Jazakumullah, special thanks for

Meski sudah tertulis di milis FLP, aku ingin kembali mengucapkan rasa terima kasih. Thankyou verymuch for everything you’ve done. God bless you ala, I still remember all your faces although I can’t spell your names all.

1.To mas Irfan Hidayatullah (anak-anak FLP Blitar kemarin bingung mencantumkan gelar). Well, bagaimana M.Tq, Master of Taqwa? Semoga ketua suku kami tak iri pada mas Haikal yang telah hidup dengan tenang meletakkan jabatan.

2.To mas Haikal Hira Habibillah, yang ternyata bernama asli Andri Utomo. Tanpa mas Haikal, FLP Jatim tak berkembang seperti  sekarang. Da’wah lain masih menunggu, we’re waiting for you at another place. Jadi, jangan merasa bahagia dulu…:-)

3. To mas Bahtiar, tetanggaku yang selalu memberi support pada FLP. Tanpam mas Beh, FLP Jatim tak akan tumbuh. Stay with us.

4.Gesang Sari Mawarni, you remind me to someone. Kau muslimah tangguh, you are so great! Tak pantas airmata dan kesedihan menggenang di wajah manismu.

5.Pak Yopi Yafrin, motivator kita yang membangkitkan semangat FLP Blitar. Disaat orang lain enggan menerima amanah, pak Yopi mengacungkan tangan. Bukankah begitu seharusnya kader da’wah?

6.Pak Ahzab Hasani, guru para laskar pelangi. Perjuanganmu memimpin pasukan Blitar membuahkan Muswil yang menakjubkan!

6. Radio mayangkara : mas Iwan, mbak Vinda yang manis (ISOnya semoga lancar), mbak Reta yang cantik. It’s really nice to meet you. Maafkan…kita nggak sempat mengobrol banyak

7. Seluruh crew : Yugi (dek, kau harus lebih gemuk!), Hendrik (kamu betul orang Sunda kan?), Aji (rapi dan sopan sekali, mengingatkanku pada pria Jawa), Mawardi yang khusyu di depan komputer, Ghullam si adik es krim, Amelia -tak-kenallelah, Rika-Siti-Binti-Anik-Lusi yang rela mempersedikit tidur. Seluruh awak kapal FLP Blitar

8.Seluruh perwakilan yang mungkin lupa kusebutkan disini tapi akan kusebut nama para mujahid mujahidah pena insyaAllah dalam doaku : Madura (Iing, Aisyah, Urnoto, Taufik, Rafik, dll);  Surabaya (Lia, Ida, Asril, Septi, Diana, dll), Gresik (Rouf, Aminsyihab), Lamongan (Rian, dll); Pasuruan (Erna), Mojokerto (mba Evi, Fitri); Jember (Lukman&fiends); Banyuwangi (pak Affan); Malang (Faris, Amy, Dike, Fauziah, Yunus & friends);Jombang (ustadz Fathoni, Lutfi-siketua sidang, Ardi, Riska); Kediri (Aris & friends); Bondowoso (Lukluk, Ridho&friends);Madiun (Fat-han my little broter sang hafidz,Lala, Ika, Riski). Maafkan jika mbak Sinta -kakak, bunda, murid pak Fatoni&pak Affan ini lupa salah seorang di antara kalian.

Kalian tahu kenapa aku menerima amanah ini?

Because I love you all. Perjuangan kalian membuatku mencintai kalian, da’wah ini membuatku mencintai FLP. Well, ayo berjuang bersama. Bersiap kurang tidur, kurang istirahat, kurang uang. Tapi nggak papa kan?

Bukankah kalian mau surga?

Bukankah kalian mau bidadari?

Love & hari pertama sebagai kepala suku

Ada kebiasaanku yang aneh.

Jika pikiran berat, ruwet dan perasaan nggak karuan, pikiran ini justru melayang mencari hiburan dengan memikirkan hal-hal lain yang bertolak belakang. Love. Cinta. Apakah sama? Mengapa orang memilih kata ‘love’ untuk menyampaikan perasaannya dibanding cinta / sayang? Mengapa orang lebih memilih J’taime atau I Love you dibanding ‘aku cinta kamu’?

Mungkin karena cinta rahasia. Cinta  yang diledakkan oleh perasaan membabi buta dan diekspos sedemikian rupa tak lagi terlihat rupa keindahannya. Cinta indah jika tersimpan rapi, terbungkus ketenangan dan perilaku terjaga sementara di bawah kulit satu aliran darah mengalir mendidih meletup-letup. Hmh. Mengapa ya aku senang sekali mendengar dan membaca kisah cinta?

Sering kutanyakan pada orang : did you ever fall ini love with someone? Pernah nggak sih kamu mencintai orang? Pernah nggak kamu kena virus? Jawabannya beragam. Ada yang pernah jatuh hati, patah hati, jatuh hati berkali-kali, mencintai tersembunyi, atau mencintai dengan sederhana. Seperti api kepada kayu, yang menjadikannya abu.

Cinta rumit. Tapi juga sederhana. Rasakan ia berdetak. Rasakan ia menyapa. Rasakan harimu tersenyum, dan rasakan pula bahwa kau menangis merasakan bahwa cinta adalah rahasia paling tersembunyi dalam diri manusia. Cinta dan manusia berjalan beriringan.

Ohya, hari ini adalah hari-hari awalku sebagai kepala suku. Semoga aku tak kehilangan cinta orang-orang yang kucintai. Semoga cinta membuatku kuat. Semoga cinta membuatku bertahan

Quiz

Pagi ini, di masjid Rungkut Jaya, ustadz Syihab -salah seorang pemateri yang didaulat memberikan nasehat atau kultum ba’da Shubuh secara bergilir mengajukan quiz :

apa nama seseorang yang semakin tua semakin cantik berdandan? Semakin tua semakin gemar bersolek? Bahkan semakin tua semakin nampak saja kecantikannya? Orang yang mengenal kecantikan dan kemolekannya, mencium baunya, apalagi memeluk dirinya pasti enggan berjauhan. Ingin selalu berdekapan karena jatuh cinta pada kecantikannya. Bahkan, siapapun rela mati mempertahankan cinta si cantik molek ini.

Jawabannya adalah : Dunya.

Dunya atau kita mengenalnya sebagai dunia, semakin tua usianya semakin cantik dengan polesannya meski dibalik polesannya tersembunyi carut marut kegelisahan.  Semakin tua, semakin indah permukaan bumi ini dengan segala kemajuan teknologi dan kemudahan serta segala macam perhiasan yang ditawarkan mulai gemerlap busana,apartemen, hingga pulau-pulau buatan seperti Palm Jumeirah di Dubai. Kapan Dun-ya ini berakhir. Kapan Dun-ya ini mati. Kapan  kita berpisah dengan Dun-ya yang amat sangat kita cintai hingga manusia enggan berpisah sejenak pun dengannya.

Dun-ya  punya 3 anak, dua lelaki satu perempuan.

Yang lelaki bernama : tahta dan harta. Yang perempuan bernama : wanita. Siapapun ingin berlomba-lomba mempersunting anak Dun-ya tapi begitu mabuk kepayang dibuatnya, ia menjadi gila.Orang rela membunuh demi tahta dan harta, tak peduli masih memiliki hubungan darah. orang rela membunuh demi wanita, tak peduli masih memiliki hubungan kekerabatan. Tahta, harta dan wanita dibutuhkan untuk melestarikan Dun-ya tetapi jika kelewat batas, kita dibuatnya menjadi gila.

Semoga kita tidak terlalu mencintai si cantik Dun-ya dan ke

Musyawarah Wilayah III FLP-Forum Lingkar Pena Jawa Timur

Alhamdulillah, Muswil III FLP Jatim usai.

Banyak cerita, banyak sukaduka, banyak tugas, banyak PR. Tetapi di atas segalanya, sekali lagi, Allah SWT senantiasa menurunkan pertolongan kepada hamba-hambaNya yang berniat baik.

Innalillahi, bagaimanapun ini sebuah musibah ketika beban tugas menjadi kepala suku Jatim jatuh kepada saya. Saya bukan yang terbaik, bukan yang terkuat, bukan yang terpandai bukan yang tersholih. Saya hanya seorang dhoif yang dengan kekuatan da’wah dan persaudaraan, didorong maju oleh teman-teman FLP menduduki jabatan yang mulia sekaligus mengerikan.

Baca entri selengkapnya »