
- delegasi perempuan Jatim
Agustus 19, 2009 pada 3:45 am (Uncategorized)

Juli 4, 2009 pada 12:57 am (Uncategorized)
Tags: Tag it
Sedang bersiap untuk pindah rumah. Masih kontrakan juga. semoga lebih barakah karena di depan masjid, lebih mudah menyuruh anak-anakku pergi ke sana
Januari 31, 2009 pada 10:24 pm (Uncategorized)
Sumber Cerita Fiksi
Fiksi, dilihat dari kamus berarti fiction : karangan , rekaan, khayalan.
Cerita fiksi adalah cerita yang bersifat rekaan, karangan, khayalan. Sekalipun fiksi tak bisa disamakan dengan karya ilmiah, bukan berarti semua yang bernama fiksi hanya berisi cerita bualan belaka.
Cerita fiksi dapat digali dari baragam sumber :
1. Pengalaman.
Sumber terbaik cerita fiksi adalah pengalaman, pengalaman merupakan kisah yang paling dekat dengan diri penulis hingga ia bertutur sesuatu yang tak jauh dari apa yang telah dialaminya sendiri. Pengalaman bukan selalu berasal dari kisah diri sendiri tetapi dapat pula pengamatan terhadap kisah hidup orang lain. Jika seseorang beranggapan pengalaman hidupnya tidaklah istimewa bukan berarti ia harus menceritakan secara detil dari a hingga z , pengalaman dapat menjadi sebuah bahan baku yang diolah sedemikian rupa sebagai ide dasar sebuah cerita.
a. Nikolai Gogol menulis Overcoat berdasar sebuah pengalaman. Dalam sebuah jamuan pesta makan malam, ia mendengar lelucon tentang orang yang bertahun-tahun menabung untuk daat membeli sebuah senapan. Setelah uang terkumpul untuk membeli senapan, seseorang justru mencuri senapannya sebelum si pemilik sendiri menggunakannya untuk berburu. Tamu yang hadir di jamuan makan tersebut tertawa mendengar lelucon tersebut, tetapi Nikolai Gogol merasa tersentuh dan kasihan terhadap si tokoh hingga ia menuliskan cerita berjudul Overcoat yang mengisahkan seorang karyawan miskin menabung sekian lama untuk dapat membeli jas penghangat. Saat dapat membeli, seseorang mencuri sementara karyawan tersebut ditertawakan banyak orang karena kebodohannya.
b. Charles Dickens menulis beberapa cerita berdasarkan pengalaman masa kecilnya
c. Willa Cather : Kebanyakan bahan baku penulis diperoleh dari pengalamannya sebelum berusia 15
d. Deborah Joy Corey (Losing Eddie) menulis buku ketiganya, masih berkisar tentang pengalaman masa kecilnya
e. Mark Twain (Huckleberry Finn) : menulis dengan menggunakan pengalaman masa kecilnya dengan menciptakan orang yang benar-benar berbeda dengan dirinya.
2. Mimpi.
Berapa banyak mimpi yang kita alami hanya berlalu begitu saja? Robin Hemley (The Last Studebaker dan All You Can Eat) mengatakan salah satu sumber cerita adalah mimpi-mimpinya. Suatu hari ia terbangun dengan satu bayangan seorang lelaki yang menggali kebun milik istrinya. Bekas impian itu ia olah menjadi bahan baku cerita, mengisahkan seorang lelaki yang dihantui rasa bersalah dan cinta akibat bercerai dengan istrinya. Sebagai ungkapan kerinduan, cinta, perasaan berdosa setiap hari ia menanam bunga di kebun miliknya.
Mimpi, kadang hanya menjadi bunga tidur yang berlalu tanpa makna. Padahal dalam mimpi kadang Allah menitipkan suatu isyarat pada kita. Mimpi tercekik & tenggelam dalam air, orang Jawa berkata itu pertanda si empunya mau sakit. Dalam mimpi saja rasa tercekik & tenggelam demikian sakitnya, begitupula mungkin rasa seseorang menjelang meninggal di saat sakaratul mautnya.
3. Sejarah
Banyak sudah cerita fiksi diambil dari latar sejarah yang unik, misterius dan mengesankan. Musashi, Senopati Pamungkas, sedikit di antaranya. Film-film yang bertemakan sejarah, baik produksi dalam negeri maupun luar negeri juga sangat beragam. Tjoet Njak Dhien, Tuanku Tambusai termasuk pdosuk dalam negeri bertema sejarah yang penggarapannya sangat indah. Red Cliff, Curse of Golden Flower, Once Upon a Time in China yang tayang dalam beberapa seri juga mengambil setting sejarah China.
Menulis fiksi berlandaskan sejarah memang menyenangkan. Seorang penulis berbekalkan keuletan, kesabaran, ‘mencuri dari masa lalu’ mengembangkannya dalam bentuk imajinasi sembari menggali dari sumber-sumber yang ada.
Joanna Scott (Concerning Mold Upon the Skin) menceritakan bahwa ia menulis cerita dengan mengacu pada sejarah obat-obatan sehingga Joanna Scott mencari sejarah tentang tabib di abad ke -15 dan 16 seperti Leeuwenhoek yang penuh rahasia bahkan buku-buku aneh yang tidak bisa diandalkan semacam Devils, Drugs and Doctors karya Howard Haggard.
Saya pribadi menuliskan The Road to The Empire sebetulnya mereupakan sekuel ketiga Takudar berdasar sejarah Mongolia yang sangat minim di dapat sumbernya di pasaran. Bagaimana jika sumber yang kita butuhkan tak terdapat di luar sana? Maxine Hong Kingstone (The Woman Warrior) menulis dengan sukses fiksi autbiografi tentang leluhurnya orang Cina dan Amerika. Karena hanya mengetahui sedikit tentang leluhurnya, ia mengisi kekosongan pengetahuan dengan khayalan.
4. Tradisi Lisan
Kisah-kisah yang kita dengar semasa kecil tidak lantas dibuang begitu saja. Cinderella, Snow White, Sleeping Beauty menjadi cerita cinta yang terus digemari orang dan diadaptasi dalam bentuk cerita hingga film. Lihatlah film dan sinetron Indonesia yang meceritakan kisah cinta antara gadis miskin dengan pemuda berada, selalu laku. Tanpa mengabaikan kualitas cerita, penulis dapat menjadikan cerita lisan sebagai bahan baku idenya. Josip Novakovich (The Burning Shoe) mengisahkan seorang laki-laki yang pandai bertutur mulai kisah Pangeran Marko yang menyusu pada ibunya selama tujuh tahun, rumah masa kanak-kanak, tentara Jerman yang menyerbu hingga kisah kue madu. Sang penulis menggabungkan berbagai kisah yang ditemuinya dari cerita orang-orang.
Jangan sepelekan cerita tua sang kakek, dalam perjalanan panjangnya sebagai manusia, kebijaksanaannya tentu berharga.
Januari 2, 2009 pada 10:21 pm (Uncategorized)
Inilah anak-anak para syuhada
Inilah anak-anak calon syuhada
Inilah anak-anak yang menjadi syuhada



Desember 22, 2008 pada 2:14 pm (Uncategorized)
{Aku, mbak Wuri & mas Udin-suami mbak Wuri usai makan siang di PKS Award}
Senin, 22 Desember 2008 hari terasa special.
Bukan hanya karena ucapan selamat dari teman-teman tentang Hari Ibu tapi juga ada kejadian kecil yang mengejutkan.
Waktu mata kuliah bahasa Indonesia, bu Retno, salah seorang dosen dan penanggung jawab kegiatan mahasiswa seperti softskill dll masuk ke kelasku. Beliau menjelaskan tentang sebuah acara pelatihan di Malang. Usai menjelaskan beliau memberikan ucapan Selamat Hari Ibu kepadaku , terutama karena beliau dan dosen-dosen lain membaca ihwalku masuk menjadi satu di antara delapan the Inspiring Women versi PKS JAtim di Jawa Pos 21 Des tempo hari.
Serentak teman-teman di kelas bertepuk tangan dan mengucapkan Hari Ibu.
Jangan salah sangka…bukan ketenaran atau ucapan selamat yang memabukkanku.
Perhatian orang-orang yang kukenal tentang makna ‘Ibu’ membuatku sungguh tersentuh.
Ibu adalah pekerjaan undercover yang menghabiskan nyaris seluruh hidup perempuan yang telah menikah. Pekerjaan tanpa bayaran, tapi tinggi bayaran (nanti, di akhirat). Pekerjaan tanpa penghargaan, tapi sangat berharga.
Sedikit ucapan yang menghargaiku sebagai Ibu…duh, luarbiasa rasanya, sebab pekerjaan utamaku adalah menjadi Ibu. Sangat jarang orang mengingat dan menghargai perempuan sebagai Ibu. Umumnya mereka menghargai perempuan yang punya prestasi akademis atau bisnis. Just be a mother?
Padahal Ibu adalah pekerjaan yang tak tergantikan olee robot secanggih apapun. Ke dalam diri Ibu, Allah SWT titipkan benih sebagai calon generasi penerus perjuangan da’wah. Di tangan Ibu, seseorang dapat dibentuk menjadi rohaniawan, politisi, ilmuwan, atau penjahat sekalipun. Di hati seorang Ibu terselip doa-doa dahsyat yang dapat melejitkan sang keturunan menuju posisi yang tak terbayangkan.
Inilah ucapan teman-teman di Hari Ibu yang bentuknya sangat beragam. Thanks to all of you.
{Ibu dan calon ibu yang menjadi inspirasi, InsyaAllah….}
It’s a mother’s day. Being a mother is a pridely moment. Thanks for being great mother of my children.
**my sweet husband, Agus Sofyan**
FLP Cabang Sumenep mengucapkan “ 22 Desember ’08 Hari Ibu , selamat berbakti pada Ibu.” Sahabat bertanya pada Nabi : Siapa yang harus saya hormati? Nabi menjawab “IBU,IBU,IBU lalu Bapak”. (al hadits)
**Rafik ,FLP Sumenep**
Today, specially dedicated to “mom”, who means everything to me.And also to love, with all of its beauty..22 Desember 2008 2U. MET HARI IBU ya mbak sinta
**Lutfi, sastra Inggris, UNAIR. Div. Nonfiksi FLP Jatim**
Ibu adalah gua pertapaanku dan ibulah yang meletakkan aku disini, saat bunga kembang menyerbak bau sayang, ibu menunjuk ke langit lalu ke bumi. Aku mengangguk mesti kurang mengerti. Ibu. Bila kasihmu ibarat samudra, sempit lautan teduh. Ibu. Bila aku berlayar lalu datang angin sekali. Tuhan yang ibu tunjukkan telah kukenal. Ibulah itu, bidadari yang berselendang bianglala. Sesekali datang padaku menyuruhku menulis langit biru dengan sajakku. Selamat hari ibu, buat seluruh ibu di dunia.
** Asril, FIB- UNAIR. Div. humas intern FLP Jatim**
Mbak Sinta, selamat ya terpilih inspiring woman PKS award. InsyaAllah ahad 24 des the road to the empire kami iklankan khusus di republika.
**Ratno LPPH**
Jangan lupa ajari anak-anakmu sastra agar lembut jiwanya (al Khaththab)
**Aris – FLP cab.Kediri**
Selamat atas diterimanya award dari PKS. Semoga makin sukses. Anakmu piro Sin?
**Mbak Lina-tante tut**
Alhamdulillah atas awardnya. Ustadzah, selalu ada blessing in disguise di belakang semua moment yang diluar kuasa kita. Wa Shobrun Jamil Dan kesabaran itu indah.
**Ustadz Fathoni-Jombang, dewan penasehat FLP Jatim**
”Selamat Hari Ibu” ya bu, semoga perjuangan & keikhlasan ibu dalam mengemban amanah Allah : sebagai pendidik generasi mendapatkan limpahan pahala dari Allah & segala pedihnya airmata karena kerasnya perjuangan mendapat balasan surga. Sungguh ibu tanpamu kami takkan mungkin seperti ini, tanpa doa-doamu kami takkan mungkin jadi anak sholih.Dengan apa kami membalasmu Ibu??
**Naning-alpen prosa**
Selamat ya say, terus menulis dan berprestasi ya! Ini sudah dimulai lagi cara menuju ketokohanmu, untuk ummat. Salam dari Kuala Lumpur. Luv
**mbak HTR**
Selamat Hari Ibu, semoga dirahmati Allah, selalu….
**Amy-Malang**
September 8, 2008 pada 3:14 pm (Uncategorized)
Apa yang paling kau takuti?
Hantu, kejahatan, inflasi? Kematian, penderitaan, musibah?
Waktu SD, ketakutan yang paling parah adalah malam2 pasca menonton film City of the Living Dead, disamping rasa takut amat sangat pada pembantuku melebihi takut pada ayah ibu. SMP aku khawatir tak punya teman & komunitas, SMA aku sangat takut pada nenek , kuliah aku sangat takut pada ustadz kampus kami. Rasanya sangat sedikit saat patriotik dalam hidup ini kecuali : aku menikah di usia dini dengan lelaki yang sama sekali tak kukenal kecuali lewat selembar biodata, 4 anak dalam jarak 2 tahun berturut, melanglang Medan & Surabaya tanpa sanak saudara . Apa itu keberanian?
Last night, when I lied my knee & my head down, I found something inside my mind. Semacam puzzle yang tercerai berai kembali ke tempat asal, semacam rangkaian yang menyatukan jalinan utuh. Suddenly, aku merasa takut Tuhan mengabaikanku. Andai Ia membiarkanku berjalan sendiri tanpa panduan, dibiarkannya melangkah terus, menyangka semua ini kebaikan yang membawaku ke surga padahal……….
I’m not a sinner, aku bukan pendosa, seperti bayangan dosa yang ada di lokalisasi Dolly, sel rutan Medaeng atau meja anggota Dewan. Tetapi apakah hukuman maksimal hanyalah rajam, penjara seumur hidup, atau eksekusi mati ? Bagaimana jika di bawah busana muslim ini, di bawah akhlaq manis dan kepintaran agama tersembunyi sesuatu yang busuk di bawah kulitnya? Takabur, egois, merasa diri paling hebat & benar.
I’m so afraid that God will leave me alone.
Bagaimana aku mampu menjalankan amanah sebagai ibu, istri, daiyah, penulis, pengurus FLP sekaligus? Berapa waktu yang harus kupunya? Berapa dana? Berapa tenaga yang dibutuhkan? Berapa personil yang diperlukan? Kepada siapa aku meminta pertolongan saat datang kesulitan?
24 jam. 7 hari. Komite sekolah. Parenting. DPW. DPD. DPRa. RTku. FLPku.Anak-anak. Adik2 pengajian. Rusun Wonorejo & Penjaringan. Orang yang tak mampu makan. Anak-anak putus sekolah. TK dengan yayasan kembang kempis. Menyapu, mengepel, membersihkan kamar, mengecek PR, mengecek hafalan, mengontrol sholat-tilawah-puasa, mengatur menu, mengatur cashflow rumah tangga,merancang program domestik-publik, di saat yang sama harus menyelesaikan novel, mengedit naskah, mengecek & mengirim imel, menerima telpon, membaca & menjawab sms. Undangan. Pelatihan. Talkshow. Roadshow. Tugas da’wah tiba-tiba. Telpon tiba-tiba berdering ”…bisakah Ibu mengisi di tempat X?” Begitupun cemoohan. Sindiran. Teguran. Tuduhan. Tuntutan. Begitu sibukkah aku?
Tuhan, di titik mana aku boleh berputus asa?
Lalu tiba-tiba bayangan Abubakar, Umar, & para shahabat melintas. Mereka memberikan kontribusi terbaik tanpa kehilangan jatidiri, segala pengorbanan tak menemui frustasi. Waktu bukan masalah. Tenaga bukan masalah. Setumpuk agenda bukan masalah. Hinaan bukan masalah. Kesulitan bukan masalah. Hambatan bukan masalah. Masalah bukan masalah. Vertical relationship yang demikian kokoh, jernih, berkesinambungan hingga jiwa mereka demikian tangguh bersandar padaNya. Ketakutan dan kelemahan telah ditaklukan, dihancurkan, dikuburkan rapat-rapat. Setitik harapan bagai cahaya di tengah badai gelap gulita, satu peluang kebaikan selalu diburu dengan segenap kemampuan. Ketakutan tak lagi punya peluang.
Memangnya kepada siapa aku dapat berharap ketakutan ini dapat pupus?
Agustus 22, 2008 pada 7:47 am (Uncategorized)
Tuhan membekali manusia dengan 4 ketrampilan sejak lahir.
1.listening
2.speaking
3.reading
4.writing
Listening & speaking tanpa bersekolah pun bisa dipelajari, kecuali yang memiliki kelainan. Reading&writing adalah ketrampilan yang senantiasa harus diasah karena jika tak dibiasakan, kemampuan membaca akan menurun seiring berjalannya usia. Mungkin sekarang nggak ada lagi orang yang buta aksara, tapi belum tentu ia ‘bisa’ membaca.
Membaca harus dibiasakan sejak kecil, membaca Qur’an, membaca surat kabar, membaca buku, membaca perilaku orang lain, membaca lingkungan. Sesudah itu manusia harus belajar menuliskan buah pikiran dan perasaannya. Zaman dahulu, setiap khalifah di akhir masa pemerintahannya selalu menuliskan satu buku yang berisi langkah-langkah kebijakannya, apa yang telah dicapai dan apa yang belum diraih. Alangkah baiknya jika setiap hari kita memiliki catatan sejarah tentang sejarah hidup kita sendiri.
Agustus 22, 2008 pada 7:37 am (Uncategorized)
Sekitar 10 hari lagi Ramadhan kan tiba. Masih banyak yang harus dipersiapkan. Masih banyak yang harus diperbaiki. Ramadhan bukan hanya menu berbuka, baju baru, riuh rendah masjid dengan segala aktivitas dan sajian yang disiapkan para donatur. Ramadhan adalah bulan mengevaluasi sejauh mana bekal kita nanti menuju yaumil akhir.
Mengapa ya hafalan Qur’anku hanya berkisar juz 30, 29, 28, 27, 26 dan 25? Itupun banyak yang lupa. Padahal, seringkali ketika meresapi Al Qur’an dengan sebenar-benar kekhusyu’an hati rasanya airmata ini tak kuasa tertahan. Begitu baiknya Yang Maha Kuasa. Begitu banyak yang tidak kita lakukan tetapi Dia terus memberi dan memberi. Sholatku bukan yang terbaik. Sedekahku bukan yang terbaik. Puasaku bukan yang terbaik. Amalanku bukan yang terbaik. Tetapi tetap saja kesehatan, rizqi, kebahagiaan itu mengalir tiada henti.
Tuhan, izinkan kami Ramadhan ini menjadi sebaik-baik manusia. Izinkan kami terlahir kembali menjadi generasi Robbani yang siap menegakkan kalimatullah dengan apapun yang kami punya. BAntu kami untuk senantiasa ikhlas, bantu kami di setiap detik hidup kami. Jadikan kami kelak berkumpul bersama para syuhada, shidiqqin, sholihin.
Agustus 7, 2008 pada 1:15 am (Uncategorized)
Ö Karya-karya:
Buku Anak-anak :
Ketika Upi Bertanya (GIP), Janji Cici (GIP), Lulu Sayang Adik (GIP),Bu Guru Sayang (GIP)
Antologi :
Dapur Kreativitas Para Juara (Mizan), Cinta Ya Cinta (Mizan), Selaksa Rindu Dinda (GIP), Jendela Cinta (GIP), Sahabat Pelangi ( LPPH), I Love U So Mad (LPPH), Jilbab Pertamaku (LPPH), 17 Tahun (LPPH), Kisah Kasih dari Negeri Pengantin (LPPH), Desperate Housewives (LPPH), Matahari Tak Pernah Sendiri 1 (LPPH), Matahari Tak Pernah Sendiri 2 (LPPH)
Duet :
bersama Izzatul Jannah : Gadis di Ujung Sajadah (FBA Press), bersama Fahri Asiza: Mempelai Tanpa Pengantin (LPPH)
Kumpulan Cerpen :
Bulan di Atas Grotte Markt (GIP), Red Jewel of Soul (Zikrul Hakim), Cadas Kebencian (Mizan), Nyanyian Surga (Mizan), Pink (Mizan)
Novel :
Sebuah Janji (GIP), The Lost Prince (GIP), Kekuatan Ketujuh (Beranda), Kuntum-kuntum Bunga (FBA Press), Ain & The Gank : Coz I Luv U (LPPH), Ain & The Gank : Gotcha! (LPPH), Melintasi Batas (Mizan), Langit Lembayung (Mizan), Armanusa (Mizan), Lafadz Cinta (Mizan)
Agustus 7, 2008 pada 12:54 am (Uncategorized)
Tags: Add new tag
Cantik dalam 30 hari?
Masa’ bisa sih?
Cantik itu makhluk yang bagaimana?
Setiap orang dapat tampil cantik tanpa perlu meniru-niru orang lain. Orang sering salah mendefinisikan ‘cantik’ sehingga cantik hanya diartikan sebatas fisik padahal seoerang gadis dikatakan cantik bila sehat jasmani dan mulia akhlaqnya.
Melalui buku kecil ini diharapkan kamu punya panduan dalam menjalani aktivitas sehari-hari sehingga dapat menampilkan kecantikan diri kamu.
Bagaimanapun kecantikan sering dikaitkan dengan fisik walau manusia ternyata nggak melulu bernilai dari lahiriahnya. Lihatlah Marilyn Monroe si cantik berambut pirang yang mati bunuh diri atau Britney Spears yang sekarang menjalani terapi kejiwaan karena terganggu mentalnya padahal ia pernah dinobatkan sebagai gadis paling sexy sedunia. Menajdi muslimah juga harus memperhatikan penampilan lahiriah. Menjaga kesehatan dan kecantikan tubuh dari rambut hingga ujung kaki ternyata nggak harus pergi ke spa-spa yang mahal. Kita bisa memanfaatkan bahan-bahan di dapur bunda seperti tomat, bengkuang dll.
Tak kalah penting dari kecantikan lahiriah adalah kecantikan bathin.
Seorang gadis lebih menarik jika memiliki kepribadian yang menyenangkan. Tengoklah mengapa Mariah Carey dan Claudia Schiffer nggak punya teman padahal mereka cantik bukan main : karena mereka jelek banget sifatnya! Lihatlah Ophray Winfrey yang gendut dan hitam, ia dipuja banyak orang karena kebaikan hati dan kecerdasan otaknya.
Kecantikan yang lain adalah kecerdasan otak. Seorang gadis jauh lebih menarik jika cerdas otaknya. Kecerdasan otak diraih dengan banyak membaca dan belajar.
Contoh gadis-gadis cantik lahir bathin sesungguhnya dapat kita dapatkan dari kisah para shahabiyah Rasulullah SAW. Ada Aisyah ra yang cantik dan ahli hadits, ada Nusaibah ra yang jago beladiri, ada Zaynab ra. yang pintar berdagang, ada shahabiyah yang menajdi perawat, penulis, dsb.
Jangan malu jadi muslimah sejati.
Yuk, jadi muslimah yang pretty!
By Sinta Yudisia
Agustus 7, 2008 pada 12:42 am (Uncategorized)
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!