tidak hanya rekomended untu dibaca namun juga didiskusikan, secara banyak sekali beredar novel – novel sejarah Islam namun ceritanya seolah menyudutkan Islam itu sendiri. Sempat berdiskusi dengan Mbak Sinta Yudisia dalam acara Launching FLP Sidoarjo Ramadhan kemarin tentang fenomena ini.</p>
<p>Dan setelah membaca TRTTE dan Tahta Awan rasanya ingin kembali menemukan novel sejarah Islam yang ditulis dengan jujur, tak ingin sakit hati seperti saat membaca “Taj Mahal” terulang lagi.</p>
<p>Suci<br />
Ental Sewu 18 Sep. 11 23.26<br />
Masih berusaha bernafas dengan hidung sebelah yang mampet</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sintayudisia.wordpress.com/919/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sintayudisia.wordpress.com/919/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sintayudisia.wordpress.com/919/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sintayudisia.wordpress.com/919/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sintayudisia.wordpress.com/919/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sintayudisia.wordpress.com/919/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sintayudisia.wordpress.com/919/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sintayudisia.wordpress.com/919/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sintayudisia.wordpress.com/919/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sintayudisia.wordpress.com/919/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sintayudisia.wordpress.com/919/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sintayudisia.wordpress.com/919/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sintayudisia.wordpress.com/919/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sintayudisia.wordpress.com/919/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sintayudisia.wordpress.com&amp;blog=4438010&amp;post=919&amp;subd=sintayudisia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sintayudisia.wordpress.com/2011/10/26/review-takhta-awan-sinta-yudisia-oleh-suci-ays/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a3eff2d0451a9c4d3f0723570c5ef06c?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">sintayudisia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Juara I Lomba Essay Palestina 2011</title>
		<link>http://sintayudisia.wordpress.com/2011/10/15/juara-i-lomba-essay-palestina-2011/</link>
		<comments>http://sintayudisia.wordpress.com/2011/10/15/juara-i-lomba-essay-palestina-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Oct 2011 06:32:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sintayudisia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Perjalanan]]></category>
		<category><![CDATA[da&#039;wahku]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Fight for Palestina!]]></category>
		<category><![CDATA[FLP]]></category>
		<category><![CDATA[Gaza Kami]]></category>
		<category><![CDATA[Jurnal Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Kepenulisan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sintayudisia.wordpress.com/?p=917</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah, essay Palestina : Seberapa Jauh Kita Harus Peduli ( Sinta Yudisia) terpilih sebagai juara I lomba essay yg diadakan oleh KAZI -Kajian Zionis Interbasional- FLP Depok 2011. Palestine, our second homeland!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sintayudisia.wordpress.com&amp;blog=4438010&amp;post=917&amp;subd=sintayudisia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah, essay Palestina : Seberapa Jauh Kita Harus Peduli ( Sinta Yudisia) terpilih sebagai juara I lomba essay yg diadakan oleh KAZI -Kajian Zionis Interbasional- FLP Depok 2011.</p>
<p>Palestine, our second homeland!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sintayudisia.wordpress.com/917/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sintayudisia.wordpress.com/917/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sintayudisia.wordpress.com/917/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sintayudisia.wordpress.com/917/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sintayudisia.wordpress.com/917/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sintayudisia.wordpress.com/917/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sintayudisia.wordpress.com/917/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sintayudisia.wordpress.com/917/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sintayudisia.wordpress.com/917/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sintayudisia.wordpress.com/917/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sintayudisia.wordpress.com/917/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sintayudisia.wordpress.com/917/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sintayudisia.wordpress.com/917/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sintayudisia.wordpress.com/917/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sintayudisia.wordpress.com&amp;blog=4438010&amp;post=917&amp;subd=sintayudisia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sintayudisia.wordpress.com/2011/10/15/juara-i-lomba-essay-palestina-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a3eff2d0451a9c4d3f0723570c5ef06c?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">sintayudisia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bedah Buku Takhta Awan di Probolinggo :Sisi Positif (dan Negatif) Menulis -MIggu 18/09/11</title>
		<link>http://sintayudisia.wordpress.com/2011/09/15/bedah-buku-takhta-awan-di-probolinggo-sisi-positif-dan-negatif-menulis-miggu-180911/</link>
		<comments>http://sintayudisia.wordpress.com/2011/09/15/bedah-buku-takhta-awan-di-probolinggo-sisi-positif-dan-negatif-menulis-miggu-180911/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Sep 2011 10:36:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sintayudisia</dc:creator>
				<category><![CDATA[ACARA SINTA YUDISIA]]></category>
		<category><![CDATA[Bedah Novelku]]></category>
		<category><![CDATA[Kepenulisan]]></category>
		<category><![CDATA[Perjalanan Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[TAKHTA AWAN]]></category>
		<category><![CDATA[Takudar]]></category>
		<category><![CDATA[The Road to the Empire]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sintayudisia.wordpress.com/?p=912</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Bedah Buku Takhta Awan di Probolinggo : Sisi Positif (dan Negatif) Menulis               Adakah sisi negative seorang penulis?             Tentu ada.             Saat menulis , dikejar deadline, ide pas lagi muncul….wah, nevermind pekerjaan lain. Malas keluar rumah, ngobrol sama tetangga. Maunya bercengkrama dengan laptop melulu. Bukan hanya itu. Kondisi fisik menurun, malam-malam berlalu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sintayudisia.wordpress.com&amp;blog=4438010&amp;post=912&amp;subd=sintayudisia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:'Tempus Sans ITC';color:red;">Bedah Buku Takhta Awan di Probolinggo :</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:'Tempus Sans ITC';color:red;">Sisi Positif (dan Negatif) Menulis</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"> <a href="http://sintayudisia.files.wordpress.com/2011/09/319975_192056197527318_100001688162413_464102_4286177_n1.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-914" title="319975_192056197527318_100001688162413_464102_4286177_n" src="http://sintayudisia.files.wordpress.com/2011/09/319975_192056197527318_100001688162413_464102_4286177_n1.jpg?w=300&#038;h=219" alt="" width="300" height="219" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">            Adakah sisi negative seorang penulis?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">            Tentu ada.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">            Saat menulis , dikejar deadline, ide pas lagi muncul….wah, <em>nevermind</em> pekerjaan lain. Malas keluar rumah, ngobrol sama tetangga. Maunya bercengkrama dengan laptop melulu. Bukan hanya itu. Kondisi fisik menurun, malam-malam berlalu tanpa istirahat, pembuluh darah membengkak baik di kaki maupun di bagian (maaf : belakang). Meja kerja berantakan, tak menjawab SMS apalagi telefon yang masuk.Ada yang mau main ke rumah? Aduuh, jangan dulu deh. Lagi dikejar deadline, ntar editor ngamuk atau pendaftarann lomba tutup!</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">            Selalu ada sisi negative meski tak sama.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">            Tetapi banyak pula sisi positif.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span id="more-912"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">            Beberapa penderita Skizofren sembuh ketika menulis buku dan bukunya diapresiasi khalayak. Bukan hanya kesembuhan si penderita, banyak keluarga-keluarga lain yang mengalami hal sama menjadi terinspirasi dan lebih tangguh. Banyak perempuan menterapi dirinya sendiri dengan menulis. Banyak pula anak-anak yang introvert, mampu berkomunikasi dengan dunia lewat tulisan. <em>Writing is one of trauma healing</em>.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">            Sisi positif menulis : lebih menghargai waktu, mampu me<em>management</em> waktu dengan baik apalagi bila kita berkomitmen keluarga dan kebaikan lain jangan tersingkirkan! Bisa memanfaatkan bahan bacaan –dari internet sampai koran bekas. Lebih mencintai buku, lebih mencintai <em>sharing</em> dan diskusi. Lebih mampu menjadi pendengar yang baik(hehe&#8230;.benar kan?). Banyak sekali ketrampilan-ketrampilan lain yang ikut ter up date dengan menulis.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">            Itulah yang akan dibicarakan dalam bedah buku <strong><em><span style="font-family:'Calligraph421 BT';" lang="SV">TAKHTA AWAN</span></em></strong> di Probolinggo, Minggu 18 September 2011. Bertempat di Aula Dinas Pendidikan Kota Probolinggo     Jl. Basuki Rahmad Kota Probolinggo dari jam 09.00-12.30.  Bukan sekedar membicarakan A~ Z <strong><em><span style="font-family:'Calligraph421 BT';" lang="SV">TAKHTA AWAN</span></em></strong>, tapi juga plus minusmya menyukai hobby menulis!</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sintayudisia.wordpress.com/912/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sintayudisia.wordpress.com/912/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sintayudisia.wordpress.com/912/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sintayudisia.wordpress.com/912/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sintayudisia.wordpress.com/912/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sintayudisia.wordpress.com/912/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sintayudisia.wordpress.com/912/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sintayudisia.wordpress.com/912/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sintayudisia.wordpress.com/912/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sintayudisia.wordpress.com/912/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sintayudisia.wordpress.com/912/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sintayudisia.wordpress.com/912/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sintayudisia.wordpress.com/912/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sintayudisia.wordpress.com/912/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sintayudisia.wordpress.com&amp;blog=4438010&amp;post=912&amp;subd=sintayudisia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sintayudisia.wordpress.com/2011/09/15/bedah-buku-takhta-awan-di-probolinggo-sisi-positif-dan-negatif-menulis-miggu-180911/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a3eff2d0451a9c4d3f0723570c5ef06c?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">sintayudisia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sintayudisia.files.wordpress.com/2011/09/319975_192056197527318_100001688162413_464102_4286177_n1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">319975_192056197527318_100001688162413_464102_4286177_n</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Siapakah Agus Sofyan, di balik FLP Jawa Timur?</title>
		<link>http://sintayudisia.wordpress.com/2011/07/22/siapakah-agus-sofyan-di-balik-flp-jawa-timur/</link>
		<comments>http://sintayudisia.wordpress.com/2011/07/22/siapakah-agus-sofyan-di-balik-flp-jawa-timur/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Jul 2011 18:33:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sintayudisia</dc:creator>
				<category><![CDATA[ACARA SINTA YUDISIA]]></category>
		<category><![CDATA[Bedah Novelku]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Perjalanan]]></category>
		<category><![CDATA[FLP Wilayah Jawa Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Jurnal Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Kepenulisan]]></category>
		<category><![CDATA[mother's corner]]></category>
		<category><![CDATA[My family]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sintayudisia.wordpress.com/?p=909</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Aneh rasanya, jika saya pada akhirnya tidak memperkenalkan sosok yang satu ini, setelah saya menuliskan tentang Lutfi Hakim alias Adam Muhmmad. Sungguh, bukan kampanye premature atau penggalanganmassa. Saya sering merasa sangat berterima kasih kepada para Maskulin di FLP : ustadz Fathoni, ustadz Syukur Mirhan, Aferu Fajar, Faishal, Syahrizal, Faris Khoirul Anam, Mashdar Zainal, Lukman [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sintayudisia.wordpress.com&amp;blog=4438010&amp;post=909&amp;subd=sintayudisia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;background-color:#ffff99;text-align:justify;"><a href="http://sintayudisia.files.wordpress.com/2011/07/270224_1859142754317_1113332915_31563421_6450478_n3.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-910" title="270224_1859142754317_1113332915_31563421_6450478_n" src="http://sintayudisia.files.wordpress.com/2011/07/270224_1859142754317_1113332915_31563421_6450478_n3.jpg?w=200&#038;h=300" alt="" width="200" height="300" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;background-color:#ffff99;text-align:justify;">Aneh rasanya, jika saya pada akhirnya tidak memperkenalkan sosok yang satu ini, setelah saya menuliskan tentang Lutfi Hakim alias Adam Muhmmad. Sungguh, bukan kampanye premature atau penggalanganmassa. Saya sering merasa sangat berterima kasih kepada para Maskulin di FLP : ustadz Fathoni, ustadz Syukur Mirhan, Aferu Fajar, Faishal, Syahrizal, Faris Khoirul Anam, Mashdar Zainal, Lukman Hadi, Muhsin, mas Bahtiar, mas Haikal…(mohon maaf jika ada yg lupa). Kalau kaum Feminin di FLP sangat banyak, bahkan FLP sempat dijuluki Forum Lingkar Perempuan. Maka kaum Maskulin di FLP ibarat penguat sendi2 FLP alias masih ada tenaga untuk dimintai angkut-angkut barang atau antar jemput kesana kemari <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;background-color:#ffff99;text-align:justify;">            Suatu saat, ada acara ke yogya.</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;background-color:#ffff99;text-align:justify;">            Seorang teman muslimah pernah bertanya bertahun lalu : ”&#8230;suami mbak gakpapa mbak pergi jauh tanpa anak-anak sama sekali?” begitulah kira-kira.</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;background-color:#ffff99;text-align:justify;">            Tanpa diminta, sang muslimah tersebut bercerita bla-bla-bla tentang suaminya.</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;background-color:#ffff99;text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;background-color:#ffff99;text-align:justify;"><strong><span style="color:blue;" lang="IT">Enaknyaaaaa&#8230;.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;background-color:#ffff99;text-align:justify;">            “Wah, pak Agus tuh setia banget ya, nganter jemput bu Sinta.”</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;background-color:#ffff99;text-align:justify;">            “Aku mau juga punya suami kayak gitu!”</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;background-color:#ffff99;text-align:justify;"><span id="more-909"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;background-color:#ffff99;text-align:justify;">            Itu ungkapan beberapa temanku ketika mereka tak sengaja mengetahui suami sering mengantar jemputku ke tempat acara dan tahu, suamiku suka dan pandai memasak.</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;background-color:#ffff99;text-align:justify;">Dengan sepeda motor, jika jarak masih memungkinkan, suami akan mengantarkanku ke acara FLP Surabaya yg terletak di Ketintang, dekat kampus UNESA atau mengisi acara2 seminar lainnya. Ia memanfaatkan waktu yg sedikit untuk bisa bertukar pikiran, mengobrol, diskusi di atas sadel sepeda motor. Itulah yang mungkin ditangkap teman-teman  tentang ‘kesetiaan’suamiku. Waktu yg tersisa di tengah kesibukan sebisa mungkin kami habiskan untuk menjaga hubungan baik dengan bercerita hal-hal kecil atau lucu baik terkait anak-anak, sekolah, kegiatan kantor atau lainnya. Suamiku mengantarku ke acara di FLP Bondowoso, FLP Jombang, FLP Pamekasan, FLP Probolinggo, FLP Malang. Suamiku mengantarku ke acara bedah buku di Jakarta dll.</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;background-color:#ffff99;text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;background-color:#ffff99;text-align:justify;">            <strong><span style="color:blue;">Suamiku dan masak memasak</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;background-color:#ffff99;text-align:justify;">            Pernah suatu ketika aku sakit, suami ke warung terdekat membeli sayur mayur. Dengan tangkas suami memesan ini itu, ia ingin memasak sup.</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;background-color:#ffff99;text-align:justify;">            “Lho Pak,” bu Dul, penjaga warung sayur tersenyum geli,” masak sup kok pakai kayu manis?”</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;background-color:#ffff99;text-align:justify;">            “Kalau sup iga sapi pakai cengkeh, kayu manis, pala, lada, Bu,” suamiku menjawab yakin.</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;background-color:#ffff99;text-align:justify;">            Ibu-ibu bengong. Beberapa hari berikutnya ketika aku kembali belanja, bu Dul bercerita bahwa resep sup suamiku enak sekali dan bertanya dimana mendapatkan resep macam itu. Kujawab, suamiku senang mencari-cari resep baru baik di internet, buku, majalah, tabloid atau dimana saja. Ia bercita-cita suatu saat punya restoran sendiri.</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;background-color:#ffff99;text-align:justify;">            Suamki pintar memasak aneka nasi goreng, olahan mie, teriyaki, olahan daging; pendek kata ia suka <em>maincourse</em>. Sering kali malah aku yang bertanya : kalau bikin resep X yang enak bumbunya apa ya Mas? Terus terang, aku trampil masakan dasar seperti sup daging, lodeh, dll hingga lauk bacem. Tapi untuk masakan-masakan jenis baru, suamiku lebih trampil. Hal ini yang menyebabkan anak-anak tidak rewel ketika aku harus bepergian ke luar kota beberapa hari untuk acara FLP dan suamiku tidak mengantar, sebab anak-anak sangat dimanjakan perihal menu masakan.</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;background-color:#ffff99;text-align:justify;">            “Abah masak puyunghai enak, Mii..”</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;background-color:#ffff99;text-align:justify;">            ”Abah masak udang asam manis.”</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;background-color:#ffff99;text-align:justify;">            ”Teriyaki juga! Semur lada hitam.”</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;background-color:#ffff99;text-align:justify;">            Selama 3 hari acara Up Grading Nasional di Yogya  awal ferbuari 2011, suamiku memasak bersama anak-anak. Inayah membantu berbelanja, Ayyasy membantu mengiris-iris bawang, Ahmad dan Nis biasanya membantu membelikan ini itu ke warung terdekat saat garam, merica, atau cabe habis.</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;background-color:#ffff99;text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;background-color:#ffff99;text-align:justify;"><strong><span style="color:blue;" lang="ES">Suamiku dan FLP</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;background-color:#ffff99;text-align:justify;">            Suamiku bukan anggota FLP atau pengurus.</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;background-color:#ffff99;text-align:justify;">            Tapi kesibukannya mengurus FLP kadang lumayan ribet. Selain membantu urusan belakang saat aku tak ada, saat kekurangan tenaga panitia aku akan meminta bantuannya membawakan ini itu.</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;background-color:#ffff99;text-align:justify;">            “Mas, biar cepat, boncengin aku ya ke Puskot untuk memasang spanduk dan backdrop.”</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;background-color:#ffff99;text-align:justify;">            Terkadang untuk suatu acara ia membawakan kue-kue, atau mencarikan alat transportasi. Urusan keuangan terkait FLP, sesekali suami mengusik.</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;background-color:#ffff99;text-align:justify;">            ”Kalau diundang ke luar kota, minta bantuan akomodasi ya Mi,” hanya itu pesannya.</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;background-color:#ffff99;text-align:justify;">            Ia tak meminta honor lebih, yang penting ada uang untuk transport, ia mengizinkan. Seringkali bahkan, panitia yang memang telah berjuang susah payah tapi tak memiliki dana cukup hanya membayar separuh biaya transport, suamiku merelakan. Memang, jika perempuan harus keluar rumah, ongkos yang ditanggung berlipat ganda. Tapi kami berdua yakin, selama uang dan kekayaan kami digunakan untuk kepentingan da’wah insyaAllah hasilnya akan berlipat ganda.</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;background-color:#ffff99;text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;background-color:#ffff99;text-align:justify;"><strong><span style="color:blue;" lang="SV">Suamiku dan da’wahku</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;background-color:#ffff99;text-align:justify;">            Seringkali, suami yang telah lelah mencari nafkah dan berda’wah di luar menginginkan istri berdiam di rumah. Suamiku sesekali juga beranggapan demikian. Ia tak ingin aku sering keluar rumah, apalagi mengisi acara talkshow/seminar seringkali di hari libur. Tetapi suamiku bukan orang yang tidak dapat diajak berdiskusi.</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;background-color:#ffff99;text-align:justify;">            ”Mas, kalau suatu saat semua lelaki menahan istrinya gak boleh keluar, karena alasannya harus taat pada suami, terus da’wah perempuan bagaimana?” aku mencoba berpendapat. ”Aku sendiri enak di rumah, masak, belanja, mencoba resep baru. Mengeloni anak-anak. Tapi kalau setiap kita sibuk sama urusan rumahnya sendiri, siapa yang membantu orang di rumah susun? Atau adik-adik mahasiswa yang butuh asupan ilmu?”</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;background-color:#ffff99;text-align:justify;">            Tidak mudah memang meyakinkan suami bahwa kita mampu menangani 2 kubu. Aku mencoba sebaik-baiknya, meski ada yang luput. Tak urung, suami juga yang akhirnya turun tangan jika kami mengalami masalah terkait hal-hal teknis. Ahya, kami sudah pernah sepakat untuk berjuang di jalan da’wah yang mestinya tak akan lepas dari kesulitan.</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;background-color:#ffff99;text-align:justify;">            Saat cukup berat adalah ketika BSMI memintaku mendampingi tim ke Gaza. Sudah bisa dipastikan apa jawaban suami.</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;background-color:#ffff99;text-align:justify;">            ”Nggak ada orang lain, Mi?”</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;background-color:#ffff99;text-align:justify;">            Aku berkata, izinkan aku berjuang hingga di titik dimana aku benar-benar terbentur  alias tak ada lagi peluang untuk terus. Itu juga prinsipku ketika mengurus segala pernak pernik FLP.</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;background-color:#ffff99;text-align:justify;">            “Izinkan ya Mas&#8230;.”</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;background-color:#ffff99;text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;background-color:#ffff99;text-align:justify;"><strong><span style="color:blue;" lang="IT">Suamiku dan anak-anak</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;background-color:#ffff99;text-align:justify;">            Suamiku dekat dengan anak-anak.</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;background-color:#ffff99;text-align:justify;">            Sanggup ngobrol lama dengan mereka. Dengan Inayah, suamiku membahas politik, tekonologi, negara-negara maju dan kisah para ulama. Dengan Ayyasy dan Ahmad membahas dinosaurus, beragam ikan dan reptil; pokoknya yang berbau hewan. Dengan Nis, suami banyak bercanda menggoda.</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;background-color:#ffff99;text-align:justify;">            Satu yang tak bisa terbantahkan, suamiku adalah orang yang sangat keras terkait masalah sholat. Ia tak menerima <em>excuse</em> ketika Ayyasy dan Ahmad lelet ke masjid, atau Inayah yang menunda-nunda Isya. Kemarahannya bisa meledak dahsyat.</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;background-color:#ffff99;text-align:justify;">            15 bulan ketika suami dimutasi ke Jakarta, rumah sepi. Suamiku punya  1001 <em>joke</em> yang diperolehnya dari internet atau dari manapun yang membuat kami terbahak. <em>Joke</em> yang ia pakai untuk mengusili anak-anaknya, terutama Inayah dan Ayyasy. Seringkali aku terlambat menangkap makna <em>joke</em> nya sehingga Inayah dan Ayyasy serempak bilang:</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;background-color:#ffff99;text-align:justify;">            ”&#8230;&#8230;.ah, Ummi nih gak asyik!”</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;background-color:#ffff99;text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;background-color:#ffff99;text-align:justify;"><strong><span style="color:blue;" lang="ES">Suamiku di antara  Takudar, Existere , dan buku-bukuku yang lain&#8230;.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;background-color:#ffff99;text-align:justify;">            “Aku ke Dolly ya Mas?”</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;background-color:#ffff99;text-align:justify;">            “Ngapain sih, Mi?”</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;background-color:#ffff99;text-align:justify;">            “Untuk melihat dari dekat.”</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;background-color:#ffff99;text-align:justify;">            “Nggak usah!”</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;background-color:#ffff99;text-align:justify;">            Tetapi pada akhirnya ia menjemputku pulang dari Putat Jaya, berkenalan dengan pak Kartono, menyusuri gang-gang ‘erotis’ bersamaku sembari menyapa mbak-mbak yang tengah menatap kami,</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;background-color:#ffff99;text-align:justify;">            “……nyuwun sewu nggih,” ucapnya sopan sembari menuntun sepeda motor dan berjalan terbungkuk-bungkuk menyimpan pandangan mata. Soalnya betis-betis itu terbuka hingga ke paha!</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;background-color:#ffff99;text-align:justify;">            Jadilah novel Existere.</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;background-color:#ffff99;text-align:justify;">            Suatu saat Lafaz Cinta best seller. Mizan memintaku membuat novel sejenis, tapi saat itu aku tengah sibuk dengan Takudar. Untuk menuliskan Takudar, aku meminta izin suami.</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;background-color:#ffff99;text-align:justify;">            Suamiku PNS biasa. Memang, ia bekerja di kantor pajak yang dikenal dengan kasus sogok menyogok terlebih ketika kasus Gayus mencuat. Tetapi suamiku bukan Gayus. Ia seperti ribuan pegawai pajak lainnya yang masih memiliki jiwa kejujuran dan nasionalisme : uang rakyat ini untuk membangun fasilitas negara. Uang rakyat ini haram dimakan. Maka begitulah PNS, gajinya cukup&#8230;.Alhamdulillah. Yang penting anak-anak sehat-sekolah, insyaAllah cukup. Maka dari itu, ketika kami menyusun LHKPN (laporan kekayaan penyelenggara negara) aku terharu men list daftar kekayaan kami.</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;background-color:#ffff99;text-align:justify;">            ”Mas, anak-anak gak boleh diuangkan?” kelakarku.</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;background-color:#ffff99;text-align:justify;">            Kalau hanya benda mati, kekayaan suamiku yang belasan tahun bekerja di kantor pajak tak sepadan. Tapi kalau benda hidup, aku punya suami dan anak-anak yang luarbiasa.</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;background-color:#ffff99;text-align:justify;">            Jadi, royalti bukuku Alhamdulillah untuk beragam keperluan yang sudah terbagi pos-posnya. Jangan berpikir untuk membeli blackberry atau mobil, apa yang ada di tangah sudah cukup.</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;background-color:#ffff99;text-align:justify;">            Maka, aku menyampaikan sesuatu.</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;background-color:#ffff99;text-align:justify;">            ”Mas, aku pingin nulis pahlawan Islam. Salah satunya Takudar. Tapi mungkin ini gak akan se <em>booming</em> Lafaz Cinta. Mungkin juga ditolak, mungkin juga gak laku. Gakpapa? Gakpapa aku nulis buku yang royaltinya sedikit , jadi gak bisa menyumbang banyak buat perekonomian kita?”</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;background-color:#ffff99;text-align:justify;">            Ringan suamiku menjawab</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;background-color:#ffff99;text-align:justify;">            ”&#8230;ya sudah, kalau itu da’wah yang dipilih Ummi, gakpapa. InsyaAllah akan dicukupkan Allah.”</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;background-color:#ffff99;text-align:justify;">            Dorongan suami agar aku menulis yang berkualitas tanpa menomorsatukan royalti, membuatku merasa tak terbebani. Ia membelikan buku-buku seperti Jenghiz Khan, meminjamkan VCD serial Jenghiz Khan. Mendown load film-film heroik bersettingChinadan Asia Timur sebagai bahan referensi. Ia menyisihkan artikel yang “berbau”Mongoliadan yang berkaitan dengannya.</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;background-color:#ffff99;text-align:justify;">            Dan yang sungguh bermakna,</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;background-color:#ffff99;text-align:justify;">            suamiku menemani aku mengetik malam hari sembari ia menggelar kasur di samping, tertidur. Aku mengetik biasanya jam 00.00 ke atas, saat yang tenang dan sunyi untuk menulis. Seringkali ia membuatkan coklat panas, atau kopi susu atau teh panas. Seringkali ia pulang dari agenda da’wah di malam hari menenteng coklat, sebab ia tahu aku butuh mengemut atau mengunyah sesuatu sebagai penghilang kantuk.</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;background-color:#ffff99;text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;background-color:#ffff99;text-align:justify;">            Sepanjang aku berkiprah di FLP, terutama sebagai ketua FLP Jawa Timur, ialah tulang punggungku mengerjakan segala sesuatu. Tak pernah kudengar ia mengeluh waktuku tersita untuk FLP, atau royaltiku banyak berkurang untuk mengurus FLP. Perdebatan, perselisihan, ketidakcocokan kami berdua dalam memandang sesuatu hal tentu ada. Tetapi kurasa, porsinya jauh lebih kecil daripada dukungannya terhadap diriku pribadi yang saat ini tengah menyelesaikan kuliah psikologi dan sibuk dengan da’wah kepenulisan.</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;background-color:#ffff99;text-align:justify;">            Ahya.</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;background-color:#ffff99;text-align:justify;">            <em>Behind the great man, standing a great woman.</em></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;background-color:#ffff99;text-align:justify;">            Di belakang para presiden, berdiri istri-istri yang kuat.</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;background-color:#ffff99;text-align:justify;">            Di belakangku, berdiri seorang suami anugrah Allah SWT yang membantuku dalam kerja-kerja perempuan hingga kerja-kerja da’wah.</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;background-color:#ffff99;text-align:justify;">            Untukmu suamiku,</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:200%;background-color:#ffff99;text-align:justify;">dan semua lelaki di atas muka bumi ini yang mendukung dan membantu istrinya berkiprah daam ranah kebaikan semoga Allah SWT limpahkan ampunan, perlindungan, barakah, rahmat, rizqi terbaik.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:200%;background-color:#ffff99;text-align:justify;">Suamiku bernama Agus Sofyan. Tak dikenal, tetapi ia sungguh membantuku menyelesaikan karya-karyaku.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sintayudisia.wordpress.com/909/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sintayudisia.wordpress.com/909/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sintayudisia.wordpress.com/909/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sintayudisia.wordpress.com/909/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sintayudisia.wordpress.com/909/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sintayudisia.wordpress.com/909/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sintayudisia.wordpress.com/909/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sintayudisia.wordpress.com/909/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sintayudisia.wordpress.com/909/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sintayudisia.wordpress.com/909/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sintayudisia.wordpress.com/909/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sintayudisia.wordpress.com/909/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sintayudisia.wordpress.com/909/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sintayudisia.wordpress.com/909/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sintayudisia.wordpress.com&amp;blog=4438010&amp;post=909&amp;subd=sintayudisia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sintayudisia.wordpress.com/2011/07/22/siapakah-agus-sofyan-di-balik-flp-jawa-timur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a3eff2d0451a9c4d3f0723570c5ef06c?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">sintayudisia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sintayudisia.files.wordpress.com/2011/07/270224_1859142754317_1113332915_31563421_6450478_n3.jpg?w=200" medium="image">
			<media:title type="html">270224_1859142754317_1113332915_31563421_6450478_n</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bedah Buku Takhta Awan di Perpustakaan Kota, 16 Juli 2011</title>
		<link>http://sintayudisia.wordpress.com/2011/07/21/bedah-buku-takhta-awan-di-perpustakaan-kota-16-juli-2011/</link>
		<comments>http://sintayudisia.wordpress.com/2011/07/21/bedah-buku-takhta-awan-di-perpustakaan-kota-16-juli-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Jul 2011 07:37:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sintayudisia</dc:creator>
				<category><![CDATA[ACARA SINTA YUDISIA]]></category>
		<category><![CDATA[Bedah Novelku]]></category>
		<category><![CDATA[Perjalanan Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[TAKHTA AWAN]]></category>
		<category><![CDATA[Takudar]]></category>
		<category><![CDATA[The Road to the Empire]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sintayudisia.wordpress.com/?p=899</guid>
		<description><![CDATA[           <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sintayudisia.wordpress.com&amp;blog=4438010&amp;post=899&amp;subd=sintayudisia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sintayudisia.files.wordpress.com/2011/07/270224_1859142754317_1113332915_31563421_6450478_n1.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-900" title="270224_1859142754317_1113332915_31563421_6450478_n" src="http://sintayudisia.files.wordpress.com/2011/07/270224_1859142754317_1113332915_31563421_6450478_n1.jpg?w=200&#038;h=300" alt="" width="200" height="300" />   </a><a href="http://sintayudisia.files.wordpress.com/2011/07/283589_1858302853320_1113332915_31562401_4295363_n.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-901" title="283589_1858302853320_1113332915_31562401_4295363_n" src="http://sintayudisia.files.wordpress.com/2011/07/283589_1858302853320_1113332915_31562401_4295363_n.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" />   </a><a href="http://sintayudisia.files.wordpress.com/2011/07/dscf2917.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-902" title="DSCF2917" src="http://sintayudisia.files.wordpress.com/2011/07/dscf2917.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" />   </a><a href="http://sintayudisia.files.wordpress.com/2011/07/dscf2954.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-903" title="DSCF2954" src="http://sintayudisia.files.wordpress.com/2011/07/dscf2954.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" />   </a><a href="http://sintayudisia.files.wordpress.com/2011/07/dscf2956.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-904" title="DSCF2956" src="http://sintayudisia.files.wordpress.com/2011/07/dscf2956.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sintayudisia.wordpress.com/899/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sintayudisia.wordpress.com/899/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sintayudisia.wordpress.com/899/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sintayudisia.wordpress.com/899/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sintayudisia.wordpress.com/899/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sintayudisia.wordpress.com/899/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sintayudisia.wordpress.com/899/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sintayudisia.wordpress.com/899/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sintayudisia.wordpress.com/899/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sintayudisia.wordpress.com/899/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sintayudisia.wordpress.com/899/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sintayudisia.wordpress.com/899/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sintayudisia.wordpress.com/899/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sintayudisia.wordpress.com/899/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sintayudisia.wordpress.com&amp;blog=4438010&amp;post=899&amp;subd=sintayudisia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sintayudisia.wordpress.com/2011/07/21/bedah-buku-takhta-awan-di-perpustakaan-kota-16-juli-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a3eff2d0451a9c4d3f0723570c5ef06c?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">sintayudisia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sintayudisia.files.wordpress.com/2011/07/270224_1859142754317_1113332915_31563421_6450478_n1.jpg?w=200" medium="image">
			<media:title type="html">270224_1859142754317_1113332915_31563421_6450478_n</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sintayudisia.files.wordpress.com/2011/07/283589_1858302853320_1113332915_31562401_4295363_n.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">283589_1858302853320_1113332915_31562401_4295363_n</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sintayudisia.files.wordpress.com/2011/07/dscf2917.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">DSCF2917</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sintayudisia.files.wordpress.com/2011/07/dscf2954.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">DSCF2954</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sintayudisia.files.wordpress.com/2011/07/dscf2956.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">DSCF2956</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Suhu Beladiri :Salah Satu Pembicara Bedah Buku Takhta Awan</title>
		<link>http://sintayudisia.wordpress.com/2011/06/20/suhu-beladiri-salah-satu-pembicara-bedah-buku-takhta-awan/</link>
		<comments>http://sintayudisia.wordpress.com/2011/06/20/suhu-beladiri-salah-satu-pembicara-bedah-buku-takhta-awan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Jun 2011 10:04:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sintayudisia</dc:creator>
				<category><![CDATA[ACARA SINTA YUDISIA]]></category>
		<category><![CDATA[Bedah Novelku]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Perjalanan]]></category>
		<category><![CDATA[FLP Wilayah Jawa Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Karyaku]]></category>
		<category><![CDATA[Kepenulisan]]></category>
		<category><![CDATA[TAKHTA AWAN]]></category>
		<category><![CDATA[Takudar]]></category>
		<category><![CDATA[The Road to the Empire]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sintayudisia.wordpress.com/?p=880</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Suhu Beladiri : Salah Satu Pembicara Bedah Buku Takhta Awan     Siapa pembicara dalam acara bedah buku Takhta Awan?             Mungkin teman-teman penulis, pembaca dan rekan-rekan FLP belum mengenal Mas Mochamad Amien, atau lebih sering dipanggil mas Amien. Mungkin juga bertanya, mengapa pembicara kali ini jauh dari dunia literasi?             Mas Amien salah satu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sintayudisia.wordpress.com&amp;blog=4438010&amp;post=880&amp;subd=sintayudisia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:'Calligraph421 BT';color:blue;">Suhu Beladiri : </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:'Calligraph421 BT';color:blue;">Salah Satu Pembicara Bedah Buku Takhta Awan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:'Calligraph421 BT';color:blue;"> <a href="http://sintayudisia.files.wordpress.com/2011/06/mongolwarrior.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-881" title="Mongolwarrior" src="http://sintayudisia.files.wordpress.com/2011/06/mongolwarrior.jpg?w=110&#038;h=150" alt="" width="110" height="150" />   </a><a href="http://sintayudisia.files.wordpress.com/2011/06/urghana.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-882" title="urghana" src="http://sintayudisia.files.wordpress.com/2011/06/urghana.jpg?w=645" alt=""   /></a></span></strong><br />
Siapa pembicara dalam acara bedah buku Takhta Awan?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">            Mungkin teman-teman penulis, pembaca dan rekan-rekan FLP belum mengenal Mas Mochamad Amien, atau lebih sering dipanggil mas Amien. Mungkin juga bertanya, mengapa pembicara kali ini jauh dari dunia literasi?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">            Mas Amien salah satu guru (atau biasa dunia kang-ouw memanggil ‘suhu’) dalam beladiri asliIndonesia, silat. Keahlian beladirinya menyebabkan beliau melanglang mancanegara dan kelilingIndonesia.China,Tajikistan,Uzbekistan, benua Eropa. Selain kelilingIndonesiatentunya. Mas Amien pernah cukup lama berkecimpung sebagai wartawan, bergabung bersama salah satu televisi swasta terkenal. Ia pengamat sejarah, terutama yang berkaitan dengan sejarah beladiri, terutama beladiri yang diusung para pendekar muslim.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"> <strong><em><span style="color:blue;">Return of The Condor Heroes</span></em><span style="color:blue;"> &amp; Kitab Zodam</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span id="more-880"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">             Waktu saya masih remaja, televisi belum dipenuhi telenovela Amerika latin atau drama Korea/Jepang. Yang merajai saat itu adalah serial cerita silat tanahChina, salah satu yang legendaries adalah pendekar Yo Ko dalam Return of the Condor Heroes.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">            Saat mencari literature referensi untuk TAKHTA AWAN, salah satu setting adalah Samarkand. Alangkah terkejutnya, bahwa para pendekar pernah berkelanan ke &#8230;.Samarkand untuk berguru dan menimba pengalaman! Waaah, waktu itu saya tidak terlalu mengkaji alur, jalan cerita. Hanya terpesona oleh tokoh-tokoh dan ciaaat serta ayunan pedang. Baru saya tahu, bahwa para pendekar ternama melanglang buana hingga ke tanah para ilmuwan Islam.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">            Kitab Zodam?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">            Ini kitab yang masih menjadi perdebatan di kalangan para pendekar.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">            Konon kabarnya, kitab ini adalah serial terlengkap dari kitab beladiri manapun sebab mencakup segala hal yang dibutuhkan para pendekar : Ti Fan Pok Han, kitab perang dan ilmu bekam.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">            Kitab Rahasia Sejarah yang merupakan gabungan pemikiran Jenghiz Khan dalam melakukan penaklukan, hanya berisi perang.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">            Wah, sepotong informasi tentang kitab Zodam, rasanya jadi amunisi untuk membuat serial cerita kung fu macam Kho Ping Ho <span style="font-family:Wingdings;" lang="SV">J</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="color:blue;" lang="SV">Beladiri Mongolia </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">            Dalam <strong><em>THE ROAD TO THE EMPIRE  </em></strong>dan <strong><em>TAKHTA AWAN </em></strong>sedikit saya jelaskan tentang beladiri Mongolia. Ingat cerita-cerita silat atau kungfu? Pendekar akan memperlihatkan keahliannya pada pertandingan, ketika harus menolong seseorang (biasanya putri bangsawan yang cantik&#8230;ehm) atau&#8230;di pasar yang ramai dikunjungi manusia.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">            Begitulah keahlian seorang pendekar akan ditampilkan di tengah massa.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">            Mongolia, mengenal pasa-pasar sebagai sarana memperlihatkan ketrampilan. Salah satu ketrampilan beladiri Mongolia yang legendaris adalah : gulat. Gulat Mongolia biasa dipertandingkan dalam <em>Nadaam festival</em>, dua orang bertubuh kekar mengenakan celana mirip sumo tetapi lebih mencolok (merah atau biru) sembari mengenakan <em>gutul</em> – sepatu khas Mongolia.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="color:blue;" lang="SV">Beladiri para Pendekar Muslim</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">            Banyak peristiwa sejarah dapat dirunut dari kisah para tokoh utama, riwayat yang berkaitan dengannya, para tokoh pendukungnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">            Benarkah para pemimpin Mongolia pernah menganut agama Islam?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">            Saya sendiri tidak tahu persis karena belum menggeluti secara mendalam ilmu beladiri. Tetapi beberapa ilmu beladiri muslim merupakan gabungan dari kungfu shaolin, persenjataan Persia dan gulat Mongolia. Setidaknya, kaum muslimin pernah menjalin hubungan penting dengan China, Persia dan Mongolia. Terbuka banyak celah penelitian, asumsi, hipotesa bahwa semenjak Rasulullah Saw diangkat menjadi Nabi , ghazwah &amp; sariyah telah menembus berbagai belahan dunia.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="color:blue;" lang="PT-BR">Pendekar Muslimah Berkerudung!</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">            Mas Amien suatu saat bercerita bahwa di daerah Uzbekistan, ia menemui para muslimah berkerudung rapat, dengan paras amat menawan yang ternyata memiliki keahlian beladiri hingga mampu melompat tinggi! Persis ginkang yang pernah kita ketahui di cerita-cerita kungfu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">            Hm, boleh jadi, suatu saat sejarah akan menemukan bahwa pendekar muslim bukan hanya Wong Fei Hung (sekalipun ini juga masih mengundang perdebatan). Tetapi pendekar muslimah macam Almamuchi dan Karadiza memang benar adanya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sintayudisia.wordpress.com/880/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sintayudisia.wordpress.com/880/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sintayudisia.wordpress.com/880/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sintayudisia.wordpress.com/880/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sintayudisia.wordpress.com/880/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sintayudisia.wordpress.com/880/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sintayudisia.wordpress.com/880/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sintayudisia.wordpress.com/880/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sintayudisia.wordpress.com/880/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sintayudisia.wordpress.com/880/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sintayudisia.wordpress.com/880/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sintayudisia.wordpress.com/880/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sintayudisia.wordpress.com/880/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sintayudisia.wordpress.com/880/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sintayudisia.wordpress.com&amp;blog=4438010&amp;post=880&amp;subd=sintayudisia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sintayudisia.wordpress.com/2011/06/20/suhu-beladiri-salah-satu-pembicara-bedah-buku-takhta-awan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a3eff2d0451a9c4d3f0723570c5ef06c?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">sintayudisia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sintayudisia.files.wordpress.com/2011/06/mongolwarrior.jpg?w=110" medium="image">
			<media:title type="html">Mongolwarrior</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sintayudisia.files.wordpress.com/2011/06/urghana.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">urghana</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>FLP Mengajari, Mendidik, Membantuku Menjadi Penulis Seperti Sekarang</title>
		<link>http://sintayudisia.wordpress.com/2011/06/14/flp-mengajari-mendidik-membantuku-menjadi-penulis-seperti-sekarang/</link>
		<comments>http://sintayudisia.wordpress.com/2011/06/14/flp-mengajari-mendidik-membantuku-menjadi-penulis-seperti-sekarang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Jun 2011 07:57:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sintayudisia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Perjalanan]]></category>
		<category><![CDATA[da&#039;wahku]]></category>
		<category><![CDATA[FLP]]></category>
		<category><![CDATA[Jurnal Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Karyaku]]></category>
		<category><![CDATA[Kepenulisan]]></category>
		<category><![CDATA[mother's corner]]></category>
		<category><![CDATA[Oase]]></category>
		<category><![CDATA[Perjalanan Menulis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sintayudisia.wordpress.com/?p=874</guid>
		<description><![CDATA[FLP Mengajari, Mendidik, Membantuku Menjadi Penulis Seperti Sekarang              Seperti yang sudah lazim diketahui orang. Bakat 1 %, sisanya kerj keras. Menjadi penulis pun begitu. Banyak orang bertanya : saya gak punya bakat tapi suka nulis, bagaimana caranya? Sama seperti para penulis lain, saya pun kebingungan. Gimana sih cara nulis yang baik, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sintayudisia.wordpress.com&amp;blog=4438010&amp;post=874&amp;subd=sintayudisia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>FLP Mengajari, Mendidik, Membantuku Menjadi Penulis Seperti Sekarang</strong></p>
<p><a href="http://sintayudisia.files.wordpress.com/2011/06/armanusa.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-875" title="Armanusa" src="http://sintayudisia.files.wordpress.com/2011/06/armanusa.jpg?w=103&#038;h=150" alt="" width="103" height="150" />   </a><a href="http://sintayudisia.files.wordpress.com/2011/06/cadas-kebencian.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-876" title="Cadas Kebencian" src="http://sintayudisia.files.wordpress.com/2011/06/cadas-kebencian.jpg?w=102&#038;h=150" alt="" width="102" height="150" />    </a><a href="http://sintayudisia.files.wordpress.com/2011/06/m-nyanyian_surga.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-877" title="m-nyanyian_surga" src="http://sintayudisia.files.wordpress.com/2011/06/m-nyanyian_surga.jpg?w=99&#038;h=150" alt="" width="99" height="150" />    </a><a href="http://sintayudisia.files.wordpress.com/2011/06/pink.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-878" title="Pink" src="http://sintayudisia.files.wordpress.com/2011/06/pink.jpg?w=102&#038;h=150" alt="" width="102" height="150" />  </a></p>
<p>Seperti yang sudah lazim diketahui orang. Bakat 1 %, sisanya kerj keras. Menjadi penulis pun begitu. Banyak orang bertanya : saya gak punya bakat tapi suka nulis, bagaimana caranya? Sama seperti para penulis lain, saya pun kebingungan. Gimana sih cara nulis yang baik, yang bisa tembus media, yang memberi kesan mendalam pada pembaca? Saya emang suka nulis, tapi kan cuma diary. Trus corat coret di kertas atau buku bekas. Waktu itu masih ada majalah Annida. Rasanya pasti&#8230;..bangga kalau nama kita dan cerpen tertera di situ. Bangga bahwa dalam hidup ini, jejak kita, pemikiran, memberi manfaat buat orang lain. Harap-harap cemas, saya rajin mengirim ke Annida baik cerpen ataupun lomba. Alhamdulillah menang 2x, beberapa cerpen pun dimuat. Lalu sesudahnya? Timbul pertanyaan-pertanyaan. Mending nulis kumpulan cerpen atau kirim cerpen-cerpen ke majalah/media? Mending nulis puisi? Mending nulis novel? Mending nulis non fiksi atau fiksi? Sebetulnya&#8230;..saya itu bisanya nulis apa siiiiih?</p>
<p>Akhirnya&#8230;bergabunglah di FLP. FLP, tempat saya bergabung karena disitu berisi para penulis capable, ternyata memberi banyak pembelajaran.</p>
<p><em><strong>Pembelajaran pertama.</strong></em></p>
<p><span id="more-874"></span></p>
<p>Rendah hati dan tidak sombong (kaya lagunya anak-anak ya?). Siapalah Sinta Yudisia. Tapi suatu ketika bertemulah saya dengan Teh Pipiet, mb Helvy TR, mb Asma, Mas Boim dan Mas Gol A Gong , Mb Izzatul Jannah, mb Titaq(waktu dan tempat terpisah). Dan mereka bertanya tentang saya, mendengar ketika saya bicara. Saya melongo. Aahh&#8230;indahnya FLP. Mereka para senior ramah dan mau berbagi. Rasanya nyaman bergabung di gerbong FLP.</p>
<p><em><strong>Pembelajaran kedua.</strong></em></p>
<p>Proses dan kesinambungan. Mas Gong dengan satu tangan selalu berkarya. Mb Asma dan mb Helvi juga. Mas Boim juga. Mereka terus dan terus menulis. Kritik tentu ada, mana ada produk yang sepi kritik?</p>
<p><em><strong>Pembelajaran ketiga</strong></em></p>
<p>Konsisten dan mencari branding. Mas Boim adalah penulis kocak. Mb Helvy sastrawan. Mbak Asma selalu menyentuh dengan kisah rumahtangga. Aku menulis apa ya&#8230;:-)?</p>
<p><em><strong>Pembelajaraan keempat.</strong></em></p>
<p>Tak bisa besar sendiri. FLP mengajarkan organisasi. Memberi pembelajarn berharga bahwa saat menulis, penulis bekerja solitaire. Tapi saat dilempar ke pasar : semua mengambil peran. Editor, ilustrator, promosi, komunitas, kritikus, resensor. FLP nyaris membantuku dalam semua hal. Editorku orang FLP. Kritikusku kebanyakan orang FLP. Resensorku kebanyakan orang FLP. Yang membantu karyaku di promosikan adalah teman-teman, adik-adik dan organisasi FLP. Yang mengudanku bedah buku, bedah karya, talkshow , seminar dll – meski tidak berkaitan dengan dunia kepenulisan adalah berkat jaringan dan network FLP. Misal, mengundang mb Sinta untuk acara Muslimah, acara talk show parenting. Siapa sih Sinta? Oh, ia ketua FLP Jawa Timur. Posisi di FLP inilah yang memberikan bargaining lebih bagiku sehingga aku diizinkan duduk di depan, di podium, memegang mike, berdiri di depan ratusan orang dan aku boleh bercerita banyak hal di saat orang lain mendengarkan&#8230; FLP bagiku membantuku menjadi penulis. Menjadi Sinta Yudisia yang baru. Yang lebih berkarya, memberikan kesempatan untuk punya peran lebih banyak di tengah ummat manusia.</p>
<p><em><strong> Pembelajaran kelima</strong></em></p>
<p>Dakwah, dakwah dan dakwah kepenulisan. Siapa yang tidak kecewa cerpennya tertolak? Siapa tidak kecewa ketika tak menang lomba? Siapa tak sedih ketika naskahnya ditolak penerbit? Siapa tak marah dan sakit hati ketika karyanya dikritik? Siapa yang tak sedih, berduka..karyanya ternyata terbit, menghialng begitu saja, tak laku di pasaran? Bergabunglah dalam gerbong FLP, maka kau akan kuat menghadapi setiap macam tikaman, hantaman, gulungan dan hempasan terhadap karya dan kadang, menunjuk langsung ke pribadimu. Di gerbong FLP ada Teh Imun, mb IJ, bang Hal, kang Irfan, Ganjar, mb Afifah, Asa Mulchias, Nurbaiti, Kokonata (maaf nama yg lain kalau lupa&#8230;) Di jajaran Jawa Timur sendiri ada Lutfi Hakim alias Adam Muhammad alias Jarwil Pusat, ada ustadz Fathoni, ada mb Ummu, mb Titaq, Lukman Hadi, Arif Lutfi, Veru, Fauziah, Gesang Sari, Syahrizal&#8230;&#8230;baik petinggi, pembesar, tetua, senior, hingga pemula, ketua cabang dan ranting yang semuanya selalu memberikan semangaat&#8230;&#8230;ayo mb Sinta, ini adalah dakwah kepenulisan. Tak penting penilaian manusia. Percayalah, tulisan yang diniatkan mencari ridhoNya pasti akan mendapat tempat di kursi kemuliaan. Tak penting FLP dianggap tidak punya muatan sastra, yang penting kita berdakwah&#8230;.berdakwah dengan cara hikmah sehingga membuat orang makin mengenal dan mencintai Islam. Mencintai kebajikan. Itulah maka, menulis bersama FLP tak pernah kehilangan daya. Tak pernah surut meski kritik terus berhamburan. Tentu, bukannya tak memperbaiki diri. Tapi bergabung bersama FLP membuat kita selalu ingat dan waspada untuk terus memperbaiki niat, memperbaiki kualitas diri dan tulisan, bermohon kepadaNya untuk dimudahkan segala urusan. FLP membantu mengingatkan bahwa penulis bukan selebritis. Jauuuh! Kita mungkin dimintai foto, dimintai tanda tangan&#8230;tapi lebihd ari itu, kita harus meninggalkan jejak bermakna hingga suatu saat nanti, ketika tinggal nama yang dikenang&#8230;.maka mengalirlah pahala amal jariyah sebab tulisan-tulisan kita membuat orang kembali lurus di jalanNya. Bersemangat bergabung dalam barisan yang bersatu padu, teratur rapi.</p>
<p>Di bawah ini beberapa kritik yang membuatku amat sangat belajar. Semoga bermanfaat buat siapapun yang tengah belajar menulis ( isinya kurang lebih demikian&#8230;)</p>
<p>Helvy Tiana Rosa : Lafaz Cinta novel yang bagus. Tapi kamu kurang menggalinya dengan dalam. Coba dibuat detail sehingag lebih ”menukik”.</p>
<p>Asma Nadia : Sinta kalau menulis cerpen kurang fokus ya? Coba deh, fokus ke satu tema, dalam cerpen jangan semua tema mau dikembangkan.</p>
<p>Ali Muakhir : mb Sinta itu kalau nulis panjang-panjaaaang bagnet ya&#8230;lebh cocok menulis novel dibanding cerpen.</p>
<p>Gol A Gong : aku lebih suka judul “Singa di Padang Kekuasaan” dibanding “Sebuah Janji” . Kayak judul lagu dangdut &#8230;(membuatku belajar bahwa “Judul” adalah sesuatu yang sangat penting)</p>
<p>M. Arief Lutfi : apa yang membedakan para ulama padahal mereka menulis hal-hal yang sama (bab sholat, bab jihad dl)? Adalah karena mereka punya bashiroh, punya ruhiyah yg kuat sehingga meski tulisan sama, tetap punya kecemerlangan. Meski tulisan kita sama dengan yang lain, tapi kekuatan ruhiyah akan punya daya cemerlang yang beda.</p>
<p>Rahmadiyanti Rusdi alias mb Dee : coba baca buku X, Y mbak&#8230;sebagai bahan pembanding (karena saya suka menulis novel sejarah)</p>
<p>Aferu Fajar : sastra sejarah muncul untuk menonjolkan tokohnya, kejadian penting. Teh Imun : dalam menulis bukan hanya butuh diksi indah, pembaca dibombardir dengan kalimat-kalimat dengan kosa kata yang kya. Perlu digiring agar tulisan lebih bermakna.</p>
<p>Bang Hal &amp; Kang Irfan : (mereka seperti siapa ya? Ooo&#8230;seperti para suhu Takudar yang lebih banyak di belakang layar ;P)</p>
<p>Ganjar Widhiyoga : ayo mbak &#8230;kita lomba menulis&#8230;hehe..</p>
<p>Afifah Afra : (meski lebih muda, tapi saya lebih suka memanggil Mbak sebagai bentuk penghormatan. Mb Afra dengan sosoknya selalu mengingatkan bahwa menulis adalah kerja dakwah dan dakwah&#8230;saya sering menceritakan beliau ke anak saya, terutama Inayah ..;P)</p>
<p>Maka&#8230;..bagi yang pernah membaca karyaku 10 tahun lalu dan tertawa lucu, itulah karya yang masih sangat mentah. Yang masih harus terus diperbaharui. 10 tahun menulis masih belum cukup matang, sebab para ulama&#8230;terus menulis hingga akhir hayat mereka <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sintayudisia.wordpress.com/874/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sintayudisia.wordpress.com/874/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sintayudisia.wordpress.com/874/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sintayudisia.wordpress.com/874/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sintayudisia.wordpress.com/874/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sintayudisia.wordpress.com/874/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sintayudisia.wordpress.com/874/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sintayudisia.wordpress.com/874/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sintayudisia.wordpress.com/874/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sintayudisia.wordpress.com/874/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sintayudisia.wordpress.com/874/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sintayudisia.wordpress.com/874/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sintayudisia.wordpress.com/874/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sintayudisia.wordpress.com/874/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sintayudisia.wordpress.com&amp;blog=4438010&amp;post=874&amp;subd=sintayudisia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sintayudisia.wordpress.com/2011/06/14/flp-mengajari-mendidik-membantuku-menjadi-penulis-seperti-sekarang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a3eff2d0451a9c4d3f0723570c5ef06c?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">sintayudisia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sintayudisia.files.wordpress.com/2011/06/armanusa.jpg?w=103" medium="image">
			<media:title type="html">Armanusa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sintayudisia.files.wordpress.com/2011/06/cadas-kebencian.jpg?w=102" medium="image">
			<media:title type="html">Cadas Kebencian</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sintayudisia.files.wordpress.com/2011/06/m-nyanyian_surga.jpg?w=99" medium="image">
			<media:title type="html">m-nyanyian_surga</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sintayudisia.files.wordpress.com/2011/06/pink.jpg?w=102" medium="image">
			<media:title type="html">Pink</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mau Rezeki Lebih Baik : Jodoh, Peluang Rezeki? Sstt, Coba Hafalkan Quran!</title>
		<link>http://sintayudisia.wordpress.com/2011/06/11/mau-rezeki-lebih-baik-jodoh-peluang-rezeki-sstt-coba-hafalkan-quran/</link>
		<comments>http://sintayudisia.wordpress.com/2011/06/11/mau-rezeki-lebih-baik-jodoh-peluang-rezeki-sstt-coba-hafalkan-quran/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Jun 2011 17:48:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sintayudisia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Perjalanan]]></category>
		<category><![CDATA[da&#039;wahku]]></category>
		<category><![CDATA[mother's corner]]></category>
		<category><![CDATA[Oase]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Quran kami]]></category>
		<category><![CDATA[Rezeki Quran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sintayudisia.wordpress.com/?p=869</guid>
		<description><![CDATA[Mau Rezeki Lebih Baik : Jodoh, Peluang Rezeki? Sstt, Coba Hafalkan Quran!                 Memory ini cukup lama mengendap, sayangnya tidak kutuliskan, hingga sanad dan siapa yang meriwayatkan aku lupa. Tetapi inti ceritanya insyaAllah masih terekam jelas. Dialog dan alur cerita, aku luweskan agar lebih mudah dimengerti.  1. Ibu dengan 7 anak yang menghafal Quran, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sintayudisia.wordpress.com&amp;blog=4438010&amp;post=869&amp;subd=sintayudisia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:200%;" align="center"><strong><span style="font-size:16pt;line-height:200%;font-family:'Book Antiqua';color:red;">Mau Rezeki Lebih Baik : Jodoh, Peluang Rezeki? Sstt, Coba Hafalkan Quran!</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;"> <a href="http://sintayudisia.files.wordpress.com/2011/06/109_indian-muslims-children1.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-871" title="109_Indian-Muslims-children" src="http://sintayudisia.files.wordpress.com/2011/06/109_indian-muslims-children1.jpg?w=122&#038;h=150" alt="" width="122" height="150" />   </a><a href="http://sintayudisia.files.wordpress.com/2011/06/a_child_in_praying_320_320_0_9223372036854775000_0_1_0.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-872" title="a_child_in_praying.jpg_320_320_0_9223372036854775000_0_1_0" src="http://sintayudisia.files.wordpress.com/2011/06/a_child_in_praying_320_320_0_9223372036854775000_0_1_0.jpg?w=113&#038;h=150" alt="" width="113" height="150" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;">            Memory ini cukup lama mengendap, sayangnya tidak kutuliskan, hingga <em>sanad</em> dan siapa yang meriwayatkan aku lupa. Tetapi inti ceritanya insyaAllah masih terekam jelas. Dialog dan alur cerita, aku luweskan agar lebih mudah dimengerti.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;"> 1. <strong>Ibu dengan 7 anak yang menghafal Quran</strong>, <strong>rezeki tak disangka!</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;line-height:200%;"><span id="more-869"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;line-height:200%;">Aku, kita semua tahu mulianya para penghafal Quran. Tapi, motivasi untuk kesana sangatlah minim. Bertahun-tahun silam, waktu kami masih di Tegal, datang seorang ummahat bercerita (bahkan aku lupa namanya!). Sebut saja bu Annisa.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;line-height:200%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;line-height:200%;">Bu Annisa seorang ibu, usianya saat itu lebih dari 40 tahun, berputra 7 , dengan suami yang sangat ngepas penghasilannya (kalau tidak bisa dibilang kurang alias miskin). Bu Annisa lemah fisiknya, merasa tidak berotak cerdas. Ia seringkali kelelahan dengan setumpuk pekerjaan rumah tangga dan kehidupan keluarga yang sepertinya mentok hanya disitu. Ya, mau apalagi? Menghidupi 7 anak bukan perkara mudah, padahal mereka yakin akan hadits Rasulullah Saw yang membanggakan ummat muslim yang banyak.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;line-height:200%;">Bu Annisa mengagumi ustadzahnya yang dalam pandangan beliau ,”&#8230;.luarbiasa sabar. Aku ingin seperti ustadzahku, supaya lebih sabar menghadapi kehidupanku yang seperti ini.”</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;line-height:200%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;line-height:200%;">Bu Annisa bertanya pada sang ustadzah, apa ya kira-kira kunci bagi perempuan supaya bisa lebih bersabar menghadapi sekian banyak ujian hidup?</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;line-height:200%;">”Cobalah menghafal Quran,” saran sang ustadzah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;line-height:200%;">Dengan tekad baja, di usia di atas 40 yang konon kabarnya semua fungsi tubuh mulai mengalami penurunan, bu Annisa menghafal Quran. Tujuannya saat itu hanya satu : ia bisa bersabar dengan tubuh yang lemah dan sakit-sakitan dalam membesarkan anak dan suami golongan elit alias ekonomi sulit.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;line-height:200%;">Selang beberapa waktu, bu Annisa merasakan tubuhnya berangsur semakin bugar. Ia merasa otaknya lebih mampu berpikir jernih dalam memandang persoalan, tidak kusut dan ruwet seperti dulu.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;line-height:200%;">Dan, suatu hari sang suami datang dengan hadiah,</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;line-height:200%;">”&#8230;&#8230;..Mi, Alhamdulillah aku dapat rezeki! Aku bisa beli mobil buat Ummi mengantarkan anak-anak sekolah!”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;">
<ol style="margin-top:0;" type="1" start="2">
<li class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;"><strong>Gadis yang dipinang beberapa lelaki</strong></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;line-height:200%;">Pada usia berapa seorang gadis mulai cemas untuk menikah?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;line-height:200%;">25, 27, 29 atau 30? 32, 35?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;line-height:200%;">Sebut saja namanya Dini, sama seperti muslimah lain yang mengkhawatirkan belum adanya seorang lelaki sholih meminang. Banyak lelaki sholih, tetapi merekapun punya standar tinggi : putih, langsing, cantik, mapan. Lho?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;line-height:200%;">Orang seperti Dini yang biasa-biasa saja, dengan postur layaknya perempuan Indonesia : berkulit coklat, berwajah manis dengan hidung tak terlalu mancung, orangtua sederhana – mungkin dianggap (maaf) tak gampang laku . Gadis seperti  Dini  yang masih harus berjuang memapankan dirinya mungkin tak terlalu dilirik lelaki.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;line-height:200%;">Dini akhirnya memilih berpikir positif.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;line-height:200%;">“Daripada berpikir tentang jodoh yang masih misterius, mending meningkatkan kualitas diri.”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;line-height:200%;">Dini menyibukkan dengan berdakwah, menambah ilmu pengetahuan&#8230;dan menghafal Quran. Konon, kalau sudah menikah (entah usia berapa) dan punya anak (entah usia berapa); akan lebih sulit lagi menghafal Quran padahal hafalan Quran penting sekali dalam mendidik anak-anak.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;line-height:200%;"><em>Nothing to loose.</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;line-height:200%;"><em>Happy</em> Dini menghafalkan Quran, dan ia merasakan suatu ketenangan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;line-height:200%;">Suatu saat, datang tawaran tak terduga. Ternyata di dunia ini masih banyak lelaki sholih yang memimpikan posisi pemimpin barisan pemuda mulia seperti Saad bin Abi Waqqah, Usamah bin Zaid, Imaad Aql atau Yahya Ayyasy.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;line-height:200%;">Para pemuda ini mengajukan diri kepada ustadz, dan syarat mereka satu : mencari akhwat yang hafalan Qurannya lebih banyak dari mereka! Kenapa?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;line-height:200%;">“Untuk menjaga diri,” begitu jawaban mereka rata-rata.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;line-height:200%;">Para pemuda ini rupanya punya posisi ekonomi mapan sehingga mereka takut, jika wajah cantik tapi tak mampu melindungi <em>diin</em> bagaimana? Lebih baik mencari yang berkepribadian kuat! Pilihan mereka <em>simple</em> : gadis penghafal Quran!</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;line-height:200%;">Dini memang belum hafal 30 juz tetapi simak perkataannya,</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;">“ betapa rizqi menghafal Quran datang sendiri. Ketika orang sibuk mencari jodoh, saya bahkan pasrah dan memilih meninggalkan kecemasan dengan menghafal. Alhamdulillah&#8230;&#8230;justru rizqi berdatangan, saya memilih satu yang terbaik.”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;">
<ol style="margin-top:0;" type="1" start="3">
<li class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;"><strong>Perempuan yang selamat dari </strong><strong>api</strong></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;line-height:200%;">Suatu saat, di sebuah distrik di Mesir mengalami kebakaran besar.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;line-height:200%;">Lokasi dan tahunnya, saya lupa. Sebut saja ia bernama Hanna, seorang ibu. Kebakaran itu melalap habis rumah-rumah, menyisakan puing-puing dan mayat. Tentu saja, kebakaran itu terjadi saat orang tertidur nyenyak!</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;">            Di sebuah keluarga, seorang perempuan menangis terisak.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;">            Suami dan anak-anaknya meninggal dalam kejadian tragis tersebut.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;">            Tentu saja, Hanna , istri dan ibu itu bukan main pilu. Ditinggalkan sebatang kara di dunia, seluruh orang yang dikasihinya meninggal hanya satu malam. Harta bendanya ludes tak tersisia. Warga pun berduka melihat kecelakaan tragis tersebut yang sumbernya masih belum jelas diketahui apakah akibat listrik, gas atau kelalaian lain.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;">            Seorang ustadz setempat menghibur Hanna. Sebelum menghibur Hanna, ia sempat mendengar kabar bahwa Hanna adalah seorang penghafal Quran (di Mesir penghafal Quran memang cukup banyak). Lemah lembut, sang ustadz menghampiri Hanna,</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;">            ”&#8230;.Nyonya, bergembiralah. Doakan saja suami dan putramu. Tahukah kau apa kabar gembira dari semua peristiwa ini?”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;">            Hanna menangis dan menggeleng.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;">            Kabar gembira apa yang mampu didengarnya di tengah selimut duka dan kepapaan hampa seperti ini?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;">            ”Lihatlah! Kau penghafal Quran dan selamat! Tidakkah kau lihat, api di dunia saja takut menjilat tubuhmu yang mulia, apalagi api Robb mu di neraka kelak?”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:200%;"><!--[if !supportLists]--><strong><em><span style="font-size:14pt;line-height:200%;font-family:'Book Antiqua';" lang="SV">4.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">     </span></span></em></strong><!--[endif]--><strong>Kisah unik </strong><strong><em><span style="font-size:14pt;line-height:200%;font-family:'Book Antiqua';color:blue;" lang="SV">Existere</span></em></strong><strong></strong><strong>dan </strong><strong><em><span style="font-size:14pt;line-height:200%;font-family:'Book Antiqua';color:blue;" lang="SV">Sakura</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;line-height:200%;">Aku tidak ingin sombong.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;line-height:200%;">Sungguh!</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;line-height:200%;">Tapi aku ingin berbagi cerita dan memantapkan hatiku, juga hati kawan-kawanku.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;line-height:200%;">Suatu saat, mb Dee –CEO LPPH- meng sms</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;line-height:200%;">”<em>Goodnews</em> Mbak, Existere dibeli oleh Pelangi Books Malaysia.”</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;line-height:200%;">Alhamdulillah, Subhanallah&#8230;</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;line-height:200%;">Senangnya hatikuuu!</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;line-height:200%;"><em>Existere </em>tak se <em>booming</em> Lafaz Cinta, <em>The Road to The Empire</em>, Reinkarnasi. Tetapi Alhamdulillah wa syukurillah, dilirik oleh penerbit Malaysia. Senin kemarin lusa, surat perjanjiannya kuterima.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;line-height:200%;">”Malaysia tidak melihat best seller atau tidak. Mana yang cocok, mereka terbitkan.”</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;line-height:200%;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;line-height:200%;">Hmmm.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;line-height:200%;">Tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Tapi sebagai manusia, aku selalu mencari hukum sebab akibat. Kalau aku salah, nanti hukumannya apa ya? Kalau aku berbuat baik, nanti balasannya apa ya? Ah, ya sudah&#8230;berbuat baik saja laaah sebanyak-banyaknya. Nanti pasti Allah SWT akan membalas.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;line-height:200%;">Aku mencoba berbuat baik semampuku, menambah sedikit amalan-amalan yang mungkin akan menjadi pemberat timbangan di yaumil akhir kelak. Mengisi pengajian, bersodaqoh, mengajar menulis dsb. Tetapi dari mana aku yakin dan tahu bahwa salah satu rezeki sebagai penulis adalah dari menghafal Quran?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;line-height:200%;">Awalnya, sebagai manusia, sempat ada perasaan begini,”&#8230;.Alhamdulillah, akhirnya setelah sekian lama bukuku terbit, rupanya yang ke 40 lebih ini yang dilirik Malaysia. Wajar kan?”</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;line-height:200%;">Begitu perkiraanku.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;line-height:200%;">Wajar sudah lebih dari 40 buku.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;line-height:200%;">Wajar kalau kemudian dilirik dan diterbitkan.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;line-height:200%;">Wajar lah sebagai penghargaan!</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;line-height:200%;">Tapi  tunggu dulu&#8230;..! Benarkah betul-betul hanya upaya manusia yang menghantarkan <em>Existere</em> sampai ke Malaysia? Betulkah kehebatanku yang menghantarkan semua rezeki ini?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;line-height:200%;"><strong>Sebuah berita semakin memantapkan diriku, dan membuatku menjadi orang kecil yang terhempas&#8230;bahwa aku bukanlah penulis hebat! Jauuuh, jauuh di atas kehebatan kita masih ada yang bertakhta, Yang Maha Mengatur Segala Urusan.</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;line-height:200%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;line-height:200%;">Bukan! Bukan karena buku ke 40 sekian itu yang menyebabkan <em>Existere</em> diterbitkan Malaysia.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;line-height:200%;">Bukan! Bukan karena aku sering mengisi acara kesana kemari lantas buku itu diterbitkan.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;line-height:200%;">Bukan! Bukan karena mb Dee pilih kasih lantas <em>Existere</em> dibawa-bawa ke Malaysia.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;line-height:200%;">Sebuah berita mencengangkan datang berikutnya, dari Ganjar Widhiyoga yang memberitahukan,:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;line-height:200%;">” Mbak Sinta&#8230;novel Nova Ayu Maulita, ”<em>Sakura</em>” juga diterbitkan dalam bahasa Malaysia lho..”</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;line-height:200%;">Aku tercengang.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;line-height:200%;">Beristighfar atas semua kelalaianku telah merasa lebih baik.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;line-height:200%;">Bersyukur bahwa aku mendapatkan jawaban atas semua ini</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;line-height:200%;">Tahukah kalian mengapa novel Sakura terpilih mewakili novel-novel lain untuk diterbitkan di Malaysia? Diterbitkan Malaysia, berarti mulai <em>go international</em> dengan harapan mendapatkan nama lebih luas dikalangan pemabca dan royalti lebih banyak, insyaAllah&#8230;(kesempatan untuk bersodaqoh lebih banyak insyaAllah..)</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;line-height:200%;">Padahal Sakura adalah karya pertama Nova Ayu.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;line-height:200%;">Padahal Sakura bolak balik di revisi.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;line-height:200%;">Padahal Sakura adalah debut pertama.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;line-height:200%;">Padahal nama Nova Ayu belum banyak terdengar.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;line-height:200%;">Sakura, karya pertama Nova Ayu, yang belum pernah mengisi acara pelatihan kepenulisan dimana mana : terpilih diterbitkan penerbit Malaysia.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;line-height:200%;">Sinta Yudisia, baru karya ke 45 nya yang dilirik penerbit Malaysia.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;line-height:200%;">Nova Ayu, karya ke 1 nya menggebrak.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;line-height:200%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;line-height:200%;">Apa yang membuat NovaAyu Maulita jauh lebih baik dari kita semua? (semoga ini bukan “memengaal kepalamu “ seperti kata Umar bin Khaththab ya, Ayu&#8230;)</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;line-height:200%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;line-height:200%;">Karena hafalan Quran Sinta Yudisa  baru juz 30, 29, 28 ( 3 juz ini sudah banyak yang hilang) dan aku baru mengikuti kelas tahfiz sejak November dan baru menambah juz 1 al Baqarah (belum sepurna juga&#8230;hiks).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;line-height:200%;">Dan karena Nova Ayu, gadis belia ini, telah menghafal <strong>30 juz Al Quran</strong> (meski katanya masih harus banyak di ulang&#8230;)</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;line-height:200%;">Subhallah&#8230;</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;line-height:200%;">orang boleh berkata keberuntungan.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;line-height:200%;">orang boleh berkata anomali.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;line-height:200%;">orang boleh berkata hipotesa.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;line-height:200%;">”Ya&#8230;.keberuntungan aja, hoki, yang bisa menimpa siapa saja termasuk Existere dan Sakura. Bisa aja kesempatan itu jatuh pada penulis lain kan? Toh banyak juga yang gak menghafal Quran tapi tetap lolos kok&#8230;”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;line-height:200%;">Oke, bolehlah keberuntungan dadu itu jatuh pada karyaku, Existere. Dari sekian puluh buku, masa gak ada yang dilirik sih? Bisa saja penerbit Malaysia hanya mendengar namaku dan bukan kualitas bukuku.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;line-height:200%;">Tetapi bagaimana dengan Nova Ayu?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;line-height:200%;">Apakah hanay keberuntungan dadu?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;line-height:200%;">Bahwa nasib melempar panah ke udara lalu menghujam pada takdir seseorang?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;line-height:200%;">Apa yang Nova Ayu raih, membuatku semakin hormat dan takdzim pada para penghafal Quran. Mereka yang tidak terlalu dilirik, mereka yang lebih memilih amalan-amalan utama dan terkenal di kalangan penduduk langit, suatu saat, jika Allah SWT menunjukkan kekuasaannya :&#8230;..zzzt! Dunia berbalik.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;line-height:200%;">Aku demikian terharu ketika meng sms ustadzku yang menuntun kami menghafal Quran, kuceritakan bahwa Existere &amp; Sakura berhasil menembus penerbit Malaysia dan kami sama-sama penulsi yang tengah berusaha mnghafalkan Quran.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;line-height:200%;">”Bu Sinta&#8230;.itu bonus kecil dari Allah SWT. Percayalah, masih banyak pemberian dahsyat dari Nya bagi para penghafal Quran.”</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;line-height:200%;">Penulis dan Penghafal Quran?</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;line-height:200%;">Siapa berani?</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;line-height:200%;">Jangan takut namamu belum terkenal.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;line-height:200%;">Jangan takut bersaing.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;line-height:200%;">Jangan takut karyamu tak diperhitungkan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;line-height:200%;">Asah terus kemampuanmu, terus beramal baik entah itu shodaqoh, sholat malam , Dhuha, berbakti pada orangtua. Kita memang tidak tahu kunci mana yang sesuai dengan takdir kita tetapi aku yakin, jika tulisan mereka yang hatinya hidup oleh dakwah, sholat malam, amalan-amalan sunnah dan amalan utama seperti menghafal Quran pasti akan berbeda.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;line-height:200%;">Dan tunggulah!</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;line-height:200%;">Yakinlah!</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;line-height:200%;">Allah SWT menyiapkan hadiah kejutan, tak terduga, yang akan membuatmu tercengang dan malu karena selama ini sudah berburuk sangka padaNya. Berbusuk sangka bahwa Ia tak sayang padamu dan tak mendegar doa-doamu.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sintayudisia.wordpress.com/869/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sintayudisia.wordpress.com/869/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sintayudisia.wordpress.com/869/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sintayudisia.wordpress.com/869/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sintayudisia.wordpress.com/869/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sintayudisia.wordpress.com/869/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sintayudisia.wordpress.com/869/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sintayudisia.wordpress.com/869/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sintayudisia.wordpress.com/869/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sintayudisia.wordpress.com/869/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sintayudisia.wordpress.com/869/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sintayudisia.wordpress.com/869/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sintayudisia.wordpress.com/869/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sintayudisia.wordpress.com/869/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sintayudisia.wordpress.com&amp;blog=4438010&amp;post=869&amp;subd=sintayudisia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sintayudisia.wordpress.com/2011/06/11/mau-rezeki-lebih-baik-jodoh-peluang-rezeki-sstt-coba-hafalkan-quran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a3eff2d0451a9c4d3f0723570c5ef06c?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">sintayudisia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sintayudisia.files.wordpress.com/2011/06/109_indian-muslims-children1.jpg?w=122" medium="image">
			<media:title type="html">109_Indian-Muslims-children</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sintayudisia.files.wordpress.com/2011/06/a_child_in_praying_320_320_0_9223372036854775000_0_1_0.jpg?w=113" medium="image">
			<media:title type="html">a_child_in_praying.jpg_320_320_0_9223372036854775000_0_1_0</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>“Kekejaman” Editor : TAKHTA AWAN!</title>
		<link>http://sintayudisia.wordpress.com/2011/06/10/%e2%80%9ckekejaman%e2%80%9d-editor-takhta-awan/</link>
		<comments>http://sintayudisia.wordpress.com/2011/06/10/%e2%80%9ckekejaman%e2%80%9d-editor-takhta-awan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Jun 2011 19:16:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sintayudisia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bedah Novelku]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Perjalanan]]></category>
		<category><![CDATA[Karyaku]]></category>
		<category><![CDATA[Kepenulisan]]></category>
		<category><![CDATA[Oase]]></category>
		<category><![CDATA[Perjalanan Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[TAKHTA AWAN]]></category>
		<category><![CDATA[Takudar]]></category>
		<category><![CDATA[The Road to the Empire]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sintayudisia.wordpress.com/?p=864</guid>
		<description><![CDATA[“Kekejaman” Editor : TAKHTA AWAN! Januari 2011 naskahku selesai. Dan ….cukup lama, sang editor membedah karyaku. “Mbak…sudah baca Orchid Empress?” Belum, jawabku. “Baca ya…,” sarannya,” sangat emosional.” Januari. Februari. Maret. Aduh, kapan karyaku terbit ya? Menunggu karya terbit seperti menunggu tanggal melahirkan : katanya pekan ke II, katanya tanggal 10, katanya bisa lancar dan seterusnya. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sintayudisia.wordpress.com&amp;blog=4438010&amp;post=864&amp;subd=sintayudisia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><em><span style="font-size:16pt;line-height:150%;font-family:'Book Antiqua';color:blue;">“Kekejaman” Editor : TAKHTA AWAN!</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;">Januari 2011 naskahku selesai.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;">Dan ….cukup lama, sang editor membedah karyaku.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;">“Mbak…sudah baca <em>Orchid Em</em>press?”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;">Belum, jawabku.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;">“Baca ya…,” sarannya,” sangat emosional.”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;">Januari. Februari. Maret.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span id="more-864"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;">Aduh, kapan karyaku terbit ya?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;">Menunggu karya terbit seperti menunggu tanggal melahirkan : katanya pekan ke II, katanya tanggal 10, katanya bisa lancar dan seterusnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;">Maka aku menunggu hasil karyaku dengan cemas. Waktu terbit yang dijadwalkan , mundur. Dari Februari, Maret, lalu April.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;">Perutku mules.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;">Pikiranku pening.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;">Menulis adalah sebuah idealisme. Bukan hanya sekedar nongkrong tak jelas di depan laptop, buka status FB dan comment sana sini (sekalipun membuka FB termasuk salah satu cara kecil untuk menghilangkan stress hehe&#8230;.). Menulis butuh waktu, dedikasi, keseriusan dan kesungguhan luarbiasa. Menulis adalah komitmen. Menulis adalah&#8230;..pengorbanan besar.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;">Kuliah psikologiku pun tak dapat disambi. Aku harus praktikum, mencari <em>testee</em>, menyusun laporan, dicorat coret asdos, diperbaiki lagi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;">Kapan karyaku terbit?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;">Rasanya akan bernafas lega nanti kalau karyaku sudah jadi&#8230;..hfffff&#8230;..</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;">Tapi ternyata editorku orang sibuk <span style="font-family:Wingdings;" lang="SV">J</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;">Aku menunggu hasil editannya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;">InsyaAllah pekan ini, begitu katanya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;">Hm&#8230;kok lama seka Aduh, segitu lamakah mengedit? Kan tinggal baca, tinggal oke, cari endorsment, cari ilustrator, dan terbitkan</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;">Maklum, editorku orang terkenal di kancah penerbitan, tanggung jawabnya pun besar. Aku sadar bahwa menitipkan naskahku padanya bukan tanpa kecemasan&#8230;pasti lama. Tapi aku tidak menyangka selama ini.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;">Lalu sebuah email muncul.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;">”Mbak, sudah kukirimkan. Ada beberapa catatan.”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;">Menurutnya, karyaku masih harus diperbaiki.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;">Ups, benarkah?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;">Masihkah aku punya energi untuk itu?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;">Bayangkan, aku mengejar TAKHTA AWAN sejak pulang dari Gaza, berarti Agustus 2011.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;">Padahal aku sudah berusaha mati-matian mengerjakan Takudar, membaca berulang-ulang&#8230;sampai aku hafal puisi syaikh Edebali yang tercantum dalam sebuah babnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;">Diperbaiki?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;">Sebelah manaaaa?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><em><span style="color:blue;" lang="FI">EDITORKU, SANGAT TELITI!</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Ups.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><!--more--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Saat menerima revisi, aku terharu sampai berkaca-kaca.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;">Hehe&#8230;maafkan daku, editorku yang cantik <span style="font-family:Wingdings;" lang="FI">J</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;">Aku langsung SMS.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;">”Jazakillah ya Mbak&#8230;.aku nggak nyangka karyaku dibaca sampai sebegitunya&#8230;”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Bab. Kalimat. Kata. Huruf. Titik –koma.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Apalagi struktur kalimat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Buuuuannnyyyyaaaak sekali yang harus diperbaiki!</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Pembantaian, kritik, pembandingan&#8230;apalah namanya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Tetapi penulis – editor sebetulnya sepasang, seperti sepatu dan sandal yang masing-masing nggak mungkin dipakai sebelah!</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Editor mengkritikku.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">”Coba diteliti lagi mbak&#8230;.emosinya kurang.”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Setelah mengendap cukup lama, aku mulai berpikir jernih.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Ahya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Tokohku Takudar, terlalu berhati malaikat disini.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Bukankah ia manusia?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Bukankah manusia, sejatinya adalah makhluk dengan sisi baik dan buruk? Marah-senyum, tawa-sedih, gelap-terang? Begitu terobsesinya aku dengan Takudar hingga ia kumunculkan tidak seperti manusia, tetapi begitu bersih dan cemerlang, seolah tak setitikpun salah disana.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Aku salah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Seorang tokoh, protagonis, justru harus demikian dekat dengan kehidupan asli pembaca agar bisa lebih difahami, dimaknai&#8230;pada akhirnya dijadikan teladan. Bagaimana aku menjadikan Takudar teladan jika ia sama sekali tak memiliki cacat seperti malaikat?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Penulis adalah penyebar kebaikan, dan ia bukan hanya penyebar, tetapi juga penggagas bagaimana agar kebaikan dapat dijalankan massive dan efisien. Memang, dalam sebuah kisah tersebut seorang raja Dzulkifli yang sama sekali tak pernah marah. Tetapi mampukah kita seperti ia? Sungguh, raja yang marah tetapi ia meminta maaf jauh lebih manusiawi, dan dapat dicontoh bahwa seorang petinggi negara ketika khilaf ia bersegera melakukan kebaikan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><em><span style="color:blue;" lang="FI">ANCAMAN ANAKKU!</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">”Aku nggak mau baca Takudar!” ancam Inayah, putri sulungku.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Ia, kritikus pertamaku yang membaca karyaku.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">”Aku gak mau baca kalau Rasyiduddin mati.”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Sejak semula, aku tahu, berdasarkan sejarah pada akhirnya Takudar lebih memilih jalan kesendirian. Sebuah referensi mengatakan, ia mengikuti tarekat sufiyyah, sebab posisinya yang demikian terhimpit.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Imajinasiku berkelana, bahwa pada akhirnya seluruh sahabat Takudar mati dan ia berjalan sendiri.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Aku terinspirasi nasehat seorang ustadz, kuranglebih demikian&#8230;.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">”Seorang dai akan mengalami banyak rintangan. Kadang, ia begitu kesepian dalam kesendirian.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Seperti Musa yang ditinggalkan bani Israil.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Seperti Isa yang ditinggalkan pengikutnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Seperti Nabi Muhammad yang pernah dikucilkan.”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Seperti itulah bayanganku tentang Takudar, bahwa ia akan sendirian mempertahankan keimanan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Dan aku ingin memunculkan sebuah figur, seseorang yang bertahan dalam keimanan akan tetap mampu berjalan tegak, meski para sahabatnya berguguran. Bukankah fenomena ini kita temui sekarang? Kadang kita punya geng di masa SMA, masing-masing memilih jalan, pada akhirnya&#8230;kadang, seseorang menjadi terkucil ketika ia tengah menjalani sebuah jalan yang diyakini jalan keselamatan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Ancaman anakkau menyebabkanku mundur.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Iya deh, Sayaaaang&#8230;.gak akan Ummi matikan Rasyiduddin..!!</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><em><span style="color:blue;" lang="FI">EDITORKU YANG JELI</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Ternyata, editorku punya pemikiran sama.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Masa kayak cerita Power Ranger?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Yang semua tokoh baiknya selamat, yang mati monsternya?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Tidakkah dalam sebuah pertempuran, ada yang gugur baik dari kubu lawan maupun kawan?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Dan justru, ingin kumunculkan kebijaksanaan Rasyiduddin yang sejak semula sudah membidik Pangeran Javad : sang pangeran manja ini jika disentuh hatinya, akan dapat memanggul beban dakwah yang besar.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Banyak orang-orang seperti Javad.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Para pemuda pemudi dengan gelimang kemewahan. Mereka hidup enak, tak punya prestasi sebab hidup dalam limpahan fasilitas. Tetapi sesungguhnya, tak semua mereka orang keji yang suka menghabiskan waktu dugem. Masih banyak yang punya hati lembut, dapat dilunakkan oleh dakwah agar mereka mau memikul tanggung jawab kenegaraan bersama.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Maka, Rasyiduddin adalah contoh kesabaran seorang yang mampu mempengaruhi orang seperti Javad agar kelak ia dapat menggantikan posisi dirinya, jika harus tewas.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Jadi&#8230;apakah Rasyiduddin hidup atau tewas?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Hehe&#8230;..</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><em><span style="color:blue;" lang="SV">EDITORKU,ORANG LUARBIASA DIBALIK TAKHTA AWAN</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Tanpa editor, aku tidak yakin TAKHTA AWAN akan terbit maksimal.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Ternyata aku banyak salah menempatkan huruf ..(ampuun deh)&#8230;ada bahasa yang nggak EYD. Ada kalimat sampah yang bertele-tele.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Pantes.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Pantes.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Pantas editorku pusing, puyeng, membaca ratusan halaman karyaku dan dibaca TIAP HALAMAN!</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Pantes sampai dua bulan gak selesai, bahkan pernah kutelepon sedang lembur&#8230;membaca karyaku.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Bahkan&#8230;..ia mencermati tiap catatan kaki.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Suatu saat editorku meng sms.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">”Mbak&#8230;.<em>li</em> itu apa sih?”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">”Oooh&#8230;.<em>li</em> itu jarak dalam satuan China/Mongolia saat masa Jenghiz Khan.”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">MasyaAllah&#8230;dari sekian ratus halaman, dari sekian puluh catatan kaki yang menjelaskan berpuluh-puluh kosa kata asing&#8230;editorku masih menemukan bahwa aku LUPA mencantumkan apa ”li”.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Subhanallah&#8230;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Jazakumullah khoiron katsiro untuk editorku yang kejam. Yang lama membaca karyaku. Yang membantai, membedah, mengkritik, mencoret-coret, membandingkan bukuku dengan novel-novel sejenis dari luar negeri.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Tanpa seorang editor, aku pasti merasa bahwa karyaku adalah karya terbagus, padahal baru kubaca dari sudut pandang mataku.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Pas dilempar ke pasaran&#8230;..gubrak! Ternyata banyak menuai kekecewaan sebab kekurangan disana sini.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Ngeri aku membayangkan jika naskahku diterbitkan awut-awutan. Pembaca menerima karyaku mentah, salah tulis, banyak kalimat sampah…lalu tokoh Takudar, Rasyiduddin, Almamuchi dan Karadiza tak membekas. Sama seperti novel-novel awal saat aku baru pertama kali belajar menulis dan sudah banyak dilupakan orang…..PAdahal aku ingin sekali tokoh-tokoh Islam seperti Takudar, Osman Ghazi dan masih banyak lagi dapat mengendap di hati pembaca, dapat menjadi contoh bagi para petingginegara dan para pemuda kaya bagaimana menghabiskan kekayaan mereka untuk melakukan kebiakan-kebaikan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Jazakumullah khoiron katsiro untuk editorku yang sering kuganggu lewat email, sms, telepon…sampai-sampai kudengar suaranya kelelahan di sana menjawab serangkaian pertanyaanku.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Semoga TAKHTA AWAN dapat menjadi karya yang dapat kita banggakan di hadapan Allah SWT dan RasulNya, para malaikatNya, dapat mencerahkan setiap pembaca, pendengar, penikmat. Orang-orang dapat belajar dari keteguhan Takudar, kebijaksanaan Rasyiduddin, keberanian Karadiza.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Dan para gadis dapat belajar bagaimana Almamuchi menjaga cintanya agar tetap berpijak pada prinsip-prinsip yang benar.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Ah&#8230;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">bahkan aku menangis sendiri ketika mengenang bagaimana sepinya Takudar berjalan sendiri mempertahankan keimanan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;line-height:150%;" align="right"><strong><em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;" lang="SV">JAZAKUMULLAH KHOIRON KATSIRO </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;line-height:150%;" align="right"><strong><em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;">SPECIAL THANK YOU, MERCY to : MBAK DEE –LPPH</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;line-height:150%;" align="right"><strong><em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;">EDITORKU YANG KEJAM DAN TELITI</span> </em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;line-height:150%;" align="right"><strong><em>juga SABAR &amp; BAIKHATI</em></strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sintayudisia.wordpress.com/864/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sintayudisia.wordpress.com/864/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sintayudisia.wordpress.com/864/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sintayudisia.wordpress.com/864/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sintayudisia.wordpress.com/864/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sintayudisia.wordpress.com/864/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sintayudisia.wordpress.com/864/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sintayudisia.wordpress.com/864/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sintayudisia.wordpress.com/864/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sintayudisia.wordpress.com/864/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sintayudisia.wordpress.com/864/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sintayudisia.wordpress.com/864/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sintayudisia.wordpress.com/864/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sintayudisia.wordpress.com/864/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sintayudisia.wordpress.com&amp;blog=4438010&amp;post=864&amp;subd=sintayudisia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sintayudisia.wordpress.com/2011/06/10/%e2%80%9ckekejaman%e2%80%9d-editor-takhta-awan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a3eff2d0451a9c4d3f0723570c5ef06c?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">sintayudisia</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
