Back to campus!

Tiba-tiba kesempatan itu datang!

Ramadhan 1429 H, keajaiban-keajaiban dituntun oleh tanganNya. Aku sempat takut tapi bukankah tak ada bulan lain sebaik Ramadhan? 30-31 muswil di Blitar, pengukuhanku sebagai ketua FLP Jatim. 6  September pra-raker FLP Jatim. 21 September insyaAllah raker FLP Jatim. Dan….tanggal 9 september dengan diantar seorang teman aku test & mendaftar kuliah S1 Psikologi Untag, Universitas 17 Agustus Surabaya.

Hah? Gak salah?

Aku mulai kuliah Senin, 15 September kemarin. Deg-degan, aku paling tua sendiri mungkin. 34 tahun, tidakkah ini terlambat? Tidakkah ketika nanti selesai diwisuda aku telah berusia 38 tahun?Tetapi ada sesuatu yang menyala dalam diriku. Never ending learn! Para ulama sepanjang hayat hingga tua tetap membaca, membaca, membaca,  belajar, menghasilkan karya. Dan teman-temanku, mereka yang masih berusia kurang dari 20 tahun ternyata tak kurang struggle-nya dari diriku. Athena yang harus membagi waktu dengan bekerja di Matahari, Andrea yang berjilbab harus bekerja sore di hotel, Ajeng yang harus tetap nge-les-i. AKu senang bersama mereka, anak-anak mandiri yang tak menengadahkan tangan minta pada orangtua. Berjuang, bangkit, bekerja, maju, pantang menyerah. Itulah kaum muslimin seharusnya!

Jadi untuk apa merasa malu jika apa yang kulakukan adalah baik adanya?

Ramadhan tahun ini, masa kebangkitan diriku, FLP Jawa Timur, da’wah dimanapun bumi kupijak.

These are my books

Ini buku-bukuku.

Semua kutulis dengan perjuangan & kesungguhan.

Jika hasilnya tak memuaskan maka sesungguhnya tak ada larva yang langsung menjadi kupu-kupu indah sayapnya.  Aku terus berproses, mencoba, menulis lagi, belajar dari masa lalu, menulis lagi, membuang yang buruk dan berusaha yang terbaik.

Bedah buku Hi Pretty : cantik 30 hari! Be Muslimah Pretty!

12 September 2008, bedah buku Hi Pretty di UNAIR FE dalam rangka penyambutan mahasiswa baru.

Bagiku acara roadshow buku-bukuku selalu menggembirakan. Bertemu banyak orang, berbagi cerita, sharing, adu argumentasi. Yang spesial di acara bedah buku Mosaic (duh, aku lupa singkatannya. Pokoknya div. Keputrian FE UNAIR) ini aku ditemani bu Monik, pembanding yang mebedah bukuku.

Do you know what? Dia Ning Surabaya 1996, so pretty, so beautiful, so charming. Berkerudung modis, S3 pula! Cerdas, cantik, ramah, gaul. Pantas mendapat gelar dosen terfavorit di FE. Aku pikir, harusnya Putri Indonesia & Miss Universe seperti dia. Cantik, pintar & syar’i. Nggak sekedar mengumbar aurat, nggak sekedar pamer kecantikan. Dia juga selalu menyampaikan  bahwa muslimah harus punya identitas dengan jilbabnya, manusia sangat bergantung pada Tuhannya.

Aku nggak memandang jilbabnya yang modis tapi kupikr orang-orang seperti bu Monik menyemarakkan dunia kampus dengan gebrakannya yang memadukan brain-behaviour-beauty. Dia pantas mendapat acungan jempol untuk ketangguhannya tak terjerat gemerlapnya dunia entertainment, lebih memilih jalur akademis mengekspresikan otak & kecantikannya.

Armanusa

Pertama kali aku mengenal Armanusa dari cerita kisah Islami karya Ali atTanthowi Aku tertarik pada sosoknya yang cantik, cerdas, berani, kayaraya, extraordinary people. Dia bukan tipologi putri bangsawan yang menghabiskan diri mematut di depan kaca, mengenakan pakaian mewah dan perhiasan mahal. Di ajuga seorang yang humanis , terbukti seorang sahabatnya adalah Maria, pelayannya sendiri.

Hubungan dua sahabat dari latar belakang yang sangat berbeda ini harmonis sampai mereka sama-sama jatuh cinta pada panglima perang muslim. Armanusa seorang penyembah dewa, kepercayaan khas orang Mesir saat itu sementara Maria seorang nashrani.

            Sebetulnya, panglima perang muslim itu seseorang  yang dekat dengan masa kehdupan Rasulllah Saw. Jujur, aku takut ada kesalahan maka nama kusamarkan. Bagaimanapun, ada beban tersendiri jika kita menuliskan peri kehidupan sahabat atau para khalifah muslimin.

            Aku suka menulsi cerita cinta, sebagaimana aku menulis Armanusa & Lafaz Cinta. Cinta selalu punya sisi indah untuk digali : kesetiaan, getaran hati ,pengorbanan, ketulusan, pengkhianatan, perjuangan. Banyak orang mampu bertahan hidup karena cinta, banyak orang tak sanggup hidup karena cinta (tentunya ini cinta yang tidak punya value). Beberapa orang menginginkan aku menulis kelanjutan Armanusa sebagaimana kau menulis trilogy Takudar. Aku mau sekali. Aku suka kisah cinta Armanusa & Qays, aku menangis menuliskannya. Bukan pilihan mudah seseorang meninggalkan sesuatu yang sangat mempesona & dicintai kecuali ia mendapatkan satu substitusi pengganti yang tentunya setara dengan yang ditinggalkan.

Maybe someday I will write again about Armanusa

The most thing you’re afraid of

Apa yang paling kau takuti?

Hantu, kejahatan, inflasi? Kematian, penderitaan, musibah?

 

 

Waktu SD, ketakutan yang paling parah adalah malam2 pasca menonton film City of the Living Dead, disamping  rasa takut amat sangat pada pembantuku melebihi takut pada ayah ibu. SMP aku khawatir tak punya teman & komunitas, SMA aku sangat takut pada nenek , kuliah aku sangat takut pada ustadz kampus kami. Rasanya sangat sedikit saat patriotik dalam hidup ini kecuali : aku menikah di usia dini dengan lelaki yang sama sekali tak kukenal kecuali lewat selembar biodata, 4 anak dalam jarak 2 tahun berturut, melanglang Medan & Surabaya tanpa sanak saudara . Apa itu keberanian?

 

Last night, when I lied my knee & my head down, I found something inside my mind. Semacam puzzle yang tercerai berai kembali ke tempat asal, semacam rangkaian yang menyatukan jalinan utuh.  Suddenly, aku merasa takut Tuhan mengabaikanku. Andai Ia membiarkanku berjalan sendiri tanpa panduan, dibiarkannya melangkah terus, menyangka semua ini kebaikan yang membawaku ke surga padahal……….

 

I’m not a sinner, aku bukan pendosa, seperti bayangan dosa yang ada di lokalisasi Dolly, sel rutan Medaeng atau meja anggota Dewan. Tetapi apakah hukuman maksimal hanyalah rajam, penjara seumur hidup, atau eksekusi mati  ? Bagaimana jika di bawah busana muslim ini, di bawah akhlaq manis dan kepintaran agama tersembunyi sesuatu yang busuk di bawah kulitnya? Takabur, egois, merasa diri paling hebat & benar.

 

I’m so afraid that God will leave me alone.

Bagaimana aku mampu menjalankan amanah sebagai ibu, istri, daiyah, penulis, pengurus FLP sekaligus? Berapa waktu yang harus kupunya? Berapa dana? Berapa tenaga yang dibutuhkan? Berapa personil yang diperlukan? Kepada siapa aku meminta pertolongan saat datang kesulitan?

24 jam. 7 hari. Komite sekolah. Parenting. DPW. DPD. DPRa. RTku. FLPku.Anak-anak. Adik2 pengajian. Rusun Wonorejo & Penjaringan. Orang yang tak mampu makan. Anak-anak putus sekolah. TK dengan yayasan kembang kempis. Menyapu, mengepel, membersihkan kamar, mengecek PR, mengecek hafalan, mengontrol sholat-tilawah-puasa, mengatur menu, mengatur cashflow rumah tangga,merancang program domestik-publik, di saat yang sama harus menyelesaikan novel, mengedit naskah, mengecek & mengirim imel, menerima telpon, membaca & menjawab sms. Undangan. Pelatihan. Talkshow. Roadshow. Tugas da’wah tiba-tiba. Telpon tiba-tiba berdering ”…bisakah Ibu mengisi di tempat X?” Begitupun cemoohan. Sindiran. Teguran. Tuduhan. Tuntutan. Begitu sibukkah aku?

Tuhan, di titik mana aku boleh berputus asa?

 

Lalu tiba-tiba bayangan Abubakar, Umar, & para shahabat melintas. Mereka memberikan kontribusi terbaik tanpa kehilangan jatidiri, segala pengorbanan tak menemui frustasi. Waktu bukan masalah. Tenaga bukan masalah. Setumpuk agenda bukan masalah. Hinaan bukan masalah. Kesulitan bukan masalah. Hambatan bukan masalah. Masalah bukan masalah. Vertical relationship yang demikian kokoh, jernih, berkesinambungan hingga jiwa mereka demikian tangguh bersandar padaNya. Ketakutan dan kelemahan telah ditaklukan, dihancurkan, dikuburkan rapat-rapat. Setitik harapan bagai cahaya di tengah badai gelap gulita, satu peluang kebaikan selalu diburu dengan segenap kemampuan. Ketakutan tak lagi punya peluang.

 

Memangnya kepada siapa aku dapat berharap ketakutan ini dapat pupus?

Cadas Kebencian

Ini kumpulan cerpen I yang diterbitkan Mizan. Mungkin sudah jarang ditemui di pasaran tapi buku ini salah satu buku kebanggaan. Menurutku covernya oke, kertasnya juga hvs jadi pas baca enak rasanya. Aku ingat waktu itu nulis salah satu cerpen berdasarkan inspirasi aneksasi Amerika atas Afghanistan. Di samping tiu aku sempat lihat pameran foto tentang Afghanistan in war. Anak-anak dengan mata tertembak, tulang menyembul di kaki, amputasi dengan gergaji, organ tubuh yang tak lengkap akibat ranjau…seperti inikah wajah dunia Islam? However, membicarakan Afghanistan selalu banyak sudut untuk dipertimbangkan. Di negeri ni pula Leopold Weiss, jurnalis Austria, menajdi Muhammad Assad karena terpukau oleh keindahan Islam. Di negeri ini kita mengenal perang saudara. Di negeri ini Rusia dan Amerika hengkang dengan wajah malu.

Singa di Padang Kekuasaan : Takudar kecil

Buku ini sudah lama terbit, tapi tetap merupakan buku kebangganku sebab novel ini meraih juara I lomba Novel GIP 2003. Bukan hanya karena itu aku ‘mencintai’ Takudar.

Aku jatuh cinta sejak awal pada syaikh Jamaluddin, pada sumpah setianya, Tuqluq Timur Khan dan juga pada Takudar. Orang-orang tangguh di belantara dunia yang mencoba mencari jawaban pada the circle of life. Kadang aku menangis sendiri membaca buku ini kembali, begitupun aku menangis ketika menyelesaikan trilogi yang ke III.  InsyaAllah seri III sedang diproses untuk terbit. Harapanku remaja, anak-anak, orangtua, kaum muslimin pada umumnya memiliki idola sebenar2nya teladan. Harapanku suatu saat tokoh ini muncul di layar lebar menandingi Batman, Superman, Spiderman sebagaimana harapanku akan munculnya kecintaan kembali pada Thariq bin Ziyad, Umar Mukhtar& pahlawan2 Islam yang lain.

Lafadz Cinta

Kebetulan suami membuka blog seseorang. Disitu tertulis bahwa ia merekomendasikan Lafadz Cinta, Alhamdulillah. Sekalipun menurut pengakuannya novel ini nggak semenghentak Ayat2 Cinta tetapi ia memujinya sebagai novel yang bagus. Sekali lagi Alhamdulillah.

Sebetulnya saya nggak ingin dengar pujian. Cuma ingin tahu reaksi orang ketika membaca hasil tulisanku.  Ternyata memang benar, seseorang yang menulis dengan sentuhan jiwanya, orang pun mersakan getaran yang sama. Saya bukan seseorang piawai menulis, bukan. Tetapi Lafadz Cinta berisi kerinduan seseorang menemukan cinta. Siapa orang yang sanggup hidup solitaire di dunia ini? Keberadaan teman, sahabat, orangtua, kakak adik, guru, someone special, setiap titik yang dilingkupi aura cinta membuat kita mampu menapaki tahap demi tahap kehidupan ini hingga menjelang terminal terakhir nanti.

Cinta kepada Tuhan mungkin sesuatu yang terlalu abstrak. Kita sendiri mungkin nggak ngerti kaya apa sih cinta sama Tuhan? Tetapi cobalah jika waktu dan rizqi memungkinkan, tengoklah Mekkah dan Madinah. Disitu manusia akan menemui bahwa di atas segalanya, ada cinta abadi yang tulus diberikan oleh Dzat Yang Maha Pengasih. Bagi mereka yang sudah pernah menuniakan ibadah haji coba tanyakan, kecewakah mereka sholat di Masjidil Haram? Samakah mengunjungi makam Rasululah dengan makan-makan lainnya? Apakah perjalanan haji sebanding dengan kunjungan ke Orchad Road di Singapur atau Disneyland?

Banyak  yang bercerita bahwa Lafadz Cinta mengharukan pada penggambaran Seyla menunaikan ibadah umroh dan haji. Saya sendiri belum pernah kesana tapi membayangkan hijrah Rasulullah Saw dan Abubakar ra di siang terik, di tengah padang pasir, dikejar para pembunuh, ada rasa tersengat tiada tara. Mekkah yang penuh ancaman (sebelum Fathul Mekkah), sangat berbeda dengan Madinah yang dipenuhi gejolak kerinduan membayangkan seorang Nabi Suci yang hidup amat sederhana, datang tanpa pengawalan dan tandu. Orang-orang melantunkan Thola al Badru. Saya membayangkan Raudhoh Syarifah. Taman-taman surga. Tiang-tiang yang dinamakan sesuai nama ummahatul mukmin dan para shahabat. Membayangkan mereka kelelahan berjihad, mengorbankan apapun demi tegaknya Islam yang mulia. Tanpa kekayaan. Tanpa jabatan. Tanpa imbalan. Semata-mata karena Allah dan rasulNya, semata-mata karena mereka ingin menyebarkan ni’mat & rahmat Islam.   Abubakar dan pejabat sekarang, apakah sama? Umar dan penegak hukum sekarang, apakah sama? Utsman dan para dermawan sekarang, apakah sama? Ali bin Abi Thalib dan para pengajar sekarang, apakah sama? Kemanakah Salman al Farisy, Tholhah, Mush’ab, Bilal, Amr bin Yassir, dan yang lainnya?

Jika saja kita memiliki kekayaan sumber daya manusia seperti para sahabat, apa jadinya bumi ini. Jika mereka yang menunaikan ibadah haji   dengan harta halal, ilmu dan amal yang benar, apa jadinya Indonesia. Jika kita diberi kesempatan oleh Allah menyaksikan Haramain, jangan sia-siakan. Rasakan hati ini demikian merindukan kehadiran Rasul & para sahabat, di suatu taman surga dengan menatap wajahNya yang mulia.

Kadang saya berpikir…mungkinkah saya sampai kesana? Pantaskah saya meminta satu kapling di surga dengan kenistaan ini?

 

Saudariku bidadari, catatan kecil Muswil

Tak mungkin aku mencapai sesuatu sejauh ini tanpa orang-orang di belakangku.

Ternyata di hapeku hanya tersave sedikit foto dari Muswil, semoga panitia bersegera mengirimkan gambar para prajuritku,mujahid & mujahidah pena.

Ada Iing (pamekasan), Amy (Malang), yang paling kanan Gesang Sari Mawarni. Sedang apa ya kalian/ Semangat itu masih ada kan? HArapan itu masih ada kan?

Laskar Pelangi Blitar

Senang sekali ketika bisa mengunjungi satu tempat bernama madrasah Hidayatul Mubtadiin di Blitar.

Tempat yang jauh dari publikasi, jauh dari kunjungan dan hingar bingar kemewahan. Tapi ada wajah-wajah polos dengan sejuta cita-cita …dokter, polisi, tentara, astronot. Guru-guru ikhlas dengan wajah berbinar bagai permata di tengah tumpukan kerikil.

Epik Takudar

Kenapa saya suka menulis roman sejarah?

Sebab saya mengagumi Shalahuddin al Ayyubi, Nuruddin Zanki, Imaduddin Zanki, Thariq bin Ziyad, Muhammad al Fatih, dan salah satu tokoh yang jarang di dengar, Takudar Muhammad Khan. Anak-anak & remaja hafal betul Spiderman & MJ, Batman & catwoman, Superman & Lois Lane, lalu Avatar -Saka-Katara-Aang(kalau ini masih dapat dimaklumi…tokohnya sedikit). Kalau Naruto? Dua putra saya hafal betul sejarah desa Konoha, jurus-jurus, senjata, nama musuh dan teman Naruto. Saya paling2 hanya tahu Naruto, Sakura,& beberapa teman baiknya.

Padahal manusia belajar dari sejarah. Kejayaan Islam ditorehkan dalam sejarah, belajar tentang ke-cemerlangan Islam membuat kita ingin mengembalikan kedudukan Islam ke tempatnya semula. Sejarah yang dilupakan membuat manusia tak dapat menarik hikmah apalagi mengambil pelajaran berharga.

Awalnya, almarhum bapak menyimpan sebuah buku usang : The Preaching of Islam, Sejarah Da’wah Islam (Thomas W. Arnold) yang mengupas tentang perkembangan da’wah mulai zaman para sahabat Nabi hingga tersebar ke penjuru dunia. Banyak tokoh yang baru saya kena tiba-tiba merebut kekaguman, salah satuna Takudar. Ternyata Mongolia yang sarat dengan sejarah darah dan kepahitan menyimpan mutiara-mutiara. Takuda rhanya sempat memimpin kuranglebih dua tahun karena sebagaimana sejarah kaisar2 China, kudeta dan pembunuhan silih berganti. Tapi kenangan atas dirinya yang berubah bijak dan lemah lembut, arif dan santun, adil dan tegas setelah menjadi muslim…saya sering menangis sendiri ketika menuliskan fiksi atas dirinya. Membayangkan intimidasi atas putra mahkota yang hanya menginginkan satu jalan kembali ke negerinya : berserah diri pada Islam.

Ramadhan Greetings

Banyak ucapan ramadhan yang masuk ke hape, make me awake up and laugh. Semoga ramadhan tahun ini meningkatkan derajat kita sebagai manusia, bukan menurunkan kita ke derajat batu atau hewan. Naudzubillahi mindzalik. Luv u all.

For a person who loves to run, running as fast as he can is natural. For a person who loves to cook, cooking as much as he can is natural. For a person who really loves Allah, da’wah as much as he can is natural.

People should not called stupid when they’re trying their hardest for the things they love…(from someone)

Kita hanyalah ulat yang melata dalam dahan2 kehidupan. Dan sesaat dalam renung, bersendiri dlm relung agar kelak jd kupu2 dg sepasang sayap malaikat. Taqobalallahu minna waminkum (Aminuddin Kediri)

Welcome to Ramadhan big sale! Jangan lewatkan obral pahala besar-besaran, discount dosa s/d 99% + doorprize Lailatul Qadar! Berlaku hanya 30 hari! (Nita FLP Lamongan)

Allahumma Amin. Jadikanlah pula saudariku ini bidadari surgaMu kelak ya Allah. Penghuni abadi negeriMu yang penuh barakah & rizqi (Izzatu Jannah)

Marhaban ya Ramadhan, semoga Ramadhan ini menjadi ”BBM” (Bulan Barokah & Maghfiroh) bagi kita semua. Jalani :

  1. PREMIUM (Prei Makan & Minum)
  2. SOLAR (Sholat yang Rajin)
  3. MINYAK TANAH (Meningkatkan Iman, banyak Tahan Nafsu & Amarah)
  4. PERTAMAX (Perangi Tabiat Maxiat).
  5. Mohon maaf lahir & bathin

(Asril -UNAIR) Baca entri selengkapnya »

Jazakumullah, special thanks for

Meski sudah tertulis di milis FLP, aku ingin kembali mengucapkan rasa terima kasih. Thankyou verymuch for everything you’ve done. God bless you ala, I still remember all your faces although I can’t spell your names all.

1.To mas Irfan Hidayatullah (anak-anak FLP Blitar kemarin bingung mencantumkan gelar). Well, bagaimana M.Tq, Master of Taqwa? Semoga ketua suku kami tak iri pada mas Haikal yang telah hidup dengan tenang meletakkan jabatan.

2.To mas Haikal Hira Habibillah, yang ternyata bernama asli Andri Utomo. Tanpa mas Haikal, FLP Jatim tak berkembang seperti  sekarang. Da’wah lain masih menunggu, we’re waiting for you at another place. Jadi, jangan merasa bahagia dulu…:-)

3. To mas Bahtiar, tetanggaku yang selalu memberi support pada FLP. Tanpam mas Beh, FLP Jatim tak akan tumbuh. Stay with us.

4.Gesang Sari Mawarni, you remind me to someone. Kau muslimah tangguh, you are so great! Tak pantas airmata dan kesedihan menggenang di wajah manismu.

5.Pak Yopi Yafrin, motivator kita yang membangkitkan semangat FLP Blitar. Disaat orang lain enggan menerima amanah, pak Yopi mengacungkan tangan. Bukankah begitu seharusnya kader da’wah?

6.Pak Ahzab Hasani, guru para laskar pelangi. Perjuanganmu memimpin pasukan Blitar membuahkan Muswil yang menakjubkan!

6. Radio mayangkara : mas Iwan, mbak Vinda yang manis (ISOnya semoga lancar), mbak Reta yang cantik. It’s really nice to meet you. Maafkan…kita nggak sempat mengobrol banyak

7. Seluruh crew : Yugi (dek, kau harus lebih gemuk!), Hendrik (kamu betul orang Sunda kan?), Aji (rapi dan sopan sekali, mengingatkanku pada pria Jawa), Mawardi yang khusyu di depan komputer, Ghullam si adik es krim, Amelia -tak-kenallelah, Rika-Siti-Binti-Anik-Lusi yang rela mempersedikit tidur. Seluruh awak kapal FLP Blitar

8.Seluruh perwakilan yang mungkin lupa kusebutkan disini tapi akan kusebut nama para mujahid mujahidah pena insyaAllah dalam doaku : Madura (Iing, Aisyah, Urnoto, Taufik, Rafik, dll);  Surabaya (Lia, Ida, Asril, Septi, Diana, dll), Gresik (Rouf, Aminsyihab), Lamongan (Rian, dll); Pasuruan (Erna), Mojokerto (mba Evi, Fitri); Jember (Lukman&fiends); Banyuwangi (pak Affan); Malang (Faris, Amy, Dike, Fauziah, Yunus & friends);Jombang (ustadz Fathoni, Lutfi-siketua sidang, Ardi, Riska); Kediri (Aris & friends); Bondowoso (Lukluk, Ridho&friends);Madiun (Fat-han my little broter sang hafidz,Lala, Ika, Riski). Maafkan jika mbak Sinta -kakak, bunda, murid pak Fatoni&pak Affan ini lupa salah seorang di antara kalian.

Kalian tahu kenapa aku menerima amanah ini?

Because I love you all. Perjuangan kalian membuatku mencintai kalian, da’wah ini membuatku mencintai FLP. Well, ayo berjuang bersama. Bersiap kurang tidur, kurang istirahat, kurang uang. Tapi nggak papa kan?

Bukankah kalian mau surga?

Bukankah kalian mau bidadari?

Love & hari pertama sebagai kepala suku

Ada kebiasaanku yang aneh.

Jika pikiran berat, ruwet dan perasaan nggak karuan, pikiran ini justru melayang mencari hiburan dengan memikirkan hal-hal lain yang bertolak belakang. Love. Cinta. Apakah sama? Mengapa orang memilih kata ‘love’ untuk menyampaikan perasaannya dibanding cinta / sayang? Mengapa orang lebih memilih J’taime atau I Love you dibanding ‘aku cinta kamu’?

Mungkin karena cinta rahasia. Cinta  yang diledakkan oleh perasaan membabi buta dan diekspos sedemikian rupa tak lagi terlihat rupa keindahannya. Cinta indah jika tersimpan rapi, terbungkus ketenangan dan perilaku terjaga sementara di bawah kulit satu aliran darah mengalir mendidih meletup-letup. Hmh. Mengapa ya aku senang sekali mendengar dan membaca kisah cinta?

Sering kutanyakan pada orang : did you ever fall ini love with someone? Pernah nggak sih kamu mencintai orang? Pernah nggak kamu kena virus? Jawabannya beragam. Ada yang pernah jatuh hati, patah hati, jatuh hati berkali-kali, mencintai tersembunyi, atau mencintai dengan sederhana. Seperti api kepada kayu, yang menjadikannya abu.

Cinta rumit. Tapi juga sederhana. Rasakan ia berdetak. Rasakan ia menyapa. Rasakan harimu tersenyum, dan rasakan pula bahwa kau menangis merasakan bahwa cinta adalah rahasia paling tersembunyi dalam diri manusia. Cinta dan manusia berjalan beriringan.

Ohya, hari ini adalah hari-hari awalku sebagai kepala suku. Semoga aku tak kehilangan cinta orang-orang yang kucintai. Semoga cinta membuatku kuat. Semoga cinta membuatku bertahan

Quiz

Pagi ini, di masjid Rungkut Jaya, ustadz Syihab -salah seorang pemateri yang didaulat memberikan nasehat atau kultum ba’da Shubuh secara bergilir mengajukan quiz :

apa nama seseorang yang semakin tua semakin cantik berdandan? Semakin tua semakin gemar bersolek? Bahkan semakin tua semakin nampak saja kecantikannya? Orang yang mengenal kecantikan dan kemolekannya, mencium baunya, apalagi memeluk dirinya pasti enggan berjauhan. Ingin selalu berdekapan karena jatuh cinta pada kecantikannya. Bahkan, siapapun rela mati mempertahankan cinta si cantik molek ini.

Jawabannya adalah : Dunya.

Dunya atau kita mengenalnya sebagai dunia, semakin tua usianya semakin cantik dengan polesannya meski dibalik polesannya tersembunyi carut marut kegelisahan.  Semakin tua, semakin indah permukaan bumi ini dengan segala kemajuan teknologi dan kemudahan serta segala macam perhiasan yang ditawarkan mulai gemerlap busana,apartemen, hingga pulau-pulau buatan seperti Palm Jumeirah di Dubai. Kapan Dun-ya ini berakhir. Kapan Dun-ya ini mati. Kapan  kita berpisah dengan Dun-ya yang amat sangat kita cintai hingga manusia enggan berpisah sejenak pun dengannya.

Dun-ya  punya 3 anak, dua lelaki satu perempuan.

Yang lelaki bernama : tahta dan harta. Yang perempuan bernama : wanita. Siapapun ingin berlomba-lomba mempersunting anak Dun-ya tapi begitu mabuk kepayang dibuatnya, ia menjadi gila.Orang rela membunuh demi tahta dan harta, tak peduli masih memiliki hubungan darah. orang rela membunuh demi wanita, tak peduli masih memiliki hubungan kekerabatan. Tahta, harta dan wanita dibutuhkan untuk melestarikan Dun-ya tetapi jika kelewat batas, kita dibuatnya menjadi gila.

Semoga kita tidak terlalu mencintai si cantik Dun-ya dan ke

« Entri lama