5 hari menjelang Ramadhan

Ramadhan tinggal beberapa saat.

Ada rasa sukacita, rasa takut, gelisah dan was-was. Bahagia membayangkan setiap detik dapat memperoleh pahala berlipat  ganda, dari sepuluh hingga tujuhratus balasan. Takut membayangkan jangan-jangan tubuh ini tak sabar menahan lelah dan letih hingga lebih sering tertidur, bermalas-malas, menggerutu, cepat marah.

Yang lebih menakutkanku saat ini adalah jika semangatku untuk beramal dan berjihad menguap seiring berlalunya waktu Ramadhan. Masih teringat tahun-tahun lalu, sepuluh hari pertama, aku begitu giat membaca Qur’an, sholat Dhuha hingga 8 rakaat, melengkapi rawathib, memperbanyak wirid bahkan mampu muroja’ah dan menambah hafalan. Semakin mendekati malam lailatul Qadar, tubuh letih ini tak kuasa menahan kelesuan semangat.

Semoga Allah Robbul ‘Alamin berkenan memberikanku, kita semua kaum muslimin kekuatan lahir & bathin untuk berjuang sebaik mungkin mencapai derajat muttaqin.

Mengapa saya suka menulis Epik?

Banyak orang berkata bahwa menghasilkan karya harus disesuaikan dengan selera pasar. Jika seorang penulis sudah memasuki industri, mau tidak mau ia harus berjuang bagaimana tetap eksist walau harus sedikit membiaskan idealismenya.

Pernyataan itu ada benarnya juga. Bagaimanapun kita tak dapat menafikkan kebutuhan materi sekalipun materi bukan segala-galanya. Tetapi kebutuhan, kesukaan, kecenderungan menulis sesuatu terkadang tak dapat dianalogikan dengan kemauan pasar. Itulah mengapa saya tetap suka menulis Epik, roman sejarah, historical fiction atau romansa yang bersettingkan sejarah.

Ada keprihatinan besar mengapa generasi sekarang khususnya generasi muslim tidak dekat dengan tokoh-tokoh idola yang seharusnya memang harus menjadi panutan sepanjang waktu. Kita lebih mengenal Superman, Batman, Spiderman, Wonderwoman, Naruto, Avatar, dibanding Sholahuddin al Ayyubi, Thoriq bin Ziyad, Imaduddin Zanki, Nuruddin Zanki, juga Takudar. Siapakah Takudar Muhammad Khan? pErnahkah kita tahu sejarah lebih mendetil tentang dirinya?

Longlife Education

Ketika orang bertanya padaku,”…mbak sudah menulis banyak ya.” Atau, “…bagaimana sih Mbak bisa nulis?” Yang lainnya bertanya,”kapan Mbak mulai menulis?”

Jika saja orang-orang mengenalku 5 atau 7 tahun lalu pastilah terkejut melihat Sinta Yudisia sekarang. Tahun 2000an I was just an ordinary housewife. Bangun sebelum Shubuh, sholat, merendam baju, mencuci, memasak, menyiapkan anak-anak sekolah, belanja, memasak, membereskan rumah. Selepas dzuhur menyeterika, menjemput anak-anak, emmandikan mereka, menyuapi. Lalu tibalah Maghrib dan aku harus mengurus segala hal tentang anak-anakku mulai ibadah hingga belajar. Waktu mereka tidur kugunakan untuk membereskan pekerjaan rumah yang belum selesai. BEgitulah rutinitas yang kujalani selama bertahun-tahun.

Apa yang menyebabkan sesuatu berubah?

Baca entri selengkapnya »

Menulis dan Membaca

Tuhan membekali manusia dengan 4 ketrampilan sejak lahir.

1.listening

2.speaking

3.reading

4.writing

Listening & speaking tanpa bersekolah pun bisa dipelajari, kecuali yang memiliki kelainan. Reading&writing adalah ketrampilan yang senantiasa harus diasah karena jika tak dibiasakan, kemampuan membaca akan menurun seiring berjalannya usia. Mungkin sekarang nggak ada lagi orang yang buta aksara, tapi belum tentu ia ‘bisa’ membaca.

Membaca harus dibiasakan sejak kecil, membaca Qur’an, membaca surat kabar, membaca buku, membaca perilaku orang lain, membaca lingkungan. Sesudah itu manusia harus belajar menuliskan buah pikiran dan perasaannya. Zaman dahulu, setiap khalifah di akhir masa pemerintahannya selalu menuliskan satu buku yang berisi langkah-langkah kebijakannya, apa yang telah dicapai dan apa yang belum diraih. Alangkah baiknya jika setiap hari kita memiliki catatan sejarah tentang sejarah hidup kita sendiri.

Menjelang Ramadhan

Sekitar 10 hari lagi Ramadhan kan tiba. Masih banyak yang harus dipersiapkan. Masih banyak yang harus diperbaiki. Ramadhan bukan hanya menu berbuka, baju baru, riuh rendah masjid dengan segala aktivitas dan sajian yang disiapkan para donatur. Ramadhan adalah bulan mengevaluasi sejauh mana bekal kita nanti menuju yaumil akhir.

Mengapa ya hafalan Qur’anku hanya berkisar juz 30, 29, 28, 27, 26 dan 25? Itupun banyak yang lupa. Padahal, seringkali ketika meresapi Al Qur’an dengan sebenar-benar kekhusyu’an hati rasanya airmata ini tak kuasa tertahan. Begitu baiknya Yang Maha Kuasa. Begitu banyak yang tidak kita lakukan tetapi Dia terus memberi dan memberi. Sholatku bukan yang terbaik. Sedekahku bukan yang terbaik. Puasaku bukan yang terbaik. Amalanku bukan yang terbaik. Tetapi tetap saja kesehatan, rizqi, kebahagiaan itu mengalir tiada henti.

Tuhan, izinkan kami Ramadhan ini menjadi sebaik-baik manusia. Izinkan kami terlahir kembali menjadi generasi Robbani yang siap menegakkan kalimatullah dengan apapun yang kami punya. BAntu kami untuk senantiasa ikhlas, bantu kami di setiap detik hidup kami. Jadikan kami kelak berkumpul bersama para syuhada, shidiqqin, sholihin.

karya-karyaku

Ö Karya-karya:
Buku Anak-anak :
Ketika Upi Bertanya (GIP), Janji Cici (GIP), Lulu Sayang Adik (GIP),Bu Guru Sayang (GIP)
Antologi :
Dapur Kreativitas Para Juara (Mizan), Cinta Ya Cinta (Mizan), Selaksa Rindu Dinda (GIP), Jendela Cinta (GIP), Sahabat Pelangi ( LPPH), I Love U So Mad (LPPH), Jilbab Pertamaku (LPPH), 17 Tahun (LPPH), Kisah Kasih dari Negeri Pengantin (LPPH), Desperate Housewives (LPPH), Matahari Tak Pernah Sendiri 1 (LPPH), Matahari Tak Pernah Sendiri 2 (LPPH)
Duet :
bersama Izzatul Jannah : Gadis di Ujung Sajadah (FBA Press), bersama Fahri Asiza: Mempelai Tanpa Pengantin (LPPH)
Kumpulan Cerpen :
Bulan di Atas Grotte Markt (GIP), Red Jewel of Soul (Zikrul Hakim), Cadas Kebencian (Mizan), Nyanyian Surga (Mizan), Pink (Mizan)
Novel :
Sebuah Janji (GIP), The Lost Prince (GIP), Kekuatan Ketujuh (Beranda), Kuntum-kuntum Bunga (FBA Press), Ain & The Gank : Coz I Luv U (LPPH), Ain & The Gank : Gotcha! (LPPH), Melintasi Batas (Mizan), Langit Lembayung (Mizan), Armanusa (Mizan), Lafadz Cinta (Mizan)

Hi Pretty : Cantik dalam 30 hari!

Cantik dalam 30 hari?
Masa’ bisa sih?
Cantik itu makhluk yang bagaimana?

Setiap orang dapat tampil cantik tanpa perlu meniru-niru orang lain. Orang sering salah mendefinisikan ‘cantik’ sehingga cantik hanya diartikan sebatas fisik padahal seoerang gadis dikatakan cantik bila sehat jasmani dan mulia akhlaqnya.
Melalui buku kecil ini diharapkan kamu punya panduan dalam menjalani aktivitas sehari-hari sehingga dapat menampilkan kecantikan diri kamu.
Bagaimanapun kecantikan sering dikaitkan dengan fisik walau manusia ternyata nggak melulu bernilai dari lahiriahnya. Lihatlah Marilyn Monroe si cantik berambut pirang yang mati bunuh diri atau Britney Spears yang sekarang menjalani terapi kejiwaan karena terganggu mentalnya padahal ia pernah dinobatkan sebagai gadis paling sexy sedunia. Menajdi muslimah juga harus memperhatikan penampilan lahiriah. Menjaga kesehatan dan kecantikan tubuh dari rambut hingga ujung kaki ternyata nggak harus pergi ke spa-spa yang mahal. Kita bisa memanfaatkan bahan-bahan di dapur bunda seperti tomat, bengkuang dll.
Tak kalah penting dari kecantikan lahiriah adalah kecantikan bathin.
Seorang gadis lebih menarik jika memiliki kepribadian yang menyenangkan. Tengoklah mengapa Mariah Carey dan Claudia Schiffer nggak punya teman padahal mereka cantik bukan main : karena mereka jelek banget sifatnya! Lihatlah Ophray Winfrey yang gendut dan hitam, ia dipuja banyak orang karena kebaikan hati dan kecerdasan otaknya.
Kecantikan yang lain adalah kecerdasan otak. Seorang gadis jauh lebih menarik jika cerdas otaknya. Kecerdasan otak diraih dengan banyak membaca dan belajar.
Contoh gadis-gadis cantik lahir bathin sesungguhnya dapat kita dapatkan dari kisah para shahabiyah Rasulullah SAW. Ada Aisyah ra yang cantik dan ahli hadits, ada Nusaibah ra yang jago beladiri, ada Zaynab ra. yang pintar berdagang, ada shahabiyah yang menajdi perawat, penulis, dsb.

Jangan malu jadi muslimah sejati.
Yuk, jadi muslimah yang pretty!

By Sinta Yudisia

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!