Oktober 9, 2008 pada 4:25 pm (Jurnal Harian, My campus)

Manusia vs Simpanse
Inilah pendapat para ahli antropologi.
Manusia adalah primate. Kerabat kita yang terdekat adalah simpanse & gorilla yang memiliki susunan kimia jasmani yang benar-benar identik dengan manusia. Dalam artian evolusi, garis keturunan manusia adalah garis keturunan hominid, manusia belum lama berpisah dari garis keturunan kera besar Afrika (simpanse & gorila).
Menurut urutan zaman, beginilah evolusi primata yang konon kabarnya berakhir pada manusia.
|
No
|
Jenis
|
Tahun
|
|
1
|
Australopithecine
|
3,5-2,5 juta tahun SM
|
|
2
|
Homo Sapiens
|
250 ribu-100 ribu tahun SM
|
|
3
|
Manusia Neanderthal
|
100 ribu tahun SM
|
|
4
|
Manusia Modern (homo sapiens sapiens)
|
40 ribu -30 ribu tahun SM
|
|
5
|
———ada tekanan evolusi———
|
|
|
6
|
Nabi Adam
|
?
|
|
7
|
Nabi Nuh
|
1700 SM
|
Sekalipun terdapat rantai putus yang membingungkan antara manusia purba dengan manusia modern, tetap saja sebagian ahli beranggapan telah terjadi evolusi. Memang banyak kemiripan antara manusia dengan simpanse/ gorilla. Baca entri selengkapnya »
& Komentar
Oktober 2, 2008 pada 12:24 am (Jurnal Harian)

Syawal bukanlah kegembiraan yang meletup-letup.
Meninggalkan ramadhan yang dipenuhi kelaziman kebajikan, seperti meninggalkan dunia tenteram yang selama sebulan penuh menaungi kaum muslimin dalam kebahagiaan ibadah. Di pertengahan ramadhan aku mengunjungi aula PRS -Penginapan Remaja Surabaya tempat putri sulungku mengikuti pesantren Ramadhan di jalan DUkuh Kupang, Surabaya. Suamiku sengaja mengajakku melewati areal merah Jarak-Kupang- Dolly. Aku melewati beragam Wisma ‘kenikmatan’,akurium raksasa yang biasa menjajalan perempuan cantik disana. Sepanjang ramadhan konon tempat itu lengang dan memang itulah yang kulihat. Bar-bar tutup, restorant tutup, wisma pun begitu. Aku sengaja mencari2 sosok yang selama ini hanya kulihat di berita : gadis cantik dengan busana elegan – harap maklum, Dolly bukan untuk jajanan sekelas tukang becak atau supir. Pelanggannya menengah ke atas.
Betapa bahagianya, yang kudengar hanya lantunan ayat2 Quran dari menara2 masjid, orang yang keluar masuk gang dengan mukena dalam gulungan sajadah. Sempat kutemui satu dua orang dengan dandanan menor terselip di antara gang gelap tapi itu tak mendominasi. Ramadhan selalu di naungi kebajikan. Orang yang biasa bermaksiatpun enggan menampakkan kejahilannya di muka umum. Konon, 1 Syawal mereka kembali beroperasi. 1 Syawal saat orang mengumandangkan kemenangan melawan hawa nafsu, saat itu pula pintu2 neraka mulai terbuka. Jarak mulai beroperasi kembali, bar dibuka. Bahkan menjelang 1 syawal aku sudah melihat Jagir- Wonokromo (ini kompleks P untuk kalangan supir & tukang becak) sebuah warung mulai merapikan dagangan bir di meja terdepan.
Aku menangis mendengar khotib Idul Fitri memberikan nasehat tentang istiqomah. Ramadhan harus meninggalkan jejak kecintaan pada shoum, pada qiyamul lail, pada taman2 surga di hati kita : kecintaan membaca Qur’an, kesukaan sodaqoh, kenikmatan dzikir.
Kalau aku ke Dolly lagi, mungkin wisma2nya sudah buka kembali. Dan di sana perempuan cantik nan muda yang selama ramadhan malu menjajakan diri, kembali meraup keuntungan. Hmh, benarkah karena kepepet? Kata dosen filsafatku, pekerjaan ini menjanjikan rasa ‘enak’. Enak mencari uang dengan cara mudah..
Ah, Ramadhan yang khidmat semoga tak hanya menyisakan debu.
& Komentar